spot_img
Beranda blog Halaman 28

Lewat Media Gathering, ARTOTEL Suites Bianti Mantapkan Diri sebagai Hotel Berkarakter Seni

0

SURAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta memperkuat posisinya sebagai hotel bintang lima berkarakter dengan menggelar Media Hangout Solo: Up Close, sebuah media gathering yang diadakan bersama Hotel Laksana Solo managed by Dafam.

Acara yang berlangsung di Losso Kitchen pada Kamis (20/11) ini dihadiri media, pelaku kreatif, serta manajemen kedua hotel di bawah naungan Artotel Group, dan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh interaksi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kedekatan dengan insan media sekaligus memperkenalkan tiga visi utama ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta, yang disampaikan oleh Director of Sales & Marketing, Yusnie Azhari.

  1. Wellness & Sustainability
    Dalam visinya, ARTOTEL Suites Bianti menempatkan kesejahteraan tamu sebagai prioritas. Konsep wellness diwujudkan melalui kualitas tidur yang optimal, pilihan menu sehat dan bergizi, serta aktivitas kebugaran yang bisa dinikmati selama menginap.
    Hotel ini juga menempatkan keberlanjutan sebagai komitmen utama.

Beragam fasilitas ramah lingkungan diterapkan, seperti amenities berbahan dasar singkong yang mudah terurai dan sedotan jagung yang ramah lingkungan.

  1. Art & Culture
    Sebagai hotel yang mengusung perpaduan seni dan budaya, ARTOTEL Suites Bianti aktif menjadi ruang apresiasi bagi seniman lokal.

Berbagai kolaborasi telah dilakukan dengan komunitas seni tradisional seperti wayang dan sendratari, serta penyelenggaraan program More Than Jazz Art.

Lobi hotel pun difungsikan sebagai ruang pamer bagi seniman perupa yang ingin menyelenggarakan pameran secara berkala, menjadikannya bagian dari ekosistem seni di Yogyakarta.

  1. Personalized Service
    Visi ketiga menekankan layanan personal yang disesuaikan dengan preferensi tiap tamu. Salah satu inovasinya adalah layanan A-Buddy, asisten pribadi yang siap membantu kebutuhan tamu selama menginap.

Hanya dengan menekan tombol “A” pada telepon kamar, tamu dapat terhubung langsung dan mendapatkan pendampingan cepat.

“Dengan menghadirkan ketiga pilar tersebut, ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman menginap yang bermakna, autentik, dan relevan bagi setiap tamu, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan yang mencari lebih dari sekadar akomodasi,” tutur Yusnie Azhari.

Acara ini menjadi bukti komitmen ARTOTEL Suites Bianti untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan kolaborasi, terutama bersama komunitas media dan kreatif di Solo Raya.***

UNDIP Jadi Kampus Pertama Gelar “What’s Up Kemenkum – Campus Calls Out” untuk Perkuat Literasi Hukum Digital

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro menjadi kampus pertama yang menyelenggarakan program edukatif nasional “What’s Up Kemenkum – Campus Calls Out”, sebuah forum dialog publik Kementerian Hukum RI yang dirancang untuk memperkuat literasi hukum mahasiswa di tengah pesatnya aktivitas bisnis digital.

Mengusung tema “Beneficial Ownership: dari Bisnis Kampus hingga Bisnis Miliaran”, kegiatan ini membahas regulasi bisnis, integritas hingga pentingnya transparansi kepemilikan manfaat (beneficial ownership), integritas dalam berusaha, serta risiko penyalahgunaan identitas dalam pendirian perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung di Muladi Dome UNDIP pada Rabu, 19 November 2025 diikuti sebanyak 1270 mahasiswa secara luring maupun daring menghadirkan Menteri Hukum RI, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., dan tokoh nasional lain seperti, Ivan Yustiavandana, S.H., LLM (Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan – PPATK), dan Sherly Tjoanda Laos, S.E., M.M (Gubernur Maluku Utara).

Acara yang dipandu Fristian Griec sebagai host dan Insan Nur Akbar sebagai co-host menghadirkan narasumber Guru Besar FH UNDIP, Prof. Dr. Paramita Prananingtyas, S.H., LLM. Dengan format dialog yang interaktif, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memahami langsung isu-isu strategis hukum dan bisnis dari para pengambil kebijakan.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hukum RI beserta jajaran, serta seluruh narasumber yang berkenan hadir dalam forum edukatif ini.

Ia menyampaikan rasa terhormat karena kehadiran tokoh-tokoh nasional di lingkungan kampus UNDIP, terutama bagi Fakultas Hukum yang telah lama menjadi salah satu pusat unggulan kajian hukum di Indonesia.

