spot_img
Beranda blog Halaman 10

Program MBG di Lahat Diperluas, Dapur SPPG Disiapkan untuk Penuhi Kebutuhan Gizi

0

LAHAT – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Komisi IX bersama Badan Gizi Nasional (BGN) sukses diselenggarakan di Gedung PSHT, Kelurahan Sari Bunga Mas, Kabupaten Lahat, Selasa, (28/4). Acara ini dihadiri oleh langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, S.E., M.M, Anggota DPRD Kabupaten Lahat, Arri, perwakilan Badan Gizi Nasional, hingga ratusan peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, Irma Suryani menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Ia menegaskan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran dan bertanggung jawab.

“Setiap program yang dijalankan harus benar-benar memberikan manfaat dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Apabila terdapat oknum yang bekerja tidak sesuai aturan atau merugikan masyarakat, maka akan diberikan tindakan tegas, bahkan hingga pemberhentian,” tegas Irma.

Lebih lanjut, Irma juga menyoroti belum tersedianya program MBG di Kelurahan Sari Bunga Mas. Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hal tersebut ke pemerintah pusat agar wilayah tersebut dapat segera menjadi penerima manfaat program.

“Kita ingin memastikan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, bisa merasakan manfaat program pemerintah secara adil dan merata,” tambahnya.

Selain itu, program MBG juga memiliki tujuan khusus di berbagai sektor, antara lain peningkatan akses makanan bergizi, peningkatan prestasi pendidikan, pengurangan beban ekonomi masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi serta mendorong dukungan bersama dalam menyukseskan Program MBG guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera.***

Roca Restaurant Di Artotel Yogyakarta Hadirkan “A Rebellious Hunger“ Dengan Berbagai Menu Plant-based Hasil Kolaborasi Artotel Group Dan Green Rebel

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — ARTOTEL Yogyakarta secara resmi meluncurkan campaign kuliner terbaru bertajuk “A Rebellious Hunger”. Bekerja sama dengan pionir makanan berbasis nabati, Green Rebel & Burgreens, ARTOTEL Group menghadirkan sebuah manifesto kuliner yang membuktikan bahwa makanan nabati bisa tampil eksplosif, kaya akan tekstur, dan sangat memuaskan. Program ini hadir sebagai bentuk komitmen terhadap gaya hidup berkelanjutan yang dikemas secara artistik di ROCA Restaurant, menantang persepsi lama bahwa makanan sehat selalu identik dengan rasa yang membosankan.

Dalam campaign ini, tiga menu wajib hasil kolaborasi dengan Green Rebel hadir sebagai primadona yang menantang ekspektasi lidah. Salah satunya adalah Nugget Caviar seharga Rp35.000++, sebuah perpaduan unik antara chick’n nuggets dari Burgreens dengan kemewahan sea grapes “caviar” yang menciptakan rasa umami laut yang elegan. Tak kalah unik, hadir pula Nasi Uduk Roll seharga Rp55.000++ yang merombak sarapan klasik menjadi gulungan modern berisi lauk nabati pedas dengan balutan tortilla. Bagi mereka yang menginginkan hidangan lebih berani, tersedia The Stack Burger seharga Rp75.000++ dengan Green Rebel Beev yang kaya akan karakter lokal, serta Chicken Parmigiana Pasta seharga Rp75.000++ yang mengenyangkan.

Melengkapi deretan hidangan utama, koleksi minuman berkelanjutan juga dihadirkan untuk memberikan kesegaran yang seimbang dengan harga mulai dari Rp39.000++. Para tamu dapat menikmati kelembutan Soy Grass Jelly yang memadukan susu kedelai dengan cincau tradisional, atau Mango Matcha Smoothie. Tak hanya itu, tersedia koktail Amaretto Sour seharga Rp90.000++ yang memiliki rasa tajam dan berkarakter kuat.

Timur Trapsilo selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menyatakan bahwa melalui pilihan menu yang progresif ini, pihak hotel ingin mengajak tamu untuk ikut serta dalam pergerakan ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan pengalaman makan yang berkelas dan penuh gaya.

