spot_img
Beranda blog Halaman 2

Sido Muncul Tegaskan Komitmen Herbal Berbasis Sains, Laboratorium Farmakologi Resmi Beroperasi

0

Kabupaten Semarang (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk resmi meresmikan Laboratorium Farmakologi sebagai langkah memperkuat pengembangan produk herbal berbasis riset dan bukti ilmiah. Peresmian dilakukan di pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Selasa (9/6/2026).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., MD., Ph.D., dilanjutkan pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab bersama Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat.

Peresmian laboratorium tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan (Research & Development/R&D) guna menghasilkan produk herbal yang aman, bermutu, dan memiliki khasiat yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengatakan perusahaan akan memperkuat fokus riset menjelang usia ke-75 tahun Sido Muncul.

“Dalam rangka usia ke-75 tahun nanti, Sido Muncul akan berkonsentrasi kepada riset yang intensif. Kami memiliki fasilitas lengkap, yaitu Laboratorium Farmakologi,” ujar Irwan.

Menurutnya, riset berbasis bukti ilmiah akan menjadi landasan dalam pengembangan produk herbal perusahaan.

Jika hasil penelitian menunjukkan efektivitas produk belum optimal, perusahaan akan melakukan perbaikan formula berbasis hasil kajian ilmiah.

“Dalam beberapa bulan ke depan atau setahun ini, kami akan mendapatkan hasil-hasil riset berbasis bukti ilmiah terhadap produk-produk kami dan produk jamu. Jika khasiatnya tidak efektif, akan kami perbaiki,” katanya.

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sebenarnya telah berdiri sejak 2001. Awalnya, fasilitas tersebut berada di bangunan semi permanen di area belakang pabrik.

Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian, pada 2019 laboratorium dipindahkan ke gedung permanen yang lebih modern dengan luas 288 meter persegi dan mulai beroperasi pada Januari 2020.

Saat ini, laboratorium dipimpin seorang dokter hewan sebagai penanggung jawab dan didukung tim peneliti serta laboran berpengalaman untuk menjalankan berbagai penelitian farmakologi dan pengujian keamanan produk.

Selama lebih dari dua dekade, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah melakukan berbagai penelitian, mulai dari uji toksisitas akut, toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga pengujian aktivitas obat cacing.

Tak hanya melakukan penelitian internal, Sido Muncul juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi untuk memperkuat validitas ilmiah produk herbal Indonesia, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha.

Salah satu produk yang telah melalui serangkaian penelitian ilmiah ialah Tolak Angin. Dalam pengujiannya, Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma.

Penelitian meliputi uji toksisitas subkronis, pengujian mutu bahan baku herbal, hingga uji klinis. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan selama 90 hari pengujian, termasuk gangguan pada fungsi hati maupun ginjal.

Selain itu, konsumsi Tolak Angin Cair selama satu minggu disebut dapat meningkatkan respons daya tahan tubuh tanpa memengaruhi fungsi organ vital, sehingga dinilai aman dikonsumsi sesuai aturan penggunaan.

Dengan peresmian Laboratorium Farmakologi ini, Sido Muncul berharap pengembangan obat herbal berbasis kekayaan alam Indonesia dapat semakin didukung oleh riset ilmiah yang kuat sekaligus memperkuat daya saing industri obat tradisional nasional.***

XLSMART Gelar BRAVO 500 Summit 2026, Perkuat Sinergi Industri dan Pemerintah

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Komitmen mempercepat transformasi digital nasional kembali ditegaskan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui penyelenggaraan BRAVO 500 Summit 2026, forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin industri, regulator, akademisi, pemerintah, dan mitra teknologi dalam satu panggung kolaborasi.

Mengusung tema “Solusi Untuk Korporasi, Solusi Untuk Negeri”, BRAVO 500 Summit 2026 menjadi ajang strategis untuk membahas peluang dan tantangan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan pesat teknologi, khususnya kecerdasan artifisial (AI), data, dan konektivitas.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi mengatakan, transformasi digital tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi semata, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia teknologi.

“Melalui BRAVO 500 Summit 2026, kami ingin mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong adopsi teknologi yang mampu memperkuat daya saing industri sekaligus mempercepat kemajuan digital Indonesia,” ujar Rajeev.

Menurutnya, penguatan infrastruktur digital menjadi fondasi utama dalam mendukung percepatan transformasi tersebut. Saat ini layanan 5G XLSMART telah menjangkau 43 kota dan kabupaten di Indonesia dan ditargetkan meningkat hingga 88 kota dan kabupaten pada akhir 2026.

