spot_img
Beranda blog Halaman 28

KemenPPPA Apresiasi Program Bunda Pintar XLSMART, Ibu Desa Kini Punya Ruang Belajar Digital Aman

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen memperkuat pemberdayaan perempuan di era digital kembali ditegaskan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART). Melalui program CSR bertajuk Bunda Pintar, perusahaan menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk menghadirkan pendidikan literasi digital di jaringan Ruang Bersama Indonesia (RBI). Peluncuran program berlangsung di Semarang, Rabu (19/11).

Program ini akan menjangkau 30 desa dan kelurahan RBI di 15 kota/kabupaten prioritas, lengkap dengan dukungan paket akses internet dan pelatihan literasi digital bagi perempuan, khususnya para ibu.

Bunda Pintar menjadi bagian dari pilar Women Empowerment dalam kerangka CSR XLSMART, Tri Karsa, yang juga mencakup Philanthropy dan Education.

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II KemenPPPA RI, Eko Novi Ariyanti, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai kehadiran Bunda Pintar menjadi langkah nyata untuk mempersempit jarak literasi digital antara perempuan kota dan desa.

Menurut Eko, banyak perempuan desa yang sudah akrab dengan gawai dan media sosial, namun masih minim pemahaman tentang keamanan digital maupun pemanfaatan teknologi secara produktif.

“Ruang Bersama Indonesia kami rancang sebagai pusat kegiatan yang ramah perempuan dan anak, termasuk dalam hal literasi digital. Kerja sama dengan XLSMART melalui Bunda Pintar membantu kami menghadirkan program yang konkret, terukur, dan dekat dengan kebutuhan nyata para ibu di desa. Kami berharap peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujar Eko Novi Ariyanti.

Bunda Pintar diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai individu, ibu, dan anggota masyarakat. Materi yang disiapkan tidak sebatas penggunaan internet dasar, tetapi juga pemanfaatannya untuk pendidikan anak, interaksi sosial, hingga peluang ekonomi rumah tangga.

Program ini melengkapi visi RBI sebagai pusat pembelajaran dan aktivitas aman bagi perempuan dan anak. RBI selama ini menjadi wadah untuk memperkuat desa inklusif dan desa digital yang responsif terhadap isu kesetaraan.

Di tahap awal, XLSMART menyalurkan paket akses internet terintegrasi dengan Gerakan Donasi Kuota (GDK). Setiap paket terdiri atas router, kartu SIM, serta kuota internet untuk satu tahun.

Fasilitas ini ditempatkan di 30 desa/kelurahan RBI dan akan digunakan sebagai pusat belajar bersama, ruang komunitas perempuan, hingga pendampingan anak dalam tugas sekolah berbasis digital.

Secara keseluruhan, program diproyeksikan memberi manfaat kepada sekitar 3.000 penerima hingga akhir Desember 2025.

Group Head Central Region XLSMART, Arif Farhan Budiyanto, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai garda depan keamanan digital keluarga.

“Perempuan, terutama para bunda, merupakan pengambil keputusan sehari-hari di rumah sekaligus rujukan pertama bagi anak ketika berhadapan dengan gawai dan internet. Melalui Bunda Pintar, kami ingin memastikan para ibu memiliki bekal literasi digital yang cukup sehingga mampu mendampingi anak, menjaga keamanan keluarga di ruang digital, dan bila memungkinkan memanfaatkan teknologi untuk menambah nilai ekonomi bagi keluarga,” ujar Arif Farhan Budiyanto.

Arif menambahkan, jejaring RBI membuat program ini lebih tepat sasaran.

“RBI telah memiliki jejaring desa dan kelurahan yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dengan dukungan akses internet dan pelatihan Bunda Pintar, kualitas pemanfaatan teknologi di desa-desa tersebut diharapkan meningkat, bukan hanya sebatas tersambung jaringan, tetapi juga cakap menggunakan internet secara produktif dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Sebagai motor penggerak program, dua workshop literasi digital akan digelar tahun ini di Semarang dan Denpasar.

