spot_img
Beranda blog Halaman 106

PWI Jateng Ajak Wartawan Kembali ke Hati Nurani Lewat Halalbihalal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Masih dalam momentum Idulfitri 1446 H, keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menggelar halalbihalal di Gedung Pers, Jalan Tri Lomba Juang No 10, Mugassari, Semarang, Kamis 24 April 2025.

Halalbihalal yang mengusung tema ”Satu Hati, Satu Visi” ini diisi tausiyah oleh Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan. Meskipun dilaksanakan secara sederhana dan kondisi yang terbatas karena kantor PWI sedang direnovasi, suasana yang tercipta begitu guyub.

Hadir dalam kesempatan itu, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jateng Moch Faizin, anggota pembina Yayasan Alumini Undip (pengelola USM) Ir Soeharsojo IPU, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Setiadi, mantan Ketua PWI Jateng Soetjipto SH, dan Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul Alim.

Selain itu, ada pimpinan media, mantan wartawan, pengurus Dewan Kehormatan Provinsi PWI, Ketua PWI Amir Machmud NS dan Sekretaris Setiawan Hendra Kelana bersama jajarannya, serta ibu-ibu anggota IKWI yang diketuai Ummi Munawaroh AM.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Amir Machmud menyampaikan rasa syukur karena PWI kembali mengadakan halalbihalal yang sudah menjadi tradisi sejak lama.

Atas nama pribadi dan organisasi, dia menyampaikan permohonan maaf jika selama berinteraksi ada kesalahan.

Dia mengatakan, sengaja mengusung tajuk ”Satu Hati, Satu Visi” dengan maksud bahwa PWI bertekad menjadikan hati sebagai ukuran dalam membangun interaksi, komunikasi, bukan hanya antarpengurus, tapi juga dengan mitra kerja.

”Dengan berbagai instansi, kami berusaha menjembatani kepentingan PWI dan wartawan untuk sama-sama memahami apa yang menjadi tujuan. Terutama dalam lima tahun terakhir, kami berusaha menjadikan PWI sebagai bagian dari para intelektual, sehingga kami bisa berinteraksi dengan dunia kampus. Maka dalam empat tahun ini kami sudah menjalin kemitraan lewat dialog para rektor di perguruan tinggi swasta. Semoga ini bisa menjadi tradisi kepengurusan PWI di masa mendatang,” bebernya.

Peran Pewarta

Sementara itu, dalam tausiahnya KH Ahmad Hadlor Ihsan menjelaskan bahwa sesungguhnya wartawan memiliki peran yang mulia dan luar biasa di zaman Rasullullah Muhammad.

”Jadi kita tahu perintah Allah. Dari mana kita tahu Rasul begini dan begitu kalau tidak ada yang mewartakan. Ada pewarta yang mengabarkan, seperti sahabat Nabi yaitu Abu Hurairah. Beliau tahu gerak gerik Nabi, termasuk apa saja sabdanya,” kata pengasuh Ponpes Al-Ishlah Mangkang Kulon itu.

Dalam kesempatan itu, Kiai Hadlor juga mengisahkan bagaimana jalur informasi Nabi tersampaikan mulai dari Abu Hairah, Abu A’la Al hingga Imam Muslim yang bertahan beribu tahun.

Semua itu ada hingga sekarang karena ada media.

Selain itu, dia juga mengajak hadirin untuk menjadi manusia yang sehat pasca-Ramadan, karena sesuai hadis bahwa berpuasalah maka kamu akan sehat.

Kiai Hadlor selanjutnya mengumpamakan sehat itu seperti mobil yang baru keluar dari bengkel.

‘’Mobil yang sehat itu ada tandanya. Yaitu semua komponennya berfungsi dengan baik, klakson, rem, riting. Untuk membuktikan mobil itu bagus, yaitu mampu nggugu karo sing nduwe (patuh sama yang punya). Kalau mobil nggugu karepe dewe, sing susah wong liya (jika mobil berjalan semau gue, maka yang susah orang lain),’’ jelasnya.

Ciri manusia sehat itu, kata dia, juga ada keseimbangan antara jiwa dan raga. Dia lalu mengibaratkan keseimbangan itu seperti penunggang kuda mau ke pasar. Penunggangnya adalah jiwanya, sedangkan kuda adalah raganya.

Pada momen ini, Kiai Hadlor bertanya kehadirin: jika kudanya buta, sedangkan penunggangnya tidak, apakah keduanya akan sampai ke tujuan? Hadirin pun kompak menjawab bisa.

Sebaliknya, kalau penunggangnya buta, sedangkan kudanya tidak, apakah sampai tujuan?

Hadirin pun langsung mengatakan tidak.

‘’Itu seperti jiwa kita. Jiwa yang buta, akan lebih membahayakan. Makanya jiwa harus sehat setelah kita melewati bulan puasa,’’ tandasnya.

Transjabodetabek Resmi Beroperasi, MTI Desak Pemerintah Segera Susun Masterplan Integrasi Transportasi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut baik pengembangan layanan Transjabodetabek ini, namun MTI kembali mengingatkan pentingnya penyusunan masterplan Jabodetabek yang terintegrasi dan sistematis.