Perluasan jaringan tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas, efisiensi, dan daya saing sektor usaha melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin luas.

Tahun ini, BRAVO 500 Summit menghadirkan lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari pemimpin korporasi, regulator, akademisi, hingga mitra teknologi. Berbagai isu strategis akan dibahas, mulai dari pemanfaatan AI, pengelolaan data, hingga konektivitas digital untuk memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.

Dalam kesempatan tersebut, XLSMART for BUSINESS juga memperkenalkan ESTA Prime (Enterprise Smart Technology & Automation Prime), pengembangan terbaru dari platform solusi digital enterprise yang dirancang untuk membantu berbagai sektor industri mempercepat transformasi digital secara terukur dan berkelanjutan.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono menjelaskan bahwa BRAVO 500 Summit 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong implementasi AI dan integrasi data yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha.

“Jika tahun lalu BRAVO 500 berfokus pada pembangunan fondasi kolaborasi, tahun ini kami melangkah lebih jauh dengan menghadirkan AI dan integrasi data sebagai solusi yang dapat memberikan manfaat konkret bagi dunia usaha dan Indonesia,” ungkapnya.

Forum bergengsi ini juga akan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid sebagai keynote speaker. Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat digitalisasi nasional.

Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah diskusi panel bertajuk “Apakah AI Akan Menentukan Arah Bisnis dan Negara?” yang akan membahas dampak kecerdasan artifisial terhadap strategi bisnis, kebijakan publik, serta daya saing nasional di masa depan.

Diskusi tersebut akan dimoderatori oleh Gita Wirjawan dan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, antara lain Franky O. Widjaja, Budi Gunadi Sadikin, serta Rudiantara.

Selain sesi panel, BRAVO 500 Summit 2026 juga menghadirkan keynote session, executive networking, industry breakout session, hingga pameran teknologi dan solusi digital terkini yang mendukung percepatan transformasi digital lintas sektor.

Peluncuran ESTA Prime menjadi langkah strategis XLSMART for BUSINESS dalam memperluas perannya dari penyedia layanan konektivitas menjadi mitra transformasi digital bagi sektor bisnis dan publik.

Platform ini mengintegrasikan berbagai teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Data Platform, Data Visualization, Cloud, Cybersecurity, Industrial IoT, Interconnect Hub, konektivitas, hingga Advanced Managed Services dalam satu ekosistem yang terhubung.

Andrijanto menjelaskan, kebutuhan pelanggan saat ini tidak lagi sebatas akses jaringan, tetapi juga bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan data, serta menghasilkan insight yang membantu pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

“ESTA Prime menghubungkan teknologi, data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem yang terintegrasi sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang nyata bagi bisnis,” jelasnya.

Sejak diperkenalkan pada 2025, ESTA telah berkembang menjadi solusi digital yang melayani berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, layanan publik, perbankan, transportasi, sumber daya alam, hingga infrastruktur.

Pengembangan terbaru ESTA Prime difokuskan pada penguatan fondasi data dan AI melalui AI-ready architecture, Data Platform yang lebih terintegrasi, GPU Cluster untuk pengembangan AI dan Machine Learning, serta kehadiran IoT SD-WAN dan Experience Operation Center (XoC).

Melalui BRAVO 500 Summit 2026 dan peluncuran ESTA Prime, XLSMART menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis transformasi digital Indonesia yang menghubungkan teknologi, ekosistem, dan kolaborasi guna mendukung pertumbuhan korporasi sekaligus mempercepat kemajuan digital nasional.***

Langkah Kecil, Dampak Besar: PLN UIP JBT Catat Penurunan Emisi Melalui Program Clean Energy Day

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) dalam mendukung transisi energi dan pelestarian lingkungan terus diwujudkan melalui pelaksanaan Program PLN Clean Energy Day.

Memasuki pekan ke-7 pelaksanaan program, partisipasi dan kesadaran pegawai untuk menerapkan gaya hidup rendah emisi terus meningkat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program PLN Clean Energy Day mengajak seluruh insan PLN untuk melakukan perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan kendaraan listrik, maupun memanfaatkan transportasi massal saat beraktivitas.

Melalui langkah-langkah kecil tersebut, pegawai PLN turut berkontribusi dalam mengurangi emisi sekaligus membangun budaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Hingga pekan ke-6 pelaksanaan program, PLN UIP JBT berhasil mencatat penurunan emisi sebesar 2.137 kilogram CO2e. Selain itu, program ini juga menghasilkan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1.225 liter serta efisiensi biaya transportasi mencapai Rp15,07 juta.

