spot_img
Beranda blog Halaman 10

Di Bulan Ramadan, KNPI Banjarnegara Sasar Warga Kurang Mampu dan Ojol dengan Bantuan Sembako

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Banjarnegara membagikan sebanyak 1.300 paket sembako kepada 1.300 keluarga penerima manfaat dan pengemudi ojek online (ojol), Senin (16/3/2026).

Kegiatan sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Aksi berbagi tersebut merupakan hasil kolaborasi DPD KNPI Banjarnegara bersama anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, S.Pi., M.Si.

Bantuan menyasar keluarga kurang mampu yang berada di sejumlah kampung di sekitar Banjarnegara serta para driver ojol.

Ketua DPD KNPI Banjarnegara Muhammad Fahmi mengatakan bahwa program pembagian sembako ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan.

“Pembagian sembako alhamdulillah DPD KNPI rutin melaksanakan setiap tahunnya di bulan Ramadan dan berkolaborasi dengan Bapak Ferry Wawan Cahyono selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Sekarang kita bagi-bagi sejumlah 1.300 paket yang menyasar keluarga kurang mampu di kampung-kampung sekitar Banjarnegara dan driver ojol,” ujar Fahmi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.

Salah satu penerima manfaat, Tuminem (73), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Matur nuwun mas mba, mugo-mugo panjenengan sedoyo diparingi sehat,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Kasi Kemasyarakatan Kelurahan Krandegan, Eko Istianto, S.E. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap masyarakat di sekitarnya.

“Terima kasih Mas Fahmi dan teman-teman KNPI Banjarnegara yang sudah berbagi dengan warga kami. Ini menunjukkan wujud kepedulian anak-anak muda dengan lingkungan. Sekali lagi terima kasih,” katanya.

Melalui kegiatan sosial ini, DPD KNPI Banjarnegara berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan di momen Ramadan.***

Indomie Berangkatkan 11.300 Pengusaha Warmindo Mudik Lebaran 2026, Semarang Kirim 576 Pemudik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk melalui merek Indomie kembali menggelar program Mudik Bersama Indomie 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra pengusaha Warung Makan Indomie (Warmindo).

Mengusung tema “Nikmatnya Mudik Bawa Hangatnya Silaturahmi”, program tahun ini memberangkatkan lebih dari 11.300 pengusaha Warmindo beserta keluarga ke berbagai daerah tujuan mudik.

Secara nasional, program Mudik Bersama Indomie 2026 menyiapkan 195 armada bus yang diberangkatkan dari sejumlah kota besar, seperti Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya hingga Malang.

Pelepasan rombongan secara simbolis digelar di Islamic Center Bekasi, Jawa Barat pada 18 Maret 2026 dan dipimpin langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli.

Sementara itu, di wilayah Semarang, keberangkatan peserta mudik dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno dari Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Dari titik ini, sebanyak 576 pemudik diberangkatkan menggunakan 11 armada bus menuju berbagai daerah tujuan.

Direktur Indofood CBP, Suzi Indriani, mengatakan program Mudik Bersama Indomie merupakan bentuk penghargaan perusahaan kepada pelaku UMKM, khususnya pengusaha Warmindo yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Indomie di Indonesia.

“Ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi wujud penghargaan kami kepada para mitra Warmindo yang telah tumbuh bersama Indomie selama bertahun-tahun, menciptakan berbagai tren kuliner yang membuat Indomie semakin dekat dengan konsumen. Kami ingin terus bertumbuh bersama, Indomie dengan berbagai inovasinya, dan Warmindo sebagai destinasi favorit para penikmatnya,” ujarnya.

Suasana hangat dan penuh keakraban juga dirasakan oleh para peserta mudik. Salah satunya Yanti, pemilik Warmindo Saputra yang berlokasi di Jalan Gang Manggis, Gunungpati, Semarang. Ia mengaku bersyukur bisa kembali mengikuti program mudik gratis tersebut.

