spot_img
Beranda blog Halaman 214

Wisuda Periode lll 2024, SCU Semarang Hadirkan Wisudawan Berprestasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang kembali menggelar wisuda periode III tahun 2024. Acara ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 September 2024, di Auditorium Agnes Widanti, Kampus 1 SCU Bendan yang baru saja selesai direnovasi.

Wisuda kali ini melibatkan 593 wisudawan dari berbagai program studi, termasuk 13 program sarjana, 7 program magister, 1 program doktoral, 1 program profesi, dan 1 program diploma.

Acara ini akan digelar dalam dua sesi, mengingat jumlah peserta yang cukup besar. Hal ini menjadi momen istimewa bagi para wisudawan, keluarga, dan seluruh civitas akademika SCU.

Wisuda bukan hanya sekadar seremoni penutupan, tetapi juga simbol pencapaian dan langkah awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan di dunia profesional dan akademik.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, SE, MSi, menyampaikan bahwa wisuda kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa menyelenggarakan wisuda di auditorium yang baru direnovasi ini. Wisuda kali ini juga akan diikuti berbagai wisudawan dan cukup padat,” ujar Prof Berta, saat Konferensi Pers bersama para Wartawan, di Kampus SCU Bendan, Kota Semarang, Jumat (20/9) pagi.

Wisuda periode III ini menjadi momen penting bagi SCU untuk menunjukkan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademis, tetapi juga berprestasi di berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prof Berta juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para mahasiswa yang telah membawa nama baik universitas melalui berbagai prestasi akademik dan non-akademik.

” Saya sangat bangga sekali karena wisuda kali ini akan dihadiri oleh para wisudawan yang berprestasi dalam berbagai bidang,” ubgkap Prof Berta.

Salah satu sorotan dalam wisuda kali ini adalah kehadiran mahasiswa berprestasi yang telah menorehkan berbagai pencapaian membanggakan.

Mereka adalah bukti nyata bahwa SCU tidak hanya fokus pada pendidikan akademis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk bersaing di berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.

David Sebastian Putaya, lulusan Program Studi Akuntansi dengan jalur Lulusan Alternatif Tugas Akhir (ALTA), berhasil meraih IPK 3,80.

Audrey Eleanor Yuliana Azury Mangimbulur, dari Program Studi Psikologi dengan IPK 3,79, berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Psychographic Psychology Fair di tingkat nasional dan juga memenangkan penghargaan di tingkat internasional.

Di bidang arsitektur, mahasiswa seperti Rosiana Budiarti Santoso, Florensia Esperanse Lie, dan Fidellio Iqbaal Erfanda menunjukkan prestasi yang mengesankan.

Mereka berhasil memenangkan berbagai kompetisi desain yang berfokus pada inovasi dan solusi ramah lingkungan.

Karya-karya mereka membuktikan bahwa generasi arsitek masa depan SCU mampu bersaing di tingkat global.

Terakhir, Prof Berta menambahkan dengan adanya wisudawan yang berprestasi ini menunjukkan bahwa aktivitas yang padat tidak mengurangi semangat untuk mengukir prestasi diluar akademik.

” Ini menunjukkan aktif dalam segala aktivitas berprestasi juga bisa mengikuti kurikulum dengan baik,” imbuh Prof Berta.

Wisuda periode III tahun 2024 ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan simbol pencapaian akademik yang membawa kebanggaan bagi para lulusan serta menegaskan kembali visi SCU untuk mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Bagi para lulusan, wisuda ini adalah titik awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan di dunia profesional.

SCU terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung para mahasiswa untuk mengejar mimpi dan prestasi.

Dengan semangat kebersamaan, wisuda ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi para lulusan untuk terus berkembang dan berkontribusi positif bagi bangsa, lingkungan, dan dunia.

Hadirnya Tol Solo-Yogyakarta, Kajati Jateng Ponco Hartanto Harap Mobilitas dan Distribusi Lebih Efisien

0

BOYOLALI (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah (Jateng), Ponco Hartanto S.H. M.H., turut menghadiri peresmian proyek strategis nasional, Jalan Tol Ruas Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo Seksi I yang menghubungkan Kartasura dan Klaten, di Kabupaten Boyolali.

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi negara, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, para menteri kabinet, serta pejabat daerah setempat.

Proyek tol ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memperkuat konektivitas antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, sekaligus meningkatkan akses menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, infrastruktur yang baik akan mempercepat mobilitas dan mempermudah distribusi, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Kajati Jateng Ponco menyambut baik langkah pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Tengah.