Partisipasi pegawai menunjukkan beragam pilihan moda transportasi ramah lingkungan yang digunakan selama program berlangsung. Sebanyak 56 persen peserta memilih berjalan kaki sebagai aktivitas utama, diikuti penggunaan transportasi massal sebesar 21 persen, kendaraan listrik sebesar 12 persen, dan bersepeda sebesar 11 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa upaya pengurangan emisi dapat dilakukan melalui berbagai cara yang mudah diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.

Meski angka penurunan emisi yang dihasilkan mungkin terlihat belum terlalu besar jika dibandingkan dengan tantangan perubahan iklim secara global, program ini membuktikan bahwa perubahan positif dapat dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif.

Ketika semakin banyak individu mengambil bagian, dampak yang dihasilkan akan semakin signifikan bagi lingkungan.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro menyampaikan bahwa PLN Clean Energy Day tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap insan PLN memiliki peran dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Melalui PLN Clean Energy Day sekaligus juga memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menumbuhkan budaya kerja yang lebih sehat, aktif, dan peduli terhadap lingkungan. Program ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang kita ambil, sekecil apa pun, memiliki kontribusi dalam mendukung upaya pengurangan emisi dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung pencapaian target Net Zero Emissions , PLN terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur energi bersih, tetapi juga perubahan perilaku dan budaya kerja yang berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui PLN Clean Energy Day, PLN menunjukkan bahwa setiap langkah memiliki arti, setiap tindakan membawa dampak, dan setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.***

Berburu Paket Pernikahan Impian, Gets Premiere Semarang Siapkan Cashback Jutaan Rupiah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kabar baik bagi pasangan yang tengah mempersiapkan hari bahagia. Gets Premiere Semarang akan ambil bagian dalam Wedding Expo yang digelar di Java Supermall pada 18–22 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai paket pernikahan menarik serta promo eksklusif bagi calon pengantin.

Partisipasi Gets Premiere Semarang dalam pameran pernikahan ini menjadi kesempatan bagi pasangan untuk menemukan berbagai kebutuhan wedding dalam satu lokasi.
Selama lima hari penyelenggaraan expo, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan tim profesional Gets Wedding mengenai konsep acara, pemilihan venue, dekorasi, hingga detail pelaksanaan pesta pernikahan.

Beragam pilihan paket pernikahan disiapkan untuk menjawab kebutuhan calon pengantin, mulai dari konsep intimate wedding yang hangat dan personal hingga resepsi berskala besar yang megah dan berkesan.

Sebagai daya tarik utama selama pameran berlangsung, Gets Premiere Semarang menghadirkan promo spesial berupa cashback hingga Rp3.000.000 untuk setiap pemesanan paket wedding yang dilakukan selama Wedding Expo. Penawaran ini diharapkan dapat membantu pasangan mendapatkan layanan pernikahan berkualitas sekaligus menghemat anggaran acara.

Selain promo tersebut, pengunjung juga dapat memperoleh informasi lengkap mengenai fasilitas dan layanan yang tersedia di Gets Premiere Semarang. Berbagai inspirasi konsep pernikahan terkini juga akan ditampilkan untuk memberikan gambaran kepada calon pengantin dalam menentukan tema yang sesuai dengan impian mereka.

Sales Banquet Gets Premiere Semarang, Ian Danendra, mengatakan Wedding Expo menjadi momentum tepat bagi calon pengantin untuk merencanakan pernikahan secara lebih matang sekaligus mendapatkan berbagai keuntungan eksklusif.

“Kami mengundang seluruh calon pengantin untuk mengunjungi booth Gets Premiere Semarang selama Wedding Expo di Java Supermall pada 18–22 Juni 2026 dan menikmati promo cashback hingga Rp3 juta serta berbagai penawaran menarik lainnya yang telah kami siapkan khusus. Ini menjadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan penawaran spesial sekaligus berkonsultasi langsung dengan tim kami,” ujar Ian.

Melalui keikutsertaan dalam Wedding Expo ini, Gets Premiere Semarang berharap dapat membantu lebih banyak pasangan mewujudkan pernikahan impian dengan layanan profesional, fasilitas lengkap, dan berbagai keuntungan yang hanya tersedia selama pameran berlangsung.

tiket.com Dorong Pariwisata Berkelanjutan Lewat 4 Destinasi Wellness dan Eco-Luxury di Jateng

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Tren perjalanan kini tidak lagi sekadar soal destinasi. Semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman liburan yang lebih mindful, dekat dengan alam, sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan.

