spot_img
Beranda blog Halaman 264

Calista, Mahasiswa UNDIP Sabet 2nd Runner Up Puteri Ekowisata Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Adalah Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNDIP, Calista Kisy Shintia Putri, terpilih menjadi 2nd Runner Up Puteri Ekowisata Jawa Tengah serta menjadi Puteri Geo Wisata Jawa Tengah. Babak final dari Puteri Ekowisata Jawa Tengah diadakan di Magelang, pada 1 Juni 2024.

Calista mengungkapkan, selama mengikuti kontes ini, ia harus menghadapi banyak hal untuk bisa sampai menjadi Puteri Geo Wisata Jawa Tengah.

“Saya mengikuti serangkaian audisi, seleksi, dan mengerjakan beberapa project yang dimulai dari bulan Februari, hingga kemudian di bulan Mei diumumkan sebagai top 4 finalis, kemudian saya mengikuti serangkaian karantina daring dan luring yang diselenggarakan di Semarang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, sebagai kontes pertama yang ia ikuti, Calista merasa sangat bangga atas pencapaian yang ia dapatkan sekarang.

“Saat saya mendapatkan posisi runner up, saya sangat bangga terhadap pencapaian saya sejauh ini. Bagi saya, kami semua adalah pemenang dan mendapatkan posisi tersebut merupakan suatu kehormatan bagi kami semua untuk mengabdi kepada Indonesia, khususnya Jawa Tengah,” ucap Calista.

Ia berharap dengan prestasi ini, ia bisa menginspirasi banyak mahasiswa untuk terus berkontribusi bagi Indonesia.

“Saya berharap, prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya para mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mempromosikan potensi pariwisata serta UMKM yang ada di Indonesia.” harap Calista.

Putera Puteri Ekowisata Jawa Tengah merupakan bagian dari Putera Puteri Ekowisata Indonesia, sebuah kontes yang diadakan oleh Yayasan Putra Pariwisata Indonesia.

Kontes ini bertujuan untuk memilih Duta Ekowisata Indonesia yang akan mempromosikan ekowisata di Indonesia dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Gelar Kopdar di Banjarnegara, Ferry Wawan Cahyono Akui Driver Ojol adalah Garda Terdepan dalam Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengapresiasi peran driver ojek online (Ojol) sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bersama ratusan driver ojol yang ada di Kabupaten Banjarnegara, bertempat di Surya Yudha Bay, Minggu (9/6).

Menurutnya, para driver Ojol memiliki peran vital dalam memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat berada di lapangan.

Ia menekankan bahwa driver Ojol tidak hanya berperan dalam mengantarkan penumpang, tetapi juga berperan penting dalam mengantarkan barang dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh masyarakat sehari-hari.

“Para driver Ojol adalah pahlawan di balik layar yang seringkali tidak mendapatkan penghargaan yang pantas. Mereka siap membantu kita semua, kapan pun dan di mana pun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry menyebutkan bahwa keberadaan driver Ojol sangat membantu dalam situasi darurat, seperti ketika ada kebutuhan mendesak akan obat-obatan atau makanan.

“Dalam situasi pandemi kemarin, peran mereka sangat terasa. Mereka berani mengambil risiko demi memastikan kita semua bisa tetap beraktivitas dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Ferry juga mengajak masyarakat untuk lebih menghargai dan menghormati para driver Ojol. Ia berharap, adanya penghargaan dan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka dapat meningkatkan semangat dan motivasi para driver Ojol dalam menjalankan tugasnya.

“Marilah kita bersama-sama memberikan dukungan dan penghargaan yang sepantasnya kepada para driver Ojol. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat kita yang selalu siap membantu di segala situasi,” pungkasnya.

Apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kondisi kerja para driver Ojol, sehingga mereka dapat terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Demokrasi yang Sehat, Ferry Wawan Cahyono Serukan Masyarakat Jaga Moral Politik

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Indonesia akan melakukan pemilihan serentak pada 27 November 2024 untuk memilih 38 gubernur, 416 bupati dan 98 walikota di seluruh negeri. Ini adalah pertama kalinya pemilihan kepala daerah dilakukan di tahun yang sama dengan pemilu presiden dan anggota legislatif.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono menekankan masyarakat harus dapat tampil sebagai agen penjaga moral dan etika politik dalam proses demokrasi.

