spot_img
Beranda blog Halaman 229

Selama Gelaran HUT RI di IKN, 18 SPKLU PLN Layani 340 Transaksi Pengisian Mobil Listrik

0

NUSANTARA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) sukses mendukung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (17/8).

Di samping keberhasilannya dalam mengawal keandalan pasokan listrik, PLN juga berhasil mendukung operasional electric vehicle (EV) dengan penyiagaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, untuk melayani seluruh EV di IKN, PLN menyiapkan 18 unit SPKLU yang tersebar di beberapa titik.

Tercatat, sampai dengan 17 Agustus 2024, seluruh SPKLU tersebut telah melayani lebih dari 340 transaksi charging dengan total daya mencapai 6.568 kilowatt hour (kWh).

“Sejalan dengan konsep Forest City IKN yang 100 persen menggunakan ekosistem energi ramah lingkungan, PLN telah membangun infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Kami memastikan bahwa ini adalah transisi energi, bukan hanya dalam strategis high level tetapi juga operasional. Jadi, nanti ke depannya semua mobil yang ada di IKN ini adalah mobil yang berbasis pada energi bersih listrik,” kata Darmawan.

Sampai dengan saat ini PLN telah membangun 18 unit EV Charger di tiga titik di IKN dan sekitarnya, meliputi Stadion Batakan, Kantor Sekretariat Negara IKN, dan Gardu Hubung sementara.

EV Charger tersebut terdiri dari 8 unit SPKLU Ultra Fast Charging, 4 unit SPKLU Fast Charging, 3 SPKLU Medium Charging, dan 3 unit SPLU.

Operasional SPKLU tersebut didukung dengan aplikasi PLN Mobile, sehingga seluruh layanan bisa dilakukan secara digital dan cepat.

“Seluruh transaksi SPKLU dilakukan secara digital dan real time melalui menu Electric Vehicle pada SuperApp PLN Mobile, sehingga semuanya bisa terkoordinasi dan terpantau secara baik,” ujarnya.

Infrastruktur tersebut telah mampu menopang kebutuhan kendaraan operasional utama pada upacara peringatan HUT RI ke-79 yang meliputi mobil listrik Kantor Sekretariat Negara, bus listrik, mobil listrik Polri, buggy, taksi listrik, dan motor listrik Paspampres.

Darmawan menambahkan, listrik yang digunakan untuk menyuplai IKN 100 persen bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), mengingat IKN telah disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN dengan berkapasitas 10 Megawatt (MW). Sehingga baik dari sisi hulu sampai dengan hilir menggunakan energi bersih.

“Listriknya adalah listrik hijau dengan teknologi yang sangat canggih sesuai dengan konsep green, smart, dan beautiful. Kami juga memberikan suatu pelayanan di mana kendaraan listrik bisa beroperasi dengan lancar. Maka, ini adalah suatu sistem kelistrikan yang betul-betul berorientasi pada masa depan,” imbuhnya.

Dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama gelaran HUT Kemerdekaan ke-79 di IKN, sebelumnya PLN juga telah menerjunkan 450 personel yang bersiaga 24 jam non-stop di titik-titik strategis.

Setiap personel juga dibekali dengan peralatan lengkap dan didukung oleh kehadiran Command Center yang memantau pengoperasian seluruh utilitas jaringan secara real time.

“Dengan persiapan yang telah kami lakukan, baik dari segi pasokan, personel, dan SPKLU, PLN berhasil menyukseskan peringatan HUT ke-79 RI di IKN,” pungkas Darmawan.

The Palace Jeweler Ajak Masyarakat Indonesia ‘Bangga Bernusantara’ dengan Potongan Harga Emas

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, The Palace Jeweler, sebagai The National Jeweler, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut serta merayakan kemerdekaan dengan cara yang unik dan bermakna.

Melalui kampanye Bangga Bernusantara, yang digencarkan pada tanggal 17 dan 18 Agustus 2024, The Palace Jeweler mengajak masyarakat untuk mengenakan pakaian adat Nusantara dan mengunggah momen berharga tersebut di media sosial.