Menjawab tren tersebut, OTA pertama di Indonesia, tiket.com, terus memperkuat fitur tiket Green yang menghadirkan pilihan akomodasi ramah lingkungan di berbagai destinasi, termasuk kota-kota sekunder di Indonesia.

Melalui fitur ini, wisatawan dapat menemukan penginapan yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga pengalaman wellness, pelestarian budaya lokal, hingga praktik hospitality yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan yang terasa personal, dekat dengan alam, dan memberi kesempatan untuk rehat sejenak dari rutinitas sehari-hari. Melalui tiket Green, kami ingin membantu masyarakat menemukan akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih bermakna,” ujar Cisyelya Bunyamin, SVP of Accommodations tiket.com.

Sebagai bagian dari komitmen mendukung pariwisata berkelanjutan, tiket Green mengacu pada enam indikator utama, yakni pengelolaan pangan, air, energi, biodiversitas dan shelter, pengolahan sampah, serta mindfulness.

Di Jawa Tengah, tiket.com merekomendasikan empat destinasi wellness dan eco-hospitality yang menawarkan pengalaman menginap unik sekaligus menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata.

  1. Rumah Atsiri Indonesia, Wellness di Lereng Gunung Lawu

Terletak di Desa Plumbon, Tawangmangu, Rumah Atsiri Indonesia lahir dari revitalisasi pabrik penyulingan Citronella yang dibangun pada 1963. Kini kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi terpadu yang menggabungkan sejarah, edukasi, wellness, dan hospitality.

Salah satu fasilitas unggulannya adalah Atsiri Glamping, yang menerapkan berbagai program ramah lingkungan seperti penghematan energi melalui pemutusan daya listrik pada kamar kosong, pengaturan penggunaan air panas, hingga pengurangan plastik sekali pakai.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas seperti mengunjungi Museum Atsiri, mengikuti workshop aromaterapi, hingga trekking di kawasan lereng Gunung Lawu yang sejuk dan asri.

Harga menginap di Atsiri Glamping tersedia mulai Rp1,2 juta per malam.

  1. Puri Asri Hotel & Resort Magelang, Resort Hijau di Tepi Sungai Progo

Berdiri sejak 1998 di tepi Sungai Progo, Puri Asri Hotel & Resort menjadi salah satu pelopor akomodasi yang menggabungkan kenyamanan modern dengan komitmen lingkungan.

Hotel ini menjalankan berbagai program sustainability, mulai dari pengolahan sampah tanpa pembakaran, pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk, penggunaan lampu LED hemat energi, hingga sistem pemanfaatan ulang air.

Selain itu, konsep live cooking diterapkan untuk mengurangi food waste, sementara operasional hotel juga didukung kendaraan listrik. Bagi keluarga, tersedia Eden’s Park yang menghadirkan permainan tradisional tanpa menggunakan listrik.

Dengan suasana hijau yang tenang, hotel ini menjadi pilihan ideal untuk short escape maupun liburan keluarga. Harga kamar ditawarkan mulai Rp900 ribuan per malam.

  1. ARTOTEL Leguna Magelang, Hotel Artistik dengan Konsep Tropis Berkelanjutan

Sebagai hotel terbaru di Magelang, ARTOTEL Leguna menghadirkan konsep art-inspired hotel dengan desain modern tropis karya arsitek ternama Andra Matin.

Arsitektur bangunan dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga kebutuhan penggunaan AC dan lampu dapat ditekan. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi efisiensi energi yang sejalan dengan konsep sustainable hospitality yang dikembangkan Artotel Group.

Selain menawarkan kenyamanan modern, hotel ini juga memberikan pengalaman menginap yang dekat dengan karakter budaya dan lanskap alam Magelang.

Wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap di ARTOTEL Leguna Magelang dengan tarif mulai Rp850 ribuan per malam.

  1. Plataran Borobudur Resort & Spa, Kemewahan Berbalut Alam dan Budaya

Berada hanya sekitar lima menit dari Candi Borobudur, Plataran Borobudur Resort & Spa menawarkan pengalaman eco-luxury dengan panorama Candi Borobudur, Gunung Merapi, Pegunungan Menoreh, serta hamparan hutan jati.

Mengusung filosofi “True Indonesian Icon”, resort ini memadukan kemewahan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal. Berbagai aktivitas budaya dan alam dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih mindful sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi setempat.

Keterlibatan masyarakat sekitar dalam aktivitas budaya, hospitality, dan penyediaan pengalaman wisata menjadi salah satu bentuk kontribusi resort terhadap ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Harga menginap di Plataran Borobudur Resort & Spa tersedia mulai Rp5 juta per malam.

