spot_img
Beranda blog Halaman 23

Dinilai Program Sakral, Pertamina Patra Niaga RJBT Kembali Support Kegiatan UKW PWI Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) kembali berkomitmen untuk mendukung kegiatan Uji Kompetisi Wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng).

UKW dinilai program sakral untuk meningkatkan kualitas, kapasitas, dan profesionalisme wartawan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Taufiq Kurniawan, Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional JBT saat bersilaturahmi ke Gedung Pers Jateng, Semarang, Selasa 9 Desember 2025.

Kunjungan ini untuk kesekian kalinya, Taufiq bersama tim berkunjung ke Sekretariat PWI Jateng. Dia didampingi Sr Spv Communication & Relation Risky Diba Avrita, dan Jr Officer Communication & Relation Fachrur Rozi.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Pertamina Patra Niaga RJBT diterima jajaran Pengurus Harian PWI Jateng, di antaranya Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Ketua Bidang Multimedia Agus Toto Widyatmoko, Sekretaris Achmad Ris Ediyanto bersama wakilnya, Bakhtiar Rivai.

Hadir juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Jateng Amir Machmud NS, Direktur Badan Khusus UKW Widiyartono R, dan Ketua Badan Pengembangan Usaha Organisasi (BPUO) Aning Karindra Ariyanti.

”Kami mendukung UKW sebagai program sakral untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada wartawan, khususnya memahami informasi Pertamina secara jernih dan dalam. Beberapa waktu lalu di Pekalongan ada berita tabung gas meledak, tapi kenyataannya tabungnya masih utuh. Lalu istilah kelangkaan stok juga perlu dipahami. Dengan dukungan PWI bersama anggotanya, supaya bersama-sama mengedukasi masyarakat dan turut menciptakan suasana yang kondusif,” kata Taufiq.

Menurut dia, Jateng menjadi denyut wisata di Tanah Air dan saat ini memasuki gawe besar yaitu Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dan Pertamina, tandas Taufiq, siap menyukseskan melalui sektor energi.
”Kami juga nitip informasi, bahwa Pertamina siaga menghadapi hajat besar Nataru. Semua siaga. Kalau biasanya persiapan periode siaga kami H-15 dan H+15, tapi tahun ini H sebulan dan H+15,” tambahnya.

Disambut Baik

Dukungan tersebut disambut positif Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana yang berharap sinergitas Pertamina RJBT – PWI Jateng semakin erat. Dia bahkan menyampaikan, pihaknya akan memberikan ruang kepada Pertamina RJBT untuk memberikan informasi terkini dalam forum UKW, seperti pada materi Wawancara Terjadwal dan Wawancara Cegat (doorstop).

”Bahkan dalam program Orientasi Kewartawanan, kami pun bisa menghadirkan nara sumber dari Pertamina,” terangnya.

Di bagian lain, Direktur Badan Khusus UKW PWI Jateng, Widiyartono R berharap kolaborasi antara PWI Jateng dan Pertamina Patra Niaga RJBT dapat segera terwujud agar pelaksanaan UKW di Jawa Tengah kembali berjalan.
Widiyartono mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun terakhir, pelaksanaan UKW di PWI Jateng sempat terhenti akibat dualisme kepemimpinan di PWI Pusat. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, UKW rutin digelar sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun.

“Pada 2025 ini UKW belum bisa diselenggarakan karena adanya persoalan internal. Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa kembali berjalan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pertamina,” katanya.

Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata. Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana menyerahkan piagam penghargaan kepada Pertamina sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi dan dukungan yang selama ini terjalin dalam berbagai kegiatan PWI. (***)

PLN Tuntaskan Pemulihan Kelistrikan Sumut 100 Persen! Sumut Kembali Menyala

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 100% sistem kelistrikan yang terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, menjadi wilayah terakhir yang kembali menyala pada Minggu (7/12), menandai tuntasnya pemulihan pascabencana yang melanda sejak 25 November 2025.

Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas PLN yang bekerja tanpa lelah meski menghadapi medan ekstrem dan risiko tinggi.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas PLN yang terjun langsung ke lapangan, membantu mempercepat proses pemulihan jaringan listrik hingga saat ini, listrik tentunya sangat membantu agar aktivitas warga tidak terhambat dan pembersihan rumah dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Bobby.

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu turut mengapresiasi kerja keras seluruh tim PLN yang terus berupaya memulihkan kelistrikan di tengah kondisi darurat bencana. Ia menegaskan bahwa dedikasi PLN sangat berarti bagi masyarakat, terutama di wilayah yang masih terisolasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang terus berjuang di tengah bencana. Komitmen mereka luar biasa. Kami juga telah menerima bantuan berupa 20 genset untuk melistriki desa yang masih terisolir,” ujar Gus Irawan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan ini merupakan hasil kerja keras antara petugas PLN dan seluruh unsur yang memperkuat dukungan di lapangan.

“Sesuai arahan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Bapak Bahlil Lahadalia, seluruh personel tak kenal lelah berkerja nonstop menembus medan berat untuk merampungkan pemulihan kelistrikan di semua titik terdampak. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, TNI/Polri, dan masyarakat menambah kekuatan kami di lapangan. Tantangannya luar biasa, tetapi semangat untuk menghadirkan terang bagi rakyat jauh lebih besar,” ujar Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir menjelaskan bahwa proses pemulihan dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kecepatan, dan ketepatan.

“Kami menerjunkan 949 personel dengan prosedur keamanan ketat. Banyak titik hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sambil membawa material berat. Petugas harus menyusuri tebing, jalur berlumpur, hingga wilayah terisolasi. Dedikasi inilah yang memungkinkan kami menuntaskan pemulihan ini,” jelas Mundhakir.

Ia menambahkan bahwa 103 penyulang yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi sepenuhnya, dan PLN memastikan seluruh pelanggan di wilayah terisolir akan segera menyala secara bertahap.

“Rampungnya pemulihan ini bukan hanya keberhasilan teknis, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menembus medan tersulit,” pungkas Mundhakir.***

FORDA Jateng 2025, YJI Semarang Unggul di Hampir Semua Kategori Lomba

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Semarang kembali mengukir prestasi membanggakan pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah 2025 yang berlangsung pada 5–7 Desember 2025 di Kota Surakarta.

Melalui penampilan konsisten dan kekompakan para pegiatnya, YJI Kota Semarang berhasil keluar sebagai Juara Umum.

Rangkaian lomba YJI dilaksanakan pada 7 Desember 2025, usai pembukaan resmi oleh Ketua YJI Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj. Sri Lestari Soediro, S.E., S.H., M.H., atau yang akrab disapa Bu Diro. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh peserta.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi para pegiat. Ini salah satu upaya menjaga kesehatan jantung kita,” tutur Bu Diro.

Capaian prestisius ini disambut bangga oleh Ketua YJI Kota Semarang, Tia Hendi. Ia menyatakan bahwa keberhasilan kontingen Semarang merupakan buah dari latihan rutin, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan para pegiat.

“Alhamdulillah, prestasi ini menjadi hadiah bagi kita semua. Para pegiat telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Kami bersyukur dapat mengharumkan nama Kota Semarang di tingkat provinsi,” ujarnya.

YJI Kota Semarang mengirim 33 pegiat untuk bersaing di berbagai kategori. Para peserta menunjukkan performa terbaik, sportivitas tinggi, serta kemampuan teknis yang matang sehingga mampu mengungguli kontingen dari kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

Tia Hendi berharap kemenangan ini menjadi pemantik semangat untuk terus menyebarkan gerakan hidup sehat di masyarakat.

“Kemenangan ini bukan akhir, tetapi titik awal bagi kita untuk semakin giat mengampanyekan gaya hidup sehat. Semoga semangat ini menular ke masyarakat luas,” tambahnya.

Selain itu, YJI Kota Semarang memberikan apresiasi kepada para pelatih, pendamping, panitia, serta keluarga pegiat atas dukungan penuh yang diberikan sejak persiapan hingga pertandingan berlangsung.