Ia menegaskan bahwa proyek ini akan memperkuat konektivitas antardaerah dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi regional.

“Proyek ini tidak hanya penting dari segi peningkatan aksesibilitas, tetapi juga akan menjadi pendorong utama bagi kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan investasi dan pariwisata,” kata Kajati Jateng Ponco.

Ia menegaskan komitmen Kejaksaan dalam mengawal jalannya proyek infrastruktur, memastikan kepatuhan terhadap hukum, serta mencegah segala bentuk penyimpangan.

Pembangunan Jalan Tol Ruas Solo – Yogyakarta ini diyakini akan mendatangkan banyak manfaat strategis, baik untuk ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat.

Jalan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh antara Solo dan Yogyakarta, dua pusat budaya dan ekonomi penting di Pulau Jawa. Hal ini tentunya akan mempermudah mobilitas orang dan barang, serta membuka peluang baru bagi peningkatan sektor pariwisata di sekitar area tol, seperti akses menuju Candi Borobudur, Prambanan, dan destinasi wisata lainnya di Yogyakarta.

Lebih jauh lagi, keberadaan jalan tol ini akan memperbaiki distribusi logistik dari dan menuju Yogyakarta.

Biaya transportasi barang akan menurun secara signifikan, memberikan dampak positif bagi daya saing produk-produk lokal dan sektor industri.

Selain itu, dengan tersambungnya jalan tol menuju Yogyakarta International Airport (YIA), diharapkan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat, baik domestik maupun internasional, yang akan berdampak langsung pada pengembangan ekonomi lokal, termasuk sektor perhotelan, kuliner, dan jasa wisata.

Peresmian ini menjadi simbol nyata dari komitmen pemerintah dalam memajukan pembangunan infrastruktur nasional.

Pada akhirnya, pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan adalah fondasi yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, dengan daya saing yang lebih tinggi di kancah global.

Luar Biasa, Kelurahan Pudakpayung Semarang Masuk Tiga Besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kelurahan Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang berhasil lolos masuk tiga besar Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional dari Regional II Tahun 2024.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajarannya hadir secara langsung mendampingi Lurah Pudakpayung dalam verifikasi dan pemaparan Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta, Kamis (19/8).

Sebelumnya, tim juri dari Kemendagri telah lebih dahulu melakukan peninjauan langsung dan penilaian klarifikasi kelurahan se-regional II tahun 2024.

Setelah melalui seleksi ketat, Kelurahan Pudakpayung akhirnya masuk dalam tiga besar kelurahan berprestasi tingkat nasional.

Ditemui usai pemaparan, Mbak Ita sapaan akrab Wali Kota Semarang mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang didapat Kelurahan Pudakpayung masuk nominasi tiga besar tingkat nasional, untuk regional Jawa Bali.

“Tentu ini menjadi penyemangat kota Semarang atas komitmen mengembangkan seluruh kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Semarang. Tidak melihat kelurahan itu ada di Semarang bawah, atas maupun tengah, tetapi untuk kesejahteraan yang merata di kota Semarang,” ujar Mbak Ita.

Menurut dia, banyak yang disorot oleh mentor dan dewan juri dalam sesi pemaparan lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional kali ini. Terutama terkait pengelolaan dan penanganan sampah di masyarakat.

Masyarakat di kelurahan Pudakpayung telah memulai program pilah sampah dari lingkup terkecil di rumah tangga. Sehingga sampah yang dihasilkan di tingkat rumah tangga, telah dimanfaatkan dan disaring di Bank Sampah Payung Lestari sebelum ke TPA.

Dirinya mengakui jika banyak inovasi-inovasi yang dikembangkan pemerintah kota (Pemkot) Semarang dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengolahan sampah.

“Saat ini kami sedang mengembangkan project yang bekerja sama dengan BRIN. Jadi salah satunya adalah pengelolaan limbah sampah plastik untuk menjadi bahan bakar setara solar,” kata Mbak Ita.

Ia menyebut, dari 100 kilogram sampah plastik yang terkumpul bisa diubah menjadi 100 liter bahan bakar setara solar.

“Ini sudah kami anggarkan di APBD perubahan untuk kita bisa bagikan di beberapa titik, salah satunya di Pudak payung,” ujarnya.

