spot_img
Beranda blog Halaman 307

Bangkitkan Perekonomian, Dr. Rokhmad Dorong Digitalisasi UMKM Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) tidak hanya menjadi pelaku ekonomi lokal, tetapi juga katalisator yang menggerakkan dinamika ekonomi di tingkat mikro dan menengah. Sehingga memberikan kontribusi signifikan, terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan pendapatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dikatakan pakar ekonomi dan Bisnis dari STIE Semarang Dr. Rokhmad Budiyono, SPd, MM di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/1).

Menurutnya, UMKM memiliki keunggulan dalam inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar.

“Dengan ukuran yang lebih kecil dan struktur yang lebih fleksibel, UMKM mampu merespons pasar dengan lebih cepat. Mereka sering kali menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam pengembangan produk dan layanan,” ungkapnya.

Namun, pihaknya mengakui bahwa tantangan yang dihadapi UMKM tidaklah sedikit. Seperti keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, dan pasar merupakan beberapa kendala yang sering dihadapi UMKM.

“ Dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan sangatlah penting dalam memastikan kelangsungan dan pertumbuhan UMKM,” katanya.

Rokhmad yang juga Ketua Program Studi Magister Manajemen STIE Semarang itu, menekankan pentingnya kolaborasi antara UMKM, pemerintah, dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan UMKM.

“Kemitraan yang kuat antara berbagai pihak akan memperkuat peran UMKM dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan,” jelasnya.

Digitaslisasi UMKM di Jawa Tengah

UMKM di Jawa Tengah bukan hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi pilar utama dalam menghidupkan ekonomi lokal. Mereka tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Jawa Tengah memiliki kekayaan budaya dan sumber daya alam yang menjadi modal penting bagi perkembangan UMKM.

“Warisan budaya dan kearifan lokal menjadi landasan kuat bagi UMKM di Jawa Tengah. Hal ini menciptakan potensi besar untuk pengembangan produk dan layanan yang memiliki nilai tambah tinggi,” ungkapnya.

Di era serba digital ini, UMKM di Jawa Tengah harus mampu beradaptasi dengan cepat. Pelaku UMKM tidak hanya perlu memasarkan produk mereka secara digital, tetapi juga melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan platform digital.

Digitalisasi membuka peluang baru bagi UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka secara lebih efektif.

“Melalui pemanfaatan media sosial, platform e-commerce, dan teknologi finansial (fintech), UMKM dapat memperluas jangkauan pasar mereka dan meningkatkan daya saing,” ujar dia

Namun, pihaknya juga menekankan bahwa transformasi digital juga membawa tantangan baru bagi UMKM.

“Keterbatasan akses terhadap teknologi dan kurangnya pemahaman tentang penggunaan platform digital dapat menjadi hambatan bagi UMKM dalam mengadopsi digitalisasi,” tambahnya.

Pendekatan yang holistik dan dukungan yang komprehensif dari pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta menjadi sangat penting.

“Pemberian pelatihan dan bimbingan, serta penyediaan infrastruktur digital yang memadai, akan membantu UMKM di Jawa Tengah untuk bersaing dalam era digital ini,” jelasnya

Mbak Ita Lantik 857 Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkot Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, melantik ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada Senin (5/2/2024).

Ada total 857 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilantik dan diambil sumpah, terdiri dari 844 pegawai yang direkrut melalui Formasi CPNS 2021, dan 13 pegawai yang diangkat melalui Perpindahan Jabatan ke jabatan fungsional. Mereka yang dilantik dalam jabatan fungsional terdiri dari pejabat di bidang pendidikan dan kesehatan.
Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu, berharap dengan pelantikan ini, para pejabat fungsional dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam melayani masyarakat.

Mereka juga akan mendapatkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang lebih besar, terutama tunjangan kinerja fungsional. Selain itu, kemungkinan untuk naik pangkat menjadi lebih mudah karena mendapatkan skor kredit yang lebih tinggi.