Cisyelya menambahkan, setiap destinasi memiliki cara berbeda dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan, mulai dari kedekatan dengan alam, wellness, hingga kekayaan budaya lokal.

“Setiap destinasi memiliki cara berbeda untuk menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan, mulai dari kedekatan dengan alam, wellness, hingga budaya lokal. Kami berharap rekomendasi ini bisa menjadi inspirasi bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan cara yang terus mendukung keberlanjutan,” tutupnya.

Melalui tiket Green, wisatawan kini semakin mudah menemukan akomodasi yang selaras dengan gaya hidup berkelanjutan, tanpa harus mengorbankan kenyamanan saat berlibur.***

35 Tahun Menyusuri Jalanan Jakarta, Sinta Hidayat Dedikasikan Hidup untuk Tunawisma

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Setiap Senin, selama lebih dari tiga dekade, Sinta Hidayat melangkahkan kaki ke sudut-sudut Jakarta yang jarang mendapat perhatian.

Di kampung-kampung pemulung, kawasan tunawisma, hingga komunitas masyarakat miskin perkotaan, ia hadir membawa makanan sehat, pelayanan kesehatan, dan yang terpenting, perhatian.

Bagi Sinta Hidayat, istri pemilik jamu nasional Sido Muncul Irwan Hidayat, pelayanan itu bukan sekadar kegiatan sosial. Ia menyebutnya sebagai perjalanan menemukan “Yesus yang tersamar” di tengah mereka yang miskin, terlupakan, dan sering dipandang sebelah mata.

“Yesus itu bukan jauh di surga atau di langit yang tidak bisa kita lihat. Dia ada di sekitar kita. Dia tersamar di dalam diri orang-orang miskin yang membutuhkan,” kata Sinta dalam sebuah perbincangan mengenai pelayanan yang telah dijalaninya selama lebih dari 35 tahun, baru-baru ini.

Inspirasi itu ia temukan dari spiritualitas Santo Teresa dari Kalkuta atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Teresa. Bersama sejumlah sahabat yang mengagumi karya-karya biarawati peraih Nobel Perdamaian tersebut, Sinta berusaha menghidupi ajaran tentang kasih yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Salah satu pesan yang paling membekas baginya adalah ungkapan “Aku haus” yang diucapkan Yesus saat disalib.
“Bagi Ibu Teresa, Yesus haus akan cinta manusia. Dan kita diajak memberikan ‘air’ yang bisa melegakan dahaga itu melalui kasih kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan menderita,” ujarnya.

Namun, perjalanan pelayanan itu tidak selalu berjalan mulus. Beberapa lokasi pelayanan yang mereka gunakan pernah dibakar oleh orang tak dikenal. Namun peristiwa tersebut tidak membuat Sinta dan rekan-rekannya berhenti.

Ia memilih berpindah tempat dan melanjutkan pelayanan di lokasi lain.

“Karena saya mencari Yesus-Yesus yang tersamar itu. Dalam melayani mereka bukan menjadi beban, tetapi persembahan dari iman saya,” tuturnya.

Semangat itu membuat pelayanan tetap berjalan hingga kini.

Setiap Senin, sekitar 15 relawan terlibat dalam berbagai kegiatan. Mereka membagikan makanan sehat, mengadakan pemeriksaan kesehatan sederhana, serta menyediakan obat-obatan gratis melalui dukungan dokter yang secara sukarela ikut melayani.

Selain itu, mereka juga mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan edukatif seperti belajar kebersihan diri, menggambar, hingga aktivitas kreatif lainnya.

Bank Mini bagi Kaum Miskin

Salah satu program yang unik adalah penyimpanan tabungan bagi para pemulung dan tunawisma.
Program ini lahir dari kebutuhan sederhana. Banyak warga miskin perkotaan tidak memiliki tempat aman untuk menyimpan uang.

Sebagian bahkan hanya menyelipkan uang di saku atau pakaian yang mereka kenakan setiap hari.
Karena itu, tim Sinta membantu menyimpan uang mereka agar tidak habis digunakan untuk kebutuhan yang tidak mendesak.
Saat ini, sekitar 200 orang tercatat sebagai penabung di lokasi pelayanan terbaru. Di lokasi sebelumnya, jumlahnya pernah mencapai 500 hingga 600 orang.

Nilai tabungan yang disimpan pun beragam. Ada yang hanya beberapa ribu rupiah setiap minggu, tetapi ada pula yang mampu menabung hingga Rp200 ribu setiap pekan dari hasil bekerja sebagai tukang pijat.