“Senang sekali bisa ikut mudik gratis dari program Warmindo setiap tahun, selain itu juga bisa bertemu dengan pedagang Warmindo lainnya. Dan saya juga senang karena ada banyak undian hadiah untuk peserta Warmindo. Untuk ke depannya semoga lebih meriah lagi dan tetap terus adakan mudik gratis. Terima kasih,” ungkap Yanti yang telah rutin mengikuti program ini sejak 2018.

Kolaborasi Indomie dan Warmindo Dorong Tren Kuliner

Sebagai merek mi instan yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia, Indomie terus menghadirkan inovasi yang terinspirasi dari kreativitas kuliner masyarakat, termasuk menu-menu khas yang berkembang di Warmindo.

Salah satu kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran Indomie Hype Abis Mi Nyemek pada pertengahan 2025. Produk ini terinspirasi dari menu viral Mi Bangladesh’e milik Warmindo Agem Senyum Ketawa di Medan.

Kolaborasi serupa juga dilakukan bersama Warmindo Mie Nyemekee Bu Siti di Yogyakarta, yang menjadi inspirasi lahirnya varian Indomie Hype Abis Mi Nyemek ala Jogja.

“Lebih dari sekadar inovasi rasa, kehadiran lini varian ini adalah selebrasi terhadap kultur Warmindo. Ini adalah bukti nyata komitmen Indomie untuk terus hidup dan berkembang bersama, mengangkat tren-tren kuliner favorit masyarakat,” kata Suzi.

Di sela acara pelepasan rombongan pemudik di Semarang, Kepala Cabang Indofood CBP Divisi Noodle Semarang Devie Perman menegaskan bahwa para pengusaha Warmindo merupakan bagian penting dari keluarga besar Indomie.

“Bagi kami, pengusaha Warmindo bukan sekadar mitra usaha, melainkan keluarga besar yang saling mendukung. Melihat senyum bahagia 576 pemudik hari ini sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar para peserta dapat sampai di kampung halaman dengan aman dan nyaman.

“Mengiringi keberangkatan ini, kami mengucapkan Selamat Idulfitri kepada seluruh peserta Program Mudik Bersama Indomie 2026. Semoga perjalanan mudik tahun ini membawa keberkahan, sehingga para pengusaha Warmindo dapat menikmati nikmatnya mudik yang membawa hangatnya silaturahmi,” pungkas Devie.***

Pemkot Semarang Tuntaskan Perbaikan Jalan, 97 Persen Siap Sambut Pemudik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan infrastruktur jalan di Ibu Kota Jawa Tengah dalam kondisi prima menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Dari hasil pemantauan intensif di lapangan, tingkat kemantapan jalan kota kini telah mencapai 97 persen dan siap memberikan kenyamanan bagi jutaan warga yang akan melintas maupun mudik di kota Semarang.

Dirinya menjelaskan bahwa sejak awal tahun, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan akselerasi perbaikan di berbagai titik strategis.

Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat mobilitas masyarakat saat hari raya.

“Kita pastikan per hari ini kondisi jalan kota sangat siap. Dari total 839 kilometer jaringan jalan Kota Semarang, 97 persen sudah dalam kondisi mantap. Saya ingin siapa pun yang masuk ke Semarang merasa aman, tanpa harus khawatir dengan kendala infrastruktur,” ujarnya, baru-baru ini.

Guna mencapai target tersebut, pihaknya melakukan aksi maraton perbaikan jalan melalui skema tambal sulam (patching).

Tercatat, sebanyak 2.302 titik kerusakan telah tertangani sepanjang Januari hingga Februari, dan kini sedang dikebut penanganan pada 810 titik tambahan yang ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

“Kami terus melakukan akselerasi. Ada total 3.112 titik penanganan jalan yang kami tangani secara masif sejak Januari menggunakan material hotmix berkualitas. Semua pengerjaan fisik kami targetkan selesai total sebelum hari H agar tidak ada alat berat yang mengganggu kelancaran lalu lintas,” terangnya.

Selain mengoptimalkan jalan kota, Wali Kota juga menekankan pentingnya kesiapan jalur alternatif dan koordinasi lintas sektor di pintu masuk utama seperti Kaligawe dan Mangkang.

