spot_img
Beranda blog Halaman 283

Lunpia Cik Meme Berikan Kejutan Promo Spesial ‘Gebyar 1 Dekade LCM’

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Lunpia Cik Meme (LCM) dalam memperingati 10 tahun usianya, kembali memberikan kejutan unik bagi para pecinta lunpia.

Pemilik LCM, Meliani Sugiarto menyebut LCM menggelar promo khusus bertajuk “Gebyar 1 Dekade LCM”.

“Dengan mengucapkan puji syukur atas rahmat Illahi, sekarang ini LCM telah memasuki jenjang usia 10 tahun,” ungkap Cik Meme sapaan akrabnya dihadapan para awak media, Rabu (24/4/2024).

Dirinya mengakui perjuangannya hingga sampai di titik ini tidaklah mudah. Pahit getir dan terjalnya jalan, telah mampu ia lewati.

“Ini berkat dukungan semua pihak khususnya para relasi pecinta LCM. Sebagai ucapan rasa terima kasih, kami menyuguhkan Lunpia Original dengan harga terjangkau,” katanya.

Dalam promo tersebut, dirinya menuturkan pelanggan dapat menikmati Lunpia Original dengan harga Rp 19 ribu, dari harga normalnya Rp 22 ribu.

LCM diketahui memang kerap memberikan promo pada momen-momen tertentu.

Sebut saja misalnya pada bulan puasa, hari jadi Kota Semarang hingga ketika menjelang hari kemerdekaan.

LCM memang dipandang sudah menjadi ikon kuliner Kota Semarang, sekaligus pelopor lunpia bersertifikat Halal.

Hal itu artinya semua produk LCM telah mendapatkan sertifikasi Halal.

Sekadar informasi, sejarah Lunpia Cik Me Me dipelopori oleh engkong buyutnya, yaitu pasangan suami Istri Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasie (1870).

Pasangan ini bertempat tinggal di perkampungan Brondongan Semarang Timur.

Melalui kampung itu pula, asal Meliani Sugiarto SE, atau yang lebih populer disapa Cik Me Me.

Ia kemudian dibimbing dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya, yaitu Maestro Chef Lunpia Tan Yok Tjay dan So Tan Hwa yang merupakan generasi ke-2 Lunpia Mataram dan Generasi ke-4 Lunpia Semarang.

Indosat Catat Lonjakan Trafik Data Sebesar 17 Persen Sepanjang Perayaan Idulfitri, Banjarnegara Jadi Penyumbang Trafik Tertinggi di Jawa Tengah

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan peningkatan trafik data sebesar 17% sepanjang periode perayaan Idulfitri 1445 H. Pada saat yang sama, Perusahaan juga membuktikan kualitas jaringannya yang telah berhasil melayani pelanggan dan masyarakat selama masa kenaikan trafik telekomunikasi sepanjang Ramadan, Lebaran dan masa libur setelah Lebaran.

Lonjakan trafik yang telah diprediksi ini dikontribusikan oleh peningkatan penggunaan media sosial, aplikasi pesan singkat, hingga aplikasi mobile gaming.

Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan Pelayanan yang kami berikan sepanjang periode Hari Raya Idulfitri dan juga musim mudik menjadi bukti komitmen kami untuk terus dapat melayani pelanggan di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk saat periode Ramadan dan Lebaran.

“Komitmen kami terhadap Unparalleled Network Services Guaranteed atau jaminan pelayanan jaringan yang tak tertandingi, menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas jaringan, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga diperluas hingga ke wilayah pedesaan di seluruh Indonesia,” ujar Desmond.

Lebih lanjut, Desmond menegaskan bahwa dengan kualitas jaringan ini, pelanggan dapat menikmati layanan digital kelas dunia mulai dari mengakses media sosial, berbagi pesan, hingga bermain game online tanpa kendala berarti.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penggunaan beberapa aplikasi oleh pelanggan, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube yang menjadi penyumbang terbesar dalam lonjakan trafik data, dengan rata-rata peningkatan sebesar 24%. Sementara itu, game mobile seperti Mobile Legends, Free Fire, dan Call of Duty mencatat lonjakan trafik data tertinggi, dengan rata-rata peningkatan sebesar 95%.