Ketua Umum MTI Tory Damantoro menegaskan bahwa tanpa perencanaan induk yang jelas, pengembangan layanan lintas wilayah seperti ini berpotensi tidak terukur dan tidak optimal dalam mencapai tujuan utamanya, yaitu memindahkan para komuter dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang andal.

“Masterplan Jabodetabek bukan sekadar rencana teknis, melainkan fondasi bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah yang dinikmati bersama oleh seluruh warga Jabodetabek,” ujar Tory Damantoro Ketua Umum MTI.

Dengan adanya masterplan, lanjut MTI, akan ada dasar yang jelas untuk pembagian tanggung jawab dan pembiayaan antar wilayah. Jakarta dapat berperan sebagai penggerak awal dengan menyediakan layanan dan subsidi, namun dalam jangka panjang, wilayah-wilayah di Bodetabek juga perlu turut ambil bagian sesuai proporsi manfaat yang diterima masyarakatnya.

“Selayaknya DKI Jakarta membiayai di tahap awal. Namun, melalui masterplan, kita dapat menentukan momen yang tepat ketika beban subsidi mulai bisa dialihkan ke wilayah Bodetabek — misalnya saat farebox recovery ratio sudah mencapai 70%. Inilah gunanya perencanaan bersama yang terukur,” tambah Yusa Cahya Permana, Ketua MTI Jakarta.

Selain itu MTI juga mendorong revitalisasi Terminal Blok M sebagai TOD yg menjadi hub semua layanan jabosetabek berawal dan berakhir karena sdh dilayani juga oleh MRT.

Pemprov Jakarta hari ini (24/4/2025) meresmikan Transjabodetabek yang melayani rute Blok M-Alam Sutera. Ada 18 armada bus yang perdana beroperasi melayani penumpang transportasi umum. Harapannya dengan hadirnya bus rute ini dapat mempermudah mobilisasi penumpang transportasi umum.

MTI terus mendorong pemerintah pusat dan daerah di Jabodetabek untuk segera merumuskan masterplan transportasi lintas wilayah yang komprehensif, agar setiap langkah pengembangan angkutan umum dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hotel Ciputra Semarang Gaungkan Semangat Emansipasi Lewat Budaya di Hari Kartini

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan atas jasa Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan.

Dalam rangka memperingati momen istimewa ini, Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang terletak di jantung kota Semarang, kawasan Simpang Lima menghadirkan suasana yang berbeda sebagai wujud apresiasi terhadap semangat emansipasi wanita yang diwariskan Kartini.

Seluruh karyawati Hotel Ciputra Semarang tampil anggun mengenakan busana tradisional Jawa, menampilkan kebanggaan akan warisan budaya yang begitu kaya.

Dengan balutan kebaya yang elegan dan riasan yang lembut, mereka tidak hanya menunjukkan pesona luar, tetapi juga mencerminkan semangat Kartini dalam sikap ramah dan pelayanan hangat yang mereka berikan.

Setiap tamu yang datang disambut dengan senyum tulus dan keramahan khas Jawa, menciptakan kesan pertama yang begitu hangat dan bersahabat.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, mengatakan bahwa mengenakan kebaya telah menjadi tradisi tahunan yang dijalankan setiap Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan RA Kartini.

Menurutnya, tradisi ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga cerminan dari semangat Kartini yang terus relevan hingga kini, semangat untuk memberdayakan perempuan, menjunjung kesetaraan, dan menghargai budaya bangsa.

“Kami berharap, melalui peringatan ini, semangat juang RA Kartini terus hidup dan menjadi inspirasi, tidak hanya bagi para tamu yang datang, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Tak Sekadar Ujian, UTBK di UNDIP Jadi Wajah Pendidikan yang Manusiawi dan Bermartabat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari kedua pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 di Universitas Diponegoro berjalan dengan tertib dan lancar.

Di hari ke-dua ujian, UNDIP menyediakan fasilitas khusus dan pendampingan bagi peserta disabilitas, untuk memastikan kenyamanan dan kesetaraan dalam proses seleksi.

Universitas Diponegoro bersama seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia secara serentak menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 mulai Selasa, 23 April hingga 3 Mei 2025.

UTBK tahun 2025 ini dilaksanakan dalam satu gelombang dan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Pada pelaksanaan hari kedua UTBK-SNBT 2025, terdapat satu peserta disabilitas dengan kondisi tuna netra. Untuk peserta disabilitas, Universitas Diponegoro telah menyiapkan ruang khusus untuk peserta mengikuti ujian dengan nyaman.

Dalam mengikuti ujian, peserta disabilitas dengan kondisi tuna netra didampingi oleh pengawas yang terlatih dan fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan kondisi peserta.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr. rer.nat. Heru Susanto, S.T., M.M. M,T. mengatakan, “ada empat peserta disabilitas terdaftar mengikuti UTBK-SNBT 2025 yang terdiri dari peserta dengan kondisi tuna netra, tuna daksa, dan tuna rungu”.