Walaupun titik tersebut merupakan jalan nasional, Pemkot Semarang terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat demi kelancaran bersama.

“Koordinasi terus kami lakukan agar sinkron antara jalan kota, provinsi, maupun nasional. Fokus kami juga ada di jalur penyangga seperti Jalan Prof. Hamka, jalur Cangkiran, hingga Gunungpati. Jalur-jalur alternatif ini sudah kami siapkan agar pemudik punya banyak pilihan akses yang semuanya dalam kondisi mulus,” katanya.

Agustina juga mengajak masyarakat untuk proaktif menginformasikan setiap temuan kerusakan jalan melalui kanal Lapor Semar.

Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah di lapangan jika terjadi kendala akibat faktor cuaca.

“Kondisi lapangan terus kami jaga, tapi partisipasi warga sangat penting. Tim reaksi cepat sudah kami siagakan untuk langsung turun jika ada laporan. Saya ingin memastikan Lebaran tahun ini berjalan aman dan nyaman sehingga warga bisa fokus menikmati momen berkumpul bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya. (Adv)

Kondusivitas Kota Terjaga, Wali Kota Semarang Apresiasi Peran TNI-Polri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengapresiasi kesiapan jajaran Polrestabes Semarang, Kodim 0733, serta seluruh unsur Forkopimda dalam mengawal kondusivitas Ibu Kota Jawa Tengah menjelang Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Agustina usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi Tahun 2026” di Lapangan Pratisarawirya Polrestabes Semarang, baru-baru ini.

Agustina menyoroti keberhasilan jajaran kepolisian dan TNI yang dalam tiga bulan terakhir sukses menekan peredaran narkoba dan miras sebagai langkah sterilisasi kota sebelum menyambut arus mudik.

“Kami melihat hasil luar biasa dari Kapolrestabes dan jajaran yang sukses mengungkap transaksi narkoba, serta operasi miras bersama Kodim 0733. Yang paling heroik adalah saat menjaga kondusivitas Semarang ketika terjadi gelombang demonstrasi tahun lalu. Dengan pengamanan yang solid ini, kami optimis stabilitas Kota Semarang tetap terjaga sepanjang perayaan Lebaran nanti,” ujarnya.

Kesiapan pengamanan tersebut turut diperkuat dengan langkah manajerial melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama instansi terkait.

Pertemuan tersebut menyepakati tiga poin utama: kenyamanan pemudik di semua fase (mudik, hari H, dan balik), mengendalikan harga barang untuk menekan inflasi, serta membangun posko bersama untuk sinkronisasi tindakan dan informasi di lapangan.

“Kami sepakat membuat posko bersama guna menyinkronkan segala tindakan dan informasi. Bahkan dari Kanwil Kementerian Agama Kota Semarang memastikan semua masjid di jalur mudik bersih, layak, dan informasinya terkoneksi ke sistem Info Lebaran di Pemkot Semarang,” terangnya.

Poin krusial dalam pengamanan tahun ini adalah integrasi data antara sistem milik Pemkot Semarang dengan aplikasi Libas (Polisi Hebat Semarang) milik Polrestabes. Melalui kolaborasi ini, pemudik dapat mengakses informasi secara real-time, mulai dari lokasi masjid terdekat hingga akses pantauan CCTV di titik-titik strategis.

“Kita integrasikan aplikasi Pemkot dengan Libas. Jadi kalau ada pemudik yang kehilangan anaknya di rest area, mereka bisa langsung unduh Libas untuk memantau CCTV on that time. Informasi Park and Ride milik Polrestabes juga akan terintegrasi dalam satu sistem,” tambahnya.

Wali Kota berharap sinergi lintas instansi ini dapat memberikan rasa aman bagi pemudik serta kesan mendalam bagi siapa saja yang singgah di Kota Semarang.

Baginya, kenyamanan warga merayakan hari kemenangan menjadi indikator utama kesuksesan Operasi Ketupat Candi tahun ini.

