spot_img
Beranda blog Halaman 243

Pemkot Semarang Beri Contoh Keberhasilan KBPU Lewat SPAM Semarang Barat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur untuk masyarakat. Diperkirakan kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur 2020-2024 mencapai Rp6.445 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah melalui APBN mengakomodasi sejumlah Rp2.385 triliun atau sebesar 37%, BUMN sebesar Rp1.353 triliun atau 21%, dan swasta berpartisipasi senilai Rp2.707 triliun atau sebanyak 42% dari total kebutuhan investasi.

Pemerintah mengimplementasikan skema pembiayaan kreatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Skema KPBU dapat diterapkan di berbagai sektor publik, salah satunya sistem penyediaan air minum (SPAM), contohnya SPAM Semarang Barat. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso dalam acara Press Tour dan Site Visit Proyek KPBU SPAM Semarang Barat belum lama ini.

Proyek KPBU SPAM Semarang Barat diprakarsai oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan layanan air minum dengan kapasitas target 1.000 liter per detik yang melayani sekitar 70.000 sambungan rumah tangga (SR) di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

“Jadi inilah solusinya dan hari ini kita sudah punya bukti-bukti yang bisa kita gunakan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur ke depan, melalui pembiayaan kreatif KPBU dan yang lainnya,” tutur Brahmantio.

Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) proyek SPAM Semarang Barat adalah PDAM Tirta Moedal, yang menandatangani perjanjian KPBU dengan PT Air Semarang Barat selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP).

Proyek SPAM tersebut mendapatkan dukungan fiskal dari Kementerian Keuangan berupa fasilitas project development facility (PDF) dan Penjaminan KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Sementara Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis untuk pembangunan fasilitas intake dan jaringan distribusi utama. Pemerintah Kota Semarang juga memberikan dukungan dalam pengadaan lahan. Dalam proyek ini, PT Air Semarang Barat selaku BUP bertanggung jawab atas desain, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, dan pemeliharaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan air selama 25 tahun masa kerja sama.

Selanjutnya BUP mendapatkan pengembalian investasi dari hasil penjualan air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal kepada masyarakat. Proyek KPBU SPAM Semarang Barat telah beroperasi sejak Mei 2021 dan hingga saat ini telah berhasil mencapai penyerapan 605 liter per detik dengan 44.319 sambungan rumah tangga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Yudi Indardo mengatakan keberadaan SPAM Semarang Barat telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat kota Semarang.

“Walaupun judulnya Semarang Barat, tapi bukan wilayah barat saja, karena kemudian ada program pengalihan aliran sehingga yang merasakan dampaknya adalah seluruh kota Semarang,” terang Yudi.

Jalankan Proyek Berwawasan Lingkungan, PLN UIP JBT Gelar Konsultasi Publik untuk Proyek SUTET dan GITET 500 kV Kesugihan

0

KESUGIHAN (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV) Kesugihan Incomer (PLTU Adipala – PLTU Cilacap) beserta Ext. 2 Diameter GITET 500 kV Kesugihan di Kantor Kecamatan Kesugihan.

Konsultasi ini dilakukan kepada 8 desa yakni Desa Gombolharjo, Desa Slarang, Desa Kalisabuk, Desa Kesugihan Kidul, Desa Kesugihan, Desa Keleng, Desa Pesanggrahan,dan Desa Bulupayung. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan rencana kegiatan pembangunan yang mana akan memberikan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Asep Irman selaku Manager K3L PLN UIP JBT menjelaskan konsultasi publik wajib dilakukan dalam rangka menangkap saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat mengenai dampak dari pembangunan.

“Konsultasi publik ini penting dan wajib dilakukan. Tadi sudah kami paparkan terkait dengan rencana pembangunan SUTET dan GITET di Kecamatan Kesugihan ini. Kami juga sudah menerima saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat untuk selanjutnya dikaji dalam dokumen AMDAL,” kata Asep.