Rektor juga menyoroti kontribusi para akademisi dan alumni UNDIP yang banyak mewarnai perkembangan ilmu hukum nasional, sebagai bukti bahwa kampus ini terus menunjukkan kualitas dan reputasi yang kuat di tingkat nasional maupun global.

Lebih lanjut, Rektor menyatakan UNDIP sejak awal berdiri berkomitmen menjadi ruang dialektika yang terbuka dan progresif. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat aman bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, menguji gagasan, dan terlibat dalam pembahasan publik tanpa rasa takut atau ragu.

Ia menegaskan “Kebebasan akademik adalah fondasi penting perkembangan ilmu pengetahuan, dan forum seperti Campus Calls Out menjadi ruang ideal bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengasah sensitivitas mereka terhadap isu kebangsaan,” ujarnya.

Dengan menjadikan NKRI sebagai koridor moral dan intelektual, Prof. Suharnomo berharap kegiatan ini mampu memberikan inspirasi baru serta memperkuat karakter mahasiswa sebagai generasi yang berintegritas dan berdampak.

Pada sesi podcast, Menteri Supratman Andi Agtas menyoroti pentingnya ketelitian dalam pengisian data saat mendirikan usaha.

“Pengisian data saat membuat bisnis itu sangat penting. Kita harus mengisi nama orang yang sesuai dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa langkah sederhana namun fundamental ini mencegah penyalahgunaan identitas yang dapat melemahkan integritas perekonomian.
Menteri Supratman juga menekankan bahwa kejujuran adalah modal terbesar dalam dunia usaha.

“Kalau kita jujur, lembaga pembiayaan mana pun akan mendekatimu. Integritas adalah pintu pertama menuju kepercayaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa beneficial ownership adalah bagian dari komitmen Indonesia di forum internasional untuk menertibkan proses perpajakan, mencegah penyalahgunaan korporasi, dan memperkuat kepastian hukum.

Sementara itu, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan risiko besar ketika pendirian bisnis dilakukan dengan identitas tersembunyi atau menggunakan nama orang lain.

“Semakin mudah seseorang mendirikan bisnis dengan identitas yang disembunyikan, semakin besar risikonya,” jelas Ivan. Menurutnya, kondisi ini membuka celah bagi tindak pidana seperti korupsi, narkotika, perpajakan, hingga perjudian online.

Ivan juga menegaskan bahwa PPATK terus melakukan penelusuran terhadap usaha-usaha yang izin dan struktur kepemilikannya tidak lengkap.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dengan peluang bisnis digital seperti fintech, crypto, wallet dompet digital dan gaming karena sektor-sektor ini sering menjadi sarana baru pencucian uang jika tidak dikelola dengan transparan.

Saat sesi talkshow, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa fondasi terpenting dalam membangun bisnis adalah kepercayaan, reputasi, dan kepatuhan hukum.

“Modal bisnis bukan hanya uang, tetapi nama baik dan reputasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa transparansi dalam akta perusahaan, laporan keuangan, serta kepatuhan legal adalah kunci untuk menarik minat investor dan memperluas peluang pendanaan.

Sherly juga berpesan bahwa integritas dan daya juang adalah kualitas yang paling dicari di dunia kerja hari ini.

“Banyak orang pintar, tetapi tidak semua punya integritas dan kemauan untuk terus belajar. Itu yang membedakan seseorang mampu bertahan,” ujarnya. Ia mendorong mahasiswa untuk memperluas jejaring sejak di kampus karena network is net worth di mana modal sosial yang akan membuka peluang masa depan.

Sebagai akademisi, Guru Besar FH UNDIP, Prof. Paramita Prananingtyas (Prof. Mita), menegaskan bahwa pentingnya beneficial ownership bukan sekadar mandat regulasi, tetapi kebutuhan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang bersih.

Ia menyebutkan bahwa usaha kecil sekalipun membutuhkan akuntabilitas sejak awal, karena bisnis yang dibangun tanpa fondasi legal yang kuat mudah tersangkut persoalan hukum ketika berkembang.

“Pondasi hukum harus benar sejak awal: siapa pemilik modalnya, siapa penerima manfaatnya. Semua harus transparan karena di era digital tidak ada yang benar-benar bisa disembunyikan,” ujarnya.

Prof. Mita juga mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai program kewirausahaan UNDIP yang telah dirancang untuk menumbuhkan jiwa bisnis sejak dini, sekaligus menanamkan etika bisnis dan kepatuhan hukum sebagai prinsip utama.

Acara Podcast ini semakin menarik dengan sesi Q&A, dialog langsung antara mahasiswa dan narasumber, serta segmen kreatif Roleplay “CEO Dadakan” yang menguji kemampuan mahasiswa dalam mengambil keputusan bisnis secara cepat dan tepat.

Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi bagi pemenang roleplay, penanya terbaik, dan peserta Instagram Reels Challenge, disusul penyerahan cinderamata antara Menteri Hukum dan Rektor UNDIP serta sesi foto bersama.

Melalui acara ini, seluruh pemangku kepentingan menegaskan bahwa transparansi data, integritas, dan kepatuhan hukum adalah pilar utama dalam membangun bisnis yang sehat dan berdaya saing.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pegangan generasi muda dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kokoh.

Dengan terselenggaranya acara perdana ini, UNDIP memperkuat komitmennya sebagai kampus yang memajukan edukasi hukum dan berkontribusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat dan prinsip Diktisaintek Berdampak.***

ARTOTEL Yogyakarta Suguhkan Acara Keluarga Lengkap dengan Parenting Talk dan Workshop Anak

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati World Children’s Day, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan program spesial untuk anak-anak bertajuk Learn & Learn – English & Math Competition, hasil kolaborasi dengan Ruangguru.

Program ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman kreatif dan interaktif di lingkungan hotel yang modern dan penuh inspirasi.

Kompetisi Learn & Learn dibuka untuk tiga kategori peserta, yakni Kindergarten, Primary School, dan Junior High School. Acara akan berlangsung pada 6 Desember 2025, mulai pukul 09.00 hingga selesai, di area ARTOTEL Yogyakarta.

Selain kompetisi akademik, anak-anak juga dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti Face Painting dan Donut Workshop yang dirancang untuk memicu kreativitas dan memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan.

Tidak hanya fokus pada anak-anak, ARTOTEL Yogyakarta juga menyiapkan sesi Parenting Talk bersama dr. Juliani, Sp.A(K), Subspesialis Neonatologi dari Siloam Hospitals Yogyakarta. Sesi ini memberikan edukasi seputar tumbuh kembang anak, sehingga kegiatan ini memberikan manfaat menyeluruh bagi seluruh keluarga.

Putri Sonia, Marketing Communication ARTOTEL Yogyakarta, mengatakan,“Perayaan World Children’s Day ini kami kemas sebagai momen di mana anak-anak dapat belajar sekaligus bermain dengan cara yang menyenangkan. Kolaborasi dengan Ruang Guru menjadikan program ini lebih bermakna, karena kami ingin memberikan pengalaman yang positif dan mendidik bagi anak-anak serta orang tua.”

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Andre Harso Binawan, turut menambahkan,“World Children’s Day adalah momen penting untuk merayakan kreativitas dan semangat belajar anak-anak. Melalui Learn & Learn Competition ini, kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya edukatif, tetapi juga menghibur dan membangun hubungan yang hangat antara anak dan orang tua. ARTOTEL Yogyakarta selalu berkomitmen untuk menghadirkan program yang relevan, menyenangkan, dan memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh tamu dan masyarakat.”

Seluruh rangkaian kegiatan Learn & Learn Competition ini terbuka untuk umum dengan harga tiket mulai IDR 125.000 – 175.000 sesuai kategori.

Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui Instagram @artoteljogja, berkunjung langsung ke ARTOTEL Yogyakarta, menghubungi 0815-7288-9333, atau melalui website artotelyogyakarta.com.***

UNDIP Raih Penghargaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atas Kontribusi dan Kerja Sama Layanan Center Immigration Point

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima penghargaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atas kontribusi dan kerja sama dalam mewujudkan pembentukan Center Immigration Point at UNDIP untuk meningkatkan layanan keimigrasian.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Tasyakuran Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Ke-1 Tahun 2025, yang digelar pada Rabu, 19 November 2025, di Aula Punokawan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, A.Md.IP., S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., yang mengapresiasi tinggi atas dukungan yang diberikan seluruh mitra kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi dan perannya tidak hanya dapat berdiri sendiri melainkan kolaborasi dan sinergi menjadi sebuah keharusan demi mencapai tujuan pembangunan nasional yang lebih besar,” terangnya.

Penghargaan kepada UNDIP diserahkan secara langsung oleh Mardi Santoso, A.Md.IP., S.H., M.Si., didampingi Haryono Agus Setiawan, S.S., M.A., selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang.

UNDIP menjadi salah satu dari mitra yang dinilai berperan penting dalam mendukung misi pelayanan publik Kemenimipas yang berdampak nyata bagi negara dan masyarakat.

Penghargaan ini menegaskan posisi UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang keimigrasian, serta memperkuat komitmen universitas dalam memfasilitasi mobilitas akademik di tingkat nasional dan internasional.

Melalui hadirnya Center Immigration Point, UNDIP menjadi satu dari dua perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki layanan resmi pengurusan paspor di lingkungan kampus.