Menu-menu baru dari ROCA Restaurant bisa dinikmati mulai 15 April sampai 15 Juli 2026, untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi 081574889333 atau melalui instagram @artoteljogja dan @roca_jogja.

PDAM Semarang Timur Gandeng UPGRIS Percepat Transformasi Digital lewat Sistem Deteksi Dini Kebocoran Air Berbasis Machine Learning

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Transformasi digital menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di sektor penyediaan air bersih.

Menjawab tantangan tersebut, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang berkolaborasi dengan Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air), sebuah sistem berbasis Machine Learning yang mampu mendeteksi potensi kebocoran dan ketidakwajaran penggunaan air pelanggan secara otomatis.

Selama ini, identifikasi pelanggan dengan pola pemakaian air tidak wajar masih dilakukan secara manual melalui pemeriksaan data rekening. Proses tersebut membutuhkan waktu cukup lama, terutama seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

Akibatnya, potensi kebocoran jaringan, kesalahan pencatatan meter, maupun penyimpangan penggunaan air tidak selalu dapat diketahui dengan cepat.

Kondisi inilah yang mendorong lahirnya inovasi digital untuk mendukung pengawasan yang lebih efektif dan akurat.

Melalui SIPADMA, proses analisis dilakukan secara otomatis menggunakan metode Anomaly Detection dengan pendekatan Z-Score yang dipadukan dengan rule-based scoring. Sistem mempelajari pola konsumsi air pelanggan dan memberikan peringatan ketika ditemukan perubahan penggunaan yang menyimpang dari kondisi normal.

Dengan demikian, petugas dapat lebih cepat menentukan pelanggan yang perlu dilakukan inspeksi lapangan.

Pengembangan sistem dilakukan oleh Laras Wulansari, mahasiswa Program Studi Informatika UPGRIS, dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan pendampingan dosen pembimbing serta pembimbing lapangan dari PDAM Tirta Moedal.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam menghasilkan solusi teknologi yang dapat langsung diterapkan untuk mendukung operasional perusahaan.

SIPADMA tidak hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur pendukung pengambilan keputusan, antara lain:

  • Dashboard interaktif.
  • Visualisasi grafik pemakaian air.
  • Pencarian data pelanggan.
  • Filter berdasarkan tingkat risiko.
  • Riwayat detail pemakaian.
  • Fasilitas ekspor laporan dalam format Excel.

Melalui tampilan yang sederhana dan informatif, petugas dapat melakukan analisis data secara lebih cepat dan akurat.

Pada tahap implementasi, sistem diuji menggunakan 3.996 data rekening dari 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.

Hasil analisis menunjukkan SIPADMA berhasil mengidentifikasi 163 rekening dengan pola penggunaan tidak wajar atau sekitar 4,1 persen dari keseluruhan data.

Dari jumlah tersebut, 147 rekening dikategorikan memiliki tingkat risiko sehingga direkomendasikan untuk segera dilakukan verifikasi lapangan.

Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan kolaborasi semacam ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.

“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata, sementara mitra industri mendapatkan solusi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas operasional,” ujarnya.

Penerapan SIPADMA diharapkan membantu PDAM Tirta Moedal mengoptimalkan monitoring distribusi air, mengurangi potensi kehilangan air (non-revenue water), serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dalam kegiatan inspeksi lapangan.

Pemanfaatan analisis berbasis data juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terukur dalam pengelolaan layanan air bersih.

Ke depan, sistem ini berpeluang dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan sensor Internet of Things (IoT), analisis data real-time, serta penerapan algoritma Machine Learning yang lebih adaptif.

Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya PDAM Tirta Moedal dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang modern, efisien, dan berbasis teknologi.***

Aksi Kemanusiaan Hotel Ciputra Semarang, 88 Kantong Darah Terkumpul dalam Donor Darah Bersama

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen terhadap aksi sosial kembali ditunjukkan Hotel Ciputra Semarang bersama Mal Ciputra Semarang melalui kegiatan donor darah yang sukses menghimpun 88 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Semarang.