Asep mengatakan bahwa saat ini proyek pembangunan harus berwawasan lingkungan. Meskipun, lanjutnya, setiap pembangunan pasti memiliki dampak positif dan negatif, namun tetap harus dikaji untuk meminimalisir dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif.

“Saat ini, setiap proyek, khususnya di PLN akan dikerjakan dengan berwawasan lingkungan. Artinya, kita harus perhatikan betul dampak apa yang akan terjadi dari pembangunan ini. Positif dan negative pasti aka nada, namun bagaimana supaya yang positif dapat dioptimalkan dan meminimalisir yang negative, itu yang akan dikaji dalam dokumen AMDAL,” tambah Asep.

Dalam acara ini juga turut dihadiri oleh oleh seluruh kepala desa terkait, Camat Adipala dan Camat Kesugihan, TNI/POLRI, pemerhati lingkungan, dinas terkait hingga masyarakat terdampak. Selain pemaparan rencana pembangunan dan juga dengar pendapat dari masyarakat, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemilihan perwakilan masyarakat dari masing-masing desa sebagai Komisi Penilai AMDAL sebagai saran partisipasi atas kegiatan Sidang Penilaian Studi Dokumen AMDAL.

Indosat Ooredoo dan Garuda Indonesia Berkolaborasi Demi Kemajuan Pariwisata Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Garuda Indonesia, menjalan mitra strategis untuk memperkuat pemanfaatan inovasi dan solusi teknologi terkini untuk merevolusi sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia.

Kolaborasi tersebut salah satu upaya mendorong akselerasi sektor penerbangan dan pariwisata.

Bahkan, Indosat dan Garuda Indonesia berkolaborasi ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Sinergi antara dua instansi ini direpresentasikan melalui penandatangan komitmen kerja sama di Kantor Pusat Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta oleh Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dan Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, yang turut disaksikan oleh perwakilan Kemenparekraf RI dan Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Republik Indonesia.

Inisiatif yang dibentuk dari kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong langkah transformasi digital dalam kualitas layanan di sektor penerbangan dan pariwisata melalui pemanfaatan teknologi termutakhir.

Garuda Indonesia, sebagai maskapai full service Indonesia, akan menjajaki penerapan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas operasional termasuk dalam upaya untuk optimalisasi layanan penerbangan, peningkatan potensi ancillary revenue, serta personalisasi pengalaman penumpang.

Langkah strategis ke depannya diharapkan tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi Garuda Indonesia dan pelanggannya, namun juga memposisikan Indosat sebagai pelopor integrasi teknologi termutakhir di industri ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyampaikan kemitraan ini menandai momen penting bagi sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia.

Dengan memanfaatkan teknologi termutakhir, kata Sandi, Indonesia tidak hanya meningkatkan pengalaman wisatawan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menetapkan standar global untuk integrasi teknologi di sektor penerbangan dan pariwisata untuk membawa Indonesia sebagai tujuan utama di panggung dunia,” kata Sandi melalui keterangan resminya, Rabu (24/7/2024).

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan berbekal inovasi teknologi termutakhir yang dikembangkan Indosat.

Tentunya, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan setiap sektor industri.

Pihaknya pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia dalam visi bersama untuk meningkatkan reputasi Indonesia di mata global.

“Kerja sama strategis ini penting dalam pemanfaatan tekhnologi untuk mengubah sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia, meningkatkan pengalaman dan mendorong pertumbuhan inklusif. Hal ini selaras dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan setiap masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut bahwa pihaknya memiliki misi yang sama dengan Indosat. Yakni hadirnya seamless travel experience bagi wisatawan.

“Kami berharap kiranya penjajakan kolabarasi ini akan dapat mendukung transformasi digital industri pariwisata maupun sektor penerbangan, termasuk kami yang selama lebih dari 7 dekade terus menjalankan mandat sebagai salah satu garda terdepan untuk menjembatani kebutuhan transportasi udara yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kedepannya diharapkan akan dapat turut mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri penerbangan dan pariwisata di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Irfan menuturkan, dari sisi operasional, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi layanan penerbangan melalui pendekatan digitalisasi dalam berbagai touch point operasional penerbangan.