“UNDIP memastikan bahwa seluruh peserta tersebut memperoleh fasilitas dan layanan yang disesuaikan secara individual, mulai dari akses menuju ruang ujian, ruang khusus dengan pengaturan teknis tertentu, hingga pendampingan yang diberikan oleh pengawas terlatih”, ucapnya.

Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas, SH., LLM., menyampaikan bahwa jumlah pendaftar yang memilih pusat UTBK UNDIP mencapai 26.653 peserta.

Untuk mendukung pelaksanaan ujian, UNDIP telah menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer serta ruang ujian ber-AC dan nyaman di beberapa gedung di Kampus Tembalang dan Pleburan.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pengalaman ujian yang adil dan setara bagi semua peserta, tanpa kecuali, terutama bagi peserta disabilitas. Pelaksanaan UTBK di UNDIP bukan hanya tentang kompetisi akademik, tetapi juga tentang menciptakan ruang seleksi yang manusiawi dan bermartabat,” ujar Prof Mita, akrab disapa.

Lebih lanjut Prof Mita menjelaskan kelengkapan yang harus dibawa oleh peserta UTBK, yakni:

  1. kartu peserta UTBK
  2. kartu identitas (kartu siswa/KTP/paspor)
  3. surat keterangan lulus asli bagi peserta angkatan 2025 (jika belum memiliki SKL, dapat membawa surat keterangan kelas 12)
  4. fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi (bagi angkatan 2023 dan 2024), bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan
  5. mengenakan baju formal rapi dan memakai sepatu

Saat ini Universitas Diponegoro memiliki 57 program studi sarjana dan 11 program sarjana terapan yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan minat calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 di UNDIP diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan seleksi nasional yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kualitas pelayanan pendidikan tinggi.

Untuk info lengkap PMB UNDIP disilahkan mengunjungi laman: pmb.undip.ac.id

Kejurnas Golf Junior Indonesia Sukses Digelar di Semarang, Lahirkan Bibit Unggul Pegolf Masa Depan

0
Pemenang Kejurnas Golf Junior Indonesia 2025 yang digelar di Semarang Royale Golf (SRG).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejurnas Golf Junior Indonesia 2025 sukses digelar di Semarang Royale Golf (SRG) dengan memunculkan berbagai pemenang dari berbagai kategori dan 87 peserta.

Adapun untuk pelaksanaan Kejurnas Golf Junior Indonesia ini sudah terlaksana dari 22 hingga 24 April 2025.

Dalam akhir turnamen, Kejurnas Golf Indonesia menentukan dua pemenang yakni Abigail Rhea pegolf dari Bali dengan skor 224 dan Kenneth Henson Sutianto dari DKI Jakarta dengan skor 216.

Sekjen PB Persatuan Golf Indonesia (PGI) Suharsono menuturkan bahwa ajang ini jadi kali pertama dilaksanakan di Semarang.

“Kita di sini Semarang baru pertama kali dibuatkan kejuaraan nasional yang berskala nasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak dari lapangan golf dari Semarang Royal Golf yang sudah menyiapkan dari sekian lama mungkin satu tahun kalau nggak salah dia persiapkan, sehingga bisa mempersembahkan sebuah lapangan yang bisa menyelenggarakan kejuaraan setara kejurnas ini,” ungkapnya saat ditemui usai turnamen.

Kemudian Suharsono menilai lapangan di Semarang Royal Golf layak untuk menggelar event besar. Suharsono juga mengatakan cuaca juga mendukung kondisi lapangan.

“Kita bersyukur didukung oleh cuaca yang baik dan lapangan juga dalam kondisi baik,” ucapnya.

Suharsono menambahkan Kejurnas Golf Junior Indonesia ini adalah salah satu agenda pembinaan dari PGI. Setelah event ini, Suharsono membeberkan jika pihaknya bakal menggelar kejurnas yang lain lagi karena agenda PGI sedang punya komitmen mengembangkan potensi pegolf-pegolf muda.

Khusus untuk Kejurnas Junior dibagi menjadi tiga kelas yakni A, B dan C dimana masing-masing ada kelompok putra dan putri.

Untuk bulan depan, akan ada Kejurnas Amatir. Untuk Kejurnas Amatir tidak ada batasan usia, semua boleh mengikuti.

Lebih lanjut Suharsono mengungkapkan bahwa PGI sudah menyiapkan berbagai program untuk pembinaan pegolf muda.

Sejauh ini banyak yang sudah dilakukan mulai menggelar Kejurnas, kemudian ada program event lingkup amatir.

Selain itu, untuk lebih mengenalkan golf, PGI punya program Golf Go To School. Dalam agenda itu PGI akan memperkenalkan golf ke anak-anak usia dini.

“Supaya mereka mengetahui ada ini olahraga yang namanya golf. Yang pakai main bola ini, yang pakai stik ini gitu. Soalnya kan golf ini kan kalau buat anak-anak kan agak sedikit asing ya. Jadi mereka tahunya mungkin basket, bulu tangkis, sepak bola itu yang umum. Makanya kita mau memperkenalkan itu di sekolah. Ya, kita berharap dengan adanya memperkenalkan mereka akan suka. Lalu dari yang awalnya suka mungkin ada yang serius lalu menjadi atlet-atlet penerus,” pungkasnya.