Kegiatan berlangsung dalam format hybrid selama tiga jam. Setiap workshop menargetkan 50 peserta luring serta minimal 100 peserta daring dari desa RBI di provinsi lain.

Materi pelatihan disusun untuk dekat dengan keseharian para ibu. Topiknya mencakup penanganan risiko digital, penyaringan informasi hoaks, pengaturan penggunaan gawai anak, perlindungan data pribadi, hingga pemanfaatan platform digital untuk usaha rumahan.

Arif menjelaskan atmosfer workshop akan dibuat interaktif dan aplikatif.

“Bunda Pintar kami desain sebagai ruang belajar yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kami ingin para peserta merasa aman untuk bertanya, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan. Harapannya, setelah mengikuti workshop, para ibu tidak hanya memahami teori, tetapi juga percaya diri untuk mempraktikkan kebiasaan digital yang lebih sehat di rumah dan di lingkungan sekitarnya,” tambah Arif Farhan Budiyanto.

Program Bunda Pintar akan digelar di desa/kelurahan RBI yang tersebar di Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, NTT, Jambi, Kalimantan Selatan, hingga Gorontalo.

Penyebaran wilayah ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk menjangkau perempuan sampai daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Dengan kombinasi akses internet, pelatihan relevan, dan pendampingan, XLSMART dan KemenPPPA berharap program ini melahirkan lebih banyak perempuan berdaya dan keluarga yang tangguh di ruang digital.

Untuk memastikan kelancaran program, XLSMART mengandalkan lebih dari 26.700 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Jawa Tengah, sebagian besar berteknologi 4G.

Perusahaan juga melakukan pemeliharaan rutin pada infrastruktur jaringan, mulai dari fiber optik hingga backhaul, demi menjaga kualitas konektivitas di area pendidikan, ekonomi, dan permukiman.***

Membanggakan! UNDIP Raih Peringkat 144 Dunia dan 8 Nasional pada THE Interdisciplinary Science Rankings 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mencatatkan prestasi membanggakan dalam kiprah perdananya pada Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Rankings 2026.

Dalam pemeringkatan global tersebut, UNDIP berhasil meraih peringkat 144 dunia dan peringkat 8 nasional, capaian yang menegaskan posisi UNDIP sebagai perguruan tinggi riset berkelas dunia.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh sivitas akademika. Menurutnya pemeringkatan THE Interdisciplinary Science Rankings menunjukkan kekuatan penelitian lintas disiplin di UNDIP melalui beragam indikator, termasuk volume publikasi ilmiah, kualitas dan dampak sitasi, kolaborasi global, pendapatan riset, serta reputasi internasional.

“Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, masuknya UNDIP dalam posisi 144 dunia menunjukkan ekosistem riset kolaboratif yang dibangun kampus telah berjalan secara konsisten dan efektif. Prestasi ini merupakan buah dari dedikasi, kolaborasi, dan komitmen seluruh unsur kampus dalam memperkuat riset interdisipliner yang relevan serta berdampak bagi masyarakat,” Tambahnya.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Widjayanto, PhD menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti penguatan ekosistem riset yang terukur dan berkelanjutan di UNDIP.

“Peringkat ini menunjukkan bahwa riset interdisipliner UNDIP semakin diakui di tingkat internasional. Kami terus mendorong para peneliti untuk menghasilkan inovasi berbasis kolaborasi antardisiplin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri,” tambahnya

Direktur Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global Universitas Diponegoro, Prof Hadiyanto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika serta para mitra yang telah turut mendukung pencapaian ini.

Capaian strategis tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi UNDIP dalam pengembangan sains lintas disiplin serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi global.

“Semoga UNDIP terus mengukir capaian yang lebih tinggi, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” tambahnya.

Times Higher Education Interdisciplinary Science Rankings (ISR), sendiri disusun bekerja sama dengan Schmidt Science Fellows, merupakan upaya pertama di dunia yang bertujuan mengukur kontribusi dan komitmen universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan interdisipliner.