The Palace Jeweler yang juga merupakan mitra dari Kemenparekraf RI serta Wonderful Indonesia terbukti konsisten dalam mensosialisasikan budaya Indonesia melalui karya perhiasan.

Sesuai dengan titel tersebut, kegiatan Bangga Bernusantara sendiri juga merupakan sebuah kampanye lanjutan dari keseluruhan kampanye Nusantara yang telah disiarkan sejak bulan anniversary The Palace Jeweler yang jatuh pada bulan Juli, di mana The Palace menghadiahkan liontin Nusantara sebagai gift with purchase bagi para pelanggannya.

Dilanjutkan dengan peluncuran buku Nusantara yang merupakan hasil kolaborasi antara The Palace Jeweler dengan Samuel Wattimena yang menampilkan profil 21 perempuan inspiratif dalam balutan perhiasan Nusantara yang memukau pada tanggal 8 Agustus 2024 lalu.

Kampanye Bangga Bernusantara merupakan bentuk apresiasi The Palace Jeweler terhadap kekayaan budaya Indonesia. Dengan mengenakan pakaian adat, masyarakat yang mengunjungi gerai The Palace tidak hanya turut melestarikan warisan budaya bangsa, tetapi juga menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air.

Inisiasi ini juga menjadi tanda bahwa The Palace Jeweler juga membawa semangat Nusantara ke gerai-gerainya di seluruh Indonesia. Keseruan perayaan Hari Kemerdekaan RI bersama The Palace Jeweler dalam kampanye Bangga Bernusantara ini memiliki misi mulia untuk generasi Indonesia selanjutnya, seperti yang dijelaskan General Manager The Palace Jeweler, Jelita Setifa, “The Palace Jeweler sangat bangga dapat merayakan kemerdekaan Indonesia bersama seluruh masyarakat. Melalui kampanye Bangga Bernusantara, The Palace Jeweler ingin mengajak semua orang untuk turut melestarikan budaya Indonesia yang kaya. Dengan mengenakan pakaian adat Nusantara, kita tidak hanya menunjukkan kecintaan pada tanah air, tetapi juga turut menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.”

“Sebagai The National Jeweler, kami merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam melestarikan budaya Indonesia. Kampanye Bangga Bernusantara adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung pelestarian budaya melalui karya-karya perhiasan yang terinspirasi dari kekayaan Nusantara. Melalui promo-promo serta hadiah yang kami tawarkan dalam kegiatan ini, kami juga ingin memberikan apresiasi kepada masyarakat serta pelanggan kami yang memiliki visi yang sama akan rasa cinta terhadap budaya Indonesia,” lanjutnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, Ni Made Ayu Marthini, memberikan opininya mengenai kegiatan The Palace Jeweler sebagai mitra co-branding Wonderful Indonesia The Palace Jeweler adalah salah satu dari 189 brand yang berkolaborasi dengan Wonderful Indonesia dari Kemenparekraf RI. Kami sangat mendorong pertumbuhan brand lokal melalui aktivasi bersama ini. Ketika seseorang melihat perhiasan yang terinspirasi dari budaya Tanimbar, misalnya, akan muncul rasa ingin tahu untuk mencari tahu lebih banyak tentang Tanimbar dan bahkan berkeinginan untuk mengunjunginya. Semangat ini sejalan dengan jiwa Wonderful Indonesia.

” Ke depan, kami melihat tren turis yang justru mencari petualangan baru di tempat-tempat yang belum banyak diketahui, seperti Tanimbar, Alor, dan Mentawai, misalnya. Inilah yang ingin kami undang, terutama dari Gen Z dan milenial yang memiliki daya beli tinggi dan spontanitas tinggi. Mari kita eksplorasi keindahan Indonesia yang belum tersentuh bersama-sama,” ujar Ni Made Ayu Marthini.

Diah Kusumawardani Wijayanti, selaku Penggiat Budaya serta Ketua Umum dari Perempuan Pelestari Budaya Indonesia (PPBI) juga sangat bersemangat untuk turut serta dalam kegiatan ini, “Perempuan Indonesia itu sangat lekat dengan perhiasan, khususnya perhiasan emas. Perhiasan adalah aspek penting dalam budaya serta busana tradisional Indonesia. Kegiatan Bangga Bernusantara yang diinisiasi The Palace Jeweler pastinya sangat positif dalam mensosialisasikan kembali budaya Indonesia. Menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap budaya Indonesia yang bukan hanya kulinernya, namun juga busana, hingga perhiasannya yang sangat kaya bentuk, ragam, serta ornamental yang khas.”

