spot_img
Beranda blog Halaman 208

Josant And Friend’s Law Firm Dorong Mahasiswa Univet Bantara Berpikir Kritis di Era Revolusi Industri 4.0

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa saat ini diwajibkan memiliki kemampuan berpikir kritis sebagai bekal dalam membangun sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di masa depan. Mahasiswa, sebagai salah satu elemen penting masyarakat, memainkan peran besar dalam pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan oleh pendiri Josant And Friend’s Law Firm, Dr (Hc). Joko Susanto, S.Pd., S.H., M.H., dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, pada Selasa (1/10/2024).

Acara ini dihadiri oleh 979 mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia, dengan beragam latar belakang disiplin ilmu, yang berlangsung di auditorium Univet Bantara. Bung Joko, sapaan akrabnya, menyampaikan materi pertama dengan tema “Berpikir Kritis Bangkitkan Semangat Generasi Perubahan.” Ia juga menjadi pemantik dalam debat dengan tiga topik bahasan: UKT elit dan fasilitas, pendidikan kerakyatan, serta komersialisasi dan liberalisasi pendidikan. Bung Joko didampingi oleh Rinanda Asrian Ilmanta dan Erik Hardoko dari Balai Mediasi Hukum Indonesia (Badikum).

“Mahasiswa adalah agen perubahan, kekuatan moral, dan perangkat keras suatu bangsa. Mereka tidak boleh lepas dari hubungan dialektis dengan struktur sosial dan politik,” ujar Bung Joko.

Sebagai Direktur Dewan Pendiri Nasional Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (DPN LBH Rupadi), Bung Joko menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai kaum intelektual dalam memimpin perubahan sosial. Ia menyebutkan bahwa berpikir kritis dan keberanian untuk bertanya harus terus ditanamkan pada diri mahasiswa.

“Kreativitas yang muncul dari diri mahasiswa tidak boleh dibatasi. Dosen juga perlu fleksibel, misalnya menerima alternatif seperti video sebagai pengganti makalah,” tambahnya.

Bung Joko juga memberikan tips untuk membangkitkan pemikiran kritis, seperti menghidupkan dialektika, berpikir di luar kebiasaan, dan memupuk gairah untuk perubahan yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk banyak membaca, menulis, dan berpartisipasi dalam diskusi.

Presiden BEM Univet Bantara, Muhammad Ariq Budianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang mampu berpikir kritis dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. Dengan begitu, mahasiswa akan siap menganalisis persoalan dan menyampaikan pendapat di depan umum.

Salah satu mahasiswa baru, Wisnu Bagaskara, mengaku bahwa agenda ini sangat bermanfaat baginya, khususnya dalam mewujudkan kompetensi di era revolusi industri 4.0. Wisnu berharap kegiatan ini akan membantunya dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan cinta tanah air.

“Kami bisa memahami lingkungan baru, sistem pembelajaran, dan memperkuat ikatan persahabatan dengan sesama mahasiswa baru, dosen, serta tenaga kependidikan. Acara ini sangat menyenangkan, terutama dengan kehadiran Bung Joko dari Semarang,” ungkap Wisnu.

PGN Pastikan Layanan Jaringan Gas Rumah Tangga di Sleman Terus Beroperasi Lancar

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Direktur Utama PT PGN Tbk Arief Setiawan Handoko melakukan inspeksi langsung pada pengembangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di wilayah Kabupaten Sleman, DIY. Yogyakarta pada Jumat, 27 September 2024. Pengembangan jaringan gas di wilayah ini menggunakan skema Compressed Natural Gas (CNG) Clustering.

CNG Clustering dipakai karena wilayah Kabupaten Sleman belum terjangkau oleh jaringan pipa transmisi maupun distrbusi gas bumi. Maka dari itu, gas bumi dari Blora diangkut dalam bentuk CNG menggunakan truk Gas Transport Module (GTM), kemudian dikompres untuk diturunkan tekanannya sebelum disalurkan ke rumah-rumah pelanggan.

Sampai dengan saat ini, jaringan gas untuk rumah tangga di Sleman sudah terpasang sebanyak 3.500 sambungan Rumah (SR) dari target sebanyak 7.000 SR. Jumlah pelanggan akan terus meningkat seiring dengan infrastruktur jargas yang terus dibangun di wilayah ini.

“Layanan gas bumi untuk rumah tangga merupakan bentuk kewajiban PGN melaksanakan public service obligation. Jadi PGN berkewajiban untuk melayani masyarakat. Selain melayani masyarakat, kami menuju program net zero emission,” ujar Arief.

Program jargas juga diharapkan dapat mengurangi impor LPG, sekaligus juga mengurangi penggunaan LPG bersubsidi.

“Karena LPG masih impor, maka jargas akan membantu mengurangi beban arus impor dan subsidi LPG. Mudah-mudahan penggunaan jargas semakin banyak dicontoh ibu-ibu lain agar masak lebih efisien dan cepat,” ujar Arief.

Arief juga menghimbau agar tim PGN yang bertugas di area Yogyakarta menggencarkan sosialisasi pemanfaatan jargas kepada masyarakat.

Termasuk edukasi terkait keselamatan penggunaan gas bumi. Mengingat Yogyakarta merupakan wilayah pengembangan baru, maka PGN perlu memberikan edukasi ke masyarakat yang wilayahnya dilalui pipa jargas.