Hal itu disampaikan Ferry saat menghadiri kegiatan Peningkatan Koordinasi dan Komunikasi Politik dengan mengusung tema ‘Membangun Demokrasi yang Semakin Berkualitas’, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kesbangpol Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Banjarnegara, Minggu (9/6).

Ferry mengungkapkan bahwa masyarakat tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai agen aktif yang memastikan jalannya proses demokrasi tetap berada dalam koridor yang benar.

“Proses demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada para pemimpin dan partai politik, tetapi juga pada peran aktif masyarakat sebagai penjaga moral dan etika politik. Masyarakat harus berani bersuara dan bertindak jika melihat adanya penyimpangan atau praktek politik yang tidak sehat,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan bahwa pendidikan politik bagi masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka tentang pentingnya etika dalam politik.

Menurutnya, dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau janji-janji kosong yang sering muncul saat pemilu.

“Etika politik harus menjadi pondasi dalam setiap proses demokrasi. Tanpa moral dan etika, demokrasi hanya akan menjadi ajang perebutan kekuasaan semata. Masyarakat harus bisa membedakan mana yang benar dan salah, serta tidak ragu untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam proses politik, baik melalui partisipasi langsung dalam pemilihan umum maupun dalam kegiatan-kegiatan sosial yang mendukung terciptanya demokrasi yang sehat.

“Pendidikan politik sejak dini dan keterlibatan aktif masyarakat akan menciptakan lingkungan politik yang bersih dan berintegritas. Ini adalah tugas kita bersama untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati demokrasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Ada Rakyat Dibalik Kejaksaan

0

Oleh : Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman

Pendapat yang menyatakan Kejaksaan sebagai lembaga superbody menunjukkan bahwa dia mainnya kurang jauh. Aturannya, kejaksaan bisa menangani korupsi dari awal, dan praktek beberapa negara pun jaksa diberikan kewenangan untuk itu.

Saat kejaksaan akhir-akhir ini mampu menangani perkara-perkara besar, kok pendapat seperti itu muncul. Pasti ini dihembuskan untuk memukul balik dan bentuk perlawanan dari koruptor-koruptor kakap terhadap kejaksaan.

Dan pernyataan seperti itu mesti juga bertujuan membenturkan kejaksaan dengan aparat penegak hukum lainnya. Seharusnya dalam perkara korupsi besar, semua aparat penegak hukum dapat bersatu padu, berkolaborasi, dan saling mendukung.

Lha apa kita sebagai rakyat harus diam? Ya nggak lah. Kita harus tetap mendukung Kejaksaan dalam mengungkap mega korupsi sepanjang hal itu juga bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.

Jangan biarkan segelintir orang berpesta pora menikmati hasil korupsi, sedangkan rakyat banyak yang keleleran hanya untuk sekedar mengisi perut.

Gelar Semarang Dark Race, Pemkot Wadahi Kreativitas Komunitas-komunitas di Kota Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mewadahi kreativitas komunitas-komunitas di Kota Semarang. Seperti salah satunya Komunitas Fixed Gear yang berhasil menggelar lomba balap sepeda bertajuk Criterium Semarang Dark Race 2024.

Kegiatan berlangsung di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (8/6) malam dengan menampilkan aneka fun game dan lomba balap sepeda khusus sepeda Fixie.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu hadir secara langsung membuka acara dengan melakukan Flag Off lomba Semarang Dark Race 2024.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut bahkan menyapa penghobi dan pesepeda Fixie yang hadir dari 20 Kota di Indonesia.

“Ini merupakan kegiatan atau ajang menyalurkan hobi dan kreativitas komunitas anak-anak muda pecinta sepeda Fixie,” kata Mbak Ita usai membuka lomba balap sepeda Fixie bertajuk Semarang Dark Race 2024 di Halaman Balai Kota Semarang.

