spot_img
Beranda blog Halaman 30

Program MBG Dorong Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia

0

KAB KARAWANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi (MBG) kembali mendapat perhatian luas dari masyarakat setelah dilaksanakan sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Program ini dipandang sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan penguatan sosial di masyarakat.

Sosialisasi program MBG ini bertempat di GOR Sukamerta, Rawamerta pada Jumat, (14/11). Acara sosialisasi yang dihadiri oleh DPR RI bersama perwaklian Badan Gizi Nasional itu diikuti oleh ratusan warga Rawamerta yang sudah menantikan program MBG,

Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menegaskan bahwa MBG merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan gizi yang lebih baik. Menurutnya, program ini bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi membangun ekosistem manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat.

“Program MBG bukan hanya soal memberikan makanan bergizi, tetapi membangun rantai manfaat yang menyeluruh. Perputaran bahan pangan lokal, lapangan kerja baru, dan nilai tambah ekonomi di tingkat komunitas menjadi bagian penting dari program ini,” ucap Putih Sari. 

Lebih lanjut ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan MBG, mulai dari bahan baku lokal, proses pengolahan yang higienis, hingga ketepatan waktu penyaluran makanan. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan secara luas. Menurutnya, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh keterlibatan semua pihak dalam pelaksanaannya.

Dukungan juga disampaikan oleh Teguh Suparngadi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menilai bahwa keberhasilan MBG bergantung pada perubahan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya gizi.

“Program MBG hanya berhasil jika pemahaman tentang gizi berubah menjadi tindakan. Setiap makanan bergizi yang diberikan adalah investasi masa depan bukan hanya untuk anak, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. 

Kepala desa setempat, Ahmad Holidin, melihat program MBG sebagai peluang besar untuk memberdayakan desa. Ia menilai bahwa ketika masyarakat dilibatkan dalam penyediaan bahan lokal, pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi, maka dampaknya tidak hanya pada kesehatan anak, tetapi juga pada peningkatan ekonomi keluarga. “Program MBG bukan hanya intervensi gizi, tetapi wadah untuk memberdayakan desa,” ujarnya. 

Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif bahwa peningkatan kualitas gizi merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat. Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.*

Gen Z Antusias Ikuti ‘Ngopi Taubat’, Kajian Santai di Kafe Semarang

0
Anggota Komunitas Mafia Taubat, kelompok diskusi mahasiswa Universitas Semarang, berpose bersama dalam kegiatan rutin mereka bertajuk "Ngobat (Ngopi Taubat)" di Moko Kopi, Semarang.

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komunitas Mafia Taubat, sebuah kelompok diskusi mahasiswa Universitas Semarang yang berfokus pada pengembangan diri dan spiritualitas anak muda, menggelar kegiatan rutin bertajuk “Ngobat (Ngopi Taubat)”.

Program ini diinisiasi di bawah bimbingan RR. B. Natalia Sari Pujiastuti, S.Psi., M.Si., dan hadir sebagai upaya menghadirkan alternatif positif bagi budaya nongkrong di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini laksanakan setiap satu bulan sekali, tepatnya setiap Sabtu pukul 19.00 WIB, bertempat di Moko Kopi, Citarum, Semarang.

Dengan format semi-formal, “Ngobat” menghadirkan suasana santai ala kafe yang dipadukan dengan pembelajaran agama dan diskusi sosial. Program ini menyasar peserta dari kalangan Gen Z dengan target 10–30 orang di setiap pertemuan.

Sejumlah anggota Komunitas Mafia Taubat dan peserta “Ngobat (Ngopi Taubat)” duduk lesehan beralaskan tikar sambil berdiskusi dalam suasana santai di Moko Kopi, Semarang.

Lahir dari fenomena meningkatnya budaya nongkrong sebagai gaya hidup, Mafia Taubat melihat bahwa kafe dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai positif.

Selama dikemas secara santai dan relevan, ruang informal tersebut dianggap mampu menarik partisipasi anak muda dalam kegiatan yang lebih bermakna.