Kualitas layanan ini didukung pemanfaatan infrastruktur jaringan berteknologi tinggi berbasis artificial intelligence/machine learning, efisien dari sisi penggunaan energi, serta sumber daya manusia yang andal.

Indosat juga mengantisipasi peningkatan kebutuhan telekomunikasi pelanggan dengan menambah 2.145 sites baru dan 38 mobile BTS (MBTS). Penambahan ini juga didukung oleh jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 51 ribu km dan lebih dari 224 ribu km akses metro fiber optic untuk memperkuat sinyal di lokasi prioritas.

Tidak hanya itu, Indosat juga menyiagakan lebih dari dua ribu personel yang bekerja 24 jam 7 hari baik di lapangan maupun di Pusat Operasi Jaringan Indosat (INOC) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya, jumlah tiket aduan pelanggan mengalami penurunan sebesar 26% untuk IM3 dan 42% untuk Tri dibandingkan periode lebaran tahun sebelumnya.

“Dengan Unparalleled Network Services Guaranteed kami bertekad untuk terus meningkatkan pengalaman digital pelanggan, menyesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Hal ini selaras dengan tujuan Indosat dalam menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Desmond.

Area Banjarnegara Catat Peningkatan Trafik Tertinggi di Jawa Tengah

Di wilayah regional Jawa Tengah, Indosat mencatat peningkatan trafik data tertinggi di area Banjarnegara, yakni naik sebesar 68% sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1445 H. Menyusul Banjarnegara, berturut-turut area Tegal dan Purwokerto menjadi area dengan pertumbuhan trafik data tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Tengah, dengan kenaikan masing-masing sebesar 60,9% dan 50,5% di sepanjang periode Hari Raya Idulfitri 1445 H.

Elny Widjaja, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan Peningkatan trafik yang tinggi di Regional Jawa Tengah menjadi salah satu bukti dari keberhasilan kami dalam menghadirkan Unparalleled Network Services Guaranteed di berbagai lokasi prioritas dan jalur mudik.

” Tentunya hal ini juga menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan marvelous experience bagi pelanggan kami di Regional Jawa Tengah,” tandas Elny.

Semarak Hari Kartini, Berbagi Cerita Kartini Masa Kini di Hotel Ciputra Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang menggelar acara berbagi cerita bertema Kartini Masa Kini dengan penuh semangat dan kehangatan, sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya.

Kegiatan ini, yang dilangsungkan pada Senin, 22 April 2024, dihadiri oleh 50 peserta, termasuk seluruh karyawan wanita Hotel Ciputra Semarang yang antusias untuk merayakan dan mengambil bagian dalam momen bersejarah ini.

Suasana di Puri Lobby Hotel Ciputra Semarang begitu hangat ketika kegiatan dimulai dengan nyanyian bersama Lagu Ibu Kita Kartini, diikuti oleh pembacaan Naskah Habis Gelap Terbitlah Terang.

Semangat kebersamaan terasa begitu kuat di antara peserta, yang semuanya tergabung dalam semangat merayakan perjuangan Kartini dan membangun inspirasi bagi perempuan masa kini.

Puncak dari acara ini adalah sesi “Sharing Season”, di mana tiga sosok luar biasa berbagi pengalaman hidup mereka sebagai Kartini Masa Kini.

Erny Kusmastuti, yang tak lain adalah General Manager Hotel Ciputra Semarang, Ibu Rina Pujiati, seorang Financial Controller, Ibu Rere Frebyari, seorang wanita sebagai petugas keamanan yang gigih, dan Ibu Tri Hendrawati, karyawan dengan dedikasi 26 tahun di Hotel Ciputra Semarang.