“Kalau Lebaran biasanya kami minta mereka mengambil tabungan. Ada yang untuk pulang kampung, membantu keluarga, memperbaiki rumah, bahkan ada yang membeli kambing,” kata Sinta.

Tabungan tersebut juga kerap menjadi penyelamat ketika anggota keluarga mereka sakit atau ketika anak-anak membutuhkan biaya sekolah.

“Kalau untuk makan sehari-hari biasanya mereka masih bisa bertahan. Tapi ketika ada anggota keluarga sakit, mereka kesulitan karena tidak punya uang cadangan,” ujarnya.

Menularkan Semangat kepada Generasi Muda

Pelayanan Sinta tidak berhenti pada masyarakat miskin. Ia juga berusaha menanamkan nilai kepedulian kepada generasi muda.

Di Wisma Sahabat Yesus, Margonda, Depok, ia secara rutin mendampingi mahasiswa dari berbagai daerah untuk terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan.

Dua kali setiap bulan, para mahasiswa diajak membagikan makanan gratis kepada masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi.

Menurut Sinta, pengalaman bertemu langsung dengan orang-orang yang berjuang keras untuk hidup sering kali mengubah cara pandang para mahasiswa.

Mereka mendengar kisah pengemudi ojek yang tetap bekerja meski mengalami keterbatasan fisik, atau pasangan suami istri yang harus bekerja bersama demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Cerita-cerita sederhana itu, kata Sinta, membantu anak-anak muda belajar bersyukur dan menghargai perjuangan orang tua mereka.

“Banyak mahasiswa yang akhirnya sadar bahwa mereka masih beruntung bisa kuliah. Mereka jadi lebih bersyukur dan lebih serius belajar,” katanya.

Kasih yang Terus Menyala

Lebih dari 35 tahun berlalu sejak langkah pelayanan itu dimulai. Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk penolakan dan intimidasi, Sinta tetap memilih hadir setiap Senin untuk mereka yang membutuhkan.

Baginya, pelayanan bukan tentang seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan tentang kesediaan untuk melihat martabat manusia dalam diri setiap orang.

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, ketika banyak orang berlalu tanpa sempat menoleh, Sinta Hidayat terus berjalan mencari “Yesus yang tersamar”—dalam diri pemulung, pengemis, tunawisma, dan siapa saja yang membutuhkan uluran kasih.

Sebuah pelayanan sederhana yang membuktikan bahwa cinta dapat tetap menyala, bahkan setelah lebih dari tiga dekade.

Semarang Cetak Prestasi Nasional, Creative Financing Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di tengah tantangan fiskal dan tingginya kebutuhan pembangunan perkotaan, Kota Semarang berhasil meraih Penghargaan Terbaik III Kategori Creative Financing tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan model pembiayaan pembangunan yang inovatif, kreatif, sekaligus akuntabel guna menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan capaian tersebut bukan sekadar simbol prestasi pemerintah daerah, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Semarang yang lebih maju dan kompetitif.

“Penghargaan ini bukan sekadar tentang prestasi pemerintah daerah, tetapi tentang bagaimana Kota Semarang mampu membuktikan bahwa kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik dapat menghadirkan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ini penghargaan untuk seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan kota yang terus meningkat membuat pemerintah daerah dituntut mencari terobosan pembiayaan di luar skema konvensional.

Karena itu, Pemkot Semarang terus mendorong berbagai strategi creative financing guna mempercepat pembangunan, menarik investasi, serta memperluas partisipasi berbagai pihak tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Pengakuan nasional tersebut sekaligus mempertegas posisi Kota Semarang sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan yang dinilai adaptif dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menegaskan penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang mampu menunjukkan inovasi, kinerja nyata, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. Daerah yang mampu mengelola sumber dayanya secara kreatif dan akuntabel akan memiliki fondasi yang lebih kuat menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” kata Tito.

Bagi Pemkot Semarang, penghargaan tersebut juga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan berbagai pihak terhadap iklim investasi dan profesionalitas pengelolaan pembangunan di ibu kota Jawa Tengah itu.

Agustina menekankan bahwa setiap anggaran yang dikelola pemerintah harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus mengembangkan pola pembiayaan yang efektif, inovatif, dan bertanggung jawab agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat tanpa membebani warga.

“Setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus menghasilkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat. Karena itu kami terus mencari cara-cara baru yang lebih efektif, kreatif, dan bertanggung jawab agar pembangunan berjalan lebih cepat tanpa membebani warga,” tegasnya.

