spot_img
Beranda blog Halaman 102

RUPTL Terbaru Berpotensi Tawarkan 91 Persen Green Jobs dari Sektor Pembangkit Listrik

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034 tidak hanya menjadi katalisator utilisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) secara masif, tetapi juga menjadi motor penggerak terciptanya lapangan kerja dalam skala besar.

Pemerintah memproyeksikan RUPTL terbaru ini berpotensi menghadirkan 1,7 juta lapangan pekerjaan, dengan 760 ribu di antaranya merupakan kategori green jobs yang tersebar di berbagai pembangkit listrik berbasis energi bersih.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan 1,7 juta lapangan kerja tersebut terbagi menjadi; 836 ribu tenaga kerja di sektor pembangkitan dan 881 ribu tenaga kerja di sektor transmisi, gardu induk dan distribusi. 

“Penyerapan (tenaga kerja) RUPTL ini kurang lebih sekitar 1,7 juta. Supaya Indonesia terang. Nah ini, kita bikin terang-benderang ini. 1,7 juta tenaga kerja yang mencakup kebutuhan industri, manufaktur, konstruksi, operasi dan pembinaan untuk pembangkit sebesar 836.696,”jelas Bahlil pada konferensi pers RUPTL PLN 2025-2034, di Jakarta pada Senin (26/5).

Dari total 836.696 tenaga kerja di sektor pembangkit listrik, Bahlil merinci bahwa lebih dari 760 ribu atau 91% pekerjaan merupakan green jobs karena berbasis pada pembangkit listrik EBT.

“Lebih dari pada 91% green jobs. Kira-kira ini supaya anak-anak muda kita bisa masuk,” tegas Bahlil.

Secara rinci, potensi lapangan kerja di sektor pembangkitan dari berbagai sumber EBT terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mampu menyerap 348.057 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Air/Mini Hidro (PLTA/M) mampu menyerap 129.759 tenaga kerja, PLTA Pump Storage mampu menyerap 94.195 tenaga kerja.

Selanjutnya, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) mampu menyerap 58.938 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mampu menyerap 42.700 tenaga kerja dan Sistem penyimpanan energi baterai juga berpotensi dengan menyerap 68.193 tenaga kerja.

Kemudian, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) mampu menyerap 7.197 tenaga kerja, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) mampu menyerap 1.481 tenaga kerja.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) mampu menyerap 2.429 tenaga kerja dan yang terakhir, Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) mampu menyerap 341 tenaga kerja.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa RUPTL ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin keandalan energi nasional dan mendukung target Net Zero Emissions, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi yang kuat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Selaras dengan visi Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi bagi seluruh masyarakat, di dalam prosesnya akan terjadi penciptaan lapangan kerja, penurunan kemiskinan, penurunan kelaparan, membuka kawasan-kawasan industri dan ekonomi baru. Sehingga tercipta kesejahteraan rakyat di seantero Indonesia. PLN siap menjalankan tugas ini sebaik-baiknya,” terang Darmawan.

Layanan Mewah Terbaru! Kereta Suite Class Compartment Hadir di KA Argo Bromo Anggrek

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Kereta Suite Class Compartment pada KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya – Semarang – Jakarta (PP) mulai hari ini, Minggu (1/6).

Peluncuran ini menjadi penanda hadirnya layanan kereta api kelas tertinggi dan termewah pertama di lintas utara Pulau Jawa, menjawab kebutuhan pelanggan akan kenyamanan dan privasi selama perjalanan jarak jauh.

“Suite Class Compartment ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan kereta api premium yang setara hotel bintang lima. Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, namun juga eksklusif dan berkelas,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Kereta Suite Class Compartment memiliki kapasitas terbatas sebanyak 16 ruang privat. Setiap ruang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal, dilengkapi dengan pintu geser otomatis, kursi ergonomis yang dapat direbahkan 180 derajat menjadi tempat tidur, dilengkapi fitur pemanas dan pijat, serta baki lipat multifungsi untuk makan atau bekerja.

Kursinya juga bisa diputar menyesuaikan arah laju kereta, menambah kenyamanan selama perjalanan.

Interior kereta Suite Class Compartment juga memancarkan kesan mewah melalui nuansa warna coklat keemasan dengan pencahayaan temaram.