Ketiga sosok tersebut mengisahkan perjalanan hidup mereka dengan penuh inspirasi, menceritakan bagaimana mereka menemukan kekuatan dan keberanian untuk menjadi perempuan yang membanggakan seperti Kartini Masa Kini. Peserta acara terlihat sangat antusias, terhanyut dalam setiap kata yang mengalir dari pengalaman berharga yang dibagikan, menciptakan momen yang mendalam dan menginspirasi bagi semua yang hadir.

Tidak hanya itu, acara juga menampilkan Fashion Show yang mengesankan, di mana perwakilan dari setiap departemen mempesona dengan busana kebaya yang anggun, mencerminkan keindahan tradisi dan keragaman budaya Indonesia. Peserta Fashion Show tampil dengan semangat dan keceriaan, didukung oleh rekan kerja mereka.

Kompetisi ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada peserta dengan kostum terbaik, serta penghargaan istimewa kepada para Kartini Masa Kini yang telah berbagi pengalaman yang memotivasi dan menginspirasi.

” Acara ini kami selenggarakan dengan penuh semangat untuk memperingati dan merayakan Hari Kartini, serta untuk membangun semangat dan menginspirasi seluruh peserta agar terus meniti jejak Kartini Masa Kini yang membanggakan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menggambarkan betapa besar pengaruh Ibu Kartini bagi kami semua, perempuan yang menggapai karier dan mewujudkan cita-cita pribadi dengan semangat dan keberanian,” ungkap Erny Kusmastuti, General Manager Hotel Ciputra Semarang.

Selain kegiatan utama, acara ini juga menghadirkan narasumber dari toko Batik terkemuka, Margaria, untuk memberikan edukasi tentang seni mengenakan jarik. Hal ini memberikan nilai tambah dan pengetahuan baru bagi para peserta, menguatkan rasa kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan santap makanan ringan, di mana semangat kebersamaan dan inspirasi masih terasa begitu kuat di antara para peserta. Acara ini tidak hanya menjadi momen berharga, tetapi juga menjadi pijakan bagi semua untuk terus berjuang menjadi Kartini Masa Kini yang lebih baik dan membanggakan.

Lulus Doktoral Predikat Summa Cumlaude, Mbak Ita Ikuti Prosesi Wisuda ke-174 Undip

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita ternyata tetap bisa membagi waktu untuk menempuh pendidikan.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya menyelesaikan studi S3 atau Program Studi Doktor Administrasi Publik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Tak main-main, ia bahkan berhasil meraih IPK sempurna 4.00 atau Summa Cumlaude.

Butuh waktu 3 tahun 9 hari untuk Mbak Ita merampungkan kuliah serta disertasi berjudul “Hepta Helix Collaborative Governance dalam Pengelolaan Situs Kota Lama Semarang”.

Selanjutnya, pada Kamis (25/4), Mbak Ita akan mengikuti prosesi Upacara Wisuda ke-174 Universitas Diponegoro Periode April 2024 di Gedung Muladi Dome Tembalang Semarang. “Alhamdulillah bisa menyelesaikan program studi Doktor Administrasi Publik di FISIP Undip,” ujarnya.

Terkait raihan IPK sempurna 4.00 atau Summa Cumlaude yang ia raih, Mbak Ita mengaku berupaya melakukan yang terbaik di setiap aktivitas, termasuk saat harus meluangkan waktunya untuk perkuliahan dan menyelesaikan tugas sebagai Wali Kota Semarang.

“Perjalanan atau waktu menyelesaikan ini kan panjang, hingga 3 tahun. Harus selalu ketemu dengan dosen atau promotor, kemudian bolak-balik revisi laporan, revisi disertasi. Itu semua saya lakukan di tengah aktivitas saya sebagai Wali Kota,” katanya.

Menurutnya, tantangan tersebut justru tidak menjadi hambatan, tetapi menjadi suatu jalan untuk dirinya bisa meraih yang terbaik. “Bersyukur sekali dimudahkan. Banyak teman yang mensupport dan membantu. Alhamdulillah bisa mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 4.00,” terangnya.