Kegiatan Bangga Bernusantara yang diinisiasi oleh The Palace Jeweler juga mendapatkan apresiasi dari pihak rekanan The Palace yang adalah pihak Mall, “Keren, dan seru banget! The Palace itu tau banget dan mengenal karakter market dan customernya. sehingga dengan dibuat acara seperti itu semakin menunjukan bahwa The Palace ada brand nasional yang digemari dan melekat di hati customer setianya,” berdasarkan penuturan dari Chandra Pringgo, Event & Promotion Assistant Manager Trans Studio Mall Cibubur.

Beragam Aktivitas Menarik Menanti

Selama periode kampanye, The Palace Jeweler telah menyiapkan berbagai aktivitas menarik. Gerai-gerai The Palace se-Indonesia akan menyambut para pengunjung dengan hangat dan membagikan camilan khas Indonesia.

Selanjutnya, pengunjung dapat menikmati kelezatan kuliner nusantara yang disajikan di setiap gerai The Palace Jeweler selama periode kampanye. Menariknya lagi, The Palace Jeweler memang secara rutin menyediakan kuliner khas Nusantara setiap akhir pekan di seluruh gerainya.

Perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-79 yang jatuh pada hari Sabtu dan Minggu ini tentunya memberikan kesempatan untuk The Palace menyajikan kuliner yang lebih spesial bagi para pelanggannya.

Kemudian ada Bangga Bernusantara Costume Festival, sebuah kesempatan di mana pengunjung bisa mendapatkan kesempatan untuk menarik undian potongan harga untuk perhiasan emas mulai dari 8%, 17%, hingga 45% dengan mengenakan pakaian adat Nusantara saat berbelanja di The Palace Jeweler.

Tentunya, The Palace tidak hanya mengajak mengunjungnya untuk mengenakan pakaian adat Nusantara. Seluruh jewelry representatives dari The Palace Jeweler juga turut menyemarakkan suasana dengan mengenakan pakaian adat.

Yang terakhir, Bangga Bernusantara Content Competition, di mana masyarakat dan para pencinta perhiasan dapat mengunggah foto atau video diri dengan mengenakan pakaian adat Nusantara di media sosial, kemudian tag akun The Palace Jeweler, dan menyertakan hashtag #ThePalaceBanggaBerNusantara. Delapan orang pemenang beruntung akan mendapatkan liontin berlian Nusantara yang cantik dan berharga.

The Palace Jeweler Sebagai Mitra Kemenparekraf RI dan Wonderful Indonesia dalam Pelestarian Budaya Indonesia Sebagai The National Jeweler, The Palace Jeweler berkomitmen untuk melestarikan budaya Indonesia melalui karya-karya perhiasannya.

Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Wonderful Indonesia semakin memperkuat posisi The Palace Jeweler sebagai mitra strategis juga memperkuat komitmen The Palace Jeweler dalam mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.

The Palace Jeweler berharap kampanye Bangga Bernusantara ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta melestarikan budaya Nusantara.

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kampanye Bangga Bernusantara dari The Palace Jeweler ini menunjukkan bahwa The Palace Jeweler terus berkembang dan berupaya untuk melestarikan kriya dan budaya Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai The Palace Jeweler dapat diakses melalui website www.thepalacejeweler.com.

Update terkini mengenai ragam koleksi perhiasan dan event yang diselenggarakan oleh The Palace Jeweler tersedia di akun Instagram resmi The Palace Jeweler dan akun Tiktok @thepalacejeweler.

Kelurahan Pudakpayung Raih Juara I Lomba Desa Jateng, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Kota Semarang, Kali ini di tingkat Provinsi, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Juara I pada Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Tengah saat Upacara Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Alun-alun Kota Salatiga, Senin (19/8).