Salah satu pemenang dari kategori A Putra, Kenneth Henson Sutianto menuturkan jika persaingan cukup ketat dan venue yang dipakai begitu mengujinya.

“Lapangan di sini lumayan berbukit, terus green-nya lumayan tricky sih, terus angin pas siang lumayan kenceng sama cuaca lumayan semangat. Tapi saya pernah bermain di lapangan ini jadi pengalaman itu cukup membantunya,” ujarnya.

Selain itu, Kenneth mengaku awalnya ada kendala fisik karena dia baru saja balik dari Jepang. Namun meski demikian, dia bersyukur bisa melewati semua ujian itu.

Kenneth pun mengaku hasil yang dia raih di luar ekspetasi dia. Dia bersyukur atas berkah yang dia dapat. Awalnya dia mengira meraih posisi 3 atau 5 sudah cukup karena dia habis berlaga di Jepang.

“Ini di luar ekspektasi sih sebenarnya targetnya di sini. Di sini paling top 3, top 5 terus yang penting finish turnamennya karena sebelumnya sudah main turnamen di Jepang enggak pakai caddy, dorong troli sendiri lapangannya lebih lebih jauh, lebih susah, kondisi cuaca lebih dingin jadi lumayan nguras fisik. Sebenarnya target di sini ya cuma finish top 5, top 3. Itu sudah cukup,” jelasnya.

Menurut pimpinan Semarang Royale Golf (SRG) Muklisiyata, pihaknya selalu mendukung pembinaan pegolf junior dengan memberikan kesempatan untuk berlatih dan berkompetisi.

“Kami sangat peduli terhadap pembinaan olahraga golf, khususnya untuk atlet-atlet muda yang berbakat. Kami berharap nantinya akan ada atlet junior yang akan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,” tegasnya.***

Daftar Nama Pemenang Kejuaraan Nasional Golf Junior
Indonesia 2025

-Divisi C Putri

Juara III: Oueen Shine Gracella (JATIM) Total Score : 184

Juara II : Cataleya Soleil Renon (DKI) Total Score : 181

Juara I : Amira Ajda Khairunnisa Permadi (DKI) Total Score : 161

-Divisi C Putra

Juara Ill : Dylian Michio Satriobudi (JABAR) Total Score : 176

Juara II : Reicher Santoso (JATENG) Total Score : 164

Juara | : Zhafran Agila Yordi (JATENG) Total Score : 164

  • Divisi B Putri Juara III: Aisyah Bintang Marsyah (RIAU) Total Score : 269

Juara Il : Caylie Anaya Liaudo (BALI) Total Score : 266

Juara I: Laetitia Isabelle Suhartono (SUMSEL) Total Score : 260

-Divisi B Putra

Juara III : Fadhlan Azzam Atmajah (SUMUT) Total Score : 238

Juara II : Raka Aguila Achka (DKI Jakarta) Total Score : 235 Juara I : Francesco Jacob Noah Hartono (DIY) Total Score : 231

-Divisi APutri
Juara III : Renoctoviana Ramadhiani Said (DKI Jakarta) Score : 244

Juara II : Isabella Sudarmanto (JATENG) Total Score : 234

Juara I: Caithlyn Darlene Ong (BANTEN) Total Score : 225.

PLN Jadi Perusahaan Energi Terbaik untuk Mengembangkan Karir di Indonesia versi LinkedIn

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) menjadi perusahaan energi terbaik untuk mengembangkan karir di Indonesia. Capaian ini tercermin melalui daftar Top 15 Companies in Indonesia 2025 yang dikeluarkan oleh LinkedIn.

PLN dinilai unggul dalam delapan indikator utama, antara lain peluang karier, stabilitas perusahaan, keterbukaan terhadap talenta eksternal, keberagaman gender, dan kehadiran aktif karyawan di platform profesional.

Tidak hanya itu, dalam capaian ini pula, PLN berhasil mengungguli perusahaan energi multinasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pengakuan dari LinkedIn ini mencerminkan keberhasilan PLN dalam membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada inovasi.

“Capaian ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus melangkah maju. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan PLN yang tulus mengabdi untuk menerangi negeri. Transformasi yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada teknologi dan digitalisasi, tetapi juga mencakup budaya kerja dan pengembangan SDM. Kami berkomitmen membangun ekosistem kerja yang agile dan customer-oriented, agar PLN menjadi tempat kerja yang membanggakan sekaligus mampu memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” jelas Darmawan.

Selain PLN, terdapat lima BUMN lain yang juga masuk dalam daftar Top 15 LinkedIn 2025, yakni Bank Mandiri, Telkom Indonesia, BTN, BRI, dan Taspen.

LinkedIn merupakan jaringan profesional online terbesar di dunia, yang dirancang untuk membantu para profesional membangun koneksi, mencari pekerjaan, dan mengembangkan karier.

Menanggapi hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan hal tersebut sebagai wujud penghargaan atas transformasi di perusahaan BUMN yang berkarya nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat selaras dengan visi Asta Cita dari Pemerintah.