Ajang FORDA Jateng 2025 sendiri berlangsung meriah dan melibatkan berbagai INORGA. Selain sebagai kompetisi, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi serta mendorong budaya hidup aktif di masyarakat.

YJI Kota Semarang mencatatkan hasil impresif hampir di seluruh kategori lomba, antara lain:

  • Skipping Tingkat SD–SMP: Juara 1
  • Hip Heart 2 Remaja: Juara 1
  • Perorangan Senam Jantung Sehat (SJS) 1–3–5 Usia 30–50 Tahun: Juara 1–3
  • Pralansia SJS 6 Usia 51–60 Tahun: Juara 1 dan 2
  • Lansia Usia 61 Tahun ke Atas: Berprestasi di kategori utama

Secara keseluruhan, kontingen Semarang mengumpulkan 5 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu, memastikan posisi sebagai Juara Umum FORDA Jateng 2025.

Dengan prestasi tersebut, YJI Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam edukasi kesehatan jantung dan memperluas gerakan hidup sehat di masyarakat.***

Perangi Korupsi, Kejati Jateng Ungkap Ratusan Kasus dan Pulihkan Kerugian Negara Rp56 Miliar pada 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menutup tahun 2025 dengan capaian signifikan dalam pemberantasan korupsi.

Sepanjang tahun ini, Kejati Jateng mengungkap ratusan perkara korupsi dan berhasil menyelamatkan keuangan negara lebih dari Rp56 miliar.

Dari total itu, Rp27 miliar berasal dari kerja Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jateng. Sementara Rp28 miliar lebih disumbang oleh hasil penanganan perkara di seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Jawa Tengah.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ade Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya menangani puluhan perkara di berbagai tahapan sepanjang tahun.

Ia menyebut ada 19 penyidikan, 11 penyelidikan, dan 19 penuntutan yang dilakukan Pidsus Kejati Jateng.

“Penyelamatan kerugian keuangan negara pada tahap penyidikan sebesar Rp27.922.022.000. Penyelamatan keuangan negara tersebut masih menunggu perkara berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Untuk selanjutnya akan distor sebagai PNBP Kejaksaan,” ujar Ade Hermawan usai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025, di Semarang, Selasa (9/12).

Di tingkat Kejari, kinerja pengungkapan kasus korupsi juga cukup besar. Total perkara mencapai 125 penyelidikan, 117 penyidikan, dan 156 penuntutan sepanjang 2025.

“Penyelamatan keuangan negara dari seluruh kejari di Jawa Tengah mencapai Rp28.605.261.496. Nilai ini mencakup pengembalian kerugian negara dan barang bukti yang disita untuk negara,” lanjut Ade.

Selain menindak, Kejati Jateng juga memperkuat langkah pencegahan. Penyuluhan hukum terus digelar ke sekolah-sekolah, desa, hingga komunitas warga untuk menekan potensi korupsi sejak awal.

Ade menegaskan bahwa langkah pencegahan ini sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat.

“Program prioritas nasional itu seperti MBG, kemudian apa juga koperasi merah putih itu kita memang Intel dan Datun yang bekerja untuk itu,” tegasnya.

Dengan capaian penanganan kasus dan pencegahan yang terus diperkuat, Kejati Jateng menegaskan komitmennya menjaga uang negara dan memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.***

Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Warga Wonolopo Gelar Aksi Tanam Pohon sebagai Penerapan Komunikasi Persuasif

0
Mahasiswa Ilmu Komunikasi bersama warga menanam bibit pohon secara gotong royong di Desa Wisata Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (7/12) lalu.

SEMARANG (Pertamanews.id) — Desa Wisata Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menjadi lokasi kegiatan penanaman bibit pohon yang melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan warga setempat, Minggu (7/12) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas lapangan mahasiswa dalam penerapan komunikasi persuasif, sekaligus upaya mendorong kepedulian lingkungan di kawasan kampung organik Wonolopo.

