PALEMBANG (Pertamanews.id) – Sejumlah pemilik perahu ketek yang mangkal di bawah Jembatan Ampera Palembang mengeluhkan tak pernah tersentuh bantuan.
Keluhan itu disampaikan para pemilik perahu yang biasa digunakan untuk mengangkut wisatawan itu saat Capres 2024, Ganjar Pranowo mengunjungi mereka di bantaran Sungai Musi Palembang, Jumat (2/2/2024). Ganjar datang untuk menyapa mereka dan mendengarkan aspirasi.
“Pak kami ini rakyat kecil, tapi tidak pernah tersentuh bantuan. Padahal kami butuh, karena penghasilan kami dari menarik kapal ini hanya sedikit,” ucap Pendi (40), salah satu pemilik perahu ketek Palembang.
Pendi menerangkan, dalam sehari biasanya para pelaku wisata perahu ketek Palembang mendapatkan penghasilan Rp125.000. Kalau sepi, penghasilannya bisa jauh di bawah itu.
“Itu hanya habis buat beli solar pak, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi buat perawatan kapal, tidak bisa,” jelasnya.
Sebenarnya Pendi dan kawan-kawan tidak hanya mengharap bantuan langsung yang sifatnya konsumtif. Jikapun ada kredit dengan skema bunga ringan, mereka akan senang menerimanya.
“Kami mau pak kalau ada kredit, tapi bunganya harus yang ringan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan bahwa rakyat mengonfirmasi penyaluran bantuan selama ini masih belum tepat sasaran. Banyak rakyat yang membutuhkan seperti Pendi, namun belum tersentuh oleh bantuan-bantuan pemerintah.
“Maka kenapa kami ingin membuat KTP Sakti, tujuannya untuk itu. Kalau mereka kita data, maka kelompok seperti pak Pendi ini bisa diketahui dan bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Tidak hanya bantuan langsung, bantuan berupa kredit dengan skime bunga ringan juga bisa diberikan. Ganjar yakin, KTP Sakti bisa menyelesaikan problem-problem itu.
“Sehingga kalau masyarakat butuh bantuan, bisa segera disalurkan secara tepat sesuai apa yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Ganjar juga mengajak para pelaku usaha seperti perahu ketek Palembang untuk bersatu dan membuat koperasi. Dengan begitu, maka mereka bisa kuat dan bisa mendapatkan bantuan pemerintah.
“Saya usul kelompok seperti ini buatlah koperasi. Agar mereka dapat pendampingan dan bantuan dari pemerintah, misalnya ketersediaan pasokan solar, kredit bunga ringan atau program lainnya,” pungkasnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang hari ini merayakan momen penting dengan meresmikan gedung baru hasil renovasi yang dilakukan dengan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hal ini juga diwarnai dengan kegiatan menyenangkan yang mempererat kebersamaan, seperti senam bersama karyawan serta dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yapenkop Warsono menyerahkan potongan tumpeng ke Anggota Komisi C DPRD Jateng Agung Budi Margono didampingi Ketua STIE Semarang Cahyani Tunggal Sari, Ketua Yapenkop Wanuri dan Ketua Prodi S2 MM STIE Semarang Rokhmat Budiyono.
Renovasi Gedung A Kampus I STIE Semarang yang terletak di Jalan Menoreh Utara Raya, Sampangan, Kota Semarang telah berhasil diselesaikan, peresmian renovasi gedung ini berlangsung pada Jumat (2/2) pagi.
Ketua STIE Semarang, Cahyani Tunggal Sari SE MM MA, menjelaskan bahwa renovasi tersebut merupakan hasil dari program hibah senilai Rp 1 miliar yang diberikan oleh Pemprov Jateng.
Cahyani juga menyampaikan bahwa program hibah tersebut juga didukung oleh Anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS Jateng.
Kontribusi dan dukungan dari pihak terkait, termasuk anggota DPRD Jateng, menjadi salah satu faktor kunci dalam berhasilnya program renovasi ini.