Riset ilmiah interdisipliner menawarkan potensi besar untuk memadukan wawasan dari berbagai disiplin ilmu guna memecahkan tantangan global.

ISR menggunakan tiga pilar utama metodologi, yang masing-masing merepresentasikan tahapan dalam siklus hidup sebuah proyek penelitian: input, proses, dan output. Setiap pilar mencakup sejumlah metrik untuk menilai aspek yang berbeda dalam tahapan tersebut.

Dengan capaian ini, Universitas Diponegoro semakin meneguhkan komitmennya untuk hadir sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. UNDIP akan terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas publikasi internasional, dan menghadirkan karya-karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.

Melalui semangat kebersamaan seluruh sivitas akademika, UNDIP bertekad melangkah lebih jauh dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global.***

PDF Wustha dan Ulya Segera Terbit, Askhabul Kahfi Siap Perluas Lembaga Pendidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar Halaqah Time Quality Management di Ma’had Aly Askhabul Kahfi, sebuah forum peningkatan mutu pendidikan yang dihadiri para pimpinan, akademisi, dan santri.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Ma’had Aly dalam mencetak ulama berkualitas dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Ketua Tim Sistem Informasi PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, H. Ali Anshori, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan posisi strategis Askhabul Kahfi yang terletak di wilayah perkotaan.

Ia menyebut Ma’had Aly ini patut diistimewakan karena memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya generasi ulama masa depan.

“Mahad Aly Askhabul Kahfi adalah satu-satunya Mahad Aly di wilayah perkotaan, maka harus diistimewakan. Saya yakin 10–20 tahun ke depan banyak orang-orang besar yang lahir dari Askhabul Kahfi,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly (PDMA) PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Hj. Fajriyatul Muflihah, M.Pd.

Ia menyebut Pondok Pesantren Askhabul Kahfi memiliki unit pendidikan yang lengkap dan terus berkembang. Ia mengungkapkan bahwa lembaga baru, yaitu PDF Wustha dan PDF Ulya, kini menunggu proses finalisasi izin operasional.

“Semoga izin segera terbit dan lahir lulusan tafaqquh fiddin,” harapnya.

Dalam sesi materi, Dr. H. Ali Masykur, S.H., M.H., Dosen UIN Walisongo, menilai Ma’had Aly sebagai institusi yang sangat diperhatikan Kementerian Agama.

Ia menegaskan bahwa kualitas lulusan harus menjadi fokus utama. Ia juga mengingatkan para mahasantri untuk aktif memanfaatkan peluang Beasiswa Nasional yang kini semakin terbuka.

Sementara itu, Dr. Hj. Sari Hernawati, S.Ag.M., M.Pd., Dosen Universitas Wahid Hasyim Semarang, mengajak santri untuk memperkuat etos belajar dan pengabdian. Menurutnya, belajar tanpa henti serta mendarmabaktikan diri di pesantren adalah bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Penguatan identitas Ma’had Aly disampaikan oleh Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., Dosen Ma`had Aly Askhabul Kahfi. Ia menilai Ma’had Aly masih tergolong baru dalam sistem pendidikan tinggi formal sehingga perlu langkah serius dalam branding dan sosialisasi.

Ia menekankan bahwa Ma’had Aly berakar dari tradisi keilmuan Islam klasik atau turats, sehingga memiliki karakter keilmuan khas yang perlu terus diperkuat.

Gus Rikza juga menitipkan pesan agar para santri kelak selalu berniat memberi manfaat, terbiasa bermusyawarah, tetap terikat secara moral dengan pesantren, dan tidak mudah baper.

Kegiatan halaqah berlangsung meriah dengan peserta yang memenuhi aula Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi.

Para peserta juga mendapatkan fasilitas pendukung dari Kementerian Agama berupa buku catatan, bolpoin, dan sarung batik.

