KARAWANG (Pertamanews.id) – Midea Pro Shop ketiga telah resmi dibuka. Acara ini menjadi perpanjangan langkah Midea mengenalkan merek industri elektronik yang unggul dan terpercaya.
Dihadiri langsung oleh President Director Midea Electronics Indonesia, Jack Ding dan Residential Air Conditioner Product Division ASEAN Director, Branko Zhang.
“Midea Pro Shop ketiga ini adalah langkah nyata Midea memperluas pengenalan lini produk terbaru air conditioner. Kami juga berkomitmen untuk selalu berupaya lebih dekat dengan konsumen dan memberikan layanan pembelian hingga purna jual terbaik.” – Mr. Jack Ding, President Director Midea Electronics Indonesia.
Midea Pro Shop hadir sebagai solusi untuk produk Midea, khususnya pendingin ruangan (air conditioner). Sebagai merek yang dikenal luas di dunia, Midea membawa konsep Pro Shop sebagai profesional toko yang inovatif dan menyajikan rangkaian produk AC berkualitas tinggi yang memadukan teknologi canggih dengan desain modern.
“Midea Pro Shop hadir bukan hanya sebagai toko yang memasarkan AC Midea, tapi lebih dari itu, juga menjadi solusi cepat bagi konsumen untuk mendapatkan layanan teknisi terbaik di bidangnya terkait pemasangan dan perawatan unit AC,” ujar Febriana Galuh Lestari, pemilik PT. Mutiara Teknik Cikarang (Dealer Proshop).
Midea Pro Shop akan memperluas jangkauan pemasaran yang tersebar di Indonesia meliputi area Jawa, Sumatera, dan Bali di 2024. Midea Electronics Indonesia mengundang Anda untuk turut merayakan kemeriahan Grand Opening Midea Pro Shop di Karawang.
Temukan inovasi dan kualitas terdepan di kelasnya dengan berkunjung ke toko PT. Mutiara Teknik di Karawang.
Bergabunglah dalam perayaan ini dan nikmati pengalaman berbelanja yang tak terlupakan di Midea Pro Shop.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang adalah ibu kota provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini adalah kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.
Kota Semarang adalah salah satu kota penting yang terletak di pesisir utara Jawa dan sebagai hub utama penghubung Jakarta–Surabaya dan kota–kota di pedalaman selatan Jawa.
Selain menjadi ibu kota provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang terkenal dengan berbagai macam lokasi pariwisata serta kuliner yang beragam.
Salah satu unit Hotel milik Patra Jasa yang terletak di Kota Semarang adalah Patra Semarang Hotel & Convention yang merupakan Hotel bintang 4 dan terletak di daerah bukit Candibaru.
Patra Semarang berada dilokasi yang masih memiliki udara sejuk, bersih serta pemandangan pohon rimbun. Selain lokasinya yang strategis, salah satu keunikan dari Patra Semarang Hotel & Convention adalah memiliki villa yang terpisah dari bangunan utama hotel.
Baru-baru ini Management Patra Semarang telah melakukan revitalisasi untuk villanya, yaitu mengubah 10 unit type deluxe menjadi Executive Suite Villa.
Villa Patra Semarang hadir dengan konsep yang baru dan telah mengalami perubahan secara menyeluruh dari segi konsep bangunan dan fasillitas.
Adapun fasilitas yang ditawarkan adalah 2 kamar di setiap villanya (1 king bed & 1 twin bed), living room, kitchennet, Private Garage, Private Pool dengan view Kota Semarang yang sangat menawan.
Dengan gaya modern, mewah serta stylish Villa Patra Semarang menjadi icon baru di Kota Semarang, sebuah Hidden Gem atau Permata Tersembunyi di Perkotaan Semarang.
Kota Semarang menjadi salah satu kota destinasi bagi para traveler baik individu ataupun group. Kota yang penuh sejarah ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya kuliner yang sangat menggiurkan, destinasi wisata sejarah, serta aksesibilitas yang sangat mudah utk dijangkau baik melalui darat, laut ataupun udara.
Endang Lestari Ningsih selaku General Manager mengungkapkan animo masyarakat untuk menikmati staycation di villa meningkat, sehingga pihaknya merasa perlu untuk selalu berbenah dan memberikan pelayanan terbaik untuk customer kami.