“Bagus, dengan komunitas ini kita bisa kumpul, menambah relasi dan juga menambah ilmu,” ungkap Agung, salah satu peserta “Ngobat”, di Semarang, Sabtu (15/11) lalu.

Setiap sesi “Ngobat” terdiri dari tiga bagian, yaitu berbagi pengalaman, penyampaian materi keagamaan dari kitab, serta diskusi interaktif.

Format ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdialog dan membagikan pengalaman pribadi.

Mafia Taubat berharap program ini dapat membentuk komunitas positif yang konsisten dalam belajar, meningkatkan minat anak muda terhadap kajian keagamaan, serta menciptakan budaya nongkrong yang lebih produktif dan bernilai.

Melalui kolaborasi dengan pihak kafe, kegiatan ini dapat diselenggarakan tanpa biaya khusus, sehingga peserta cukup berkontribusi ringan untuk konsumsi.

Komunitas Mafia Taubat meyakini bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil. Melalui kajian santai di kafe, mereka ingin menunjukkan bahwa waktu luang dapat dimanfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial generasi muda.***

Program MBG Disosialisasikan di Depok, Dorong Generasi Sehat dan Produktif

0

DEPOK (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya nyata pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat. Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini digelar di Aula Hidayatul Muttaqin, Kota Depok pada Jumat (14/11).

Kegiatan sosialisasi dengan mengankat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, Tenaga Ahli DPR RI, Fadhly, serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menegaskan bahwa implementasi MBG harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh warga Jawa Barat,” tutur Ranny Fahd.

MBG bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. 

Kemudian, Tenaga Ahli DPR RI, Fadhly, menekankan bahwa tujuan utama program MBG adalah meningkatkan status gizi anak dan ibu hamil, menurunkan masalah gizi, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia. “Program MBG adalah investasi penting untuk masa depan bangsa. Jika dijalankan dengan baik, program ini bisa membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing,” jelas Fadhly.

Lebih lanjut, Fadhly menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG juga menjadi kesempatan besar untuk pemberdayaan pangan lokal. Menurutnya, pelibatan produsen lokal serta pengawasan ahli gizi perlu diperkuat agar kualitas makanan tetap terjaga. “Kunci keberhasilan program ini adalah mutu menu yang baik, distribusi yang tepat, serta keterlibatan masyarakat dalam pengawasan,” tambahnya. 

Keberhasilan program MBG membutuhkan pengelolaan logistik yang baik serta monitoring berkala. Edukasi gizi kepada masyarakat disebut sebagai langkah penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari proses pengawasan dan peningkatan mutu program. 

Dengan hadirnya ssosialisasi MBG di Jawa Barat ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dan DPR RI dalam menghadirkan program yang berguna langsung bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas, program ini dapat menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.*

Program MBG Dorong Peningkatan Gizi dan Kesejahteraan Masyarakat di Karawang

0

KARAWANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi (MBG) menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat fondasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Melalui penyediaan makanan bergizi serta edukasi gizi berkelanjutan, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan individu, tetapi juga penguatan peran keluarga dan komunitas. 

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Karawang pada Jumat, (14/11). Kegiatan sosialisasi MBG ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah desa, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menegaskan bahwa keberlanjutan MBG sangat penting untuk memastikan masyarakat menerima manfaat yang merata. Program strategis nasional ini diharapkan menjadi harapan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik mungkin.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya menjadi inisiatif sesaat. MBG harus terintegrasi dalam sistem layanan gizi nasional dengan akses yang dapat dijangkau seluruh masyarakat, termasuk wilayah yang terpencil. Ketika masyarakat turut terlibat dalam penyediaan bahan pangan dan pengolahan makanan, manfaat kesehatan berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal,” tutur Putih Sari.

Selanjutnya, perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat mengenai gizi sejak dini.

“Pemenuhan gizi bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi juga membentuk budaya peduli gizi dalam keluarga dan lingkungan. Jika masyarakat terlibat langsung dalam penyediaan bahan pangan lokal serta pengolahan dan distribusi makanan bergizi, maka program ini akan memberikan dampak yang lebih luas,” jelas Teguh.