Keunikan lain hadir dari dekorasi yang terinspirasi oleh seni dan budaya Dayak, memberikan nilai artistik sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada para penumpang.

Untuk hiburan, setiap ruang dilengkapi dengan Train Onboard Infotainment System, menyajikan film, musik, hingga saluran televisi nasional yang dapat diakses secara personal.

Sementara dari sisi layanan makanan, penumpang dimanjakan dengan sajian lengkap mulai dari appetizer, main course, dessert, hingga beragam pilihan minuman yang disajikan langsung di dalam ruang privat.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan perdana ini sangat tinggi. Pada keberangkatan pertama hari ini, sebanyak 108 penumpang menikmati kenyamanan Kereta Suite Class Compartment, dan 44 di antaranya naik dari Stasiun Semarang Tawang. “Angka ini menunjukkan bahwa pelanggan menyambut baik layanan premium ini, khususnya dari wilayah Semarang dan sekitarnya yang menjadi titik strategis di jalur utara,” ungkap Franoto.

Peluncuran layanan ini juga bertepatan dengan momen istimewa yakni Hari Ulang Tahun ke-111 Stasiun Semarang Tawang. Dalam semangat perayaan, KAI Daop 4 Semarang bersama Laboratorium Klinik CITO Semarang, Metro Park View Hotel, dan KAI Services menyelenggarakan berbagai kegiatan menarik yang melibatkan masyarakat dan penumpang.

Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian adalah pawai sepeda onthel yang diikuti oleh Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Semarang, dengan rute mengelilingi kawasan Kota Lama Semarang dan berakhir di Stasiun Semarang Tawang. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nuansa historis stasiun sebagai cagar budaya, namun juga mengangkat semangat pelestarian budaya transportasi tempo dulu.

Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan gratis juga disediakan oleh Laboratorium Klinik CITO bagi para pelanggan yang berada di area stasiun. Pemeriksaan mencakup cek tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pelanggan.

Sementara itu, suasana hangat dan ramah juga terasa dengan pembagian ratusan makanan dan minuman gratis oleh Metro Park View Hotel dan KAI Services kepada para penumpang. Menu yang disajikan merupakan kuliner khas Semarang dan sajian modern yang menggugah selera, turut menambah kemeriahan perayaan hari jadi stasiun bersejarah tersebut.

Dalam rangkaian acara HUT ke-111 ini, KAI Daop 4 Semarang juga menggelar pameran foto bertajuk “Stasiun Tawang dari Masa ke Masa”. Pameran ini menampilkan dokumentasi visual perjalanan Stasiun Semarang Tawang sejak era kolonial Hindia Belanda hingga era modern saat ini. Puluhan foto hitam putih dan berwarna tersusun apik di area stasiun, menampilkan perubahan arsitektur, serta momen-momen bersejarah lainnya.

Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan pecinta sejarah, sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai nilai historis Stasiun Semarang Tawang sebagai ikon warisan budaya perkeretaapian Indonesia.

“Melalui hadirnya layanan Suite Class Compartment dan beragam rangkaian kegiatan HUT Stasiun Tawang, kami berharap KAI dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian dengan nyaman, aman, dan berkesan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan,” tutup Franoto.

3 Hari Periode Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, 115 Ribu Lebih Penumpang Padati Stasiun Daop 4 Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat peningkatan volume penumpang selama masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 28 Mei hingga Jumat, 30 Mei 2025.

Dalam periode tersebut, sebanyak 55.810 penumpang telah diberangkatkan dari stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang, atau rata-rata 18.603 penumpang per hari.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa tujuan keberangkatan masih didominasi oleh penumpang yang menuju kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, serta kota-kota jarak menengah dan dekat seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Grobogan, hingga Blora.

Dari data keberangkatan, Stasiun Semarang Poncol mencatat jumlah penumpang tertinggi dengan total 17.160 orang, disusul Stasiun Semarang Tawang sebanyak 16.613 penumpang.

Sementara itu, Stasiun Tegal mencatat 6.234 penumpang, Stasiun Pekalongan 4.756 penumpang, Stasiun Ngrombo 2.670 penumpang, Stasiun Cepu 2.171 penumpang, dan Stasiun Pemalang 2.058 penumpang.