Acara ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengelolaan pendidikan dan peran strategis Ma’had Aly dalam mempersiapkan kader ulama masa depan.***

Sinergi UNDIP dan Kemen UMKM, Bangun Generasi Wirausaha Muda Kreatif dan Adaptif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) mempertegas perannya sebagai kampus pencetak wirausaha muda dengan menggelar Kuliah Umum dan Expo UMKM bersama Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman.

Acara yang berlangsung di Hall Kewirausahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP itu membawa semangat besar melalui tema “Membangun Generasi Mikropreneur Kreatif, Adaptif, dan Berdaya Saing”.

Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi strategis antara dunia akademik dan pemerintah dalam menyiapkan mikropreneur masa depan.

Lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas hadir, menandai tingginya antusiasme terhadap pengembangan UMKM berbasis inovasi dan teknologi.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Muhammad Riza Adha Damanik, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya membangun UMKM masa depan yang bertumpu pada riset dan teknologi. Ia mengapresiasi karya mahasiswa UNDIP yang dinilai berpotensi memperkuat kualitas UMKM nasional.

“Ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya UMKM masa depan berbasis inovasi dan teknologi,” ujarnya.

Riza juga menekankan perlunya transformasi mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Soeharnomo, menegaskan bahwa kampus berkomitmen memperkuat budaya kewirausahaan melalui inovasi, pendampingan, dan sistem ekosistem usaha yang berkelanjutan.

“Semangat mahasiswa sangat luar biasa. UNDIP tidak hanya mendorong lahirnya inovasi, tapi memastikan karya-karya tersebut memberi manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap tahun UNDIP menghasilkan 10–15 UMKM baru yang mampu menembus pasar ekspor, bahkan salah satu usaha mahasiswa telah mencatat omzet Rp1 miliar per tahun.

Rektor juga menyoroti capaian UNDIP yang menjadi pemohon paten terbesar kedua di Indonesia pada tahun ini.

“Kalau 10 persen saja inovasi tersebut berhasil memasuki pasar, maka kampus dapat menjadi contoh bagaimana riset dan akademik mendorong tumbuhnya kewirausahaan,” ujarnya.

Dalam kuliah umum, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa untuk melihat proses perkuliahan sebagai ruang pembentukan karakter wirausaha.

“Menjadi mahasiswa bukan tujuan akhir, melainkan pintu gerbang untuk menjelajah ilmu pengetahuan, menempa karakter, mengasah daya juang, membangun jejaring, dan memupuk semangat berwirausaha,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa 14 persen pekerjaan akan hilang pada 2030 karena otomatisasi, sehingga mahasiswa harus mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja.

Menteri Maman juga memuji inovasi mahasiswa UNDIP, termasuk teknologi alat roasting kopi yang dinilainya siap masuk industri.

“Saya banyak sekali dapat insight dari riset dan inovasi yang dibuat oleh UNDIP… tinggal bagaimana kita dorong supaya produk unggul seperti ini masuk ke industri dan bisa dikomersialisasi,” katanya.

Acara juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UNDIP dan Kementerian UMKM untuk kolaborasi pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan kewirausahaan.

Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, UNDIP meresmikan pusat pengembangan kewirausahaan “Diponegoro Usadaya Preneur” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Pemukulan gong oleh Menteri Maman menjadi simbol dimulainya operasional pusat kewirausahaan tersebut.

Pusat ini akan menjalankan program strategis seperti pengelolaan data UMKM nasional, pendampingan UMKM naik kelas, pengembangan desa berbasis UMKM, indeksasi bisnis UMKM, hingga program magang kewirausahaan.