” Selain itu kami juga melanjutkan merenovasi 11 unit villa yang sedang tahap pengerjaan dan untuk melengkapi fasilitas hotel, kami juga sedang membangun cafe berlokasi di area villa,” jelasnya.
Lebih lanjut Endang menambahkan bahwa Patra Semarang Hotel & Convention adalah satu-satunya hotel bintang 4 di Kota Semarang yang memiliki villa.
” Bagi Anda yang ingin menikmati staycation bersama pasangan atau keluarga maka villa ini menjadi pilihan yang sangat tepat,” tandasnya.
Untuk menambah kenyamanan tamu saat menginap, kami menawarkan beberapa paket menarik yang dapat dinikmati diantaranya Floating Breakfast dimana tamu dapat menikmati sarapan secara private di private pool sambil menikmati indahnya Kota Semarang di pagi hari serta cuitan burung di sekitar villa.
Bagi Couple Traveller, hotel menawarkan Candle Light Dinner, tamu bisa menikmati makan malam nan romantis di tepi private pool dengan menu khusus yang disiapkan oleh chef.
Selain paket menarik diatas, selama menginap tamu juga bisa menikmati fasilitas lain seperti jogging atau bersepeda di area jogging track yang terletak di belakang villa, berenang, bermain volly ataupun aktifitas lain.
Selain itu tamu juga bisa menikmati wisata Kuliner khas Kota Semarang yang tak jauh dari hotel serta bisa menikmati beberapa destinasi wisata di Kota Semarang seperti Lawang Sewu, Sampoo Kong, Goa Kreo, Kota Lama, dan beberapa destinasi lain.
Tunggu apa lagi, bagi Anda yang berminat segera lakukan reservasi melalui hotline kami di 0815 7583 7011 atau website kami di www.mypatrahotels.com
BANDUNG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) terus memberikan fokus pada pengembangan ekosistem akselerasi energi baru terbarukan (EBT), salah satunya dengan menambah kapasitas pembangkit ramah lingkungan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Hingga kini, PLN tengah mengerjakan pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.
Meski belum memasuki tahap konstruksi utama, namun infrastruktur pendukung seperti akses jalan telah rampung dikerjakan.
Akses jalan sepanjang 30 km dengan lebar 12 m dibangun untuk menghubungkan Jalan Saguling menuju ke lokasi proyek.
Akses ini digunakan untuk mobilisasi material maupun non material yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTA dengan total kapasitas 1.040 Mega Watt (MW) tersebut.
Namun, jalan ini tidak hanya untuk keperluan proyek, tetapi juga digunakan untuk keperluan masyarakat. Terdapat 8 desa di Kabupaten Bandung Barat dapat merasakan langsung manfaat adanya Jalan Akses PLTA Upper Cisokan yaitu Desa Cijambu, Desa Sirnagalih, Desa Cibitung, Desa Sukaresmi, Desa Karangsari, Desa Sarinagen, Desa Cicadas, dan Desa Bojongsalam.
Masyarakat sekitar menikmati jalan tersebut dengan nyaman karena menggunakan kualitas aspal yang baik. Mereka dapat menghemat waktu tempuh perjalanan dan biaya transportasi.
Masyarakat mengakui bahwa keberadaan jalan ini dapat menurunkan biaya transportasi sehari-hari mereka.
Bagi pelaku usaha, tentunya penurunan biaya transportasi akan sangat berdampak pada beban produksi.
Salah satu tokoh pemuda Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Iwan mengatakan bahwa adanya akses jalan tersebut telah mempermudah kegiatan hariannya. Dirinya menyebut tidak perlu memikirkan biaya transportasi yang mahal.
“Jalan (PLTA) upper cisokan ini mempermudah kegiatan sehari-hari saya. Kalau dulu mau ke Cililin itu ongkosnya mahal. Pakai motor susah. Harus jalan kaki dulu ke Jalan Desa Cibitung baru bisa pakai motor dari sana. Tapi sekarang, saya bisa gampang pakai motor karena ada jalan ini. Jadi kalau mau ke Cililin atau ke Bandung sekalipun, saya tidak pernah khawatir dengan ongkos transport,” ujar Iwan.