”Kami berterimakasih kepada Pak Agung Budi Margono, sebab dana bantuan ini merupakan salah satu bentuk pikiran anggota DPRD, yang punya tanggung jawab moril terhadap dunia pendidikan. Bantuan hibah tahun 2023 ini dialokasikan untuk renovasi. STIE Semarang, yang merupakan salah satu kampus swasta di Jateng ini, sangat berterimakasih karena mendapat perhatian dari pemerintah dan wakil rakyat,” kata Cahyani.
Renovasi gedung ini merupakan bagian dari upaya STIE Semarang untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan bagi mahasiswa. Dengan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, gedung tersebut telah mengalami transformasi signifikan dari kondisi sebelumnya.
Melalui alokasi anggaran tahun 2023, Agung Budi Margono menyebutkan bahwa STIE Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang mendapatkannya pada tahun tersebut.
Pemberian dana hibah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah.Dana hibah tersebut dimaksudkan untuk membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa.
” Harapannya ke depaa kami juga mengkomunikasikan dengan pemerintah, terutama bagi kampus-kampus swasta untuk mendapatkan bantuan hibah. Sedangkan harapan dari renovasi gedung ini sebagai bentuk performance yang baik, dan ini juga menjadikan STIE Semarang makin dipercaya publik. Ini tentu bagian penting konstribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kita sangat berterimakasih kepada STIE Semarang, karena telah menjalankan tanggung jawab moril kepada masyarakat,” jelasnya.
Disisi lain, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Koperasi (Yapenkop) Dr H Warsono SH MHum mengatakan, sangat berterimakasih atas kerja sama yang berjalan antara pemerintah Provinsi Jateng, dewan (yang notabenya wakil rakyat), khususnya kepada Pak Agung Budi Margono.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Koperasi (Yapenkop), Wanuri SE MM menambahkan atas peran Pemerintah dalam memberikan solusi yang baik untuk kemajuan pendidikan di Jawa Tengah Khususnya.
” Semoga yayasan ini berperan besar dalam pengembangkan ekonomi kreatif di bidang agro kemudian untuk penguatan mental spiritual, kita ada edu spiritual yang ada di kampus 2 (di Jalan Koesbiyono Tjondrowibowo, Sumurjurang, Sumurrejo, Gunungpati, Semarang), sebab tanpa penguatan mental spiritual, akan lemah. Intinya, kita membangun jiwa dan raga yang bagus bagi anak bangsa,” jelasnya Wanuri.
Apalagi renovasi Gedung A juga mencakup di dalamnya galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga diharapkan bisa mensuport UMKM di Jateng dan mahasiswa bagi pengembangan dan proses pemasaran digital melalui marketplace, untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Tanah Air.
REMBANG (Pertamanews.id) – Penyelenggara Pemilu, mulai dari komisioner, PPK, PPS, KPPS, diminta untuk selalu mempertahankan kebugaran fisik agar tetap optimal. Pasalnya, proses pemungutan suara akan menghabiskan energi dan pikiran.
Wakil Bupati Rembang, Mohammad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan hal tersebut saat hadir dan mengikuti simulasi pemungutan suara di gedung serbaguna Desa Pandean, Kecamatan Rembang, pada Rabu (31/1/2024).
Menurut Wabup, pada tanggal 14 Februari mendatang, masyarakat harus memilih dari lima lembar surat suara. Jumlah surat suara yang banyak tersebut akan memakan banyak waktu dan menimbulkan kelelahan.
“Para penyelenggara, komisioner, PPK, PPS, KPPS, saya berpesan selalu menjaga vitalitas, fisik agar tetap prima. Panjenengan dituntut fokus, terjaga lebih panjang dari hari- hari biasa, kalau sampai 24 jam ya lumayan. Artinya, patut menjadi tajuk Pemilu 2024, menjaga nyawa penyelenggara,” ungkapnya.