Tak hanya itu, untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, penerapan teknologi termutakhir akan terus dikembangkan guna membantu untuk menyediakan perencanaan perjalanan yang semakin seamless bagi penumpang.

Kolaborasi antara dua pemimpin industri ini turut mendukung upaya Kemenparekraf dalam meningkatkan pariwisata Indonesia.

Dukungan ini mencakup kolaborasi dalam riset dan wawasan untuk mendukung sektor pariwisata dengan penerapan teknologi termutakhir, pengembangan talenta di bidang teknologi, khususnya perempuan, di lima tujuan wisata prioritas.

“Kolaborasi ini, Indosat dan Garuda Indonesia didukung Kemenparekraf berkomitmen untuk membawa sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia ke level berikutnya melalui teknologi termutakhir yang dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan industri dan ekonomi nasional,” tandasnya.

Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Keindahan Kebaya dalam Perayaan Hari Kebaya Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari Kebaya Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juli, untuk menunjukkan identitas kebaya sebagai pakaian tradisional Indonesia. Peringatan Hari Kebaya Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya.

Hotel Ciputra Semarang turut serta merayakan Hari Kebaya Nasional dengan memberikan nuansa yang istimewa dengan memancarkan keanggunan dan kebanggaan akan kebaya yang dikenakan seluruh karyawan wanita Hotel Ciputra Semarang.

Langkah ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap Keputusan Presiden yang menetapkan hari ini sebagai momen untuk menghargai kebaya, tetapi juga sebagai wujud nyata bahwa Hotel Ciputra Semarang turut serta dalam mempromosikan dan memperkenalkan keindahan budaya Indonesia kepada para tamunya.

Para tamu disambut dengan hangat oleh karyawan wanita Hotel Ciputra Semarang mulai dari area lobby Hotel Ciputra Semarang hingga The Gallery Restaurant yang mengenakan kebaya dengan penuh keanggunan.

Keanggunan kebaya yang mereka kenakan tidak hanya memperindah suasana hotel, tetapi juga memperkaya pengalaman para tamu tentang keindahan dan budaya Indonesia. Para pengunjung pun dengan antusias berinteraksi dan berfoto bersama staf yang mengenakan kebaya, menciptakan momen berharga yang tak terlupakan dalam perayaan ini.

Erny Kusmastuti, yang menjabat sebagai General Manager Hotel Ciputra Semarang, menekankan pentingnya peringatan ini sebagai wujud apresiasi terhadap kebaya sebagai simbol budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia.

” Kami sangat bangga dapat mempersembahkan keindahan kebaya kepada seluruh tamu Hotel Ciputra Semarang pada Hari Kebaya Nasional. Kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Erny.

Dengan demikian, Hotel Ciputra Semarang tidak hanya berperan sebagai tempat penginapan yang nyaman, tetapi juga Hotel yang turut aktif dalam melestarikan budaya Indonesia. Hotel Ciputra Semarang, yang terletak di Simpang Lima dan hanya sekitar 20 menit dari Bandar Udara Ahmad Yani, menawarkan 200 kamar dan berbagai fasilitas seperti ruang pertemuan, restoran, lounge, wine cellar, serta layanan kamar 24 jam.

Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor whatsapp 085173100600 atau kunjungi website resmi https://www.swiss-belhotel.com/id-id/hotel-ciputra-semarang atau ikuti akun media sosial Instagram @hotelciputrasemarang dan halaman facebook Hotel Ciputra Semarang.

Sinergi SCU dan Disporapar untuk Kemajuan Desa Wisata Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Disporapar Prov Jateng) berupaya memberikan pendampingan kepada desa wisata di Jawa Tengah.