Yang kedua, lanjut Mbak Ita, pengembangan dengan BRIN yakni budidaya lobster air tawar. Lobster air tawar ini mengkonsumsi sampah-sampah organik berupa sayur mayur, sehingga lobster ini aman bagi penderita kolesterol.

“Ini juga salah satu upaya mengangkat potensi, karena di Pudakpayung airnya berasal dari sumber mata air yang tidak pernah kering. Hasil budidaya, kalau di tingkat petani, harganya Rp 150 ribu per kg dengan biaya operasional hanya 60-70 ribu. Kalau ekspor harganya bisa mencapai Rp 300 ribu. Jadi ini salah satu upaya penanganan sampah juga, terutama sampah organik,” kata dia.

Tak hanya persoalan sampah, dewan juri juga menyoroti lahan hijau bagi pemukiman serta proyeksi ke depan.

“Untuk lahan, Alhamdulillah kami punya peta geospasial. Kami tahun 2023 menjadi juara kedua tingkat nasional untuk penataan geospasial dan perda RT RW. Di situ sudah ada masterplannya terkait perizinan-perizinan perumahan,” imbuhnya.

Terlebih, kata dia, topografi di kelurahan Pudakpayung yang berbukit bukit sehingga Pemkot Semarang meminta para pengembang memperhatikan terkait dengan drainase.

“Perizinan kami juga transparan, sehingga baru saja kemarin kami menerima penghargaan dari REI Jawa Tengah untuk perizinan perumahan terbaik se-Jawa Tengah,” ucapnya.

Untuk pengembangan potensi di kelurahan Pudakpayung, terdapat desa wisata serta tempat-tempat bersejarah yang bisa dikembangkan.

“Kami juga baru tahu, setelah ada perjalanan ritual bikhu tudong dari Thailand bahwa di situ adalah tempat pertama kali pentahbisan biksu di Indonesia. Jadi saat Hari Raya Waisak, bikhu-bikhu itu jalan dan kemudian mampir ke situ. Ini yang akan kami kembangkan jadi salah satu wisata religi,” paparnya.

Selain itu, ada pula destinasi lain untuk wisata religi seperti Pagoda, serta rumah apung untuk hotel kremasi.

Mbak Ita berharap dengan banyaknya potensi tersebut, kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang bisa menjadi kelurahan terbaik. “Tentunya ini menjadi penyemangat kelurahan lainnya bisa maju lagi di tingkat Nasional,” harapnya.

Sementara itu, Lurah Pudakpayung, Pamirah menjelaskan jika banyak potensi wilayah yang dikembangkan, termasuk kampung tematik hingga pengembangan destinasi wisata.

“Di tempat kami wilayahnya masih hijau dan sangat luas. Tapi tetap kami harus bersama menjaga lahan tetap aman. Tidak serta merta jadi daerah perumahan atau pemukiman. Karena berdasarkan peta BPN sudah ada wilayah-wilayah hijau yang memang tidak untuk pembangunan dan perumahan. Untuk pelestarian, kami ada penanaman penghijauan dan di wilayah atas ada sumur sumur resapan,” jelasnya.

Teknologi Canggih QUEST PGN, Meningkatkan Produktivitas Pengolahan Data Infrastruktur Gas Bumi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Seiring dengan tuntutan kebutuhan akan kecepatan layanan dalam berbagai bidang termasuk dalam pengembangan infrastruktur gas bumi, PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina tidak ketinggalan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi untuk kegiatan enjiniring dan desain infrastruktur gas bumi.

Terkini, PGN meluncurkan aplikasi Quick Engineering Standards and Tools (QUEST) yakni aplikasi terintegrasi untuk meningkatkan kecepatan olah data yang meningkatkan produktifitas dalam perencanaan keteknikan infrastruktur, perhitungan skema logistik, dan estimasi biaya untuk pekerjaan infrastruktur gas bumi baik moda pipeline maupun beyond pipeline.

“Aplikasi QUEST dikembangkan sebagai sarana yang terintegrasi yang mencakup perhitungan keteknikan yang akurat, cepat, namun tetap terstandarisasi. Selama ini, sistem database terkait perhitungan engineering masih menjadi tantangan, baik secara klasifikasi, bentuk, akses data, dan standarisasinya. Maka dari itu, aplikasi QUEST adalah solusi sekaligus menjadi salah satu tools yang efisien dengan memanfaatkan teknologi digital,” jelas Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta, Kamis (19/9).