Wabup Hanies berharap agar kejadian tragis yang terjadi pada Pemilu 2019, di mana banyak penyelenggara meninggal karena kelelahan, tidak terulang kembali.
Dia memberikan apresiasi terhadap penggunaan aplikasi berbasis teknologi dari KPU yang disebut Sirekap dalam pelaksanaan Pemilu tahun ini. Sirekap digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses penghitungan surat suara.
“Aplikasinya mau dicoba besok. Ini dalam satu sisi menguntungkan, karena akan mempercepat penghitungan. Sisi lain, kalau ada eror akan memakan banyak waktu lagi. Semoga dengan simulasi ini, kita bisa menemukan celah kekurangan, sehingga secara cepat bisa kita perbaiki,” pungkasnya.
BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Kabupaten Banjarnegara sebuah surga tersembunyi di Jawa Tengah, terbukti memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan desa wisata yang memikat hati wisatawan.
Desa-desa indah di Banjarnegara menggabungkan pesona alam, tradisi lokal, dan keunikan budaya, membentuk destinasi wisata yang menarik dan bermakna.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, SPi, MSi mengatakan, banyaknya desa wisata di Banjarnegara semakin maju, hal tersebut berkat dukungan Pemkab Banjarnegara dan masyarakat sekitarnya.
“ Pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat, sementara juga melestarikan kearifan lokal dan budaya tradisional,” kata dia.
Dukungan pemerintah dapat mencakup berbagai program dan proyek, seperti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan lokal, infrastruktur pariwisata, promosi destinasi wisata, dan bantuan keuangan.
Sementara itu, partisipasi aktif dari masyarakat setempat juga sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan keberhasilan desa wisata.
“ Untuk mendukung pengembangan desa wisata, tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal tetapi juga memastikan keberlanjutan budaya dan lingkungan,” ujar dia.
Dengan daya tarik desa-desa wisata yang begitu mengagumkan dan komitmen bersama untuk melestarikan kekayaan budaya, Banjarnegara semakin kokoh sebagai destinasi wisata yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung dari berbagai penjuru.
Legislator dari Partai Golkar Dapil Jateng-10 yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen ini mengatakan, pemerintah setempat bersama dengan masyarakat, aktif mendukung pengembangan desa wisata sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Bahkan Program pelatihan dan promosi dijalankan, untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan desa wisata di Banjarnegara.
“ Dengan pesona desa-desa wisata yang mengagumkan dan dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat, Banjarnegara semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang memikat di Jawa Tengah,” kata dia.
Model Pengembangan Desa Wisata Kalilunjar yang Sukses
Ferry yang dikenal memiliki kepedulian yang besar terhadap kelestarian kearifan lokal mengaku bangga, atas keberhasilan salah satu desa wisata di Banjarnegara, yakni Desa wisata Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu , Banjarnegara, yang memilki pesona eksotif dan berhasil mengembangkan desanya.
Menurutnya, Desa Wisata Kalilunjar ini menggambarkan sebuah kisah sukses dalam pengembangan pariwisata, juga menggugah kebangkitan ekonomi lokal.
“ Kepala Desa Kalilunjar Slamet Raharjo, tokoh inspiratif yang penuh dedikasi, telah memainkan peran penting dalam membentuk desa ini menjadi destinasi yang menarik dan berkesan,” katanya.
Desa Kalilunjar yang dikelilingi oleh pesona alam yang memukau, terutama dengan keberadaan perbukitan dan hamparan sawah yang hijau, dapat menikmati keindahan panorama alam yang menenangkan.
Menurut Ketua DPD Ormas MKGR Jateng ini, Desa Kalilunjar mempertahankan tradisi pertanian yang berkelanjutan, dalam kegiatan pertanian.
Kalilunjar juga kaya akan seni dan budaya lokal, mulai dari tarian tradisional hingga kerajinan tangan khas desa atau kriya yang bernilai seni tinggi, setiap elemen mencerminkan warisan budaya yang dijaga dengan bangga.