Untuk disertasinya, dirinya mengaku senang karena bisa melanjutkan disertasi sesuai tema tesis S2 yang juga berkaitan dengan Kota Lama Semarang.

“Tentu lebih banyak sukanya, karena Kota Lama ini kan sudah menjadi passion Saya. Terlebih saya selaku Ketua BPK2L, tentu banyak hal yang menarik untuk diteliti dan mengeksplore lebih dalam,” ujar Mbak Ita.

Dalam disertasinya, dirinya lebih menekankan pada sinergi atau collaborative governance, sesuai konsep bergerak bersama Kota Semarang.

“Harapannya, dengan selesainya disertasi ini bisa menghasilkan penemuan baru, dan menjadi salah satu fondasi agar Kota Lama Semarang bisa menjadi World Heritage,” pungkasnya.

Ferry Wawan Cahyono : Kebudayaan Lokal, Identitas Bangsa yang Harus Diisi oleh Generasi Muda

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan kebudayaan daerah.

Hal itu disampaikannya, saat kegiatan Media Tradisional bersama pemuda dan menampilkan seni tradisonal Ebeg (kuda Lumping), dengan mengusung tema Pelestarian ‘Budaya Lokal untuk Menjaga Keutuhan Bangsa’, di Wisata Mandaran, Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ferry menekankan bahwa memelihara warisan budaya adalah tanggung jawab bersama.

“Dalam era globalisasi ini, kita tidak boleh lupa akan asal-usul dan identitas budaya kita. Generasi muda harus bangga dan tidak malu untuk turut serta dalam upaya melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh daerah kita masing-masing,” ujar Ferry.

Ia juga menyoroti betapa pentingnya pendidikan budaya di sekolah-sekolah. Menurutnya, pendidikan formal harus melibatkan unsur-unsur kebudayaan lokal agar generasi muda dapat lebih menghargai dan memahami warisan budaya yang ada.

“Dengan memahami dan mengapresiasi kebudayaan daerah, generasi muda akan lebih termotivasi untuk melindungi dan mewariskannya kepada generasi selanjutnya,” tambahnya.

Para pemuda yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik pesan dari Ferry, Mereka optimis untuk aktif terlibat dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah serta menyebarkan nilai-nilai tersebut kepada teman-teman sebaya mereka.

Kemeriahan ‘Senandung Keroncong’ di Gets Hotel Semarang : Musik dan Kuliner Terbaik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Gets Hotel Semarang bakal hadirkan kegiatan istimewa yang akan mengisi setiap malam rabu dan jumat Anda dengan keindahan musik keroncong.

Dengan mengusung konsep ‘Senandung Keroncong’ Gets Hotel Semarang akan menyelenggarakannya di area pool lantai 1 mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.

Tidak ada biaya khusus atau minimum charge yang perlu dikeluarkan untuk mendengarkan keindahan musik keroncong ini.

Selain penampilan musik yang mengagumkan, acara ini juga menawarkan pengalaman kuliner yang istimewa. Para tamu juga dapat menikmati hidangan tradisional yang disajikan dengan sentuhan modern oleh para chef handal kami.

Untuk menu yang ditawarkan mulai dari berbagai jajan pasar, mi instan, nasi ayam, berbagai macam sate, aneka wedangan dan masih banyak lagi. Dengan harga yang sangat affordable, mulai dari harga Rp. 10.000,00 saja dan pastinya juga ada promo diskon 10% untuk reservasi 10 orang.

“Kami sangat antusias untuk menyelenggarakan acara keroncong ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung seni dan budaya Indonesia. “Senandung Keroncong” diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta musik keroncong,” ungkap General Manager Gets Hotel Semarang, Bapak Rusli Arsyad.

