spot_img
Beranda blog Halaman 223

Wali Kota Semarang Ucapkan Terima Kasih pada Klenteng Tay Kak Sie dalam Perayaan King Hoo Ping 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengapresiasi Klenteng Tay Kak Sie yang rutin menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka Perayaan King Hoo Ping. Pada tahun ini, Klenteng Tay Kak Sie membagikan 5.000 paket sembako kepada warga di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Kranggan, Kelurahan Purwodinatan, dan Kelurahan Kauman.

Wali kota yang akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Klenteng Tay Kak Sie yang turut mendukung kesejahteraan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Klenteng Tay Kak Sie yang sudah memberikan support kepada masyarakat. Ini menjadi suatu contoh bahwa keberagaman agama tidak mengurangi rasa untuk saling berbagi, gotong royong, dan menjadikan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Mbak Ita saat menghadiri acara di Klenteng Tay Kak Sie pada Senin (2/9).

Perayaan King Hoo Ping atau Festival Kesejahteraan adalah tradisi yang dilakukan setiap tahun untuk mengenang dan menghormati arwah yang telah meninggal dunia, baik dari keluarga maupun orang lain. Perayaan ini selalu dilaksanakan pada tanggal 15 bulan ke tujuh menurut kalender Imlek.

“Sangat luar biasa dalam setiap kegiatan-kegiatan ini selalu ada pemberian paket sembako untuk lansia dan masyarakat di wilayah sini. Ini ada kelurahan Kranggan, Purwodinatan, dan Kauman sebanyak total 5.000 paket. Tentunya hal ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan serta sebagai sarana untuk mengendalikan inflasi,” imbuh Mbak Ita.

Wali kota Semarang juga mendoakan agar perayaan ini membawa berkah dan membawa kemudahan baik bagi umat maupun pengurus Klenteng Tay Kak Sie. Kegiatan bakti sosial seperti ini, menurutnya, menjadi salah satu wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Salah satu penerima bantuan, Tio Tjai, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat terbantu dengan adanya pemberian sembako ini mengingat usia saya yang sudah 67 tahun ini saya sudah tidak kerja lagi. Paketnya berisi beras, gula, mi instan, dan teh. Puji syukur, ya. Semoga kebaikan melimpahi yang memberi,” ujarnya.

Setiap tahunnya, klenteng ini rutin memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Sebagai contoh, pada tahun 2023 lalu, Klenteng Tay Kak Sie memberikan 20 ton beras kepada masyarakat tidak mampu, di mana setiap penerima mendapatkan 5 kilogram beras.

Rektor UNDIP Prof Suharnomo : Kematian Mahasiswi PPDS Anestesi Sebagai Momentum Perbaikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro mengajak kematian mahasiswi PPDS (Program Pendidikan Dokter Sepesialis) Anestesi, dr Aulia Risma Lestari, menjadi momentum evaluasi bersama, tidak hanya terkait penyelengaraan pendidikan dokter spesialis, namun juga untuk semua pemangku kepentingan.

“Dengan segala hormat, tanpa bermaksud mendahului semua proses pemeriksaan yang dilakukan kepolisian dan kementerian, kami berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bersama. Tidak bijaksana kalau peristiwa ini menjadi wacana dan polemik serta perdebatan semata. Jangan pula menjadi bahan untuk menyalahkan satu dan lainnya,” kata Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo S.E., M.Si. pada Senin (2//9/2024).

Rektor mengingatkan, peristiwa meninggalnya dokter Aulia sudah menjadi bola liar yang berpotensi merugikan semua pihak.

Jika itu dibiarkan, bukan saja penyelenggara pendidikan tinggi yang dirugikan, efeknya bisa kemana-mana termasuk mengganggu komitmen untuk menyediakan dokter spesialis yang dicanangkan pemerintah.

“Kita juga punya kewajiban moral menjaga rasa hati keluarga almarhumah dokter Aulia yang pasti akan lebih suka jika apa yang mereka alami menjadi sesuatu yang dikenang karena membawa kebaikan dalam kehidupan bersama,” tegas Suharnomo.

Karena itu, UNDIP mengajak semua pihak mengakhiri perdebatan yang tidak produktif, melakukan evaluasi, dan kembali menatap kedepan melakukan hal-hal yang menjadi tugas dan kewajiban masing-masing. Ajakan ini, bukan semata untuk kepentingan UNDIP, tapi kepentingan bersama.

“Ajakan ini bukan untuk kepentingan UNDIP. Kampus ini lahir untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan umat manusia melalui bidang pendidikan. UNDIP ini statusnya badan hukum milik negara, namun keberadaannya didedikasikan untuk masyarakat,” dia menambahkan.

Terkait masalah perundungan, juga adanya dugaan tindakan pemalakan oleh senior, UNDIP menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. Dalam konteks ini, UNDIP membuka diri dan bersikap kooperatif sejak peristiwa ini terjadi.