Arief juga berkesempatan untuk mengunjungi pelanggan sekaligus melakukan gas in. Kepada pelanggan, ia juga menyampaikan terkait safety.

“Safety adalah nomor satu bagi kita. Maka penting diinformasikan bahwa kalau gas bumi sifatnya lebih ringan udara. Kalau ada kebocoran, gas bumi mudah terdeteksi karena diberi aroma pembau, sehingga valve bisa segera ditutup oleh pelanggan,” jelasnya.

Keunggulan jargas yang lebih safety pun menjadi daya tarik bagi Maria untuk berkenan menggunakan jargas PGN. Ia juga antusias karena jargas dapat digunakan selama 24 jam.

“Pembayarannya juga gampang menggunakan mobile banking, e-wallet atau di jaringan mini market terdekat,” katanya.

Senada dengan Maria, Ita juga menyambut Gas In gas bumi di rumahnya dengan antusias.

“Sebelumya kami sekeluarga menggunakan tabung gas beberapa macam ukuran. Lalu ada kabar baik dari PGN menawarkan untuk konversi ke gas bumi. Tidak perlu risau kehabisan gas karena dapat digunakan setiap saat dan pembayaran bisa via online. Saya berharap bisa PGN bisa mensosialisasikan ke ibu-ibu bahwa gas yang dipakai dari PGN lebih bagus, baik dari sisi keamanan dan efisiensi,” ujar Ita.

Di Hari Kesaktian Pancasila, Ferry Wawan Cahyono Tekankan Pentingnya Nilai Pancasila dalam Era Globalisasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2024, anggota DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, memberikan pesan penuh makna kepada seluruh rakyat Indonesia. Dia menekankan pentingnya menjaga semangat Pancasila sebagai pondasi utama dalam membangun bangsa yang berdaya saing dan bermartabat.

Tema nasional peringatan tahun ini, ‘Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas’, menurut Ferry, merupakan panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama mewujudkan visi Indonesia yang lebih gemilang pada 2045.

Ferry Wawan Cahyono menyampaikan, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan akan kekuatan Pancasila sebagai landasan ideologi yang menyatukan bangsa Indonesia dalam keberagaman.

” Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada warga Jawa Tengah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai penguat persatuan dan kesatuan, serta tetap teguh mengamalkan nilai-nilai Pancasila di setiap aspek kehidupan,” kata Ferry, di Semarang, Selasa (1/10).

Menurut Ferry, tema ‘Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas’ tidak hanya mengandung cita-cita besar Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045, tetapi juga menegaskan bahwa pencapaian itu hanya bisa diraih jika bangsa Indonesia tetap bersatu dalam semangat Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila, lanjutnya, adalah panduan hidup yang relevan sepanjang masa, yang mengajarkan kita untuk menjaga kebhinekaan, memperkuat gotong royong, serta menjaga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Indonesia Emas adalah visi besar yang harus kita perjuangkan bersama. Namun, jalan menuju ke sana tentu penuh tantangan. Oleh karena itu, Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa harus kita hayati dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita semua, dari Sabang hingga Merauke, bisa bersatu dalam semangat Pancasila, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang disegani dunia,” ujar Ferry dengan optimisme.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan momentum penting untuk mengingatkan generasi muda tentang sejarah panjang perjuangan bangsa.

Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa Pancasila adalah hasil dari perjuangan dan pengorbanan besar, serta merupakan landasan yang tak tergantikan bagi persatuan bangsa.

“Sebagai generasi penerus, kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita. Pancasila harus tetap kita jaga dari segala bentuk ancaman yang berusaha memecah belah bangsa ini. Dengan memperkuat komitmen pada Pancasila, kita dapat bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Ferry yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jateng.

Ferry juga mengapresiasi peran berbagai elemen masyarakat, dari pemerintah hingga masyarakat sipil, yang selama ini terus menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, politik, ekonomi, hingga budaya.

Menurutnya, upaya tersebut adalah kunci untuk memastikan bahwa Indonesia dapat terus berkembang dan meraih kemajuan di tengah persaingan global.

Di akhir pernyataannya, Ferry Wawan Cahyono mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai seremoni belaka, tetapi sebagai momentum refleksi dan aksi nyata.

Ia berharap, dengan semangat Pancasila, bangsa Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan global seperti ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik dengan lebih siap dan tangguh.

“Mari kita bersama-sama menjadikan Pancasila sebagai kekuatan utama dalam membangun bangsa ini menuju Indonesia Emas. Dengan persatuan, kerja keras, dan semangat gotong royong, saya percaya kita akan mampu menghadapi segala rintangan dan mewujudkan cita-cita besar bangsa kita. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk upacara bendera, seminar, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila selalu menjadi momen refleksi, di mana masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya Pancasila sebagai tameng utama dalam menghadapi segala ancaman terhadap kedaulatan negara.

Dari peristiwa kelam yang melatarbelakangi lahirnya peringatan ini, bangsa Indonesia telah belajar bahwa persatuan adalah kunci kekuatan, dan Pancasila adalah fondasi kokoh yang harus dijaga sepanjang masa.

Dengan tema ‘Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas’, Indonesia diharapkan dapat terus melangkah maju, membawa semangat Pancasila ke dalam setiap langkah menuju kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.

Kormi Kota Semarang Gelar Senam Massal, Promosikan Gaya Hidup Sehat di HUT ke-24

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Semarang kembali menggelar perayaan tahunan yang tak hanya sekadar selebrasi, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempromosikan gaya hidup sehat di masyarakat.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kormi yang ke-24, Kormi Kota Semarang mengadakan kegiatan senam massal yang berlangsung di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Minggu (29/9).