“Untuk sekarang jabatan fungsional dibalik, kalau dulu jabatan fungsional tidak bisa jadi eselon dua, gak bisa jadi eselon tiga, tapi sekarang semuanya sama. Kemudian karena fungsional ini diperlukan, sehingga mereka mendapatkan TPP lebih besar. Kemudian juga tunjangan kinerja fungsional lebih besar, karirnya cepat dan lebih mendapatkan angka kredit semakin besar,” ujarnya.

Mbak Ita menyatakan bahwa sebelumnya, jabatan fungsional memiliki keterbatasan dalam jenjang karir, namun kini semua sudah sama. Hal ini karena peran fungsional dianggap penting, sehingga mereka mendapatkan TPP dan tunjangan kinerja fungsional yang lebih besar, serta memiliki kesempatan untuk meningkatkan karir dengan cepat.

“Tentu kami ingin mereka ini bisa berkontribusi lebih besar kepada Pemerintah Kota Semarang. Saat ini pekerjaan di Kota Semarang masih banyak ditahun apalagi 2024 dan 2025 kita ini kan mendapatkan tugas untuk membuat tugas rancangan jangka panjang daerah. Di mana itu sudah ada indikatornya dari pusat Bappenas,” paparnya.

“Dan semuanya itu sudah ditata, sehingga kita tidak bisa membuat lagi visi-misi untuk tahun ke depan atau semaunya kepala daerah, karena sudah ada visi-misi tagline turunannya, yaitu maju dan berkelanjutan. Sehingga kita samakan menjadi satu untuk bagaimana fungsional ini bisa bersama pejabat struktural untuk menjadi pemerintah yang sejajar,” lanjutnya.

Selain itu, Mbak Ita mendorong agar para pejabat fungsional melakukan pekerjaan ekstra dalam membangun Kota Semarang, mengingat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan terutama pada tahun 2024.

Mbak Ita juga mengakui bahwa masih ada kekosongan jabatan Eselon II. Saat ini, ia meminta kepada Badan Kepegawaian dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang untuk menciptakan talent pool yang berkualitas guna mengisi kekosongan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga menunggu persetujuan dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) karena banyaknya jabatan yang kosong, seperti di Dinas Satpol, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dishub, dan Damkar, yang membutuhkan pengisian. Oleh karena itu, diperlukan penyaringan dari para kandidat yang kompeten untuk menjadi pejabat eselon dua. Untuk mengatasi hal ini, ia meminta pembentukan talent pool yang sedang dikerjakan saat ini.

“Ini juga menunggu dari KASN untuk menberikan  persetujuan karena banyak yang kosong kan ada dinas Satpol, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dishub, Damkar dan ini yang kita perlukan. Sehingga kita harus menyaring dari teman-teman yanh kompeten untuk menjadi pejabat eselon dua. Lalu karena timpang kan susah, sehingga saya minta untuk membuat talent pool dan sekarang masih mengejar,” imbuhnya

Jelang Tahun Baru Imlek, Pecinan Semarang Mulai Tampil Berbeda dengan Kilauan Lampion

0

Tampak gerbang masuk Pecinan juga dipercantik. Sederet lampion menambah kemeriahan ketika memasuki Gang Warung sampai Gang Baru. Lampion-lampion terpasang menggantung menambah semarak Imlek yang akan dirayakan pada Minggu (10/2).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Empat hari jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili, Kawasan Pecinan Semarang mulai meriah. Setidaknya 500 lampion mewarnai penyambutan Tahun Naga Kayu.

“Lampion-lampion sudah mulai dipasang. Ada 500 di sana, kalau megah tidak yang penting meriah,” kata Ketua Komunitas Pecinan (Kopi) Semawis Semarang, Harjanto K Halim, Selasa (6/2).

Sejumlah klenteng juga berbenah mempercantik bangunan. Tanda Imlek mulai datang ketika upacara ketuk pintu sudah dilakukan di Klenteng Tay Kak Sie pada Sabtu (3/2).

Suasana Imlek makin terlihat tatkala sudut-sudut dinding dipercantik dengan mural bertema kehidupan di Kawasan Pecinan.

Hilir mudik masyarakat di Kelurahan Kranggan, Kecamatan Semarang Tengah tersebut juga menjadi tanda penyambutan Imlek yang kian dekat. Aktivitas jual beli di Pasar Gang Warung juga tampak ramai dari sebelumnya.

Para pedagang mulai menyuguhkan pernak-pernik khas Imlek. Mulai dari dupa, lilin, amplop angpao, hiasan dinding, hingga pohon dan bunga khas Imlek. Termasuk kue keranjang yang menjadi bagian yang diburu para warga Tionghoa.

Perayaan Imlek tahun ini akan dibuat semeriah mungkin. Hal itu dibuktikan dengan lomba kebersihan dan kerapian lingkungan dan rumah khusus warga Pecinan Semarang.

Partisipasi warga nampak antusias dalam menyambut Imlek dengan menyulap kawasan kumuh menjadi lebih tertata. Menjauhkan kesan kumuh di kepala masyarakat ketika menyusuri sudut gang kawasan kampung orang Tiongkok tersebut.

Harjanto menyebut, kesadaran warga mulai dibangkitkan akan pentingnya kebersihan dan kerapian melalui lomba menghias rumahnya masing-masing.

“Kami juga melihat ada tembok-tembok kotor daerah-daerah kumuh, kalau dibetulkan terus dipakai lagi tidak ada faedahnya. Jadi dibersihkan kemudian digambar membuat lebih indah dan tidak kumuh lagi, bisa jadi spot-spot foto,” ujarnya.

Termasuk tugu putih di persimpangan Jalan Gambiran dan Gang Pinggir dihias menyesuaikan shio tahun ini. Tugu Gambiran, begitu masyarakat setempat menyebutnya, dihias dengan ornamen lilitan naga raksasa berkelir merah muda. “Nanti di Tugu Gambiran juga akan dipasang lampion naga melingkari Tugu, dan lampion warna pink,” ujarnya.

Dia berharap, kegelisahan akan kebersihan dan kerapian Pecinan merupakan kunci yang harus direspon semua pihak. Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang berencana akan merevitalisasi Kawasan Pecinan.

Konsolidasi Di Banjarnegara, Ferry Wawan Cahyono Tegaskan Golkar Solid Menangkan Prabowo-Gibran

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jateng Ferry Wawan Cahyono, menegaskan kesolidan partainya dalam mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Ia menekankan Partai Golkar di Banjarnegara berdiri teguh dalam mendukung pasangan Prabowo-Gibran, dalam sebuah pertemuan konsolidasi yang dihadiri oleh kader Partai Golkar di Kabupaten Banjarnegara, Senin (5/2).

” Kami yakin dengan program-program yang mereka usung, Indonesia akan semakin maju dan sejahtera,” kata Ferry.

Pertemuan konsolidasi ini juga menjadi momentum bagi para kader Golkar untuk menyatukan langkah dan energi dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di tingkat lokal.

Ferry mengigatkan pentingnya solidaritas dan kerja tim dalam meraih kemenangan dalam kontestasi politik yang semakin ketat.

” Pemilu tinggal menghitung hari, mari kita bersatu untuk menuju sebuah kemenangan yang sudah ada di depan mata,” ungkap Ferry yang juga Caleg DPRD Jateng Dapil X meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.

Di samping itu, para kader Golkar juga dibekali dengan strategi-strategi pemenangan yang akan diterapkan di lapangan, termasuk upaya-upaya dalam merangkul masyarakat untuk mendukung visi dan misi Prabowo-Gibran.

Dengan komitmen yang kuat dari kader-kader Golkar di Banjarnegara, diharapkan pasangan Prabowo-Gibran dapat meraih dukungan yang solid dari masyarakat Banjarnegara dan sekitarnya pada momentum Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Pulang Sekolah, Almira Ajak Ibunya ke Acara Ganjar ; Mau Foto

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Hari Senin (5/2/2024), mungkin menjadi hari yang tak terlupakan bagi Almira dan ibunya, Puji Astuti. Keduanya bisa bertemu calon presiden idolanya, bahkan mendapat hadiah berkat keberanian Almira menyelesaikan tantangan bernyanyi dari Ganjar Pranowo.

Momen itu terjadi ketika Calon presiden (cacpres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo sedang berkegiatan di Padurenan, Bekasi. Capres berambut putih itu sedang mengunjungi Kantor Waste4Change milik Mohammad Bijaksana Junerosano.

Almira dan ibunya yang penasaran, mencoba mendekati kerumunan ratusan warga dan relawan tersebut. Melihat ada sosok Ganjar, Almira lalu memanggil nama Ganjar dan meminta foto.

“Pak Ganjar saya Almira, mau foto,” ucap Almira berani.

Ganjar yang melihat mereka, langsung menyambut hangat sapaan dari Almira. Ia kemudian menantang Almira untuk bernyanyi.

“Oh ya, mau foto. Almira baru pulang ya, sekarang kelas berapa? Coba sebelum foto, bisa nyanyi nggak, lagu apa yang hafal,” kata Ganjar.

Almira tampak sejenak berpikir. Ketika banyak yang berteriak menyebutkan judul lagu anak-anak yang cukup lawas, Almira memilih menyanyikan lagu Kasih Ibu tanpa canggung.

“Luar biasa, karena Almira pinter mau hadiah apa. Mau minta apa? Yang orangtua jangan ngajarin. Biar Almira diberi kesempatan menentukan pilihan sendiri,” ucap Ganjar.

Sambil melirik ibunya, Almira pun menjatuhkan pilihan dan meminta hadiah handphone ke Ganjar. Sebelum diiyakan, Ganjar meminta Almira berjanji agar menggunakan handphonenya untuk kepentingan belajar.

Almira mengaku tak menyangka bisa mendapat hadiah dari tokoh idolanya. Sebab, sebelumnya dia meminta ibunya berhenti karena ingin bertemu dan berfoto dengan Ganjar.

“Alhamdulillah senang banget. Pulang sekolah minta berhenti, ‘Bu ada Pak Ganjar, ada Pak Ganjar. Turun mau minta foto’,” kata Puji Astuti pertemuan tak terduga itu.

Almira pun tak berhenti tersenyum. Dia senang dan mengucapkan terima kasih kepada GAnjar.

“Terima kasih Pak Ganjar,” ucap siswi SD Satu Bangsa itu.

Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Stok Beras Aman

0

JAKARTA (Petamanews.id) – Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan, menjamin kecukupan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadan.

Mendag Zulhas mengakui harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri akan mengalami kenaikan. “Namun, yang terpenting stok bahan pokok masih cukup, terutama beras,” ujar Mendag Zulhas, Minggu (4/2).

Selama menjabat, Mendag mengaku bisa menyelesaikan berbagai masalah seperti minyak goreng. Namun, dia mengakui paling berat menangani kebutuhan saat Ramadan, Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

“Saat itu harga-harga pada naik dan pastinya mempengaruhi tingkat inflasi,” tutur Mendag Zulhas.

Dalam laman resmi Badan Pangan Nasional, sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan harga. Selama periode 28 Januari-4 Februari 2024, harga beras premium naik dari Rp15.240 per kilo menjadi Rp15.610 per kilo.

Daging sapi murni naik dari Rp134.230 menjadi Rp134.930, hingga harga cabai merah keriting yang meningkat dari Rp49.410 menjadi Rp51.040 per kilo.

Pupuk Indonesia Niaga Merambah Bisnis Clay

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga), anggota grup PT Pupuk Indonesia (Persero) secara berkelanjutan melakukan pengembangan diversifikasi bisnisnya.

Direktur Komersil & Operasi PI Niaga, Trudo Nainggolan mengatakan salah satu strategi Perusahaan adalah dengan melakukan pengembangan diversifikasi bisnis yang dapat mendukung dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan.

Salah satu pengembangan bisnis diversifikasi produk non pupuk adalah produk clay. Clay merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan pupuk NPK. Bahan ini berfungsi sebagai perekat antara unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang menjadi penyusun pupuk NPK.

Sementara itu bahan baku clay yang diperdagangkan oleh PI Niaga bersumber dari perusahaan domestik di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

“ PI Niaga memulai penjajakan bisnis clay pada tahun 2022 lalu dengan mengikuti tender pengadaannya di PI Grup yang memproduksi NPK. PI Niaga sudah berhasil menyuplai clay ke Pusri Palembang pada tahun 2023, pada tahun 2024 PI Niaga sudah memenangkan tender kembali di Pusri Palembang sebanyak 3.960 ton, dan 3.150 ton di Petrokimia Gresik yang akan mulai di delivery pada bulan Februari” ungkap Trudo.

Clay akan terus mencari peluang baru untuk memperluas jangkauan bisnis, dengan harapan akan ada peningkatan yang signifikan di masa depan pada industri produsen pupuk.

“ Kami optimis bisnis clay akan meningkat ke depan dengan mengambil peluang yang ada di produsen pupuk. Selain menyumbangkan pendapatan bagi Perusahaan, pengadaan produk clay ini juga menjadi bentuk sinergi antar anggota PI Grup dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Trudo mengakhiri pembicaraan

Turnamen Voli Piala Gubernur Jateng 2024 Ajang Cari Bibit Pevoli Potensial

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara resmi membuka turnamen voli Piala Gubernur Jateng 2024 pada Sabtu (3/2/2024). Selain sebagai ajang pencarian bakat pemain voli potensial, turnamen ini juga menjadi langkah Jateng dalam meningkatkan pariwisata melalui sport tourism.

Turnamen Voli Piala Gubernur Jateng 2024 digelar di GOR Jatidiri dan akan berlangsung hingga Selasa (6/2/2024). Sebanyak 47 klub dari Jateng, Jatim, Jabar, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta ikut meramaikan kompetisi tersebut.

Nana menyatakan bahwa turnamen ini merupakan awal dari upaya Pemprov Jateng dalam mengembangkan sektor sport tourism. Melalui kegiatan olahraga seperti ini, diharapkan dapat memberikan dorongan positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi.

“Ini awal dari rangkaian sport tourism. Ada beberapa, di samping bola voli, tahun ini ada ajang tenis lapangan, tenis meja, maraton, sepak bola bulu tangkis dan lainnya. Ini bentuk dukungan Pemprov Jateng mengembangkan sektor ekonomi kreatif, melalui bidang olahraga,” tutur Pj Gubernur.

Ia menambahkan bahwa venue sport tourism Jateng 2024 tidak hanya terbatas di Kota Semarang, tetapi juga akan melibatkan daerah lain seperti Jepara, Wonosobo, dan Banyumas.

Nana berharap bahwa sektor olahraga dapat menjadi sarana untuk meredakan ketegangan menjelang pesta demokrasi 2024, menciptakan suasana kondusif di Jawa Tengah. Dia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi atlet untuk berkompetisi, berprestasi, dan melahirkan bakat baru yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Harapannya, beri ruang bagi atlet untuk berkompetisi dan berprestasi, serta akan muncul bibit baru, yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara,” imbuh Nana.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi, melihat turnamen ini sebagai kesempatan bagi atlet usia 18 tahun ke bawah untuk mengasah keterampilan dan mental bertanding. Dia juga menyoroti dampak positif dari sport tourism, tidak hanya dalam prestasi olahraga tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar.

“Sisi lain kita butuh ruang bertanding, untuk usia 18 tahun masih kurang ajang kompetisi. Antusiasme mereka sangat tinggi,” urainya.

Agung Hariyadi mengundang asosiasi travel agent untuk turut serta dalam acara ini, dengan harapan dapat memberikan dorongan pada sektor UMKM di sekitar arena. Para atlet juga diundang untuk menjelajahi kota setelah pertandingan, dengan dukungan asosiasi travel agent dalam hal kuliner dan tempat wisata di Kota Semarang.

“Ini sekaligus pemantik pemberdayaan UMKM. Seperti penjual jersey, dan ruang UMKM lainnya, yang ada di sekitar arena ini. Juga kepada atlet nanti setelah bertanding bisa punya waktu untuk city tour. Asosiasi travel agent juga bisa memberi guidance, soal kuliner dan tempat wisata di Kota Semarang,” sebut Agung.

Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini mencapai Rp80 juta. Seorang atlet voli asal Yogyakarta, Nazwa, menyambut antusiasme tinggi dan melihat turnamen ini sebagai kesempatan untuk mengasah keterampilannya.

Mbak Ita Dorong Pariwisata Jawa Tengah Lewat Rumah Kepala Perwakilan Bank Indonesia sebagai Cagar Budaya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menunjukkan komitmen dalam upaya mendukung pelestarian bangunan cagar budaya di Ibu Kota Jawa Tengah.

Salah satunya dengan menggandeng lembaga maupun instansi untuk mensertifikatkan dan merestorasi bangunan cagar budaya yang memiliki kekayaan sejarah dan cagar budaya.

Salah satunya, Bank Indonesia yang melakukan restorasi bangunan rumah jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Jalan Letjend S. Parman, Kota Semarang.

Bangunan yang dibangun sekitar tahun 1930-an tersebut kini telah ditetapkan menjadi bangunan Cagar Budaya.

Setelah direstorasi, pemerintah melalui Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu turut serta membantu pengumpulan berkas atau dossier yang menunjang penetapan dan sertifikasi cagar budaya bangunan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra berterima kasih atas dukungan pemerintah Kota Semarang yang telah membantu hingga sertifikat cagar budaya rumah jabatan Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah diserahkan.

“Kali ini telah dilakukan penyerahan sertifikat cagar budaya dari Pemerintah Kota Semarang yang diserahkan langsung oleh Ibu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu,” ujar Rahmat, Jumat (2/2) malam.

Menurut Rahmat, setelah melalui proses restorasi, cagar budaya rumah jabatan Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah harapannya bisa menjadi bagian dari khasanah bangunan-bangunan cagar budaya di Kota Semarang.

“Seperti kita ketahui, saat ini Kota Semarang tengah berjuang untuk mendapatkan World Heritage dari Unesco. Harapannya ini menjadi satu bagian cerita dan sejarah bagi anak cucu kita nanti,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, bangunan milik Bank Indonesia yang dibangun tahun 1931 ini merupakan peninggalan karya arsitektur Herman Thomas Karsten.

Sedikit informasi, Thomas Karsten merupakan insinyur asal Belanda yang berkontribusi besar terhadap arsitektur dan perencanaan kota di Indonesia. Salah satu bangunan bersejarah peninggalannya yakni Pasar Johar Semarang.

“Alhamdulillah ada tambahan lagi status cagar budaya, salah satu karya peninggalan Thomas Karsten yang ada di kota Semarang. Ini dibangun tahun 1931. Tentunya butuh effort yang luar biasa karena butuh biaya yang tinggi untuk merestorasi bangunan cagar budaya,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Mbak Ita juga menyempatkan berkeliling melihat kokohnya bangunan cagar budaya yang masih lestari dan tidak tergerus zaman tersebut.

Mbak Ita mengaku kagum dengan perjuangan Bank Indonesia mengembalikan fasad bangunan yang sempat hilang, namun dikembalikan lagi sama seperti bangunan di tahun 1931 silam.

“Bangunan zaman dulu sangat luar biasa. Restorasi mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar tamu, kamar utama, termasuk aksesori, bahkan lampu dicari sesuai tahun bangunannya. Yang menarik lagi yakni kamar mandi dan dapurnya, dikembalikan seperti zaman dulu,” bebernya.

Menurut Mbak Ita, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah telah melakukan restorasi sejak tahun 2023. Restorasi ini tidak hanya mencakup pengembalian desain asli, tetapi juga melibatkan pemulihan atap, plafon, pintu dan jendela, dinding, serta lantai.