Tak hanya sebagai hiburan malam yang berkualitas, acara “Senandung Keroncong” di Gets Hotel Semarang juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Semarang untuk merayakan kekayaan dan seni budaya Nusantara yang tak ternilai.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, bisa menghubungi telepon/ whatsaap 024-86400500 atau instagram @getshotelsemarang.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati malam yang mengasyikkan di acara “Senandung Keroncong” di Hotel Bintang Empat .

PLN Mobile Proliga 2024 Siap Digelar, Kolaborasi Dukungan Untuk Pengembangan Voli di Tanah Air

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) kembali memberikan dukungan penuh untuk gelaran PLN Mobile Proliga 2024. Perseroan berharap pelaksanaan liga voli profesional paling bergengsi di tanah air tersebut akan mampu mencetak atlet-atlet voli Indonesia berkelas dunia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo mengatakan, sebagai kompetisi tertinggi bola voli di Indonesia, PLN Mobile Proliga 2024 ini akan berlangsung seru, ketat dan menarik karena melibatkan klub-klub terbaik di tanah air. Ia pun berharap klub-klub peserta yang meramaikan kompetisi ini bisa menampilkan permainan terbaik dan sportif selama kompetisi.

“PBVSI selalu concern bahwa setiap tahun kita selenggarakan (kompetisi) ini dengan diisi oleh tim-tim terbaik. Proliga ini juga menjadi ajang persiapan menghadapi Asian Club Volleyball (AVC) Cup 20224 pada 23 Juli dengan diikuti 16 Negara,” kata Imam.

Imam memaparkan bahwa pada gelaran kali ini, PLN Mobile Proliga 2024 diikuti oleh 7 tim putra dan 7 tim putri. Dia juga sangat antusias karena banyak dari tim peserta diisi oleh atlet-atlet muda yang berusia di bawah 20 tahun.

“Tim putri juga pemainnya tadi sudah lihat semua, ada pendatang baru. Pemainnya masih muda–muda, ada yang umur 14 tahun, ada yang umur 15, 17, 18 masih muda–muda semua,” ujarnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, gelaran PLN Mobile Proliga 2024 menjadi bukti komitmen perseroan mendukung pembinaan atlet-atlet voli di Indonesia.

“Ini bentuk komitmen PLN sebagai bapak asuh bola voli Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam mengembangkan olahraga voli di Indonesia. Harapannya, ajang ini dapat melahirkan atlet-atlet yang berkualitas, sehingga bisa meningkatkan prestasi tim nasional Indonesia,” kata Darmawan.

Darmawan menambahkan, pengembangan cabang olahraga voli membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan PLN dalam PLN Mobile Proliga ini merupakan bentuk kehadiran PLN memajukan prestasi voli Indonesia hingga tingkat dunia.

“Kita mau tim nasional ini bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi, tingkat Asia bahkan tingkat Dunia,” ujar Darmawan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Prianto mengatakan, penyelenggaraan PLN Mobile Proliga 2024 akan dipermudah dengan kehadiran aplikasi PLN Mobile. Tiket pertandingan dapat diperoleh melalui aplikasi PLN Mobile.

“Ini adalah upaya kami untuk memudahkan masyarakat yang ingin menonton secara langsung dengan membeli tiket melalui aplikasi PLN Mobile Proliga. Ini juga membuat pengelolaan PLN Mobile Proliga menjadi semakin profesional,” tutur Gregorius saat Konferensi Pers Gelaran PLN Mobile Proliga 2024 di Jakarta, Senin (22/04).

Masyarakat yang membeli tiket PLN Mobile Proliga 2024 melalui PLN Mobile, kata Gregorius, juga akan mendapatkan voucher diskon tambah daya listrik sampai dengan 75 persen dan voucher token listrik.

PLN Mobile Proliga 2024 ini akan berlangsung mulai 25 April hingga 21 Juli 2024 mendatang di sembilan kota. Kota Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pontianak, Bandung, Gresik, dan Surabaya akan menggelar putaran reguler. Sedangkan putaran final four hingga grand final digelar di Kediri, Solo, dan akan ditutup di Yogyakarta.

