spot_img
Beranda blog Halaman 307

Pupuk Indonesia Niaga Merambah Bisnis Clay

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga), anggota grup PT Pupuk Indonesia (Persero) secara berkelanjutan melakukan pengembangan diversifikasi bisnisnya.

Direktur Komersil & Operasi PI Niaga, Trudo Nainggolan mengatakan salah satu strategi Perusahaan adalah dengan melakukan pengembangan diversifikasi bisnis yang dapat mendukung dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan.

Salah satu pengembangan bisnis diversifikasi produk non pupuk adalah produk clay. Clay merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan pupuk NPK. Bahan ini berfungsi sebagai perekat antara unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang menjadi penyusun pupuk NPK.

Sementara itu bahan baku clay yang diperdagangkan oleh PI Niaga bersumber dari perusahaan domestik di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

“ PI Niaga memulai penjajakan bisnis clay pada tahun 2022 lalu dengan mengikuti tender pengadaannya di PI Grup yang memproduksi NPK. PI Niaga sudah berhasil menyuplai clay ke Pusri Palembang pada tahun 2023, pada tahun 2024 PI Niaga sudah memenangkan tender kembali di Pusri Palembang sebanyak 3.960 ton, dan 3.150 ton di Petrokimia Gresik yang akan mulai di delivery pada bulan Februari” ungkap Trudo.

Clay akan terus mencari peluang baru untuk memperluas jangkauan bisnis, dengan harapan akan ada peningkatan yang signifikan di masa depan pada industri produsen pupuk.

“ Kami optimis bisnis clay akan meningkat ke depan dengan mengambil peluang yang ada di produsen pupuk. Selain menyumbangkan pendapatan bagi Perusahaan, pengadaan produk clay ini juga menjadi bentuk sinergi antar anggota PI Grup dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Trudo mengakhiri pembicaraan

Turnamen Voli Piala Gubernur Jateng 2024 Ajang Cari Bibit Pevoli Potensial

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, secara resmi membuka turnamen voli Piala Gubernur Jateng 2024 pada Sabtu (3/2/2024). Selain sebagai ajang pencarian bakat pemain voli potensial, turnamen ini juga menjadi langkah Jateng dalam meningkatkan pariwisata melalui sport tourism.

Turnamen Voli Piala Gubernur Jateng 2024 digelar di GOR Jatidiri dan akan berlangsung hingga Selasa (6/2/2024). Sebanyak 47 klub dari Jateng, Jatim, Jabar, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta ikut meramaikan kompetisi tersebut.

Nana menyatakan bahwa turnamen ini merupakan awal dari upaya Pemprov Jateng dalam mengembangkan sektor sport tourism. Melalui kegiatan olahraga seperti ini, diharapkan dapat memberikan dorongan positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi.

“Ini awal dari rangkaian sport tourism. Ada beberapa, di samping bola voli, tahun ini ada ajang tenis lapangan, tenis meja, maraton, sepak bola bulu tangkis dan lainnya. Ini bentuk dukungan Pemprov Jateng mengembangkan sektor ekonomi kreatif, melalui bidang olahraga,” tutur Pj Gubernur.

Ia menambahkan bahwa venue sport tourism Jateng 2024 tidak hanya terbatas di Kota Semarang, tetapi juga akan melibatkan daerah lain seperti Jepara, Wonosobo, dan Banyumas.

Nana berharap bahwa sektor olahraga dapat menjadi sarana untuk meredakan ketegangan menjelang pesta demokrasi 2024, menciptakan suasana kondusif di Jawa Tengah. Dia juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan bagi atlet untuk berkompetisi, berprestasi, dan melahirkan bakat baru yang dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.

“Harapannya, beri ruang bagi atlet untuk berkompetisi dan berprestasi, serta akan muncul bibit baru, yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara,” imbuh Nana.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Agung Hariyadi, melihat turnamen ini sebagai kesempatan bagi atlet usia 18 tahun ke bawah untuk mengasah keterampilan dan mental bertanding. Dia juga menyoroti dampak positif dari sport tourism, tidak hanya dalam prestasi olahraga tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar.

