spot_img
Beranda blog Halaman 16

ARTOTEL Yogyakarta Hadirkan “Play All Day”, Pengalaman Menginap Ramah Keluarga

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Menghabiskan waktu liburan bersama keluarga kini bisa jadi lebih praktis dan menyenangkan bersama ARTOTEL Yogyakarta.

Melalui program menginap terbaru bertajuk “Play All Day”, ARTOTEL Yogyakarta mengajak para tamu untuk menikmati pengalaman staycation yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh aktivitas seru untuk anak dan keluarga.

Paket “Play All Day” ditawarkan mulai dari IDR 1.189.000 net/kamar/malam, sudah termasuk 2 hari 1 malam menginap di Studio 23, sarapan untuk 2 orang, serta 2 tiket masuk Kids Fun Park, destinasi bermain keluarga favorit di Yogyakarta.

Selain itu, tamu juga bisa memilih untuk fasilitas Pick Up atau Drop Off ke Kids Fun Park. Melalui paket ini, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan solusi liburan keluarga yang praktis dan menyenangkan, memadukan kenyamanan menginap dengan pengalaman bermain seharian dalam satu perjalanan.

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menyatakan bahwa “Dengan ‘Play All Day’, kami ingin menghadirkan pengalaman liburan yang seimbang antara waktu bersantai dan waktu bermain bersama keluarga. Anak-anak bisa menikmati aktivitas seru bersama keluarga dan juga bisa kami antarkan atau jemput ke Kids Fun.”

Paket “Play All Day” dapat dipesan mulai sekarang hingga 31 Maret 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, tamu dapat menghubungi tim reservasi ARTOTEL Yogyakarta atau melalui akun Instagram resmi @artoteljogja.***

Industri Jamu Nasional Naik Kelas, DPR RI Apresiasi Peran Sido Muncul

0

KAB SEMARANG (Pertamanews.id) – Komisi VII DPR RI memuji PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk atas konsistensinya mengembangkan jamu berbasis riset dan standar farmasi. Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan kerja spesifik ke pabrik Sido Muncul di Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (23/1/2026).

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Evita Nur Santi M.Sc., menilai langkah Sido Muncul menjadi bukti bahwa jamu tradisional dapat naik kelas dan diterima secara ilmiah. Menurutnya, pendekatan tersebut memperkuat kepercayaan publik sekaligus posisi jamu Indonesia di pasar global.

“Kami melihat langsung proses produksi, riset, dan uji klinis yang dilakukan secara serius. Ini patut diapresiasi dan bisa menjadi rujukan bagi industri jamu lain,” kata Evita.

Evita menyebut, kunjungan lapangan memberikan gambaran menyeluruh tentang tantangan dan peluang industri jamu nasional. Ia menilai metode kunjungan langsung sebelum dialog efektif untuk menggali informasi riil di lapangan.

“Banyak informasi penting yang kami dapatkan justru dari lapangan, bukan hanya dari paparan di ruang rapat,” ujarnya.

Komisi VII DPR RI juga mendorong penguatan kolaborasi antara industri jamu dan program wisata kesehatan atau wellness tourism. Menurut Evita, jamu berbasis riset memiliki potensi besar mendukung pengembangan wisata kesehatan nasional.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menjelaskan bahwa transformasi jamu menjadi produk berbasis ilmiah telah dimulai sejak puluhan tahun lalu. Ia menegaskan, jamu harus mampu memenuhi standar mutu, keamanan, dan khasiat.

“Kepercayaan tidak bisa dibangun dari klaim, tetapi dari pembuktian ilmiah,” kata Irwan.

Irwan mengungkapkan, Sido Muncul mulai menerapkan standarisasi bahan baku dan proses produksi sejak 1985, meski saat itu dihadapkan pada keterbatasan modal dan dinamika internal. Upaya tersebut terus dilakukan hingga perusahaan memenuhi standar farmasi.
Pada 2003, Sido Muncul melakukan uji toksisitas dan uji klinis terhadap produk Tolak Angin melalui lembaga independen. Hasil pengujian menunjukkan produk aman dan tidak menimbulkan efek samping pada organ tubuh.

“Hasil uji inilah yang kami bawa ke fakultas kedokteran, agar jamu bisa dipahami secara ilmiah dan dimanfaatkan secara tepat,” ujarnya.