Untuk arus kedatangan, jumlah penumpang yang tiba di seluruh stasiun wilayah Daop 4 Semarang selama tiga hari tersebut mencapai 59.639 orang, atau rata-rata 19.880 penumpang per hari.

Kedatangan penumpang juga didominasi oleh mereka yang berasal dari Jakarta dan Surabaya, serta dari wilayah-wilayah sekitar seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Grobogan, dan Blora.

Stasiun dengan jumlah kedatangan tertinggi adalah Stasiun Semarang Tawang yang melayani 19.341 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 14.139 penumpang. Stasiun Tegal menerima 8.043 penumpang, Stasiun Pekalongan 5.491 penumpang, Stasiun Pemalang 2.803 penumpang, Stasiun Ngrombo 2.788 penumpang, dan Stasiun Cepu 2.579 penumpang.

“Secara keseluruhan selama periode 3 hari masa libur panjang ini, Stasiun di wilayah Daop 4 Semarang melayani sebanyak 115.449 penumpang baik keberangkatan hingga kedatangan penumpang,” terang Franoto.

Hingga Sabtu, 31 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, total penjualan tiket keberangkatan dari wilayah Daop 4 Semarang tercatat telah mencapai 87.366 tiket, atau rata-rata 17.473 tiket per hari.

Jumlah ini setara dengan sekitar 76% dari total 114.650 tiket yang disediakan untuk periode libur panjang hingga Minggu, 1 Juni 2025.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin bepergian dengan kereta api untuk segera merencanakan perjalanannya. Tiket masih tersedia dan dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, serta kanal resmi penjualan lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI,” ujar Franoto.

Pada masa libur panjang seperti saat ini, terjadi peningkatan frekuensi perjalanan kereta api serta kepadatan arus lalu lintas di jalan raya.

KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang.

Baik di perlintasan yang dijaga maupun tidak, pastikan untuk berhenti sejenak, tengok ke kiri dan kanan, dan hanya melanjutkan perjalanan apabila kondisi benar-benar aman. Jangan memaksakan diri menerobos palang pintu atau mengabaikan rambu-rambu yang ada.

“Ingat, keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita saling menjaga dan menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua,” tutup Franoto.

Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 9 KA Tambahan untuk Libur Panjang Juni

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut libur panjang bulan Juni 2025 yang bertepatan dengan libur sekolah dan juga perayaan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menghadirkan 9 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang bepergian.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan bahwa penambahan perjalanan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat selama periode libur panjang.

“Kami melihat potensi peningkatan mobilitas masyarakat baik untuk libur sekolah maupun perayaan Iduladha. Karena itu, kami menyiapkan 9 KA tambahan yang akan beroperasi di hari-hari tertentu sepanjang bulan Juni 2025. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak opsi perjalanan dan tidak perlu khawatir kehabisan tiket,” ujar Ixfan.

Kereta tambahan ini melayani rute-rute favorit seperti Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Cilacap, hingga Bandung, dengan keberangkatan utama dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Berikut daftar 9 KA tambahan yang dijalankan pada periode libur panjang bulan Juni 2025:

  1. KA 30F Anjasmoro
    Relasi: Gambir – Surabaya Pasarturi
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 9 Juni 2025 | Berangkat: 23.35 WIB
  2. KA 7002B Gajayana Tambahan
    Relasi: Gambir – Malang
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 10 Juni 2025 | Berangkat: 23.35 WIB
  3. KA 58F Purwojaya
    Relasi: Gambir – Cilacap
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 10 Juni 2025 | Berangkat: 13.25 WIB
  4. KA 7026 Tambahan PSE–SLO
    Relasi: Pasar Senen – Solo Balapan
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 10 Juni 2025 | Berangkat: 14.20 WIB
  5. KA 7038A Tambahan GMR–YK
    Relasi: Gambir – Yogyakarta
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 9 Juni 2025 | Berangkat: 07.00 WIB
  6. KA 10240 Tambahan PSE–LPN
    Relasi: Pasar Senen – Solo Balapan
    Tanggal Operasional: 1, 2 & 5 s.d 10 Juni 2025 | Berangkat: 15.25 WIB
  7. KA 126F Cirebon Fakultatif
    Relasi: Gambir – Cirebon
    Tanggal Operasional: 1, 7, 8, 9, 15, 22 s.d 29 Juni 2025 | Berangkat: 23.55 WIB
  8. KA 7006 Batavia
    Relasi: Gambir – Solo Balapan
    Tanggal Operasional: 1, 5 s.d 10, 12 s.d 15, 19 s.d 22 & 26 s.d 29 Juni 2025 | Berangkat: 09.35 WIB
  9. KA 142F Parahyangan Fakultatif
    Relasi: Gambir – Bandung
    Tanggal Operasional: 1, 6 s.d 9, 14, 15, 21, 22 & 26 s.d 29 Juni 2025 | Berangkat: 13.40 WIB