UNDIP bukan saja kooperatif, tapi juga transparan, sehingga Suharnomo merasa heran dengan munculnya tuduhan bahwa kampus menutup-nutupi peristiwa ini.

“Untuk apa kami menutupi-nutupi, UNDIP itu badan hukum milik negara. Ini milik kita bersama, jadi buat apa kita menutupi sesuatu. Ini era digital dimana semua orang bisa berekspresi di ruang digital. Yang kita harapkan dialektika di ruang publik yang produktif, yang edukatif, bermanfaat,” inbuhnya.

Karena itu Rektor UNDIP menyambut baik langkah yang dilakukan Komisi IX DPR RI yang tengah berupaya menyelesaikan undang-undang kesehatan yang baru, yang didalamnya akan mengatur perbaikan pendidikan tenaga kesehatan, dimana pendidikan tenaga dokter dan dokter spesialis termasuk di dalamnya.

Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga Ketua Panja RUU Kesehatan, dalam dialog dengan CNN bersama Rektor UNDIP, Prof Suharnomo, akhir pekan lalu, mengaku sejak pembahasan undang-undang kesehatan sudah mendapatkan banyak sekali laporan bahwa memang kita perlu juga melakukan perbaikan menyeluruh terkait dengan pendidikan dokter spesialis di tanah air.

Melki mengungkapkan, ada indikasi bahwa terjadi bullying atau perundungan yang diduga terjadi secara sistematis dalam waktu yang lama.

Melki berpendapat perlu ada terobosan dan cara-cara yang radikal untuk menghentikannya. Fenomena yang diduga terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ada di Indonesia ibarat gunung es yang hanya terlihat di permukaannya saja.

Karena itu Melki berharap Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi serta lembaga pendidikan tinggi serta rumah sakit pendidikan mengambil peran dalam penghentian proses perundungan dengan melakukan perbaikan di bidangnya masing-masing.

“Kami sudah meminta hal itu kepada Menkes dalam rapat kerja,” kata Melki saat dialog di CNN.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih tingginya kasus perundungan di lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga 23 Agustus 2024, mencatat ada 234 laporan perundungan di rumah sakit vertikal, rumah sakit yan dikelola Kementerian Kesehatan yang saat ini berjumlah 33 Rumah Sakit.

Dari data yang diperoleh, program studi (Prodi) penyakit dalam tercatat sebagai Prodi dengan kasus tertinggi dengan 44 kasus yang dilaporkan, disusul program studi bedah dengan jumlah 33 kasus. Kemudian Prodi anestesiologi dengan 22 kasus yang dilaporkan.

Melihat perkembangan yang terjadi di ruang dialog publik, Rektor UNDIP, Prof Suharnomo, menyatakan bahwa apa yang diwacanakan terkait kematian mahasiswi PPDS UNDIP sekarang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi milik negara, UNDIP membuka diri sebagai tuan rumah upaya perbaikan PPDS di Indonesaia.

“Kalau memang dikehendaki, silakan DPR, pers dan kampus lain datang ke UNDIP untuk secara bersama mencari solusi atas masalah yang ada. Kami open, terbuka, kolaboratif, dan pasti kooperatif,” tukas Suharnomo.

Mahasiswa PPDS UNDIP Tunduk Aturan RSUP Dr. Kariadi

0

Oleh : Wijayanto, Ph.D, Wakil Rektor IV UNDIP

Di dalam ekosistem informasi yang penuh dengan kabar bohong, ujaran kebencian, dan hasrat untuk menghakimi, korban pertama yang segera jatuh adalah: kebenaran.

Di dalam kasus PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis), UNDIP sudah melakukan investigasi internal seperti disampaikan berkali-kali oleh Rektor, Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si. di berbagai kesempatan bahwa UNDIP sangat terbuka dengan hasil investigasi dari pihak luar baik itu kepolisian maupun Kemenkes.

Jika memang terbukti ada perundungan, hukuman untuk pelakunya jelas dan tegas: Drop Out. Namun, faktanya bahkan saat investigasi itu masih jauh dari kata selesai, penghakiman bahkan hukuman sudah dilakukan, berkali-kali.

Hukuman pertama berupa Pemberhentian program Anestesi Universitas Diponegoro di RSUP Dr. Kariadi. Pemberhentian ini dilakukan Kemenkes pada 14 Agustus 2024 jauh sebelum penyidikan itu rampung dan ada kata putus dari polisi dan apalagi pengadilan.

Pemberhentian program studi itu tidak hanya merugikan 80-an para mahasiswa PPDS lainnya. Namun juga masyarakat yang mesti mengantri panjang karena kelangkaan dokter di RSUP Dr. Kariadi.

Hukuman kedua baru saja terjadi kemarin. Hukuman itu diberikan kepada dokter Yan Wisnu Prajoko, Dekan Fakultas Kedokteran UNDIP. Surat nomor KP.04.06/D.X/7465/2024 tertanggal 28 Agustus 2024 perihal Penghentian Sementara Aktivitas Klinis di RSUP Dr. Kariadi yang ditujukan kepada dokter Yan Wisnu Prajoko yang ditandatangani oleh Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, Agus Akhmadi.

Saya mengenal dokter Yan Wisnu Prajoko sebagai pria bersuara lirih, selalu ramah, tidak pernah meledak-ledak dan sangat hati-hati dan terukur dalam berkata-kata. Dapat dimengerti, dia adalah seorang dokter spesialis Onkologi.

Saat saya periksa wikipedia, itu adalah cabang ilmu yang berurusan dengan studi, perawatan, diagnosa dan pencegahan kanker.

Beberapa kali saya bertemu dengannya akhir-akhir ini. Wajahnya lelah dan tampak kurang tidur. Kepada saya, dia mengaku mengalami banyak sekali doxing dan perisakan di berbagai akun media sosial yang dia miliki. Hari-hari ini dia merasa didera rasa cemas dan panik, stress dan burn out.

Di mata saya dia adalah sosok yang penuh integritas. Sulit bagi saya membayangkan dia rela untuk melindungi pelaku perundungan dan mengorbankan nama baiknya sendiri. Mengorbankan puluhan mahasiswa yang lain dan, terutama, almamater UNDIP yang teramat dcintainya. Apalagi ditambah semua perisakan yang dialaminya.

Namun, hari Jumat kemarin, bahkan sebelum hasil investgasi keluar, dia sudah terlebih dulu diberhentikan praktiknya dari RSUP Dr. Kariadi. Yang melakukan pemberhentian itu adalah Direktur Rumah Sakit. Kita mendengar Pak Dirut mendapat tekanan luar biasa dari kementerian kesehatan sehingga mengeluarkan keputusan itu.

Di sini, kita segera teringat kasus yang menimpa Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR yang diberhentikan oleh menteri karena berani kritis pada kebijakan pemerintah.

Hukuman dan penghakiman kepada PPDS dan UNDIP mungkin masih akan terus berlanjut. Rektor UNDIP menyebutnya: “sitting duck” alias bebek yang lumpuh yang tidak berdaya melawan berbagai bahaya yang mengancam.

Ya, semunya tertuju pada UNDIP dan hanya UNDIP. Bahkan meskipun pada kenyataannya, seperti jelas dalam berbagai dialog, jam kerja yang overload itu adalah kebijakan rumah sakit dan ini adalah ranah kebijakan kementerian kesehatan.

Mahasiswa PPDS belajar dengan cara yang tidak biasa: learning by doing dengan langsung praktik di rumah sakit. Seorang residen, julukan untuk mahasiswa PPDS yang tengah belajar di rumah sakit, mesti bekerja rata-rata lebih dari 80 jam seminggu.

Tidur hanya 2-3 jam setiap hari. Kadang mesti bekerja hingga 24 jam alias sama sekali tidak tidur.

Disinilah mengapa Rektor UNDIP mengungkapkan bahwa penyidikan ini sayapnya patah karena hanya sebelah.
Peristiwa ini ibarat puncak gunung es.

UNDIP mendorong agar investigasi dilakukan secara tuntas agar terungkap akar struktural dan sistemik dari keadaan ini sebagai modal pembenahan ke depan.

Agar UNDIP tidak terus-terusan menjadi sitting duck yang dihujani hukuman tanpa bukti, dan tanpa pengadilan. Kemarin UNAIR yang mengalaminya. Hari ini UNDIP. Esok entah siapa lagi.

KAI Bersiap Menyambut Delegasi ASEAN di Konferensi ARCEOs’ ke-44

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan bangga menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44, yang akan berlangsung di Bandung, Indonesia, pada 2-5 September 2024.

Konferensi bergengsi ini akan dihadiri oleh delapan operator kereta api di Asia Tenggara, yaitu Keretapi Tanah Melayu (Malaysia), Vietnam Railways (Vietnam), Ministry of Public Works and Transport (Kamboja), Lao National Railways (Laos), Philippine National Railways (Filipina), Myanma Railways (Myanmar), State Railway of Thailand (Thailand), serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) (Indonesia).

Sebagai panitia penyelenggara, KAI menyatakan bahwa ARCEOs’ Conference tahun ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi praktik terbaik dalam operasi dan pemeliharaan perkeretaapian, transformasi digital, serta pengembangan komersial, para delegasi juga akan mendapatkan kesempatan langka untuk mencoba Kereta Cepat pertama di ASEAN, Whoosh, serta menguji pengalaman dengan Light Rail Transit (LRT) dan KA Panoramic.

Dengan mengusung tema “Driving Sustainability with Digital Innovation,” ARCEOs’ Conference ke-44 ini akan fokus pada pembahasan perkembangan perkeretaapian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang didukung oleh transformasi digital dalam aspek keselamatan dan pelayanan.