“Hal ini bisa pula dilihat sebagai bukti penguatan citra perusahaan BUMN di mata publik. Terutama citra positif Indonesia sebagai yang memiliki perusahaan- perusahaan negara berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional,” ujarnya.

Erick juga menambahkan, transformasi BUMN telah membentuk budaya terbentuknya tempat kerja yang produktif, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh insan BUMN. Dengan ekosistem kerja yang terus bertumbuh, diharapkan perusahaan BUMN terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dalam konteks tulang punggung transisi energi nasional, PLN juga terus mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) demi mewujudkan kemandirian energi yang berkelanjutan.

Menurut Darmawan, komitmen PLN ditujukan untuk menyongsong masa depan menuju Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat sehingga akan membuka lapangan kerja hijau bagi generasi mendatang.

Direktur Legal and Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto menambahkan bahwa capaian ini merupakan salah satu hasil dari strategi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkelanjutan yang terus dikembangkan Perseroan.

“Kami terus berupaya memperkuat kompetensi dan karakter insan PLN, membangun lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan adaptif. SDM unggul adalah kunci keberhasilan transformasi dan transisi energi di Tanah Air,” pungkas Didi.

Pemuda Indonesia Mengenang Paus Fransiskus: Sosok Perdamaian yang Menginspirasi Generasi Muda

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Tangis haru dan rasa kehilangan mendalam menyelimuti halaman Kedutaan Besar Vatikan (Nunsiatur Apostolik) di bilangan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu siang (23/4).

Tujuh pemimpin organisasi kepemudaan lintas iman datang bersatu dalam duka: melepas kepergian seorang tokoh besar dunia, Paus Fransiskus, yang wafat Senin pagi lalu (21/4).

Mereka bukan sekadar pelayat biasa. Para pemimpin muda dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, GAMKI, Peradah, Gemabudhi, dan Gemaku pernah bertemu langsung dengan Paus Fransiskus di Vatikan tahun lalu.

Dalam pertemuan bersejarah itu, mereka menandatangani Deklarasi Jakarta–Vatikan untuk perdamaian dunia — disaksikan langsung oleh Sang Paus. Maka tak heran, duka kali ini bukan sekadar simbolik, tapi nyata dan personal.

“Rest in peace untuk Paus Fransiskus yang telah meninggalkan kami semua. Mudah-mudahan beliau selalu damai di sisi-Nya,” ujar Ketua Umum GP Ansor, H. Addin Jauharudin, mewakili suara duka dari generasi muda lintas iman Indonesia.

Dengan suara tertahan, Addin mengenang bagaimana kehangatan dan ketulusan Paus Fransiskus meninggalkan jejak yang dalam dalam hati mereka.

“Kami punya pengalaman spiritual dan emosional bersama beliau. Paus adalah simbol perdamaian dan persatuan. Beliau selalu menyerukan untuk menghentikan perang di tengah dunia yang sedang kacau. Kami sangat kehilangan sosok langka seperti beliau,” lanjutnya.

Hari itu, Addin datang bersama sejumlah tokoh muda lainnya: Bagus Ardeni (Ketua Pemuda Muhammadiyah), Yohanes B. Parinding dan Halasan Simare-mare (Pemuda Katolik), Alan Christian Singkali dan Almindes Syauta (GAMKI), Wiryawan (Gemabudhi), dan AM Putut Prabantoro, pendiri Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, bersama Sekretaris Kedubes Vatikan, Mgr Michael Pawlowicz.

“Terima kasih atas penghormatan dari organisasi pemuda lintas iman. Ini sangat berarti. Paus sangat mencintai Indonesia. Keberagaman negeri ini selalu menjadi inspirasi dan ada di hati beliau,” kata Mgr Pioppo penuh haru.

Ungkapan ini tak berlebihan. Paus Fransiskus memang dikenal sebagai pemimpin spiritual yang menaruh perhatian besar pada isu keberagaman, inklusi sosial, dan dialog antarumat beragama.

Kepergian beliau meninggalkan kekosongan, tetapi juga warisan nilai yang akan terus hidup.

Jejak Perdamaian: Deklarasi Jakarta–Vatikan

Perjalanan kebersamaan para pemuda lintas iman dengan Paus Fransiskus berpuncak pada audiensi khusus di Vatikan, 21 Agustus 2024.

Dalam kunjungan yang tak akan mereka lupakan seumur hidup itu, lahirlah Deklarasi Jakarta–Vatikan bertajuk “Keadilan dan Perdamaian untuk Dunia”.

Berikut isi lengkap deklarasi yang mereka tandatangani:

Kami, pemuda lintas iman, dengan ini berkomitmen:

Menjadi generasi muda Indonesia yang selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai energi positif bagi peradaban dunia.

Mengajak kaum muda sedunia untuk membangun masyarakat dunia yang berpegang teguh pada prinsip toleransi, solidaritas, dan gotong royong.

Mendukung dan menyebarluaskan nilai-nilai Dokumen Abu Dhabi (Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama) sebagai jalan menuju keadilan dan perdamaian dunia.