“ Warisan budaya yang saat ini masih di jaga seperti acara kirab Boyong Oyod Genggong. Saya merasakan betul tradisi dan budaya tersebut,karena saya ikut terlibat dan mengikuti dalam kirab tersebut,” ujar dia.
Kirab Boyong Oyod Genggong merupakan tradisi untuk memperingati sejarah Desa Kalilunjar. Berupa tumpeng setinggi 7,7 meter, masyarakat berebut gunungan yang terbuat dari nasi beras putih, beras merah dan jagung.
Sebelum bancakan, dilakukan kirab pusaka desa serta berbagai hasil bumi dan puluhan tumpeng oleh warga.
Selain itu, juga adanya agro wisata sekaligus kuliner yang berada di kawasan Dieng adalah Tikako Caffe. Tempat itu, memanfaatkan view alam pegunungan sekitar dan aliran sungai alami yang ada. Obyek wisata yang memiliki kreativitas tinggi, dan sekarang menjadi salah satu destinasi wisata paling kreatif di Banjarnegara.
“ Tempat ini dikelola oleh masyarakat sekitar ini dibuat dengan konsep menempatkan bangunan-bangunan unik di tepian sungai dan ditengah sungai, bahkan diatas bebatuan besar,” katanya.
Ferry yang menjabat sebagai Ketua Badan Standardisasi Nasional (BSN) Partai Golkar Jateng itu mengungkapkan, Desa Wisata Kalilunjar di bawah kepemimpinan Kades Slamet Raharjo, merupakan contoh nyata bagaimana kombinasi antara kekayaan alam dan budaya setempat.
Hal tersebut dengan, kepemimpinan yang berdedikasi, mampu menciptakan transformasi positif dan inspiratif bagi sebuah desa.
“ Tidak hanya itu pengakuan juga ditorehkan oleh desa Kalilunjar yakni, beberapa waktu lalu desa ini menerima kunjungan kerja Studi Banding Wakil Bupati Raja Ampat Ampat Orideko Iriano, hal ini juga menjadi bukti mampu memberikan contoh bagaimana desa wisata, bagi daerah lainnya di Indonesia,” tutupnya.
YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen kehangatan yang dinantikan oleh masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga. Berbagai macam jenis hidangan khas Imlek, dekorasi lampion, serta penampilan barongsai, acapkali menjadi penanda bahwa imlek semakin dekat.
ARTOTEL Suites Bianti -Yogyakarta, salah satu hotel bintang lima di Daerah Istimew Yogyakarta tidak ketinggalan untuk bersiap menyambut datangnya tahun baru imlek dengan penuh kegembiraan. Tidak hanya menyulap lobby dengan dekorasi bernuansa imlek, tapi juga menghadirkan promo-promo F&B yang bisa dinikmati bersama keluarga.
Salah satunya, yaitu ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menghadirkan All You Can Eat Buffet spesial imlek pada tanggal 9 Februari 2024 bertajuk ‘Feast of Fortune’. Tajuk ini diambil untuk menjadi harapan bahwa tahun Naga Kayu mendatang, akan memberikan keberuntungan dan kemakmuran bagi pengunjung.
Event dinner imlek yang akan diselenggarakan di TERA All Day Dining ini menghadirkan berbagai hidangan khas Imlek yang dianggap membawa keberuntungan seperti Yee-Shang, Bebek Peking, Salmon hingga berbagai macam buffet.
Selain itu, disiapkan pula sajian favorit pengunjung TERA All Day Dining yaitu daging sapi panggang mulai dari beef ribs, sirloin, hingga beef bacon. Untuk menambah keseruan perayaan tahun baru Imlek, pengunjung akan dihibur oleh penampilan atraksi Barongsai. Pengunjung pun diperbolehkan untuk memberikan angpao kepada Barongsai sebagai simbol pengharapan untuk membuang aura buruk serta mendatangkan rezeki bagi pemberi angpao.