Atas prestasi tersebut, Kelurahan Pudakpayung berhak untuk maju ke kompetisi di tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah.

Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, karena kota Semarang berhasil menjadi yang terbaik se-Provinsi Jawa Tengah. Sudah 8 tahun kita tidak pernah masuk penilaian nasional, dan kini kita berhak untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah di level nasional,” ujar mbak Ita, sapaan akrabnya.

Menurut mbak Ita, prestasi ini tidak terlepas dari potensi besar dan komplit yang dimiliki Kelurahan Pudakpayung. “Mulai dari pemberdayaan masyarakat, potensi alam dan wisatanya, hingga semangat untuk nguri-uri kebudayaan yang dimiliki oleh warga Pudakpayung,” imbuhnya.

Untuk itulah, pihaknya mendorong agar OPD terkait bersama seluruh jajaran di kelurahan Pudakpayung semakin mematangkan persiapan untuk penilaian di tingkat nasional.

Sementara itu Pamirah, Lurah Pudakpayung, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberhasilan Kelurahan Pudakpayung menjadi juara di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Matur nuwun Ibu Wali kota atas bimbingan dan arahannya, serta matur nuwun kepada OPD terkait yang sudah mensupport lomba kelurahan, sehingga Kelurahan Pudakpayung menjadi juara 1 tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sedangkan, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Noegroho Edy Rijanto, juga menyambut gembira atas prestasi ini. “Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi kelurahan-kelurahan lain di Kota Semarang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kelurahan Pudakpayung telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik, prestasi tingkat Jateng dan Insya Allah nantinya prestasi tingkat nasional bukanlah hal yang mustahil untuk diraih,” ujarnya.

Kelurahan Pudakpayung memang memiliki berbagai keunggulan dan potensi yang layak diandalkan. Program pemberdayaan masyarakat di kelurahan ini berjalan sangat baik, seperti Bank Sampah Payung Lestari yang pernah memenangkan Program Kampung Iklim (Proklim), Kampung Tematik Jajanan Tradisional Sekar Wangi di RW 7, Kelompok Batik Arlynn Eco Print dan Kampung Literasi dengan perpustakaan mandiri Payung Prasetya.

Selain itu, Pudakpayung juga memiliki potensi wisata yang menarik, seperti rintisan wisata air terjun Curug Kedung Kudhu dan Vihara Sima yang merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia.

Partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya juga sangat tinggi, meski terletak di kota metropolitan seperti Semarang.

Hal ini terlihat dari kegiatan pagelaran wayang kulit yang digelar empat kali dalam setahun dalam rangka sedekah bumi, tradisi Nyadran, serta pelestarian 11 (sebelas) sendang alami yang masih terjaga.

Kajati Jateng Ponco Hartanto Hadiri Peringatan Hari Jadi Jateng, Dukung Deklarasi Anti Narkoba

0

SALATIGA (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ponco Hartanto, SH., MH., turut hadir dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-79 Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Lapangan Pancasila, Kota Salatiga.

Acara ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dan kepala daerah dari seluruh Jawa Tengah.

Upacara peringatan ini berlangsung dengan khidmat, menandai momen bersejarah bagi Provinsi Jawa Tengah. Dalam pidatonya, Pj Gubernur Nana Sudjana mengingatkan kembali pentingnya persatuan dan kerja keras untuk terus membangun Jawa Tengah yang maju dan sejahtera.

Setelah upacara, Pj Gubernur Nana Sudjana memimpin pembacaan Deklarasi Anti Narkoba. Deklarasi ini diikuti oleh seluruh kepala daerah di Jawa Tengah, termasuk Ponco Hartanto.

Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memerangi peredaran narkoba, yang selama ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya.

Sebagai bagian dari deklarasi tersebut, dilakukan pula penandatanganan Komitmen Bersama Pemda se-Jawa Tengah untuk mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Inisiatif ini diprakarsai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai upaya strategis dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ponco Hartanto, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini.

Ia juga menambahkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba akan terus ditingkatkan, baik melalui tindakan preventif maupun represif.

Menurutnya, penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba, sekaligus memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku untuk menimbulkan efek jera.