Konferensi ini akan dihadiri oleh 103 peserta dari delapan negara, yang tidak hanya akan merasakan kemajuan transportasi perkeretaapian di Indonesia, tetapi juga diajak untuk menikmati keindahan wisata alam setempat.

Para peserta juga akan terlibat dalam diskusi interaktif mengenai masa depan perkeretaapian di kawasan, dengan pendekatan yang santai namun mendalam, sehingga diharapkan dapat mempererat hubungan dan kerja sama antarnegara.

ARCEOs’ Conference memiliki tujuan utama untuk menyelaraskan visi mengenai peran kereta api sebagai simbol integrasi dan kolaborasi antar delapan negara anggota ASEAN.

KAI berharap bahwa melalui konferensi ini, akan tercipta langkah konkret dalam mewujudkan pengelolaan perkeretaapian yang berkelanjutan, memperhatikan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta mengembangkan digitalisasi guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin kompleks.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan inovasi digital, KAI akan menggunakan armada kendaraan listrik selama konferensi berlangsung, menyediakan suvenir berbahan ramah lingkungan, serta memanfaatkan aplikasi digital sebagai platform informasi bagi peserta.

Persiapan matang telah dilakukan oleh KAI, termasuk kunjungan kehormatan ke semua negara peserta sebagai bagian dari upaya memastikan kesuksesan konferensi ini.

Konferensi ini tidak hanya penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menampilkan pencapaian dan potensi Indonesia dalam bidang perkeretaapian di mata dunia, serta memperkuat kolaborasi internasional.

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-79, Kajati Jateng Ponco Hartanto : Kita Adalah Benteng Terakhir Keadilan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Ponco Hartanto, S.H., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan yang ke-79 di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada Senin (2/9) pagi.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat, upacara ini menjadi momen refleksi perjalanan panjang Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang terus berkomitmen melayani masyarakat dan menegakkan keadilan di Tanah Air.

Tema yang diusung pada Harlah Kejaksaan ke-79 ini, “Hari Lahir Kejaksaan sebagai Simbol Terwujudnya Kedaulatan Penuntutan dan Advocaat Generaal,” menggambarkan tekad Kejaksaan untuk terus memperkuat posisinya sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum.

Upacara ini dihadiri oleh para pejabat utama, jaksa, dan seluruh pegawai kejaksaan yang bersama-sama menyatukan tekad untuk terus mengemban amanah sebagai penegak hukum yang berintegritas.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Kajati Jawa Tengah, Jaksa Agung menegaskan bahwa usia 79 tahun Kejaksaan bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan panjang institusi ini dalam menghadapi berbagai tantangan, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan terus berinovasi demi mewujudkan supremasi hukum.

Perjalanan ini mencerminkan perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi para jaksa yang tak kenal lelah dalam menjalankan tugas penuntutan.

” Penentuan Hari Lahir Kejaksaan pada tanggal 2 September 1945 bukanlah hasil keputusan yang tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan penelitian mendalam oleh para ahli sejarah,” ujar Kajati Jateng Ponco membacakan amanat Kejagung RI.

Penelusuran arsip nasional, baik di dalam maupun luar negeri, termasuk Belanda, menjadi bagian penting dalam menentukan tanggal ini. Penetapan hari lahir ini memiliki urgensi tersendiri.

“Selain menjadi pengingat sejarah panjang perjuangan Kejaksaan dalam menegakkan hukum dan keadilan, penentuan ini menegaskan keberadaan Kejaksaan sebagai lembaga yang berdiri sejak awal kemerdekaan,” jelasnya.

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara melalui peran penting dalam penegakan hukum yang adil.

Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penegakan hukum dan mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.

Di sisi internal, peringatan ini menjadi momen penting bagi seluruh jajaran Kejaksaan untuk memperkuat soliditas, saling mendukung, dan meningkatkan kinerja demi pelayanan hukum yang berkeadilan.

Selama ini, banyak yang menganggap Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) tanggal 22 Juli sebagai hari lahir Kejaksaan. Padahal, HBA mulai diperingati sejak tahun 1960, ketika Kejaksaan menjadi lembaga mandiri terpisah dari Departemen Kehakiman sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 204/1960.

Sebagai simbol kedaulatan penuntutan, Kejaksaan berkomitmen menjaga prinsip single prosecution system, yang menjamin kesatuan tindakan penuntutan, efektivitas, efisiensi penegakan hukum, serta kepastian hukum.

Kejaksaan telah membuktikan diri sebagai lembaga penegak hukum yang dipercaya masyarakat.

Dalam lima tahun terakhir, berbagai pencapaian signifikan telah diraih, menjadikan Kejaksaan sebagai lembaga yang paling dipercaya publik.

Namun, tantangan di masa depan masih banyak. Jaksa Agung RI mengingatkan seluruh jajaran Kejaksaan untuk menjaga kepercayaan publik, terus berinovasi, dan mengembangkan diri.