Sebelum penanaman, mahasiswa melakukan pendekatan kepada warga melalui dialog langsung. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung kenyamanan desa wisata, serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Aksi tanam pohon dilaksanakan secara gotong royong di beberapa titik desa. Mahasiswa dan warga bersama menyiapkan lahan, melakukan penggalian, dan menanam berbagai jenis bibit pohon. Keberagaman bibit dipilih untuk mendukung penguatan ekosistem dan memperindah kawasan wisata organik.

Selama kegiatan berlangsung, interaksi antara mahasiswa dan warga berjalan aktif. Warga berbagi pengalaman dalam menjaga lingkungan, sementara mahasiswa mempraktikkan teori komunikasi persuasif secara langsung di tengah masyarakat.

Ketua kelompok mahasiswa, Adzania Fajriyati, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit pohon ini dirancang sebagai ruang praktik langsung komunikasi persuasif di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menerapkan teori komunikasi persuasif secara nyata sekaligus mengajak warga untuk bersama menjaga lingkungan Desa Wisata Wonolopo. Kami berharap pohon yang ditanam dapat memberi manfaat jangka panjang dan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya penghijauan,” ujar Adzania.

Sementara bagi warga Wonolopo, penanaman bibit pohon menambah ruang hijau dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas lingkungan desa. Bibit yang ditanam diharapkan tumbuh dan memberikan manfaat ekologis bagi kawasan wisata.

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Desa Wisata Wonolopo terus memperkuat peran sebagai kampung yang peduli lingkungan melalui aksi berbasis partisipasi warga.***

Lakukan Perjalanan Jakarta-Semarang Pulang Pergi Menggunakan KA, Uskup Agung Jakarta Apresiasi Layanan KAI

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Uskup Agung Jakarta melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang dan kembali ke Jakarta menggunakan layanan kereta api.

Kardinal Suharyo berangkat menuju Semarang pada Jumat (5/12) menggunakan KA Argo Sindoro, dan kembali ke Jakarta pada Minggu (7/12) pagi dengan KA yang sama berangkat dari Stasiun Semarang Tawang.

Selama proses perjalanan, KAI menjalankan pelayanan sesuai prosedur dan standar yang diberikan kepada seluruh pelanggan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa menjelang masa perayaan Natal, mobilitas masyarakat meningkat, termasuk para pemimpin umat yang menjalani berbagai agenda.

“Pemilihan kereta api sebagai moda perjalanan menunjukkan bahwa layanan KA tetap menjadi pilihan karena kenyamanan, ketepatan waktu, serta keandalannya terutama pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 nantinya,” kata Franoto.

Sementara itu, Kardinal Suharyo saat ditemui tim Humas KAI Daop 4 Semarang menyampaikan pengalamannya yang panjang dengan moda transportasi kereta api.

“Saya merasa bepergian di Pulau Jawa paling nyaman itu menggunakan kereta api. Selain itu, transportasi yang paling tepat waktu itu kereta api. Saya mengenal kereta api sejak saya kelas 4 sekolah rakyat tahun ’58. Saya punya rumah di desa dan sekolah ke kota menggunakan KA. (Dengan naik KA) Saya berangkat sekolah bisa tepat waktu dan dapat diandalkan. Saya sungguh-sungguh menikmati perjalanan kereta,” ungkapnya.

Ia juga turut memberikan harapan terhadap keberlanjutan kualitas layanan KAI dan mengapresiasi inovasi yang turut membangun awareness pelanggan terhadap lingkungan hidup.

“Harapannya KAI dapat mempertahankan semua yang sudah bagus supaya dirawat dan terus berinovasi. Saya tertarik dengan yang tertulis pada tiket ini, bahwa naik kereta api menghasilkan emisi CO₂ lebih kecil dibanding mobil dan pesawat. Itu usaha yang sangat istimewa dari KAI untuk ikut menjaga lingkungan hidup. Kreativitas seperti itu patut dihargai,” kata Kardinal Suharyo.

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, ia memberikan semangat dan doa kepada perjalanan KA.