Menteri UMKM juga meninjau 18 UMKM mahasiswa UNDIP yang dinilai memiliki peluang besar berkembang ke skala industri. Beberapa produk bahkan telah memasuki pasar dan siap dikembangkan lebih lanjut.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, UNDIP berharap dapat terus melahirkan pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing global, dan adaptif terhadap perubahan zaman.***

Tingkatkan Nilai Manfaat, KAI Daop 1 Jakarta Distribusikan Barang Temuan Kedaluwarsa ke Yayasan Sosial

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan barang temuan (lost and found) yang transparan dan akuntabel dengan menyalurkan barang-barang yang telah melewati masa penyimpanan sesuai ketentuan perusahaan kepada dua yayasan sosial di Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan Barang Temuan Periode Juli-Oktober 2025

Pada hari ini, Kamis, 20 November 2025, pukul 10.30 WIB, KAI Daop 1 Jakarta menyerahkan 164 item barang kategori Barang Biasa yang terkumpul dari Pos Pengamanan (Pam) Stasiun Pasar Senen, Gambir, dan Jakarta Kota. Rincian barang temuan dari masing-masing stasiun adalah sebagai berikut:

  • Stasiun Pasar Senen: 121 item
  • Stasiun Gambir: 41 item
  • Stasiun Jakarta Kota: 2 item

Barang-barang seperti headset bluetooth, tumbler, charger, topi, dan bantal leher ini disalurkan kepada Yayasan Rauf Al-Akrama yang berlokasi di Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Penyerahan dilakukan oleh Deputy Pam Opka Daop 1 Jakarta, Muhammad Yamin, dan Spv Pam Opka, Triyoko Wasono, serta diterima langsung oleh pengurus yayasan, Sukir.

Kegiatan Serupa pada September 2025

Sebelumnya, pada Selasa, 16 September 2025, KAI Daop 1 Jakarta juga telah menyerahkan 176 item barang temuan kategori Barang Biasa periode April-Juli 2025 kepada Yayasan Piatu Muslimin di Kramat Raya, Jakarta Pusat. Barang-barang tersebut berasal dari:

  • Stasiun Pasar Senen: 148 item
  • Stasiun Gambir: 18 item
  • Stasiun Jakarta Kota: 10 item

Bantuan berupa tumbler, charger, topi, dan bantal leher diserahkan oleh Muhammad Yamin, Triyoko Wasono, dan Karu PSE Hendrik Dwi I, serta diterima oleh pengasuh Yayasan Piatu Muslimin, Jordy Herian.

Landasan Hukum dan Keteraturan Pengelolaan Barang Temuan

Pengelolaan barang temuan di KAI Daop 1 Jakarta berpedoman pada Peraturan Direksi PT KAI Nomor PER.U/KL.104/VII/1/KA-2019 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Hilang dan Temuan. Peraturan ini mengklasifikasikan barang temuan ke dalam tiga kategori dengan masa simpan yang berbeda:

  1. Barang Makanan:
  • Makanan basah: masa simpan 1×24 jam.
  • Makanan kering: masa simpan 7×24 jam.
  1. Barang Biasa: Masa simpan 1×30 hari (1 bulan).
  2. Barang Berharga: Masa simpan 3×30 hari (3 bulan).

Barang-barang yang tidak diambil oleh pemiliknya setelah melewati masa penyimpanan disalurkan untuk kepentingan sosial melalui yayasan yang terverifikasi.

Pernyataan Resmi KAI Daop 1 Jakarta

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjaga administrasi barang temuan yang teratur dan memastikan barang-barang tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami berharap penyaluran barang temuan ini dapat memberikan manfaat bagi pihak yang membutuhkan. KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan ini secara berkelanjutan,” ujar Ixfan.

KAI Daop 1 Jakarta juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan kereta atau area stasiun guna mencegah terjadinya barang tertinggal.

Kelola Handak Lebih Ketat, SKK Migas Jabanusa Susun SOP Terpadu Bersama Aparat Keamanan

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Menutup akhir tahun 2025, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar dua agenda strategis: Rapat Kerja Kesekuritian Hulu Migas Jabanusa 2025 serta Rapat Kerja Perizinan dan Pengelolaan Bahan Peledak (Handak) Hulu Migas Jabanusa 2025.

Kedua forum tersebut menjadi bagian penting dari komitmen SKK Migas memperkuat keamanan operasional dan memastikan kegiatan hulu migas berjalan sesuai regulasi serta standar HSE (Health, Safety, and Environment).