Meski meraih penghargaan nasional, Agustina menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan akhir pembangunan.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah sejauh mana masyarakat merasakan dampak nyata dari pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami tidak ingin berhenti pada penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat pembangunan itu. Ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah meningkatnya kesejahteraan warga dan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tandasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang akan terus memperkuat lima prioritas pembangunan, meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi dan investasi, pemerataan infrastruktur, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta ketahanan lingkungan dan sosial.

Raihan penghargaan nasional ini kembali menegaskan bahwa inovasi pembangunan di Kota Semarang tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.***

Pesan Haru dari Film “Jangan Buang Ibu”, Agustina Ajak Warga Perkuat Nilai Keluarga

0

SEMARANG (Jatengreport.com) – Tangis haru pecah di sejumlah sudut Studio XXI Paragon Semarang saat layar menampilkan kisah perjuangan seorang ibu dalam film “Jangan Buang Ibu”, Rabu (3/6).

Bukan sekadar nonton bareng jelang penayangan nasional pada 25 Juni 2026, malam itu menjadi ruang perenungan yang menyentuh hati tentang cinta yang paling tulus dalam hidup manusia: cinta seorang ibu.

Di tengah kehangatan suasana, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat untuk kembali menoleh kepada sosok yang sering kali terlupakan di tengah kesibukan hidup. Baginya, film “Jangan Buang Ibu” hadir sebagai pengingat yang sangat relevan di era modern ketika hubungan keluarga kerap tergerus oleh rutinitas dan tuntutan zaman.

“Kadang kita terlalu sibuk mengejar masa depan hingga lupa kepada orang yang sejak awal selalu memperjuangkan masa depan kita. Ibu tidak pernah berhenti mencintai, mendoakan, dan menunggu anak-anaknya pulang. Film ini mengingatkan kita untuk tidak terlambat menunjukkan kasih sayang kepada orang tua,” ujar Agustina.

Film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu tersebut mengisahkan perjuangan Ristiana, seorang ibu tunggal yang mengorbankan hidupnya demi membesarkan tiga anak. Namun ketika anak-anaknya berhasil meraih kesuksesan, kesibukan dan ego perlahan menjauhkan mereka dari sosok yang selama ini menjadi sandaran keluarga.

Bagi Agustina, kisah tersebut bukan sekadar cerita di layar lebar, melainkan cerminan realitas yang terjadi di sekitar masyarakat. Banyak orang tua yang tidak kekurangan materi, tetapi merindukan perhatian, kehadiran, dan waktu bersama anak-anak mereka.

“Di zaman ketika kita bisa menghubungi siapa pun dalam hitungan detik, justru jangan sampai kita kehilangan kedekatan dengan orang-orang yang paling kita cintai. Kehadiran dan perhatian sering kali menjadi hadiah terbesar bagi orang tua,” katanya.

Malam penuh makna itu juga menjadi bukti bagaimana sebuah karya film mampu menjadi jembatan empati yang menyatukan berbagai kalangan. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sosial, hingga para pemeran film.

Kehadiran para pemain utama semakin menghidupkan suasana emosional. Salah satu pemeran, Reval Hady, berharap film tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi mampu meninggalkan pesan yang membekas di hati penonton.

“Film ini adalah pengingat tentang perjuangan ibu yang sering kita lupakan. Semoga pesan yang dibawa bisa sampai ke hati setiap orang yang menontonnya,” ungkap Reval.

Di balik pesan kemanusiaan yang kuat, penyelenggaraan nobar tersebut juga menunjukkan wajah Semarang sebagai kota yang semakin terbuka bagi perkembangan industri kreatif dan perfilman nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Semarang terus tumbuh menjadi ruang yang nyaman bagi para sineas untuk berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Agustina menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang berkomitmen mendukung ekosistem kreatif, termasuk perfilman, karena film memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter, menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus memperkenalkan wajah kota kepada khalayak yang lebih luas.

“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi. Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk bercerita, berkarya, dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurut Agustina, pembangunan kota tidak cukup diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Kota yang kuat juga dibangun oleh keluarga yang kuat, masyarakat yang memiliki empati, dan budaya yang terus hidup melalui karya-karya kreatif.

“Ketahanan kota berawal dari ketahanan keluarga. Dan dalam keluarga, ibu sering menjadi fondasi utama yang menjaga kasih sayang, pendidikan karakter, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, memuliakan ibu sesungguhnya adalah bagian dari membangun peradaban,” ujarnya.