Kegiatan yang digelar di area sayap barat Mal Ciputra Semarang mulai pukul 11.00 WIB ini menjadi aksi donor darah kedua yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan keikutsertaan manajemen dan karyawan Hotel Ciputra Semarang, pengunjung mal, hingga para tamu hotel.

Sebagai bentuk dukungan, Hotel Ciputra Semarang menyediakan 100 paket snack bagi para pendonor sekaligus mendorong partisipasi aktif dari seluruh jajaran internal perusahaan.

Bersama tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Para pendonor juga mendapatkan apresiasi berupa snack box dari Hotel Ciputra Semarang, lunch box, goodie bag dari PMI, serta souvenir dari Mal Ciputra Semarang.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, turut ambil bagian langsung dalam kegiatan donor darah tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan kemanusiaan.

“Kami sangat bangga dapat kembali berkolaborasi dengan Mal Ciputra Semarang dalam kegiatan donor darah untuk kedua kalinya tahun ini. Harapannya, kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi,” ujarnya.

Menurutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian bersama yang dapat menyelamatkan banyak nyawa. Karena itu, sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan menjadi hal penting untuk terus diperkuat.

Melalui kegiatan ini, Hotel Ciputra Semarang berharap dapat terus hadir memberi dampak positif bagi masyarakat, sekaligus mempererat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan aksi sosial yang berkelanjutan.***

Swiss-Belhotel International Rayakan Hari Kartini dengan Aksi Nyata untuk Perempuan

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus menjalankan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan, jaringan Swiss-Belhotel International wilayah Yogyakarta dan Solo menggelar aksi sosial bersama Rifka Annisa Women Crisis Center, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor pusat Rifka Annisa, Yogyakarta, ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap pemberdayaan perempuan serta perlindungan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Rifka Annisa dikenal sebagai lembaga pendampingan perempuan yang menyediakan layanan psikologis, psikososial, bantuan hukum, hingga home shelter bagi perempuan dan anak-anak penyintas kekerasan.

Sejumlah pimpinan hotel dari jaringan Swiss-Belhotel International turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka di antaranya General Manager Swiss-Belhotel Solo Elwas Suwarno, Hotel Manager Zest Parangraja Solo I Made Sudana, General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Denny Jatnika, Hotel Manager Swiss-Belexpress Yogyakarta Sekar Ayu Ratri Ningrum, serta General Manager In-Charge Swiss-Belboutique Yogyakarta Budi Iswanto.

Acara diawali dengan sambutan dari para pimpinan hotel, dilanjutkan dengan sesi pengenalan lembaga oleh Rifka Annisa.

Kegiatan kemudian diteruskan dengan penyerahan bantuan kepada tiga perempuan penyintas yang sebelumnya mendapat pendampingan dari Rifka Annisa.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi modal usaha sehingga para penyintas mampu membangun kemandirian ekonomi dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan pelatihan towel art bagi staf Rifka Annisa yang memiliki usaha guest house, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan nilai tambah layanan usaha mereka.

General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Denny Jatnika mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Selama ini, kami telah berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Hari ini, kami hadir di Rifka Annisa Women Crisis Center berharap dapat menjadi bagian dalam proses pemberdayaan perempuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Swiss-Belhotel International wilayah Yogyakarta dan Solo menegaskan dukungannya terhadap semangat emansipasi perempuan serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Perusahaan juga memastikan akan terus konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola Swiss-Belhotel International dan berlokasi di Kabupaten Kulon Progo.

Hotel ini memiliki 166 kamar dengan fasilitas berstandar internasional serta berjarak sekitar tujuh menit dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).***

Dari Bangku Kuliah ke Dunia Industri, Mahasiswa Informatika UPGRIS Ciptakan SIPADMA untuk Deteksi Dini Kebocoran Air

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Praktik Kerja Lapangan (PKL) tidak hanya menjadi sarana memenuhi kewajiban akademik bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), tetapi juga melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dunia industri. Hal itu dibuktikan oleh *Laras Wulansari, mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UPGRIS, yang berhasil mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air) saat menjalani PKL di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur.