Dalam rapat kerja kesekuritian, SKK Migas dan seluruh KKKS membahas langkah konkret peningkatan keamanan wilayah operasi migas, mulai dari strategi mitigasi risiko hingga penguatan kerja sama dengan TNI–Polri dan pemerintah daerah.

“Kesekuritian yang solid akan menjamin kelancaran operasi hulu migas serta menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif,” ujar Anggono Mahendrawan, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa.

Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas wilayah kerja migas, sekaligus memastikan setiap aktivitas eksplorasi berlangsung aman dan terkendali.

Selain aspek keamanan, SKK Migas juga menekankan pentingnya tata kelola bahan peledak (handak) yang digunakan dalam kegiatan seismik, konstruksi bawah laut, hingga pengeboran eksplorasi dan eksploitasi.

Dalam forum ini, dibahas penyelarasan proses perizinan dan pengawasan antara KKKS, Polri, dan SKK Migas, serta penegakan standar keselamatan sesuai SNI 6911:2025.

Isu yang menjadi fokus meliputi:

  • Penyatuan mekanisme perizinan pembelian, penguasaan, penyimpanan, penggunaan, dan pengangkutan handak
  • Standarisasi keselamatan transportasi dan penyimpanan bahan peledak berizin
  • Penguatan sistem pengawasan stok, audit penggunaan, dan pelaporan
  • Penegasan spesifikasi teknis gudang handak sesuai SNI terbaru
    Pengelolaan bahan peledak disebut bukan sekadar urusan teknis, tetapi bagian integral dari sistem keamanan nasional.

“SKK Migas memastikan seluruh tahapannya berlangsung dengan aman, transparan, dan sesuai ketentuan perundangan,” tegas Anggono.

Rapat kerja ini turut dihadiri perwakilan Kepolisian Daerah, TNI, KKKS, hingga vendor berizin, mencerminkan komitmen kuat untuk menjaga rantai pengawasan dan integritas operasional migas.

Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat kepatuhan sekaligus memperkuat perlindungan sektor energi strategis nasional.

Melalui rangkaian rapat kerja tersebut, SKK Migas Jabanusa menargetkan terwujudnya:

  • SOP terpadu antara SKK Migas, KKKS, dan aparat keamanan
  • Penguatan budaya keamanan dan HSE di seluruh lini operasional
  • Sistem komunikasi cepat dan terintegrasi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan maupun risiko terkait bahan peledak

“Kami menempatkan keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan hulu migas. Rapat kerja ini juga bertujuan untuk memastikan setiap proses dari perizinan hingga pelaksanaan lapangan — terkoordinasi dengan baik dan memenuhi standar nasional,” kata Anggono Mahendrawan.

Dengan langkah-langkah ini, SKK Migas Jabanusa berharap tata kelola keamanan dan pengelolaan handak di wilayah kerja semakin kuat, adaptif, dan siap menghadapi tantangan operasi migas masa depan.***

Kemenangan Kolektif: SDGs 2025 Jadi Simbol Cinta Pimpinan untuk Karyawan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Di balik gemerlap panggung penghargaan Sustainable Development Goals (SDGs) 2025 yang digelar di Gedung Bappenas, Jakarta, pada 19 November 2025, terselip pesan mendalam dari Strategic & Business Director PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh karyawan dan mitra kerja, Irwan menyampaikan apresiasi tulus atas penghargaan yang ia sebut sebagai “yang tertinggi dan paling bermakna” bagi Sido Muncul.

Irwan menuliskan surat itu usai acara berakhir, ketika gemerlap lampu dan tepuk tangan sudah mereda.

Menurutnya, penghargaan SDGs bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bukti bahwa Sido Muncul telah memberi manfaat bagi masyarakat, selaras dengan nilai yang selama ini dipegang perusahaan: kejujuran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab untuk masa depan.

