PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Purbalingga kembali menawarkan pesona keindahan alamnya yang memesona melalui “Hamparan Bunga Tebubuya”. Bunga ini tak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menghadirkan nuansa Jepang yang memikat hati pengunjung.
Hamparan Bunga Tebubuya yang terletak di kawasan Purbalingga telah menjadi magnet wisata baru bagi pengunjung dari berbagai penjuru. Dengan paduan warna merah, pink, putih, dan ungu yang memukau, bunga-bunga ini menghadirkan kesan dramatis yang tak terlupakan, mirip dengan keindahan musim semi di Negeri Sakura.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menyatakan kekagumannya dan rasakan keseruan Jepang di pelukan Purbalingga.
” Keindahan alam yang ditawarkan oleh Hamparan Bunga Tebubuya ini sungguh memukau dan memberikan pengalaman wisata yang berbeda,” ujar Ferry, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan hamparan Bunga Tebubuya bukan hanya sebagai destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan dalam mempertahankan kelestarian alam serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Purbalingga.
Tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, Hamparan Bunga Tebubuya juga berhasil harapannya dapat menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Para pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri, turut memenuhi lokasi ini untuk menikmati keindahan bunga-bunga tersebut serta merasakan atmosfer ala Jepang yang kental.
Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan, Ferry mengajak masyarakat menjalankan program pengelolaan dan pemeliharaan Hamparan Bunga Tebubuya dengan baik.
” Hamparan Bunga Tebubuya menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Dengan memadukan keindahan alam dan komitmen pelestarian lingkungan, Purbalingga telah memberikan contoh yang patut ditiru,” tambah Ferry yang juga Caleg DPRD Jateng Dapil X meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.
Hal ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem serta keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata di daerah ini.
Hamparan Bunga Tebubuya di Purbalingga kini menjadi salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah, yang tidak hanya memikat mata dengan keindahannya, tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi pengunjung, sekaligus menjadi simbol keberhasilan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
BATANG (Pertamanews.id) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam) di Kabupaten Batang gencar meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) mereka.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya pelanggaran dan memastikan proses serta hasil pemilu dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Hal itu disampaikan oleh, Dosen STIE Semarang Dr Rokhmad Budiyono SPd MM, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Konsolidasi kebijakan Bawaslu Kabupaten Batang dengan Panwaslucam se Kabupaten Batang, yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batang, pada Sabtu (3/2).
Rokhmad mengungkapkan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
“ Untuk mencegah terjadinya pelanggaran agar proses dan hasilnya pemilu bisa dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang ada, maka dibutuhkan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Panwaslucam se Kabupaten Batang,” jelas Dr Rokhmad yang juga Ketua Program Magister Manajemen (MM) STIE Semarang.
Peningkatan kapasitas SDM meliputi jaringan relasional, budaya masyarakat dan sumber hukum sebagai aset penting dalam pencegahan pelanggaran pemilu tersebut.
Tidak hanya terfokus pada aspek teknis, melainkan peningkatan kapasitas juga mencakup pengembangan jaringan relasional, pemahaman budaya masyarakat setempat, dan penguasaan sumber hukum sebagai aset penting.
Ia menyoroti jaringan relasional yang solid dapat menjadi fondasi kuat bagi efektivitas pengawasan pemilu 2024 mendatang.
Selain itu, pemahaman yang mendalam terhadap budaya masyarakat setempat juga menjadi fokus utama dalam peningkatan kapasitas SDM Panwaslucam.
Serta pemahaman yang kuat terhadap sumber hukum menjadi landasan yang kokoh dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
“ Termasuk diantaranya mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran pemilu. Termasuk juga mengorganisasikan, memantau dan mengevaluasi di wilayahnya, termasuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilu. Serta berkordinasi dengan bawaslu kabupaten dan kota,” jelasnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov Jateng) Jawa Tengah (Jateng)n resmi membuka turnamen bola voli Piala Gubernur Jawa Tengah, di GOR Jatidiri, Kota Semarang, pada Sabtu (3/2) sore.