SIPADMA merupakan sistem berbasis Machine Learning yang dirancang untuk mendeteksi secara dini potensi kebocoran pipa, ketidakwajaran pemakaian air, hingga indikasi kesalahan pencatatan meter pelanggan secara otomatis. Inovasi ini diharapkan mampu membantu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mempermudah proses pengawasan penggunaan air.

Menurut Laras, pengalaman PKL menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Setelah melakukan observasi dan berdiskusi dengan pegawai PDAM Tirta Moedal, ia menemukan bahwa proses identifikasi anomali penggunaan air masih dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu cukup lama dan berpotensi menghambat penanganan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Laras mengembangkan SIPADMA menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Flask. Sistem ini memanfaatkan metode Anomaly Detection melalui pendekatan Z-Score yang dipadukan dengan rule-based scoring untuk mengenali pola konsumsi air yang menyimpang dari kondisi normal. Melalui pendekatan tersebut, petugas dapat lebih cepat mengidentifikasi pelanggan yang memerlukan tindak lanjut dibandingkan dengan metode pemeriksaan konvensional.

Tak hanya mengedepankan kecanggihan algoritma, Laras juga merancang antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan. SIPADMA dilengkapi dengan berbagai fitur, seperti dashboard interaktif, unggah data pelanggan, deteksi anomali otomatis, filter berdasarkan tingkat risiko, riwayat pemakaian pelanggan, hingga ekspor laporan dalam format Excel. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk mempercepat proses analisis data secara lebih akurat, efisien, dan terstruktur.

Hasil implementasi menunjukkan performa yang menjanjikan. SIPADMA berhasil menganalisis 3.996 data rekening pelanggan yang mencakup 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Dari hasil analisis tersebut, sistem mendeteksi 163 rekening atau sekitar 4,1 persen yang terindikasi mengalami anomali. Sebanyak 147 rekening di antaranya dikategorikan memiliki tingkat risiko dan direkomendasikan untuk dilakukan verifikasi lapangan, sehingga petugas dapat memprioritaskan lokasi inspeksi secara lebih efektif.

Laras mengaku pengembangan SIPADMA memberikan pengalaman yang sangat berharga. Selain meningkatkan kompetensi di bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, dan pengembangan perangkat lunak, ia juga belajar memahami kebutuhan pengguna serta pentingnya menghadirkan solusi yang benar-benar dapat diterapkan di lingkungan kerja.

“Melalui proyek ini saya belajar bahwa teknologi bukan hanya tentang membuat aplikasi, tetapi bagaimana solusi yang dikembangkan benar-benar mampu membantu menyelesaikan permasalahan di lapangan. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri,” ujar Laras.

Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, karya Laras menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi mitra industri.

“Kami selalu mendorong mahasiswa menjadikan kegiatan magang sebagai ruang untuk berkarya dan berinovasi. SIPADMA membuktikan bahwa mahasiswa Informatika UPGRIS mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan menjadi solusi nyata yang memberikan nilai tambah bagi dunia industri maupun pelayanan publik,” katanya.

Keberhasilan pengembangan SIPADMA menjadi salah satu wujud komitmen Program Studi Informatika FTI UPGRIS dalam mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat. Melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan berbagai institusi, mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Komitmen tersebut akan terus diperkuat melalui sinergi berkelanjutan dengan dunia industri, sehingga semakin banyak inovasi karya mahasiswa yang lahir sebagai solusi atas berbagai tantangan di era transformasi digital.