Fasilitas ini akan mulai beroperasi pada Senin mendatang dan ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi civitas academica, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa internasional, hingga masyarakat umum.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut.

“Kami berterima kasih atas kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Insya Allah, mulai Senin mendatang, layanan Immigration Point akan dibuka di UNDIP,” ungkapnya.

Layanan ini merupakan unit layanan keimigrasian yang akan beroperasi di Gedung Muladi Dome UNDIP lantai 1 (Plaza Pameran Blok O dan M) dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung untuk penerbitan paspor, izin tinggal keimigrasian, hingga edukasi keimigrasian.

Selain bidang imigrasi, UNDIP juga menjalankan kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, khususnya melalui unit-unit akademik seperti Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP). Kerja sama mencakup pemanfaatan lahan serta pembinaan bagi warga binaan.

“Mahasiswa UNDIP turut belajar bersama tentang pemanfaatan tanah, kegiatan berkebun, pemeliharaan sapi, ayam, dan sebagainya. Kolaborasi ini memberi ruang bagi UNDIP untuk berkontribusi nyata dalam pembinaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” tambah Prof. Suharnomo.

Melalui penghargaan ini diharapkan kerja sama antara UNDIP dan Kemenimipas dapat semakin mendorong peningkatan kualitas layanan di berbagai bidang agar setiap program inovasi dan kemitraan yang dibangun benar-benar memberikan dampak nyata bagi negara dan masyarakat.

KemenPPPA Apresiasi Program Bunda Pintar XLSMART, Ibu Desa Kini Punya Ruang Belajar Digital Aman

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen memperkuat pemberdayaan perempuan di era digital kembali ditegaskan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART). Melalui program CSR bertajuk Bunda Pintar, perusahaan menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menghadirkan pendidikan literasi digital di jaringan Ruang Bersama Indonesia (RBI). Peluncuran program berlangsung di Semarang, Rabu (19/11).

Program ini akan menjangkau 30 desa dan kelurahan RBI di 15 kota/kabupaten prioritas, lengkap dengan dukungan paket akses internet dan pelatihan literasi digital bagi perempuan, khususnya para ibu.

Bunda Pintar menjadi bagian dari pilar Women Empowerment dalam kerangka CSR XLSMART, Tri Karsa, yang juga mencakup Philanthropy dan Education.

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II KemenPPPA RI, Eko Novi Ariyanti, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran Bunda Pintar menjadi langkah nyata untuk mempersempit jarak literasi digital antara perempuan kota dan desa.

Menurut Eko, banyak perempuan desa yang sudah akrab dengan gawai dan media sosial, namun masih minim pemahaman tentang keamanan digital maupun pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Ruang Bersama Indonesia kami rancang sebagai pusat kegiatan yang ramah perempuan dan anak, termasuk dalam hal literasi digital. Kerja sama dengan XLSMART melalui Bunda Pintar membantu kami menghadirkan program yang konkret, terukur, dan dekat dengan kebutuhan nyata para ibu di desa. Kami berharap peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Eko Novi Ariyanti.

Bunda Pintar diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai individu, ibu, dan anggota masyarakat. Materi yang disiapkan tidak sebatas penggunaan internet dasar, tetapi juga pemanfaatannya untuk pendidikan anak, interaksi sosial, hingga peluang ekonomi rumah tangga.

Program ini melengkapi visi RBI sebagai pusat pembelajaran dan aktivitas aman bagi perempuan dan anak. RBI selama ini menjadi wadah untuk memperkuat desa inklusif dan desa digital yang responsif terhadap isu kesetaraan.

Di tahap awal, XLSMART menyalurkan paket akses internet terintegrasi dengan Gerakan Donasi Kuota (GDK). Setiap paket terdiri atas router, kartu SIM, serta kuota internet untuk satu tahun.

Fasilitas ini ditempatkan di 30 desa/kelurahan RBI dan akan digunakan sebagai pusat belajar bersama, ruang komunitas perempuan, hingga pendampingan anak dalam tugas sekolah berbasis digital.

Secara keseluruhan, program diproyeksikan memberi manfaat kepada sekitar 3.000 penerima hingga akhir Desember 2025.

Group Head Central Region XLSMART, Arif Farhan Budiyanto, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai garda depan keamanan digital keluarga.

“Perempuan, terutama para bunda, merupakan pengambil keputusan sehari-hari di rumah sekaligus rujukan pertama bagi anak ketika berhadapan dengan gawai dan internet. Melalui Bunda Pintar, kami ingin memastikan para ibu memiliki bekal literasi digital yang cukup sehingga mampu mendampingi anak, menjaga keamanan keluarga di ruang digital, dan bila memungkinkan memanfaatkan teknologi untuk menambah nilai ekonomi bagi keluarga,” ujar Arif Farhan Budiyanto.