Kegiatan itu diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, yang di hadiri oleh para tokoh dan pejabat, serta diikuti sebanyak 47 tim bola voli putra dan putri dari lima provinsi berbeda, yang berlasung pada 3-6 Februari 2024.
Dalam sambutannya, Nana mengatakan turnamen yang dinanti-nantikan ini akan menjadi platform bagi para atlet bola voli dari berbagai daerah untuk memamerkan keahlian dan bakat mereka. Bukan hanya menjadi sebuah ajang olahraga biasa, tetapi juga menandai langkah awal dari serangkaian agenda sport tourism di Jawa Tengah.
” Melalui Piala Gubernur Jawa Tengah ini sebagai langkah awal dari serangkaian program sport tourism di tahun 2024,” kata Nana.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang sebagai salah satu kegiatan sport tourism yang bertujuan untuk memberikan ruang kompetisi yang berkualitas dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah.
Piala Gubernur Jawa Tengah tidak hanya menjadi sebuah kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan dan pengunjung.
Pihaknya percaya bahwa dengan mengintegrasikan olahraga dan pariwisata, pemerintah dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
” Turnamen Bola Voli piala gubernur Jateng dirancang sebagai kegiatan sport tourism untuk memberikan ruang kompetisi dan menumbuhkan perekonomian dan pariwisata di jawa tengah,” tambah Nana.
Tidak hanya itu, turnamen ini juga menjadi peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang untuk menyaksikan pertandingan, para pedagang, pemilik hotel, dan pengelola restoran di sekitar lokasi turnamen diharapkan dapat merasakan dampak positif secara langsung.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng, Agung Hariyadi menerangkan Turnamen Bola Voli Piala Gubernur Jawa Tengah memang telah menarik perhatian atlet potensial tidak hanya dari dalam provinsi, tetapi juga dari lima provinsi lainnya. Keikutsertaan atlet-atlet ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan jam terbang dan kualitas performa para atlet di Jawa Tengah.
Dengan adanya persaingan yang ketat antara atlet-atlet dari berbagai wilayah, para peserta diharapkan akan menghadapi tantangan yang beragam, sehingga mereka dapat terus mengasah keterampilan dan kemampuan mereka. Hal ini akan memberikan pengalaman berharga bagi atlet-atlet Jawa Tengah dalam berkompetisi di level yang lebih tinggi dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi turnamen nasional bahkan internasional di masa depan.
” Kami berharap turnamen ini dapat menjadi panggung bagi mereka untuk bersinar dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Selain itu, event ini juga dapat menjadi platform untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal.
Hal ini akan memberikan eksposur yang lebih besar bagi UMKM serta mendorong pertumbuhan dan pengembangan usaha mereka.
Jadi event olahraga ini mampu memberdayakan UMKM untuk ikut serta memeriahkan event ini. Ini juga menjadi sport tourism yang mampu meningkatkan ekonomi lokal,” harapnya.
Dengan demikian, event olahraga ini tidak hanya menjadi ajang sport tourism yang menarik, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan promosi UMKM lokal di Jawa Tengah.
BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kota, liburan menjadi momen yang dinanti-nantikan untuk melepaskan penat dan menikmati ketenangan.
Salah satu pilihan liburan yang paling menyegarkan adalah mengunjungi alam. Tak hanya menyajikan pemandangan yang memesona, liburan di alam juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pelancong.
Berbagai destinasi alam menakjubkan tersebar di seluruh penjuru dunia, mulai dari gunung yang menjulang tinggi, hutan yang rimbun, pantai yang memikat, hingga danau yang tenang.
Salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah Tikako, destinasi cafe dan kuliner yang memukau dengan konsep alamnya yang unik.
Terletak di tengah hamparan keindahan alam Kabupaten Banjarnegara, Tikako memadukan pesona alam dengan kesegaran dan kelezatan kuliner khas Jawa Tengah. Para pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil merasakan udara segar dan panorama alam yang memukau.