Irwan menambahkan, pihaknya selalu menekankan bahwa jamu bukan pengganti obat, melainkan pendamping kesehatan. Menurutnya, kejujuran terhadap fungsi dan keterbatasan jamu justru menjadi kekuatan industri ini.

Kunjungan kerja spesifik tersebut diikuti tujuh anggota Tim Komisi VII DPR RI serta Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Bawazir. Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap pengembangan industri farmasi tradisional nasional.

Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Rangkaian Promo Valentine dan Chinese New Year 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima di jantung Kota Semarang, menghadirkan rangkaian promo eksklusif bertema Valentine’s Day dan Lunar Festival Year of the Horse, yang dirancang untuk memberikan pengalaman menginap, bersantap, serta berbagi kebahagiaan dengan nuansa hangat dan penuh makna.

Dalam rangka merayakan hari kasih sayang, Hotel Ciputra Semarang menyelenggarakan Valentine’s Romantic Dinner pada 14 Februari 2026 di The Gallery Restaurant, pukul 19.00 – 22.00 WIB, dengan harga IDR 250.000 net per orang.

Para tamu dapat menikmati hidangan spesial dalam suasana romantis yang dilengkapi hiburan live music, menjadikan momen Valentine semakin intim dan berkesan bersama pasangan.

Selain itu, Hotel Ciputra Semarang juga menghadirkan Lunar New Year Hampers sebagai pilihan hadiah untuk perayaan Imlek, yang terdiri dari Prosperity Bliss (IDR 349.000 net), Golden Harmony (IDR 699.000 net), dan Imperial Fortune (IDR 999.000 net), dikemas secara eksklusif dengan aneka sajian premium khas Imlek.

Rangkaian perayaan Imlek dilengkapi dengan program Lunar Festival Year of the Horse, yang menawarkan Room Package dengan harga mulai dari IDR 1.249.000 net per kamar per malam, serta Chinese New Year Dinner pada 16 Februari 2026, pukul 18.00 – 22.00 WIB, dengan harga IDR 199.000 net per orang, menghadirkan hiburan khas seperti live Chinese music, Barongsai, doorprize, dan Pohon Angpao.

Erny Kusmastuti, General Manager Hotel Ciputra Semarang, menyampaikan, “Melalui rangkaian promo Valentine dan Lunar Festival ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya nyaman dan lezat, tetapi juga penuh makna bagi para tamu, sehingga setiap momen yang dirayakan di Hotel Ciputra Semarang dapat menjadi kenangan indah bersama orang-orang terkasih.”

Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, PGN Optimalisasi Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk memastikan layanan gas bumi yang andal dan berkelanjutan bagi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) guna menjamin penyaluran gas bumi yang aman dan optimal untuk mendukung operasional rumah sakit yang melayani masyarakat selama 24 jam.

RSUP Dr. Sardjito saat ini menggunakan gas bumi dengan volume sekitar 30.000 meter kubik per bulan. Ke depan, akan dilakukan transisi layanan penyaluran dari PGN Gagas ke PGN, dengan tetap menjaga kualitas dan keandalan pasokan.

Gas bumi dimanfaatkan untuk mengoperasikan peralatan boiler atau pemanas serta memenuhi kebutuhan energi dapur rumah sakit.

Pada Kamis (22/1), BPH Migas bersama PGN melakukan monitoring langsung penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komite BPH Migas Arief Wardono dan Eman Salman, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Heri Murahmanta, Area Head PGN Semarang Sugiyanto Eko Cahyono, serta jajaran terkait.

Dari pihak rumah sakit, monitoring dihadiri oleh Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito Riat El Khair beserta jajaran manajemen.

Komite BPH Migas Arief Wardono menyampaikan bahwa secara umum penyaluran gas bumi kepada pelanggan PGN, baik sektor komersial maupun rumah tangga, berada dalam kondisi aman tanpa gangguan operasional.

Khusus untuk RSUP Dr. Sardjito, BPH Migas memastikan bahwa gas bumi yang disalurkan mampu mendukung aktivitas vital rumah sakit secara berkelanjutan.

BPH Migas juga meminta PGN untuk terus memberikan layanan gas bumi yang prima sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.

Dalam kesempatan tersebut, PGN menegaskan komitmennya untuk menjamin keberlanjutan pasokan gas bumi yang aman dan andal bagi RSUP Dr. Sardjito, mengingat peran rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan publik yang beroperasi penuh setiap hari.