“Kejaksaan mengapresiasi dan mendukung dalam mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari narkoba. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Kehadiran Ponco Hartanto dalam upacara ini menunjukkan komitmen kuat institusi kejaksaan dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan upaya pemberantasan narkoba dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ajak Lestarikan Budaya di Acara Wayang Kulit Desa Prendengan ; Jangan Lupakan Akar Budaya Kita!

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry, menghadiri acara pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di Desa Prendengan, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, pada Sabtu malam (19/08/2024). Acara ini digelar sebagai bagian dari perayaan tradisi budaya lokal yang rutin diadakan oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ferry mengapresiasi masyarakat Desa Prendengan yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya, khususnya wayang kulit, sebagai warisan nenek moyang. Menurutnya, wayang kulit bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi sosial yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

“Wayang kulit adalah salah satu kekayaan budaya kita yang harus terus dijaga. Selain menghibur, wayang juga menyampaikan pesan moral dan filosofi yang dalam. Ini sangat penting untuk generasi muda kita agar tidak melupakan akar budaya mereka,” ujar Ferry.

Pagelaran wayang kulit yang digelar semalam dibawakan oleh dalang ternama dari wilayah setempat, dan dihadiri oleh ratusan warga yang antusias mengikuti acara hingga larut malam. Selain pagelaran wayang, acara tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni lainnya, seperti tari-tarian tradisional dan pertunjukan musik gamelan.

Kehadiran Ferry dalam acara ini juga menjadi momen bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan salah satu pemimpin daerah mereka. Beberapa warga yang hadir memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terkait pembangunan di wilayah mereka.

Acara wayangan ini diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga Desa Prendengan. Pagelaran tersebut tidak hanya berhasil menghibur warga, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara mereka.

Dengan kehadirannya, Ferry menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya tradisional serta mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung, sebuah langkah yang diapresiasi oleh banyak pihak di daerah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono Hadiri Kegiatan Seni Tradisional Kuda Lumping di Karangsambung Kebumen

0

KEBUMEN (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menghadiri kegiatan seni tradisional kuda lumping yang digelar di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Minggu (18/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan warga setempat yang antusias menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang kian langka ini.

Dalam sambutannya, Ferry Wawan Cahyono mengapresiasi upaya masyarakat Desa Langse dalam melestarikan kebudayaan lokal.

Ia menyatakan bahwa seni tradisional seperti kuda lumping merupakan bagian penting dari identitas budaya Jawa Tengah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Kesenian tradisional adalah warisan nenek moyang kita yang sangat berharga. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal kepada generasi muda,” ujarnya.

Pagelaran seni ini juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya di tingkat desa.

Selain pertunjukan kuda lumping, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai atraksi seni lainnya, seperti tarian tradisional dan pertunjukan musik gamelan.

Ferry Wawan Cahyono menambahkan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di daerah.

“Kami berharap, dengan adanya perhatian dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, kesenian tradisional dapat terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata yang bisa meningkatkan perekonomian desa,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan pemberian penghargaan kepada para seniman yang telah berkontribusi dalam melestarikan kesenian kuda lumping di Desa Langse.

Rayakan HUT RI ke-79, RSI Sultan Agung Semarang Targetkan Jadi Rumah Sakit Berstandar Internasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-79 serta merayakan Milad ke-53, Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang menyelenggarakan upacara bendera dengan penuh khidmat, baru-baru ini.

Upacara yang berlangsung di depan Gedung A rumah sakit ini dihadiri oleh ratusan pegawai, mulai dari tenaga medis, staf administrasi, hingga pimpinan rumah sakit.

Bertindak sebagai pembina upacara, Direktur Utama RSI Sultan Agung, Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si.Med, menyampaikan pidato yang menggugah semangat para peserta upacara.

“Semoga kita semua diberikan amanah kekuatan dalam menjalankan visi misi, amanah untuk menjadikan RSI Sultan Agung berstandar internasional dengan layanan modern, profesional with extraordinary experience services dengan tetap mengacu pada nilai-nilai islam dalam melayani kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Merayakan dua momen penting, yaitu HUT RI ke-79 dan Milad RSISA ke-53, Prof. Agung juga mengajak peserta upacara untuk mengenang jasa pahlawan yang telah gugur di medan perang demi kemerdekaan Republik Indonesia.

