spot_img
Beranda blog Halaman 227

Kirab Budaya Cakra Truna Wigunaning Praja, Ferry Wawan Cahyono Bangkitkan Semangat Tradisi di Banjarnegara

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id)  – Desa Sigeblog, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, menjadi saksi kemeriahan Kirab Budaya “Cakra Truna Wigunaning Praja” yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, Minggu (25/8).

Acara yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal ini sukses menyedot perhatian masyarakat, baik dari dalam maupun luar desa.

Dengan semangat yang berkobar, Ferry menyatakan bahwa kirab budaya ini adalah wujud nyata dari upaya mempertahankan identitas budaya Jawa Tengah di tengah arus globalisasi yang semakin menggerus tradisi.

Ia menegaskan bahwa acara seperti ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya merawat nilai-nilai leluhur.

“Budaya adalah jati diri kita, dan kirab ini adalah bukti bahwa kita siap menjaga dan merawat warisan tersebut untuk generasi mendatang,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Acara kirab ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Sigeblog, dari anak-anak hingga sesepuh desa. Mereka semua berpartisipasi dengan penuh antusiasme, menampilkan pakaian adat yang indah dan beragam, serta menghidupkan kembali kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Kirab tersebut juga diiringi dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan warga desa.

Salah satu momen yang paling ditunggu dalam kirab ini adalah penampilan kelompok tari tradisional desa. Dengan gerakan yang anggun dan penuh makna, para penari, yang mayoritas adalah pemuda dan pemudi desa, menampilkan tarian khas Banjarnegara yang menggambarkan kisah-kisah kepahlawanan dan kebijaksanaan dalam budaya Jawa.

Penampilan mereka berhasil memukau para penonton dan menambah kehangatan acara.

Ferry dalam pidatonya juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian budaya.

Ia menyatakan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya lokal, karena budaya adalah salah satu pilar penting dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah.

“Kami di DPRD berkomitmen untuk memastikan bahwa budaya lokal kita tetap hidup, berkembang, dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi.

Ia percaya bahwa dengan pengelolaan yang tepat, budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita perlu menciptakan peluang dari kekayaan budaya yang kita miliki,” jelasnya.

Kirab Budaya “Cakra Truna Wigunaning Praja” di Desa Sigeblog ini diakhiri dengan pergelaran kesenian rakyat dan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur dan kebersamaan.

Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga, memperkuat rasa kebanggaan terhadap identitas budaya, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jawa Tengah untuk terus menghidupkan tradisi mereka.

Masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias, menunjukkan bahwa meskipun zaman terus berubah, kecintaan terhadap budaya lokal tetap kuat.

Dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti Ferry Wawan Cahyono, kirab budaya ini berhasil mengukir sejarah baru dalam upaya pelestarian budaya di Kabupaten Banjarnegara, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah.

Kegigihan Ferry Wawan Cahyono Menghidupkan Kesenian Ebeg di Purbalingga, Simbol Komitmen DPRD Jateng untuk Rakyat

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Dalam upaya yang tak kenal lelah untuk mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, kembali menunjukkan komitmennya yang teguh dengan menghadirkan seni tradisional ebeg di Purbalingga.

Acara Media Tradisional yang digelar di desa larangan , kecamatan Kebohongan kabupaten Purbalingga bukan sekadar hiburan semata, tetapi sebuah simbol dari dedikasi Ferry dalam membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif antara pemerintah daerah dengan rakyatnya.

Kesenian ebeg, yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya khas Jawa Tengah, merupakan tarian tradisional yang melibatkan pemain yang berperan sebagai prajurit kuda lumping.

Tarian ini tidak hanya sarat dengan unsur mistis dan spiritual, tetapi juga mengandung pesan moral dan kultural yang mendalam. Dengan memilih kesenian ini, Ferry Wawan Cahyono ingin menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka ruang dialog yang lebih akrab antara legislatif dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya DPRD Jateng untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan serta harapan mereka secara langsung.

“Kesenian tradisional seperti ebeg adalah cerminan identitas kita sebagai warga Jawa Tengah. Dengan menghadirkan seni ini di tengah-tengah masyarakat, kami berharap dapat menjaga warisan budaya sekaligus menguatkan tali silaturahmi antara pemimpin dan rakyat,” ujarnya.