Acara ini berhasil menarik antusiasme masyarakat, terbukti dengan lebih dari 600 peserta yang hadir. Mereka berasal dari berbagai organisasi olahraga rekreasi (inorga) serta sekolah-sekolah di wilayah tersebut, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kebugaran fisik, tetapi juga perekat sosial di tengah komunitas.

Beragam organisasi yang bernaung di bawah Kormi turut berpartisipasi, mulai dari Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina), Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI), Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI), Yayasan Jantung Indonesia (YJI), hingga komunitas seperti Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti), Universal Line Dance (ULD), Senam Sehat Indonesia-Waitankung (SSI WTK), serta Indonesia Taekwondo Fun (ITF). Keragaman inorga ini menampilkan bagaimana Kormi tidak hanya mendukung satu jenis olahraga, melainkan berbagai bentuk kegiatan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat luas.

Tidak hanya warga biasa, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Sekretaris Kormi Jawa Tengah, Camat Mijen, Kapolsek, hingga Danramil setempat.

Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah untuk kegiatan yang bertujuan memasyarakatkan olahraga.

Triyo Sumanto, SE, MM, Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang, mewakili Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita G Rahayu, M. Sos, menyampaikan pesan yang sangat penting dalam sambutannya.

Beliau menegaskan bahwa olahraga yang dilakukan secara rutin dan masif di kalangan masyarakat dapat membawa perubahan positif dalam perilaku sosial.

“Kegiatan olahraga seperti ini bisa membantu masyarakat melepaskan kebiasaan buruk, seperti merokok, minum alkohol, atau berjudi. Dengan pikiran yang sehat, perilaku seseorang juga akan semakin baik, dan pada akhirnya berdampak positif pada kesehatan fisik,” ujar Triyo.

Senam massal ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari beberapa inorga, seperti Indonesia Taekwondo Fun (ITF) dan Portina, yang semakin menyemarakkan suasana.

Selain itu, panitia menyelenggarakan pembagian doorprize untuk menambah semangat para peserta, dengan hadiah utama berupa sepeda lipat yang disponsori oleh Sinar Bike.

Sekretaris Kormi Jawa Tengah, Edi Purwanto, dalam kesempatan yang sama juga memberikan apresiasinya kepada Kormi Kota Semarang yang diketuai oleh Lely Purwandari.

“Kormi Jawa Tengah sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Kami berharap, dengan perayaan HUT Kormi ke-24 ini, masyarakat semakin giat berolahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga juga bisa menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” kata Edi.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol perayaan HUT Kormi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.

Dengan dukungan dari berbagai pihak dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berkembang di masa depan, membawa dampak positif bagi kesehatan fisik, mental, serta kebersamaan di tengah masyarakat.

Melalui pemassalan olahraga seperti ini, Kormi semakin memperkuat perannya sebagai motor penggerak kebugaran masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wadah untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan produktif.

KAI Daop 4 Semarang Rayakan Ulang Tahun ke-79 dengan Kereta Makan Mewah di KA Argo Muria

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menghadirkan inovasi terbaru untuk pelanggan setia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 KAI.

Dalam momen special ini, Daop 4 Semarang secara resmi meluncurkan Kereta Makan Eksklusif yang dioperasikan khusus pada KA Argo Muria, kereta api kelas eksekutif yang melayani rute Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir pulang pergi yang sudah dimulai sejak Sabtu 28 September 2024.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa kereta makan eksklusif ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus sebagai langkah KAI dalam meningkatkan kenyamanan serta pelayanan kepada seluruh pelanggan KA.

“Kereta makan ini tidak hanya menawarkan fasilitas yang lebih modern, tetapi juga memberikan pengalaman bersantap yang lebih berkesan kepada penumpang selama perjalanan,” ujar Franoto.

Fasilitas Premium di Kereta Makan Eksklusif

Kereta makan eksklusif ini dirancang dengan berbagai fasilitas yang menunjang kenyamanan, antara lain:

  1. Desain interior yang lebih elegan, menciptakan suasana yang nyaman dan mewah bagi penumpang.
  2. Kapasitas 32 seat yang lebih lega untuk memberikan ruang bersantap yang lapang dan nyaman bagi para penumpang.
  3. Tirai jendela dan pintu penumpang yang dikendalikan otomatis dengan tombol, memberikan kemudahan dalam operasional.
  4. Digital menu display, memudahkan penumpang untuk memilih dan memesan makanan serta minuman secara praktis.
  5. Interior yang instagrameble, dihiasi dengan gambar lokomotif seri C1414 yang bersejarah. Lokomotif ini memulai dinasnya pada 10 Oktober 1902 dan menjadi salah satu ikon penting dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Sebagai salah satu lokomotif uap pertama, seri C1414 dikenal karena ketangguhannya dalam mengarungi berbagai medan, termasuk lintasan pegunungan di Jawa. Kini, lokomotif ini diabadikan dalam desain kereta makan sebagai simbol tradisi dan kemajuan.
  6. Tersedia musala, untuk memudahkan penumpang menjalankan ibadah selama perjalanan.
  7. Kecepatan maksimal 120 km/jam, memastikan perjalanan KA yang cepat, efisien, aman dan nyaman.

KA Argo Muria merupakan kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan oleh Daop 4 Semarang menggunakan rangkaian 9 kereta kelas eksekutif new image dengan total kapasitas 450 tempat duduk.

Kereta ini melayani perjalanan pulang pergi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir Jakarta, dengan pemberhentian di 4 stasiun yaitu Pekalongan, Tegal, Cirebon, dan Bekasi.

Franoto juga menambahkan, kehadiran kereta makan eksklusif ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam peningkatan pelayanan kepada pelanggan, terutama pada momen spesial HUT ke-79 KAI.

Selain itu, inovasi ini juga sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDG’s) yang berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan transportasi yang ramah lingkungan dan berfokus pada keberlanjutan.

“KAI berusaha terus berinovasi, tidak hanya dalam peningkatan layanan kepada penumpang tetapi juga dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial. Kereta makan eksklusif ini merupakan salah satu bentuk nyata penerapan SDG’s di sektor transportasi,” lanjut Franoto.

Menu Nusantara yang Memanjakan Lidah

Kereta makan ini juga menyediakan beragam menu khas Nusantara yang menggugah selera, seperti Nasi Rames Nusantara, Nasi Goreng, Bistik, Nasi Ayam Geprek, Nasi Langgi, Nasi Bali, Nasi Uduk Dendeng Balado, Nasi Kuning Cakalang dan lain sebagainya, serta berbagai pilihan minuman seperti Teh, Kopi, Hot Coklat, dan banyak lagi. Para penumpang dapat menikmati hidangan lezat sambil menikmati pemandangan selama perjalanan.

Dengan adanya fasilitas baru ini, KAI berharap dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Kereta makan eksklusif KA Argo Muria siap memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang, menjadikan setiap perjalanan semakin istimewa,” tutup Franoto.

Pengembangan Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

0

TASIKMALAYA (Pertamanews.id) – Upaya PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia dalam mengembangkan ekosistem biomassa yang berbasis ekonomi kerakyatan sukses memberdayakan masyarakat dan memperoleh dukungan Pemerintah. Usai sukses di Cilacap dan Gunung Kidul, PLN juga menerapkan program serupa di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (26/9) lalu.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tasikmalaya, Yedi Rahmat optimistis program yang dilakukan PLN ini akan mendukung kemajuan wilayahnya khususnya dalam bidang pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

“Program ini merupakan dukungan yang luar biasa bagi daerah kami. Program hari ini merupakan langkah strategis dan menjadi momentum bagi Kabupaten Tasikmalaya dalam mengembangkan sumber daya lokal,” kata Yedi dalam sambutannya pada agenda Peresmian Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu di Tasikmalaya pada Kamis (26/9).

Tidak hanya itu, dirinya menambahkan bahwa program ini juga turut menjaga kelestarian lingkungan karena mampu mengubah lahan yang sebelumnya kiritis menjadi lebih hijau dan produktif.

“Ini sejalan dengan upaya kami untuk terus mendorong ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan biomassa yang berkelanjutan,” tambah Yedi.

Senada dengan hal tersebut, salah seorang anggota Gabungan Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur, Rismayadi (40) yang terlibat aktif dalam program ini menjelaskan dengan memanfaatkan tanaman indigofera, lahan yang sebelumnya tandus dan sulit ditanami kini menjadi subur karena tanaman tersebut mampu menyimpan air dengan baik.

Tak hanya itu, dari tanaman ini masyarakat dapat memanfaatkan daunnya sebagai pakan ternak dan rantingnya dapat dijual ke PLN sebagai bahan bakar co-firing biomassa.

“Dulu lahan di sini tandus dan gersang. Setelah ditanami indigofera, manfaatnya tanah jadi subur, daunnya bisa jadi pakan ternak kambing atau domba. Kalau rantingnya nanti digunakan buat tenaga pembangkit biomassa,” terangnya.

Dirinya optimistis program ini dapat berkelanjutan dan mampu mendorong roda perekonomian bagi desanya.

“Dengan diadakan program penanaman indigofera ini semoga ke depannya bisa mendongkrak tingkat ekonomi untuk warga dan masyarakat di Desa Bojongkapol pada khususnya,” tambah Rismayadi.

Lebih lanjut, dirinya juga membeberkan bahwa program ini terus menarik animo masyarakat lainnya sehingga tertarik untuk mempelajari lebih jauh dan berpartisipasi.

”Pascaacara kemarin itu, banyak sekali warga yang ingin tahu lebih lanjut tentang program ini. Bahkan di warung kopi pun kami masih berbincang tentang hal ini,” ungkap Rismayadi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pengembangan biomassa ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam mengakselerasi transisi energi.

“Transisi energi merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita semua. Oleh karena itu, upaya ini membutuhkan lebih banyak pihak untuk bersatu melalui kolaborasi sehingga dapat diduplikasi secara nasional di wilayah-wilayah lainnya,” terang Darmawan.

Dirinya merinci, melalui program di Tasikmalaya, pihaknya mampu memberdayakan lebih dari 400 masyarakat setempat dengan potensi nilai ekonomi sebesar Rp30 miliar per tahun.

“Ke depan, kami menargetkan program ini akan melibatkan 1,25 juta masyarakat di seluruh Tanah Air sehingga mampu mencapai nilai ekonomi hingga Rp9,5 triliun per tahun,” pungkasnya.

Josant And Friend’s Law Firm Ajak Pelajar SMA Negeri 1 Moga Jauhi Bullying dan Narkoba

0

PEMALANG (Pertamanews.id) – Ciptakan sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan. SMA Negeri 1 Moga, Kabupaten Pemalang, kembali adakan Talk Show Pendidikan Karakter, dengan menghadirkan pendiri firma hukum Josant And Friend’s Law Firm, Dr (Hc). Joko Susanto, SPd, SH, MH. Acara tersebut bertujuan menciptakan kader pelajar anti bullying, waspada cyber crime, menjadi generasi anti narkoba, serta membumikan tata krama. Kegiatan itu dilakukan secara outdoor dipusatkan di lapangan sekolah, yang diikuti 360 pelajar kelas 10, pada Senin (29/9/2024).

Acara itu dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Moga, Wahyuliani, SPd, didampingi, Erwanto, SPd, MPd, Ridho Wijaksono, SPd, Nofia Lestiana, SPd, MH, dihadiri beberapa guru sekolah lainnya. Turut hadir mendampingi Joko adalah Rinanda Asrian Ilmanta, yang merupakan Sekjend Balai Mediasi Hukum (Badikum).

Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Moga, Wahyuliani, SPd, mengatakan, edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang positif dan menjauhkan mereka dari pengaruh buruk. Kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan serta melahirkan generasi muda yang sehat dan berprestasi.

Kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi disertai dengan menonton film, untuk memberikan pemahaman anak didik tentang bullying dan akibatnya. Selain itu ada sesi tanya jawab, deklarasi anti bullying dipimpin pelajar kelas 10 bernama Dilan dan diskusi interaktif antara pelajar dan narasumber. Banyak pelajar yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman, menunjukkan antusiasme mereka terhadap materi yang disampaikan.

“Dengan adanya agenda ini diharapkan para pelajar bisa menjadi kader anti bullying, memahami bahaya cyber crime, dan menjauhi narkoba, untuk selanjutnya menjadi pelajar yang memiliki budi pekerti luhur,”kata Wahyuliani.

Sedangkan, dalam paparannya, Dr (Hc). Joko Susanto, mengatakan pelajar menjadi incaran para pengedar dan bandar narkoba, utamanya jenis pil koplo, dan obat bebas terbatas yang disalahgunakan juga bisa menjadi awal pintu masuk. Maka dari itu pelajar harus diberikan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba. Dalam acara tersebut juga diberikan materi tentang berbagai bentuk bullying, cara mengatasi dan melaporkan tindakan tersebut, ancaman pidana, serta pentingnya menjaga rasa hormat dan kebersamaan di lingkungan sekolah aman, nyaman dan menyenangkan.

Menurutnya, para pelajar perlu diberikan pengetahuan tentang jenis-jenis narkoba, dampak buruknya terhadap kesehatan, dan cara menghindari serta melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba, serta mengetahui ancaman-ancaman pidananya, sehingga pelajar bisa menjauhi barang haram tersebut. Kemudian pelajar juga perlu memahami tentang bahaya cyber crime dan revenger porn yang semakin merajalela.

“Kalau bullying dapat menyebabkan trauma mendalam bagi korban, sedangkan narkoba dapat menghancurkan masa depan pelajar sebagai generasi muda. Melalui agenda ini pelajar akan mendapatkan informasi yang akurat tentang dampak negatif bullying dan narkoba, cyber crime, revenger porn, sehingga mereka bisa menghindari hal tersebut,”kata Joko Susanto, usai paparan materi.

Joko yang juga Direktur Dewan Pendiri Nasional Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (DPN LBH Rupadi), berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan para pelajar agar lebih waspada dan bijak dalam bertindak, khususnya dalam hal mengetahui bahaya narkoba, bullying, cyber crime, dan revenger porn. Kemudian para pelajar dapat membumikan tata krama di lingkungan sekolah.

“Kami hadir untuk kedua kalinya di sekolah ini (SMA 1 Moga,red),) dan kami bangga karena dari materi yang kami sampaikan, sekolah menindaklanjutinya dengan membentuk kader-kader pelajar guna menciptakan sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan. Kehadirannya sebagai pilot project kader anti bullying, kader cyber crime, dan kader anti narkoba. Dengan begitu ilmunya bisa saling ditularkan ke pelajar kelas lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Nurul Aulia, mengaku senang dengan agenda tersebut. Karena pihaknya dari pengurus Osis dilibatkan untuk berperan sebagai panitia dalam agenda itu. Menurutnya masalah bullying adalah masalah bersama, sehingga pihaknya juga siap menjadi kader anti bullying, anti napza dan memerangi cyber crime di sekolah.

“Bullying jangan sampai masuk sekolah dan kami siap berperan untuk memerangi bullying, narkotika, maupun cyber crime jikalau sampai masuk sekolah kami. Apalagi dengan ilmu baru yang sudah disampaikan Bung Joko,”sebutnya

Pemerintah Dorong Pemetaan Penggunaan LPG 3kg di Sektor Pertanian untuk Efisiensi Produksi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah daerah didorong untuk melakukan pemetaan penggunaan LPG 3kg di sektor pertanian. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya penggunaan LPG 3kg khususnya untuk pompa pengairan sawah.

Pengamat Ekomomi Universitas Negeri Semarang, Bayu Bagas Hapsoro mengatakan, pemetaan dilakukan agar alokasi LPG subsidi untuk sektor pertanian tepat sasaran. Ini mudah dilakukan dengan melihat data penjualan atau data distribusi LPG di wilayah kantong-kantong pertanian yang ada di Jawa Tengah.

“Ya tentu saja itu harus didalami dengan lebih detail penggunaan LPG di kantong-kantong pertanian atau kantong produksi pertanian. Perlu ada survei lebih lanjut ya, bagaimana memakai LPG itu, apakah dia memang menggunakan LPG itu untuk konsumsi atau untuk produksi di sektor pertanian,” katanya.

Menurutnya, penggunaan LPG subsidi di sektor pertanian merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya produksi . Dengan demikian, harga kebutuhan pokok masyarakat akan menjadi lebih murah dan terkendali.

“Terlepas dari semua aturan, maka secara umum adalah tugas negara untuk menjamin ketersediaan ketahanan pangan bagi warga negara. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu dengan menjaga agar biaya produksi, khususnya untuk sektor pertanian dapat lebih rendah, sehingga harga jual yang kemudian menjadi dasar harga kebutuhan pokok masyarakat bisa lebih terkendali,” ungkap Bayu.

Seperti diketahui, pada Perpres Nomor 38/2019 jo. Perpres Nomor 71/2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran, sudah jelas disebutkan jika petani sasaran sendiri adalah orang yang memiliki lahan pertanian paling luas 0,5 hektar, kecuali untuk transmigran, yang memiliki lahan pertanian paling luas 2 hektar, dan melakukan sendiri usaha tani tanaman pangan atau hortikultura serta memiliki mesin pompa air dengan daya paling besar 6,5 Horse Power.

Bayu menjelaskan, untuk penggunaan LPG subsidi disektor pertanian tetap harus dilakukan pengawasan sesuai dengan peruntukkannnya. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat standar acuan penggunaan LPG subsidi secara wajar.

“Ini secara umum kan memang digunakan untuk kepentingan sektor pertanian. Ada semacam pemakaian kewajaran yang digunakan sebagai standar acuan. Ya misalnya sebut saja angka kewajaran berapa penggunaan LPG 3 kg yang digunakan untuk membantu proses produksi. Itu kan akan muncul dan bisa saja pemerintah memberikan semacam ‘early warning system’ begitu ketika ada pemakaian yang tidak wajar,” jelasnya.

Terpisah, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko menyebut, pengguna LPG subsidi di sektor pertanian tidak ada masalah. Hal ini sesuai dengan ketentuan bahwa mereka yang berhak mengkonsumsi LPG subsidi adalah rumah tangga, UMKM, petani dan nelayan sasaran.

“Kalau kemarin kan konsumsi di pertanian juga ya itu kan sudah diatur oleh Permen SDM, bahwa alokasi gas untuk kepentingan pertanian dan juga untuk kepentingan nelayan kecil,” ujar Sujarwanto.

Sujarwanto menambahkan, sejauh ini belum ada lonjakan berarti terkait dengan konsumsi LPG subsidi di Jawa Tengah. Biasanya, kenaikan nanti akan terlihat jelang akhir tahun, dimana terdapat sejumlah kegiatan besar, diantaranya musim tanam, aktivitas perikanan, Natal dan tahun baru.

“Sekarang belum terjadi over. Tapi nanti menghitung sampai proyeksi kebutuhan akhir tahun biasanya akan ada peningkatan aktifitas pengolahan di sawah, ada kegiatan perikanan, juga akan ada perayaan Natal dan Tahun Baru,” tukas Sujarwanto

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto mengatakan, pihaknya hingga kini belum melakukan pemetaan terkait dengan penggunaan LPG 3kg di sektor pertanian. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan dinas pertanian tidak memiliki tugas dan fungsi di sektor energi.

“Belum. Kami tidak punya TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi) energi,” tegas Supriyanto, melalui pesan singkatnya.

Penyesuaian HET LPG 3 Kg, Pemprov Jateng Bentuk Tim Pengawas Harga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram dari Rp15.500/tabung menjadi Rp18.000/tabung sudah mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Penyesuaian HET mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 540/20 tahun 2024, tentang harga eceran tertinggi LPG 3 kg pada titik serah sub penyalur/pangkalan, yang mulai diterapkan sejak 22 Agustus 2024.

Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Provinsi Jateng, Sudjarwanto Dwiatmoko mengatakan, penyesuaian HET LPG 3 kg sudah melalui berbagai pertimbangan dan masukan. Apalagi, penetapan HET LPG 3 kg terakhir dilakukan pada tahun 2015 lalu.

“Jadi HET LPG 3 kg ini sudah 9 tahunan belum ada penyesuaian harga. Sedangkan harga LPG yang ada di masyarakat juga sudah di atas harga HET. Kita sudah cek hampir satu setengah tahun, itu ada yang harganya Rp20.000 dan Rp21.000. Nah ini kemudian didiskusikan, lalu kita survei, dan memang sudah saatnya untuk kemudian HET sebaiknya disesuaikan,” katanya.

Menurut Sudjarwanto, penyesuaian HET LPG 3 kg ini telah menyesuaikan perkembangan ekonomi serta daya beli masyarakat. HET diputuskan berdasarkan harga yang berlaku, dan memang ketemunya angka seperti itu.

Terpisah, Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng, Devita Ayu Mirandati mengatakan, penyesuaian HET LPG 3 kg juga perlu diikuti adanya pengawasan di lapangan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal membentuk tim untuk melakukan pengawasan penerapan penyesuaian HET LPG 3 kg.

“Di Pemprov Jateng kami akan segera membentuk tim terpadu, agar konsumen membeli dengan harga HET. Tim ini dibentuk untuk mengawasi harga di tingkat pangkalan dan agen, dimana saat ini tercatat ada 733 agen dan lebih dari 54.000 pangkalan LPG di Jawa tengah,” ungkapnya.

Dijelaskan, sejauh ini pemerintah daerah baru bisa melakukan pengawasan hingga ke tingkat agen dan pangkalan. Nantinya, tim akan melakukan koordinasi guna memastikan pula pengawasan harga eceran hingga di tingkat pengecer.

“Ketentuannya memang saat ini pantauannya sampai pangkalan. Aturannya baru sampai pangkalan. Tapi nanti kami akan koordinasi bagaimana nanti sampai ke pengecer,” jelasnya.

Ditambahkan, masyarakat dihimbau untuk membeli LPG 3 kg langsung ke pangkalan LPG, sehingga mendapatkan harga sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah. Apalagi, saat ini jumlah pangkalan LPG di Jawa Tengah cukup memadai dan dapat dijangkau oleh masyarakat.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan yang sudah ada sekarang. Setiap kecamatan dan desa saat ini sudah sangat banyak dan memadai jumlahnya,” imbuhnya.

Menurut Devi, penyesuaian HET LPG 3kg ini dilakukan pemerintah provinsi untuk menyesuaikan kenaikan komponen biaya produksi yang tidak bisa dihindari oleh pengusaha, seperti kenaikan upah tenaga kerja. Sedangkan Jawa tengah sendiri belum menaikkan HET LPG 3kg sejak 9 tahun lalu.

“Jawa Tengah ini provinsi ke-24 yang baru melakukan penyesuaian HET LPG 3kg. Sudah 9 tahun sejak dari 2015, baru dilakukan penyesuaian 2024,” ungkapnya.

Selain melakukan pengawasan HET di tingkat agen dan pangkalan, Pemprov Jateng juga terus mendukung program pendataan pembelian LPG subsidi dengan menggunakan KTP. Diharapkan dengan pendaftaran tersebut penyaluran LPG subsidi akan lebih tepat sasaran.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk pendataan pembeli LPG subsidi. Jadi ini terus berproses supaya pembeli sesuai dengan ketentuan yang berhak membeli,” tukas Devi.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Provinsi Jateng, Diah Ayu Ratna Sari menuturkan, pengawasan terkait penerapan HET LPG 3kg dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas ESDM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Biro Perekonomian, Aparat Penegak Hukum, dan Pertamina. Namun demikian, sesuai aturan, pengawasan baru dapat dilakukan di tingkat pangkalan.

“Sesuai regulasi Permen ESDM Nomor 28/202, rantai distribusi LPG 3kg hanya tingkat sub penyalur (pangkalan), maka dari itulah pengawasan hanya dapat dilakukan hingga tingkat pangkalan saja,” tukasnya

Diah pun memastikan, pangkalan yang melanggar ketentuan penerapan HET LPG 3kg bisa mendapatkan sanksi tegas, diantaranya teguran tertulis hingga pemutusan hubungan usaha.

“Mengenai sanksi agen dan pangkalan diatur dalam kontrak antara Pertamina dengan agen atau pangkalan. Contohnya teguran tertulis, pemotongan alokasi LPG, sampai pemutusan hubungan usaha,” ujarnya.

Diah berharap, peran masyarakat untuk ikut mengawasi penerapan HET LPG 3kg. Jika menemukan adanya pelanggaran, maka masyarakat bisa melaporkan kepada pihak berwenang melalui saluran yang disediakan.

“Pengaduan dapat disampaikan melalui berbagai saluran, seperti hotline pengaduan, website resmi, atau media sosial,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD IV Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jateng dan DIY, Fajar Mahardika, menyambut baik penyesuaian HET LPG 3 kg ini. Menurutnya, penyesuaian HET ini sudah mengakomodasi, diantaranya biaya angkutan yang di dalamnya terdapat sejumlah komponen biaya yang mengalami kenaikan dalam 9 tahun terakhir.

“Untuk mendistribusikan ke pangkalan memerlukan kendaraan. Dalam kendaraan itu perlu driver, karyawan, kernet, dan perlu perawatan kendaraan,” ungkapnya.

Fajar menuturkan, HET yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi tahun ini juga telah mengakomodasi komponen margin pangkalan dalam memasarkan LPG. Dalam keputusan, HET tahun ini naik dari Rp1.250 menjadi Rp2.480 per tabung, atau kenaikan hampir dua kali lipat.

“Ini karena pangkalan merupakan ujung tombak penyaluran LPG 3 kg di masyarakat. Dan mereka memiliki kewajiban yang semakin bertambah, seperti harus mendata NIK pembeli melalui tablet atau handphone,” tukasnya.

Fajar menyebut, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap anggotanya dengan melakukan sidak ke pangkalan – pangkalan. Pangkalan juga diminta untuk mencantumkan nomor pengaduan konsumen kepada agen,
Pertamina, pemda setempat dan kepada Dirjen Migas.

“Ketika konsumen menemukan pangkalan yang menjual di atas HET, maka masyarakat diminta untuk melaporkan. Jika benar, maka bisa ada sanksi, mulai pemotongan alokasi, hingga pemutusan hubungan usaha,” kata Fajar.

Dengan jumlah pangkalan yang mencapai 54.000, dinilai sudah sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat pun seharusnya tidak kesulitan untuk mendapatkan LPG dengan harga eceran tertinggi.