“Sisi lain kita butuh ruang bertanding, untuk usia 18 tahun masih kurang ajang kompetisi. Antusiasme mereka sangat tinggi,” urainya.

Agung Hariyadi mengundang asosiasi travel agent untuk turut serta dalam acara ini, dengan harapan dapat memberikan dorongan pada sektor UMKM di sekitar arena. Para atlet juga diundang untuk menjelajahi kota setelah pertandingan, dengan dukungan asosiasi travel agent dalam hal kuliner dan tempat wisata di Kota Semarang.

“Ini sekaligus pemantik pemberdayaan UMKM. Seperti penjual jersey, dan ruang UMKM lainnya, yang ada di sekitar arena ini. Juga kepada atlet nanti setelah bertanding bisa punya waktu untuk city tour. Asosiasi travel agent juga bisa memberi guidance, soal kuliner dan tempat wisata di Kota Semarang,” sebut Agung.

Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini mencapai Rp80 juta. Seorang atlet voli asal Yogyakarta, Nazwa, menyambut antusiasme tinggi dan melihat turnamen ini sebagai kesempatan untuk mengasah keterampilannya.

Mbak Ita Dorong Pariwisata Jawa Tengah Lewat Rumah Kepala Perwakilan Bank Indonesia sebagai Cagar Budaya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menunjukkan komitmen dalam upaya mendukung pelestarian bangunan cagar budaya di Ibu Kota Jawa Tengah.

Salah satunya dengan menggandeng lembaga maupun instansi untuk mensertifikatkan dan merestorasi bangunan cagar budaya yang memiliki kekayaan sejarah dan cagar budaya.

Salah satunya, Bank Indonesia yang melakukan restorasi bangunan rumah jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Jalan Letjend S. Parman, Kota Semarang.

Bangunan yang dibangun sekitar tahun 1930-an tersebut kini telah ditetapkan menjadi bangunan Cagar Budaya.

Setelah direstorasi, pemerintah melalui Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu turut serta membantu pengumpulan berkas atau dossier yang menunjang penetapan dan sertifikasi cagar budaya bangunan tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra berterima kasih atas dukungan pemerintah Kota Semarang yang telah membantu hingga sertifikat cagar budaya rumah jabatan Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah diserahkan.

“Kali ini telah dilakukan penyerahan sertifikat cagar budaya dari Pemerintah Kota Semarang yang diserahkan langsung oleh Ibu Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu,” ujar Rahmat, Jumat (2/2) malam.

Menurut Rahmat, setelah melalui proses restorasi, cagar budaya rumah jabatan Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah harapannya bisa menjadi bagian dari khasanah bangunan-bangunan cagar budaya di Kota Semarang.

“Seperti kita ketahui, saat ini Kota Semarang tengah berjuang untuk mendapatkan World Heritage dari Unesco. Harapannya ini menjadi satu bagian cerita dan sejarah bagi anak cucu kita nanti,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, bangunan milik Bank Indonesia yang dibangun tahun 1931 ini merupakan peninggalan karya arsitektur Herman Thomas Karsten.

Sedikit informasi, Thomas Karsten merupakan insinyur asal Belanda yang berkontribusi besar terhadap arsitektur dan perencanaan kota di Indonesia. Salah satu bangunan bersejarah peninggalannya yakni Pasar Johar Semarang.

“Alhamdulillah ada tambahan lagi status cagar budaya, salah satu karya peninggalan Thomas Karsten yang ada di kota Semarang. Ini dibangun tahun 1931. Tentunya butuh effort yang luar biasa karena butuh biaya yang tinggi untuk merestorasi bangunan cagar budaya,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Mbak Ita juga menyempatkan berkeliling melihat kokohnya bangunan cagar budaya yang masih lestari dan tidak tergerus zaman tersebut.