Warga Desa Mangun Sari Antusias Ikuti Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

0

LAHAT (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) sukses diselenggarakan di Desa Mangun Sari, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, pada Senin, (27/4). Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Irma Suryani, anggota DPRD Kabupaten Lahat, perwakilan Badan Gizi Nasional, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan pentingnya program MBG sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Kita menyadari bahwa di lingkungan desa masih ada tantangan dalam pemenuhan gizi seimbang, baik karena keterbatasan pengetahuan maupun kondisi ekonomi. Oleh karena itu, kehadiran program ini menjadi sangat penting dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemenuhan gizi yang baik memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. “Gizi yang baik berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik anak. Program ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Selain itu, Irma Suryani turut menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program agar berjalan sesuai aturan. “Jika ada pelaksana di lapangan yang tidak bekerja sesuai ketentuan, harus ditindak tegas. Ini menyangkut penggunaan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegasnya.

Program MBG diharapkan mampu mengurangi angka stunting, meningkatkan konsentrasi belajar anak, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Program MBG diharapkan dapat menjadi katalis dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas. Seluruh pihak yang hadir juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawal keberhasilan program ini.***

Sambut Hari Kartini, Artotel Yogyakarta Hadirkan Talkshow Mengenai Kanker Serviks Dan Junk Journaling Workshop Sekaligus Berkebaya

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Dalam rangka memperingati hari Kartini sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan perempuan, ARTOTEL Yogyakarta menyelenggarakan talkshow bertajuk “Kartini Reborn: Merawat Diri, Peduli Masa Depan” pada 20 April 2026 yang bekerjasama dengan Siloam Hospital Yogyakarta. Acara dimulai dengan Talkshow Sosialisasi Bahaya & Deteksi Dini Kanker Serviks yang  menghadirkan narasumber ahli, dr. Danny Wiguna, Sp. OG, spesialis kandungan dan kebidanan.

Melalui diskusi ini, ARTOTEL Yogyakarta ingin memberikan pemahaman mendalam bagi para perempuan termasuk para Ibu-ibu Persit KCK Cab XXIV Kodim 0732/Sleman, Bhayangkari Polsek Bulaksumur, seluruh staff perempuan ARTOTEL Yogyakarta hingga PKK RT 01 Manggung mengenai pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini.

Melanjutkan semangat pemberdayaan perempuan, ARTOTEL Yogyakarta juga menghadirkan “Junk Journaling Workshop” yang berkolaborasi dengan Deluluu Studio. Workshop ini mengajak para peserta untuk mengolah recycle paper menjadi jurnal yang artistik dan personal. Kegiatan ini berlangsung di ROCA Restaurant pada sabtu, 25 April 2026, mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. Acara Junk Journaling sendiri terbuka untuk umum dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 80.000,- per orang, yang sudah mencakup snacks, beverage, workshop kit, serta guidance. Sebagai bentuk penghormatan pada budaya, para peserta juga disarankan mengenakan kebaya atau pakaian terinspirasi dari semangat kartini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ARTOTEL Yogyakarta dalam mendukung kampanye kepedulian sosial dan pemberdayaan komunitas di wilayah Yogyakarta.

Timur Trapsilo selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menyampaikan, “Peringatan hari Kartini adalah momen tepat untuk kembali mengingat pentingnya kualitas hidup perempuan, baik dari sisi kesehatan fisik melalui edukasi medis, maupun kesehatan mental melalui  kreativitas. Kami berharap kolaborasi dengan Siloam Hospitals dan komunitas kreatif ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.”

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ARTOTEL Yogyakarta, dapat menghubungi WhatsApp di 081903380498 atau melalui Instagram @artoteljogja dan Facebook ARTOTEL Yogyakarta.

UPGRIS dan PDAM Semarang Timur Perkuat Kolaborasi, Hadirkan SIPADMA untuk Deteksi Dini Kebocoran Air

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kolaborasi antara dunia akademik dan industri kembali melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik.

Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatasi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air), sebuah sistem cerdas yang mampu mendeteksi potensi kebocoran maupun ketidakwajaran penggunaan air pelanggan secara otomatis melalui penerapan teknologi Machine Learning.

Inovasi tersebut lahir dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Informatika UPGRIS. Program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran di dunia kerja, tetapi juga menghasilkan solusi digital yang dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung transformasi layanan di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Ketua Program Studi Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa program magang dirancang agar mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi mitra industri.

“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar menjalani magang, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata melalui inovasi teknologi. SIPADMA menjadi contoh bagaimana kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Machine Learning dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan efisiensi pelayanan publik,” ujarnya.

SIPADMA dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Flask serta menerapkan metode Anomaly Detection berbasis Z-Score dan rule-based scoring. Sistem ini mampu menganalisis pola konsumsi air pelanggan secara otomatis dan memberikan peringatan dini ketika ditemukan penggunaan air yang menyimpang dari pola normal.

Tak hanya mendeteksi anomali, SIPADMA juga dilengkapi dashboard interaktif yang memudahkan petugas memantau kondisi pelanggan secara menyeluruh. Berbagai fitur seperti unggah data, penyaringan berdasarkan tingkat risiko, visualisasi grafik, riwayat pemakaian pelanggan, hingga ekspor laporan ke format Excel dirancang untuk mempercepat proses analisis sekaligus mendukung pengambilan keputusan.

Dalam implementasinya, sistem diuji menggunakan 3.996 data rekening pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Hasil analisis menunjukkan terdapat 163 rekening yang terindikasi mengalami anomali, dengan 147 rekening masuk kategori berisiko dan direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan lapangan lebih lanjut.

Temuan tersebut memungkinkan petugas PDAM memprioritaskan lokasi inspeksi secara lebih tepat sasaran, sehingga penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya menjadi lebih efisien.

Bagi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis menuju pengelolaan layanan air bersih berbasis data (data-driven utility). Proses identifikasi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat didukung oleh sistem yang bekerja lebih cepat, konsisten, dan objektif dalam mendeteksi potensi kehilangan air.

Sementara itu, bagi UPGRIS, keberhasilan pengembangan SIPADMA semakin mempertegas komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Melalui sinergi yang terus dibangun antara perguruan tinggi dan dunia usaha, diharapkan semakin banyak inovasi digital lahir dari karya mahasiswa untuk mendukung transformasi berbagai sektor, mulai dari pelayanan air bersih, pengembangan smart city, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat.***

Program MBG di Gorontalo Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal dan Ekonomi Kerakyatan

0

Gorontalo Utara, Gorontalo (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus didorong sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Interaktif Sinergi Ekonomi Kerakyatan dalam Mendukung Program MBG yang digelar di Ruang Terbuka Hijau, Kabupaten Gorontalo Utara Jumat, (25/4).

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN), Gunalan, menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah dalam mendukung keberhasilan Program MBG. Menurutnya, Provinsi Gorontalo memiliki kekayaan sumber daya pangan dan kuliner yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku menu bergizi bagi para penerima manfaat program.

“Gorontalo memiliki potensi kuliner yang sangat besar untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Saya berharap pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menghadirkan inovasi menu yang variatif, sehat, dan mampu menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Gunalan. 

Ia menjelaskan bahwa pengembangan menu MBG tidak hanya berorientasi pada cita rasa, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan dan kualitas gizi. Oleh karena itu, setiap menu yang disajikan diharapkan menggunakan bahan pangan yang aman serta meminimalkan penggunaan bahan tambahan seperti penyedap buatan, pengawet, maupun kandungan garam yang berlebihan.

“Menu yang disiapkan harus benar-benar memberikan manfaat gizi bagi anak-anak. Selain lezat, makanan yang disajikan juga harus sehat dan bebas dari penggunaan bahan tambahan yang dapat mengurangi kualitas gizinya,” kata Gunalan. 

Lebih lanjut, Gunalan menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga dari dampak ekonomi yang ditimbulkan. Program ini diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Program MBG merupakan peluang besar bagi daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu, seluruh pihak perlu bersinergi agar manfaat program ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” tutur Gunalan. 

BGN juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai tantangan pelaksanaan program, termasuk pengembangan dapur SPPG dan peningkatan koordinasi lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program MBG diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Gorontalo.***