Menutup acara, Agustina mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi sederhana namun bermakna. Menelepon ibu, menyempatkan waktu berkunjung, atau sekadar mendengarkan cerita mereka, menurutnya, adalah bentuk penghormatan yang sering kali lebih berharga daripada apa pun.

“Semoga ketika meninggalkan bioskop malam ini, kita tidak hanya membawa kesan tentang filmnya. Kita membawa pulang kesadaran bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah habis. Dan sudah sepatutnya kita membalasnya dengan cinta, perhatian, dan kehadiran yang tulus,” pungkasnya.

Agustina Pacu Transformasi Hijau, Proyek Sampah Jadi Listrik Semarang Curi Perhatian Dunia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi semakin mendapatkan pengakuan.

Salah satu buktinya adalah tingginya minat investor global terhadap proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang yang nilai investasinya mencapai Rp3 triliun.

Sebanyak 85 investor dari berbagai negara tercatat menunjukkan ketertarikan terhadap proyek strategis tersebut. Bahkan, pada Kamis (4/6), sebanyak enam perusahaan melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring rencana kunjungan investor lainnya pada 8 Juni 2026 mendatang.

Tingginya minat investor tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.

Agustina menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata. Menurutnya, diperlukan lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” tegas Agustina Rabu (3/6).

Melalui proyek PSEL Semarang Raya, Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan bahwa tingginya minat investor mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.

“Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Proyek PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kehadiran proyek ini menjadi contoh kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah di TPA. Dengan teknologi pengolahan modern yang tengah dikaji, volume sampah dapat ditekan secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.

Selain memberikan dampak lingkungan yang positif, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, serta meningkatkan daya saing Kota Semarang di mata investor nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, inovasi pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Semarang optimistis proyek PSEL Semarang Raya dapat menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan sampah sekaligus menjadikan Semarang sebagai salah satu kota percontohan ekonomi hijau di Indonesia.

Adanya PSEL Semarang Raya sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, penguatan ekonomi hijau, inovasi pelayanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Semarang optimistis proyek ini dapat menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan sampah sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu daerah percontohan ekonomi hijau di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Agustina.

PGN Dukung Transformasi Green Hospital RSUP dr. Sardjito melalui Pemanfaatan Gas Bumi Rendah Emisi

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pemanfaatan gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pemasangan instalasi gas bumi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, Sleman sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Green Hospital dan dukungan terhadap layanan publik yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, pemanfaatan gas bumi di fasilitas layanan kesehatan menjadi langkah penting dalam mendukung operasional rumah sakit yang membutuhkan pasokan energi andal selama 24 jam.

“Rumah sakit merupakan layanan publik vital yang membutuhkan dukungan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito menjadi bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Hery usai meresmikan operasional instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.

Menurut Hery, pengembangan infrastruktur gas bumi tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan keberlanjutan energi domestik.

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina terus menjalankan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui empat pilar utama, yakni Availability (Ketersediaan), Accessibility (Aksesibilitas), Affordability (Keterjangkauan), dan Acceptability (Penerimaan).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Kami berharap pemanfaatan gas bumi ini dapat mendukung efisiensi operasional rumah sakit sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi,” katanya.

Hery menjelaskan, gas bumi yang disalurkan PGN mayoritas bersumber dari produksi domestik sehingga turut membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional.

Selain itu, penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien dan memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, sehingga dapat mendukung target pengurangan emisi di sektor pelayanan publik.

General Manager Sales and Operation Region III PGN Hedi Hedianto menambahkan, proses pemasangan instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito berlangsung selama sekitar delapan bulan dan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional boiler maupun dapur rumah sakit.

“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Dengan pembakaran yang lebih efisien dan pasokan yang stabil, kami berharap pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito dapat terus berkembang,” ujar Hedi.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Sardjito dr. Riat El Khair mengatakan, penggunaan gas bumi menjadi bagian dari langkah rumah sakit dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak jenis solar secara bertahap.

“Selama ini penggunaan solar cukup besar, baik untuk boiler maupun kebutuhan dapur gizi. Dengan adanya gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit menjadi lebih efisien dan mendukung pengembangan Green Hospital,” katanya.

Menurut Riat, kebutuhan energi rumah sakit sangat besar mengingat kapasitas layanan RSUP dr. Sardjito yang mencapai hampir 1.000 tempat tidur dengan aktivitas operasional yang berjalan tanpa henti setiap hari.

Ke depan, PGN berharap pemanfaatan gas bumi di sektor layanan publik seperti rumah sakit dapat semakin luas sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi nasional, peningkatan efisiensi operasional fasilitas publik, serta pembangunan yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan.