spot_img
Beranda blog Halaman 2

Agustina Pacu Transformasi Hijau, Proyek Sampah Jadi Listrik Semarang Curi Perhatian Dunia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi semakin mendapatkan pengakuan.

Salah satu buktinya adalah tingginya minat investor global terhadap proyek Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya di TPA Jatibarang yang nilai investasinya mencapai Rp3 triliun.

Sebanyak 85 investor dari berbagai negara tercatat menunjukkan ketertarikan terhadap proyek strategis tersebut. Bahkan, pada Kamis (4/6), sebanyak enam perusahaan melakukan kunjungan langsung ke lokasi PSEL Semarang Raya untuk meninjau lokasi proyek. Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah seiring rencana kunjungan investor lainnya pada 8 Juni 2026 mendatang.

Tingginya minat investor tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap kesiapan Kota Semarang dalam mengembangkan proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang mendukung transisi menuju energi bersih.

Agustina menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata. Menurutnya, diperlukan lompatan inovasi agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari transformasi sebuah kota. Kota Semarang ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat,” tegas Agustina Rabu (3/6).

Melalui proyek PSEL Semarang Raya, Kota Semarang tidak hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kota yang terbuka terhadap investasi hijau dan pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Glory Nasarani, menjelaskan bahwa tingginya minat investor mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.

“Hasil market sounding menunjukkan respons yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Proyek PSEL Semarang Raya dirancang untuk melayani kawasan Semarang Raya yang meliputi Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Kehadiran proyek ini menjadi contoh kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kota Semarang, proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah di TPA. Dengan teknologi pengolahan modern yang tengah dikaji, volume sampah dapat ditekan secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.

Selain memberikan dampak lingkungan yang positif, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, serta meningkatkan daya saing Kota Semarang di mata investor nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, inovasi pelayanan publik, dan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Semarang optimistis proyek PSEL Semarang Raya dapat menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan sampah sekaligus menjadikan Semarang sebagai salah satu kota percontohan ekonomi hijau di Indonesia.

Adanya PSEL Semarang Raya sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, penguatan ekonomi hijau, inovasi pelayanan publik, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Semarang optimistis proyek ini dapat menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan sampah sekaligus memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu daerah percontohan ekonomi hijau di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan sampah di Kota Semarang tidak hanya menjadi solusi untuk hari ini, namun juga menjadi investasi bagi masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkas Agustina.

PGN Dukung Transformasi Green Hospital RSUP dr. Sardjito melalui Pemanfaatan Gas Bumi Rendah Emisi

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pemanfaatan gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui pemasangan instalasi gas bumi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, Sleman sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Green Hospital dan dukungan terhadap layanan publik yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan, pemanfaatan gas bumi di fasilitas layanan kesehatan menjadi langkah penting dalam mendukung operasional rumah sakit yang membutuhkan pasokan energi andal selama 24 jam.

“Rumah sakit merupakan layanan publik vital yang membutuhkan dukungan energi yang stabil, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito menjadi bagian dari upaya bersama mendukung transformasi layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Hery usai meresmikan operasional instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta.

Menurut Hery, pengembangan infrastruktur gas bumi tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan keberlanjutan energi domestik.

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina terus menjalankan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui empat pilar utama, yakni Availability (Ketersediaan), Accessibility (Aksesibilitas), Affordability (Keterjangkauan), dan Acceptability (Penerimaan).

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PGN. Kami berharap pemanfaatan gas bumi ini dapat mendukung efisiensi operasional rumah sakit sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi,” katanya.

Hery menjelaskan, gas bumi yang disalurkan PGN mayoritas bersumber dari produksi domestik sehingga turut membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi nasional.

Selain itu, penggunaan gas bumi dinilai lebih efisien dan memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak, sehingga dapat mendukung target pengurangan emisi di sektor pelayanan publik.

General Manager Sales and Operation Region III PGN Hedi Hedianto menambahkan, proses pemasangan instalasi gas bumi di RSUP dr. Sardjito berlangsung selama sekitar delapan bulan dan akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional boiler maupun dapur rumah sakit.