Arif menambahkan, jejaring RBI membuat program ini lebih tepat sasaran.

“RBI telah memiliki jejaring desa dan kelurahan yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dengan dukungan akses internet dan pelatihan Bunda Pintar, kualitas pemanfaatan teknologi di desa-desa tersebut diharapkan meningkat, bukan hanya sebatas tersambung jaringan, tetapi juga cakap menggunakan internet secara produktif dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Sebagai motor penggerak program, dua workshop literasi digital akan digelar tahun ini di Semarang dan Denpasar.

Kegiatan berlangsung dalam format hybrid selama tiga jam. Setiap workshop menargetkan 50 peserta luring serta minimal 100 peserta daring dari desa RBI di provinsi lain.

Materi pelatihan disusun untuk dekat dengan keseharian para ibu. Topiknya mencakup penanganan risiko digital, penyaringan informasi hoaks, pengaturan penggunaan gawai anak, perlindungan data pribadi, hingga pemanfaatan platform digital untuk usaha rumahan.

Arif menjelaskan atmosfer workshop akan dibuat interaktif dan aplikatif.

“Bunda Pintar kami desain sebagai ruang belajar yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami ingin para peserta merasa aman untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan. Harapannya, setelah mengikuti workshop, para ibu tidak hanya memahami teori, tetapi juga percaya diri untuk mempraktikkan kebiasaan digital yang lebih sehat di rumah dan di lingkungan sekitarnya,” tambah Arif Farhan Budiyanto.

Program Bunda Pintar akan digelar di desa/kelurahan RBI yang tersebar di Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, NTT, Jambi, Kalimantan Selatan, hingga Gorontalo.

Penyebaran wilayah ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk menjangkau perempuan sampai daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dengan kombinasi akses internet, pelatihan relevan, dan pendampingan, XLSMART dan KemenPPPA berharap program ini melahirkan lebih banyak perempuan berdaya dan keluarga yang tangguh di ruang digital.

Untuk memastikan kelancaran program, XLSMART mengandalkan lebih dari 26.700 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Jawa Tengah, sebagian besar berteknologi 4G.

Perusahaan juga melakukan pemeliharaan rutin pada infrastruktur jaringan, mulai dari fiber optik hingga backhaul, demi menjaga kualitas konektivitas di area pendidikan, ekonomi, dan permukiman.***

Membanggakan! UNDIP Raih Peringkat 144 Dunia dan 8 Nasional pada THE Interdisciplinary Science Rankings 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mencatatkan prestasi membanggakan dalam kiprah perdananya pada Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Dalam pemeringkatan global tersebut, UNDIP berhasil meraih peringkat 144 dunia dan peringkat 8 nasional, capaian yang menegaskan posisi UNDIP sebagai perguruan tinggi riset berkelas dunia.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika. Menurutnya pemeringkatan THE Interdisciplinary Science Rankings menunjukkan kekuatan penelitian lintas disiplin di UNDIP melalui beragam indikator, termasuk volume publikasi ilmiah, kualitas dan dampak sitasi, kolaborasi global, pendapatan riset, serta reputasi internasional.

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, masuknya UNDIP dalam posisi 144 dunia menunjukkan ekosistem riset kolaboratif yang dibangun kampus telah berjalan secara konsisten dan efektif. Prestasi ini merupakan buah dari dedikasi, kolaborasi, dan komitmen seluruh unsur kampus dalam memperkuat riset interdisipliner yang relevan serta berdampak bagi masyarakat,” Tambahnya.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Widjayanto, PhD menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti penguatan ekosistem riset yang terukur dan berkelanjutan di UNDIP.

“Peringkat ini menunjukkan bahwa riset interdisipliner UNDIP semakin diakui di tingkat internasional. Kami terus mendorong para peneliti untuk menghasilkan inovasi berbasis kolaborasi antardisiplin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri,” tambahnya

Direktur Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global Universitas Diponegoro, Prof Hadiyanto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika serta para mitra yang telah turut mendukung pencapaian ini.

Capaian strategis tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi UNDIP dalam pengembangan sains lintas disiplin serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi global.

“Semoga UNDIP terus mengukir capaian yang lebih tinggi, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tambahnya.

Times Higher Education Interdisciplinary Science Rankings (ISR), sendiri disusun bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows, merupakan upaya pertama di dunia yang bertujuan mengukur kontribusi dan komitmen universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan interdisipliner.

Riset ilmiah interdisipliner menawarkan potensi besar untuk memadukan wawasan dari berbagai disiplin ilmu guna memecahkan tantangan global.