Syawalan dan Bakda Kupat: Perayaan Kemenangan Kita

0

Oleh : Ketua Departemen Susastra, FIB UNDIP, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum.

SEMARANG – Pasca keramaian perayaan Idul Fitri yang bisa kita saksikan di berbagai wilayah di Indonesia, akhirnya tibalah awal bulan Syawal yang seringkali dimaknai sebagai bulan penuh kemenangan.

Ada beragam jenis perayaan dan tradisi di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka memperingati awal bulan kalender Hijriah yang biasa juga disebut sebagai tradisi Syawalan tersebut. Beragam jenis perayaan dan tradisi Syawalan biasanya diselenggarakan dengan menonjolkan kekhasan dan keunikan masing-masing daerah di daerah perayaan tersebut dilaksanakan.

Manusia disebut sebagai makhluk homo festivus atau makhuk yang senang mengkreasi berbagai festival atau perayaan. Satu di antaranya adalah festival yang bernuansa kegamaan, seperti perayaan tradisi Syawalan yang dilaksanakan beberapa hari setelah hari Lebaran, di beberapa tempat di Jawa biasanya dilaksanakan pada hari ke delapan atau di undur hingga akhir pekan pada bulan Syawal. Pada hari tersebut, masyarakat secara bersama-sama akan merasa perlu merayakan tradisi Syawalan.

Bakda Kupat

Satu pekan setelah merayakan hari Lebaran (Idul Fitri), masyarakat di beberapa daerah akan mengadakan perayaan kembali, yaitu tradisi Syawalan yang biasa disebut bakda kupat (lebaran ketupat). Di sebut Syawalan karena pelaksanaannya pada bulan syawal dan diadakan setelah hari Lebaran Sebagian masyarakat juga menyebutnya dengan bakda kupat karena sudah lazim kebanyakan orang saat itu banyak membuat kupat (ketupat).

Dalam perayaan tersebut secara sederhana di berbagai daerah adalah diadakannya doa bersama, selanjutnya para warga mengadakan tukar-menukar ketupat yang dibawanya. Di beberapa daerah, para warga mengadakan acara berebut ketupat untuk memeriahkan perayaan. Di beberapa daerah, makanan lain yang juga ada selain ketupat adalah lepet, apem, dan buah-buahan.

Tradisi bakda kupat konon merupakan salah satu perayaan setelah hari Lebaran yang sudah ada sejak lama, yaitu pada era Kesultanan Demak awal abad kelima belas. Kupat yang bentuknya persegi empat dalam masyarakat Jawa juga seringkali dimaknai kiblat papat lima pancer, sebagai nasihat keseimbangan alam terkait empat arah mata angin yang bertumpu pada satu pusat.

Bagi masyarakat Jawa, kupat konon diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Dalam perkembangannya, kupat ini menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara sebagai hidangan utama saat hari Lebaran. Pengaruh Wali Songo dan murid-muridnya dalam penyebaran agama Islam masa itu konon membuat makanan khas hari Lebaran tersebut tersebar ke berbagai daerah di Nusantara.

Oleh masyarakat Jawa, kupat juga seringkali dikaitkan dengan akronim laku papat yang berarti empat tindakan, yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Lebaran berarti usai, yaitu menjadi penanda selesainya waktu menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Luberan berarti melimpah, yaitu ajaran untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada Sebagian masyarakat yang masih kekurangan dan memiliki hak menerimanya. Leburan yang berarti melebur dan menghilangkan dosa atas segala kesalahan dengan saling memberikan maaf. Dan laburan yang berarti kapur yang berwarna putih bersih yang melambangkan kita kembali kepada kesucian.

Tradisi bakda kupat terkandung filosofis yang diwariskan selama masa penyebaran Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa. Dengan demikian, mengingat betapa akrabnya masyarakat muslim nusantara kepada tradisi ini, maka penting pula untuk melestarikan kearifan lokal ini, agar generasi mendatang masih dapat merasakannya.