“Kita adalah benteng terakhir keadilan, kita adalah pengawal kedaulatan hukum,” tutupnya, mengajak seluruh insan Kejaksaan untuk memperbarui semangat pengabdian dan dedikasi kepada bangsa dan negara.

Tingkatkan Minat Penumpang, KAI Daop 1 Jakarta Operasikan Kereta Ekonomi New Generation Versi Modifikasi di KA Menoreh

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan kereta ekonomi new generation versi modifikasi pada KA  226F (KA Menoreh relasi Pasar Senen – Semarang Tawang Bank Jateng) dan KA 225F (KA Menoreh relasi Semarang Tawang Bank Jateng-Pasarsenen) terhitung mulai 1 September 2024 kemarin

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengatakan, upgrade kereta kelas ekonomi tersebut menggantikan jenis kursi berhadapan menjadi kereta ekonomi new generation versi modifikasi dengan 72 tempat duduk.

“Peningkatan pelayanan pada KA kelas ekonomi ini adalah wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan, untuk dapat terus meningkatkan pelayanan dan customer experience. Sehingga tetap relevan dan adaptif dengan perkembangan zaman dan profil pelanggan,” kata Ixfan.

KA Menoreh berangkat dari Stasiun Pasarsenen pukul 16.45 wib dan tiba di Semarang Tawang Bank Jateng pada pukul 23.30 wib. satu rangkaian KA Menoreh membawa 8 KA Penumpang, 1 Restorasi, dan 1 Pembangkit dengan total 576 penumpang. Tiket KA Menoreh dibandrol dengan harga mulai dari Rp220 ribu hingga Rp260 ribu.

Kursi pada kereta ekonomi new generation sudah berjenis captain seat yang akan meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan waktu tempuh yang panjang, karena memiliki desain kursi yang ergonomis dilengkapi fitur pengatur kemiringan (reclining) dan bisa disesuaikan searah laju KA ataupun berhadapan (revolving).

kereta ekonomi new generation versi modifikasi ini juga dilakukan pada interior kereta dengan ditambahkan Public Information Display System (PIDS) yang dapat menampilkan jam dan suhu di dalam kabin kereta.

Interior kereta juga dimodifikasi menyerupai kereta eksekutif seperti bentuk bagasi dan nuansa interior yang lebih cerah, dengan sentuhan aksen kayu pada bagian jendela yang memberikan kesan klasik dan elegan.

Tak hanya itu, modifikasi juga dilakukan pada toilet dengan penggunaan toilet duduk dilengkapi wastafel dan hand dryer.

Selain itu tersedia tempat ibadah di kereta restorasi. Kereta Menoreh new generation ini merupakan hasil inovasi sarana yang dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai (tempat perawatan sarana perkeretaapian milik KAI di Manggarai, Jakarta).

Sebelumnya, KAI untuk Daop 1 Jakarta telah meluncurkan kereta ekonomi new generation versi modifikasi pada KA Jaka Tingkir relasi Purwosari – Pasar Senen pp, KA Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang pp, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasar Senen – Surabaya Gubeng pp, KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen – Ketapang pp, dan KA Majapahit relasi Pasar Senen-Malang pp

“KAI menargetkan pada tahun 2024 untuk mengubah sebanyak 60 kereta ekonomi kursi tegak berhadapan menjadi kereta ekonomi new generation versi modifikasi,” ujar Ixfan.

Hingga 30 Agustus 2024, sudah terdapat sebanyak 42 kereta yang telah dimodifikasi.

Selanjutnya, sebanyak 52 kereta lainnya akan mengalami modifikasi serupa pada tahun 2025.

“KAI akan terus meningkatkan kenyamanan kereta api. Harapannya, minat masyarakat semakin besar untuk menggunakan transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu,” pungkas Ixfan.

Dugaan Intervensi dalam Kasus Pemalsuan Surat, Polda Jateng Dikecam Kuasa Hukum

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penanganan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang dilaporkan oleh Slamet Riyadi, Direktur CV Rajawali Diesel, tengah menjadi polemik.

Michael Deo SH, kuasa hukum Slamet Riyadi, menduga adanya intervensi terhadap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah dalam menangani kasus ini, Minggu (1/9).

Kasus yang dilaporkan tersebut sehubungan dugaan tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP yang terjadi di Kota Semarang pada tanggal 16 September 2022, yang sebagai terlapor dalam kasus pidana tersebut adalah atas nama Tommy Admadiredja, warga Kota Jakarta Barat, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/21/II/2024/SPKT/POLDA JAWA TENGAH tanggal 13 Februari 2024. menurut Michael, telah mengalami berbagai kendala, termasuk adanya dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu yang mengakibatkan tertundanya proses penyidikan.

“Kasus ini kali ini ada dugaan intervensi kepada Polda Jateng, kepada orang yang datang ke Polda Jateng,” ungkap Michael Deo kepada wartawan.