ISR menggunakan tiga pilar utama metodologi, yang masing-masing merepresentasikan tahapan dalam siklus hidup sebuah proyek penelitian: input, proses, dan output. Setiap pilar mencakup sejumlah metrik untuk menilai aspek yang berbeda dalam tahapan tersebut.

Dengan capaian ini, Universitas Diponegoro semakin meneguhkan komitmennya untuk hadir sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. UNDIP akan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas publikasi internasional, dan menghadirkan karya-karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.

Melalui semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika, UNDIP bertekad melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.***

PDF Wustha dan Ulya Segera Terbit, Askhabul Kahfi Siap Perluas Lembaga Pendidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar Halaqah Time Quality Management di Ma’had Aly Askhabul Kahfi, sebuah forum peningkatan mutu pendidikan yang dihadiri para pimpinan, akademisi, dan santri.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Ma’had Aly dalam mencetak ulama berkualitas dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Ketua Tim Sistem Informasi PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, H. Ali Anshori, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan posisi strategis Askhabul Kahfi yang terletak di wilayah perkotaan.

Ia menyebut Ma’had Aly ini patut diistimewakan karena memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya generasi ulama masa depan.

“Mahad Aly Askhabul Kahfi adalah satu-satunya Mahad Aly di wilayah perkotaan, maka harus diistimewakan. Saya yakin 10–20 tahun ke depan banyak orang-orang besar yang lahir dari Askhabul Kahfi,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly (PDMA) PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Hj. Fajriyatul Muflihah, M.Pd.

Ia menyebut Pondok Pesantren Askhabul Kahfi memiliki unit pendidikan yang lengkap dan terus berkembang. Ia mengungkapkan bahwa lembaga baru, yaitu PDF Wustha dan PDF Ulya, kini menunggu proses finalisasi izin operasional.

“Semoga izin segera terbit dan lahir lulusan tafaqquh fiddin,” harapnya.

Dalam sesi materi, Dr. H. Ali Masykur, S.H., M.H., Dosen UIN Walisongo, menilai Ma’had Aly sebagai institusi yang sangat diperhatikan Kementerian Agama.

Ia menegaskan bahwa kualitas lulusan harus menjadi fokus utama. Ia juga mengingatkan para mahasantri untuk aktif memanfaatkan peluang Beasiswa Nasional yang kini semakin terbuka.

Sementara itu, Dr. Hj. Sari Hernawati, S.Ag.M., M.Pd., Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang, mengajak santri untuk memperkuat etos belajar dan pengabdian. Menurutnya, belajar tanpa henti serta mendarmabaktikan diri di pesantren adalah bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Penguatan identitas Ma’had Aly disampaikan oleh Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., Dosen Ma`had Aly Askhabul Kahfi. Ia menilai Ma’had Aly masih tergolong baru dalam sistem pendidikan tinggi formal sehingga perlu langkah serius dalam branding dan sosialisasi.

Ia menekankan bahwa Ma’had Aly berakar dari tradisi keilmuan Islam klasik atau turats, sehingga memiliki karakter keilmuan khas yang perlu terus diperkuat.

Gus Rikza juga menitipkan pesan agar para santri kelak selalu berniat memberi manfaat, terbiasa bermusyawarah, tetap terikat secara moral dengan pesantren, dan tidak mudah baper.

Kegiatan halaqah berlangsung meriah dengan peserta yang memenuhi aula Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.

Para peserta juga mendapatkan fasilitas pendukung dari Kementerian Agama berupa buku catatan, bolpoin, dan sarung batik.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengelolaan pendidikan dan peran strategis Ma’had Aly dalam mempersiapkan kader ulama masa depan.***

Sinergi UNDIP dan Kemen UMKM, Bangun Generasi Wirausaha Muda Kreatif dan Adaptif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mempertegas perannya sebagai kampus pencetak wirausaha muda dengan menggelar Kuliah Umum dan Expo UMKM bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman.

Acara yang berlangsung di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP itu membawa semangat besar melalui tema “Membangun Generasi Mikropreneur Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah dalam menyiapkan mikropreneur masa depan.

Lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas hadir, menandai tingginya antusiasme terhadap pengembangan UMKM berbasis inovasi dan teknologi.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Muhammad Riza Adha Damanik, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya membangun UMKM masa depan yang bertumpu pada riset dan teknologi. Ia mengapresiasi karya mahasiswa UNDIP yang dinilai berpotensi memperkuat kualitas UMKM nasional.

“Ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya UMKM masa depan berbasis inovasi dan teknologi,” ujarnya.