Manfaat dari jalan ini juga diamini oleh Harun Alrosyid, salah seorang tokoh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sukaresmi. Dirinya bersama petani kebun lainnya menggunakan jalan ini untuk mengangkut hasil kebun untuk dijual ke luar daerah. Harun menyebut, saat ini dia mampu memangkas biaya transportasi sampai sepertiga dari sebelumnya.
“Jalan akses Cisokan ini bisa menurunkan biaya transportasi hasil kebun seperti pisang, aren, dan lainnya. Saya sebagai LMDH desa ini sangat merasakan hal tersebut. Dulu saya merasakan begitu susah dan mahalnya transportasi hasil kebun untuk dijual ke luar. Sekarang sangat jauh lebih murah dan lebih mudah. Ya perbandingannya bisa sepertiganya. Kalau dulu misalnya biaya transportasi seratus ribu, sekarang mungkin bisa sepertiganya,” pungkas Harun.
Ditemui di lain kesempatan, Kepala Desa Cibitung Kecamatan Rongga menyatakan manfaat serupa, “Alhamdulillah dengan adanya Jalan Akses PLTA Upper Cisokan ini mempermudah warga saya yang sehari-hari pulang pergi ke Cililin dan Cijenuk. Malah saya sendiri lebih sering menggunakan jalan ini untuk pergi ke luar daripada Jalan Desa Cibitung karena lebih lebar dan kondisi jalan sangat bagus. Kondisi jalan mantap dan memudahkan akses untuk bepergian” tegas H. Deden Gunawan.
Adanya Jalan PLTA Upper Cisokan ini dapat menjadi solusi bagi kemudahan interaksi antarwilayah, terutama wilayah Rongga dan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Manfaat yang dirasakan dari kehadiran akses Jalan PLTA Upper Cisokan ini diharapkan juga mampu meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat untuk bersama-sama turut menjaga dengan menggunakan secara bijak. Adanya peningkatan aktivitas di jalan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kesadaran akan ketertiban berlalu lintas mengingat kegiatan konstruksi akan semakin padat dan akan banyak kendaraan besar menggunakan jalan ini.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta masyarakat Kota Semarang tidak panic buying dengan lonjakan harga bahan pangan, khususnya beras di pasaran.
Pemerintah menjamin suplai beras aman dengan adanya beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Hal ini lantaran harga beras yang naik, terutama beras premium lokal.
“Kemarin saya mendampingi Pak Menteri Perdagangan dan beliau menyampaikan bahwa beras yang naik ini adalah beras premium. Karena memang beras premium ini tidak bersubsidi,” ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, usai menyerahkan bakti sosial sembako memperingati Hari Raya Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Kamis (22/2).
Mbak Ita menjelaskan, jika alasan harga beras kali ini naik lantaran saat ini masa tanam dan masa panen mundur.
“Masa tanam dan masa panen ini bergeser, karena pada saat tahun 2023 kemarin kan ada El-Nino. Sehingga masa tanamnya ini mundur dan diperkirakan masa panen sekitar Januari-Februari mundur ke Maret,” kata dia.
Ia menyebut jika harga beras medium SPHP masih tetap sekitar Rp 11 ribu/kg. Bahkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengecek harga langsung dengan membeli beras di Pasar Bulu Semarang.
“Kalau beras medium SPHP harganya tetap. Pak Menteri bahkan membeli 5 kg itu harga Rp 55 ribu, artinya harga masih tetap Rp 11 ribu perkilogram. Ini karena disubsidi oleh pemerintah,” imbuh dia.
“Saya minta jangan panic buying karena ketersediaan beras dijamin pemerintah dengan beras SPHP. Namun jika masyarakat pakai beras premium pasti harga lebih tinggi dari harga SPHP,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Semarang juga berupaya memberikan suplai beras murah melalui program Pak Rahman (Pasar Murah dan Aman). Pihaknya mendorong Pak Rahman lebih intens, khususnya penjualan beras. Beras yang dijual Pak Rahman dijamin lebih murah karena bekerja sama antar-gabungan kelompok pertanian (gapoktan).
“Untuk harga dan stok di Pak Rahman masih sama. Karena memang dari gapoktan ke gapoktan, itu lebih menekan harga. Mungkin lebih sedikit (tinggi) karena bukan SPHP. Beras Pak Rahman ini, gapoktan beli gabah sendiri, selep sendiri. Jadi harga masih tetap stabil,” terang wali kota perempuan pertama di Kota Semarang ini.