Pemkot Semarang, kata Mbak Ita mendukung kegiatan positif anak-anak muda dengan memberi ruang kreatif. “Ini ada piala Wali Kota Semarang dan uang pembinaan untuk support kegiatan,” kata dia.

“Kalau siang kan mereka sekolah dan kuliah. Saat akhir pekan, atau di malam hari mereka bisa berkegiatan positif, olah raga bersepeda dan sebagainya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang ini mengapresiasi komunitas Fixed Gear yang bisa menarik 100 peserta dari 20 kota/kabupaten.

“Ini pesepeda dan penghobi Fixie ternyata banyak. Ada 100 yang ikut, belum lagi para pendukung dan sanak keluarganya yang datang. Ajang ini juga menarik minat muda mudi untuk menonton, tadi di Jalan Pemuda banyak yang nonton. Tentunya ini bukan sekedar kompetisi tapi wadah bagi penghobi juga,” paparnya.

Mbak Ita mengaku siap memberi ruang bagi komunitas-komunitas lain juga untuk dapat unjuk gigi berkegiatan di Balai Kota Semarang.

“Saya mengajak anak-anak muda ini untuk melakukan aktivitas di Balai Kota ini sehingga tempat ini jadi hidup,” jelasnya.

Seperti komunitas lain, lanjutnya, ada komunitas vespa, komunitas motor antik, atau mobil antik semua bisa menggunakan Balai Kota terutama saat akhir pekan.

“Kita juga punya Co-working Space yang bisa dimanfaatkan anak-anak muda, apalagi ada cafe dan wifi juga. Mungkin Balai Kota Semarang bisa jadi wadah komunitas anak-anak milenial untuk berekspresi berkreativitas,” kata dia.

Bahkan, lanjut Mbak Ita, bisa juga dihadirkan UMKM dan stand-stand kreatif di Balai Kota agar mewadahi anak-anak muda berkarya lebih baik dan lebih hebat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Semarang Dark Race 2024, Vanny Bachtiar menjelaskan, kegiatan ini adalah ajang balap sepeda di jalan raya yang digelar oleh komunitas Fixed Gear.

Ia berterima kasih kepada Wali Kota Semarang atas dukungan penyelenggaraan acara. “Terima kasih bu Wali, sudah mensupport acara. Ini kegiatan ketiga kalinya sejak tahun 2022 lalu. Namun, kali ini lebih meriah berkat bantuan bu Wali,” kata dia.

Dalam balap sepeda Semarang Dark Race ini ada total 100 peserta dengan ratusan pendukung dan pengunjung yang hadir.

“Rutenya dari Jalan Pemuda depan Balai Kota, memutar ke jalan Imam Bonjol, dan melewati jalan Piere Tendean dan kembali ke Jalan Pemuda finish di Balai Kota,” jelas dia.

Isu Kejaksaan Superbody sebagai Upaya Pelemahan Kejaksaan oleh Koruptor

0

Oleh : Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H

Dalam pemberitaan di media elektronik, ada ahli yang berpendapat bahwa Kejaksaan saat ini telah berubah menjadi lembaga Superbody.

Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H,  memiliki pendapat berbeda. Hibnu menegaskan “Kejaksaan memang diberikan kewenangan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, namun hanya khusus tindak pidana korupsi, karena sampai saat ini tindak pidana korupsi dikategorikan sebagai extra ordinary crime dan sulit pembuktiannya. Apalagi perkembangan tindak pidana korupsi saat ini sudah dengan modus yang terstruktur, sistematis dan masif serta merugikan keuangan negara yang besar. Dan, ternyata pengungkapan kasus korupsi yang merugikan negara sangat besar akhir-akhir ini hanya diungkap oleh Kejaksaan.”

Hibnu menambahkan, isu bahwa Kejaksaan saat ini telah berubah menjadi lembaga Superbody memang lazim digunakan oleh koruptor, yang tujuannya adalah untuk menyerang institusi dan pribadi pejabat kejaksaan guna mempengaruhi penegakan hukum agar dapat mengubah arah penanganan kasus sesuai yang diinginkan oleh koruptor”

Sudah saatnya aparat penegak hukum bersatu, berkolaborasi dan saling mendukung dalam upaya-upaya pemberantasan tindak pidana korupsi dengan kewenangannya masing-masing sebagaimana diatur dalam norma hukum. Karena tujuan penegakkan hukum pada dasarnya adalah untuk menciptakan kesejahteraan rakyat.