Imant Setiawan, CHA., CHRM selaku General Manager ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta mengatakan Periode yang membawa kebahagiaan belum berakhir, di tahun 2024, ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta akan selalu memberikan kegiatan-kegiatan yang memberikan kenyamanan dan kehangatan.
” Diperayaan Tahun Baru Imlek ini, kami berharap menjadi bagian dari memori keluarga Anda,” kata Imant Setiawan.
Adapun untuk mengikuti berbagai keseruan acara ‘Feast of Fortune’, pengunjung hanya perlu merogoh kocek senilai Rp. 299.000 Nett/Orang. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi media sosial ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta di @artotelsuitesbianti atau dapat juga menghubungi nomor telepon dan WhatsApp di 0813-2552-6399.
KUDUS (Pertamanews.id) – Puncak perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 berlangsung meriah di Kota Menara Kudus hari ini. Acara yang dihadiri oleh ribuan warga setempat serta pejabat agama dan pemerintah setempat ini menjadi momentum bersejarah yang membanggakan bagi masyarakat Muslim di Kabupaten Kudus.
Dalam perayaan yang dipenuhi dengan semangat keagamaan dan kebersamaan ini, ribuan umat Muslim berkumpul di sekitar Masjid Al Aqsha, yang menjadi salah satu situs suci terpenting dalam Islam.
Puncak perayaan ini menandai 489 tahun sejak pembangunan masjid tersebut diresmikan pada zaman Kesultanan Kudus.
Suasana khusyuk terasa ketika jemaah memenuhi halaman masjid, menghadap kiblat, dan bersama-sama memanjatkan doa untuk kedamaian dan kemakmuran bagi umat Islam di seluruh dunia.
Setelah doa bersama, dilanjutkan dengan pidato dari tokoh agama dan pemerintah setempat yang menekankan pentingnya Masjid Al Aqsha sebagai pusat spiritual dan kebanggaan bagi umat Muslim di Indonesia.
Mereka juga menyoroti peran penting masjid ini dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.
Penjabat Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie mengajak para hadirin untuk merenung dan merefleksikan diri melalui momentum ta’sis ini, dengan harapan agar masyarakat dapat memperbaiki diri dan melestarikan ajaran Sunan Kudus untuk warisan peradaban masa depan.
“Kita perlu refleksi diri dalam momentum ta’sis ini, supaya kita bisa memperbaiki diri untuk melestarikan warisan Sunan Kudus,” ujarnya.
Perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi umat Muslim di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat hubungan keagamaan, sosial, dan budaya dalam semangat persatuan dan kesatuan.
Warisan Budaya Syekh Ja’far Shodiq
Perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 menjadi wadah untuk menghormati leluhur dan melestarikan warisan budaya yang diwariskan oleh Syekh Ja’far Shodiq, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kudus.
Masjid Al Aqsha, yang dibangun pada zaman Kesultanan Kudus, tidak hanya merupakan pusat ibadah, tetapi juga merupakan simbol penting dari kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan yang telah ditransmisikan dari generasi ke generasi.
Syekh Ja’far Shodiq, salah satu tokoh sentral dalam sejarah Islam di Indonesia, terkenal karena kontribusinya dalam penyebaran agama Islam.
Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam nilai-nilai Islam yang dipegang teguh oleh Sunan Kudus, seperti toleransi, kebersamaan, dan cinta kepada sesama, Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan sebagai bentuk nyata dari penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut.
Selain itu, pesan cinta kepada sesama yang diajarkan oleh Sunan Kudus diperdalam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Para peserta didorong untuk berbuat baik kepada sesama tanpa memandang perbedaan, serta untuk memperluas lingkaran kasih sayang mereka kepada semua makhluk Allah.
Melalui perayaan ini, kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen kita untuk menjadikan ajaran Islam sebagai landasan bagi kehidupan yang penuh kasih sayang dan harmoni.