Sementara itu, Ahmad Holidin, Kepala Desa yang menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi, menyampaikan bahwa MBG memberikan dorongan positif bagi pemberdayaan masyarakat desa.

“Saya melihat sendiri bagaimana program ini membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi, baik melalui penyediaan pangan lokal maupun melalui peran kader desa. Selain meningkatkan kesehatan keluarga, keterlibatan ini ikut memperkuat kemandirian desa,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan gizi seimbang. MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi juga penguatan kesadaran bahwa kesehatan generasi mendatang dimulai dari kebiasaan baik di dalam keluarga. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya.*

MBG Disosialisasikan di Papua Barat, Anggota DPR RI: Pemerataan Gizi Jadi Prioritas

0

MANOKWARI (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat, kali ini menyapa wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sosialisasi program MBG ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman publik mengenai tujuan utama MBG, sekaligus menjawab berbagai isu yang sempat mencuat di tengah masyarakat.

Acara sosialisasi yang diinisisasi DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ini betempat di Gedung Cafe Mola Reremi pada Jumat, (14/11). Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Obet A Rumbruren, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Gusti Yudha Prasetya, serta para peserta yang merupakan warga setempat. 

Dalam kesempatannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Obet A Rumbruren menegaskan bahwa Program MBG merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat secara merata. Ia menyebut bahwa pelaksanaan di lapangan memang masih menghadapi sejumlah tantangan, tetapi hal tersebut merupakan bagian dari proses penyempurnaan program. 

“Setiap program berskala nasional membutuhkan waktu dan langkah bertahap untuk mencapai hasil yang benar-benar optimal. Tidak mungkin sebuah program langsung sempurna pada saat pertama kali dijalankan, namun pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaikinya,” ucap Obet A Rumbruren.

Saat ditanyai pemberitaan mengenai dugaan kasus keracunan dalam pelaksanaan program, Obet menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah hal yang disengaja. Pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan meningkatkan sistem pengawasan. “Transparansi dan perbaikan sistem akan terus dilakukan demi memastikan bahwa pelayanan gizi melalui SPPG benar-benar aman, layak, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya. 

Sementara itu, Gusti Yudha Prasetya, dari Direktorat Promosi & Edukasi Gizi BGN menjelaskan bahwa MBG disusun berdasarkan empat prinsip utama: pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Ia menyebut bahwa program ini merupakan jawaban atas berbagai persoalan gizi yang masih dihadapi Indonesia. 

“Setiap menu dalam Program MBG dirancang berdasarkan kebutuhan gizi anak di berbagai tahap usia sehingga manfaatnya dapat diterima secara maksimal dan mendukung tumbuh kembang mereka secara menyeluruh,” jelasnya. 

Pemerintah juga menegaskan bahwa Papua Barat telah memiliki sejumlah SPPG aktif yang menjadi tulang punggung pelaksanaan MBG di wilayah tersebut. Setiap keluhan dan masukan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan.*

Pemerintah Tetap Gencar Sosialisasikan Program MBG Meski Hadapi Banyak Tantangan

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program MBG dirancang tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga sebagai gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk membangun masa depan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. 

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia dilaksanakan di Kota Bekasi pada Jumat, (14/11). Melalui pemberian akses gizi yang merata, program MBG diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan yang diwakilkan oleh Mohammad Iqbal Alam Islami menyampaikan dengan adanya sosialisasi ini masyarakat akan mendapatkan penjelasan mengenai pemahaman bagaimana pentingnya program. “Makan Bergizi Gratis” ini. “Dalam implementasinya, program MBG akan banyak menghadapi tantangan yang ada, salah satunya yakni mengenai bagaimana program ini bisa tepat sasaran, dan tepat wilayah untuk sasarannya,” ucap Iqbal Alam Islami. 

Iqbal juga berharap agar semua stakeholder dan juga tokoh masyarakat kota Bekasi, bisa mengawal program “Makan Bergizi Gratis” ini. MBG ini ada sebagai upaya pemerintah untuk menurunkan resiko gizi buruk yang ada di Indonesia, dan juga angka stunting untuk memperkuat generasi bangsa, generasi Indonesia Emas tahun 2045. 

“Semoga niat baik ini dapat terus dilanjutkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, karena program ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi daerah,” harapnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah, dalam pemaparannya menyampaikan terkait dengan program pemerintah “Makan Bergizi Gratis”, Program ini termasuk perwujudan dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Merupakan  program  prioritas  nasional  dan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. 

“Program sosialisasi ini sangat baik sekali untuk dapat diberikan dan dilaksanakan manfaatnya, agar teman-teman masyarakat, orang tua, mitra kerja memahami pentingnya “MBG”. Kolaborasi dan sinergi harus selalu ditingkatkan, agar “MBG” ini berjalan baik. Anak-anak kita jadi generasi penerus yang bergizi, yang sehat, cerdas, dan unggul untuk menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Siti.

Menambahkan, perwakilan BGN, Ade Tias Maulana, menyampaikan dalam paparannya bahwa program “Makan Bergizi Gratis” ini merupakan program untuk membantu menekan angka stunting dan perbaikan gizi anak Indonesia. Beliau juga menjelaskan melalui paparannya mengenai manfaat dari program ini yang tidak hanya untuk perbaikan gizi, namun juga penunjang ekonomi masyarakat penerima manfaat. 

Harapan dari program sosialisasi ini adalah, agar para tamu undangan yang hadir dapat mengetahui manfaat dari program “MBG” ini dan dapat menjadi agen informasi untuk menyebarluaskan kembali manfaat dari program ini ke tetangganya, warga sekitar, dan masyarakat umum.

MBG mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang. Melalui sosialisasi yang dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan, masyarakat semakin memahami peran gizi dalam membentuk generasi unggul di masa depan. Edukasi ini menjadi pondasi penting dalam membangun perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.***

Sosialisasi MBG di Bekasi, Pemerintah Ajak Masyarakat Aktif Awasi Program Gizi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir. Sosialisasi program MBG menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat serta mempererat kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan program yang diinisiasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Bekasi pada Jumat, (14/11). Dalam kesempatan tersebut, perwakilan anggota Komisi IX DPR RI, Mohammad Iqbal Alam Islami, menyampaikan bahwa program MBG merupakan upaya penting untuk memastikan masyarakat, terutama generasi muda, memperoleh asupan gizi yang layak. 

“Kami berharap para tokoh masyarakat, lembaga lokal, hingga komunitas dapat ikut mengawal jalannya program ini. Niat baik seperti ini harus terus dilanjutkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya. 

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia juga menggarisbawahi bahwa MBG memiliki dampak berlapis, tidak hanya pada peningkatan kesehatan, tetapi juga pada penguatan ekonomi daerah melalui rantai pasok pangan.

Kemudia, perwakilan Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana menegaskan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga peningkatan literasi gizi masyarakat. Menurutnya, edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi pilar penting pembentukan generasi masa depan yang lebih kuat dan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Kota Bekasi, Yosua Triando, menambahkan bahwa MBG mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan gizi yang masih dihadapi sebagian masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Dinas Sosial berperan dalam memastikan program berjalan tepat sasaran melalui pemetaan kelompok rentan. 

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini. Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat memastikan manfaat program benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak berharap tercipta pemahaman yang selaras mengenai tujuan dan mekanisme pelaksanaan MBG. Dukungan aktif masyarakat dianggap sebagai faktor penting agar program dapat berjalan lancar, efektif, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Kota Bekasi.***

Ajak Masyarakat Bergerak Bersama, Anggota DPR Tekankan Pentingnya Keberhasilan MBG

0

BEKASI – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) kembali digelar di Kabupaten Bekasi sebagai upaya memperkuat kualitas gizi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan sumber daya manusia. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Tridaya Sakti ini baru saja dilaksanakan pada Rabu, (12/11). 

Dalam kegiatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi fondasi penting pelaksanaan MBG. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan jangka pendek, tetapi harus terus menjadi bagian dari sistem layanan gizi nasional. Ia juga menekankan pentingnya keadilan akses agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama, termasuk yang tinggal di wilayah yang sulit dijangkau. 