Penyaluran gas bumi ke RSUP Dr. Sardjito saat ini menggunakan skema beyond pipeline, yaitu Compressed Natural Gas (CNG), yang disuplai oleh anak perusahaan PGN, PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas).

Area Head PGN Semarang, Sugiyanto Eko Cahyono, menyampaikan,“PGN hadir dengan sepenuh hati sebagai mitra strategis sektor kesehatan dalam mewujudkan operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui sinergi dengan pemerintah, salah satunya BPH Migas, kami berkomitmen menyediakan layanan energi yang aman dan tersedia 24 jam, sehingga rumah sakit dapat fokus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.”

Pihak RSUP Dr. Sardjito menyambut positif kemitraan pemanfaatan gas bumi bersama PGN. Direktur Layanan Operasional RSUP Dr. Sardjito, Riat El Khair, mengungkapkan bahwa penggunaan gas bumi memberikan dampak positif bagi rumah sakit, baik dari sisi efisiensi maupun keberlanjutan.

Selain menurunkan biaya energi hingga sekitar 30 persen dibandingkan bahan bakar sebelumnya, gas bumi juga mendukung komitmen rumah sakit menuju pengelolaan lingkungan yang lebih hijau.

Saat ini, PGN melayani 3.517 Sambungan Rumah (SR) serta pelanggan kecil, UMKM, dan komersial di wilayah Yogyakarta.

Sejalan dengan komitmen mendukung ketahanan energi nasional dan pelayanan publik, PGN akan terus mengembangkan layanan gas bumi di Yogyakarta agar manfaat energi bersih ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.***

Tujuh Dekade Lebih, Sido Muncul Konsisten Hadirkan Produk Aman dan Bermutu

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bersiap menyongsong usia ke-75 tahun pada November 2026. Memasuki usia matang tersebut, produsen jamu legendaris ini menegaskan komitmennya menjaga mutu dan keamanan produk melalui riset ilmiah berkelanjutan, sebagai fondasi utama mempertahankan kepercayaan konsumen lintas generasi.

Berawal dari usaha jamu rumahan yang dirintis Rahkmat Sulistio di Yogyakarta pada 1930, Sido Muncul berkembang dari racikan jamu tradisional menjadi perusahaan jamu dan obat herbal berskala nasional. Tonggak penting inovasi perusahaan terjadi pada 1992, saat meluncurkan Tolak Angin cair siap minum dalam kemasan sachet—produk yang kemudian merevolusi cara konsumsi jamu menjadi lebih praktis, higienis, dan modern.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, mengatakan sejak awal pihaknya tidak ingin sekadar memproduksi jamu berbasis warisan resep tradisional, tetapi mengembangkan produk herbal yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Sebagai perusahaan terbuka, kami memastikan setiap produk yang dipasarkan memiliki dasar penelitian yang kuat, baik dari sisi keamanan maupun khasiat,” ujar Irwan dalam Paparan Uji Khasiat dan Toksisitas Tolak Angin di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Uji Ilmiah Sejak Dua Dekade Lalu

Irwan mengungkapkan, sejak tahun 2000 Sido Muncul telah melakukan uji toksisitas dan uji khasiat terhadap produk-produknya—langkah yang pada masanya tergolong maju bagi industri jamu di Indonesia.

“Tolak Angin merupakan pionir produk jamu yang diuji secara ilmiah. Kami tidak berpatokan pada opini, melainkan pada data hasil riset,” katanya.

Pengujian ilmiah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Riset mencakup uji mutu bahan baku herbal, uji pra-klinis, uji khasiat, hingga uji toksisitas untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang.

“Hasil uji toksisitas menunjukkan Tolak Angin tidak bersifat toksik, tidak merusak ginjal, hati, pankreas, serta tidak mengganggu hormon pria maupun wanita, selama digunakan sesuai anjuran,” jelas Irwan.

Aman untuk Penggunaan Jangka Panjang

Peneliti Tolak Angin dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc., menjelaskan uji toksisitas subkronis dilakukan selama 90 hari pada tikus jantan dan betina dengan berbagai tingkatan dosis, termasuk dosis tinggi setara konsumsi sembilan sachet per hari.

“Pengujian meliputi pengamatan klinis, uji darah, uji kimia klinik, serta pemeriksaan histologi pada organ-organ vital,” kata Ipang.

Hasilnya, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada organ vital hewan uji. Fungsi ginjal dan hati juga tetap normal.