Para pengunjung Tikako tidak hanya dimanjakan oleh kelezatan kuliner, tetapi juga dapat menikmati momen santai sambil merasakan udara segar dan memandangi panorama alam yang memukau.
Terletak di ketinggian yang strategis, Tikako menawarkan pemandangan indah pegunungan dan hijaunya alam Banjarnegara yang bisa dinikmati dari setiap sudut tempat ini.
Manyatu dengan Alam
Salah satu daya tarik utama Tikako adalah konsep bangunannya yang menyatu dengan alam sekitar. Cafe ini didesain dengan menggunakan material alami seperti kayu dan batu, serta dikelilingi oleh taman hijau yang menyejukkan mata.
Para pengunjung bisa duduk santai di dalam cafe sambil menikmati pemandangan pegunungan yang memukau atau memilih duduk di luar ruangan untuk merasakan udara segar.
Beberapa meja di Tikako ditempatkan di area terbuka, memberikan pengalaman bersantap yang unik di tengah alam. Pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam yang memperindah langit Banjarnegara sambil menikmati hidangan lezat bersama teman atau keluarga.
Pemandangan malam pun tak kalah menakjubkan dengan gemerlap bintang-bintang yang menyelimuti langit.
” Kami sangat bangga dapat menyajikan pengalaman unik bagi para pengunjung Tikako. Selain menikmati kuliner lezat, mereka juga bisa menikmati keindahan alam Banjarnegara dan merasakan kedamaian yang ditawarkan oleh tempat ini,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, saat dijumpai beberapa waktu yang lalu.
Tikako bukan hanya sekadar destinasi kuliner, tetapi juga menjadi tempat di mana para pelancong dapat menyatu dengan alam sekitar, menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, dan menciptakan kenangan indah bersama orang-orang tercinta.
Dukung Perekonomian Daerah
Keistimewaan Tikako Cafe tidak hanya terletak pada konsep alam dan kuliner yang menarik, tetapi juga pada model pengelolaannya yang melibatkan masyarakat sekitar.
Cafe ini dikelola oleh sekelompok masyarakat lokal, yang menjadikannya sebagai salah satu upaya untuk mendukung ekonomi lokal dan memperkuat ikatan sosial di komunitas tersebut.
Dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan Tikako Cafe, tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan pendapatan tambahan bagi mereka, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan usaha ini.
Para pengelola lokal tidak hanya bertanggung jawab atas operasional harian cafe, tetapi juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan pengembangan usaha ke depan.
Lokasi
Keberadaan Tikako Cafe tidak hanya menjadi daya tarik wisata bagi Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi warga sekitar. Terletak di Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Tikako Cafe menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung yang mencari ketenangan dan kelezatan kuliner khas Jawa Tengah.
Dengan lokasinya yang strategis, Tikako Cafe menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan udara segar yang menyegarkan pikiran dan tubuh.
Pengunjung dapat menikmati hidangan lezat sambil menikmati panorama alam yang menakjubkan, menjadikan kunjungan mereka ke Tikako Cafe sebagai momen yang tak terlupakan.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Polda Jawa Tengah dirikan monumen berupa patung Hoegeng di halaman Mapolda yang menghadap ke arah Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang.
Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes. Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa ada dua patung Hoegeng yang berada di wilayah Polda Jateng, yakni di Kota Pekalongan sebagai tempat kelahiran Hoegeng Iman Santoso dan di Kota Semarang tepatnya di Mapolda Jateng. Hal itu dikatakan usai peresmian monumen patung Hoegeng di Mapolda, Jumat (2/2).
Kombes. Pol. Satake Bayu menjelaskan bahwa monumen patung Hoegeng di Mapolda memiliki tinggi sembilan meter dan berdiri di tumpuan setinggi empat meter, tinggi patung Jenderal Hoegeng adalah 14 meter yang menunjukkan tanggal kelahirannya pada 14 Oktober dan hari wafat pada 14 Juli.
Kombes. Pol. Satake Bayu menambahkan bahwa monumen patung Hoegeng dibuat dengan posisi berdiri tegap tangan kanan mengambil sikap hormat dan tangan kiri memegang tongkat komando.