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan memastikan MBG berjalan dengan penuh tanggung jawab. Masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas anak-anak kita,” ujarnya. 

Sementara itu, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Teguh Suparngadi, menyoroti bahwa MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi penguatan ekonomi melalui partisipasi masyarakat lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan, pengolahan makanan, dan distribusi.

“Program MBG membutuhkan pentingnya membangun kesadaran kolektif mengenai gizi yang baik sekaligus mendorong tindakan nyata dari berbagai pihak, mulai dari orang tua hingga komunitas local,” ucap Teguh Suparngadi.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi, turut menambahkan bahwa peningkatan kualitas gizi masyarakat merupakan pondasi penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor agar manfaat program MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak dan kelompok rentan, tetapi juga memberi dampak bagi perekonomian masyarakat sekitar. 

“Melalui sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat gerakan pemenuhan gizi seimbang serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berdaya, serta mendukung terbangunnya fondasi menuju Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.*

Program MBG Diperluas, Warga Desa Tridaya Sakti Jadi Sasaran Sosialisasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Desa Tridaya Sakti menjadi daerah berikutnya yang kedatangan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini adalah terbosoan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat seperti yang dilakukan di Gedung Serbaguna Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu, (12/11). 

Sosialisasi program MBG merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang bertujuan mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Kegiatan ini diinisiasi oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan edukasi gizi bagi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX Putih Sari yang menegaskan bahwa Program MBG adalah bukti nyata komitmen negara dalam pembangunan manusia sejak usia dini.

“Program MBG merupakan bentuk nyata dari komitmen negara kita dalam pembangunan manusia sejak usia dini. Tantangan gizi masih ada di Indonesia, peran masyarakat lokal sangat strategis — bukan hanya sebagai penerima tetapi sebagai pelaku,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi akan ikut menggerakkan ekonomi daerah. 

Selanjutnya, perwakilan Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan gizi berkelanjutan.

“Keberhasilan MBG sangat bergantung pada kesadaran masyarakat bahwa pemenuhan gizi bukan program sekali lalu, tetapi budaya hidup sehat. Ekonomi lokal harus dilibatkan sebagai mitra sejati,” tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Helmi, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, mengajak seluruh elemen pemerintahan daerah dan masyarakat untuk berperan aktif. “SPPG bukan hanya sekadar dapur gizi, tetapi pusat ekonomi kecil. Ketika gizi anak terpenuhi, kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” ungkapnya. 

Menuju Generasi Emas Indonesia

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi seimbang merupakan fondasi bagi pembangunan berkelanjutan. Program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan sehat dan perilaku hidup bersih. 

Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas lokal diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas 204.**

Pemerintah Sosialisasikan Program MBG, Dorong Generasi Sehat Sejak Dini

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Aula Musdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (12/11).

Sosialisasi program MBG ini merupakan bagian dari upaya bersama Komisi IX DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi di masyarakat.

Program MBG hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk, sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi ini dibuka oleh perwakilan Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan, (secara daring), Analis Kebijakan Muda, BGN Ade Tias Maulana, dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bekasi Susilo Heni, serta berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Analis Kebijakan Muda, BGN Ade Tias Maulana menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sejak dini perlu dilakukan, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

“Kami kembali mensosialisasikan manfaat MBG kepada masyarakat tingkat RT dan RW, karena program ini terbukti membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Ade Tias Maulana.

Lebih lanjut, Ade Tias Maulana mengungkapkan bila program ini sangat baik dan perlu terus dijalankan agar dapat menciptakan generasi sehat dan berkualitas dimasyarakat. MBG diharapkan menjadi terobosan baru pemerintah dalam melahirkan generasi Indonesia yang cerdas menuju Indonesia Emas 2045.

Kemudian, Dinas Kesehatan Kota Bekasi Susilo Heni, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program MBG.

“Semua elemen perlu terlibat dalam pengawasan dan partisipasi agar program berjalan baik dan tepat sasaran,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program MBG sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.***