Riza juga menekankan perlunya transformasi mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Soeharnomo, menegaskan bahwa kampus berkomitmen memperkuat budaya kewirausahaan melalui inovasi, pendampingan, dan sistem ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Semangat mahasiswa sangat luar biasa. UNDIP tidak hanya mendorong lahirnya inovasi, tapi memastikan karya-karya tersebut memberi manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap tahun UNDIP menghasilkan 10–15 UMKM baru yang mampu menembus pasar ekspor, bahkan salah satu usaha mahasiswa telah mencatat omzet Rp1 miliar per tahun.

Rektor juga menyoroti capaian UNDIP yang menjadi pemohon paten terbesar kedua di Indonesia pada tahun ini.

“Kalau 10 persen saja inovasi tersebut berhasil memasuki pasar, maka kampus dapat menjadi contoh bagaimana riset dan akademik mendorong tumbuhnya kewirausahaan,” ujarnya.

Dalam kuliah umum, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa untuk melihat proses perkuliahan sebagai ruang pembentukan karakter wirausaha.

“Menjadi mahasiswa bukan tujuan akhir, melainkan pintu gerbang untuk menjelajah ilmu pengetahuan, menempa karakter, mengasah daya juang, membangun jejaring, dan memupuk semangat berwirausaha,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa 14 persen pekerjaan akan hilang pada 2030 karena otomatisasi, sehingga mahasiswa harus mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja.

Menteri Maman juga memuji inovasi mahasiswa UNDIP, termasuk teknologi alat roasting kopi yang dinilainya siap masuk industri.

“Saya banyak sekali dapat insight dari riset dan inovasi yang dibuat oleh UNDIP… tinggal bagaimana kita dorong supaya produk unggul seperti ini masuk ke industri dan bisa dikomersialisasi,” katanya.

Acara juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UNDIP dan Kementerian UMKM untuk kolaborasi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan kewirausahaan.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, UNDIP meresmikan pusat pengembangan kewirausahaan “Diponegoro Usadaya Preneur” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Pemukulan gong oleh Menteri Maman menjadi simbol dimulainya operasional pusat kewirausahaan tersebut.

Pusat ini akan menjalankan program strategis seperti pengelolaan data UMKM nasional, pendampingan UMKM naik kelas, pengembangan desa berbasis UMKM, indeksasi bisnis UMKM, hingga program magang kewirausahaan.

Menteri UMKM juga meninjau 18 UMKM mahasiswa UNDIP yang dinilai memiliki peluang besar berkembang ke skala industri. Beberapa produk bahkan telah memasuki pasar dan siap dikembangkan lebih lanjut.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, UNDIP berharap dapat terus melahirkan pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing global, dan adaptif terhadap perubahan zaman.***

Tingkatkan Nilai Manfaat, KAI Daop 1 Jakarta Distribusikan Barang Temuan Kedaluwarsa ke Yayasan Sosial

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan barang temuan (lost and found) yang transparan dan akuntabel dengan menyalurkan barang-barang yang telah melewati masa penyimpanan sesuai ketentuan perusahaan kepada dua yayasan sosial di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan Barang Temuan Periode Juli-Oktober 2025

Pada hari ini, Kamis, 20 November 2025, pukul 10.30 WIB, KAI Daop 1 Jakarta menyerahkan 164 item barang kategori Barang Biasa yang terkumpul dari Pos Pengamanan (Pam) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan Jakarta Kota. Rincian barang temuan dari masing-masing stasiun adalah sebagai berikut:

  • Stasiun Pasar Senen: 121 item
  • Stasiun Gambir: 41 item
  • Stasiun Jakarta Kota: 2 item

Barang-barang seperti headset bluetooth, tumbler, charger, topi, dan bantal leher ini disalurkan kepada Yayasan Rauf Al-Akrama yang berlokasi di Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Penyerahan dilakukan oleh Deputy Pam Opka Daop 1 Jakarta, Muhammad Yamin, dan Spv Pam Opka, Triyoko Wasono, serta diterima langsung oleh pengurus yayasan, Sukir.

Kegiatan Serupa pada September 2025

Sebelumnya, pada Selasa, 16 September 2025, KAI Daop 1 Jakarta juga telah menyerahkan 176 item barang temuan kategori Barang Biasa periode April-Juli 2025 kepada Yayasan Piatu Muslimin di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Barang-barang tersebut berasal dari:

  • Stasiun Pasar Senen: 148 item
  • Stasiun Gambir: 18 item
  • Stasiun Jakarta Kota: 10 item

Bantuan berupa tumbler, charger, topi, dan bantal leher diserahkan oleh Muhammad Yamin, Triyoko Wasono, dan Karu PSE Hendrik Dwi I, serta diterima oleh pengasuh Yayasan Piatu Muslimin, Jordy Herian.