Mbak Ita mengaku kagum dengan perjuangan Bank Indonesia mengembalikan fasad bangunan yang sempat hilang, namun dikembalikan lagi sama seperti bangunan di tahun 1931 silam.

“Bangunan zaman dulu sangat luar biasa. Restorasi mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar tamu, kamar utama, termasuk aksesori, bahkan lampu dicari sesuai tahun bangunannya. Yang menarik lagi yakni kamar mandi dan dapurnya, dikembalikan seperti zaman dulu,” bebernya.

Menurut Mbak Ita, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah telah melakukan restorasi sejak tahun 2023. Restorasi ini tidak hanya mencakup pengembalian desain asli, tetapi juga melibatkan pemulihan atap, plafon, pintu dan jendela, dinding, serta lantai.

Upaya ini, kata Mbak Ita, tidak hanya menjaga keaslian sejarah, tetapi juga mewujudkan komitmen bersama dalam pelestarian warisan budaya.

“Alhamdulillah sekarang sudah berstatus cagar budaya. Harapannya, siapapun nanti yang menempati, tidak akan mengubah fasad sehingga bisa jadi rumah sekaligus objek wisata di Kota Semarang,” imbuhnya.

Ribuan Pengunjung Padati Puncak Grebeg Sudiro di Solo

0

SOLO (Pertamanews.id) – Kota Solo kembali menjadi sorotan dengan kegiatan tahunan yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat, yaitu Grebeg Sudiro.

Kegiatan tahunan ini sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai penjuru.

Antusiasme masyarakat Solo pecah saat sepanjang Jalan mengelilingi Kelurahan Sudiroprajan menjadi pusat perayaan dengan karnaval budaya yang memukau.

Berbagai kelompok seni dan budaya turut berpartisipasi dengan kostum-kostum tradisional yang mempesona, mengisi jalan raya dengan warna-warni dan semangat kebersamaan.

Puluhan ribu orang berkumpul di sepanjang jalan, dari anak-anak hingga lansia, menyaksikan atraksi budaya yang ditampilkan dengan megah. Mulai dari tarian tradisional, musik khas Jawa, hingga pertunjukan wayang orang, semua menjadi bagian dari kemeriahan Grebeg Sudiro.

” Karnaval budaya Grebeg Sudiro tidak hanya menjadi hiburan semata, tapi juga merupakan wujud kebanggaan akan kekayaan budaya kita,” ujar Wakil Wali Kota Solo,Teguh Prakosa saat membuka kegiatan tersebut, Minggu (4/2) siang.

Sejarah Grebeg Sudiro

Dulunya Grebeg Sudiro merupakan perayaan yang memadukan kekayaan budaya Jawa dan Tionghoa, kembali memukau masyarakat Solo dalam rangka memperingati tradisi keagamaan seperti Maulid Nabi Muhammad, Muharram, Idul Fitri, dan Idul Adha. Di Sudiroprajan, Solo, perayaan ini bukan hanya sekadar upacara keagamaan, namun juga menjadi wujud nyata dari keragaman budaya yang ada di kota ini.

Grebeg Sudiro bermula sebagai tradisi Islam untuk memperingati momen-momen penting dalam agama, namun seiring berjalannya waktu, perayaan ini mengalami perkembangan menjadi sebuah perpaduan yang unik antara elemen-elemen budaya Jawa dan Tionghoa.

Dalam Grebeg Sudiro, kita bisa melihat harmoni antara ajaran agama, tradisi budaya, dan keberagaman etnis yang ada di Solo.

Dengan semangat keberagaman yang kental terasa, Grebeg Sudiro terus menjadi simbol toleransi dan harmoni antarbudaya di tengah masyarakat Solo.

Perayaan ini tidak hanya memperkaya warisan budaya kota ini, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk menjaga dan merayakan keberagaman sebagai kekayaan yang harus dijaga bersama.