“Ini sinergi yang sangat baik untuk menyiapkan gawe besar Idul Fitri di Kota Semarang. Kami ingin memastikan setiap pemudik yang datang, tinggal, maupun yang melintas, dapat merayakan Lebaran dengan perasaan yang jauh lebih nyaman dan bahagia,” pungkasnya. (Adv)

Ramadan Penuh Kepedulian, Sido Muncul Bantu 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menyalurkan santunan kepada 1.000 kaum dhuafa di Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang digelar di Pabrik Sido Muncul Bergas ini menjadi bagian dari program rutin perusahaan setiap Ramadan menjelang Idul Fitri.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat di sekitar kawasan operasional, khususnya di wilayah Bergas, Ungaran.

Menurutnya, kegiatan berbagi kepada kaum dhuafa ini telah dilaksanakan secara konsisten selama 11 tahun berturut-turut.

“Ini sudah yang ke-11 kalinya kami memberikan santunan kepada 1.000 kaum dhuafa. Sebelumnya pada 5 Maret lalu kami juga memberikan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu di Jakarta, masing-masing sebesar Rp200 ribu,” kata Irwan.

Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp200 juta. Bantuan tersebut didistribusikan kepada warga dari enam wilayah di sekitar pabrik, yakni Desa Bergas Kidul, Desa Diwak, Kelurahan Ngempon, Kelurahan Karangjati, Kelurahan Muktiharjo Lor, serta Desa Klepu.

Setiap penerima mendapatkan paket sembako berisi beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, dan wafer.

Selain itu, paket bantuan juga dilengkapi sejumlah produk kesehatan dari Sido Muncul, seperti Kuku Bima Energi C1000, RTD Red Berry, Balsam Tolak Angin, dan Susu Jahe.

Irwan menuturkan kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Bukan seberapa besar yang kita berikan, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan. Bagi saya, santunan terbaik adalah memberi saat kita juga dalam keadaan kekurangan,” ujarnya.

Di usia yang kini menginjak 79 tahun, Irwan mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus berbagi.

“Yang sebenarnya beruntung adalah kami karena diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu, sementara masyarakat merasa ada yang peduli kepada mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugroho mengapresiasi kepedulian Sido Muncul terhadap masyarakat di Kabupaten Semarang, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irwan Hidayat dan keluarga besar Sido Muncul yang telah memberikan santunan kepada seribu dhuafa dan sebelumnya juga kepada seribu anak yatim piatu,” kata Ngesti.

Ia berharap sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah dapat terus terjalin sehingga keberadaan industri mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap kepedulian dan kerja sama yang baik ini terus berlanjut sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang semakin meningkat,” pungkasnya.***

Wartawan Ekonomi Semarang Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Anak Panti

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh Forum Wartawan Ekonomi (WAREK) Kota Semarang dengan mengunjungi Panti Asuhan Tarbiyatul Yatim di kawasan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (13/3/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti.

Dalam kegiatan yang diikuti keluarga besar WAREK tersebut, para wartawan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok serta santunan uang kepada anak-anak panti.

Kehangatan pun terasa saat rombongan bercengkerama, berbincang, dan berinteraksi langsung dengan para penghuni panti.

Penasihat Forum Wartawan Ekonomi Kota Semarang, Alkomari, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para wartawan untuk berbagi berkah Ramadan sekaligus memberikan dukungan moral kepada anak-anak panti.

“Di bulan yang penuh berkah ini kami datang bersama rekan-rekan dari berbagai wilayah untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi dengan adik-adik di panti,” ujar Alkomari didampingi Ketua WAREK, Timotius.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan merupakan hasil partisipasi para wartawan yang tergabung dalam forum tersebut.

Meski sederhana, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti.

“Kami memberikan bantuan semampu kami berupa barang kebutuhan dan sedikit santunan untuk adik-adik di sini,” katanya.

Menurutnya, kegiatan sosial ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antarwartawan yang berasal dari berbagai latar belakang.

Bahkan dalam kegiatan tersebut turut hadir rekan-rekan wartawan non-Muslim sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial.