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

“Kami mengajak pelanggan untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar bisa mendapatkan jadwal dan tempat duduk sesuai kebutuhan. KAI terus berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa liburan ini,” tutup Ixfan.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, atau melalui akun media sosial resmi KAI.

100 Hari Kerja Agustina-Iswar, Janji Politik Berubah Jadi Aksi Nyata di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Agustina, Wali Kota Semarang didampingi Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin, Sabtu (31/5) memaparkan capaian Program 100 Hari kerja Pemerintah Kota Semarang.

Program prioritas Agustina-Iswar ini merupakan implementasi visi misi Kota Semarang yang berfokus pada upaya terwujudnya Semarang yang Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif.

Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Lokakrida Gedung Balaikota, Agustina menyampaikan bahwa Program 100 Hari ini menjadi fondasi penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang tahun 2025-2029.

Pada tahun 2025 ini, yang menjadi fokus utama adalah peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Program 100 Hari ini bukan hanya sekadar target jangka pendek, namun merupakan langkah awal yang terukur untuk mewujudkan visi besar kita. Kami berkomitmen untuk menghadirkan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Program 100 hari kerja yang dilaksanakan sejak Februari hingga Mei 2025 meliputi lima fokus utama yaitu Semarang Bersih, Pendidikan yang Berkeadilan, Infrastruktur yang Terawat dan Merata, Semarang Sehat, dan Semarang Inklusif.

Menyadari tantangan besar dengan masuknya 850 ton sampah ke TPA Jatibarang setiap harinya, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang mengimplementasikan program “Semarang Bersih” sebagai upaya komprehensif pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Di tingkat hulu, berbagai kegiatan telah digalakkan, termasuk Gerakan Pilah Sampah yang telah diikuti oleh 278.006 (48%) rumah tangga, pembentukan 1.074 unit bank sampah, dan melibatkan 35.411 sumber daya manusia.

“Upaya ini juga memunculkan side effect positif berupa perputaran ekonomi sekuler dari olah dan pilah sampah yang mencapai Rp. 570.233.661,-, serta berhasil mengelola 221.299 ton sampah,” terang Agustina.

Di tingkat hilir, langkah-langkah yang diambil meliputi pengadaan 18 unit kontainer, 5 unit truk arm-roll, perbaikan 64 unit kontainer, pembangunan 3 TPS baru, dan perbaikan 12 TPS yang tersebar di berbagai lokasi.

Berbagai inovasi pengolahan sampah juga tumbuh di masyarakat, seperti Gerakan Semut Mlampah di Semarang Utara, Gumregah di Banyumanik, lomba konten olah sampah di Semarang Barat, pengubahan sampah jadi BBM di Gunungpati, pengolahan sampah plastik jadi paving blok, hingga pembuatan aquarium dari galon bekas.

Selanjutnya, pilar utama program “Pendidikan yang Berkeadilan” mencakup akses yang merata, kualitas yang setara, dan dukungan holistik bagi peserta didik. Dalam 100 hari ini, telah disalurkan beasiswa kepada 2.649 siswa SD/MI, 1.129 siswa SMP/MTs, 468 siswa SMA/SMK/MA, serta 12 mahasiswa miskin berprestasi.

Pemerintah Kota Semarang juga berhasil menyelesaikan permasalahan ijazah tertahan dengan menyerahkan 374 ijazah dari 36 sekolah.

Untuk menjamin transparansi dan keadilan dalam penerimaan siswa baru, platform SPMB yang dapat diakses publik juga telah diluncurkan.

Dukungan bagi pelajar dan mahasiswa juga diwujudkan melalui pembagian 3.822 kartu Bus Gratis untuk siswa dan 5.087 kartu untuk mahasiswa ber-KTP Kota Semarang, serta pemberian keringanan PBB untuk 35 sekolah swasta.