“Pemanfaatannya diperkirakan mencapai sekitar 30.000 meter kubik gas per bulan. Dengan pembakaran yang lebih efisien dan pasokan yang stabil, kami berharap pemanfaatan gas bumi di RSUP dr. Sardjito dapat terus berkembang,” ujar Hedi.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Sardjito dr. Riat El Khair mengatakan, penggunaan gas bumi menjadi bagian dari langkah rumah sakit dalam mengurangi konsumsi bahan bakar minyak jenis solar secara bertahap.

“Selama ini penggunaan solar cukup besar, baik untuk boiler maupun kebutuhan dapur gizi. Dengan adanya gas bumi, kami berharap operasional rumah sakit menjadi lebih efisien dan mendukung pengembangan Green Hospital,” katanya.

Menurut Riat, kebutuhan energi rumah sakit sangat besar mengingat kapasitas layanan RSUP dr. Sardjito yang mencapai hampir 1.000 tempat tidur dengan aktivitas operasional yang berjalan tanpa henti setiap hari.

Ke depan, PGN berharap pemanfaatan gas bumi di sektor layanan publik seperti rumah sakit dapat semakin luas sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi nasional, peningkatan efisiensi operasional fasilitas publik, serta pembangunan yang lebih rendah emisi dan berkelanjutan.

BULOG Cetak Rekor Baru, Serapan Gabah Nasional Lampaui 3 Juta Ton

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Perum BULOG kembali mencatat capaian besar dalam pengadaan pangan nasional. Hingga 3 Juni 2026, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional telah menembus 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional 4 juta ton pada 2026.

Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting penguatan cadangan pangan nasional sekaligus rekor baru dalam upaya menjaga stabilitas harga dan perlindungan terhadap petani di Indonesia.

Di wilayah kerja Jawa Tengah, Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah turut memberikan kontribusi signifikan. Hingga awal Juni 2026, serapan gabah dan beras petani di wilayah ini mencapai 237.222,83 ton setara beras, memperkuat stok pangan pemerintah sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal.

Pimpinan Perum BULOG Kanwil Jawa Tengah,
Sri Muniati, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen BULOG dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Realisasi serapan sebesar 237.222,83 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Jawa Tengah menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan serapan gabah dan beras tidak lepas dari sinergi lintas sektor mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi hingga seluruh insan BULOG yang bekerja intensif selama musim panen berlangsung.

Secara nasional, capaian serapan lebih dari 3 juta ton ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Apalagi, stok beras yang saat ini dikelola BULOG telah melampaui 5 juta ton, tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Kondisi tersebut dinilai mampu memberikan jaminan kuat terhadap ketersediaan pangan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga, bantuan pangan masyarakat hingga mitigasi potensi gejolak pasar dan bencana.

Keberhasilan pengadaan juga disebut menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, yang dinilai mampu memberikan kepastian harga sekaligus pasar bagi petani.

Dengan musim panen yang masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis, BULOG optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun.

“Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutup Sri Muniati.***

Tebar Kepedulian di Hari Raya Iduladha 1447 H, PLN UIP JBT Salurkan Daging Kurban kepada 2.400 Penerima Manfaat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat berbagi dan kepedulian mewarnai peringatan Hari Raya Iduladha 1447 H di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT).

Dalam rangka merayakan hari besar umat Islam tersebut, PLN UIP JBT melaksanakan pemotongan dan penyaluran hewan kurban pada 27 hingga 29 Mei 2026 kepada sekitar 2.400 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Pada tahun ini, PLN UIP JBT menyalurkan total 18 ekor sapi dan 19 ekor kambing yang berasal dari para shohibul kurban di lingkungan perusahaan. Hewan kurban tersebut didistribusikan ke lima unit kerja PLN UIP JBT, yakni Kantor Induk PLN UIP JBT di Kota Bandung, PLN UPP JBT 1 di Kabupaten Bandung Barat, PLN UPP JBT 2 di Kota Bandung, PLN UPP JBT 3 di Kota Cirebon, dan PLN UPP JBT 4 di Kota Semarang.

Secara rinci, Kantor Induk PLN UIP JBT menyalurkan 10 ekor sapi dan 4 ekor kambing, PLN UPP JBT 1 sebanyak 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, PLN UPP JBT 2 sebanyak 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing, PLN UPP JBT 3 sebanyak 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing, serta PLN UPP JBT 4 sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari pegawai dan tenaga alih daya PLN UIP JBT, kaum dhuafa, pondok pesantren, rumah tahfidz, panti disabilitas, panti asuhan, hingga masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah menyampaikan bahwa momentum Iduladha menjadi pengingat akan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh shohibul kurban yang telah mempercayakan penyaluran hewan kurbannya melalui PLN UIP JBT.

“Iduladha mengajarkan kita untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama. Melalui kegiatan kurban ini, PLN ingin menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dengan lingkungan sekitar. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh shohibul kurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya kepada PLN UIP JBT. Semoga semangat berbagi ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya yang kita bangun bersama,” kata Kishartanto.

Pelaksanaan kurban dilakukan secara paralel di seluruh unit kerja PLN UIP JBT dengan melibatkan pegawai, panitia kurban, serta berbagai pihak yang turut mendukung kelancaran kegiatan.

Selain menjadi bentuk ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas antarpegawai maupun dengan masyarakat sekitar.

Ribuan paket daging kurban yang disalurkan menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan yang terus dijaga oleh PLN.

Kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat dalam merayakan Hari Raya Iduladha.

Melalui kegiatan kurban ini, PLN UIP JBT kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sejalan dengan semangat Iduladha 1447 H, PLN UIP JBT berharap nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian dapat terus menginspirasi seluruh insan PLN untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.***

Ribuan Warga Antusias, Smartfren Fun Run 2026 Hidupkan Semangat Sehat di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 1.100 peserta memeriahkan ajang Smartfren Fun Run 2026 yang digelar di kawasan Balai Kota Semarang, Minggu (31/5/2026) pagi.

Kegiatan olahraga bertajuk lari santai tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan.

Sejak pagi, kawasan Balai Kota telah dipadati peserta dari berbagai wilayah di Semarang dan sekitarnya.

Tidak hanya komunitas lari, kegiatan ini juga diikuti keluarga, pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum yang memanfaatkan akhir pekan dengan aktivitas olahraga.

Regional Group Head PT XL Smart area Jawa Tengah, Joseph Marthinus Gultom, mengatakan konsep fun run dipilih karena olahraga lari saat ini semakin diminati masyarakat dan dapat diikuti berbagai kelompok usia.

“Segmen Smartfren adalah masyarakat luas. Lari menjadi olahraga yang bisa diikuti keluarga, orang tua, anak-anak, sehingga semua kalangan bisa ikut berpartisipasi. Karena itu kami menghadirkan Fun Run yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga hiburan dan kebersamaan,” ujar Joseph.

Menurutnya, Smartfren Fun Run tidak hanya menjadi agenda olahraga semata, melainkan juga sarana membangun interaksi sosial dan semangat positif di tengah masyarakat melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Semarang menjadi kota ke-42 dalam rangkaian penyelenggaraan Smartfren Fun Run yang digelar di sejumlah daerah di Indonesia.

Tingginya partisipasi masyarakat disebut menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan olahraga berbasis komunitas masih cukup besar.

Joseph menambahkan, usai penyelenggaraan di Semarang, rangkaian kegiatan akan berlanjut ke sejumlah kota di Pulau Kalimantan sebelum ditutup melalui acara puncak di Jakarta dengan target sekitar 7.500 peserta.

Program Smartfren Fun Run sendiri telah berlangsung sejak 2023 dan rutin menghadirkan konsep berbeda setiap tahunnya, termasuk desain jersey khusus yang menjadi identitas acara.

Selain lari santai, panitia juga menghadirkan sejumlah hiburan untuk peserta, seperti fun games, sesi zumba bersama, hingga pembagian doorprize.

Berbagai aktivitas tersebut menambah semarak suasana acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Melalui kegiatan ini, Smartfren berharap dapat terus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup aktif dan sehat, sekaligus menciptakan ruang interaksi positif yang dapat dinikmati berbagai kalangan.***

Kotta Hotel Semarang Hadirkan “Local Twist” Seasonal Menu dari Cemil Dining & Kobis Brew

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang menghadirkan promo kuliner musiman bertajuk “Local Twist” pada Mei 2026 melalui kolaborasi antara Cemil Dining dan Kobi’s Brew. Program ini menawarkan beragam menu dengan sentuhan cita rasa lokal yang dipadukan dengan konsep modern untuk memberikan pengalaman bersantap yang berbeda bagi para pengunjung.

Promo Local Twist mengusung konsep comfort food dengan sentuhan khas Indonesia yang dikemas secara kreatif. Melalui program ini, Kotta Hotel Semarang menghadirkan pilihan makanan dan minuman yang menggabungkan cita rasa lokal dengan teknik penyajian modern.

Beberapa menu spesial yang disajikan di Cemil Dining antara lain Cheesy Beef Rendang Quesadillas, perpaduan rendang cincang dan keju mozzarella dalam tortilla panggang. Selain itu terdapat Aglio e Olio Dori Matah yang memadukan spaghetti aglio e olio dengan sambal matah dan fillet dori crispy.

Menu lainnya adalah Ayam Bakar Benedict, interpretasi lokal dari eggs benedict yang disajikan dengan ayam bakar, poached egg, dan saus hollandaise. Untuk hidangan penutup, tersedia Tape Aroma Roll with Ice Cream yang memadukan tape, gula aren, dan es krim dalam sajian manis khas Nusantara.

Sementara itu, Kobi’s Brew menghadirkan dua pilihan minuman musiman, yaitu Red Amber dengan karakter rasa manis ringan dan menyegarkan, serta Choco Orange Cloud Latte yang mengombinasikan espresso creamy dengan foam jeruk yang memberikan cita rasa unik.

Chef Kotta Hospitality Management, Hary, mengatakan bahwa Local Twist dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang dekat dengan selera masyarakat Indonesia tanpa meninggalkan karakter modern yang menjadi ciri khas Kotta Hotel Semarang.

“Lewat Local Twist, kami ingin menghadirkan menu yang terasa dekat dengan selera lokal namun tetap memiliki karakter modern khas Kotta Hotel. Kami ingin experience makan dan ngopi di sini terasa hangat, menyenangkan, dan berkesan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari kawasan Kota Lama Semarang, Cemil Dining dan Kobi’s Brew terus menghadirkan ruang berkumpul bagi masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari pertemuan santai, bekerja, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat.

Menu musiman Local Twist kini telah tersedia untuk waktu terbatas dan dapat dinikmati langsung di Cemil Dining maupun Kobi’s Brew, Kotta Hotel Semarang. Melalui program ini, Kotta Hotel Semarang kembali menghadirkan inovasi kuliner yang mengangkat kekayaan rasa lokal dalam konsep yang relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini.***

Sambut Idul Adha, Hotel Ciputra Semarang Pererat Kebersamaan Lewat Kurban

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Hotel Ciputra Semarang menyalurkan dua ekor kambing kurban kepada Polsek Semarang Tengah dan Kelurahan Pekunden pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

Penyerahan hewan kurban dilakukan oleh perwakilan manajemen hotel kepada Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., serta Lurah Pekunden Ledhia Esturiani, S.KM., M.M.

Kegiatan penyaluran hewan kurban tersebut merupakan bagian dari upaya Hotel Ciputra Semarang dalam menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi pada momentum Idul Adha. Hewan kurban yang diserahkan nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah hotel.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis, inklusif, dan penuh empati dengan lingkungan sekitar.

“Kami meyakini bahwa keberadaan sebuah hotel tidak hanya dinilai dari kualitas layanan dan fasilitas yang kami hadirkan, tetapi juga dari sejauh mana kami mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di sekitar kami. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha, sekaligus mempererat hubungan kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu menginspirasi semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ini, Hotel Ciputra Semarang menegaskan perannya tidak hanya sebagai destinasi hospitality, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang aktif berkontribusi menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, peduli, dan penuh kebersamaan.***

Bidik Anak Muda Semarang, Levi’s® Hadir dengan Konsep Indigo Next Generation

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Brand denim global Levi’s® Indonesia resmi membuka The Original Levi’s® Store terbaru di 23 Semarang Shopping Center, Level 2, sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadirannya di kota-kota potensial di Indonesia.

Kehadiran gerai baru ini menghadirkan pengalaman berbelanja denim yang lebih modern sekaligus menjadi ruang eksplorasi gaya hidup bagi konsumen di Kota Semarang.

Pembukaan toko terbaru tersebut menandai gerai keempat Levi’s® di wilayah Semarang, setelah sebelumnya hadir di Pollux Mall Paragon, DP Mall Semarang, dan The Park Mall Semarang.

Gerai anyar ini mengusung konsep Indigo Next Generation, yakni pendekatan ritel modern yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belanja lebih segar, interaktif, dan imersif bagi pelanggan.

Semarang dinilai menjadi salah satu pasar strategis bagi Levi’s® seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda yang semakin dekat dengan tren fesyen global.

Country Marketing Head PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika Kusuma, mengatakan Semarang memiliki potensi besar dari sisi ekonomi, komunitas urban, hingga karakter anak mudanya yang dinamis.

“Kota Semarang memiliki energi yang terus berkembang, baik dari sisi ekonomi, komunitas urban, maupun gaya hidup anak mudanya. Melalui kehadiran store terbaru di salah satu destinasi ritel gaya hidup terbaru, 23 Semarang Shopping Center, kami ingin menghadirkan ruang baru yang imersif bagi konsumen untuk menemukan gaya Levi’s® yang paling merepresentasikan karakter dan jati diri mereka,” ujar Stiffen dalam keterangannya.

Berlokasi di kawasan Pearl of Java, 23 Semarang Shopping Center hadir sebagai salah satu destinasi gaya hidup terbaru di ibu kota Jawa Tengah.

Tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, kawasan ini juga dirancang menjadi ruang berkumpul masyarakat urban yang ingin menikmati pengalaman baru, termasuk dalam berbelanja produk fesyen.

Melalui gerai terbaru ini, Levi’s® menghadirkan beragam koleksi terkini, termasuk kampanye global “BEHIND THE ORIGINAL” yang menampilkan ROSÉ BLACKPINK sebagai Global Brand Ambassador.

Salah satu produk unggulan yang diperkenalkan ialah Levi’s® Women’s Loose Boot Jeans, model bootcut modern dengan potongan longgar dan nyaman, serta desain mid-rise yang mendukung berbagai bentuk tubuh.

Sementara untuk konsumen pria, Levi’s® tetap menghadirkan lini ikonik seperti 501®, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai simbol gaya denim klasik lintas generasi.

Tak hanya itu, Levi’s® juga memperkenalkan koleksi Performance Cool, yang dirancang khusus untuk kebutuhan konsumen di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Koleksi ini menggunakan perpaduan material katun, polyester, dan elastane Lycra sehingga menghasilkan bahan yang lebih ringan, lembut, serta nyaman dikenakan sepanjang hari.

Teknologi moisture-wicking pada koleksi tersebut memungkinkan proses penguapan keringat berlangsung lebih cepat sehingga memberikan sensasi tetap sejuk dan nyaman saat digunakan untuk aktivitas harian.

Memasuki musim panas, Levi’s® turut menawarkan berbagai pilihan celana pendek dan atasan ringan yang dapat dipadupadankan untuk gaya kasual namun tetap stylish.

Kehadiran koleksi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan konsumen yang mengutamakan kenyamanan sekaligus ekspresi gaya personal.

Stiffen menambahkan, setiap kota memiliki karakter unik dalam berekspresi, sehingga Levi’s® berupaya menghadirkan pengalaman ritel yang lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal.

“Kami percaya setiap kota memiliki karakter dan cara berekspresi yang berbeda. Dengan konsep retail experience terbaru Indigo Next Generation, kami ingin terus membawa pengalaman Levi’s® yang semakin dekat, relevan, dan tentunya menyenangkan bagi konsumen serta pencinta denim sejati di Semarang,” tutupnya.

Dengan hadirnya The Original Levi’s® Store di 23 Semarang Shopping Center, masyarakat Semarang kini memiliki pilihan baru untuk menemukan koleksi denim dan fashion essentials Levi’s® yang mendukung gaya hidup modern dan ekspresi diri.***

PLN UIP JBT Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) kembali menorehkan prestasi dalam bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang TOP CSR Awards 2026.

Dalam ajang yang mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development” tersebut, PLN UIP JBT berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 #Corporate Level – Star 4 untuk kategori Corporate Level.

Selain itu, General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, juga memperoleh penghargaan sebagai TOP Leader on CSR Commitment 2026 atas komitmen dan kepemimpinannya dalam mendorong implementasi program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan program TJSL PLN UIP JBT melalui Program Desa Berdaya Tunggul Pandean di Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Program ini berfokus pada pengelolaan limbah rumah tangga terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN UIP JBT untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mampu menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen PLN UIP JBT dalam menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” ujar Kishartanto.

Program Desa Berdaya Tunggul Pandean lahir dari persoalan pengelolaan sampah rumah tangga di desa tersebut.

Sebelum program berjalan, masyarakat masih membuang sampah di jalan, sungai, maupun membakar sampah di pekarangan rumah akibat keterbatasan akses menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kabupaten Jepara yang berjarak sekitar 50 kilometer dari desa.

Melalui proses social mapping bersama mitra pendamping dan akademisi, PLN UIP JBT kemudian menggagas pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang dilengkapi bank sampah dan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini juga mencakup edukasi perubahan perilaku masyarakat, pelatihan pengelolaan usaha, serta pengembangan ekonomi berbasis pengolahan sampah.

Ainanto Nindyo, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4, menjelaskan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga operasional.

“Program ini dirancang bersama masyarakat melalui musyawarah desa dan diskusi bersama pemerintah desa, RT/RW, tokoh masyarakat, serta BUMDes. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, muncul rasa memiliki sehingga keberlanjutan program dapat terjaga,” jelas Ainanto.

Sejak dijalankan pada periode 2023 hingga 2025, program tersebut menunjukkan dampak yang signifikan.

Pengelolaan sampah organik mencapai sekitar 1,2 ton per bulan, sementara 350 hingga 400 kilogram sampah anorganik berhasil dimanfaatkan melalui proses daur ulang. Sebanyak 450 kepala keluarga kini aktif menjadi nasabah bank sampah desa.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui produksi pupuk kompos, budidaya maggot dari sampah organik, hingga kerajinan tangan berbahan daur ulang yang dikelola kelompok ibu-ibu PKK.

Pengelolaan sampah melalui BUMDes bahkan mampu menghasilkan tambahan pendapatan desa sekitar Rp700 ribu per bulan.

Keberhasilan program Desa Berdaya Tunggul Pandean juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jepara dengan penghargaan sebagai desa mandiri dalam pengelolaan sampah.

Kishartanto menambahkan bahwa program TJSL PLN UIP JBT akan terus dikembangkan sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.***

Ponpes Askhabul Kahfi Semarang Gelar Shalat Ied Serentak, Kurban 3 Sapi dan 7 Hewan Ternak

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Mijen, Kota Semarang, menyelenggarakan rangkaian ibadah Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan,Rabu (27/5/2026).

Pelaksanaan Shalat Idul Adha dipusatkan di dua lokasi yang berbeda. Untuk santri Kampus 1, Kampus 2, dan Kampus 3, Shalat Ied dilaksanakan di Masjid Tsubutul Iman Kampus 2 dengan imam sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri, serta khatib Ust. Muhammad Fauzan.

Sementara itu, santri Kampus 4 melaksanakan Shalat Ied di Masjid Dawamut Taqwa dengan imam KH. Nadlirin, M.Pd. dan khatib Ust. M. Chamim.

Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan mewarnai pelaksanaan Shalat Idul Adha yang diikuti oleh para santri, ustaz, serta keluarga besar pesantren. Momentum Idul Adha menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Usai pelaksanaan Shalat Ied, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang dipusatkan di Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi. Pada tahun ini, pesantren menyembelih 3 ekor sapi, 4 ekor kambing, dan 3 ekor domba.

Khodim Pondok Pesantren, Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H. (Gus Rikza) , yang didampingi oleh Lurah Polaman, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, menyampaikan bahwa seluruh hewan kurban yang akan disembelih telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak oleh pihak terkait.

“Alhamdulillah, seluruh hewan kurban telah menjalani pemeriksaan kesehatan sehingga memenuhi syarat dan layak untuk disembelih. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam menjaga kualitas dan keamanan pelaksanaan ibadah kurban,” ujar Gus Rikza.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Polaman juga mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat sekitar dan keluarga besar pesantren.

“Kami sangat bersyukur dan terharu melihat kebersamaan warga, santri, dan para pengurus pesantren yang bahu-membahu merawat serta mempersiapkan hewan kurban. Semangat guyub rukun seperti ini menjadi kekuatan sosial yang perlu terus dijaga,” ungkapnya.

Melalui momentum Idul Adha ini, Pondok Pesantren Askhabul Kahfi berharap nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah semakin tertanam dalam kehidupan santri maupun masyarakat sekitar.***