“HUT RI ini akan menjadi spirit kita untuk berubah, untuk menjadi yang terbaik dalam hikmat melayani pendidikan dan kesehatan masyarakat,” kata Prof. Agung.

Tidak hanya itu, Prof. Agung juga menyinggung tentang era distruption dimana dunia saat ini berubah begitu cepat, menurutnya di era disrupsi kerja keras dan kerja gigih saja tidak cukup.

“Kita harus mampu melakukan adaptasi menciptakan terobosan baru, inovasi baru, kita dituntut untuk melakukan learning agility, kita dituntut untuk melakukan continuous learning, terus melakukan perubahan dan inovasi agar kita mampu melahirkan produk baru untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Agung mendorong seluruh pegawai agar keluar dari zona nyaman dan dapat memberikan layanan terbaik bagi pasien, agar pasien dapat memiliki experience yang membekas.

“Quality kita adalah jaminan bagi keberlangsungan rumah sakit kita, kita harus berubah mulai dari infrastruktur kemudian ke mindset,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut Prof Agung juga memberikan penghargaan umroh kepada 20 pegawai.

Ratih Nugraheni, salah satu pegawai yang akan diberangkatkan umroh mengaku merasa terharu karena sebentar lagi impiannya untuk dapat ke tanah suci tercapai.

“Alhamdulillhah terima kasih RSI Sultan Agung karena telah memberikan saya kesempatan untuk bisa berangkat umroh, akhirnya impian lama saya untuk pergi ke tanah suci dapat tercapai,” tutur Ratih saat ditemui tim RSISA TV.

Acara dilanjutkan dengan pemberian logam mulia sebagai penghargaan kepada 62 pegawai dengan masa pengabdian 15 tahun, 5 pegawai dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 13 pegawai dengan masa pengabdian 30 tahun.

Selain penghargaan masa pengabdian pegawai, acara dilanjutkan dengan pengumuman juara lomba Master Of Ceremony (MC) , lomba tenis meja, lomba video reels, lomba menulis dan pemberian penghargaan apresiasi “Sharing kabar baik” kepada 3 unit yang telah memberikan pelayanan dengan baik sehingga konsumen puas dan rela menyebarkan kabar baik the best customer experience-nya.

Sri Wahyuni, S.S., MM selaku ketua panitia milad RSISA Semarang mengatakan tujuan diadakannya berbagai lomba internal seperti lomba MC, menulis, tenis meja, dan video reels agar dapat menemukan mutiara terpendam dari para pegawai.

“Agar kita dapat menemukan bakat terpendam pegawai, mungkin ada dari perawat yang pandai menulis atau pandai menjadi MC. Nanti akan kita kembangkan lagi bakatnya dengan ikut berbagai macam pelatihan, sesuai dengan yang disampaikan Prof. Agung agar kita dapat mengembangkan diri dan beradaptasi di era disrupsi ini,” terangnya.

Wanita yang akrab di sapa Uun itu selanjutnya menyampaikan kegiatan eksternal yang telah dilaksanakan dalam rangka perayaan milad RSISA, seperti lomba badminton antar kecamatan se-Kota Semarang , Poundfit merdeka dan seminar.

“Lalu ada juga seminar jantung yang rencana akan diadakan pada tanggal 7 September,” katanya.

Setelah upacara RSI Sultan Agung menyelenggarakan kegiatan tasyakuran yang dihadiri oleh tamu undangan diantaranya Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung ( YBWSA) yaitu Drs. Ahmad Azhar Combo

79 Tahun Perjalanan Jawa Tengah, Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ajak Masyarakat Bangun Masa Depan yang Lebih Cerah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam suasana penuh khidmat dan kebanggaan, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah yang ke-79.

Ferry menegaskan bahwa peringatan hari jadi provinsi ini bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga momen refleksi untuk melihat seberapa jauh provinsi ini telah berkembang sejak didirikan.