Michael juga menanggapi pemberitaan di beberapa media yang disampaikan oleh Tommy Admadiredja dan kuasa hukumnya, yang merasa dikriminalisasi. Ia menekankan bahwa perkara yang dihadapinya telah mencapai tahap penyidikan dan bahkan telah diajukan ke gelar khusus di Bareskrim.

“Perkara kami sudah naik sidik dan sudah diajukan gelar khusus oleh terlapor, saudara Tommy Admadiredja. Dalam gelar khusus itu, jelas sekali, kami saling bertukar pendapat dan ditanyai oleh yang hadir. Hasil rekomendasi gelar akhirnya keluar, meskipun lama sekali, yaitu empat bulan setelah gelar,” jelas Michael.

Lebih lanjut, Michael mengungkapkan bahwa hasil rekomendasi gelar yang diterima adalah kelanjutan perkara di Polda Jateng. Namun, yang mengejutkan, tiba-tiba kliennya mendapat informasi ada surat dari pihak terlapor, ada penundaan pemeriksaan saksi karena adanya pertemuan khusus dengan Kabareskrim dan Kakorwas I Bareskrim Polri.

“Pihak terlapor mengadakan pertemuan khusus dengan Kabareskrim dan Kakorwas I. Setelah pertemuan itu, tiba-tiba ada supervisi yang menyebabkan semua proses pemeriksaan ditunda. Ini yang harus digarisbawahi dan kita suarakan, jika tidak, penegakan hukum di negeri ini bisa celaka,” tegas Michael.

Ia juga menyatakan kekhawatirannya terhadap bocornya agenda internal Mabes Polri kepada pihak pelapor atau terlapor, yang kemudian dijadikan alasan untuk menunda penyidikan. Michael berharap agar penyidik Polda Jateng tetap fokus dan profesional dalam menangani kasus ini, tanpa terpengaruh oleh intervensi pihak manapun.

“Bagaimana mungkin pihak terlapor dan pelapor sangat mengetahui detail agenda internal Mabes Polri? Ini yang harus kita pertanyakan dan kita harapkan agar penyidik Polda Jateng tetap fokus dan profesional,” tutup Michael.

Kronologi Kasus

Perkara ini bermula ketika Slamet Riyadi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Tomy Admadiredja, yang mengklaim sebagai pemegang hak desain genset.

Dalam perkembangan kasus ini, Slamet Riyadi, melalui kuasa hukumnya, Michael Deo, mengajukan gugatan pembatalan desain ke Pengadilan Niaga.

“Perkaranya bermula ketika Slamet Riyadi, yang merupakan pengusaha di bidang genset, dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Klien kami kemudian menggugat pembatalan desain di Pengadilan Niaga, dan hasilnya dimenangkan,” jelas Michael.

Gugatan ini diajukan dengan dasar bahwa terdapat itikad tidak baik dalam pendaftaran desain yang dilakukan oleh Tomy Admadiredja. Pengadilan Niaga akhirnya memutuskan untuk memenangkan gugatan Slamet Riyadi, menyatakan bahwa pendaftaran desain tersebut tidak sah.

“Dalam persaingan perdagangan, klien kami berhak melapor untuk memastikan kebenaran apakah desain tersebut diperoleh secara sah dan tidak ada unsur kepalsuan. Oleh karena itu, kami mencari kebenarannya,” lanjutnya.

Keputusan Pengadilan Niaga tersebut memberikan dasar bagi Slamet Riyadi untuk melaporkan Tomy Admadiredja atas dugaan pemalsuan surat dan dokumen terkait pendaftaran desain. Michael Deo menyatakan bahwa pihaknya mencurigai adanya kepalsuan dalam proses pendaftaran desain oleh Tomy Admadiredja, terutama karena adanya indikasi bahwa desain tersebut bukan merupakan ciptaan asli dari terlapor.

“Jangan sampai orang yang sebenarnya bukan pelaku dagang, tetapi hanya mendaftarkan hak paten desain-desain yang bukan ciptaannya, melaporkan dan menggugat desain-desain yang bukan dia ciptakan, sehingga tidak ada itikad baik dalam pendaftaran desain tersebut,” katanya.

Beranjak dari hasil Keputusan Pengadilan Niaga, kuasa hukum Slamet Riyadi melakukan laporan pemalsuan surat dan dokumen. Karena kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan, berarti ada unsur-unsur yang terpenuhi.

Namun, yang mengejutkan, tiba-tiba kliennya mendapat informasi ada surat dari pihak terlapor, ada penundaan pemeriksaan saksi karena adanya pertemuan khusus dengan Kabareskrim dan Kakorwas I Bareskrim Polri.

PLN Pastikan GIS Tambak Lorok III Beroperasi Andal Menyambut Hari Pelanggan Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) melaksanakan kunjungan kerja dan meresmikan rampungnya pembangunan Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilo Volt (kV) Tambak Lorok III di Kota Semarang.

Acara ini dihadiri oleh Executive Vice President Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Ratnasari Sjamsuddin serta Pelaksana Harian (Plh) General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), Achmad Ismail.

GIS Tambak Lorok III merupakan elemen krusial dalam infrastruktur kelistrikan di Jawa Tengah yang dirancang untuk migrasi Gardu Induk (GI) 150 kV eksisting yang berpotensi mengalami korosi karena banjir rob tahunan dampak dari kenaikan permukaan air laut yang semakin tinggi.

GIS 150 kV yang dibangun tersebut selanjutnya akan mengevakuasi daya yang dihasilkan oleh Pembangkit Tenaga Listrik Gas dan Uap (PLTGU) New Tambak Lorok 3 sebesar 779 Mega Watt (MW) yang telah diresmikan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) pada tanggal 30 Agustus 2024 serta PLTGU Tambak Lorok 1 dengan kapasitas 500 MW.

Achmad Ismail menyampaikan bahwa hal ini merupakan langkah signifikan PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan listrik di wilayah Jawa Tengah khususnya di wilayah Semarang Kota dan kebutuhan listrik Kawasan Industri di komplek Pelabuhan Tanjung Mas.

“GIS Tambak Lorok III adalah simbol kemajuan dan inovasi dalam sektor kelistrikan kami. Dengan fasilitas ini, kami tidak hanya meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem distribusi listrik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal melalui penyediaan listrik yang stabil dan berkualitas. Kami berharap proyek ini dapat mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Achmad Ismail.

Pada kesempatan yang sama Ratnasari Sjamsuddin menyatakan apresiasinya atas pencapaian ini dan menegaskan komitmen PLN untuk terus menghadirkan listrik berkualitas.

“Peresmian GIS Tambak Lorok III merupakan bagian dari komitmen PLN untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan. Dengan beroperasinya GIS ini, kami dapat memastikan distribusi listrik dari PLTGU Tambak Lorok 1 dan 3 akan menjadi lebih andal dan efisien. Kami bangga dapat mempersembahkan proyek ini kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk dedikasi kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Ratnasari.

Menyambut Hari Pelanggan Nasional, PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan kualitas infrastruktur demi kepuasan pelanggan.

PLN berharap dengan beroperasinya GIS Tambak Lorok III dapat memenuhi harapan pelanggan dan terus memberikan layanan listrik yang andal di seluruh wilayah.

Ratusan Civitas Akademika FK Undip Kenakan Hitam Sebagai Bentuk Protes Pemberhentian Dekan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) menggelar apel pagi di Stadion Mini FK Undip, Tembalang, Semarang, pada Senin (2/9) pagi,

Kegiatan itu sebagai bentuk solidaritas terhadap pemberhentian sementara Dekan FK Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes, Sp.B, Supsp. Onk (K), dari praktik klinis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang.

Langkah pemberhentian sementara ini menimbulkan polemik dan kekhawatiran di kalangan civitas akademika, yang khawatir akan dampak negatif terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, dan moralitas akademik.

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari itu dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni, perwakilan pimpinan universitas, dan sejumlah guru besar FK Undip.

Mereka hadir dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka dan protes terhadap keputusan tersebut.

Acara ini juga diwarnai dengan adanya karangan bunga bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Terjadinya Premanisme Birokrasi. Tolak Pemberhentian Dekan FK Undip Dari RS Kariadi,” yang ditempatkan di tengah kerumunan sebagai simbol perlawanan terhadap keputusan yang dinilai sepihak dan tidak transparan.

Surat pemberhentian sementara yang diterbitkan pada 28 Agustus 2024 oleh Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes, dengan nomor KP.04.06/D.X/7465/2024, menghentikan sementara aktivitas klinis dr. Yan Wisnu Prajoko sebagai dokter spesialis bedah onkologi.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan memicu reaksi keras, terutama dari komunitas FK Undip yang menilai dr. Yan sebagai sosok penting dalam pengembangan akademik dan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Kariadi.

Mereka merasa bahwa keputusan ini tidak hanya mencoreng nama baik dr. Yan tetapi juga mengancam kerja sama antara FK Undip dan RSUP Dr. Kariadi yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Salah satu alumni FK Undip yang hadir dalam aksi tersebut menyampaikan kekesalannya terhadap keputusan RS Kariadi.

“RS Kariadi tidak akan sehebat sekarang tanpa kontribusi besar dari FK Undip. Kunci kehebatan rumah sakit ini terletak pada para dokter lulusan FK Undip, yang selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan ini mencederai hubungan harmonis antara rumah sakit dan institusi pendidikan yang selama ini saling mendukung dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Solidaritas civitas akademika FK Undip juga menjadi sorotan karena aksi ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen kampus. Para dosen dan guru besar yang biasanya jarang terlibat dalam aksi turun langsung untuk menunjukkan sikap mereka.

Bahkan, beberapa wakil rektor Undip hadir dan memberikan dukungan moral kepada dr. Yan dan seluruh civitas akademika FK. Kehadiran tokoh-tokoh ini menandakan besarnya dukungan yang mengalir untuk dr. Yan dan memperlihatkan kekompakan civitas akademika FK Undip dalam menghadapi situasi yang dianggap sebagai bentuk ketidakadilan.