Sebagai wujud dukungan holistik, Pemerintah Kota Semarang juga mendukung penuh program Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan seluas 6,5 Ha di Kelurahan Rowosari.

Adapun capaian fokus yang ke tiga yaitu Infrastruktur yang Terawat dan Merata, meliputi pemeliharaan jalan kota sepanjang kurang lebih 25,8 km, 56 pemeliharaan saluran kota dan sungai, pemeliharaan median, penanganan jembatan Srondol-Sekaran, dan pemeliharaan pedestrian. Di permukiman, telah dilaksanakan pemeliharaan dan pemasangan 1.245 lampu PJU, penanganan jalan lingkungan di 111 ruas, pembangunan sanitasi, rehab 60 RTLH dan pembangunan 1 rumah baru MBR, serta penanganan RTH dan TPU.

Fokus keempat yaitu Semarang Sehat bertujuan untuk menciptakan kota yang sehat diwujudkan melalui penambahan kuota Universal Health Coverage (UHC) dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Capaiannya adalah penambahan 30.864 peserta aktif UHC hingga Mei 2025, dengan target 250 ribu peserta di akhir tahun. Selain itu, 7.217 pekerja rentan telah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan melalui program Pijar Semar.

Terakhir, untuk fokus ke lima yaitu Semarang Inklusif bertujuan mewujudkan kota yang merangkul semua warganya, termasuk kelompok rentan.

Program yang telah berjalan meliputi persiapan Rumah Inspirasi di 5 kecamatan dengan pendataan penyandang disabilitas dan pembentukan fasilitator untuk 9 layanan dasar.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan sistem berupa pembebasan biaya penggunaan 523 ruang publik di 16 kecamatan dan fasilitas rumah susun, serta memfasilitasi penggunaan aset kota untuk aktivitas masyarakat non-komersial.

Agustina menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang serta partisipasi aktif dari masyarakat.

“Kami akan terus memantau dan mengevaluasi program-program ini agar memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh warga Semarang. Ini baru permulaan, dan kami optimis dapat mewujudkan Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.

Ferry Wawan Cahyono : Pancasila harus menjadi pegangan utama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi refleksi penting dalam memperkuat komitmen kebangsaan di tengah dinamika global dan tantangan kebhinekaan. Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya”, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menegaskan Pancasila harus menjadi pegangan utama dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga ideologi pemersatu. Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan infiltrasi ideologi transnasional, kita wajib memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, mulai dari lingkungan terkecil hingga level pemerintahan,” ujar Ferry kepada Wartawan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/6).

Menurutnya, tantangan ideologis yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak hanya datang dari luar, tapi juga muncul dari dalam berupa krisis moral, disintegrasi sosial, dan maraknya intoleransi. Oleh karena itu, pendidikan ideologi Pancasila perlu dihidupkan kembali secara sistematis, terutama di kalangan generasi muda.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak bangsa kehilangan jati diri. Pancasila harus diajarkan secara kontekstual dan aplikatif. Kami berkomitmen mendorong program pendidikan karakter berbasis Pancasila melalui kebijakan daerah maupun inisiatif legislatif,” tegasnya.

Sinergi untuk Indonesia Raya

Ketua DPD Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jawa Tengah ini, juga menekankan pentingnya sinergi antar elemen bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Raya sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tapi juga fondasi ideologis yang kokoh dan berkeadaban.

“Indonesia Raya bukan sekadar slogan, tapi visi bersama. Kita ingin negara ini maju secara ekonomi, adil secara sosial, dan kuat secara ideologis. Itu hanya bisa dicapai jika semua pihak bersatu dalam semangat Pancasila,” imbuhnya.

Ferry mengajak kaum muda untuk tidak bersikap apatis terhadap isu-isu kebangsaan. Ia menilai generasi muda adalah agen strategis dalam menjaga keutuhan ideologi bangsa.

“ Jadilah pelopor di lingkungan kita, gunakan media sosial secara bijak untuk menyuarakan nilai-nilai Pancasila. Masa depan Indonesia ada di tangan anak muda,” pungkasnya.

Menelusuri Kehidupan Manusia Melalui Lensa Seni: Pameran ‘Emerging Echoes’ di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Seni menjadi jendela bagi seniman untuk menyuarakan pandangan mereka tentang dunia. Sebuah bahasa visual yang mengungkapkan ide, harapan, dan pesan dari seniman untuk para penikmatnya.

Seperti itulah, Agustan dan Firma Summa dalam pembukaan duo exhibition “Emerging Echoes” yang dipersembahkan oleh ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta pada Jumat (30/5), lalu.

“Emerging Echoes” mengajak penikmat karya seni untuk menelaah peran manusia dalam kehidupan lewat 11 karya seni yang ditampilkan oleh Agustan dan Firma Summa.

Dengan ciri khas karya masing-masing, Agustan menyuguhkan karya lukis yang terinspirasi dari boneka sarung atau sarung doll yang merupakan mainan di lingkungan daerah asalnya, yaitu Sulawesi Selatan.

Agustan menggambarkan kehidupan manusia seperti boneka yang tidak pernah merdeka, sejak kecil dididik oleh sistem bahkan hingga dewasa masih menjadi budak korporat.

Agustan menjelaskan bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan sarong doll Bugis, bahkan pada saat meninggalkan kampung untuk berkuliah di Yogyakarta, orangtuanya membekali dengan kain sarung.

Sama seperti Agustan, Firma Summa juga menghadirkan karakter-karakter unik di lukisan-lukisannya.

Karakter ini juga memiliki kedekatan dengan kehidupan Firma Summa sendiri karena karyanya terinspirasi dari kartun hingga hasil karya seni yang sering dilihat di televisi ataupun komik.

Salah satu karya seninya yang berjudul ‘Role Play’ menjelaskan bahwa dari satu individu memiliki peran berbeda-beda.

Pameran Emerging Echoes dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis di ARTSPACE ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta mulai 30 Mei 2025 hingga 30 Agustus 2025.
Moch.

Yusnie Azhari, selaku Director of Sales & Marketing ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta merasa senang dengan hasil karya yang ditampilkan kali ini. Seni kontemporer yang unik tersebut menjadi pengikat dan membawa energi positif bagi tamu maupun pengunjung yang melintasi lobby ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta.

“ARTSPACE ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menjadi ruang apresiatif bagi seniman lokal. Melalui Emerging Echoes ini diharapkan membawa komunitas seni lokal memiliki opsi ruang untuk melakukan pameran, karena kami mendukung penuh kegiatan seperti pameran ini,” tutupnya.

Libur Kenaikan Yesus Kristus 2025, KAI Daop 4 Semarang Diserbu 25 Ribu Lebih Penumpang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah penumpang yang datang di wilayah Daop 4 Semarang pada momentum libur panjang memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus tahun 2025.

Pada Kamis, 29 Mei 2025, sebanyak 25.486 penumpang tercatat tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang, menandai puncak kedatangan selama periode libur kali ini.

Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, arus kedatangan penumpang didominasi oleh perjalanan dari Jakarta dan Surabaya, serta mobilitas jarak dekat dengan destinasi favorit seperti Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Blora.

Stasiun Semarang Tawang menjadi titik kedatangan tertinggi dengan total 8.999 penumpang. Disusul oleh Stasiun Semarang Poncol dengan 5.592 penumpang, Stasiun Tegal 3.474 penumpang, Stasiun Pekalongan 2.306 penumpang, Stasiun Ngrombo 1.173 penumpang, Stasiun Pemalang 1.143 penumpang, dan Stasiun Cepu 1.066 penumpang.

Sementara itu, puncak keberangkatan penumpang terjadi sehari sebelumnya, Rabu, 28 Mei 2025, dengan 20.809 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Adapun pergerakan penumpang pada Jumat, 30 Mei 2025, terpantau relatif landai. Hingga pagi hari, tercatat sekitar 14.000 penumpang datang maupun berangkat melalui stasiun-stasiun di wilayah Daop 4.

Meski demikian, KAI memprediksi lonjakan penumpang akan kembali terjadi pada Minggu, 1 Juni 2025, seiring berakhirnya masa libur panjang.

Diperkirakan lebih dari 24.000 penumpang akan memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk kembali ke tempat aktivitas masing-masing.

“Hingga Jumat, 30 Mei 2025 pukul 10.00 WIB, total penjualan tiket keberangkatan dari wilayah Daop 4 Semarang telah mencapai 76.535 tiket, atau rata-rata 15.307 tiket per hari. Jumlah ini mencakup sekitar 67% dari total 114.650 tiket yang disediakan untuk periode libur panjang ini,” ujar Franoto.

Franoto mengatakan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan, termasuk dalam mengelola arus penumpang pada masa-masa libur nasional.

“Kami menghimbau kepada para pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan pemesanan tiket dengan baik, dan hadir lebih awal di stasiun untuk kenyamanan bersama. KAI siap melayani masyarakat dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Franoto.

100 Hari Kerja Agustina-Iswar: Disperkim Tancap Gas, Ribuan Warga Dapat Bantuan Rumah dan RTLH

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di program 100 hari kerja Wali kota Semarang dan Wakilnya, Agustina-Iswar Aminuddin, beberapa program di Dinas Perumahan dan Permukiman atau Disperkim Kota Semarang telah berhasil dijalankan.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo menerangkan jika Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang telah melaksanakan berbagai program terkait perumahan, permukiman hingga infrastruktur. Di samping itu, Pemkot Semarang juga menyediakan berbagai bantuan rumah baru dan perbaikan rumah bagi masyarakat yang kurang mampu. 

Bantuan ini mencakup program seperti RTLH (Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni) dan pembangunan rumah baru bagi masyarakat yang belum memiliki rumah sama sekali. 

“Ada program pembangunan Rumah Baru, tahun 2025 ini baru 10 rumah. Tapi kami sudah ajukan di Anggaran Perubahan, kemungkinan oleh bu Wali akan tambah 10 rumah baru lagi,” kata Yudi saat ditemui di kantornya Kamis (29/5).

Untuk mendapatkan program Rumah Baru, lanjut Yudi, syaratnya harus masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), belum memiliki rumah, dan merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

“Untuk program rumah baru, warga yang masuk dalam DTKS tetapi tidak punya rumah maka bisa mengajukan rumah. Kami akan cek dan upayakan bantu. Cuma nilainya terbatas hanya Rp 40 juta. Misal mereka punya uang dan ingin menambahi, bisa,” imbuh Yudi.

Pembangunan 10 rumah baru tersebut akan menyasar pada beberapa titik wilayah, seperti di wilayah kecamatan Gunungpati, Mijen dan Genuk. “Kebanyakan yang tanah di Gunungpati, Mijen dan Genuk. Kalau di kota-kota kan mahal. Ini sangat terbatas,” ujarnya.

Program pembangunan Rumah Baru ini, nantinya akan menyasar ke penghuni-penghuni Rumah Susun (Rusun) namun memiliki lahan dan ingin membangun rumah.

“Ke depannya kami akan mengalokasikan pada penghuni Rusun. Agar penghuni Rusun bisa keluar dan menempati rumah barunya. Selanjutnya akan ada yang masuk ke Rusun. Karena memang selalu penuh terus,” jelas dia.

Tak hanya itu, ada pula program RTLH (Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni). Program ini bertujuan untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, dengan bantuan material dan tenaga kerja. 

“RTLH tahun ini kami intervensi sekitar 560-an rumah. Di 100 hari kepemimpinan Agustina-Iswar, sudah ada 70 unit hunian RTLH yang sudah kami bantu,” imbuhnya.

Pihaknya memastikan akan segera menyelesaikan program RTLH secara serentak dengan sistem swakelola. Masyarakat bisa melaksanakan pembangunan rehab langsung menggandeng kelompok masyarakat (Pokmas).

“Misal setiap kelurahan ada 10 atau lima yang dapat (penerima bantuan RTLH), maka mereka bisa membentuk tim, bisa belanja sendiri, membangun sendiri, tapi harus ambil bahan di toko sekitar RTLH. Kami akan bayar ke toko tempat mereka ambil bahan bangunan. Kemudian kami transfer ke toko langsung dan tukang langsung. Pemilik rumah hanya mengelola saja,” lanjut Yudi.

Untuk pembangunan infrastruktur, ada beberapa intervensi yang telah dilakukan Disperkim, seperti pembangunan saluran (drainase), pavingisasi, pengaspalan, hingga pembangunan talud.

“Kami juga memfokuskan pada lingkungan, dengan intervensi berupa pembangunan saluran, pavingisasi dan pembangunan talud. Kami kan dapat masukan dari dua sisi, yakni dari swakelola dan Pokir,” pungkasnya.

Gerakan Semarang Bersih di Kecamatan Semarang Barat Memikat Hati 400 RT

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Sejak diluncurkannya Semarang Bersih sebagai salah satu prioritas program 100 hari Agustina-Iswar, pada Februari lalu, berbagai elemen masyarakat turut berperan aktif mendukung terwujudnya program unggulan tersebut. Salah satunya datang dari Kecamatan Semarang Barat.

Sebagai bentuk aksi nyata, Kecamatan Semarang Barat menyusun program Semarang Barat Bersih dan menggelar lomba kampanye pengelolaan sampah antar-RT bertajuk “Dari Semarang Barat untuk Kota Semarang”.

“Tujuannya tentu saja menumbuhkan gerakan sosial sekaligus kesadaran kolektif masyarakat Semarang Barat untuk guyub, kompak, bergerak bersama demi lingkungan yang bersih dan lestari, serta mendukung Semarang Bersih,” ujar Camat Semarang Barat, Elly Asmara.

Pihaknya turut menggandeng Gojek dan 600 mahasiswa Binus University untuk menyukseskan lomba berbasis video yang berlangsung sejak 18 Maret 2025 lalu. Mengenai jumlah peserta, Elly menyebutkan telah mencapai 400-an RT dan jumlah tersebut masih terus bertambah seiring batas waktu keikutsertaan yang diperpanjang.

“Kompetisi ini hadir sebagai implementasi edukasi dan sosialisasi yang kami sampaikan mengenai program Semarang Bersih. Dan saya sangat mengapresiasi warga maayarakat khususnya di tingkat RT yang mampu membuat beragam kampanye pengelolaan sampah. Ada yang pilah sampah, pembuatan biopori, budidaya maggot, bahkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga,” katanya.

Elly menambahkan, sebagai bentuk apresiasi, pihaknya telah menyiapkan total hadiah sebesar 8 juta rupiah bagi para pemenang.

“Penghargaan ini sebagai penyemangat bagi masyarakat agar budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus terpelihara,” imbuhnya.

Program Semarang Barat Bersih tidak hanya mencakup lomba video semata, menurut penuturan Elly, pihaknya telah melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung lainnya, di antaranya pembuatan 1000 biopori di rumah warga, memberikan pendampingan kepada bank sampah “Sumber Rejeki” di RW 5 Gisikdrono yang memiliki sejumlah inovasi (mulai dari mesin incenerator hingga setrika uap berbahan minyak jelantah) hingga berencana menyelenggarakan “RT/RW Award” pada bulan Agustus mendatang untuk mendorong manajamen pengelolaan sampah di tingkat RT/RW.

“Kami juga mengadakan kegiatan penukaran sampah anorganik dengan sembako secara cuma-cuma sebagai ganti Jumat berkah di sejumlah kelurahan. Kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar peduli dalam mengolah sampah rumah tangga dengan prinsip pilah sendiri dari rumah,” ucapnya.

Lebih jauh, Elly turut memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada PT. Kekancan Mukti yang telah memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 2 unit becak sampah, 1 unit alat penggilingan kompos, sejumlah tempat sampah, dan peralatan kebersihan lainnya pada 6 Mei lalu.

“Saya mengucapkan terima kasih. Dengan bantuan ini, aktivitas ‘menihilkan sampah’ berbasis masyarakat di sekitar Hutan Kota Krobokan dapat terus terjaga,” tuturnya.

Dikatakannya, semua program yang dilakukan adalah untuk membuat Semarang Barat maupun Kota Semarang bersih, asri, dan sehat. Karenanya, di samping meningkatkan kesadaran kebersihan masyarakat, Elly beserta jajarannya akan terus memperluas cakupan role model pengelolaan sampah sehingga makin banyak RT/RW/kelurahan di wilayahnya yang terinspirasi.

“Untuk proses ini tentu memerlukan dukungan semua pihak. Masyarakat, harapannya bisa bertanggung jawab dengan penanganan sampah di semua aktivitas masing-masing. Sementara bagi stakeholder lainnya dapat turut berpartisipasi, bersama-sama membangun Kota Semarang,” tutupnya.