“Kita tahu bahwa Pak Hoegeng ini sebagai tokoh Polri yang terkenal jujur, berani dan berdedikasi. Supaya menjadi contoh kita (anggota Polda Jateng),” ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah juga menjelaskan bahwa kehadiran monumen patung Hoegeng tidak hanya menjadi ikon polisi tapi juga ikon masyarakat karena nilai-nilai kejujuran dan keberanian serta kesederhanaannya.
Monumen patung Hoegeng akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel Polda Jateng, untuk meneladani sosok Jenderal Polisi Hoegeng.
“Ini adalah inspirasi yang harus kita bangkitkan Kita harapkan bisa memberikan motivasi memunculkan Hogeng-Hoegeng yang lain,” tutup Kombes. Pol. Satake Bayu.
JAKARTA (Pertamanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta memastikan tidak ada kerawanan dalam pendistribusian logistik pemilu ke wilayah-wilayah Ibu Kota. Distribusi yang berjalan pun dipastikan aman terkendali.
“Kami tidak menemukan kerawanan pendistribusian logistik kalau di Jakarta. Karena lokasinya saling berdekatan,” jelas Kepala Divisi Perencanaan dan Logistik KPU DKI Jakarta Nelvia Gustina dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2).
Menurutnya, cuaca hujan yang terjadi belakangan di sekitar Jakarta sudah menjadi salah satu yang diantisipasi dengan pengemasan yang aman.
“Di sejumlah wilayah, khususnya di luar Jakarta, ada petugas yang kelelahan bahkan kesulitan. Hal ini dikarenakan mereka harus menempu jarak yang jauh,” ujarnya.
Diketahui, Pemilu 2024 di DKI Jakarta akan diikutip 8.252.897 pemilih yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pencoblosan pada 14 Februari 2024 pun diharapkan dapat berjalan aman dan damai.
PALEMBANG (Pertamanews.id) – Sejumlah pemilik perahu ketek yang mangkal di bawah Jembatan Ampera Palembang mengeluhkan tak pernah tersentuh bantuan.
Keluhan itu disampaikan para pemilik perahu yang biasa digunakan untuk mengangkut wisatawan itu saat Capres 2024, Ganjar Pranowo mengunjungi mereka di bantaran Sungai Musi Palembang, Jumat (2/2/2024). Ganjar datang untuk menyapa mereka dan mendengarkan aspirasi.
“Pak kami ini rakyat kecil, tapi tidak pernah tersentuh bantuan. Padahal kami butuh, karena penghasilan kami dari menarik kapal ini hanya sedikit,” ucap Pendi (40), salah satu pemilik perahu ketek Palembang.
Pendi menerangkan, dalam sehari biasanya para pelaku wisata perahu ketek Palembang mendapatkan penghasilan Rp125.000. Kalau sepi, penghasilannya bisa jauh di bawah itu.
“Itu hanya habis buat beli solar pak, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi buat perawatan kapal, tidak bisa,” jelasnya.
Sebenarnya Pendi dan kawan-kawan tidak hanya mengharap bantuan langsung yang sifatnya konsumtif. Jikapun ada kredit dengan skema bunga ringan, mereka akan senang menerimanya.
“Kami mau pak kalau ada kredit, tapi bunganya harus yang ringan,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan bahwa rakyat mengonfirmasi penyaluran bantuan selama ini masih belum tepat sasaran. Banyak rakyat yang membutuhkan seperti Pendi, namun belum tersentuh oleh bantuan-bantuan pemerintah.
“Maka kenapa kami ingin membuat KTP Sakti, tujuannya untuk itu. Kalau mereka kita data, maka kelompok seperti pak Pendi ini bisa diketahui dan bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Tidak hanya bantuan langsung, bantuan berupa kredit dengan skime bunga ringan juga bisa diberikan. Ganjar yakin, KTP Sakti bisa menyelesaikan problem-problem itu.
“Sehingga kalau masyarakat butuh bantuan, bisa segera disalurkan secara tepat sesuai apa yang mereka butuhkan,” tegasnya.