Masjid Al Aqsha Menara Kudus sebagai Wisata Sejarah
Masjid Al Aqsha, yang terletak di kota bersejarah Menara Kudus, semakin dikenal sebagai destinasi Wisata Jawa Tengah. Selain menjadi pusat ibadah bagi umat Muslim, masjid ini menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia karena keindahan arsitektur Islam yang khas dan nilai sejarahnya yang mendalam.
Dengan perayaan puncak Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489, minat wisata terhadap masjid ini semakin meningkat. Para wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan arsitektur masjid yang megah, tetapi juga untuk merasakan atmosfer religius dan spiritual yang kental.
Selain keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Masjid Al Aqsha juga menawarkan berbagai kegiatan wisata religi, seperti mengikuti shalat berjamaah, mengikuti ceramah keagamaan, dan mengamati kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.
Tidak hanya itu, sekitar masjid juga terdapat berbagai warung dan toko suvenir yang menjual berbagai barang dan makanan khas Jawa, sehingga para wisatawan dapat merasakan kelezatan kuliner lokal sambil menikmati keindahan masjid.
Dengan daya tariknya yang unik sebagai pusat ibadah sekaligus destinasi wisata, Masjid Al Aqsha Menara Kudus semakin menempatkan dirinya sebagai salah satu tujuan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah.
Diharapkan bahwa keberadaan masjid ini tidak hanya akan meningkatkan pariwisata di kota Menara Kudus, tetapi juga akan memperluas pemahaman dan toleransi antarbudaya di Indonesia.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan tuberkulosis (TBC), terutama dalam menangani kasus TBC di masyarakat. Karena TBC merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan bersama. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat acara Peluncuran Program USAID Bebas TB Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu dengan tema “Bersama Menuju Eliminasi dan Bebas dari TB” di Hotel Haris pada Rabu (30/1/2024).
Sumarno menjelaskan bahwa jumlah temuan kasus TBC di Jawa Tengah cukup tinggi, bahkan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, penemuan kasus perlu didorong untuk memungkinkan penanganan yang lebih efektif, sejalan dengan slogan penanganan TBC yaitu TOSS, temukan, obati sampai sembuh. Sekda menekankan bahwa menemukan kasus TBC memerlukan upaya, dan oleh karena itu penanganan TBC harus melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Temukan saja itu butuh effort. Makanya, penanganan TBC tidak bsa parsial, tapi butuh upaya kolaboratif,” beber Sekda.
Sumarno mengilustrasikan inisiatif yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di mana berbagai isu masyarakat seperti stunting, kemiskinan, TBC, dan lainnya, diarahkan pada target yang sama, yaitu masyarakat. Oleh karena itu, ketika melakukan intervensi di suatu desa atau wilayah, semua dinas diminta untuk berkolaborasi dalam penanganan.
Irma Makiyah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menambahkan bahwa manajemen TBC di provinsi ini menduduki peringkat pertama secara nasional. Temuan kasus TBC melebihi target 90 persen pada tahun 2023, mencapai 115 persen. Irma menekankan pentingnya tidak hanya menemukan kasus, tetapi juga fokus pada upaya pencegahan TBC dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak PKK.
“Tahun 2023 ini, dari estimasi 73.856 (orang), tapi cakupan temuannya mencapai 85.071 (orang), atau 115 persen, (besaran itu) di atas nasional. Cakupan temuan terbanyak Kabupaten Tegal, nomor satu nasional,” ungkapnya.
Irma juga memberikan apresiasi terhadap pendampingan yang diberikan oleh USAID di lima kabupaten/kota selama lima tahun ke depan, dengan harapan bahwa Jawa Tengah bisa bebas dari TBC pada tahun 2030.
Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, Imran Pambudi, menyoroti bahwa kasus TBC masih menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi menyebabkan kematian. Diperkirakan terdapat 134 ribu kematian akibat TBC setiap tahun, yang artinya terjadi sekitar 15 kematian setiap jam. Imran menekankan bahwa TBC yang menyerang anak-anak menjadi beban lebih berat, terutama karena adanya korelasi dengan stunting.
“Secara nasional, temuan kasus TBC sebesar 40 persen, temuan TBC anak sampai 250 persen. Ini menjadi perhatian, karena ada hubungan dengan stunting. Jika gizi jelek, anak mudah stunting. Dan anak dengan TBC, gizinya jelek,” ujar Imran.
Program USAID Bebas TBC mencakup empat provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara, mengingat tingginya temuan kasus di tempat-tempat tersebut. Oleh karena itu, penanganan TBC di keempat provinsi tersebut diharapkan dapat mengatasi 60-70 persen kasus TBC di Indonesia secara keseluruhan.
JAKARTA (Pertamanews.id) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan 475 daerah telah menerapkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran pajak.
“Data penggunaan QRIS itu sudah 475 pemerintah daerah (pemda) dari 542 pemda, digunakan untuk transaksi penerimaan pajak daerah,” ujar Gubernur BI Perry, Selasa (30/1).
Jumlah 475 pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota, telah mencapai 88 persen dari total keseluruhan 542 pemda.
Menurut Gubernur BI Perry, langkah tersebut merupakan salah satu upaya percepatan dan perluasan transaksi keuangan pemerintah daerah, yakni dengan mengelekronifikasi keuangan pemerintah daerah, termasuk melalui QRIS.
“Tapi, bukan berarti pemda yang tidak menggunakan QRIS belum dielektronifikasi, karena elektronifikasi ini macam-macam, ada yang QRIS, ATM bank dan lainnya,” jelas Gubernur BI Perry.
Di samping untuk pajak, QRIS di daerah juga digunakan untuk retribusi serta belanja pemda.
Sebelumnya, BI melaporkan nominal transaksi QRIS pada November 2023 tercatat meningkat 157,43 persen secara year on year (yoy) sehingga mencapai Rp24,90 triliun.
Jumlah pengguna tercatat sebanyak 45,03 juta dan jumlah merchant 30,12 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
BI terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mempermudah transaksi masyarakat dan memperluas inklusi ekonomi keuangan.
PONTIANAK (Pertamanews.id) – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Rabu (31/1/2024), saat blusukan di Lampung Tengah. Mahfud telah menyiapkan surat pengunduran diri yang akan diserahkan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Calon presiden 2024 Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah yang diambil oleh pasangannya. Menurutnya, sikap tersebut menunjukan bahwa Mahfud adalah sosok pemimpin yang berintegritas.
“Saya hormat pada Pak Mahfud. Anda orang yang integritasnya hebat,” ucap Ganjar, saat berkampanye di Pontianak Kalimantan Barat.
Ganjar juga berharap keputusan Mahfud MD Mundur dari jabatan diikuti capres-cawapres lainnya. Mereka yang masih menjabat sebagai menteri atau pejabat negara, sebaiknya mundur dari jabatannya untuk mengikuti kontestasi pemilu 2024.
“Mudah-mudahan ini jadi contoh yang baik dan menjadi sebuah pertanggungjawaban yang barangkali yang lain bisa mengikuti,” ucap Ganjar.
Disinggung apakah yang dimaksud Ganjar adalah Prabowo dan Gibran juga harus mundur, Ganjar membenarkan.
“Iya, termasuk. Siapapun yang saya omongkan sejak awal, mereka yang punya potensi conflict of interest sebaiknya mundur seperti Pak Mahfud,” tegas Ganjar.
Ditanya kenapa Mahfud MD baru mengundurkan saat ini, Ganjar menegaskan bahwa sebenarnya rencana tersebut sudah lama dibicarakan. Namun, Mahfud menunggu waktu yang tepat.