Deklarasi ini ditandatangani oleh tujuh pimpinan organisasi pemuda nasional dan disaksikan langsung oleh Paus Fransiskus. Dokumen itu kini menjadi simbol nyata komitmen generasi muda Indonesia untuk membawa semangat dialog dan perdamaian ke panggung dunia.

Bagi Addin dan kawan-kawan, kepergian Paus bukanlah akhir, melainkan panggilan untuk melanjutkan perjuangan.

“Beliau adalah inspirasi bagi kami, anak-anak muda Indonesia, untuk terus menjaga perdamaian dan solidaritas lintas iman. Dunia butuh lebih banyak pemimpin seperti beliau,” ucap Addin.

Kehadiran mereka di Kedubes Vatikan siang itu menjadi lebih dari sekadar penghormatan terakhir.

Itu adalah penegasan bahwa warisan Paus Fransiskus masih hidup — dalam semangat anak-anak muda Indonesia yang memilih untuk merangkul, bukan memukul; membangun jembatan, bukan tembok.

Perubahan Kepemimpinan, Yuldi Yusman Resmi Gantikan Saffar M Godam sebagai Plt Dirjen Imigrasi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Direktorat Jenderal Imigrasi melepas tugas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Saffar Muhammad Godam, yang akan melanjutkan tugas sebagai Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Utama pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Hukum Republik Indonesia pada Rabu (23/04) di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi.

Sebagai penggantinya, Yuldi Yusman, Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi, ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Plt. Dirjen Imigrasi.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan di Ditjen Imigrasi atas dukungan dan kerja sama Bapak dan Ibu selama ini. Pencapaian yang kita raih adalah hasil kolaborasi kita semua. Saya mohon doa restu untuk melanjutkan Kembali tugas saya di BPSDM Hukum. Semoga Imigrasi terus berjaya,” tutur Saffar Muhammad Godam.

Godam menjabat selama 6 bulan sejak ditunjuk Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada Selasa (22/10/2024) lalu.

Masa kepemimpinan Saffar Muhammad Godam ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan.

Di antaranya adalah kontribusi terhadap rekor penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tertinggi sepanjang sejarah, dengan total Rp9 triliun, melampaui target PNBP sebesar Rp6 triliun (150%).

Kontribusi PNBP terbesar berasal dari layanan visa sebesar Rp5,03 triliun, diikuti oleh layanan paspor sebesar Rp2,49 triliun, dan layanan keimigrasian lainnya sebesar Rp1,4 triliun.

Selain dalam peningkatan PNBP, Godam melanjutkan perluasan layanan Immigration Lounge, yang bertujuan untuk memudahkan penerbitan Paspor dan pemberian Izin Tinggal bagi masyarakat di lokasi strategis.

Dalam periode Oktober 2024 hingga April 2025, telah diresmikan 3 (tiga) Immigration Lounge yang berlokasi di Grand Metropolitan Mall Bekasi, Ciputra World Mall Surabaya, dan Mall Pesona Square Depok.

Perluasan penggunaan autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) juga menjadi fokus utama dengan meneruskan capaian pendahulunya.

Hingga saat ini, autogate telah diterapkan di beberapa bandara dan pelabuhan utama, yaitu:

● Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (98 autogate)

● Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (90 autogate)

● Bandara Juanda, Surabaya (28 autogate)

● Bandara Kualanamu, Medan (30 autogate)

● Pelabuhan Batam Centre, Batam (5 autogate)

Pengakuan internasional atas kualitas layanan Imigrasi juga diraih dengan terpilihnya Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta sebagai Peringkat Ke-10 Layanan Imigrasi Bandara Terbaik di Dunia Tahun 2025 versi Skytrax.

Penilaian ini mencakup berbagai aspek, termasuk waktu tunggu, sistem antrean, dan efisiensi e-gate.

Selain itu, telah diresmikan pula Pelabuhan Internasional Gold Coast Bengkong di Batam, Kepulauan Riau, yang diharapkan dapat menjadi stimulus bagi perekonomian Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Saffar Muhammad Godam atas pengabdian beliau di Ditjen Imigrasi. Kepemimpinan Bapak Godam telah membawa perubahan positif dan prestasi yang membanggakan. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik selama ini. Selamat bertugas, semoga sukses dan senantiasa dalam lindungan Tuhan,” ujar Menteri Imipas, Agus Andrianto.

Sementara itu, Yuldi Yusman, Plt Dirjen Imigrasi yang baru, memiliki sejumlah catatan prestasi selama menjabat sebagai Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian.

Di antaranya adalah deportasi TJC, warga negara Amerika Serikat yang merupakan buronan U.S. Marshals atas kasus eksploitasi seksual anak; pengamanan 17 warga negara Vietnam yang diduga menyalahgunakan izin tinggal keimigrasian di sebuah klinik bedah kecantikan di Jakarta Utara; pelaksanaan operasi wira waspada penanaman modal asing (OPS PMA) bersama BKPM di Bali dan Batam, yang menindak pelanggaran izin tinggal oleh sejumlah orang asing; serta pengamanan FN dan GC, dua warga negara Tiongkok yang dicari Pemerintah Tiongkok terkait kasus kejahatan ekonomi.