“Di sana orang hanya melihat panggung dan trofi, tetapi di hati saya muncul perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama,” tulis Irwan.

Penghargaan untuk Mereka yang Bekerja Tanpa Sorotan

Irwan menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan milik dirinya semata, tetapi buah kerja seluruh elemen perusahaan. Ia menyoroti peran karyawan yang bekerja di balik layar, yang tidak pernah tampil di panggung atau tersorot kamera, namun memastikan mutu produk dan operasional perusahaan berjalan dengan benar setiap hari.

“Keberhasilan ini lahir dari tangan-tangan yang bekerja dalam diam. Dari orang-orang yang tidak pernah dipanggil ke atas panggung, tidak pernah difoto, tetapi memikul tanggung jawab besar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh karyawan di pabrik maupun divisi lain yang menjaga kualitas produk dan integritas perusahaan.

Komitmen Bisnis yang Berkelanjutan

Melalui penghargaan ini, Sido Muncul dinilai telah menerapkan praktik bisnis yang bermanfaat, berkelanjutan, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Irwan menyebut penghargaan SDGs sebagai pengakuan atas upaya kolektif perusahaan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan menerima SDGs 2025 ini, kita membuktikan bahwa kita telah bekerja dan berbisnis dengan cara yang baik dan benar,” tulisnya.

Ungkapan Terima Kasih untuk Seluruh Keluarga Besar Sido Muncul

Di akhir suratnya, Irwan menyampaikan terima kasih mewakili keluarga besar Hidayat—termasuk Sofyan, Johan, Sigit, Sandra, dan David—kepada semua karyawan dan mitra kerja yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan panjang perusahaan.

“Semoga kita dapat terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” tutup Irwan.

Surat tersebut menjadi cerminan komitmen Sido Muncul sebagai perusahaan lokal yang konsisten berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Anggota DPR: MBG Beri Manfaat Ganda, dari Gizi Keluarga hingga Ekonomi Lokal

0

BANDAR LAMPUNG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapatkan perhatian luas dari berbagai kalangan masyarakat sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan gizi nasional. Melalui pendekatan yang terstruktur, program ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program MBG seperti yang saat ini dilakukan di Lampung pada Rabu (18/11). Sosialisasi ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentinya asupan gizi sejak dini yang juga membawa manfaat ganda bagi masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap lapisan masyarakat memperoleh akses gizi yang layak. Dihadapan ratusan warga Bandar Lampung, ia menyampaikan bahwa MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Program ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap persoalan gizi yang selama ini dialami masyarakat. Banyak warga kita yang sebenarnya membutuhkan dukungan, tetapi terkendala akses. Melalui MBG, negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar ini terpenuhi dengan lebih baik,” tutur Nihayatul Wafiroh.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini didukung oleh Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG). Kehadiran SPPG tidak hanya memastikan ketersediaan bahan pangan segar dan aman, tetapi juga memberi manfaat ekonomi karena memaksimalkan pasokan dari wilayah sekitar. Selain meningkatkan mutu gizi, MBG turut menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat sebagai tenaga operasional dapur.

“Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga kesempatan kerja. Banyak warga sekitar SPPG yang dapat terlibat langsung dalam proses produksi pangan. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan manfaat ganda—gizi untuk keluarga, ekonomi untuk lingkungan,” tambahnya.

Menanggapi isu-isu yang beredar terkait dugaan keracunan makanan dalam program MBG, Nihayatul Wafiroh memberikan pemahaman yang mendetail. “Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang berkembang. Kami telah turun langsung ke lapangan dan menemukan bahwa persoalannya terjadi karena adanya dapur yang tidak mengikuti SOP. Saya meminta Badan Gizi Nasional meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Intinya, program ini aman dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat,” papar Nihayatul.