“Selamat melayani untuk para pegawai kereta api yang terlibat dalam perjalanan KA. Semoga senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan,” tambah Kardinal Suharyo.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan seluruh pelanggan, termasuk tokoh masyarakat yang menggunakan layanan KA untuk mobilitasnya.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. KAI terus menjalankan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Franoto.***

Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100 Persen Pascabencana

0

AGAM (Pertamanews.id) — PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan Sumatra Barat pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akhir November lalu.

Berkat kerja keras tim di lapangan, listrik wilayah Sumatra Barat pulih 100% setelah Kabupaten Agam sebagai wilayah terdampak terakhir berhasil dinyalakan pada Jumat (5/12) pukul 17:53 WIB.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi atas langkah cepat PLN dan kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan kelistrikan di berbagai wilayah terdampak bencana.

Dengan pulihnya kelistrikan di Sumatra Barat, aktivitas masyarakat perlahan dapat kembali berjalan normal.

“Kami mengapresiasi dedikasi petugas PLN dan seluruh pihak yang bekerja tanpa henti untuk memulihkan kembali listrik di wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, meski kondisi medan yang sangat berat. Insyaallah listrik sudah bisa dinikmati oleh masyarakat dan aktivitas bisa berjalan seperti biasa,” ucap Mahyeldi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa hadirnya listrik merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.

Maka, sejak awal pihaknya all out untuk merampungkan proses pemulihan kelistrikan pascabencana di wilayah Sumatra Barat.

“Sesuai arahan Pemerintah, melalui Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Pak Bahlil Lahadia, seluruh personel bekerja 24 jam penuh di lapangan untuk memastikan semua titik terdampak mendapatkan suplai listrik kembali. Alhamdulillah, saat ini pasokan listrik Sumatra Barat telah pulih 100%. Semoga ini semakin memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitasnya serta mengoptimalkan layanan publik,” ucapnya.

Darmawan juga menyampaikan, pemulihan cepat yang dikerjakan tak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak.

Menurutnya, sinergi Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan masyarakat sangat krusial dalam proses penormalan kelistrikan Sumatra Barat.

“Kami menyaksikan bagaimana semangat gotong royong benar-benar hidup. Pemerintah Daerah, TNI, Polri, masyarakat, dan tim PLN bergerak sebagai satu tubuh. Ini merupakan misi kemanusiaan untuk mengembalikan terang pascabencana di Sumatra Barat,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Ajrun Karim menyampaikan, proses pemulihan di berbagai lokasi terdampak, seperti Agam, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Dharmasraya, Sawah Lunto, Pasaman Timur, Solok, Pesisir Selatan, Padang Panjang, Solok Selatan, dan Kota Padang memiliki tantangan yang besar.

Menurutnya, penanganan tersebut memerlukan langkah teknis yang kompleks akibat terputusnya akses sejumlah lokasi jaringan listrik tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) dan gardu distribusi terdampak.

“Petugas kami bersama TNI, Polri, dan masyarakat menembus jalur terjal, membawa peralatan berat secara manual, dan bekerja hingga malam hari karena akses ke titik-titik lokasi yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki,” ujar Ajrun.

Dirinya melanjutkan, untuk memulihkan kondisi kelistrikan Sumatra Barat, pihaknya membangun kembali beberapa tiang jaringan listrik dan gardu trafo distribusi pada sejumlah daerah terdampak.

“Dalam pemulihan ini, PLN berhasil memasang 619 tiang JTM dan JTR, serta 30,95 kilometer sirkuit (kms) kabel listrik pengganti untuk memastikan suplai listrik untuk masyarakat kembali normal,” tutupnya.***

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Gelar Seminar Pemanfaatan Media Sosial Meta untuk UMKM Palebon

0
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) berfoto bersama setelah seminar “Pemanfaatan Media Sosial Meta untuk Promosi Digital” di Kelurahan Palebon, Kota Semarang, pada Jumat (5/11).

SEMARANG (Pertamanews.id) — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar seminar “Pemanfaatan Media Sosial Meta untuk Promosi Digital” di Kelurahan Palebon, Jumat (5/12) lalu. Sebanyak 15 pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini untuk memperkuat strategi pemasaran usaha melalui platform digital.