Isu Kejaksaan Superbody merupakan Upaya Serangan Balik dari Koruptor

0

Oleh : Guru Besar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Suparji Ahmad

Dalam pemberitaan di media elektronik, ada ahli yang berpendapat bahwa Kejaksaan saat ini telah berubah menjadi lembaga Superbody.

Suparji Ahmad, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar memiliki pendapat berbeda. Suparji menegaskan “Kejaksaan memang diberikan kewenangan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan, namun hanya khusus tindak pidana korupsi. Dan, memang praktek di beberapa negara Jaksa diberikan kewenangan tersebut, yaitu dalam perkara-perkara yang sulit pembuktiannya, contohnya adalah tindak pidana korupsi dengan modus yang rumit dan komplek”.

Suparji juga menegaskan kewenangan tersebut hal yang biasa, bahkan menurutnya saat ini aparat penegak hukum itu dinantikan kinerjanya oleh masyarakat, bukan untuk berebut kewenangan.

Kasus Timah, apabila hanya ditangani melalui penegakan administrative penal law maka yang terjaring hanyalah pelaku-pelaku kecil, seperti penambangan tanpa ijin. Kejaksaan melalui instrumen tindak pidana korupsi sesungguhnya membongkar sistem jahat atau mafia di sektor pertambangan yang pada kenyataannya rakyat kecil yang dirugikan sementara ada pihak-pihak tertentu yang menikmati hasil pertambangan secara berlimpah-ruah.

Suparji mengira bahwa pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan apalagi terkait masalah kewenangan, dan ditambah dengan pembunuhan karakter di media sosial terhadap pejabat Kejaksaan adalah merupakan serangan balik koruptor (corruptor fight back) dengan mengadu domba antar penegak hukum. Seyogyanya, menurut Suparji masyarakat cerdas dan kritis terhadap upaya-upaya serangan balik koruptor dan memandang setiap permasalahan dengan pemikiran yang jernih.

Kejaksaan Superbody : Framing Kejaksaan yang Diadu Domba

0

Oleh : Anggota DPD RI 2019-2024, Dr. Abdul Rachman Thaha, SH, MH

Dr. Abdul Rachman Thaha, SH, MH, seorang senator yang dikenal sebagai ART mencermati pemberitaan di media elektronik, adanya ahli yang berpendapat bahwa Kejaksaan saat ini telah berubah menjadi lembaga Superbody. Secara tegas ART menyatakan pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan apalagi terkait masalah kewenangan, dan ditambah dengan pembunuhan karakter di media sosial terhadap pejabat Kejaksaan adalah merupakan serangan balik koruptor (corruptor fight back) dengan mengadu domba antar penegak hukum. Seyogyanya, menurut ART masyarakat harus cerdas dan kritis terhadap upaya-upaya serangan balik koruptor dan memandang setiap permasalahan dengan pemikiran yang jernih.

ART menegaskan bahwa Kejaksaan memang diberikan kewenangan lebih, namun hanya khusus tindak pidana korupsi. Dan, kewenangan tersebut adalah hal yang biasa, bahkan gebrakan Kejaksaan mengungkap Oligarki di dunia pertambanagan itulah yang dinantikan masyarakat.

Kasus Timah, apabila hanya ditangani melalui penegakan administrative penal law maka yang terjaring hanyalah pelaku-pelaku kecil, seperti penambangan tanpa ijin. Kejaksaan melalui instrumen tindak pidana korupsi sesungguhnya membongkar sistem jahat atau mafia di sektor pertambangan yang pada kenyataannya rakyat kecil yang dirugikan sementara ada pihak-pihak tertentu yang menikmati hasil pertambangan secara berlimpah-ruah.

ART juga menjelaskan, framing negative terhadap Kejaksaan tidak akan berarti apa-apa selama Kejaksaan membuktikan kinerjanya menangani kasus-kasus mega korupsi. ART yakin rakyat akan berdiri di depan lembaga yang selalu memperjuangkan hak-hak mereka.