Peneliti lainnya, apt. Phebe Hendra, Ph.D., menambahkan bahwa durasi uji 90 hari pada hewan setara dengan sekitar delapan tahun penggunaan pada manusia.

“Hasil ini menunjukkan Tolak Angin relatif aman untuk penggunaan jangka panjang, bahkan pada dosis jauh lebih tinggi dari anjuran,” ujarnya.

Khasiat Teruji, Naik Level

Selain uji keamanan, Tolak Angin juga melalui uji khasiat yang dilakukan tim Fakultas Kedokteran UNDIP. Peneliti UNDIP, Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si., menjelaskan pemberian Tolak Angin cair selama satu minggu terbukti meningkatkan respons imun.

“Terjadi peningkatan jumlah limfosit T serta sitokin seperti interferon dan interleukin, tanpa memengaruhi fungsi ginjal dan hati,” ungkapnya.

Menurut Neni, hasil uji toksisitas dan khasiat tersebut menjadi syarat penting dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga Tolak Angin dapat naik kelas dari jamu menjadi obat herbal terstandar.

Riset sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Publik

Komisaris Independen Sido Muncul, DR. Dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., menegaskan bahwa riset ilmiah merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.

“Scientifically proven berarti seluruh proses produksi berbasis akademik dan profesional, bukan sekadar klaim,” ujarnya.

Meski masih berada pada kategori obat herbal terstandar, Adib menekankan aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi riset dengan berbagai institusi pendidikan, sejalan dengan UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 tentang pengembangan obat bahan alam.

Apresiasi Publik dan Akademisi

Brand Ambassador Tolak Angin, Andy F. Noya, menilai keterbukaan Sido Muncul dalam memaparkan riset ke forum akademik menjadi bukti keseriusan perusahaan.

“Semua dijelaskan berbasis data. Jika ada yang meragukan, silakan membantah dengan kajian ilmiah, bukan asumsi,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., menilai Sido Muncul berhasil membawa jamu ke level industri modern tanpa meninggalkan akar tradisional.

“Sido Muncul memodernisasi jamu hingga memenuhi standar industri farmasi dan dapat diterima komunitas akademik,” katanya.

Direktur Marketing Sido Muncul, Maria Reviani Hidayat, menambahkan bahwa edukasi publik mengenai keamanan dan mutu produk herbal menjadi semakin penting, khususnya bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi.

“Melalui paparan ilmiah ini, kami ingin menghadirkan informasi yang kredibel agar konsumen dapat memilih produk secara cerdas,” ujarnya.

Saat ini, Tolak Angin hadir dalam berbagai varian, mulai dari cair, serbuk, tablet, kapsul, hingga varian flu, batuk, dan anak—sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan Sido Muncul dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Promo Imlek Tahun Kuda, Gets Premiere Semarang Sajikan Kuliner dan Hiburan Berkelas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyambut perayaan Chinese New Year, Gets Premiere Semarang menghadirkan Promo Dinner Chinese New Year** yang dikemas istimewa dengan sajian kuliner khas, hiburan meriah, serta nuansa hangat penuh kebersamaan. Perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda, simbol energi, keberanian, kerja keras, dan kemajuan, yang diharapkan membawa semangat baru, keberuntungan, serta kesuksesan di tahun mendatang.

Acara makan malam spesial ini akan digelar di Fenix Resto Gets Premiere Semarang, mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB. Momentum ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga, sahabat, maupun rekan bisnis dalam suasana elegan dan berkesan.

Sebagai bentuk apresiasi bagi para tamu, Gets Premiere Semarang menghadirkan penawaran harga early bird yang berlaku hingga 31 Januari 2026. Paket set menu early bird ditawarkan dengan harga Rp1.788.000 untuk 6 pax dan Rp2.188.000 untuk 8 pax. Sementara itu, pilihan buffet early bird dapat dinikmati dengan harga Rp168.000 per pax.

Setelah periode early bird berakhir, harga normal akan berlaku, yakni Rp1.988.000 untuk 6 pax, Rp2.388.000 untuk 8 pax, serta Rp188.000 per pax untuk paket buffet.

Food & Beverage Manager Gets Premiere Semarang, Handi Setiawan, mengatakan promo ini dirancang untuk memberikan pengalaman perayaan Imlek yang menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan Chinese New Year Dinner yang tidak hanya berfokus pada hidangan, tetapi juga suasana, hiburan, dan makna kebersamaan. Set menu dan buffet kami susun secara khusus agar dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

Kemeriahan perayaan akan semakin lengkap dengan penampilan Zee Oei sebagai single singer yang siap menghibur para tamu sepanjang malam.