Acara dihadiri Dosen Pembimbing, Yoma Bagus Pamungkas, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Sekretaris Lurah Palebon, Ulfah Husnul Khotimah, ST.,keduanya mengapresiasi langkah mahasiswa yang menghadirkan edukasi sesuai kebutuhan pelaku usaha lokal.

Seminar menghadirkan narasumber dari mahasiswa Ilmu Komunikasi USM yang juga bekerja di perusahaan periklanan. Pengalaman profesionalnya mendukung penyampaian materi mengenai penggunaan Facebook dan Instagram, penyusunan strategi konten, serta teknik memanfaatkan fitur iklan untuk memperluas jangkauan audiens.

Perwakilan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) membuka sesi seminar dan memperkenalkan rangkaian materi promosi digital yang dirancang sesuai kebutuhan pelaku UMKM di Kelurahan Palebon.

Dosen pembimbing Yoma menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Ia menilai kegiatan ini sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui publikasi dan strategi komunikasi yang tepat.

“Mahasiswa harus mampu menjembatani kebutuhan masyarakat melalui pengetahuan yang mereka miliki. Seminar ini adalah contoh nyata bahwa kampus bisa berkontribusi langsung pada penguatan UMKM, dapat melalui publikasi maupun yang lainnya.” ujarnya.

Peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan promosi digital, mulai dari keterbatasan waktu, minimnya pemahaman algoritma, hingga kebutuhan menjaga konsistensi branding.

Salah satu peserta, Tarsiah, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar mahasiswa memastikan setiap kegiatan membawa dampak nyata bagi pelaku usaha.

“Kami sangat terbantu dengan materi yang diberikan. Tapi kami berharap mahasiswa bertanggung jawab ketika mengadakan seminar seperti ini, supaya tema dan materinya benar-benar berdampak bagi UMKM.” katanya.

Melalui seminar ini, mahasiswa USM berharap UMKM di Kelurahan Palebon dapat memanfaatkan media sosial secara lebih efektif dan meningkatkan daya saing usaha di era digital. Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan ilmu komunikasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat. ***


KAI Daop 4 Semarang Berangkatkan 530.152 Penumpang KA pada November 2025, Meningkat 6,3 Persen dari Tahun Sebelumnya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mencatat keberangkatan sebanyak 530.152 penumpang selama November 2025. Angka ini meningkat sekitar 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu tahun 2024 yang mencatat 498.330 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa tren kenaikan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, di mana kebutuhan perjalanan diperkirakan terus meningkat.

“Peningkatan jumlah penumpang pada November ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap layanan kereta api semakin tinggi, sekaligus menjadi gambaran awal meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang libur akhir tahun. Hal ini tentu menjadi perhatian kami untuk memastikan seluruh layanan dan prasarana dalam kondisi prima saat memasuki periode Nataru,” kata Franoto.

Dari total 530.152 penumpang tersebut, 453.057 penumpang merupakan pengguna KA Komersial, sementara 77.095 penumpang merupakan pengguna KA PSO (bersubsidi) yang dioperasikan di wilayah Daop 4.

Jumlah tersebut juga termasuk penumpang KA Lokal yang semakin diminati masyarakat, seperti KA Blora Jaya, Kedung Sepur, dan Banyubiru, dengan total angkutan mencapai 67.149 penumpang sepanjang November 2025.

KAI Daop 4 mencatat beberapa KA yang menjadi favorit masyarakat pada November 2025 adalah KA Kaligung dengan 78.633 penumpang, Kamandaka 46.438 penumpang, Ambarawa Ekspres 46.697 penumpang, Airlangga 45.953 penumpang, dan Kedung Sepur 31.308 penumpang.

Selanjutnya Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun keberangkatan tersibuk di Daop 4 dengan jumlah penumpang mencapai 148.933 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol 142.474 penumpang, Tegal 66.634 penumpang, Pekalongan 49.957 penumpang, Ngrombo 27.265 penumpang, dan Cepu 24.592 penumpang.

Franoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya menggunakan layanan KAI, khususnya di wilayah Daop 4 Semarang. Menurutnya, capaian ini sekaligus menjadi dasar penting bagi Daop 4 dalam mempersiapkan pelayanan terbaik menghadapi periode Nataru 2025/2026.

“KAI Daop 4 terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, keandalan perjalanan, serta kenyamanan fasilitas stasiun dan kereta sebagai bagian dari upaya kami memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” tutupnya.

Dihadiri Menteri hingga Rektor, Sido Muncul Lanjutkan Misi Sosial di Bidang Kesehatan Mata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya di bidang kesehatan melalui program Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis.

Bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jawa Tengah dan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS Unimus), ratusan warga kurang mampu menjalani operasi katarak gratis pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan ulang tahun RS Unimus yang kedua.

Bantuan operasi katarak secara simbolis diserahkan langsung oleh Direktur PT Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Direktur RS Unimus dr. M. Riza Setyawan, MOSH, FISQua, disaksikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang juga Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Turut hadir Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dan sejumlah pejabat terkait.

Irwan Hidayat menjelaskan kebutuhan operasi katarak di Indonesia sangat besar. Setiap tahun, terdapat sekitar 300.000 penderita baru yang membutuhkan tindakan medis.

Karena itu, Sido Muncul akan terus melanjutkan program ini, terutama untuk masyarakat yang tidak terjangkau BPJS atau layanan kesehatan umum.

“Ini sudah sekitar 56.000 operasi sejak kami mulai tahun 2011. Operasi katarak tidak akan berhenti karena tiap tahun tumbuh banyak pasien, jadi kami akan terus menjalankannya,” ujar Irwan.

Kolaborasi Riset Herbal

Dalam agenda yang sama, Irwan juga menyampaikan rencana memperluas kerja sama dengan Unimus. Selain mendukung layanan kesehatan mata, kolaborasi akan diarahkan pada riset tanaman herbal dan penguatan literasi ilmiah di masyarakat.

“Saya akan membuat MoU dengan universitasnya. Kami akan berbagi pengalaman, dan kampus pun bisa banyak memberi hal baru dalam penelitian tanaman herbal,” ungkapnya.

Menurutnya, Sido Muncul kini tengah menyusun kumpulan literatur ilmiah herbal yang dapat diakses publik. Upaya ini, tegasnya, bukan untuk promosi produk, melainkan untuk memberikan edukasi bahwa jamu modern telah didukung riset ilmiah dan uji klinis.

Bahan-bahan seperti kunyit, temulawak, daun dewa, hingga sambiloto, kata Irwan, telah memiliki banyak jurnal ilmiah yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi pendamping pengobatan medis.

“Kami mengumpulkan riset dari jurnal-jurnal ilmiah. Masyarakat nanti bisa tahu, sakit apa, herbal apa yang bisa mendampingi pengobatan. Tidak harus beli produk kami, beli di mana pun boleh,” jelasnya.

Jamu sebagai Pendamping, Bukan Pengganti Pengobatan Medis

Irwan menegaskan bahwa jamu bukanlah solusi utama untuk penyakit berat, melainkan pendamping pengobatan dokter. Prinsip tersebut ia pegang teguh dengan mengadaptasi tiga sumpah klasik kedokteran: menghormati guru, menghargai kehidupan, dan menyadari keterbatasan.

“Saya ini cuma ahli pegel linu, masuk angin, dan panas dalam. Jamu adalah pendamping, bukan mengklaim obat kanker atau yang muluk-muluk,” tegasnya.

Program operasi katarak gratis Sido Muncul–Perdami Jateng akan terus berlangsung di berbagai wilayah pada 2026. Perusahaan menargetkan semakin banyak masyarakat kurang mampu yang memperoleh akses layanan kesehatan mata, terutama mereka yang tidak tercakup BPJS.

Dengan kolaborasi lintas institusi dan dukungan tenaga medis profesional, Sido Muncul berharap upaya ini dapat memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus memerangi kebutaan akibat katarak di Indonesia.