Hal tersebut dibahas dalam Serial Diskusi yang diselenggarakan Pusat Studi Desa dan Kawasan (PSDK) SCU. Bersama masyarakat desa wisata dan Disporapar dari berbagai daerah, mereka berdiskusi secara hybrid di Lib Cafe, Kampus 1 SCU Bendan pada 23 Juli 2024. Forum ini menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) SCU, Haryo Perwito, MA-TRM dan Adhyatma Parekraf Ahli Muda Disporapar Jateng, Riyadi Kurniawan.

“Bukan hanya penelitian, nanti hasilnya dihubungkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus pada pendampingannya,” ungkap Ketua PSDK SCU, Drs. Andreas Pandiangan, MSi.

Topik Bahasan

Dalam forum tersebut, Haryo berupaya mendalami perilaku Generasi Z dalam memilih destinasi wisata. “Upayanya dengan menjodohkan kebutuhan wisata dengan apa yang ditawarkan di desa wisata. Agar mereka tidak ke kota dan menikmati rasanya di desa,” jelasnya.

Di sisi lain, pengadaan infrastruktur digital yang erat dengan Generasi Z menurutnya menjadi tantangan terbesar. “Membayangkan desa tradisional bisa hilang originalitasnya. Perlu pendekatan mendalamnya nanti seperti apa agar cocok dengan para Gen Z,” tegas Haryo.

Pendekatan tersebut diharapkannya dapat mendukung keberlanjutan desa wisata. Selain itu, memberikan nilai keunikan dengan menghadirkan produk khas bisa menjadi kiat lain mendorong keberlanjutan desa wisata.

Program Pemerintah

Sebagai informasi, saat ini ada lebih dari 850 desa wisata yang tersebar di Jawa Tengah. “Ada 3 desa wisata yang saat ini berhasil masuk ke 50 besar ajang nasional, di tingkat internasional ada Kampung Singkong dari Salatiga yang berhasil mendapatkan ASEAN Sustainable Tourism Award,” tambah Riyadi.

Di sisi lain, beliau menyayangkan ada lebih dari 200 di antaranya sudah tidak lagi aktif. Berkaca pada hal tersebut, pihaknya telah mempersiapkan program pengembangan desa wisata memberikan bantuan keuangan. Dalam hal ini, khususnya untuk memenuhi sarana prasarana yang berbentuk bangunan fisik.

Menurut keterangannya, Disporapar Prov Jateng telah menggelontorkan dana sebanyak 18,5 Milyar yang menyasar 181 desa wisata pada tahun ini. “Harus diakui pengunjungnya belum sebanyak daya tarik wisata, tapi terus kita genjot karena kaitannya dekat dengan pendapatan masyarakat,” tegas Riyadi.

Pihaknya juga menggandeng Dinas Koperasi UKM Prov Jateng untuk memberikan pendampingan kepada lebih dari 300 para pelaku usaha di desa wisata.

SCU Bentuk Satgas PPKS, Rektor Dr. Ferdinandus Hindiarto Lantik 13 Anggota Baru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU), Dr. Ferdinandus Hindiarto melantik pengurus Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di kampusnya. Mereka terdiri dari 5 dosen, 1 tenaga kependidikan, serta 7 mahasiswa.

Ketiga belas pengurus Satgas PPKS SCU tersebut dilantik di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan pada 23 Juli 2024. Mahasiswa yang dilantik berasal Program Studi Akuntansi, Arsitektur, Psikologi, dan Ilmu Hukum. Bersamaan dengan itu, para pengurus Satgas PPKS SCU juga mengikuti prosesi Pembacaan Sumpah Jabatan.

Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) SCU, Prof Berta Bekti Retnawati dan Kepala Pusat Pengembangan Pegawai SCU, D. Linggarjati Novi P, MA. Selain itu, jajaran Wakil Dekan Kemahasiswaan dari berbagai fakultas juga ikut hadir dalam prosesi pelantikan.

Menghidupi Cura Personalis

Dalam sambutannya, Dr. Ferdinand mengapresiasi seluruh sivitas akademika yang mengabdikan dirinya untuk ikut andil dalam menjaga keamanan lingkungan kampus dari kekerasan seksual.

“Kerelaan dan kepedulian terhadap apa yang mungkin terjadi di kampus, saya berdoa dan berimajinasi agar satgas ini tidak bekerja. Jika pun terpaksa, maka harus dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Bukan hanya mengikuti arahan dari Kemendikbud Ristek, adanya Satgas PPKS dinilai Dr. Ferdinand menjadi bentuk perhatian institusinya kepada mahasiswa. Lebih dari itu, Satgas PPKS menurutnya merupakan wujud kampusnya mengimplementasikan nilai cura personalis.

“Wujud kasih personal dengan memberikan perhatian dan kepedulian dari setiap insan di kampus. Bukan hal yang mudah, tapi bisa jadi langkah awal pencegahan jika ada masalah yang nyata dihadapi mahasiswa,” ajak Dr. Ferdinand.

Sejalan dengan itu, ia pun menilai perhatian dan kepedulian bisa menjadi upaya yang tepat dalam mencegah sekaligus memberikan pendampingan pada korban kekerasan seksual. Ia juga mengajak seluruh dosen yang hadir untuk terus mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual.

“Kalau kira-kira ada indikasi bisa langsung disampaikan dari dosen ke satgas. Perlu juga untuk menerima berbagai masukan dari fakultas untuk metode apa yang tepat untuk pencegahan dan penanganan,” tegas Dr. Ferdinand.

Pemprov Jateng Gelar “Jateng Omah Expo”, Dorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah 

0

SEMARANG (Pertamanews.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (backlog). Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengadakan Jateng Omah Expo 2024 di Mal Ciputra Semarang, yang berlangsung dari 24 Juli hingga 4 Agustus 2024.

Jateng Omah Expo 2024, yang diorganisir oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, resmi dibuka oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Rabu (24/7/2024). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2024, dengan tujuan memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan rumah murah atau bersubsidi.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa Jateng Omah Expo ini adalah penyelenggaraan kedua, bertujuan untuk mempertemukan pengembang perumahan bersubsidi dengan masyarakat.

“Ini adalah cara agar masyarakat mengetahui tentang rumah bersubsidi dan bagaimana cara mendapatkannya,” ujarnya.

Sumarno juga menambahkan bahwa Pemprov Jateng mendapatkan kuota 11.000 unit rumah bersubsidi Tapera, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik.

“Kita harus memanfaatkan ini dengan baik dan mensosialisasikannya. Acara ini menjadi sarana informasi bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah,” jelas Sekda.

Sumarno menyebutkan bahwa expo kali ini menghadirkan 34 pengembang yang menawarkan rumah bersubsidi dan non-subsidi.

“Semoga acara ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” paparnya.

Ketua Panitia Jateng Omah Expo 2024, Diana Kristina, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kegiatan ini memberikan kesadaran bahwa rumah adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi,” tandasnya.

Danamon Beri Kontribusi Panel Surya untuk Pendidikan Ramah Lingkungan di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati hari jadi PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) ke-68 tahun, dan sejalan dengan komitmen Danamon dalam menjalankan inisiatif dan strategi berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Danamon menggelar acara serah terima solar panel di Pondok Pesantren (Ponpes) Fadhlul Fadhlan, Semarang, sebagai salah satu komunitas Pendidikan yang menjadi mitra Danamon dalam Kolaborasi Ekosistem Berkelanjutan ini.

Herry Hykmanto, Direktur Syariah dan Sustainability Finance PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyampaikan, sebagai bagian dari Kampanye Ekosistem Berkelanjutan Danamon, kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan dengan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menurunkan emisi karbon.

“Program pemasangan solar panel ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” kata Herry.

Danamon terus menerapkan serangkaian inisiatif untuk memenuhi komitmen penurunan emisi karbon. Inisiatif ini bertajuk Kampanye Ekosistem Berkelanjutan Danamon yang dimulai pada 2023.

Program ini mencakup berbagai aksi di internal perusahaan, seperti pemasangan solar panel dan lampu LED, pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging), penanaman mangrove, serta menstimulasi penggunaan produk berkelanjutan di kalangan karyawan.

“Best practice yang kami lakukan di level internal dijadikan acuan dalam pengembangan program CSR dan bisnis di berbagai komunitas mitra Danamon. Salah satu bentuk konkret dari program CSR ini adalah pemasangan solar panel untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan dalam pemenuhan kebutuhan listrik” ujar Herry.

Solar panel dipandang sebagai instrumen yang dapat memproduksi energi bersih karena memiliki komponen sel fotovoltaik yang berfungsi untuk menangkap panas matahari yang dapat diubah menjadi energi listrik.

Penggunaan solar panel merupakan langkah bersih yang tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memitigasi perubahan iklim yang sangat penting untuk melindungi manusia, satwa liar, dan ekosistem.

Sementara itu, Paris Agreement United Nations Framework Convention terkait dengan perubahan iklim menyatakan bahwa setiap negara harus berkontribusi mengurangi pemanasan global dan menjaga kenaikan suhu rata-rata di bawah 2° C. Pemerintah Indonesia juga turut berkomitmen untuk menggunakan energi bersih sekitar 23% pada 2025 dan mencapai Net Zero Emissions pada 2060.

Oleh karena itu, penggunaan solar panel memberikan banyak manfaat ekonomi bagi penggunanya, seperti meminimalkan tagihan listrik, menaikkan nilai jual properti, serta memiliki daya tahan yang lama.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat Danamon antara lain, Abdul Hadi, Sustainability Finance Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk; Budhi Harsono, Regional Consumer Head Bank Danamon Region Jawa Tengah; Catur Riahasni, Human Capital Manager Bank Danamon Jawa Tengah, beserta DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, pendiri dan pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan. Dalam acara ini, Danamon mendonasikan total 18 lempeng unit (8.8 kWp) solar panel yang dapat memenuhi sekitar 20%—30% kebutuhan listrik sekolah, dan 12 Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Masih dalam bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar, melalui Danamon Peduli, Danamon juga menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan, literasi lingkungan, dan literasi kebencanaan kepada 270 pelajar dan mashasiswa di Ponpes Fadhlul Fadhlan.

Inisiatif ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat.

“Melalui program literasi ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya keuangan dan keberlanjutan sejak dini.” tambah Herry.

Serangkaian program CSR pada momen hari jadi Danamon ke-68 tahun ini mencerminkan komitmen Danamon untuk mendukung energi hijau dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif ini, Danamon berupaya mengurangi jejak karbon serta memberikan kontribusi positif kembali kepada masyarakat.

BLDF Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Lewat Lokakarya di Pesisir Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pelestarian lingkungan, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mengadakan lokakarya sekaligus menyambut Hari Mangrove Sedunia, yang diselenggarakan di Kawasan Desa Mangkang, Mangunharjo, Kota Semarang Jawa Tengah, pada Rabu (24/7) pagi.

Diikuti lebih dari 60 peserta dari berbagai Universitas serta melibatkan dari jajaran pakar lingkungan, kegiatan ini sebagai implementasi nyata dari upaya pelestarian lingkungan sekitar.

Lokakarya ini bertujuan untuk mendiskusikan pentingnya konservasi ekosistem mangrove sebagai bentuk perlindungan terhadap pantai dari erosi dan dampak perubahan iklim.

Communications Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengatakan mangrove dengan peranannya yang vital berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari erosi, Keberadaannya juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

” Saya rasa ini adalah permasalahan hidup, sebab itu kita perlu untuk ikut serta mengembangkan pemanfaatan mangrove untuk lingkungan,” kata Mutiara.

Mutiara juga menambahkan bahwa akan terus berkomitmen dalam mendukung pelestarian mangrove seperti di wilayah pesisir Semarang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

” Maka hari ini, semoga lokakarya budidaya mangrove untuk generasi muda, bisa membantu kita semua dalam menemukan generasi-generasi penerus baru yang senantiasa berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebab peran anak muda inilah yang nantinya bisa membantu mewujudkan komitmen pemerintah dalam upaya melaksanakan rehabilitasi mangrove di Indonesia,” Imbuh Mutiara.

Diketahui, kegiatan lokakarya ini dikemas dalam bentuk Kopi Darling (KOPDAR) dengan mengusung tema ‘Kenal Lebih Dekat Peran Mangrove dalam Menjaga Ekosistem Pesisir dan Laut’ yang menghadirkan tokoh pegiat mangrove yaitu Bapak Sururi yang sering dijuluki sebagai Profesor Mangrove oleh para akademisi karena kegigihannya untuk terus mengembangkan mangrove sebagai tanaman penyelamat bumi.

Penerima Kalpataru 2024 itu menekankan, pelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang merupakan masa depan bangsa.

“Jika mangrove tidak dilestarikan, dampaknya bisa sangat parah, Ini adalah pemantik semangat bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujar Sururi.

Disisi lain, Guru Besar Manajemen Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro,Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D, menyampaikan apresiasinya kepada BLDF atas partisipasinya menjaga dan memulihkan ekosistem yang rapuh seperti mangrove.

Menurutnya, pentingnya peran mangrove dalam ekosistem pesisir, seperti dalam menyerap karbon dan melindungi garis pantai dari erosi.

” Saya sebagai penekun lingkungan apa yang sudah dilakukan djarum bisa menjadi rujukan kepada banyak orang tentang mangrove untuk memberikan manfaat bagi banyak orang,” tandas Prof Sudharto.

Langkah ini menunjukkan bahwa upaya konservasi lingkungan tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat dan edukasi.

Dengan demikian, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga dan memanfaatkan mangrove demi masa depan yang lebih baik. (Btg)

Promosikan Kuliner dan Budaya, Ferry Wawan Cahyono Ajak Masyarakat Meriahkan Festival Pangan 2024 di TMII Jakarta

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta meriahkan Festival Pangan Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Acara yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Juli 2024 ini bertujuan untuk mempromosikan kekayaan kuliner dan budaya Jawa Tengah.

Festival ini diharapkan dapat menjadi platform bagi para pelaku usaha kuliner dan produsen pangan dari Jawa Tengah untuk memamerkan produk-produk unggulannya.

Selain itu, festival juga akan menampilkan berbagai kegiatan budaya dan seni yang menggambarkan kekayaan tradisional Jawa Tengah.

” Kita berharap kepada masyarakat untuk bisa datang untuk meramaikan kegiatan ini dan ikut melihat pameran yang di selenggarakan Festival Pangan Jawa Tengah ini,” ujar Ferry saat berkunjung ke Anjungan Jawa Tengah di Jakarta, Rabu (24/7).

Dengan adanya festival ini, Ferry juga berharap dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha di sektor pangan dan pariwisata Jawa Tengah.

” Kegiatan ini diselenggarakan dengan harapan potensi-potensi yang dimiliki Jawa Tengah agar tumbuh kepasar yang lebih luas,” harap Ferry.

Diketahui, Festival Pangan Jawa Tengah yang di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ini menghadirkan panganan khas dan berkualitas dari 35 kabupaten kota Jawa Tengah.

Selain itu, festival ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern yang menghibur, serta workshop dan kegiatan interaktif lainnya yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengunjungi Festival Pangan Jawa Tengah di Anjungan TMII, acara ini akan berlangsung selama tiga hari penuh dengan berbagai kegiatan menarik yang tidak boleh dilewatkan.