Ganjar juga mengajak para pelaku usaha seperti perahu ketek Palembang untuk bersatu dan membuat koperasi. Dengan begitu, maka mereka bisa kuat dan bisa mendapatkan bantuan pemerintah.
“Saya usul kelompok seperti ini buatlah koperasi. Agar mereka dapat pendampingan dan bantuan dari pemerintah, misalnya ketersediaan pasokan solar, kredit bunga ringan atau program lainnya,” pungkasnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang hari ini merayakan momen penting dengan meresmikan gedung baru hasil renovasi yang dilakukan dengan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hal ini juga diwarnai dengan kegiatan menyenangkan yang mempererat kebersamaan, seperti senam bersama karyawan serta dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yapenkop Warsono menyerahkan potongan tumpeng ke Anggota Komisi C DPRD Jateng Agung Budi Margono didampingi Ketua STIE Semarang Cahyani Tunggal Sari, Ketua Yapenkop Wanuri dan Ketua Prodi S2 MM STIE Semarang Rokhmat Budiyono.
Renovasi Gedung A Kampus I STIE Semarang yang terletak di Jalan Menoreh Utara Raya, Sampangan, Kota Semarang telah berhasil diselesaikan, peresmian renovasi gedung ini berlangsung pada Jumat (2/2) pagi.
Ketua STIE Semarang, Cahyani Tunggal Sari SE MM MA, menjelaskan bahwa renovasi tersebut merupakan hasil dari program hibah senilai Rp 1 miliar yang diberikan oleh Pemprov Jateng.
Cahyani juga menyampaikan bahwa program hibah tersebut juga didukung oleh Anggota Komisi C DPRD Jateng, Agung Budi Margono, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS Jateng.
Kontribusi dan dukungan dari pihak terkait, termasuk anggota DPRD Jateng, menjadi salah satu faktor kunci dalam berhasilnya program renovasi ini.
”Kami berterimakasih kepada Pak Agung Budi Margono, sebab dana bantuan ini merupakan salah satu bentuk pikiran anggota DPRD, yang punya tanggung jawab moril terhadap dunia pendidikan. Bantuan hibah tahun 2023 ini dialokasikan untuk renovasi. STIE Semarang, yang merupakan salah satu kampus swasta di Jateng ini, sangat berterimakasih karena mendapat perhatian dari pemerintah dan wakil rakyat,” kata Cahyani.
Renovasi gedung ini merupakan bagian dari upaya STIE Semarang untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan bagi mahasiswa. Dengan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, gedung tersebut telah mengalami transformasi signifikan dari kondisi sebelumnya.
Melalui alokasi anggaran tahun 2023, Agung Budi Margono menyebutkan bahwa STIE Semarang merupakan salah satu perguruan tinggi yang mendapatkannya pada tahun tersebut.
Pemberian dana hibah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendidikan di berbagai perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah.Dana hibah tersebut dimaksudkan untuk membantu perguruan tinggi meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada mahasiswa.
” Harapannya ke depaa kami juga mengkomunikasikan dengan pemerintah, terutama bagi kampus-kampus swasta untuk mendapatkan bantuan hibah. Sedangkan harapan dari renovasi gedung ini sebagai bentuk performance yang baik, dan ini juga menjadikan STIE Semarang makin dipercaya publik. Ini tentu bagian penting konstribusi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kita sangat berterimakasih kepada STIE Semarang, karena telah menjalankan tanggung jawab moril kepada masyarakat,” jelasnya.
Disisi lain, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Koperasi (Yapenkop) Dr H Warsono SH MHum mengatakan, sangat berterimakasih atas kerja sama yang berjalan antara pemerintah Provinsi Jateng, dewan (yang notabenya wakil rakyat), khususnya kepada Pak Agung Budi Margono.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Koperasi (Yapenkop), Wanuri SE MM menambahkan atas peran Pemerintah dalam memberikan solusi yang baik untuk kemajuan pendidikan di Jawa Tengah Khususnya.