“Tapi meski baru mundur sekarang, apakah yang lain ada yang mundur lebih dulu? Kan tidak. Maka Pak Mahfud lah yang selalu pertama,” pungkasnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Himsya jalin sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, dan dunia industri.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua KADIN Semarang, H.Arnaz Andrarasmara, SE, MM dan Ketua STMIK Himsya, Septia Lutfi,S.Kom M.Kom, yang berlangsung di Hotel Daffam, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1).
Kegiatan itu juga dihadiri dari KADIN Kota Semarang, Wakil Ketua Standarisasi Pendidikan & Sertifikasi Kompetens Esti Widsyandari, S.Psi, SH, CEC, Komtap Pengembangan UMKM Gabriel Gati Wardani, Spd, serta dari STMIK Himsya hadir juga Agus Purwanto, S.Kom, M.Kom, Catur Prabowo, M.Si dan Henri Pelupessy, ST, SH, MH, C.Med.
Arnaz menyampaikan kerja sama ini adalah memberikan kontribusi berupa pengalaman dari para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Semarang serta memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, baik sebagai pegawai, dosen, atau pun pengusaha.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah membentuk semangat kewirausahaan atau jiwa berwirausaha di kalangan mahasiswa.
“Fokusnya adalah memberikan kontribusi pengalaman-pengalaman para teman-teman pengusaha yang ada di Kadin Semarang, sehingga itu bisa menjadi bekal buat teman-teman mahasiswa saat nanti mereka keluar dari kampus, nantinya agar mahasiswa memiliki spirit of entrepreneurship,” kata Arnaz.
Ucapan terima kasih dan rasa syukur juga disampaikan, Arnaz berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif terutama dalam memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa.
“Kami dari Kadin Kota Semarang tentunya menyambut baik kerja sama ini dengan STIMIK Himsya, berharap bahwa kerja sama ini bisa ditindaklanjuti, paling tidak kita bisa memberikan ruang untuk para mahasiswa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman-pengalaman khususnya dari para teman-teman pengusaha” ungkap Arnaz.
Beri Peluang Bisnis Bagi Mahasiswa
Dalam kerja sama ini, para pengusaha akan menjadi bagian integral dari kurikulum di STMIK Himsya, seperti melibatkan para pengusaha sebagai dosen tamu atau pembicara yang akan berbagi pengalaman dengan mahasiswa, dengan harapan dapat memberikan wawasan lebih dalam terkait dunia bisnis dan kewirausahaan.
Disisi lain, Septia menyampaikan apresiasi kepada KADIN Kota Semarang atas partisipasi yang diberikan untuk kemajuan mahasiswa STMIK Himsya Semarang, sehingga mereka dapat mengetahui peluang bisnis dan sektor bisnis yang dapat diakses setelah lulus.
“Kami terimakasih sekali dari STIMIK Himsya sudah dikasih kesempatan dengan Kadin Kota untuk mengadakan MOU. MOU itu kami akan turunkan nanti ke mahasiswa, supaya mahasiswa itu bisa mengetahui ada tempat-tempat bisnis atau sektor-sektor bisnis yang bisa digunakan dari yang didapatkan. Insyaallah nanti kita kerjasama dengan Kadin, semakin kokoh. Karena bisnis itu bukan hanya sekedar IT, tapi juga ada strategi-strategi dan lihat peluang pasar, peluang pasar yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah,” ungkap Septia.
Dalam menjalankan kerja sama ini, STMIK Himsya berharap dapat menerima masukan ide-ide kreatif dari KADIN Kota Semarang untuk memajukan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dalam menghadapi dunia bisnis yang dinamis.
“Harapannya nanti kami supaya dapat masukan ide-ide kreatif dari Kadin Kota Semarang untuk mahasiswa kami,” kata Septia.
Kerjasama antara STMIK Himsya dan KADIN Kota Semarang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan jiwa kewirausahaan mereka. Dengan begitu, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun masa depan Indonesia yang gemilang.