Acara tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga Purbalingga, yang merespons positif inisiatif tersebut. Tidak hanya sebagai tontonan yang menghibur, pertunjukan ebeg ini juga membuka ruang diskusi dan dialog antara Ferry Wawan Cahyono dan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pertunjukan, berbagai isu lokal diangkat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Salah seorang warga yang hadir, menyatakan kebanggaannya atas perhatian yang diberikan oleh Ferry Wawan Cahyono terhadap budaya lokal dan aspirasi masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Pak Ferry benar-benar peduli dengan kami. Beliau tidak hanya sekadar datang dan berbicara, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Komitmen Ferry untuk mengangkat aspirasi masyarakat melalui pendekatan kultural seperti ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh budaya dan pemuda setempat.

Mereka melihat ini sebagai langkah maju yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Di akhir acara, Ferry menegaskan kembali bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan di berbagai daerah lain di Jawa Tengah.

Ia berjanji untuk terus mendengarkan dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat, sembari tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya lokal.

“Kita tidak bisa membangun daerah tanpa memahami akar budaya dan identitas kita. Kesenian tradisional seperti ebeg adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Saya berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat merasa lebih dekat dan lebih didengarkan,” tutup Ferry.

Dengan pendekatan yang konsisten dan berfokus pada kebudayaan ini, Ferry Wawan Cahyono telah memperlihatkan sebuah teladan dalam kepemimpinan daerah, di mana kesejahteraan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama, sambil tetap menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang kaya di Jawa Tengah.

Bangun Karakter Pemimpin, SCU Semarang Gelar Pelatihan Soft Skill bagi Mahasiswa Magister Manajemen

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, SCU kembali menggelar kegiatan rutin berupa pelatihan soft skill yang khusus ditujukan bagi para mahasiswa Program Magister Manajemen.

Pelatihan ini berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademis dan profesional, bertempat di hotel All Stay, Kota Semarang, Sabtu (24/8) siang.

Pelatihan soft skill ini dirancang untuk membekali para peserta dengan berbagai keterampilan non-teknis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen konflik, dan pengambilan keputusan yang strategis.

Ketua Program Studi Magister Manajemen SCU yaitu Dra. MY. Dwi Hayu Agustini M.B.A., PhD menekankan pentingnya pengembangan soft skill sebagai elemen krusial yang melengkapi keunggulan akademis yang dimiliki oleh para mahasiswa.

” Ini nanti ketika lulus tidak hanya pandai dalam hal akademi tapi memiliki kapasitas dan nilai di program magister manajemen ini,” ujar Dwi.

Lulusan yang hanya mengandalkan kemampuan teknis tanpa didukung oleh soft skill yang baik akan sulit untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja.

Materi pelatihan disampaikan oleh para ahli dan praktisi berpengalaman yang telah memiliki rekam jejak yang terbukti di bidang manajemen.

Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini bersifat interaktif dan partisipatif, melibatkan peserta dalam berbagai kegiatan seperti simulasi, role-play, dan studi kasus.

Dengan pendekatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari pengalaman praktis yang dapat mereka aplikasikan langsung dalam kehidupan profesional mereka.

SCU Semarang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia, terus berinovasi dalam penyelenggaraan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya fokus pada aspek akademis, universitas ini juga memberikan perhatian besar pada pengembangan karakter dan keterampilan interpersonal mahasiswa, sehingga mereka siap menjadi pemimpin yang adaptif dan berintegritas.

Pelatihan soft skill ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi para peserta, tetapi juga membekali mereka dengan fondasi yang kuat untuk berkarier di masa depan.

SCU bertekad untuk terus menggelar kegiatan serupa secara rutin, sebagai bagian dari upaya universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi.

Dengan pelatihan ini, SCU Semarang sekali lagi menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademis, tetapi juga pengembangan holistik mahasiswa agar siap menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional yang dinamis dan terus berkembang.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Resmikan Akses Jalan Wisata Pleci, Akses Jalan Purbalingga Semakin Terbuka

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Sebuah langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian kembali diambil oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, secara resmi membuka akses jalan baru menuju kawasan wisata Pleci di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/8).

Acara peresmian ini menjadi momen penting yang turut dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata, pemukiman, perkebunan merupakan salah satu kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Pembangunan akses jalan ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Potensi wisata alam Purbalingga harus kita dorong agar bisa memberikan dampak positif yang luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendukung inisiatif-inisiatif pembangunan di sektor pariwisata.

Menurutnya, peningkatan fasilitas dan infrastruktur yang memadai akan membuat Purbalingga lebih kompetitif dalam menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Tengah, dalam merealisasikan proyek akses jalan ini.

Ia menegaskan bahwa aksesibilitas yang baik merupakan prasyarat bagi perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan adanya akses jalan yang memadai, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pleci dan sekitarnya akan meningkat secara signifikan.

Ini akan memberikan multiplier effect yang positif bagi ekonomi lokal, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja baru.

Pleci, yang terletak di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, telah lama dikenal sebagai destinasi wisata dengan keindahan alam yang memukau.

Dikelilingi oleh pegunungan dan hutan alami, Pleci menawarkan pengalaman wisata yang sejuk dan asri, cocok untuk wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namun, keterbatasan akses selama ini menjadi kendala utama yang membuat potensi wisata ini belum tergarap maksimal. Dengan peresmian jalan baru ini, diharapkan Pleci bisa lebih dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Purbalingga.

Akses yang lebih mudah akan memungkinkan wisatawan untuk lebih cepat dan nyaman mencapai lokasi ini, sehingga dapat menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh Pleci dan sekitarnya.

Peresmian akses jalan wisata Pleci ini menandai awal dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi lokal.

Dengan dukungan yang terus-menerus dari berbagai pihak, Purbalingga diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga nasional.

Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan pita menjadi simbol diresmikannya jalan tersebut oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, disaksikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dan para undangan lainnya.

Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun masa depan pariwisata yang lebih cerah bagi Kabupaten Purbalingga.

Dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat Purbalingga kini memiliki harapan besar untuk melihat desanya berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Unwahas Bakal Gelar Seminar Nasional, Bahas Tantangan dan Peluang Demokrasi Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kajian politik dan hubungan internasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional (Senaspolhi) Ke-6.

Acara bergengsi ini akan digelar di Ruang Teater Fakultas Kedokteran (Kampus 2 Unwahas)Jl Raya Gunungpati, Km15, Nongkosawit, Gunungpati Semarang, Senin, 26 Agustus 2024 mendatang.

Mengusung tema “Meneropong Masa Depan Demokrasi Indonesia” ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis perkembangan demokrasi di Indonesia, serta tantangan-tantangan yang dihadapinya dalam konteks dinamika politik domestik maupun global.

Ketua Panitia, Sugiarto Pramono, menjelaskan bahwa Senaspolhi tahun ini dirancang untuk menjadi forum diskusi yang mendalam dan komprehensif.

” Tema ini dipilih sebagai refleksi dari kondisi terkini, di mana demokrasi Indonesia tengah berada pada persimpangan penting di tengah perubahan global yang cepat dan berbagai tekanan internal,” ujar Sugiarto.

Disi lain, Dekan FISIP Unwahas Agus Riyanto menjelaskan, kegiatan ini akan menghadirkan berbagai tokoh, akademisi, praktisi, serta mahasiswa yang tertarik pada isu-isu politik dan demokrasi.

” Para pembicara yaitu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Anggota DPD RI Abdul Kholik, Wakil Rektor IV Undip sekaligus sebagai pengamat politik Wijayanto dan dosen FISIP Unwahas Joko J Prihatmoko dengan moderator Anna Yulia Hartati Wakil Dekan FISIP Unwahas,” ucap Agus.

Seminar akan dilanjutkan dengan call for paper para dosen dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Seminar Nasional ini merupakan salah satu upaya FISIP Unwahas untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang politik dan hubungan internasional.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan seminar ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan demokrasi yang lebih matang dan inklusif di Indonesia.

Agus Riyanto yakin seminar kali ini sangat menarik karena akan membahas dan menyoroti isu-isu aktual dalam negeri yang tengah terjadi di Indonesia dan isu Internasional yang berkembang saat ini.

Notaris Yustiana: Pembukaan SP3 Tak Berdasarkan Hukum, Siap Lawan Penyidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengadilan Negeri (PN) Semarang kabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Dalam putusannya hakim tunggal menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum.

Menanggapi pemberitaan yang sudah beredar, Notaris Demak, Yustiana Servanda, menegaskan laporan perkara tersebut adalah fitnah, karena akta yang dituduh palsu adalah akta otentik asli yang telah terdaftar di ditjen AHU Kemenkum dan HAM RI. Bahkan turut di tanda tangan oleh seluruh pihak dalam akta itu yaitu oleh dr Setiawan, Siswa Sanjaya Chandra dan Ade Teguh Chandra yang merupakan anak dari Chandra.

Dikatakannya, dalam tandatangan itu Ade Teguh yang menuliskan sendiri dibawah tanda tangannya bahwa telah bertindak selaku kuasa dari Michael Setiawan. Dengan begitu apabila akta yang sudah lengkap, di tanda tangan dan semua pihak yang tanda tanga akta juga mengakui telah menanda tangani minuta akta. Untuk kemudian yang menanda tangani akta tersebut justru melaporkan pihak notaris dengan tuduhan membuat akta palsu adalah tuduhan yang mengada-ada dan sesat.

“Secara jelas mereka yang menyuruh notaris membuat aktanya. Kalau disebut alasan pada waktu tanda tangan tidak tahu isi akta yang ditanda tangan maka notaris seluruh Indonesia berpotensi menjadi tersangka pembuat akta palsu, karena isi akta bisa paham didalamnya secara jelas ada permintaan dari pemohon akta,”tandasnya.

Ia meminta penyidik harus mencermati bukti bahwa pada hari yang sama dengan hari pembuatan akta yg dituduh palsu yaitu 23 Desember 20 dr. Setiawan dan Siswa Sanjaja Chandra telah membuat dan menandatangani 6 akta otentik. Dengan begitu, lanjutnya, tidak mungkin tidak tahu isi akta yang mereka tanda tangani. Apalagi sebelum mereka tandatangani akta, semua telah membaca dan dibacakan kembali oleh dirinya selaku notaris.

“Mereka telah melakukan kebohongan dan patut diduga melakukan rekayasa laporan polisi. Apabila penyidik tetap meneruskan penyidikan tersebut, maka akan terjadi peradilan sesat dan kriminalisasi terhadap Notaris,”jelasnya.

Atas pembukaan SP3 tersebut, pihaknya, siap menghadapi demi martabat dan nama baik notaris. Dikatakannya penyidikan yang memaksa akta otentik asli sebagai barang bukti akta otentik palsu adalah penyidikan sesat.

“Mohon dukungan semua pihak agar perkara ini segera ada keadilan, karena SP3 sudah sesuai dan memang harus dilaksanakan,”tandasnya.

Sebelumnya, Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang Muhammad Anshar Madjid SH MH mengabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Hakim menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda SH oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum. Hakim juga memerintahkan kepada termohon praperadilan untuk mencabut surat pencabutan status tersangka, memerintahkan termohon membuka kembali penyidikan atas tersangka notaris Yustiana Servanda. Gugatan Michael Setyawan dimohonkan melalui penasihat hukumnya, Michael Deo, dan lainnya dari kantor advokat Dei Keadilan & Partner.

“SP3 termohon dianggap sah, sehingga kami harap polisi bisa membuka kembali perkara tersangka Yustiana, sekaligus melimpahkan perkaranya ke Kejati Jateng,” kata Michael Deo, kepada wartawan sebelumnya

Rektor UNISSULA Pimpin ICMI Orwil Jateng, Ferry Wawan Cahyono Berharap Pada Inovasi dan Kontribusi Nyata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pelantikan Ketua Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Tengah periode 2024-2029 menjadi momen bersejarah yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting.

Acara ini dilangsungkan di Aula Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, yang dipenuhi dengan suasana khidmat dan penuh harapan. Prof. Dr. H. Gunarto, SH., MH., yang saat ini menjabat sebagai Rektor UNISSULA, dilantik sebagai Ketua Majelis Pengurus ICMI Orwil Jawa Tengah.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono sekaligus dirinya yang juga dilantik sebagai Ketua Bidang Penataan Organisasi & Sistem Informasi Manajemen dan Pengembangan SDM, Sekretaris I Dwi Yasmanto STP, Sekretaris II Fahmi HendriSKed, Anggota Umar Soleh SP MSi, Ahmad Ridwan SE MM, Dr Sukarjo Waluyo SS MHum.

Ferry juga memberikan dukungan dan apresiasinya atas amanah baru yang diemban oleh Prof. Gunarto.

Ferry menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Prof. Gunarto sebagai Ketua Majelis Pengurus ICMI Orwil Jawa Tengah.

Ia menyebutkan bahwa peran ICMI sangat penting dalam memajukan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan keislaman.

“ICMI sebagai wadah bagi para cendekiawan Muslim memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan sumber daya manusia dan memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat dan bangsa. Saya yakin di bawah kepemimpinan Prof. Gunarto, ICMI Orwil Jateng akan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa dengan pengalaman dan keilmuan yang dimiliki oleh Prof. Gunarto, ICMI Orwil Jawa Tengah diharapkan dapat semakin berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“UNISSULA di bawah kepemimpinan Prof. Gunarto telah menunjukkan berbagai prestasi dan inovasi. Saya berharap semangat yang sama dapat dibawa ke dalam kepemimpinan ICMI Orwil Jateng untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan berdaya saing,” tambahnya.

Acara pelantikan tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kalangan akademisi, birokrat, dan organisasi masyarakat. Hadir pula para pengurus ICMI dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah yang turut menyaksikan prosesi pelantikan ini.

Mereka semua sepakat bahwa terpilihnya Prof. Gunarto sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Tengah merupakan pilihan yang tepat mengingat rekam jejak beliau yang cemerlang dalam dunia akademik dan kepemimpinan.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Gunarto, SH., MH., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengungkapkan komitmennya untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan berjanji akan mendorong sinergi antara berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Gunarto juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, ICMI Orwil Jawa Tengah akan fokus pada tiga program utama, yaitu pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Ia berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang diikuti oleh seluruh hadirin. Pelantikan ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dan misi seluruh anggota ICMI dalam membangun Jawa Tengah yang lebih baik di masa depan.

Hadirnya berbagai tokoh penting dalam acara ini menunjukkan dukungan dan harapan besar bagi kepemimpinan baru di ICMI Orwil Jawa Tengah, di mana diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Fakultas Kedokteran UNDIP Mengeluarkan Pernyataan Resmi Terkait Meninggalnya ARL ; Ada Riwayat Sakit

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait meninggalnya ARL, seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Dalam konferensi pers yang digelar Gedung Fakultas Kedokteran, Dekan FK Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M. Kes., Sp.B.Subsp.-onk(K), menegaskan bahwa penyebab kematian ARL adalah murni karena penyakit yang dideritanya, bukan akibat tindakan bunuh diri seperti yang sebelumnya dispekulasikan oleh beberapa pihak.

“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan bahwa korban memiliki riwayat sakit yang sudah cukup lama,” ungkapnya, Jumat (23/8).

Namun, karena menghormati privasi dan hak-hak almarhumah serta keluarganya, pihak Universitas menegaskan bahwa mereka tidak dapat mengungkapkan data dan fakta medis yang lebih detail.

“Mohon maaf, kami tidak dapat mengungkapkan data dan fakta medis dari almarhumah karena hal ini bersifat confidential,” tandas Dr Yan.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Dr. Yunanto, S.H., M.Hum (Kantor Hukum Universitas Diponegoro), dr. Muflihatul Muniroh, MSi.Med, PhD (Wakil Dekan 1), Dr. Nuryanto, S.Gz, M.Gizi (Wakil Dekan 2), Dr. dr. Ratnasari Dwi Cahyanti, Msi.Med, Sp.OG(K) (Tim Adhoc) serta dr. Tuntas Dhanardhono, MSi.Med, M.H, Sp.FM (Tim investigasi).

Jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran telah melakukan upaya maksimal dalam menjalin komunikasi dengan pihak keluarga almarhumah yang baru saja berpulang.

Dr Yan menambahkan pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga almarhumah di Tegal.

Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan melalui ziarah ke makam almarhumah.

“Alhamdulillah, ada kesepahaman yang sama antara kami dengan pihak keluarga. Sejauh ini, komunikasi berlangsung dengan sangat baik,” ungkap Dr. Yan.

Ia menambahkan bahwa pihak fakultas berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga dalam proses ini, serta memastikan bahwa komunikasi yang terjalin tetap terbuka dan harmonis.