QUEST terdiri dari 3 (tiga) modul yakni Siapp Gas In, Harga Satuan, dan Gas Think. Komponen di dalam aplikasi tersebut diantaranya meliputi daftar material, alat, tenaga kerja, perhitungan/kalkulasi teknis, dan pemilihan moda transportasi dalam suatu pekerjaan yang kemudian akan dianalisis oleh sistem sotfware.

Hasil analisa software menghasilkan data yang lebih komprehensif, terukur dan applicable dalam melaksanakan sebuah pekerjaan keteknikan gas bumi.

“Sebelum ada aplikasi QUEST, perhitungan teknis cukup memakan waktu. Setelah ada QUEST, perhitungan dapat lebih cepat sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan produktifitas hingga 40% pada pekerjaan perencanaan dan engineering.” kata Harry.

Modul pertama adalah Siapp Gas-In. Program PGN untuk melayani berbagai jenis pelanggan serta jutaan pelanggan rumah tangga serta retail membutuhkan perhitungan transportation cost dan skema logistik yang cepat.

Apalagi untuk pelanggan baru yang membutuhkan moda transportasi gas yang berbeda-beda. Siapp Gas-In dapat melakukan perhitungan cepat untuk moda transportasi gas yang ada di PGN Group baik melalui pipa maupun beyond pipeline dalam hal ini CNG maupun LNG.

Dengan modul ini, pekerja cukup memasukkan data kebutuhan dan lokasi calon pelanggan, untuk mendapatkan data transportation cost secara instan.

Dalam modul Harga Satuan, PGN dapat memperoleh informasi harga satuan material jaringan dan konstruksi dengan cepat dan mudah serta yang tak kalah penting informasi tersebut terstandarisasi dan terkonfirmasi.

Informasi ini diperlukan untuk menyusun perhitungan pekerjaan baik pipeline maupun beyond pipeline, serta dapat membuat rencana anggaran biaya atas pekerjaan dengan tingkat kesalahan yang minimal serta terdokumentasi dengan rapi.

Kemudian, pada modul ketiga yaitu Gas Think, PGN semakin dimudahkan untuk melakukan perhitungan yang meliputi konversi satuan dan bahan bakar, serta desain setiap disiplin seperti diameter pipa, ketebalan pipa, ukuran kapal pengangkut gas, size MRS, dan size peralatan utama lainnya.

Perhitungan ini penting sebagai inputan dalam memproduksi hasil desain yang optimum dan terstandarisasi tanpa menafikan sisi safety. Sehingga diharapkan, modul Gas Think dapat mempercepat proses desain di PGN Group.

“Ke depan, market PGN akan semakin luas dan kompleks, sehingga diperlukan peningkatan kecepatan layanan dan digitalisasi untuk informasi yang cepat dan handal. Aplikasi QUEST diharapkan terus berkembang seiring teknologi, market, dan perilaku pelanggan, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Aplikasi ini merupakan adaptasi bisnis dan akuntabilitas terhadap regulasi gas bumi. Aplikasi ini terus berkembang dan cakupannya akan diperluas dari sisi database dan modul perhitungan. Kami siap dan terus responsif terhadap kebutuhan pelanggan serta berkomitmen dalam memudahkan pekerjaan khususnya dalam hal pengolahan data dan informasi digital yang dibutuhkan baik oleh pekerja, perusahaan, maupun masyarakat sebagai pelanggan,” tutup Harry.

KAI dan Korlantas Polri Gelar Sosialisasi Keselamatan Perlintasan Serentak di 13 Titik Jawa-Sumatera

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka HUT KAI Ke- 79 dan HUT Korlantas Polri Ke-69, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bekerjasama dengan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) melaksanakan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan secara serentak pada 13 titik yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Taat Berlalu Lintas Di Perlintasan, Cermin Budaya Bangsa Indonesia Maju” dengan melibatkan ratusan peserta dari pegawai KAI, personil Korlantas Kepolisian, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Direktorat Perkeretaapian, 350 anggota dari 45 wadah komunitas pecinta kereta api dan stake holders lainnya.

“Dalam acara sosialisasi keselamatan di perlintasan kali ini, akan dilakukan kegiatan penegakan hukum berupa penindakan bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran aturan berlalu lintas. Sosialisasi tersebut serentak dilakukan di 13 titik perlintasan seluruh Daerah Operasi/Divisi Regional Jawa dan Sumatera pada hari ini, Kamis, 19 September 2024. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkap Dadan Rusdiansyah – Direktur Keselamatan dan Keamanan PT Kereta API Indonesia (Persero).