Bentuk melestarikannya adalah dengan tetap melanjutkan tradisi baik di masa sekarang serta menurunkan nilai-nilai filosofis tradisi kupatan kepada masyarakat generasi berikunya sebagai bagian dari kearifan sosial (local wisdom).

Pesta Lomban di Pantai Jepara

Tradisi Syawalan atau bakda kupat di wilayah sekitar pantai Jepara hingga Rembang lebih dikenal dengan Pesta Lomban. Pesta Lomban adalah pesta masyarakat nelayan di wilayah tersebut yang pada awalnya terkait dengan sedekah laut. Istilah Lomban oleh sebagian masyarakat Jepara disebutkan berasal dari kata lelumban atau masyarakat nelayan masa itu bersenang-senang di laut. Dalam perayaan tersebut, mereka mempersiapkan berbagai peralatan untuk keperluan perayaan yang bentuknya seperti perang-perangan di lautan. Peralatan bisa berupa berbagai macam minuman dan makanan, khususnya ketupat.

Dalam pesta lomban terkandung beberapa nilai pendididkan dan nasihat yang bisa kita petik. Di antaranya, pentingnya menjaga silaturahmi, sikap kekeluargaan, perlunya gotong-royong, perlunya rekreasi, dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan dengan alam.

Tradisi Syawalan atau bakda kupat yang diwariskan sejak masa penyebaran Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa, yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sekarang ternyata memberikan pesan dan nasihat yang bijak kepada kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan melanjutkan tradisi baik ini sebagai bagian dari kearifan lokal (local wisdom).

BPN Kabupaten Demak Siap Wujudkan Kabupaten Lengkap

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kabupaten Demak masuk menjadi 104 kabupaten/kota, yang ditunjuk untuk mewujudkan kabupaten lengkap. Yakni, kabupaten yang seluruh bidang tanah sudah terdaftar dan terpetakan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Demak Bambang Irjanto, pada Deklarasi Gerakan Sinergi Reforma Agraria, di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Senin, (22/4/2024). Dirinya berharap, dengan program tersebut dapat mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah.

“Jadi tugas Kantor Pertanahan harus menuntaskan misi dari presiden, untuk mewujudkan kabupaten lengkap,” jelas Bambang.

Bambang menyampaikan, saat ini,tanah yang sudah tersertifikasi di Kabupaten Demak berjumlah 444 ribu, dari target 500 ribu.

“Dari target tersebut, yang sudah terpetakan 72 persen, jadi masih ada sisa 28 persen yang harus di selesaikan di tahun 2025. Tahun ini, kita kebagian 23 ribu di 13 desa yang harus tersertifikasi,” imbuhnya.

Senada, Kantor BPN/ATR Kabupaten Kendal juga menggelar Gerakan Sinergi Reforma Agraria Nasional di kantor setempat, Senin (22/4/2024).

Kepala Seksi pada Kantor BPN/ATR Kabupaten Kendal Yoyok Wahyu Nugroho menyampaikan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang percepatan Reforma Agraria, yang mengamanatkan penataan aset dan penataan akses, yang berfokus pada pengaturan dan pengelolaan agraria, dengan tujuan meningkatkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Terkait dengan penataan aset di Kabupaten Kendal sudah berjalan baik, seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sedangkan kegiatan Gerakan Sinergi Performa Agraria Nasional ini dalam rangka untuk penataan aksesnya,” tutur Yoyok.

Menurut Yoyok, penataan akses tersebut seperti membantu masyarakat untuk mendapatkan akses permodalan, pemasaran, dan pelatihan, setelah masyarakat memiliki sertifikat tanah yang sudah diterbitkan oleh BPN Kendal, melalui kegiatan PTSL.

“Sertifikat tanah yang sudah diterbitkan bisa lebih diberdayakan, dengan melakukan komunikasi dengan Pemerintahan Kabupaten Kendal, BUMD, dan BUMN,” ungkap Yoyok.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga akan mendampingi dan memfasilitasi para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kendal, terkait permohonan bantuan CSR dari perusahaan, maupun menggelar pelatihan sesuai dengan bidang usahanya, sehingga produk dan pemasarannya bisa lebih maju lagi.

Produksi Sampah 1000 Ton per Hari, Mbak Ita Tegaskan Perlunya Penanganan Dari Hulu Atasi Permasalahan Sampah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Produksi sampah di Kota Semarang sangatlah tinggi, mencapai 1.000 ton per hari. Sebagian besar sampah-sampah tersebut berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan hanya sedikit yang dikelola masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan sampah dan potensi TPA yang overload, Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang bersama Pemkot Semarang menggelar Forum Grup Discussion membahas Pengelolaan Sampah di Kota Semarang, Senin (22/4).

Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta kepada semua pihak untuk serius dan ikut terlibat menangani permasalahan sampah di wilayahnya. Menurutnya, sampah sudah menjadi permasalahan dunia tidak hanya di Indonesia atau di Kota Semarang saja. Oleh karena itu, sampah memang seharusnya ditangani secara cepat dan tepat dari hulu.

Mbak Ita, sapaan akrabnya menjelaskan, di Kota Semarang, pihaknya menerapkan upaya pilah pilih sampah dengan harapan menjadi salah satu solusi dan cara bagaimana Pemkot Semarang meminimalisir produksi sampah di TPA. Selain itu, juga daur ulang sampah akan digencarkan sehingga volume sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang. Namun hal itu menurutnya butuh peran dan kesadaran semua pihak, termasuk masyarakat.

“Ada pilah pilih sampah kemudian pemanfaatan sampah mungkin jadi eco enzyme atau menjadi paving untuk limbah plastik dan sebagainya. Ini sebagai upaya kami untuk mengurangi sampah yang dibuang di TPA,” ujar Mbak Ita.

Namun upaya itu tentu tak maksimal jika hanya dilaksanakan oleh pemerintah saja. Peran masyarakat, termasuk masukan dari DP2K sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam hal berinovasi. Saran-saran dan nasihat sangat dibutuhkan untuk membantu Kota Semarang semakin baik dalam menangani sampah dengan berbagai aspek.

“Kami matur suwun kepada DP2K melakukan inisiasi FGD penanganan sampah ini, yang tentu ini sebagai upaya preventif untuk mencegah agar TPA tak cepat penuh atau numpuk. Tentu harus ada penanganan-penanganan mulai dari hulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, selain menimbulkan bau tak sedap dengan adanya penumpukan di TPA, perilaku pengelolaan sampah yang salah selama ini juga menjadi pemicu terjadinya genangan atau banjir di Kota Semarang. Hal itu karena sampah yang dibuang ke sungai, sangat mengganggu kinerja pompa pengendali banjir. Atau setidaknya menyebabkan sumbatan dan pendangkalan di aliran sungai. Ke depan, ia berkomitmen bakal gencar melakukan sosialisasi dan upaya-upaya lainnya terkait permasalahan sampah.

“Sampah ini tidak hanya menjadi problem polusi atau tempat kotor saja, tetapi menjadi penyebab genangan atau banjir. Sehingga dengan adanya FGD bisa dicari solusi untuk penanganan sampah. Selaian menunggu realisasi Pembangunan Sampah Energi Listrik (PSEL) melalui sistem Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), karena ini proses panjang tidak bisa itungan bulan tapi tahun, diperlukan juga penanganan hulu dan hilir ini,” paparnya.

“Kan bisa juga sampah ini dimanfaatkan dan memberikan manfaat, seperti untuk jadi paving untuk sampah plastik, kompos, atau eco enzyme. Dengan upaya ini sebenarnya sampah bisa diolah dengan manfaat banyak sekali,” imbuhnya.