Selain itu, atraksi Barongsai dari Huo Guo Shan turut memeriahkan suasana dengan pertunjukan yang sarat makna keberuntungan dan kemakmuran. Para tamu juga berkesempatan mendapatkan voucher dan berbagai doorprize menarik.

Dengan perpaduan hidangan lezat, hiburan berkualitas, serta suasana penuh makna, Chinese New Year Dinner di Gets Premiere Semarang menjadi pilihan tepat untuk merayakan Imlek Tahun Kuda.
Informasi lebih lanjut dan pemesanan dapat menghubungi 024 8640 0500** atau melalui Instagram @getspremieresemarang.

Kinerja Cemerlang, ARTOTEL Yogyakarta Terima Penghargaan “Almost Billionaire”

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan “Almost Billionaire” dari PACTO Destination Management, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan performa ARTOTEL Yogyakarta dalam mendukung industri pariwisata dan perjalanan, khususnya melalui kolaborasi strategis dengan PACTO.

Penghargaan ini diserahkan dalam sebuah acara apresiasi yang dihadiri oleh para pelaku industri pariwisata, mitra perjalanan, serta perwakilan manajemen PACTO Destination Management.

Penghargaan “Almost Billionaire” diberikan kepada mitra yang dinilai memiliki kinerja luar biasa, konsistensi kerja sama, serta kontribusi signifikan dalam pencapaian nilai bisnis dan pengalaman perjalanan yang berkualitas.

ARTOTEL Yogyakarta dinilai berhasil menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, namun juga memiliki karakter seni dan gaya hidup (lifestyle) yang kuat, sehingga menjadi pilihan utama bagi tamu leisure maupun korporat yang menggunakan layanan PACTO Destination Management.

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta mengatakan, “Penghargaan Almost Billionaire dari PACTO Destination Management ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin dengan baik antara ARTOTEL Yogyakarta dan PACTO. Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik serta pengalaman menginap yang berkesan bagi setiap tamu.”

Melalui penghargaan ini, ARTOTEL Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai hotel desain yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang, sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra perjalanan dalam menghadirkan pengalaman destinasi yang bernilai.***

Nikmati Menginap Lebih Santai dengan Paket Massage dari Up^Peak Hotel Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mengawali tahun baru 2026, Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang menghadirkan beragam promo spesial bagi para tamu. Promo tersebut ditawarkan sepanjang bulan Januari 2026, mencakup promo kamar serta promo Food and Beverage.

Marketing Communication Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang, Ruth Novita Lusiani, mengatakan bahwa salah satu promo unggulan di bulan Januari adalah paket menginap yang dipadukan dengan layanan massage.

“Untuk promo kamar, kami menghadirkan penawaran spesial berupa paket menginap yang dikombinasikan dengan paket massage bagi para tamu,” ungkap Ruth.

Melalui paket ini, tamu cukup membayar Rp 550.000 untuk mendapatkan fasilitas menginap satu malam lengkap dengan sarapan untuk dua orang, serta layanan massage punggung atau kaki selama 30 menit untuk satu orang.

Ruth menjelaskan, paket tersebut dihadirkan untuk membantu tamu tetap rileks setelah beraktivitas seharian, mengurangi stres, meningkatkan mood serta menjaga kualitas tidur.

“Kami berharap dengan hadirnya paket menginap ini, tamu dapat merasakan kenyamanan lebih selama berada di Up^Peak Hotel. Paket ini sangat cocok bagi tamu yang ingin beristirahat sekaligus mendapatkan relaksasi,” ujarnya.

Selain promo kamar, Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang juga menghadirkan promo Food and Beverage pilihan chef selama bulan Januari. Untuk menu makanan, tersedia seafood tumpah dengan harga Rp 85.000 dan nasi goreng babat seharga Rp 35.000. Menu seafood tumpah cocok untuk dinikmati bersama orang-orang tersayang.

Sementara itu, untuk pilihan minuman, tersedia Hype Booster dan Lemongrass Lush yang berfungsi menyegarkan tubuh serta membantu meningkatkan stamina.

“Promo Food and Beverage ini tidak hanya dapat dinikmati oleh tamu yang menginap, tetapi juga terbuka untuk umum. Baik untuk tamu yang ingin bekerja, belajar, maupun sekadar bersantai,” tutur Ruth.