Dengan sosialisasi program MBG di Lampung diharapkan program ini dapat berjalan optimal untuk mencapai hasil yang maksimal. Melalui penguatan pengawasan dan kerja sama semua pihak, program MBG diharapkan terus memberikan dampak positif dan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.*

Program MBG Disosialisasikan di Lampung, Dorong Gizi Seimbang dan Ekonomi Lokal

0

BANDAR LAMPUNG (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama para pemangku kepentingan di Provinsi Lampung menggelar kegiatan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Keratun Pemprov Lampung pada Selasa (18/11). Langkah ini merupakan komitmen pemerintah untuk tetap melayani rakyat dengan memberikan kebermanfaat ganda bagi masyarakat.

Sosialisasi program MBG ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Seh Ajeman, Kepala SPPG Kota Bandar Lampung Rizki Makruf, Ketua DPW Perempuan Bangsa, Zam Zanariah, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat. Kegiatan ini menjadi diharapkan menjadi momentum untuk perubahan yang lebih baik menuju Indonesia emas 2045.

Dalam sambutannya, Anggota DPRD Provinsi Lampung Seh Ajeman menyampaikan dukungan penuh terhadap Program MBG yang digagas pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi seimbang.

“Saya menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Program ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya,” ujar Seh Ajeman.

Program MBG, yang menjadi salah satu prioritas Presiden dan Wakil Presiden, tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal. Bahan pangan untuk dapur MBG akan mengutamakan pasokan dari pedagang, petani, peternak, serta pemilik usaha kecil di daerah.

“Program MBG bukan hanya menjawab kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan memperluas kesempatan kerja,” tambah Ajeman. 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat memahami konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan Program MBG sehingga dapat berperan aktif dalam penyelenggaraannya di wilayah Lampung.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.*

FSRU Lampung Kian Strategis, 20 Kargo LNG Masuk untuk Kebutuhan Industri dan Pembangkit

0

LAMPUNG (Pertamanews.id) – Dari perairan 21 km lepas Pantai Labuhan Maringgai, Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung kembali menerima kargo Liquefied Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar ±131.000 m³. LNG tersebut bersumber dari LNG Plant domestik.

Penerimaan kargo tanggal 12 – 14 November 2025 dengan proses ship-to-ship-transfer (STS) dilaksanakan oleh PT PGN LNG Indonesia (”PLI”), anak usaha PGN.

Kegiatan ini menjadi penerimaan kargo ke-20 sepanjang tahun 2025, yang menandai operasional FSRU Lampung tetap andal dan stabil.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan pentingnya STS LNG bagi kesinambungan layanan gas bumi nasional.

Hal ini juga merupakan wujud dukungan pemerintah dan stakeholder kepada PGN dalam menjamin keberlangsungan pasokan energi bersih.

“Penerimaan kargo ke-20 membuktikan keandalan FSRU Lampung sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga suplai energi bersih dan turut mencerminkan sinergi yang kuat dalam PGN Group. Konsistensi ini menjadi fondasi dalam memperkuat layanan gas bagi masyarakat dan industri, sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional,” ujarnya, (18/11).

Di sisi lain Direktur Utama PLI, Nofrizal, menambahkan bahwa keberhasilan ini juga mencerminkan kapabilitas operasi yang semakin matang.

“Sejak awal beroperasi, kami berkomitmen menghadirkan solusi energi yang terkoneksi, aman, dan berkelanjutan. Setiap kegiatan STS dijalankan dengan standar keselamatan tertinggi,” tambahnya.

Hingga 14 November 2025, FSRU Lampung menerima 20 kargo LNG dengan volume mencapai ±58,03 juta MMBTU. PLI terus memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan sektor energi industri dan pembangkit, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

Adapun kapasitas penyimpanan FSRU Lampung sendiri mencapai 170.000 m3, dengan kapasitas regasifikasi LNG sebesar 240 MMSCFD.

“Kegiatan STS ke 20 di tahun 2025 juga menjadi momentum bagi PLI untuk mempertegas perannya bagian dari Subholding Gas dalam menyediakan energi bersih bagi Indonesia, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam transisi energi menuju Net Zero Emission,” pungkas Nofrizal.***