Terdapat Stan Kuliner dan Kerajianan Tangan

Selain karnaval budaya yang memukau, Grebeg Sudiro juga diramaikan oleh berbagai stan makanan dan kerajinan, menambah keseruan acara tersebut.

Masyarakat dapat memanjakan lidah dengan menikmati beragam kuliner khas Solo yang dijual di sepanjang jalan, mulai dari jajanan lokal, gudeg, hingga nasi liwet yang lezat.

Sambil berjalan-jalan di sepanjang jalan yang dipenuhi dengan suasana riang, pengunjung juga dapat memilih berbagai kerajinan tangan yang unik sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan.

Mulai dari batik, wayang kulit, hingga kerajinan anyaman bambu, semua tersedia untuk dinikmati oleh masyarakat yang hadir.

Dengan adanya stan makanan dan kerajinan ini, Puncak Grebeg Sudiro tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbelanja, dan merasakan kelezatan serta keindahan budaya lokal Solo.

Terakhir, semangat kebersamaan dan cinta akan budaya lokal begitu kental terasa, memperkuat ikatan antarwarga dan menjadikan kegiatan ini sukses besar.

Purbalingga Tawarkan Pesona Hamparan Bunga Tebubuya, Ferry Wawan Cahyono: Memukau & Berikan Pengalaman Wisata yang Berbeda

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Purbalingga kembali menawarkan pesona keindahan alamnya yang memesona melalui “Hamparan Bunga Tebubuya”. Bunga ini tak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menghadirkan nuansa Jepang yang memikat hati pengunjung.

Hamparan Bunga Tebubuya yang terletak di kawasan Purbalingga telah menjadi magnet wisata baru bagi pengunjung dari berbagai penjuru. Dengan paduan warna merah, pink, putih, dan ungu yang memukau, bunga-bunga ini menghadirkan kesan dramatis yang tak terlupakan, mirip dengan keindahan musim semi di Negeri Sakura.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menyatakan kekagumannya dan rasakan keseruan Jepang di pelukan Purbalingga.

” Keindahan alam yang ditawarkan oleh Hamparan Bunga Tebubuya ini sungguh memukau dan memberikan pengalaman wisata yang berbeda,” ujar Ferry, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan hamparan Bunga Tebubuya bukan hanya sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan dalam mempertahankan kelestarian alam serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Purbalingga.

Tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, Hamparan Bunga Tebubuya juga berhasil harapannya dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Para pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri, turut memenuhi lokasi ini untuk menikmati keindahan bunga-bunga tersebut serta merasakan atmosfer ala Jepang yang kental.

Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, Ferry mengajak masyarakat menjalankan program pengelolaan dan pemeliharaan Hamparan Bunga Tebubuya dengan baik.

” Hamparan Bunga Tebubuya menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dengan memadukan keindahan alam dan komitmen pelestarian lingkungan, Purbalingga telah memberikan contoh yang patut ditiru,” tambah Ferry yang juga Caleg DPRD Jateng Dapil X meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.

Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem serta keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata di daerah ini.

Hamparan Bunga Tebubuya di Purbalingga kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah, yang tidak hanya memikat mata dengan keindahannya, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi pengunjung, sekaligus menjadi simbol keberhasilan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Hindari Kecurangan, Dr. Rokhmad Budiyono Dorong Panwaslucam Kabupaten Batang Intensifkan Peningkatan Kapasitas SDM

0

BATANG (Pertamanews.id) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) di Kabupaten Batang gencar meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) mereka.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya pelanggaran dan memastikan proses serta hasil pemilu dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal itu disampaikan oleh, Dosen STIE Semarang Dr Rokhmad Budiyono SPd MM, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Konsolidasi kebijakan Bawaslu Kabupaten Batang dengan Panwaslucam se Kabupaten Batang, yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang, pada Sabtu (3/2).