Terakhir, Dr yan mewakili seluruh civitas akademika FK Undip turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam, serta
mengajak seluruh pihak, baik mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luas, untuk bersama-sama mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Polres Mandailing Natal Naikkan Status Kasus Pemalsuan Dokumen yang dilaporkan Bidan Sri Rahayu ke Penyidikan

0

MADINA (Pertamanews.id) – Polres Mandailing Natal akhirnya memberikan kabar baik terkait perkara dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan Bidan Desa Sinunukan IV, Kabupaten Mandailing Natal, Sri Rahayu. Hal itu karena laporan terhadap mantan suaminya yang merupakan warga asal Kelurahan Sipolu-Polu berinisial FKH, dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Yang tentunya akan segera ditemukan tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam perkara itu sendiri, laporan penipuan dari hasil gelar belum ditemukan unsur-unsur pasalnya. Padahal dalam kasus itu di hadapan keluarga pelapor, FKH sempat mengaku sebagai haji, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kehutanan, kemudian menjabat Kepala Bidang dan menjanjikan akan mengumrohkan, dan mengembalikan semua biaya resepsi perkawinan. Namun semua itu hanya bualan, karena belakangan diketahui berkas-berkas yang dijadikan syarat perkawinan milik FKH ternyata banyak yang dipalsukan dan terlapor bukanlah orang sebagaimana yang disebutkannya.

“Alhamdulilah saya bersyukur perkaranya naik ke penyidikan. Saya berharap segera ada tersangka dalam perkara ini dan tentunya berharap untuk terlapor (FKH) segera ditahan dan disidang nantinya,”kata Sri Rahayu, Jumat (23/8/2024).

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyedikan (SP2HP), yang diterima Sri Rahayu, Nomor : B/454/VIII/ RES.1.9/ 2024/Reskrim, tanggal 19 Agustus 2024. Diketahui bahwa laporan tersebut sesuai kontruksi perkara dan fakta-fakta telah ditemukan peristiwa pidana pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta authentik, sebagaimana Pasal 263 KUHP dan 266 KUHP. Sedangkan naiknya penyelidikan ke penyidikan diketahui dari Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP-Sidik/90/VIII/ RES.1.9/ 2024/ Reskrim, tanggal 19 Agustus 2024.

“Tentu ini angin segar buat kami, karena setelah putusan Pengadilan Agama Panyabungan, akhirnya ada bukti kuat bisa kami miliki dan menambah jelas duduk perkaranya. Dalam putusan pengadilan juga tak berani dihadiri termohon, padahal sudah dipanggil patut oleh pengadilan,”imbuh Dr (Hc) Joko Susanto, selaku Ketua Tim Kuasa Hukum Sri Rahayu, didampingi timnya, Rinanda Asrian Ilmanta, Darma Wijaya Maulana, Mahfuz Rosyadi Lubis.

Advokat dari Firma Hukum Josant And Friend’s Law Firm, ini juga menegaskan dengan naiknya status penyelidikan ke penyidikan. Tentu menambah semangat dan kepercayaan pihaknya ke Polres Mandailing Natal. Pasalnya aduan itu sudah masuk sejak 21 Desember 2023 lalu dan baru naik penyidikan pada 19 Agustus 2024. Pihaknya berharap terlapor segera ditetapkan tersangka dan ditahan. Untuk selanjutnya disidang dan dihukum berat.

Dikatannya, sangat ironis kalau sampai perkara itu yang dipojokkan adalah kliennya, karena sangat tidak mungkin orang mau menikah dengan orang yang pekerjaanya belum jelas. Namun kliennya bisa percaya karena terlapor sejak awal dihadapan keluarga mengaku haji dan PNS. Sehingga tak memiliki pikiran buruk terhadap terlapor (FKH). Ditambah terlapor juga menunjukkan surat kematian istrinya langsung dihadapan keluarga besar pelapor.

“Coba bayangkan siapa punya pikiran buruk, kalau sejak awal dia (FKH) mengaku haji, mengaku PNS, ditambah memberikan bukti memang duda, karena disebut dalam surat yang ditunjukkan ke hadapan keluarga istri pertamanya meninggal. Belakangan ini ternuata masih hidup,”jelasnya.

Advokat asal Sinunukan III, Mandailing Natal, ini berharap perkara tersebut bisa segera selesai. Pihaknya juga memberikan dukungan penuh ke Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, untuk menindak tegas pelaku-pelaku pemalsu dokumen, yang menyasar janda-janda di berbagai daerah di Mandailing Natal. Ia menduga korban dengan kasus yang sama juga banyak dialami oleh para janda-janda lain dengan beragam pelaku dan modus.

“Harapan kami Polsek-Polsek di Madina rutin penyuluhan hukum di masyarakat. Hilangkan kesan berurusan dengan polisi habiskan duit, supaya kedepan kepercayaan publik semakin baik, dan saya percaya Kapolres orang baik dan tegas,”tandasnya.

Sebelumnya 12 lembaga negara dan aparat penegak hukum telah disurati untuk turut mengawal kasus ini. Meliputi Presiden Republik Indonesia, Komnas Perempuan, Komnas HAM, Komisi III DPR RI, Menko Polhukam, Wasidik Mabes Polri, Propam Mabes Polri, Wasidik Polda Sumut, Propam Polda Sumut, Kejari Kabupaten Madina, Kapolres Madina, dan Sri Rahayu selaku klien.

Jagoan Pariwisata 2024, tiket.com Berdayakan Desa Wisata untuk Pariwisata Berkelanjutan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai Online Travel Agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com kembali menghadirkan program kolaborasi lokakarya edukatif dengan Kemenparekraf RI, Jagoan Pariwisata 2024.

Program bertajuk ‘Empowering Local Champions for Sustainable Growth’ ini memberikan pelaku usaha desa wisata kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas usahanya agar memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan (mentoring) dan pelatihan bisnis dari tiket.com, para pelaku usaha wisata di bawah naungan Jejaring Desa Wisata (JADESTA) dapat mengembangkan potensi usaha mereka.

Dengan demikian, pemilik usaha di desa wisata mampu bersaing secara nasional bahkan global, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata nasional.

Dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Jagoan Pariwisata 2024 hari Rabu (21/8), Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, mengatakan, dengan mengusung tema ‘Empowering Local Champion for Sustainable Growth’, tahun ini kami berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas bisnis para pelaku usaha desa wisata di Desa Mendut, Jawa Tengah, dan Kampung Wisata Kadipaten, Yogyakarta, agar lebih berkelanjutan.

” Selain itu, melalui program Jagoan Pariwisata 2024, kami mendorong para pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi digitalisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri pariwisata,” ungkap Gaery.

Dalam kesempatan yang sama, Ika Kusuma Permana Sari, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf, mengatakan Saat ini, jumlah kunjungan wisatawan meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata terus bergerak positif, dan para pelaku usaha harus responsif dalam memanfaatkan peluang untuk menarik minat wisatawan.

Peningkatan kemampuan dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan, model bisnis yang inovatif, serta pemasaran digital sangat krusial bagi pelaku usaha. Kami mendukung program Jagoan Pariwisata dari tiket.com karena program ini memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas mereka dan mempersiapkan diri dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

” Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan program Jagoan Pariwisata ini dengan sebaik-baiknya dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk pengembangan usaha mereka,” ujar Ika.

Sebagai bagian dari komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance), tiket.com menginisiasi program Jagoan Pariwisata untuk mendorong pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Memasuki tahun ketiga, program yang digarap bersama Kemenparekraf RI ini terus memberikan kontribusi dalam keberlanjutan pariwisata Indonesia melalui pengembangan usaha di desa wisata.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022, Jagoan Pariwisata telah memberdayakan lebih dari 158 UMKM di 13 desa wisata.

Melalui program ini, tiket.com berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa wisata, dengan harapan dapat melahirkan talenta-talenta unggul dan kompetitif yang mendukung pertumbuhan industri pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

Setelah registrasi, UMKM desa wisata akan dikelompokkan berdasarkan lini bisnis dan menerima mentorship intensif dari 20 t-fams (karyawan tiket.com) terpilih.

Para peserta akan merancang proposal bisnis yang kemudian dikompetisikan dalam business pitching, dengan ide-ide terbaik yang akan dikurasi dan dinilai oleh para juri.

Dari keseluruhan peserta, akan diseleksi 4 pemenang untuk masing-masing kategori yakni Best Tourist Attraction, Best Accommodation, Best Digital & Creative, serta Best Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Sebagai apresiasi, pemenang dari empat kategori akan menerima hadiah modal usaha dan kesempatan untuk mendapatkan eksposur bisnis di media sosial tiket.com.