“Jawa Tengah telah melalui perjalanan panjang, penuh dengan dinamika dan tantangan. Dari titik ini, kita semua harus merenung dan bertanya pada diri sendiri, sudah sejauh mana kita berkontribusi dalam pembangunan daerah ini? Hari jadi ini adalah saat yang tepat untuk kita mengevaluasi dan merancang langkah ke depan yang lebih baik,” ungkap Ferry, di Semarang, Senin (19/8).

Ferry juga menyoroti berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Jawa Tengah, baik di bidang infrastruktur, ekonomi, pendidikan, maupun kebudayaan.

Ia memuji semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Jawa Tengah yang menjadi modal utama dalam membangun provinsi ini.

“Keberhasilan yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari kerja keras dan komitmen seluruh lapisan masyarakat, dari petani hingga pejabat, dari pelajar hingga pengusaha. Semua memiliki peran penting dalam menciptakan Jawa Tengah yang kita banggakan sekarang,” katanya.

Namun, Ferry juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial masih menjadi isu yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

“Kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada saudara-saudara kita yang belum merasakan kesejahteraan yang seharusnya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita lakukan benar-benar inklusif dan merata,” tegas Ferry.

Ferry juga mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Ia berharap, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, Jawa Tengah akan terus maju dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan semangat baru, dengan harapan baru. Bersama, kita bisa mewujudkan Jawa Tengah yang lebih sejahtera, adil, dan makmur untuk generasi mendatang,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Dengan semangat peringatan hari jadi ini, Jawa Tengah diharapkan mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa depan dengan lebih siap dan matang, serta terus menjaga identitasnya sebagai salah satu provinsi yang kaya akan budaya, sejarah, dan potensi untuk berkembang.

Setelah Putusan Bebas, Jessica Kumala Wongso Sampaikan Terima Kasih kepada Wartawan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Setelah perjuangan hukum yang panjang, Jessica Kumala Wongso menyatakan rasa syukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya hingga akhirnya dinyatakan bebas dari segala tuduhan yang menimpanya.

Dalam pernyataannya kepada wartawan yang hadir di luar Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jessica mengucapkan terima kasih secara khusus kepada teman-teman wartawan yang telah memberikan dukungan dan liputan selama proses hukum berlangsung.

“Terima kasih teman-teman wartawan atas dukungannya selama ini, nanti kita kumpul lagi ya untuk bicara lebih lanjut. Makasih,” ucap Jessica dengan senyum di wajahnya.

Jessica, yang sebelumnya telah menjalani masa persidangan yang melelahkan, terlihat lega dan bahagia dengan putusan bebas yang diberikan oleh pengadilan.

Kehadiran para pendukungnya yang setia di luar pengadilan juga turut membuat momen ini semakin berkesan baginya.

Adapun kuasa hukum Jessica Wongso, Otto Hasibuan, menyebutkan pihaknya sudah rampung menyelesaikan dokumen persyaratan bebas bersyarat. Menurut dia, Jessica akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Jadi, barusan, barusan tahap akhir sudah selesai. Setelah dari Lapas, kemudian ke Kejari, kemudian di Bapas, Jessica sudah diserahterimakan tadi. Sudah ada dokumennya diserahkan di sini,” jelas Otto Hasibuan.

Adapun selama menjalani masa bebas bersyarat, Jessica harus menjalani wajib lapor hingga 2032.

“Selama menjalani PB, yang bersangkutan wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur-Utara dan akan menjalani pembimbingan hingga 27-03-2032,” kata Kepala Kelompok Kerja Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Deddy Eduar Eka Saputra, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/8/2024).

Deddy menjelaskan bahwa Jessica dinilai telah berkelakuan baik. Jessica mendapatkan total remisi sebanyak 58 bulan 30 hari.

“Sebelumnya, selama menjalani pidana, yang bersangkutan telah berkelakuan baik berdasarkan Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana dengan total mendapat Remisi sebanyak 58 bulan 30 hari,” ujarnya.

Jessica diketahui mulai ditahan pada 30 Juni 2016. Dia menerima pidana selama 20 tahun penjara berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 498 K/PID/2017 tanggal 21 Juni 2017.