“Dengan resminya Bapak Yuldi Yusman sebagai Plt. Dirjen Imigrasi, saya berharap Ditjen Imigrasi dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kedaulatan negara,” tutup Agus.

Pusat Olahraga Berkelas Hadir di Semarang, Unity Sports Center Buka Peluang Atlet Muda

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif di Kota Semarang semakin kuat dengan hadirnya Unity Sports Center, yang resmi dibuka Rabu (23/4) di kawasan Green Candi Residence, Jl. Sisingamangaraja, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Fasilitas ini diinisiasi oleh PT Tiara Bukit Kencana dan di dalamnya juga hadir Tennis Academy Unity, akademi tenis berstandar nasional yang siap mencetak atlet-atlet muda potensial dari berbagai penjuru.

Komisaris PT Tiara Bukit Kencana, Irwan Hidayat, menegaskan kehadiran Unity bukan hanya untuk menyediakan fasilitas olahraga semata, melainkan menciptakan ruang pembinaan karakter dan jiwa juara.

“Main tenis itu bukan cuma soal menang dan kalah. Ini soal kedisiplinan, mental, dan semangat pantang menyerah. Kami ingin akademi ini jadi tempat lahirnya juara-juara sejati—bukan karena pelatih hebat, tapi karena semangat dalam diri mereka yang dibentuk dengan pendekatan personal,” jelas Irwan, yang juga telah puluhan tahun menekuni dunia tenis.

Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya peran pelatih sebagai motivator dan inspirator, bukan sekadar pengajar teknik.

Ia percaya, keberhasilan seorang atlet lahir dari dorongan internal yang diasah terus-menerus oleh lingkungan yang positif.

“Tenis bisa jadi ladang rezeki, bisa jadi cara hidup. Seorang pelatih yang berdedikasi bisa mengajar lima jam sehari dan menciptakan peluang ekonomi yang nyata. Ini adalah industri yang hidup, bukan hobi semata,” tambahnya.

Dalam peresmian tersebut hadir pula Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang mengungkapkan apresiasinya atas dibukanya Unity Sports Center.

Menurutnya, fasilitas ini adalah investasi penting bagi masa depan olahraga di kota Semarang.

“Unity bukan hanya pusat kebugaran. Ini adalah tempat di mana bibit atlet dibina, komunitas tumbuh, dan ekonomi lokal bergerak. Siapa tahu dari sini lahir petenis kelas dunia yang mengharumkan nama Indonesia,” ujar Agustina dengan penuh optimisme.

Ia juga menekankan bahwa fasilitas ini membuka peluang kolaborasi antar komunitas dan potensi menjadikan Semarang sebagai kota destinasi olahraga.

“Bayangkan kalau suatu hari nanti bintang tenis dunia datang ke sini, bermain dan melatih bersama siswa akademi. Ini bukan hanya menarik perhatian nasional, tapi juga bisa memberi efek ekonomi langsung bagi masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, peresmian ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, Kepala Dispora Kota Semarang Pravarta Sadman, serta jajaran komisaris PT Tiara Bukit Kencana lainnya, seperti Komisaris Utama Johan Hidayat, Komisaris Sandra Hidayat, dan Sigit Hartoyo.

Mental Juara dan Integritas

Unity Sports Center hadir sebagai pusat olahraga terpadu dengan fasilitas modern, pelatih profesional, dan pendekatan pembinaan yang berfokus pada pengembangan karakter.

Akademi ini tak hanya menargetkan pencapaian prestasi, tetapi juga ingin menjadi wadah pembentukan mental juara dan integritas sejak usia dini.

Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada pengembangan talenta lokal, Unity Sports Center diharapkan menjadi simbol baru kebangkitan olahraga di Semarang menyatukan potensi, membentuk karakter, dan menorehkan prestasi.

Kehadiran Unity Sports Center juga menjadi angin segar bagi para orang tua dan generasi muda yang selama ini mencari tempat pelatihan olahraga yang serius namun tetap ramah dan mendukung perkembangan mental anak.

Dengan pendekatan pembinaan yang holistik menggabungkan teknik, motivasi, dan nilai sportivitas Unity berharap dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan atlet muda Indonesia.

Lebih dari sekadar pusat latihan, Unity ingin menjadi simbol harapan baru: bahwa dari kota seperti Semarang pun, atlet kelas dunia bisa lahir dan bersinar. Di sinilah tempatnya, di mana impian dimulai, semangat ditempa, dan juara dilahirkan.

Kolaborasi Seni dan Teknologi, CSAC Udinus Luncurkan Aplikasi E-Gamelanku 2.0 untuk Dunia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pusat Kajian Computer Science in Arts and Culture (CSAC) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus mengembangkan inovasi E-Gamelanku, sebagai upaya pelestarian perangkat kebudayaan tradisional dengan pendekatan digital yang lebih modern.

Terbaru, perkembangan itu ditunjukkan dengan resmi dirilisnya aplikasi E-Gamelanku 2.0 di platform Google Play Store, baru-baru ini.