Dalam pidatonya di hadapan ratusan peserta apel pagi, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas solidaritas dan dukungan yang diberikan oleh seluruh civitas akademika. Ia menuturkan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan kepedulian yang selalu menjadi fondasi FK Undip.

“Saya merasa sangat terharu dan berterima kasih atas dukungan yang begitu luar biasa ini. Solidaritas yang ditunjukkan hari ini memperlihatkan betapa kita semua peduli terhadap nilai-nilai keadilan dan integritas yang kita junjung bersama,” kata dr. Yan dengan suara bergetar.

Lebih lanjut, dr. Yan menegaskan bahwa tindakan apel pagi ini bukan sekadar bentuk dukungan pribadi, melainkan simbol perjuangan mempertahankan etika, integritas, dan solidaritas di tengah tantangan birokrasi.

“Aksi ini bukan hanya tentang saya, ini tentang menjaga nilai-nilai yang kita yakini sebagai civitas akademika. Ini adalah perjuangan kita bersama untuk mempertahankan integritas dan nilai-nilai yang kita pegang teguh,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya terkait surat pemberhentian sementara dari pihak RS Kariadi, dr. Yan menyatakan bahwa ia dan timnya akan terlebih dahulu mempelajari isi surat tersebut dan mempertimbangkan langkah hukum yang mungkin diambil.

Ia menegaskan pentingnya mengambil tindakan dengan bijak dan terukur agar keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi semua pihak.

“Kami masih mempelajari surat tersebut dan akan mempertimbangkan segala opsi yang ada sebelum memberikan tanggapan resmi. Kami berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan tetap menjaga profesionalitas,” tuturnya.

Apel solidaritas ini menjadi bukti nyata bahwa civitas akademika FK Undip tidak tinggal diam dalam menghadapi situasi yang dinilai merugikan institusi mereka.

Dukungan penuh yang mengalir untuk dr. Yan Wisnu Prajoko diharapkan dapat menjadi dorongan moral bagi seluruh pihak untuk menegakkan keadilan dan menjaga kemitraan yang harmonis antara dunia akademik dan layanan kesehatan.

Ratusan Warga Srondol Wetan Saksikan Kreativitas Anak-Anak dalam Karnaval Sepeda Hias dalam Peringatan HUT RI ke-79

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Suasana meriah menyelimuti wilayah RW 17 Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Sabtu (31/8) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia. Salah satu puncak acara yang paling dinantikan oleh warga adalah karnaval kendaraan hias yang diselenggarakan oleh panitia.

Rute pawai yang mengelilingi wilayah RW 17 berhasil menyedot perhatian ratusan pasang mata. Antusiasme masyarakat sangat terasa. Warga penasaran untuk menyaksikan langsung kreasi sepeda hias yang unik dan menarik yang ditampilkan oleh tiap-tiap RT.

Ketua RW 17, Kelurahan Srondol Wetan, Pujo Adi Herlambang menuturkan bahwa karnaval sepeda hias ini diselenggarakan untuk menggali kreatifitas warganya. “Peserta karnaval berasal dari anak-anak di tiap RT. Masing-masing peserta menampilkan dekorasi sepeda yang sangat beragam, unik dan indah mulai dari tema perjuangan, binatang, budaya lokal,” terang Pujo.

Anak-anak mulai TK, SD tampak begitu ceria dengan kostum-kostum lucu mereka sambil menghias sepeda dengan berbagai ornamen, pita bunga, dan pernak-pernik lainnya.

“Tahun ini Saya rasa lebih meriah dan lebih menarik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak menampilkan sepeda hias yang sangat kreatif dan penuh warna. Ada yang menghias sepeda dengan replika tank, ada pula yang membuat sepeda hias berbentuk pesawat tempur, kupu-kupu hingga burung garuda,” lanjut Pujo.

Pihaknya mengapresiasi dan merasa bangga atas kreatifitas dari seluruh warganya. “Ini menunjukkan bahwa warga RW 17 sangat kreatif, punya inovasi dan yang terpenting guyub,” pungkasnya.

“Saya sangat senang bisa ikut karnaval sepeda hias ini. Asyik, seru dan bisa ketemu teman-teman,” ujar Belinda, salah seorang peserta kelas 4 SD.

Sementara itu, salah seorang panitia HUT RI RW 17 Kelurahan Srondol Wetan, Didit mengungkapkan rasa terima kasihnya atas antusiasme warga dan anak-anak. “Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga dan menumbuhkan semangat nasionalisme,” ujarnya.

Didit lebih lanjut menuturkan jika kriteria penilaian lomba karnaval sepeda hias ini meliputi kreatifitas, keindahan dan penampilan peserta. “Semua keren dan menunjukkan kreatifitas yang luar biasa,” tutup Didit.