Upaya ini, kata Mbak Ita, tidak hanya menjaga keaslian sejarah, tetapi juga mewujudkan komitmen bersama dalam pelestarian warisan budaya.

“Alhamdulillah sekarang sudah berstatus cagar budaya. Harapannya, siapapun nanti yang menempati, tidak akan mengubah fasad sehingga bisa jadi rumah sekaligus objek wisata di Kota Semarang,” imbuhnya.

Ribuan Pengunjung Padati Puncak Grebeg Sudiro di Solo

0

SOLO (Pertamanews.id) – Kota Solo kembali menjadi sorotan dengan kegiatan tahunan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat, yaitu Grebeg Sudiro.

Kegiatan tahunan ini sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.

Antusiasme masyarakat Solo pecah saat sepanjang Jalan mengelilingi Kelurahan Sudiroprajan menjadi pusat perayaan dengan karnaval budaya yang memukau.

Berbagai kelompok seni dan budaya turut berpartisipasi dengan kostum-kostum tradisional yang mempesona, mengisi jalan raya dengan warna-warni dan semangat kebersamaan.

Puluhan ribu orang berkumpul di sepanjang jalan, dari anak-anak hingga lansia, menyaksikan atraksi budaya yang ditampilkan dengan megah. Mulai dari tarian tradisional, musik khas Jawa, hingga pertunjukan wayang orang, semua menjadi bagian dari kemeriahan Grebeg Sudiro.

” Karnaval budaya Grebeg Sudiro tidak hanya menjadi hiburan semata, tapi juga merupakan wujud kebanggaan akan kekayaan budaya kita,” ujar Wakil Wali Kota Solo,Teguh Prakosa saat membuka kegiatan tersebut, Minggu (4/2) siang.

Sejarah Grebeg Sudiro

Dulunya Grebeg Sudiro merupakan perayaan yang memadukan kekayaan budaya Jawa dan Tionghoa, kembali memukau masyarakat Solo dalam rangka memperingati tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad, Muharram, Idul Fitri, dan Idul Adha. Di Sudiroprajan, Solo, perayaan ini bukan hanya sekadar upacara keagamaan, namun juga menjadi wujud nyata dari keragaman budaya yang ada di kota ini.

Grebeg Sudiro bermula sebagai tradisi Islam untuk memperingati momen-momen penting dalam agama, namun seiring berjalannya waktu, perayaan ini mengalami perkembangan menjadi sebuah perpaduan yang unik antara elemen-elemen budaya Jawa dan Tionghoa.

Dalam Grebeg Sudiro, kita bisa melihat harmoni antara ajaran agama, tradisi budaya, dan keberagaman etnis yang ada di Solo.

Dengan semangat keberagaman yang kental terasa, Grebeg Sudiro terus menjadi simbol toleransi dan harmoni antarbudaya di tengah masyarakat Solo.

Perayaan ini tidak hanya memperkaya warisan budaya kota ini, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menjaga dan merayakan keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga bersama.

Terdapat Stan Kuliner dan Kerajianan Tangan

Selain karnaval budaya yang memukau, Grebeg Sudiro juga diramaikan oleh berbagai stan makanan dan kerajinan, menambah keseruan acara tersebut.

Masyarakat dapat memanjakan lidah dengan menikmati beragam kuliner khas Solo yang dijual di sepanjang jalan, mulai dari jajanan lokal, gudeg, hingga nasi liwet yang lezat.

Sambil berjalan-jalan di sepanjang jalan yang dipenuhi dengan suasana riang, pengunjung juga dapat memilih berbagai kerajinan tangan yang unik sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan.

Mulai dari batik, wayang kulit, hingga kerajinan anyaman bambu, semua tersedia untuk dinikmati oleh masyarakat yang hadir.

Dengan adanya stan makanan dan kerajinan ini, Puncak Grebeg Sudiro tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbelanja, dan merasakan kelezatan serta keindahan budaya lokal Solo.

Terakhir, semangat kebersamaan dan cinta akan budaya lokal begitu kental terasa, memperkuat ikatan antarwarga dan menjadikan kegiatan ini sukses besar.