Sebagai informasi, Up^Petite Resto yang berlokasi di Lantai 1 Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang terbuka untuk umum dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bersantap ataupum singgah.

Informasi lengkap mengenai promo serta berbagai penawaran menarik lainnya dari Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang dapat diakses melalui akun Instagram resmi @uppeakhotelsemarang.

Kotta Hotel Semarang x OMG Beauty Semarang Gelar Beauty Class Intim di Cemil Dining

0
Peserta mengikuti beauty class kolaborasi Kotta Hotel Semarang dan OMG Beauty Semarang di Cemil Dining, Kota Lama Semarang, Minggu (18/1).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang berkolaborasi dengan OMG Beauty Semarang menggelar beauty class intim yang berlangsung di Cemil Dining di kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (18/1). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari komunitas pecinta kecantikan yang ingin menambah wawasan sekaligus pengalaman praktis seputar perawatan dan tata rias.

Beauty class ini menjadi bagian dari rangkaian workshop rutin yang diselenggarakan Kotta Hotel Semarang. Melalui program tersebut, Cemil Dining tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantap, tetapi juga ruang interaksi untuk bertemu, belajar, dan berbagi. Konsep kegiatan dirancang santai dan hangat agar peserta merasa nyaman selama mengikuti sesi.

Perwakilan Kotta Hotel Semarang menyampaikan bahwa kolaborasi dengan OMG Beauty Semarang bertujuan menghadirkan pengalaman yang dekat dengan keseharian tamu dan komunitas. Setiap workshop diharapkan memberi nilai tambah berupa pengetahuan baru serta pengalaman yang berkesan bagi peserta.

Selain beauty class, Kotta Hotel Semarang secara konsisten mengadakan berbagai kegiatan lain seperti kelas memasak, aktivitas lifestyle, dan wellness. Seluruh program tersebut dijadwalkan rutin setiap bulan sebagai bentuk komitmen hotel dalam menghadirkan ruang kolaborasi yang terbuka dan relevan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kotta Hotel Semarang berharap dapat terus membangun kedekatan dengan komunitas serta memperkuat perannya sebagai ruang kreatif dan edukatif di kawasan Kota Lama Semarang. Informasi terkait workshop dan agenda kegiatan selanjutnya dapat diakses melalui akun Instagram resmi Kotta Hotel Semarang dan Cemil Dining.***

Greenwise Movement Ilkom USM Bersama Dinkes Kota Semarang Gelar Cek Kesehatan Gratis di CFD

0
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang yang tergabung dalam Komunitas Greenwise Movement mendampingi warga saat pemeriksaan kesehatan di CFD Simpang Lima Semarang, Minggu (18/1).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komunitas Greenwise Movement yang merupakan bagian dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang, Minggu (18/1).

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya deteksi dini penyakit tidak menular. Pemilihan lokasi CFD Simpang Lima dinilai strategis karena menjadi pusat aktivitas warga saat akhir pekan.

Sejak pukul 07.00 WIB, masyarakat yang tengah berolahraga mulai memadati lokasi kegiatan. Antrean peserta terus berlangsung hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Selama kegiatan, antrean peserta tidak pernah sepi, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis yang mudah diakses.

Masyarakat mengikuti antrean layanan cek kesehatan gratis pada kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Greenwise Movement bersama Dinas Kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan berupa cek gula darah, cek kolesterol, dan cek asam urat. Layanan ini menarik perhatian warga karena berkaitan langsung dengan pencegahan dan pengendalian penyakit yang umum dialami masyarakat. Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari dewasa hingga lanjut usia. Hingga kegiatan berakhir, tercatat sekitar 50 orang mengikuti layanan cek kesehatan gratis.

Koordinator Greenwise Movement, Moh Qhoirul Nizam, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat menunjukkan kegiatan kolaboratif antara mahasiswa dan instansi pemerintah memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Sejak pagi antrean sudah penuh dan terus bertambah. Kami melihat masyarakat sangat terbantu dengan adanya layanan cek gula darah, kolesterol, dan asam urat yang bisa diakses langsung di area CFD,” ujar Nizam.

Salah satu peserta kegiatan, Windarti, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis di ruang publik.

“Kegiatannya sangat bermanfaat. Sambil olahraga di CFD, saya bisa langsung cek kesehatan tanpa biaya dan tanpa harus ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Greenwise Movement bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya serta memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Kota Semarang.***