Rokhmad mengungkapkan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

“ Untuk mencegah terjadinya pelanggaran agar proses dan hasilnya pemilu bisa dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang ada, maka dibutuhkan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Panwaslucam se Kabupaten Batang,” jelas Dr Rokhmad yang juga Ketua Program Magister Manajemen (MM) STIE Semarang.

Peningkatan kapasitas SDM meliputi jaringan relasional, budaya masyarakat dan sumber hukum sebagai aset penting dalam pencegahan pelanggaran pemilu tersebut.

Tidak hanya terfokus pada aspek teknis, melainkan peningkatan kapasitas juga mencakup pengembangan jaringan relasional, pemahaman budaya masyarakat setempat, dan penguasaan sumber hukum sebagai aset penting.

Ia menyoroti jaringan relasional yang solid dapat menjadi fondasi kuat bagi efektivitas pengawasan pemilu 2024 mendatang.

Selain itu, pemahaman yang mendalam terhadap budaya masyarakat setempat juga menjadi fokus utama dalam peningkatan kapasitas SDM Panwaslucam.

Serta pemahaman yang kuat terhadap sumber hukum menjadi landasan yang kokoh dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

“ Termasuk diantaranya mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran pemilu. Termasuk juga mengorganisasikan, memantau dan mengevaluasi di wilayahnya, termasuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilu. Serta berkordinasi dengan bawaslu kabupaten dan kota,” jelasnya.

Resmi Dibuka ! Turnamen Bola Voli Piala Gubernur Awali Rangkaian Jateng Sport Tourism 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov Jateng) Jawa Tengah (Jateng)n resmi membuka turnamen bola voli Piala Gubernur Jawa Tengah, di GOR Jatidiri, Kota Semarang, pada Sabtu (3/2) sore.

Kegiatan itu diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, yang di hadiri oleh para tokoh dan pejabat, serta diikuti sebanyak 47 tim bola voli putra dan putri dari lima provinsi berbeda, yang berlasung pada 3-6 Februari 2024.

Dalam sambutannya, Nana mengatakan turnamen yang dinanti-nantikan ini akan menjadi platform bagi para atlet bola voli dari berbagai daerah untuk memamerkan keahlian dan bakat mereka. Bukan hanya menjadi sebuah ajang olahraga biasa, tetapi juga menandai langkah awal dari serangkaian agenda sport tourism di Jawa Tengah.

” Melalui Piala Gubernur Jawa Tengah ini sebagai langkah awal dari serangkaian program sport tourism di tahun 2024,” kata Nana.

Selain itu, kegiatan ini juga dirancang sebagai salah satu kegiatan sport tourism yang bertujuan untuk memberikan ruang kompetisi yang berkualitas dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah.

Piala Gubernur Jawa Tengah tidak hanya menjadi sebuah kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan dan pengunjung.

Pihaknya percaya bahwa dengan mengintegrasikan olahraga dan pariwisata, pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

” Turnamen Bola Voli piala gubernur Jateng dirancang sebagai kegiatan sport tourism untuk memberikan ruang kompetisi dan menumbuhkan perekonomian dan pariwisata di jawa tengah,” tambah Nana.

Tidak hanya itu, turnamen ini juga menjadi peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk menyaksikan pertandingan, para pedagang, pemilik hotel, dan pengelola restoran di sekitar lokasi turnamen diharapkan dapat merasakan dampak positif secara langsung.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, Agung Hariyadi menerangkan Turnamen Bola Voli Piala Gubernur Jawa Tengah memang telah menarik perhatian atlet potensial tidak hanya dari dalam provinsi, tetapi juga dari lima provinsi lainnya. Keikutsertaan atlet-atlet ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan jam terbang dan kualitas performa para atlet di Jawa Tengah.

Dengan adanya persaingan yang ketat antara atlet-atlet dari berbagai wilayah, para peserta diharapkan akan menghadapi tantangan yang beragam, sehingga mereka dapat terus mengasah keterampilan dan kemampuan mereka. Hal ini akan memberikan pengalaman berharga bagi atlet-atlet Jawa Tengah dalam berkompetisi di level yang lebih tinggi dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi turnamen nasional bahkan internasional di masa depan.

” Kami berharap turnamen ini dapat menjadi panggung bagi mereka untuk bersinar dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Selain itu, event ini juga dapat menjadi platform untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal.

Hal ini akan memberikan eksposur yang lebih besar bagi UMKM serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha mereka.

Jadi event olahraga ini mampu memberdayakan UMKM untuk ikut serta memeriahkan event ini. Ini juga menjadi sport tourism yang mampu meningkatkan ekonomi lokal,” harapnya.

Dengan demikian, event olahraga ini tidak hanya menjadi ajang sport tourism yang menarik, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan promosi UMKM lokal di Jawa Tengah.

Menapaki Keelokan Alam di Tikako Cafe Banjarnegara ; Nikmati Hidangan Kuliner Bersama Keindahan Alam

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kota, liburan menjadi momen yang dinanti-nantikan untuk melepaskan penat dan menikmati ketenangan.

Salah satu pilihan liburan yang paling menyegarkan adalah mengunjungi alam. Tak hanya menyajikan pemandangan yang memesona, liburan di alam juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pelancong.

Berbagai destinasi alam menakjubkan tersebar di seluruh penjuru dunia, mulai dari gunung yang menjulang tinggi, hutan yang rimbun, pantai yang memikat, hingga danau yang tenang.

Salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah Tikako, destinasi cafe dan kuliner yang memukau dengan konsep alamnya yang unik.

Terletak di tengah hamparan keindahan alam Kabupaten Banjarnegara, Tikako memadukan pesona alam dengan kesegaran dan kelezatan kuliner khas Jawa Tengah. Para pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil merasakan udara segar dan panorama alam yang memukau.

Para pengunjung Tikako tidak hanya dimanjakan oleh kelezatan kuliner, tetapi juga dapat menikmati momen santai sambil merasakan udara segar dan memandangi panorama alam yang memukau.

Terletak di ketinggian yang strategis, Tikako menawarkan pemandangan indah pegunungan dan hijaunya alam Banjarnegara yang bisa dinikmati dari setiap sudut tempat ini.

Manyatu dengan Alam

Salah satu daya tarik utama Tikako adalah konsep bangunannya yang menyatu dengan alam sekitar. Cafe ini didesain dengan menggunakan material alami seperti kayu dan batu, serta dikelilingi oleh taman hijau yang menyejukkan mata.

Para pengunjung bisa duduk santai di dalam cafe sambil menikmati pemandangan pegunungan yang memukau atau memilih duduk di luar ruangan untuk merasakan udara segar.

Beberapa meja di Tikako ditempatkan di area terbuka, memberikan pengalaman bersantap yang unik di tengah alam. Pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam yang memperindah langit Banjarnegara sambil menikmati hidangan lezat bersama teman atau keluarga.

Pemandangan malam pun tak kalah menakjubkan dengan gemerlap bintang-bintang yang menyelimuti langit.

” Kami sangat bangga dapat menyajikan pengalaman unik bagi para pengunjung Tikako. Selain menikmati kuliner lezat, mereka juga bisa menikmati keindahan alam Banjarnegara dan merasakan kedamaian yang ditawarkan oleh tempat ini,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, saat dijumpai beberapa waktu yang lalu.

Tikako bukan hanya sekadar destinasi kuliner, tetapi juga menjadi tempat di mana para pelancong dapat menyatu dengan alam sekitar, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, dan menciptakan kenangan indah bersama orang-orang tercinta.

Dukung Perekonomian Daerah

Keistimewaan Tikako Cafe tidak hanya terletak pada konsep alam dan kuliner yang menarik, tetapi juga pada model pengelolaannya yang melibatkan masyarakat sekitar.

Cafe ini dikelola oleh sekelompok masyarakat lokal, yang menjadikannya sebagai salah satu upaya untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkuat ikatan sosial di komunitas tersebut.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan Tikako Cafe, tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan pendapatan tambahan bagi mereka, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha ini.

Para pengelola lokal tidak hanya bertanggung jawab atas operasional harian cafe, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan pengembangan usaha ke depan.

Lokasi

Keberadaan Tikako Cafe tidak hanya menjadi daya tarik wisata bagi Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi warga sekitar. Terletak di Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Tikako Cafe menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung yang mencari ketenangan dan kelezatan kuliner khas Jawa Tengah.

Dengan lokasinya yang strategis, Tikako Cafe menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan udara segar yang menyegarkan pikiran dan tubuh.

Pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil menikmati panorama alam yang menakjubkan, menjadikan kunjungan mereka ke Tikako Cafe sebagai momen yang tak terlupakan.

Polda Jateng Dirikan Patung Hoegeng guna Wujudkan Polisi Berintegritas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Polda Jawa Tengah dirikan monumen berupa patung Hoegeng di halaman Mapolda yang menghadap ke arah Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa ada dua patung Hoegeng yang berada di wilayah Polda Jateng, yakni di Kota Pekalongan sebagai tempat kelahiran Hoegeng Iman Santoso dan di Kota Semarang tepatnya di Mapolda Jateng. Hal itu dikatakan usai peresmian monumen patung Hoegeng di Mapolda, Jumat (2/2).

Kombes. Pol. Satake Bayu menjelaskan bahwa monumen patung Hoegeng di Mapolda memiliki tinggi sembilan meter dan berdiri di tumpuan setinggi empat meter, tinggi patung Jenderal Hoegeng adalah 14 meter yang menunjukkan tanggal kelahirannya pada 14 Oktober dan hari wafat pada 14 Juli.

Kombes. Pol. Satake Bayu menambahkan bahwa monumen patung Hoegeng dibuat dengan posisi berdiri tegap tangan kanan mengambil sikap hormat dan tangan kiri memegang tongkat komando.

“Kita tahu bahwa Pak Hoegeng ini sebagai tokoh Polri yang terkenal jujur, berani dan berdedikasi. Supaya menjadi contoh kita (anggota Polda Jateng),” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah juga menjelaskan bahwa kehadiran monumen patung Hoegeng tidak hanya menjadi ikon polisi tapi juga ikon masyarakat karena nilai-nilai kejujuran dan keberanian serta kesederhanaannya.

Monumen patung Hoegeng akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel Polda Jateng, untuk meneladani sosok Jenderal Polisi Hoegeng.

“Ini adalah inspirasi yang harus kita bangkitkan Kita harapkan bisa memberikan motivasi memunculkan Hogeng-Hoegeng yang lain,” tutup Kombes. Pol. Satake Bayu.

KPU DKI Jakarta : Hujan Tak Jadi Kendala Distribusi Logistik Pemilu

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan tidak ada kerawanan dalam pendistribusian logistik pemilu ke wilayah-wilayah Ibu Kota. Distribusi yang berjalan pun dipastikan aman terkendali.

“Kami tidak menemukan kerawanan pendistribusian logistik kalau di Jakarta. Karena lokasinya saling berdekatan,” jelas Kepala Divisi Perencanaan dan Logistik KPU DKI Jakarta Nelvia Gustina dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2).

Menurutnya, cuaca hujan yang terjadi belakangan di sekitar Jakarta sudah menjadi salah satu yang diantisipasi dengan pengemasan yang aman.

“Di sejumlah wilayah, khususnya di luar Jakarta, ada petugas yang kelelahan bahkan kesulitan. Hal ini dikarenakan mereka harus menempu jarak yang jauh,” ujarnya.

Diketahui, Pemilu 2024 di DKI Jakarta akan diikutip 8.252.897 pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pencoblosan pada 14 Februari 2024 pun diharapkan dapat berjalan aman dan damai.