“Semoga doa anak-anak di sini dikabulkan oleh Allah dan pertemuan ini menjadi kenangan indah bagi kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga melihat langsung aktivitas anak-anak panti yang belajar bertani di lingkungan sekitar. Beberapa di antaranya tampak menanam jagung di lahan yang berada di dekat aliran sungai.

Pengasuh Panti Asuhan Tarbiyatul Yatim, Ustadz Mufaat, menjelaskan panti asuhan tersebut telah berdiri sejak 2005 dan telah membina banyak anak hingga berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Bahkan, beberapa di antaranya kini tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Saat ini ada anak-anak yang sudah kuliah hingga S1, bahkan ada yang melanjutkan ke S2 dan berencana ke S3,” jelasnya.

Ia menambahkan bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di SMK, pihak panti juga membantu menyalurkan mereka bekerja di berbagai perusahaan agar dapat hidup mandiri setelah lulus.

“Dengan niat yang mulia ini, semoga Allah membalas kebaikan semuanya, yang sakit diberi kesembuhan, dan setiap kesulitan dapat segera terlepas,” tandasnya.

Ustadz Mufaat berharap anak-anak panti dapat tumbuh menjadi generasi yang sukses serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kolaborasi dengan Stakeholder, Pemkot Semarang Matangkan Kesiapsiagaan Idul Fitri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Lokakrida, Gedung Balai Kota Semarang, Kamis (12/3).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat, hingga pemangku kepentingan strategis seperti Bank Indonesia, Pertamina, PT. KAI, Pelindo, BMKG, Bulog, dan berbagai lembaga terkait.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh komponen pemerintah dan pemangku kepentingan siap menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

Agustina menegaskan bahwa Kota Semarang sebagai salah satu simpul penting arus mudik di Pulau Jawa harus memastikan seluruh sistem pelayanan publik berjalan optimal selama periode Lebaran.

“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idul Fitri,” ujar Agustina.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–20 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Semarang bersama Forkopimda telah menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan, antara lain memastikan kelancaran lalu lintas, kesiapan fasilitas transportasi, hingga penguatan layanan kesehatan dan penanggulangan bencana.
Beberapa titik di Kota Semarang juga dipetakan sebagai potensi kemacetan, di antaranya Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, serta Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan selama arus mudik.

Selain itu, dalam forum HLM TPID juga dibahas langkah-langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Berdasarkan data terakhir, inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen (year on year) sehingga diperlukan penguatan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.

Pemerintah Kota Semarang juga memastikan kesiapan berbagai sektor layanan publik, mulai dari layanan kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan kota, hingga ketersediaan pangan.

Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mendirikan pos kesehatan, menyiapkan sarana transportasi, menjaga ketertiban umum, serta memastikan jaringan komunikasi dan CCTV berfungsi optimal selama periode Lebaran.

Di sisi lain, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai program pendukung bagi masyarakat, salah satunya program Mudik Gratis 2026 dengan menyediakan 12 armada bus untuk memfasilitasi perjalanan warga Semarang dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.

Agustina menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan perayaan Idul Fitri di Kota Semarang berjalan aman dan kondusif.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Karena itu, seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus bergerak bersama memastikan kesiapan Kota Semarang dalam menghadapi arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama Lebaran,” pungkasnya. (Adv)

ARTOTEL Yogyakarta Hadirkan Iftar “A Wishful Ramadhan”, Sajikan Menu Nusantara hingga Doorprize Menginap 21 Hari

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “A Wishful Ramadhan” melalui ROCA Restaurant.

Program ini menawarkan pengalaman berbuka puasa dengan ragam hidangan khas Nusantara hingga internasional yang dapat dinikmati bersama keluarga, sahabat, maupun kolega dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam program ini, para tamu disuguhkan berbagai pilihan menu yang disajikan secara buffet, mulai dari aneka takjil, hidangan pembuka, menu utama, hingga beragam dessert. Seluruh sajian dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang berkesan selama bulan Ramadhan.

Tak hanya menghadirkan ragam hidangan spesial, ARTOTEL Yogyakarta juga melengkapi suasana berbuka dengan berbagai hiburan menarik. Setiap hari, pengunjung dapat menikmati live music, serta mengikuti berbagai aktivitas seru seperti games dan photobooth yang dapat digunakan untuk mengabadikan momen kebersamaan bersama keluarga maupun sahabat.

Selain itu, tamu yang mengikuti program Iftar juga berkesempatan memenangkan doorprize menarik berupa 21 Days Stay di Studio 23 ARTOTEL Yogyakarta, yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri selama program berlangsung.

Antusiasme masyarakat terhadap program berbuka puasa ini pun cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 3.500 pax Iftar Buffet telah terjual, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menikmati momen berbuka puasa bersama di ARTOTEL Yogyakarta.

Tak hanya menghadirkan program berbuka puasa, ARTOTEL Yogyakarta juga menawarkan promo kamar spesial Ramadhan bertajuk “40 Hours Stay”. Melalui promo ini, tamu dapat menikmati pengalaman menginap lebih lama dengan harga mulai dari Rp746.789, memberikan fleksibilitas bagi tamu yang ingin merasakan kenyamanan menginap lebih lama selama bulan Ramadhan.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Andre Harso Binawan, mengatakan program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadhan yang berkesan bagi para tamu.

“Melalui program A Wishful Ramadhan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya menghadirkan beragam hidangan spesial, tetapi juga menciptakan suasana hangat yang mempererat kebersamaan bagi para tamu bersama keluarga, sahabat, maupun kolega selama bulan Ramadhan di ARTOTEL Yogyakarta,” ujarnya.

Program “A Wishful Ramadhan” dan promo “40 Hours Stay at ARTOTEL Yogyakarta” masih berlangsung sepanjang bulan Ramadhan. Informasi dan reservasi dapat dilakukan melalui nomor 0815-7488-9333 atau melalui Instagram @artoteljogja dan @roca_jogja.

JNE Content Competition 2026 Dibuka, Hadiah Ratusan Juta hingga Umrah dan Holy Land

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Perusahaan logistik nasional JNE kembali menggelar ajang kreatif tahunan JNE Content Competition 2026. Kompetisi yang telah memasuki tahun ke-13 ini dibuka untuk jurnalis, pelajar dan mahasiswa, masyarakat umum, hingga karyawan JNE dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah serta kesempatan memenangkan perjalanan ibadah Umrah dan Holy Land.

Kompetisi ini menjadi bagian dari perayaan 35 tahun perjalanan JNE dalam melayani masyarakat Indonesia. Melalui ajang ini, JNE ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan ide, cerita, dan kreativitas dalam berbagai bentuk karya.

Tahun ini, JNE mengusung tema “Bergerak Bersama, Beragam Cerita”. Tema tersebut menggambarkan perjalanan JNE yang tumbuh bersama pelanggan, pelaku UMKM, karyawan, serta berbagai komunitas di seluruh Indonesia.

Para peserta diajak mengangkat kisah autentik dan pengalaman personal bersama JNE, mulai dari cerita perjuangan membangun usaha, menghubungkan jarak antarwilayah, hingga kebahagiaan sederhana dari sebuah paket yang sampai tujuan.

Kompetisi berlangsung mulai 26 Februari hingga 15 Juni 2026 dengan beberapa kategori lomba, yakni penulisan, desain, fotografi, dan videografi. Khusus untuk kategori jurnalis tulis dan jurnalis foto, tahun ini juga diselenggarakan kompetisi regional yang dibagi dalam tujuh wilayah, dari Jakarta hingga Papua. Pemenang terbaik dari masing-masing wilayah akan melaju ke tingkat nasional untuk memperebutkan gelar “Best of The Best”.

Sebagai bentuk dukungan terhadap talenta muda, JNE juga akan menggelar campus workshop di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan para praktisi dan ahli di bidang jurnalistik, fotografi, desain, dan video yang akan berbagi pengetahuan serta pengalaman kepada mahasiswa dan komunitas kampus.

Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, mengatakan bahwa kompetisi ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem kreatif di Indonesia.

“Di usia ke-35 ini, JNE ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi para kreator di seluruh daerah. Kompetisi ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam mendukung ekosistem kreatif. Sejalan dengan tagline Connecting Happiness, kami ingin membuka peluang bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meraih prestasi,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas penilaian, kompetisi ini menghadirkan dewan juri nasional yang berpengalaman di bidangnya. Di antaranya Maman Suherman dan **Vivid Fitri Argarini untuk kategori karya tulis, **Martha Suherman untuk fotografi, Yudha T Rizkianto untuk videografi, serta Muklay untuk kategori desain.

Selain itu, JNE juga melibatkan dewan juri regional pada kategori jurnalis tulis dan jurnalis foto yang berasal dari kalangan profesional dan praktisi di masing-masing wilayah Indonesia guna memperkuat proses seleksi.

Melalui kompetisi ini, JNE mengajak seluruh talenta kreatif di Indonesia untuk menyalurkan ide dan karya terbaiknya. Informasi lengkap serta pendaftaran dapat diakses melalui laman https://jnewsonline.com/jnecom26/.

Dengan semangat berbagi cerita dan kreativitas, JNE berharap ajang ini dapat menjadi ruang inspiratif bagi masyarakat untuk terus berkarya sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan, pelanggan, dan komunitas di seluruh Indonesia.***

Perkuat Keandalan Sistem Jawa-Bali, PLN dan Pemkab Semarang Sepakati Dukungan Lahan Pembangunan SUTET 500 kV

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. Salah satunya melalui pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran–Pedan Sirkuit 2 Seksi 1 yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Semarang bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4) melakukan penandatanganan naskah kesepakatan pelepasan hak atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tapak tower SUTET.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, dan Manager PLN UPP JBT 4, Ainanto Nindyo, pada Senin (9/3) di Ruang Rapat Bupati Semarang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Valeanto Sukendro, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional.

“Dukungan tersebut kami wujudkan melalui pelepasan hak atas enam bidang tanah dan satu fasilitas umum berupa jalan lingkungan yang akan digunakan untuk pembangunan tapak tower SUTET yang melintas di wilayah Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa lahan yang terdampak terdiri dari enam bidang sawah milik Pemerintah Kabupaten Semarang serta satu jalan lingkungan dengan total luas sekitar 2.868 meter persegi. Nilai ganti rugi atas lahan tersebut mencapai sekitar Rp3,6 miliar.

Enam bidang sawah tersebut berada di Kecamatan Ungaran Barat, yaitu di Kelurahan Candirejo dan Langensari, serta di Kecamatan Bergas tepatnya di Kelurahan Bergas Lor. Sementara satu jalan lingkungan yang terdampak berada di Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas.

Menurut Zaenal, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan jalan pengganti karena merupakan akses utama masyarakat, sedangkan dana ganti rugi akan digunakan untuk pengadaan lahan pengganti.

Sementara itu, Manager PLN UPP JBT 4, Ainanto Nindyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Semarang terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional.

“Pembangunan SUTET 500 kV Ungaran–Pedan Sirkuit 2 Seksi 1 ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan yang terhubung dalam jaringan interkoneksi Jawa-Bali. Dukungan dari pemerintah daerah sangat penting agar pembangunan proyek strategis ini dapat berjalan lancar,” ujar Ainanto.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jaringan SUTET ini direncanakan dimulai pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027 dan ditargetkan selesai pada tahun 2028.

Senior Manager PLN UIP JBT, Ferdyan Hijrah Kusuma, menyampaikan bahwa sinergi antara PLN dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

“Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang merupakan wujud kolaborasi yang sangat penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan dengan baik. Pembangunan SUTET ini akan memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali serta meningkatkan kapasitas penyaluran daya guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan listrik masyarakat,” ujarnya.

Dengan beroperasinya SUTET 500 kV Ungaran–Pedan Sirkuit 2 nantinya, PLN berharap kapasitas penyaluran daya pada sistem kelistrikan Jawa-Bali dapat semakin meningkat sehingga mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik baik di tingkat regional maupun nasional.

PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal guna mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.