Kadin Gelar Pameran Kuliner Makanan Pendamping Beras di Area CFD

0

SEMARANG (Harianterkini.id) – Pameran kuliner makanan pendamping beras yang digelar Kadin Kota Semarang di area Car Free Day (CFD) di Jalan Pahlawan Semarang, berlangsung meriah, Minggu (9/6/2024) pagi.

Selain mensosialisasikan bahan makanan pendamping beras, acara itu juga menjadi ajang mengenalkan peluang usaha kuliner di Kota Semarang.

Kadin Kota Semarang memboyong 13 tenant dari restoran hingga hotel untuk memamerkan produk olahan makanan pendamping beras.

Makanan-makanan tersebut bisa dinikmati gratis oleh masyarakat. Tak hanya makanan gratis, acara juga diisi dengan hiburan dan senam sehat bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LKPP Hendrar Prihadi yang turut senam sehat bersama dengan Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara.

Dalam sambutannya, Hendi –panggilan akrab calon Gubernur Jateng ini, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kadin Kota Semarang.

“Saya mengapresiasi Kadin Kota Semarang yang bisa mengadakan kegiatan ini, harapannya kegiatan ini bisa berlanjut karena manfaatnya untuk masyarakat juga bagus,” harap Hendi.

Sementara itu Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara yang juga bakal calon Wali Kota Semarang ini mengatakan, acara itu dilakukan sebagai upaya membantu mewujudkan kedaulatan pangan.

“Hari ini Kadin Kota Semarang dan teman-teman koki dari beberapa hotel dan restoran mencoba untuk mensukseskan kedaulatan pangan, bagaimana ada sebuah pengganti bahan baku selain beras,” ujarnya.

Ketua KONI Kota Semarang ini mengaku terpukau dengan berbagai kreasi para koki itu dalam mengolah bahan makanan nonberas itu.

Karena itu, dia berharap masyarakat juga ikut melihat hal tersebut sebagai peluang usaha.

“Kalau dikreasikan dan diinovasikan seperti ini menurut saya sangat luar biasa peluangnya. Sebenarnya tanpa kita sadari kan kita sudah sering menemukan. Ini mungkin di kelas UMKM ya tapi ini menarik, menurut saya bagaimana mereka bisa kreatif dan dikreasikan dan kita tidak menyangka ini makanan-makanan yang sering kita jumpai di kampung-kampung atau di jalan-jalan,” ujar Arnaz.

Ferry Wawan Cahyono sebut Peran Aktif Masyarakat Kunci Pencegahan Konflik Sosial

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono pentingnya peran Masyarakat dalam mencegah konflik sosial serta dapat menampilkan suasana sejuk dan aman di lingkungan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ferry dalam kegiatan Peningkatan Masyarakat Sipil dalam Penyelesaian Konflik Sosial dengan mengusung tema ‘Melalui Koordinasi dan Sinergitas Kita Tingkatkan Peran Aktif Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial’ oleh Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Purbalingga, Minggu (9/6).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan konflik sosial sangat krusial untuk memastikan stabilitas dan keamanan di Jawa Tengah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah konflik sosial. Dengan begitu, kita dapat menampilkan suasana yang lebih sejuk dan aman di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekedar seremonial, namun dapat membawa dampak nyata dengan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Ferry juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi sosial yang kondusif.

“Dengan adanya kolaborasi yang baik, kita bisa mengantisipasi potensi konflik sejak dini dan mengambil langkah-langkah preventif yang efektif,” tambah Ferry.

Dalam penanganan berbagai persoalan, hendaknya masyarakat tetap dalam koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan yang tidak kalah penting selalu mengedepankan sikap toleransi antar individu dengan kelompok masyarakat.

Penyadaran masyarakat untuk selalu mengamalkan Ideologi Pancasila yang didalamnya terkandung sifat keimanan dan ketaqwaan, kerukunan hidup yang berperikemanusiaan, azas musyawarah/ mufakat dan keadilan sosial.