“Kalau sesuai aturan, satu desa itu ada satu pangkalan. Sedangkan di Jateng ini ada 54.000 pangkalan yang merupakan salah satu terbesar di Indonesia,” terang Fajar.

Terkait dengan penjualan LPG 3 kg ditingkat pengecer, Fajar menyebut, hal itu telah diatur oleh pemerintah, dimana pangkalan boleh menjual kepada pengecer maksimal 20% dari jumlah kuota. Namun demikian, sejauh ini tidak ada aturan dari pemerintah terkait dengan harga di tingkat pengecer, karena bukan mata rantai resmi.

“Pemerintah melalui Dirjen Migas sudah memberikan batasan, dimana jumlah pengecer yang boleh dilayani hanya 20% perhari,” ujarnya.

Fajar menegaskan, LPG 3kg merupakan barang subsidi pemerintah, sehingga hanya masyarakat tidak mampu yang berhak membeli. Sedangkan untuk masyarakat mampu, Pertamina telah menyediakan tabung gas 5,5kg dan 12kg.

“LPG 3kg kan peruntukkannya sudah jelas untuk masyarakat tidak mampu, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran. Diharapkan masyarakat yang tidak masuk kategori itu bisa memilih LPG 6,5 kg dan 12 kg yang disediakan Pertamina,” pungkasnya.

Alumni UNDIP Bersatu, Ferry Wawan Cahyono Dorong Kontribusi Nyata untuk Banyumas

0

PURWOKERTO (Pertamanews.id) – Anggota DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono yang sekaligus Sekretaris IKA Undip Jawa Tengah menghadiri acara pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) Kabupaten Banyumas, di Purwokerto, Sabtu (28/9).

Acara tersebut diselenggarakan dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh alumni dari berbagai angkatan Universitas Diponegoro, serta tokoh masyarakat dan pejabat setempat yang turut memeriahkan momen penting ini.

Dalam pidato sambutannya, Ferry menyoroti pentingnya sinergi antaralumni sebagai kekuatan besar dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, alumni Undip memiliki potensi luar biasa yang bisa dioptimalkan untuk mendukung kemajuan Kabupaten Banyumas.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong alumni harus menjadi modal utama dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan jaringan yang luas dan kompetensi yang dimiliki, alumni Undip bisa menjadi katalisator perubahan positif di Banyumas,” ujar Ferry yang juga juga alumni UNDIP itu.

Ferry juga menegaskan pentingnya alumni berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan-tantangan pembangunan daerah.

Dalam hal ini, kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci sukses dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka panjang.

“Saya sangat mengapresiasi peran alumni Undip yang selama ini terus aktif memberikan solusi dan inovasi untuk berbagai permasalahan di masyarakat. Kolaborasi antara alumni dan pemerintah adalah faktor penting agar pembangunan di Banyumas dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Ferry mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Banyumas tidaklah ringan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, alumni diharapkan dapat turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru, mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong terciptanya inovasi di bidang pendidikan dan kesehatan.

Acara pelantikan pengurus baru DPC IKA Undip Banyumas ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi, tetapi juga momen penting untuk menetapkan arah dan program kerja ke depan.

Pengurus yang baru dilantik memaparkan sejumlah program unggulan yang akan difokuskan dalam masa jabatan mereka.

Di antaranya adalah memperkuat jaringan alumni, mengembangkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu, serta menginisiasi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM.

Selain itu, Ketua Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Jateng itu dalam pidatonya juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar utama pembangunan.

Ia mengajak seluruh alumni untuk aktif mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Banyumas. Menurut Ferry, pendidikan adalah kunci untuk menciptakan generasi muda yang inovatif dan siap menghadapi tantangan global.

“Pendidikan harus menjadi prioritas kita bersama. Saya mendukung penuh langkah IKA Undip Banyumas dalam memberikan beasiswa dan mendukung berbagai program pendidikan. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan sangat berdampak bagi masa depan Banyumas,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar alumni terus terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Peran alumni diharapkan tidak hanya sebagai pelaku di sektor swasta atau pemerintah, tetapi juga sebagai penggerak dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berperan dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Alumni Undip harus berada di garis depan dalam membawa perubahan positif, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” tegas Ferry.

Acara pelantikan ini juga menjadi ajang bagi para alumni untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan kerja. Kehadiran alumni dari berbagai bidang profesi mulai dari sektor swasta, pemerintahan, hingga aktivis sosial membawa energi positif yang diharapkan dapat memacu semangat baru dalam menjalankan program-program IKA Undip Banyumas ke depan.

Dalam penutupan acara, Ferry kembali mengingatkan seluruh alumni tentang pentingnya komitmen dan keberlanjutan dalam setiap program yang dijalankan.

Ia berharap agar kegiatan yang diinisiasi oleh IKA Undip Banyumas tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.

“Mari kita wujudkan bersama Banyumas yang lebih maju, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Saya yakin, dengan potensi yang kita miliki, kita bisa mencapai banyak hal dan membawa perubahan nyata bagi daerah ini,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus baru DPC IKA Undip Banyumas ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah besar yang akan dilakukan para alumni untuk mendukung pembangunan di berbagai sektor.

Dengan komitmen yang kuat dan program-program yang terencana dengan baik, para alumni Undip diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas dan menjadikan daerah ini lebih berdaya saing di tingkat nasional maupun global.