Landasan Hukum dan Keteraturan Pengelolaan Barang Temuan

Pengelolaan barang temuan di KAI Daop 1 Jakarta berpedoman pada Peraturan Direksi PT KAI Nomor PER.U/KL.104/VII/1/KA-2019 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Hilang dan Temuan. Peraturan ini mengklasifikasikan barang temuan ke dalam tiga kategori dengan masa simpan yang berbeda:

  1. Barang Makanan:
  • Makanan basah: masa simpan 1×24 jam.
  • Makanan kering: masa simpan 7×24 jam.
  1. Barang Biasa: Masa simpan 1×30 hari (1 bulan).
  2. Barang Berharga: Masa simpan 3×30 hari (3 bulan).

Barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya setelah melewati masa penyimpanan disalurkan untuk kepentingan sosial melalui yayasan yang terverifikasi.

Pernyataan Resmi KAI Daop 1 Jakarta

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjaga administrasi barang temuan yang teratur dan memastikan barang-barang tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap penyaluran barang temuan ini dapat memberikan manfaat bagi pihak yang membutuhkan. KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan ini secara berkelanjutan,” ujar Ixfan.

KAI Daop 1 Jakarta juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan kereta atau area stasiun guna mencegah terjadinya barang tertinggal.

Kelola Handak Lebih Ketat, SKK Migas Jabanusa Susun SOP Terpadu Bersama Aparat Keamanan

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Menutup akhir tahun 2025, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar dua agenda strategis: Rapat Kerja Kesekuritian Hulu Migas Jabanusa 2025 serta Rapat Kerja Perizinan dan Pengelolaan Bahan Peledak (Handak) Hulu Migas Jabanusa 2025.

Kedua forum tersebut menjadi bagian penting dari komitmen SKK Migas memperkuat keamanan operasional dan memastikan kegiatan hulu migas berjalan sesuai regulasi serta standar HSE (Health, Safety, and Environment).

Dalam rapat kerja kesekuritian, SKK Migas dan seluruh KKKS membahas langkah konkret peningkatan keamanan wilayah operasi migas, mulai dari strategi mitigasi risiko hingga penguatan kerja sama dengan TNI–Polri dan pemerintah daerah.

“Kesekuritian yang solid akan menjamin kelancaran operasi hulu migas serta menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif,” ujar Anggono Mahendrawan, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah kerja migas, sekaligus memastikan setiap aktivitas eksplorasi berlangsung aman dan terkendali.

Selain aspek keamanan, SKK Migas juga menekankan pentingnya tata kelola bahan peledak (handak) yang digunakan dalam kegiatan seismik, konstruksi bawah laut, hingga pengeboran eksplorasi dan eksploitasi.

Dalam forum ini, dibahas penyelarasan proses perizinan dan pengawasan antara KKKS, Polri, dan SKK Migas, serta penegakan standar keselamatan sesuai SNI 6911:2025.

Isu yang menjadi fokus meliputi:

  • Penyatuan mekanisme perizinan pembelian, penguasaan, penyimpanan, penggunaan, dan pengangkutan handak
  • Standarisasi keselamatan transportasi dan penyimpanan bahan peledak berizin
  • Penguatan sistem pengawasan stok, audit penggunaan, dan pelaporan
  • Penegasan spesifikasi teknis gudang handak sesuai SNI terbaru
    Pengelolaan bahan peledak disebut bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian integral dari sistem keamanan nasional.

“SKK Migas memastikan seluruh tahapannya berlangsung dengan aman, transparan, dan sesuai ketentuan perundangan,” tegas Anggono.

Rapat kerja ini turut dihadiri perwakilan Kepolisian Daerah, TNI, KKKS, hingga vendor berizin, mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga rantai pengawasan dan integritas operasional migas.

Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat kepatuhan sekaligus memperkuat perlindungan sektor energi strategis nasional.

Melalui rangkaian rapat kerja tersebut, SKK Migas Jabanusa menargetkan terwujudnya:

  • SOP terpadu antara SKK Migas, KKKS, dan aparat keamanan
  • Penguatan budaya keamanan dan HSE di seluruh lini operasional
  • Sistem komunikasi cepat dan terintegrasi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan maupun risiko terkait bahan peledak

“Kami menempatkan keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan hulu migas. Rapat kerja ini juga bertujuan untuk memastikan setiap proses dari perizinan hingga pelaksanaan lapangan — terkoordinasi dengan baik dan memenuhi standar nasional,” kata Anggono Mahendrawan.

Dengan langkah-langkah ini, SKK Migas Jabanusa berharap tata kelola keamanan dan pengelolaan handak di wilayah kerja semakin kuat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan operasi migas masa depan.***