” Semoga yayasan ini berperan besar dalam pengembangkan ekonomi kreatif di bidang agro kemudian untuk penguatan mental spiritual, kita ada edu spiritual yang ada di kampus 2 (di Jalan Koesbiyono Tjondrowibowo, Sumurjurang, Sumurrejo, Gunungpati, Semarang), sebab tanpa penguatan mental spiritual, akan lemah. Intinya, kita membangun jiwa dan raga yang bagus bagi anak bangsa,” jelasnya Wanuri.
Apalagi renovasi Gedung A juga mencakup di dalamnya galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga diharapkan bisa mensuport UMKM di Jateng dan mahasiswa bagi pengembangan dan proses pemasaran digital melalui marketplace, untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Tanah Air.
REMBANG (Pertamanews.id) – Penyelenggara Pemilu, mulai dari komisioner, PPK, PPS, KPPS, diminta untuk selalu mempertahankan kebugaran fisik agar tetap optimal. Pasalnya, proses pemungutan suara akan menghabiskan energi dan pikiran.
Wakil Bupati Rembang, Mohammad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan hal tersebut saat hadir dan mengikuti simulasi pemungutan suara di gedung serbaguna Desa Pandean, Kecamatan Rembang, pada Rabu (31/1/2024).
Menurut Wabup, pada tanggal 14 Februari mendatang, masyarakat harus memilih dari lima lembar surat suara. Jumlah surat suara yang banyak tersebut akan memakan banyak waktu dan menimbulkan kelelahan.
“Para penyelenggara, komisioner, PPK, PPS, KPPS, saya berpesan selalu menjaga vitalitas, fisik agar tetap prima. Panjenengan dituntut fokus, terjaga lebih panjang dari hari- hari biasa, kalau sampai 24 jam ya lumayan. Artinya, patut menjadi tajuk Pemilu 2024, menjaga nyawa penyelenggara,” ungkapnya.
Wabup Hanies berharap agar kejadian tragis yang terjadi pada Pemilu 2019, di mana banyak penyelenggara meninggal karena kelelahan, tidak terulang kembali.
Dia memberikan apresiasi terhadap penggunaan aplikasi berbasis teknologi dari KPU yang disebut Sirekap dalam pelaksanaan Pemilu tahun ini. Sirekap digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses penghitungan surat suara.
“Aplikasinya mau dicoba besok. Ini dalam satu sisi menguntungkan, karena akan mempercepat penghitungan. Sisi lain, kalau ada eror akan memakan banyak waktu lagi. Semoga dengan simulasi ini, kita bisa menemukan celah kekurangan, sehingga secara cepat bisa kita perbaiki,” pungkasnya.
BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Kabupaten Banjarnegara sebuah surga tersembunyi di Jawa Tengah, terbukti memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan desa wisata yang memikat hati wisatawan.
Desa-desa indah di Banjarnegara menggabungkan pesona alam, tradisi lokal, dan keunikan budaya, membentuk destinasi wisata yang menarik dan bermakna.
Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, SPi, MSi mengatakan, banyaknya desa wisata di Banjarnegara semakin maju, hal tersebut berkat dukungan Pemkab Banjarnegara dan masyarakat sekitarnya.
“ Pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat setempat, sementara juga melestarikan kearifan lokal dan budaya tradisional,” kata dia.
Dukungan pemerintah dapat mencakup berbagai program dan proyek, seperti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan lokal, infrastruktur pariwisata, promosi destinasi wisata, dan bantuan keuangan.
Sementara itu, partisipasi aktif dari masyarakat setempat juga sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan keberhasilan desa wisata.
“ Untuk mendukung pengembangan desa wisata, tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal tetapi juga memastikan keberlanjutan budaya dan lingkungan,” ujar dia.
Dengan daya tarik desa-desa wisata yang begitu mengagumkan dan komitmen bersama untuk melestarikan kekayaan budaya, Banjarnegara semakin kokoh sebagai destinasi wisata yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung dari berbagai penjuru.