Pemkot tak hanya memfokuskan diri dalam pengendalian harga beras, komoditi lain juga tetap dimonitor Pemkot Semarang menjelang Ramadan.
“Diharapkan dengan mundurnya masa panen hingga bulan Maret itu dan mendekati Lebaran, sehingga harga ini agak naik,” sebutnya.
Mbak Ita tidak ingin harga bahan pokok mengalami kenaikan saat Ramadan dan Lebaran nanti.
“Bulan depan puasa. Harus betul-betul dijaga. Minggu depan, kami akan ajak teman-teman OPD untuk rapat terkait pengendalian inflasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, harga kebutuhan pokok di Kota Semarang terus melambung. Dari pantauan yang dia lakukan di beberapa wilayah, kebutuhan pangan khususnya beras harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sebagaimana diketahui, HET beras premium saat ini masih tetap yakni Rp 69.500 per 5 kilogram (kg), atau Rp 13.900/kg. Namun kenyataannya di lapangan, pada Kamis (22/2/2024) harga beras premium kini mencapai Rp 16.590/kg sampai Rp 17.000/kg, sedangkan beras medium hampir mencapai Rp 15 ribu/kg sampai Rp 16.000/kg. Bahkan untuk cabai merah mencapai harga Rp 90.000/kg, dan harga telur ayam mencapai Rp 29.000/kg sampai Rp 30.000/kg.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendorong agar setiap destinasi wisata bisa menerapkan manajemen ramah disabilitas. Seperti contoh tersedianya disabled toilet atau toilet disabilitas yang ada di tiap destinasi wisata. Hal itu disampaikannya saat menerima dan meresmikan toilet disabilitas bantuan dari Rotary District 3420 Indonesia yang baru saja diresmikan di Sam Poo Kong pada Kamis (22/2).
Mbak Ita, sapaan akrab wali kota mengatakan, penyediaan toilet berstandar nasional di tempat wisata ini bisa menjadi pilot preject untuk diterapkan di seluruh destinasi wisata di bawah pengelolaan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang maupun swasta.
“Ini menjadi satu pilot project dan prototype untuk dipakai di destinasi wisata lainnya. Sehingga nanti di tempat-tempat lain ada seperti ini (toilet disabilitas),” ujarnya.
Pihaknya juga telah membuka kerja sama untuk menyediakan sarana bagi penyandang disabilitas. Ini juga salah satu wujud atau upaya menjadikan Kota Semarang sebagai kota inklusi.
“Karena sepertinya di Kota Lama belum ada, kemudian Taman Lele juga belum. Sehingga memang harus berupaya mewujudkan Kota Semarang jadi kota inklusi, kota yang ramah disabilitas. Ini yang belum banyak dilakukan dan tempat tertentu pun ada, tapi belum standar. Dan memang diperlukan, sehingga diharapkan toilet ini menjadi prototype untuk pengelolaan destinasi wisata Kota Semarang,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso menyebut, jika adanya toilet disabilitas ini menjadi referensi untuk menganggarkan dan mengadakan di tempat wisata lain. Pihaknya juga terbuka kepada semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan fasilitas bagi penyandang disabilitas di tempat wisata.
“Ini menjadi salah satu motivasi bagi kami. Tentu Insyaa-Allah akan kita kembangkan di setiap destinasi wisata di Kota Semarang, sehingga mendukung ramah disabilitas,” imbuhnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menekan angka kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Terbukti, di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kasus DBD mengalami penurunan signifikan.
Dari data yang dihimpun, kasus DBD tahun 2022 mencapai 865 kasus dengan angka kematian sebanyak 33 orang. Namun pada 2023, angka kasus DBD turun signifikan menjadi 404 kasus. Sementara kasus kematian akibat DBD juga mengalami penurunan menjadi 16 orang. Untuk tahun 2024 ini, ada 36 kasus DBD dan tidak ada kasus kematian.
“Setiap tahun kami membuat prediksi kasus DBD tingkat Kota Semarang. Kami juga punya peta kerentanan dan potensial dampak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam, Rabu (21/2).
Dari peta kerentanan dan potensial Demam Berdarah itu, kata Hakam, Dinas Kesehatan kemudian melakukan antisipasi khususnya di daerah padat penduduk dan berpotensi.
“Daerah padat seperti wilayah Tembalang, Banyumanik, Semarang Utara, itu wilayah dengan wilayah rentan kasus,” kata Hakam.
Menurut Hakam, total kasus hingga tanggal 17 Februari 2024, ada 36 kasus DBD di Kota Semarang. “Meski ada kasus, Alhamdulillah tidak ada yang meninggal. Kami berharap semoga tidak ada korban jiwa karena DBD,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Semarang telah melakukan sejumlah langkah pencegahan dan penanganan penyakit DBD agar tidak semakin meningkat. Terlebih, di musim hujan seperti saat ini.
“Sekarang kita sudah tahu peta daerah-daerah rentan DBD, itu yang kita perintahkan kepada jajaran di kelurahan dan Puskesmas untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) atau PJN (Pemberantasan Jentik Nyamuk). Itu yang efektif sekali,” jelasnya.
“PSN dan PJN ini jika dilakukan dua kali seminggu, maka pertumbuhan dan jumlah nyamuk pasti tidak akan banyak,” bebernya.
Ada pula upaya 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.
Bahkan, lanjutnya, Dinas Kesehatan juga menggandeng Dinas Pendidikan untuk memberdayakan anak-anak sekolah melalui program Si Centik (Siswa Cari Jentik).
“Kader-kader PKK turun secara intens melakukan PJN dan PSN. Adik-adik di sekolah melakukan program Si Centik yang juga berjalan dengan baik. Peta kerawanan ini mulai kami gerakkan dari tingkat RT hingga RW juga,” pungkas Hakam.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berhasil meraih gelar juara dalam Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award Tahun 2024 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Paritrana Award merupakan ajang penghargaan yang diberikan oleh Presiden RI kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan pelaku usaha yang mendukung penuh pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).
Plt Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Hernowo Budi Luhur mewakili Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima Penganugerahan Penghargaan Paritrana Award 2024 tingkat Jawa Tengah yang berlangsung di Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/2).
“Alhamdulillah berkat kerja keras Bu Wali dan juga teman-teman di Disnaker, siang ini kita mendapatkan penghargaan juara Paritrana Award kategori pemerintahan,” ujar Plt. Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur.
Hernowo mengatakan, upaya dan terobosan Pemkot Semarang terkait BPJS Ketenagakerjaan sangat terstruktur. “Kegiatan-kegiatan mulai dari ASN, Non-ASN, hingga lini masyarakat paling bawah yakni RT dan RW kami dorong agar bisa ter-cover BPJS Ketenagakerjaan. Di situlah Kota Semarang mendapatkan penghargaan,” jelas Hernowo.
Hernowo menambahkan jika Pemkot Semarang berhasil menjadi juara mengalahkan 35 kabupaten kota se-Jawa Tengah, disusul peringkat kedua diraih Kabupaten Demak, dan peringkat ketiga Kota Tegal.
“Bu Wali memiliki kebijakan sangat bagus. Termasuk melindungi masyarakat lini bawah yang beresiko seperti RT, RW dan mendorong agar bisa memiliki BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.
Selain itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang juga berencana melindungi pekerja rentan seperti PKL, petani kurang mampu, nelayan kurang mampu dan pekerja ekonomi bawah untuk bisa terlindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Ditemui secara terpisah, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan rasa syukurnya. Bersama jajarannya, Mbak Ita, sapaan akrabnya juga mendukung sosialisasi iuran BPJS untuk para pekerja. Menurutnya, banyak manfaat yang sudah dirasakan oleh pekerja khususnya di Pemkot Semarang.
“Pemkot Semarang berkomitmen untuk memberikan naungan perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja di Kota Semarang. Alhamdulillah penghargaan ini adalah bonus dan suntikan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik ke depannya,” tandas Mbak Ita.
DEMAK (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Dr. I Made Suarnawan, SH MH menyerahkan bantuan kepada korban banjir yang terjadi di Kabupaten Demak , Jawa Tengah. Bantuan yang berikan berupa kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, pakaian dan alat perlengkapan lainnya.
Banjir yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan kerugian besar bagi penduduk setempat, dengan rumah dan fasilitas umum yang rusak serta sejumlah keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka.
Made menyampaikan pesan dari seluruh jajaran Kejagi Jateng, bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata dari keprihatinan dan solidaritas mereka, terhadap saudara-saudara mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana alam.
” Ini wujud dari keprihatinan kami, kami menyampaikan beberapa bantuan dan kami berharap semoga bantuan ini bermanfaat bagi bapak ibu sekalian,” ungkap made, Rabu (21/2) pagi.
Pihknya, juga berharap agar bencana banjir yang melanda segera berakhir dan para korban dapat kembali pulang ke rumah masing-masing.
” Kami sangat berharap agar banjir ini segera berakhir dan bapak ibu sekalian dapat segera kembali pulang ke rumah masing-masing,” kata dia.
Dia juga menegaskan komitmen Kejati Jateng untuk terus mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi pasca-bencana di wilayah tersebut.
Semoga bantuan yang diberikan dapat memberikan sedikit hiburan dan harapan bagi para korban banjir Kabupaten Demak untuk bangkit kembali dan memulai kehidupan baru dengan semangat yang baru pula.
JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si., mengatakan pengaturan publisher rights akan segera disahkan dalam waktu dekat.
Publisher rights merupakan aturan yang mewajibkan platform digital untuk memberikan nilai ekonomi pada konten berita dari media lokal dan nasional.
“InsyaAllah sebentar lagi. Kita akan menyambut disahkannya regulasi ini oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya, dilansir laman RRI, Senin (19/02).
Dalam acara Konvensi Nasional Media Massa, Menkominfo menyebutkan langkah ini menjadi upaya untuk memastikan agar pelaku industri tidak tergerus oleh disrupsi digital.
“Justru menguatkan dan beberapa kebijakan tersebut sebagaimana Rancangan Perpres mengenai Publisher Rights serta pengaturan dalam Undang-Undang ITE,” jelasnya.
Selanjutnya ia mendorong penerapan regulasi publisher rights diikuti dengan inovasi yang dilahirkan oleh industri pers nasional. Ia berharap upaya ini dapat membuat masa depan industri pers semakin optimis dan adaptif.
“Saya yakin bahwa spirit ini akan menghadirkan masa depan industri pers yang penuh optimisme. Industri pers yang agile (berpikir) dan adaptif, industri pers yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutupnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Program Pascasarjana Magister Manajemen (MM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang, sebagai inisiatif baru dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas di bidang manajemen. Langkah ini merupakan, bagian dari komitmen STIE Semarang dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja saat ini.
Program Magister Manajemen dirancang, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bisnis dan manajemen serta pemerintahan, yang memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep manajemen modern dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk sukses di lingkungan bisnis dan pemerintahan yang dinamis.
Program ini nantinya, juga akan menawarkan kurikulum yang komprehensif, menekankan pemahaman dan penguasaan manajemen pemerintahan, manajemen pemasaran, manajemen kewirausahaan dan konsep-konsep kunci sumber daya manusia, alat, dan teknologi yang dibutuhkan oleh para profesional masa depan.
Selain itu, dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM di sektor pemerintahan, Direktur Program Studi Magister Manajemen (MM) STIE Semarang Dr.St Sunarto,MS mengatakan, program studi Magister Manajemen menghadirkan program Kepemerintahan. Program ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika dan tantangan dalam pengelolaan pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Program Studi ini juga, memfokuskan pada pengelolaan dan manajemen kepemerintahan dari tingkat nasional hingga tingkat desa dan kelurahan. Dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, baik dalam skala nasional maupun lokal, kebutuhan akan para profesional yang terlatih dalam manajemen pemerintahan semakin meningkat.
“Prodi S-2 MM STIE Semarang ini memiliki perhatian pada pengelolaan dan manajemen kepemerintahan. Tata kelola pemerintahan sangat penting termasuk hingga tingkat desa dan kelurahan. Kami bertekad untuk bisa mencetak lulusan unggul mendukung sumber daya manusia (SDM) di dalam manajemen pemerintahan di Tanah Air,” kata St Sunarto, beberapa waktu yang lalu.
Para mahasiswa juga akan diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian dan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka untuk memperoleh pengalaman praktis yang berharga.
Magister Manajemen dengan Akreditasi Baik
Diketahui, Program Studi Magister Manajemen STIE Semarang telah mendapatkan akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 136/DE/A.5/AR.10/XII/2022. Dengan Surat Keputusan izin operasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59/E/0/2014.