Penelitian tersebut didukung dan didanai oleh Udinus melalui hibah penelitian internal khusus dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tahun 2024.

Dibutuhkan waktu kurang lebih 8 bulan dalam pengembangan aplikasi E-Gamelanku 2.0 hingga resmi rilis di platform berbasis Android itu.

Dalam proses pengembangannya, aplikasi tersebut dikerjakan oleh dosen yang tergabung di Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus. Diketuai oleh Dr. Yuventius Tyas Catur Pramudi, M.Kom., serta tiga anggota lainnya yakni Dr. Arry Maulana Syarif, S.S., M.Kom., dan Erlin Dolphinam, M.M., Lukas Yulianto, M.MPar.

Selain itu, lima mahasiswa dari Program Sarjana Teknik Informatika juga terlibat sebagai programer nya, serta mahasiswa dari Program Sarjana Desain Komunikasi Visual terlibat sebagai desain grafis dan tata letak.

Ketua peneliti dan knowledge engineer, Dr. Yuventius Tyas Catur Pramudi, M.Kom., menjelaskan bahwa proses pengembangannya terbagi menjadi lima tahapan kegiatan.
Dimulai dari perancangan sistem, pengumpulan data seperti foto instrumen gamelan dan perekaman bunyi, pemrograman aplikasi menggunakan Unity 3D, evaluasi hingga publikasi.

Lebih lanjut, sekarang E-Gamelanku 2.0 dilengkapi dengan dua fitur utama. Kedua fitur tersebut adalah mode single player dan multiplayer.

Mode single player dapat dimainkan secara individu untuk mendukung belajar dan berlatih gamelan di dunia nyata. Fitur tersebut juga bisa digunakan untuk melakukan pementasan live performance E-GamelanKu.

“Sementara itu, mode multiplayer difungsikan untuk berinteraksi di dunia virtual. Pengguna aplikasi dapat bergabung dan berinteraksi di dunia virtual untuk belajar atau bermusik gamelan secara orkestra. Menariknya, mode ini memberikan akses bagi setiap user untuk membangun sanggar gamelan virtual. Sehingga pengguna lainnya dapat memilih untuk bergabung dan berinteraksi secara virtual sesuai komunitasnya,” jelasnya.

Perkembangan E-GamelanKu dari masa ke masa

Berawal dari gamelan tradisional, E-Gamelanku mengalami perkembangan dari masa ke masa. Setelah bertransformasi menjadi E-Gamelanku di versi pertamanya, masih dijumpai beberapa kendala dan adanya peluang untuk mengembangkan inovasi tersebut.

“Di versi sebelumnya, penyebaran aplikasi ini masih terbatas. Harus di copy satu persatu atau melalui flash drive. Lalu ketika dikembangkan untuk ipad, jangkauannya juga masih sulit. Akhirnya kami berpikir untuk mengembangkannya juga menjadi berbasis android dan dirilis di Google Play Store, harapannya E-Gamelanku bisa lebih mudah diunduh dan dijangkau secara luas,” imbuh Tyas selaku dosen Program Studi Teknik Informatika itu.

Salah satu anggota tim peneliti, Dr. Arry Maulana Syarif, S.S., M.Kom., menambahkan terdapat sejumlah kebaruan yang menjadi pembeda antara E-Gamelanku 2.0 dengan versi sebelumnya. Selain penambahan mode multiplayer, tim peneliti juga melakukan pemutakhiran pada elemen gambar dan bunyi instrumen gamelan, desain, tata letak halaman, tema warna, dan navigasi sistem.

“Untuk visualisasi permainan instrumen gamelan (layout gambar instrumen gamelan), pada versi awal, visual disajikan dalam mode perspektif yang menyebabkan kesulitan presisi untuk menyentuh (tap) bilah instrumen. Dalam versi yang terbaru, visual instrumen tampak atas (top view) ditambahkan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Dr. Arry yang merupakan Sekretaris Pusat Kajian CSAC Udinus menyatakan bahwa pusat kajian tersebut mengapresiasi output penelitian E-Gamelanku. Dukungan tersebut dilakukan hingga tahap komersialisasi melalui rilis aplikasi di Google Play Store. Dalam komersialisasi yang dibandrol dengan harga Rp10.000 itu, CSAC juga bekerja sama dengan PT. Dinustek.

“Rilis E-Gamelanku di google play store membuka tantangan baru dalam pengembangan sistem yang berkelanjutan untuk perawatan, pemutakhiran, sosialisasi, promosi, dan pemasarannya. Dalam waktu dekat, CSAC akan melibatkan pemangku kepentingan di tingkat provinsi Jawa Tengah seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sanggar gamelan, dan sekolah-sekolah untuk mempromosikan E-GamelanKu 2.0,” terang Dr. Arry.

Sementara itu, HKI dan artikel ilmiah untuk publikasi jurnal ilmiah terus dilakukan oleh para tim untuk terus menyempurnakan pengembangannya. Pengunduhan E-GamelanKu 2.0 dapat diakses melalui Google Play Store atau link https://bit.ly/E-GamelanKu.