Legislator dari Partai Golkar Dapil Jateng-10 yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen ini mengatakan, pemerintah setempat bersama dengan masyarakat, aktif mendukung pengembangan desa wisata sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Bahkan Program pelatihan dan promosi dijalankan, untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan desa wisata di Banjarnegara.
“ Dengan pesona desa-desa wisata yang mengagumkan dan dukungan yang kuat dari pemerintah dan masyarakat, Banjarnegara semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang memikat di Jawa Tengah,” kata dia.
Model Pengembangan Desa Wisata Kalilunjar yang Sukses
Ferry yang dikenal memiliki kepedulian yang besar terhadap kelestarian kearifan lokal mengaku bangga, atas keberhasilan salah satu desa wisata di Banjarnegara, yakni Desa wisata Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu , Banjarnegara, yang memilki pesona eksotif dan berhasil mengembangkan desanya.
Menurutnya, Desa Wisata Kalilunjar ini menggambarkan sebuah kisah sukses dalam pengembangan pariwisata, juga menggugah kebangkitan ekonomi lokal.
“ Kepala Desa Kalilunjar Slamet Raharjo, tokoh inspiratif yang penuh dedikasi, telah memainkan peran penting dalam membentuk desa ini menjadi destinasi yang menarik dan berkesan,” katanya.
Desa Kalilunjar yang dikelilingi oleh pesona alam yang memukau, terutama dengan keberadaan perbukitan dan hamparan sawah yang hijau, dapat menikmati keindahan panorama alam yang menenangkan.
Menurut Ketua DPD Ormas MKGR Jateng ini, Desa Kalilunjar mempertahankan tradisi pertanian yang berkelanjutan, dalam kegiatan pertanian.
Kalilunjar juga kaya akan seni dan budaya lokal, mulai dari tarian tradisional hingga kerajinan tangan khas desa atau kriya yang bernilai seni tinggi, setiap elemen mencerminkan warisan budaya yang dijaga dengan bangga.
“ Warisan budaya yang saat ini masih di jaga seperti acara kirab Boyong Oyod Genggong. Saya merasakan betul tradisi dan budaya tersebut,karena saya ikut terlibat dan mengikuti dalam kirab tersebut,” ujar dia.
Kirab Boyong Oyod Genggong merupakan tradisi untuk memperingati sejarah Desa Kalilunjar. Berupa tumpeng setinggi 7,7 meter, masyarakat berebut gunungan yang terbuat dari nasi beras putih, beras merah dan jagung.
Sebelum bancakan, dilakukan kirab pusaka desa serta berbagai hasil bumi dan puluhan tumpeng oleh warga.
Selain itu, juga adanya agro wisata sekaligus kuliner yang berada di kawasan Dieng adalah Tikako Caffe. Tempat itu, memanfaatkan view alam pegunungan sekitar dan aliran sungai alami yang ada. Obyek wisata yang memiliki kreativitas tinggi, dan sekarang menjadi salah satu destinasi wisata paling kreatif di Banjarnegara.
“ Tempat ini dikelola oleh masyarakat sekitar ini dibuat dengan konsep menempatkan bangunan-bangunan unik di tepian sungai dan ditengah sungai, bahkan diatas bebatuan besar,” katanya.
Ferry yang menjabat sebagai Ketua Badan Standardisasi Nasional (BSN) Partai Golkar Jateng itu mengungkapkan, Desa Wisata Kalilunjar di bawah kepemimpinan Kades Slamet Raharjo, merupakan contoh nyata bagaimana kombinasi antara kekayaan alam dan budaya setempat.
Hal tersebut dengan, kepemimpinan yang berdedikasi, mampu menciptakan transformasi positif dan inspiratif bagi sebuah desa.
“ Tidak hanya itu pengakuan juga ditorehkan oleh desa Kalilunjar yakni, beberapa waktu lalu desa ini menerima kunjungan kerja Studi Banding Wakil Bupati Raja Ampat Ampat Orideko Iriano, hal ini juga menjadi bukti mampu memberikan contoh bagaimana desa wisata, bagi daerah lainnya di Indonesia,” tutupnya.