Dengan adanya akreditasi Baik dari BAN-PT, siap menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep manajemen terkini serta keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk berhasil di dunia bisnis yang kompetitif saat ini. Adapun 3 bidang konsentrasi yakni, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Keuangan.
Program pascasarjana ini akan membantu mempersiapkan generasi masa depan pemimpin bisnis dan manajemen yang berkualitas dan kompeten dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.
Sarana dan Prasarana Terbaik STIE Semarang menyediakan sarana dan prasarana terbaik guna mendukung kegiatan belajar mengajar para mahasiswa. Dalam upaya memastikan pengalaman pendidikan yang berkualitas, STIE Semarang telah menginvestasikan secara besar-besaran dalam fasilitas yang diperlukan.
Ruang Kelas Modern Terdapat ruang kelas dengan kapasitas 25 tempat duduk, dilengkapi dengan LCD projector dan LED TV 50″. Fasilitas ini memungkinkan penggunaan teknologi terbaru dalam penyampaian materi pembelajaran serta mendukung interaksi antara dosen dan mahasiswa.
Laboratorium Komputer yang Lengkap Laboratorium komputer STIE Semarang memiliki kapasitas 25 tempat duduk dan dilengkapi dengan perangkat lunak terkini serta akses internet yang cepat. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknologi informasi yang diperlukan dalam analisis data dan pemecahan masalah.
Laboratorium Pasar Modal dan Tax Center STIE Semarang juga menyediakan laboratorium khusus untuk studi pasar modal dan pajak. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami praktik terkini dalam dunia keuangan dan perpajakan serta mengembangkan keterampilan praktis dalam analisis keuangan dan perencanaan pajak.
Perpustakaan yang Komprehensif Perpustakaan STIE Semarang terdiri dari Ruang Referensi yang dilengkapi dengan koleksi buku, jurnal, dan publikasi terkini dalam bidang manajemen dan ekonomi. Selain itu, mahasiswa juga memiliki akses ke Virtual Library, yang memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai sumber daya elektronik dari mana saja dan kapan saja.
Dengan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan mutakhir, STIE Semarang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memastikan bahwa para mahasiswa Program Magister Manajemen dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Informasi Pendaftaran
Dengan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru, Ketua Program Magister Manajemen (MM) STIE Semarang, Dr. Rokhmad Budiyono, SPd, MM mengatakan, kurikulum Program Magister Manajemen untuk semester ganjil 2024 sejalan dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pndidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023.
Mahasiswa S2 hanya perlu menempuh 36 SKS untuk menyelesaikan program studi mereka. Hal ini mengakibatkan beban SKS yang relatif ringan bagi mahasiswa S2, dan banyak dari mereka mungkin belum menyelesaikan beban SKS yang memadai untuk lulus.
” Program Pasca Sarjana S2 MM STIE Semarang menerima pendaftaran semester genap 2023. Di semester genap ini masih kurikulum lama, sehingga mahasiswa S2 cukup menempuh 36 sks. Sehingga beban SKS mahasiswa untuk lulus S2 belum banyak. Berbeda dengan tahun ajaran baru semester ganjil 2024, sudah diterapkan kurikulum baru sesuai dengan peraturan baru Dikti tahun 2023 yang mewajibkan S2 minimal menempuh 60 SKS,” jelas Dr. Rokhmad.
Untuk calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke Program Magister Manajemen di STIE Semarang, berikut adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk pendaftaran:
Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Foto kopi Kartu Keluarga (KK).
Foto kopi ijazah S1 yang telah dilegalisir.
Foto kopi transkrip nilai S1 yang telah dilegalisir.
Dua lembar foto berwarna ukuran 3×4.
Dua lembar foto berwarna ukuran 4×6.
Selain itu, terdapat biaya pendaftaran dan matrikulasi yang perlu dibayarkan: Biaya Pendaftaran: Rp 500.000,- Biaya Matrikulasi: Rp 1.500.000,-
Total biaya pendaftaran dan matrikulasi adalah Rp 2.000.000,-. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BRI dengan nomor rekening 043501100100309 atas nama Yayasan Pendidikan Akademi Koperasi Semarang.
Dengan lengkapnya syarat-syarat pendaftaran dan penjelasan mengenai biaya yang diperlukan, diharapkan calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mendaftar ke Program Magister Manajemen di STIE Semarang.