“Selanjutnya, yang bersangkutan menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Jakarta,” ucap Deddy.

Deddy mengatakan Jessica mendapat pembebasan bersyarat (PB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor PAS-1703.PK.05.09 Tahun 2024.

Cicit Buyut WR Soepratman Hadir dalam Peringatan Kemerdekaan ke-79 RI Tingkat Kota Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ada yang terasa istimewa dalam peringatan HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia tingkat kota Semarang tahun ini. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu secara khusus mengundang cicit buyut keluarga Wage Rudolf (WR) Soepratman, Antea Putri Turk dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79 di Balai Kota Semarang, Sabtu (17/8).

Dalam upacara tersebut, Antea Putri Turk hadir mengenakan kebaya merah dengan rambut bersanggul cantik. Ia membawakan lagu Indonesia Raya tiga Stanza dan Indonesia Tjantik yang diciptakan tahun 1924.

“Yang istimewa di HUT Kemerdekaan RI ini adalah hadirnya cicit buyut dari keluarga bapak WR Supratman, yang menciptakan lagu Indonesia Raya,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Mbak Ita mengaku takjub dengan suara Antea yang dikumandangkan dalam upacara tersebut. “Ananda Antea ini tadi menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tiga Stanza dan Indonesia Tjantik. Nyanyiannya diiringi paduan suara dari anak-anak muda dari Klenteng Tay Kak Sie yang menyanyikan lagu perjuangan,” ujar dia.

Menurut Mbak Ita, dengan kehadiran Antea menjadi penyemangat para muda-mudi dan masyarakat umumnya untuk terus mengumandangkan lagu Indonesia Raya di negara tercinta ini.

Dalam kesempatan peringatan kemerdekaan tersebut, Mbak Ita mengajak masyarakat untuk ikut memaknai kemerdekaan dengan berjuang demi pembangunan Indonesia dan Kota Semarang khususnya.

“Kalau dulu, perjuangan dalam bentuk fisik, sekarang berjuang dengan program-program yang dinamis, seperti pengendalian inflasi, ketahanan pangan, penurunan stunting,” jelasnya.

Menurut dia, Kota Semarang berhasil dengan baik dalam meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi atau LPE bahkan di atas Jawa Tengah. Tak hanya itu, Angka stunting dan kemiskinan mengalami penurunan.

“Alhamdulillah kemiskinan ekstrem di 2023 sudah zero. Tentunya harus ada inovasi-inovasi, baik dibidang ketahanan pangan kemudian ekonomi. Tentunya harus dinamis dan menyesuaikan dengan yang dikerjakan pemerintah pusat,” imbuh dia.

Saat ini, lanjut Mbak Ita, di masa transisi pemerintah yang baru terdapat salah satunya adalah program makan siang bergizi.

“Kota Semarang ini juga melakukan inovasi-inovasi bagaimana untuk menghadapi program nanti ke depan. Kami melakukan program ‘STROBERI’ yaitu program pemberdayaan urban farming di dalam memenuhi makan siang bergizi dan mencegah obesitas,” paparnya.

Tak hanya itu, di bidang infrastruktur dalam waktu dekat ini Pemkot Semarang akan melakukan MoU dengan PT. KAI. “Saat ini di IKN kan sudah transportasi massal ada Autonomous Rail Rapid Transit (ART). Kami kemarin di IKN sudah diinstruksikan bapak Presiden untuk menggunakan ART dibanding MRT dan LRT karena mahal biayanya. Dengan ART bisa menjadi salah satu solusi terkait transportasi massal Kota Semarang,” imbuhnya.

Selain itu, terkait pengelolaan sampah yang menjadi problem dunia, Kota Semarang akan melakukan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). “Saat ini KPBU sudah di Kementerian Keuangan. Mudah mudahan bisa segera terealisasi,” sebut dia.

Dirinya mengakui masih ada PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan Pemkot Semarang, diantaranya yakni persoalan Banjir dan Rob. “Yang masih jadi PR pemerintah kota adalah mengenai banjir dan rob. Kami bertahap akan berupaya menyelesaikannya. Kalau masalah pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan. Alhamdulillah kita tertinggi untuk laju pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.