Pada tahun 2024 terdapat 4.070 titik perlintasan sebidang di Pulau Jawa dan Sumatera. Adapun dari jumlah total titik perlintasan tersebut, terdapat 1.514 titik perlintasan dijaga dan 2.556 titik perlintasan tidak dijaga.

Sementara dari 4.070 perlintasan sebidang tersebut terbagi menjadi titik yang dijaga oleh KAI, Pemda, Dishub, Swasta, Swadaya dan lainnya berjumlah 1.514 titik atau 37 persen dari jumlah perlintasan secara keseluruhan. Sisanya sebanyak 2.556 titik atau 63 persen dari total keseluruhan merupakan perlintasan tidak terjaga.

“KAI secara proaktif terus berusaha melakukan penutupan perlintasan untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Pada tahun 2023, KAI telah melakukan penutupan sebanyak 107 titik perlintasan. Selanjutnya pada periode Januari hingga 12 Agustus 2024, KAI berhasil menutup 130 perlintasan,” ungkap Dadan.

Dadan menyayangkan bahwa hingga saat ini, masih ditemui adanya pengguna jalan yang tidak disiplin saat melintas di perlintasan sebidang sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan. Selama tahun 2022 tercatat 284 korban kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang dengan kondisi luka ringan, berat bahkan meninggal. Adapun pada tahun 2023 jumlah korban kecelakaan lalu lintas di perlintasan tercatat 237 orang dengan berbagai kondisi luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia.

“Pada tahun 2024 ini, dari periode Januari hingga 16 September 2024, sudah tercatat 272 korban kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang. Dari 272 orang tersebut, 101 orang meninggal dunia,” jelas Dadan.

Adapun jumlah korban kecelakaan di perlintasan sebidang pada Tahun 2024 hingga 16 September 2024 berdasarkan wilayah yaitu:


– Daop 1 Jakarta: 31 korban (7 orang meninggal, 5 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan)

– Daop 2 Bandung: 11 korban (8 orang meninggal, 2 orang luka berat, dan 1 orang luka ringan)

– Daop 3 Cirebon: 9 korban (5 orang meninggal dan 4 orang luka berat)

– Daop 4 Semarang: 30 korban (13 orang meninggal, 5 orang luka berat, 12 orang luka berat)

– Daop 5 Purwokerto: 8 korban (5 orang meninggal dan 3 orang luka ringan)

– Daop 6 Yogyakarta: 7 korban (5 orang meninggal dan 2 orang luka berat)

– Daop 7 Madiun: 10 korban (6 orang meninggal, 2 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan)

– Daop 8 Surabaya: 25 korban (8 orang meninggal, 5 orang luka berat, dan 12 luka ringan)

– Daop 9 Jember: 19 korban (9 orang meninggal, 3 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan)

– Divre I Medan: 61 korban (22 orang meninggal, 16 orang luka berat, 23 orang luka ringan)

– Divre II Sumatera Barat:14 korban (1 orang meninggal, 6 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan)

– Divre III Palembang: 20 korban (7 orang meninggal dan 13 orang luka ringan)

– Divre IV Tanjungkarang: 27 korban (5 orang meninggal, 17 orang luka berat, dan 5 orang luka ringan)


Dadan menegaskan bahwa pengguna jalan wajib mematuhi aturan di perlintasan sebidang, termasuk mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, dan mengutamakan perjalanan kereta api terlebih dahulu. Pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berakibat fatal dan merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus membangun kesadaran masyarakat bahwa disiplin berlalu lintas adalah bagian dari budaya bangsa yang maju dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutup Dadan.

Korupsi Pembangunan Pelabuhan Batang, Kejari Batang Tetapkan Tersangka Baru dengan Kerugian Negara Rp 11 Miliar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri Batang kembali menetapkan dua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi terkait pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Batang. Kedua tersangka tersebut adalah Moh. Syihabuddin, selaku Pelaksana Pekerjaan, dan Haryanti Oktavianti Ningsih, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Hal ini disampaikan melalui rilis tertulis oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Arfan Triono. SH, Rabu (18/9).

Kasus ini berkaitan dengan proyek lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2015. Sebelumnya, kedua tersangka telah dijatuhi hukuman dalam kasus serupa terkait pembangunan fasilitas laut Batang yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2015.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Batang, Eko Hartoyo S.H.,M.H., mengungkapkan, modus operandi yang digunakan oleh Moh. Syihabuddin dan Haryanti Oktavianti Ningsih masih sama dengan kasus sebelumnya. Mereka bekerja sama untuk tidak menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan, yang berakibat pada perubahan metode kerja dan kekurangan volume pekerjaan. Hal ini mengakibatkan kerugian negara yang mencapai Rp. 20 miliar.

“Namun, sebagian dana tersebut, yakni sekitar Rp. 8 miliar, telah dikembalikan, sehingga kerugian negara yang masih tersisa sebesar Rp. 11.445.868.796,79, berdasarkan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik Helianto & Rekan Cabang Semarang,” ungkap Eko

Dalam perkara sebelumnya, Mahkamah Agung Republik Indonesia telah memutus inkracht terhadap Moh. Syihabuddin dengan pidana penjara selama 6 tahun serta denda sebesar Rp. 300 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar, akan digantikan dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Selain itu, Moh. Syihabuddin juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 9.200.761.121,94 dengan subsidair 4 tahun 6 bulan penjara. Jika tidak dibayar dalam waktu satu bulan, harta bendanya akan disita untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.

Sementara itu, Haryanti Oktavianti Ningsih juga telah diputus inkracht dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp. 500 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar, maka akan digantikan dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kerugian negara yang cukup besar serta pengulangan modus operandi yang sama. Kejaksaan Negeri Batang menegaskan akan terus mengusut tuntas kasus ini hingga para tersangka mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

KAI Daop 1 Apresiasi Tindakan Cepat Petugas Selamatkan Nyawa Pejalan Kaki

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menyayangkan tindakan yang tidak patut dicontoh oleh pria paruh baya yang tetap berjalan diperlintasan JPL 30 Pasarsenen saat Kereta Api (KA) Bangunkarta akan melintas pada hari Senin (16/9/2024).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko mengatakan kejadian tersebut untungnya dilihat oleh petugas keamanan dalam (PKD) yang dengan sigap menarik pejalan kaki.

“Kami sangat menyangkan adanya pejalan kaki yang tidak mengindahakan adanya sirine rambu dan palang pintu di Perlintasan yg telah ditutup namun pejalan kaki tersebut tetap berjalan disaat ada KA yg akan melintas,” ucap Ixfan, Rabu (18/9/2024).

Atas kejadian tersebut, KAI Daop 1 Jakarta mengapresiasi aksi heroik PKD untuk menyelamatkan dan menarik pejalan kaki yang menerobos perlintasan.

“Kami mengapresiasi pada petugas keamanan dalam (PKD) yang telah dengan sigap berteriak mengingatkan dan mengejar pejalan kaki untuk ditarik karena KA sudah mendekat, bila tidak ditariknya pejalan kaki tersebut bisa saja akan menabrak KA yg sedang lewat,” ujar Ixfan.

KAI menghimbau untuk selalu patuhi rambu-rambu yang ada baik penguna jalan (pengendara & pejalan Kaki ) khususnya di Jalan Perlintasan Langsung (JPL).

“Bila ingin melewati perlintasan apabila pintu JPL sudah tertutup harus mendahulukan perjalanan kereta api demi keamanan dan keselamatan bersama baik pengguna jalan maupun kereta api,” pungkas Ixfan.

Sebelumnya, viral beredar video dimedia sosial Instagram aksi heroik petugas keamanan KAI menyelamatkan pria paruh baya yang hendak menyebrang pada perlintasan saat kereta api (KA) Bangunkarta hendak melintas di JPL 30 Pasarsenen.

Perjalanan Abah Hamim Salasa, Dari Penjual Peci di Mekkah hingga Kelola PT Azzahroni Syifa Tour

0

DEMAK (Pertamanews.id) – Abah Hamim Salasa, Direktur Utama PT Azzahroni Syifa Tour, telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia pariwisata, khususnya di sektor wisata religi. Dengan kantor yang terletak di KM 10 Jl. Demak-Purwodadi, Desa Dempet, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Abah Hamim telah mendedikasikan dirinya untuk menyediakan layanan terbaik bagi para jamaah yang ingin menunaikan ibadah umrah dan haji.

Sejak awal 2000-an, Abah Hamim telah mukim di Arab Saudi. Pengalamannya yang kaya di tanah suci menjadi modal penting dalam membangun usaha ini. Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Salah satu pengalaman paling pahit yang dialaminya adalah ketika terjebak dalam penipuan First Travel. Momen tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kepercayaan dan integritas dalam bisnis.

“Saya pernah merasakan pahitnya ditipu. Namun, saya tidak ingin terpuruk. Saya kembali bangkit dan memperbaiki diri,” ungkap Abah Hamim.

Dalam perjalanan usahanya, ia juga pernah menjadi penjual peci di Mekkah, yang membantunya memahami kebutuhan jamaah secara langsung.
Namun, tantangan terbesar datang saat pandemi COVID-19 melanda. Bisnis pariwisata, termasuk layanan umrah, mengalami penurunan drastis.

“Selama masa pandemi, banyak rencana yang terhambat dan pendapatan pun merosot. Namun, kami terus beradaptasi dan berinovasi,” tambahnya. Abah Hamim dan timnya tidak menyerah. Mereka mulai menyusun rencana untuk bangkit kembali.

Pada tahun 2023, PT Azzahroni Syifa Tour resmi berdiri di bawah kepemilikan Abah Hamim Salasa, dengan Umi Nur sebagai komisaris dan Gus Ayub sebagai direktur. Perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman wisata religius berkualitas dengan harga terjangkau.

“Wisata religius adalah ibadah, dan kami ingin semua orang dapat merasakannya tanpa terbebani biaya,” tambah Gus Ayub, menegaskan visi mereka untuk membuat perjalanan spiritual ini dapat diakses oleh semua kalangan.

Dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, Abah Hamim Salasa siap menghadapi tantangan di masa depan, memastikan bahwa PT Azzahroni Syifa Tour akan terus memberikan layanan terbaik bagi para jamaah, menjadikan setiap perjalanan tidak hanya sekadar tour, tetapi juga sebuah pengalaman spiritual yang mendalam

KAI Daop 4 Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang Kolaborasi Ciptakan Budaya Taat Lalu Lintas di Perlintasan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati HUT KAI Ke-79 dan HUT Korlantas Polri Ke-69, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Semarang melaksanakan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang Jalan Madukoro Kota Semarang, pada Kamis (19/9).

Kegiatan sosialisasi tersebut mengangkat tema “Taat Berlalu Lintas Di Perlintasan, Cermin Budaya Bangsa Indonesia Maju” dengan melibatkan internal KAI Daop 4 Semarang, personil Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub Kota Semarang, BTP Kelas I Semarang DJKA Kemenhub dan Komunitas Pecinta Kereta Api KRDE (Komunitas Railfans Daop Empat), IRPS (Indonesian Railways Preservation Society), dan Komunitas Railfans Tegal.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menerangkan bahwa dalam acara sosialisasi keselamatan di perlintasan kali ini, akan dilakukan kegiatan penegakan hukum berupa penindakan bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran aturan berlalu lintas.

“Selain itu, sebagai bentuk penghargaan terhadap masyarakat yang disiplin berkendara, KAI juga akan memberikan hadiah berupa souvenir menarik kepada pengendara yang tertib berlalu lintas. Pemberian souvenir akan diberikan kepada pengendara yang disiplin seperti yang menggunakan helm lengkap dan mengikuti rambu lalu lintas dengan baik saat melintas di perlintasan sebidang,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret kolaborasi KAI dan Korlantas Polri dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalulintas di perlintasan sebidang, serta mengajak seluruh pengguna jalan untuk berperan aktif dalam menjaga keselamatan bersama di area perlintasan sebidang.

Di wilayah Daop 4 Semarang terdapat sebanyak 372 perlintasan, dengan jumlah perlintasan sebidang dijaga sebanyak 203 perlintasan, perlintasan sebidang tidak dijaga sebanyak 139 perlintasan, dan perlintasan yang tidak sebidang baik itu flyover maupun underpass sebanyak 30 perlintasan.

“KAI secara proaktif terus berusaha melakukan penutupan perlintasan untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Pada tahun 2022 Daop 4 Semarang telah melakukan penutupan sebanyak 30 titik perlintasan dan pada tahun 2023 sebanyak 6 titik perlintasan. Selanjutnya pada periode Januari hingga Agustus 2024, Daop 4 Semarang juga telah berhasil menutup sebanyak 15 perlintasan,” ungkap Franoto.

KAI menyayangkan bahwa hingga saat ini, masih ditemui adanya pengguna jalan yang tidak disiplin saat melintas di perlintasan sebidang sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Selama tahun 2023 terdapat 10 orang korban kecelakaan di perlintasan sebidang dengan kondisi luka ringan, berat bahkan meninggal di wilayah Daop 4 Semarang.

“Pada tahun 2024 sampai dengan 16 September 2024 jumlah korban kecelakaan di perlintasan sebidang yaitu 30 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, luka berat sebanyak 5 orang dan luka ringan 12 orang,” terangnya.

KAI menegaskan bahwa pengguna jalan wajib mematuhi aturan di perlintasan sebidang, termasuk mematuhi rambu-rambu, menggunakan helm bagi pengendara roda dua, dan mengutamakan perjalanan kereta api terlebih dahulu.

Pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berakibat fatal dan merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai sanksi sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KAI dan Korlantas Polri berharap bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadarakan akan pentingnya budaya disiplin berlalu lintas bagi masyarakat Indonesia.

Sehingga tidak terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang menimbulkan korban.

“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Kami mengimbau agar seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin dalam berkendara, terutama saat melintasi perlintasan sebidang. Jangan pernah menerobos perlintasan meski terlihat sepi. Tidak ada yang lebih penting dibandingkan keselamatan diri. Mari bersama-sama patuh terhadap aturan, disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang mencerminkan budaya bangsa yang maju,” tutup Franoto.

Skandal Pengadaan Rumah, Kejati Jateng Bongkar Modus Korupsi Bernilai Miliaran!

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) menetapkan tersangka Dainel Christanto (DC) atas perkara tindak pidana korupsi pengadaan rumah yang merugikan negara Rp5 Miliar.

Kasus ini mencuat akibat dugaan penyimpangan penyertaan modal yang dilakukan oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP I) pada PT. Mitrasindo Sarana Mulia (PT. MSM) tahun 2015. Modus korupsi yang melibatkan penyalahgunaan dana tersebut akhirnya terungkap setelah penyelidikan mendalam oleh Kejati Jateng.

Kepala Saksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Arfan Triono mengatakan Kejati Jateng telah mengungkap peran Tersangka DC bersama dua tersangka lainnya, GP dan H, dalam pengajuan modal yang tidak sesuai prosedur.

” Pada tahun 2015, mereka mengajukan permohonan penyertaan modal kepada YAKKAP I dengan melampirkan dokumen yang tidak benar,” ujar Arfan, lewat keterangan persnya, di Semarang, Kamis (19/9).

Permohonan ini disetujui oleh pengurus YAKKAP I tanpa adanya evaluasi dan analisa kelayakan yang benar, yang seharusnya menjadi prosedur wajib dalam proses penyertaan modal sebesar ini.

Setelah mendapatkan modal sebesar Rp5.000.000.000,- dari YAKKAP I, Tersangka DC, yang bertugas sebagai Manager Pelaksana Proyek Perumahan Green Maharani, berhasil membangun 42 unit rumah di Cepu Blora.

Arfan menambahkan, sejak tahun 2016 hingga 2020, seluruh unit tersebut berhasil terjual dengan total pendapatan mencapai Rp10.870.000.000,-. Namun, alih-alih mengembalikan modal kepada YAKKAP I, Tersangka DC bersama Tersangka GP dan H justru tidak mengembalikannya sama sekali.

” Hal ini menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi YAKKAP I, mencapai Rp5.000.000.000,- (lima milyar rupiah),” tambah Arfan.

Penahanan Tersangka DC selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Kelas I Semarang, mulai 17 September 2024 hingga 6 Oktober 2024, menunjukkan keseriusan Kejaksaan dalam menangani kasus ini.

Langkah ini diambil berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Nomor Print-327/M.3/Fd.2/06/2023 tanggal 26 Juni 2023 dan PRIN-404/M.3/Fd.2/05/2024 tanggal 21 Mei 2024.

Kasus ini mencerminkan bagaimana korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian materiil, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi-institusi yang seharusnya berperan dalam kesejahteraan masyarakat.

Penyimpangan dalam penyertaan modal ini menunjukkan bahwa pengawasan dan analisa yang kurang cermat dapat membuka peluang bagi tindakan yang merugikan banyak pihak.

Harapannya, dengan penanganan kasus ini secara tegas, menjadi pembelajaran dan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Upaya yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah ini diharapkan menjadi sinyal kuat kepada seluruh masyarakat bahwa hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu, terutama dalam perkara korupsi yang merugikan negara dan masyarakat luas.

Kasus ini menjadi salah satu contoh penting bagaimana penegak hukum bekerja keras untuk memastikan bahwa keadilan ditegakkan, dan mereka yang terbukti bersalah akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka.