spot_img
Beranda blog Halaman 309

Merayakan Imlek Penuh Keberuntungan Di ARTOTEL  Suites Bianti Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen kehangatan yang dinantikan oleh masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga. Berbagai macam jenis hidangan khas Imlek, dekorasi lampion, serta penampilan barongsai, acapkali menjadi penanda bahwa imlek semakin dekat. 

ARTOTEL Suites Bianti -Yogyakarta, salah satu hotel bintang lima di Daerah Istimew Yogyakarta tidak ketinggalan untuk bersiap menyambut datangnya tahun baru imlek dengan penuh kegembiraan. Tidak hanya menyulap lobby dengan dekorasi bernuansa imlek, tapi
juga menghadirkan promo-promo F&B yang bisa dinikmati bersama keluarga.

Salah satunya, yaitu ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menghadirkan All You Can Eat Buffet spesial imlek pada tanggal 9 Februari 2024 bertajuk ‘Feast of Fortune’. Tajuk ini diambil untuk menjadi harapan bahwa tahun Naga Kayu mendatang, akan memberikan keberuntungan dan kemakmuran bagi pengunjung. 

Event dinner imlek yang akan diselenggarakan di TERA All Day Dining ini menghadirkan berbagai hidangan khas Imlek yang dianggap membawa keberuntungan seperti Yee-Shang, Bebek Peking, Salmon hingga berbagai macam buffet. 

Selain itu, disiapkan pula sajian favorit pengunjung TERA All Day Dining yaitu daging sapi panggang mulai dari beef ribs, sirloin, hingga beef bacon. Untuk menambah keseruan perayaan tahun baru Imlek, pengunjung akan dihibur oleh penampilan atraksi Barongsai. Pengunjung pun diperbolehkan untuk memberikan angpao kepada Barongsai sebagai simbol pengharapan untuk membuang aura buruk serta mendatangkan rezeki bagi pemberi angpao.

Imant Setiawan, CHA., CHRM selaku General Manager ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta mengatakan Periode yang membawa kebahagiaan belum berakhir, di tahun 2024, ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta akan selalu memberikan kegiatan-kegiatan yang memberikan kenyamanan dan kehangatan. 

” Diperayaan Tahun Baru Imlek ini, kami berharap menjadi bagian dari memori keluarga Anda,” kata Imant Setiawan.

Adapun untuk mengikuti berbagai keseruan acara ‘Feast of Fortune’, pengunjung hanya perlu merogoh kocek senilai Rp. 299.000 Nett/Orang. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi media sosial ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta di @artotelsuitesbianti atau dapat juga menghubungi nomor telepon dan WhatsApp di
0813-2552-6399.

Menggali Kembali Sejarah dan Kearifan Lokal Melalui Perayaan Ta’sis Menara Kudus Ke 489

0

KUDUS (Pertamanews.id) – Puncak perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 berlangsung meriah di Kota Menara Kudus hari ini. Acara yang dihadiri oleh ribuan warga setempat serta pejabat agama dan pemerintah setempat ini menjadi momentum bersejarah yang membanggakan bagi masyarakat Muslim di Kabupaten Kudus.

Dalam perayaan yang dipenuhi dengan semangat keagamaan dan kebersamaan ini, ribuan umat Muslim berkumpul di sekitar Masjid Al Aqsha, yang menjadi salah satu situs suci terpenting dalam Islam.

Puncak perayaan ini menandai 489 tahun sejak pembangunan masjid tersebut diresmikan pada zaman Kesultanan Kudus.

Suasana khusyuk terasa ketika jemaah memenuhi halaman masjid, menghadap kiblat, dan bersama-sama memanjatkan doa untuk kedamaian dan kemakmuran bagi umat Islam di seluruh dunia.

Setelah doa bersama, dilanjutkan dengan pidato dari tokoh agama dan pemerintah setempat yang menekankan pentingnya Masjid Al Aqsha sebagai pusat spiritual dan kebanggaan bagi umat Muslim di Indonesia.

Mereka juga menyoroti peran penting masjid ini dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.

Penjabat Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie mengajak para hadirin untuk merenung dan merefleksikan diri melalui momentum ta’sis ini, dengan harapan agar masyarakat dapat memperbaiki diri dan melestarikan ajaran Sunan Kudus untuk warisan peradaban masa depan.

“Kita perlu refleksi diri dalam momentum ta’sis ini, supaya kita bisa memperbaiki diri untuk melestarikan warisan Sunan Kudus,” ujarnya.

Perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi umat Muslim di seluruh Indonesia untuk terus memperkuat hubungan keagamaan, sosial, dan budaya dalam semangat persatuan dan kesatuan.

Warisan Budaya Syekh Ja’far Shodiq

Perayaan Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489 menjadi wadah untuk menghormati leluhur dan melestarikan warisan budaya yang diwariskan oleh Syekh Ja’far Shodiq, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kudus.

Masjid Al Aqsha, yang dibangun pada zaman Kesultanan Kudus, tidak hanya merupakan pusat ibadah, tetapi juga merupakan simbol penting dari kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan yang telah ditransmisikan dari generasi ke generasi.

Syekh Ja’far Shodiq, salah satu tokoh sentral dalam sejarah Islam di Indonesia, terkenal karena kontribusinya dalam penyebaran agama Islam.

Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam nilai-nilai Islam yang dipegang teguh oleh Sunan Kudus, seperti toleransi, kebersamaan, dan cinta kepada sesama, Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan sebagai bentuk nyata dari penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut.

Selain itu, pesan cinta kepada sesama yang diajarkan oleh Sunan Kudus diperdalam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Para peserta didorong untuk berbuat baik kepada sesama tanpa memandang perbedaan, serta untuk memperluas lingkaran kasih sayang mereka kepada semua makhluk Allah.

Melalui perayaan ini, kita tidak hanya merayakan sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen kita untuk menjadikan ajaran Islam sebagai landasan bagi kehidupan yang penuh kasih sayang dan harmoni.

Masjid Al Aqsha Menara Kudus sebagai Wisata Sejarah

Masjid Al Aqsha, yang terletak di kota bersejarah Menara Kudus, semakin dikenal sebagai destinasi Wisata Jawa Tengah. Selain menjadi pusat ibadah bagi umat Muslim, masjid ini menarik minat wisatawan dari berbagai belahan dunia karena keindahan arsitektur Islam yang khas dan nilai sejarahnya yang mendalam.

Dengan perayaan puncak Ta’sis Masjid Al Aqsha Menara Kudus ke-489, minat wisata terhadap masjid ini semakin meningkat. Para wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati keindahan arsitektur masjid yang megah, tetapi juga untuk merasakan atmosfer religius dan spiritual yang kental.

Selain keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Masjid Al Aqsha juga menawarkan berbagai kegiatan wisata religi, seperti mengikuti shalat berjamaah, mengikuti ceramah keagamaan, dan mengamati kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, sekitar masjid juga terdapat berbagai warung dan toko suvenir yang menjual berbagai barang dan makanan khas Jawa, sehingga para wisatawan dapat merasakan kelezatan kuliner lokal sambil menikmati keindahan masjid.

Dengan daya tariknya yang unik sebagai pusat ibadah sekaligus destinasi wisata, Masjid Al Aqsha Menara Kudus semakin menempatkan dirinya sebagai salah satu tujuan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah.

Diharapkan bahwa keberadaan masjid ini tidak hanya akan meningkatkan pariwisata di kota Menara Kudus, tetapi juga akan memperluas pemahaman dan toleransi antarbudaya di Indonesia.

Pemprov Jateng Tekankan Kerjasama & Sinergi Berbagai Pihak Tekan Tuberkulosis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan kerja sama dan sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan tuberkulosis (TBC), terutama dalam menangani kasus TBC di masyarakat. Karena TBC merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan bersama. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat acara Peluncuran Program USAID Bebas TB Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu dengan tema “Bersama Menuju Eliminasi dan Bebas dari TB” di Hotel Haris pada Rabu (30/1/2024).

Sumarno menjelaskan bahwa jumlah temuan kasus TBC di Jawa Tengah cukup tinggi, bahkan merupakan yang tertinggi di Indonesia. Menurutnya, penemuan kasus perlu didorong untuk memungkinkan penanganan yang lebih efektif, sejalan dengan slogan penanganan TBC yaitu TOSS, temukan, obati sampai sembuh. Sekda menekankan bahwa menemukan kasus TBC memerlukan upaya, dan oleh karena itu penanganan TBC harus melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Temukan saja itu butuh effort. Makanya, penanganan TBC tidak bsa parsial, tapi butuh upaya kolaboratif,” beber Sekda.

Sumarno mengilustrasikan inisiatif yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di mana berbagai isu masyarakat seperti stunting, kemiskinan, TBC, dan lainnya, diarahkan pada target yang sama, yaitu masyarakat. Oleh karena itu, ketika melakukan intervensi di suatu desa atau wilayah, semua dinas diminta untuk berkolaborasi dalam penanganan.

Irma Makiyah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menambahkan bahwa manajemen TBC di provinsi ini menduduki peringkat pertama secara nasional. Temuan kasus TBC melebihi target 90 persen pada tahun 2023, mencapai 115 persen. Irma menekankan pentingnya tidak hanya menemukan kasus, tetapi juga fokus pada upaya pencegahan TBC dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak PKK.

“Tahun 2023 ini, dari estimasi 73.856 (orang), tapi cakupan temuannya mencapai 85.071 (orang), atau 115 persen, (besaran itu) di atas nasional. Cakupan temuan terbanyak Kabupaten Tegal, nomor satu nasional,” ungkapnya.

Irma juga memberikan apresiasi terhadap pendampingan yang diberikan oleh USAID di lima kabupaten/kota selama lima tahun ke depan, dengan harapan bahwa Jawa Tengah bisa bebas dari TBC pada tahun 2030.

Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan RI, Imran Pambudi, menyoroti bahwa kasus TBC masih menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi menyebabkan kematian. Diperkirakan terdapat 134 ribu kematian akibat TBC setiap tahun, yang artinya terjadi sekitar 15 kematian setiap jam. Imran menekankan bahwa TBC yang menyerang anak-anak menjadi beban lebih berat, terutama karena adanya korelasi dengan stunting.

“Secara nasional, temuan kasus TBC sebesar 40 persen, temuan TBC anak sampai 250 persen. Ini menjadi perhatian, karena ada hubungan dengan stunting. Jika gizi jelek, anak mudah stunting. Dan anak dengan TBC, gizinya jelek,” ujar Imran.

Program USAID Bebas TBC mencakup empat provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara, mengingat tingginya temuan kasus di tempat-tempat tersebut. Oleh karena itu, penanganan TBC di keempat provinsi tersebut diharapkan dapat mengatasi 60-70 persen kasus TBC di Indonesia secara keseluruhan.

475 Daerah Telah Terapkan QRIS untuk Bayar Pajak

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan 475 daerah telah menerapkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran pajak.

“Data penggunaan QRIS itu sudah 475 pemerintah daerah (pemda) dari 542 pemda, digunakan untuk transaksi penerimaan pajak daerah,” ujar Gubernur BI Perry, Selasa (30/1).

Jumlah 475 pemda, baik provinsi maupun kabupaten/kota, telah mencapai 88 persen dari total keseluruhan 542 pemda.

Menurut Gubernur BI Perry, langkah tersebut merupakan salah satu upaya percepatan dan perluasan transaksi keuangan pemerintah daerah, yakni dengan mengelekronifikasi keuangan pemerintah daerah, termasuk melalui QRIS.

“Tapi, bukan berarti pemda yang tidak menggunakan QRIS belum dielektronifikasi, karena elektronifikasi ini macam-macam, ada yang QRIS, ATM bank dan lainnya,” jelas Gubernur BI Perry.

Di samping untuk pajak, QRIS di daerah juga digunakan untuk retribusi serta belanja pemda.

Sebelumnya, BI melaporkan nominal transaksi QRIS pada November 2023 tercatat meningkat 157,43 persen secara year on year (yoy) sehingga mencapai Rp24,90 triliun.

Jumlah pengguna tercatat sebanyak 45,03 juta dan jumlah merchant 30,12 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.

BI terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mempermudah transaksi masyarakat dan memperluas inklusi ekonomi keuangan.

Respon Ganjar : Mahfud MD Mundur dari Jabatan Menkopolhukam

0

PONTIANAK (Pertamanews.id) – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Rabu (31/1/2024), saat blusukan di Lampung Tengah. Mahfud telah menyiapkan surat pengunduran diri yang akan diserahkan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Calon presiden 2024 Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah yang diambil oleh pasangannya. Menurutnya, sikap tersebut menunjukan bahwa Mahfud adalah sosok pemimpin yang berintegritas.

“Saya hormat pada Pak Mahfud. Anda orang yang integritasnya hebat,” ucap Ganjar, saat berkampanye di Pontianak Kalimantan Barat.

Ganjar juga berharap keputusan Mahfud MD Mundur dari jabatan diikuti capres-cawapres lainnya. Mereka yang masih menjabat sebagai menteri atau pejabat negara, sebaiknya mundur dari jabatannya untuk mengikuti kontestasi pemilu 2024.

“Mudah-mudahan ini jadi contoh yang baik dan menjadi sebuah pertanggungjawaban yang barangkali yang lain bisa mengikuti,” ucap Ganjar.

Disinggung apakah yang dimaksud Ganjar adalah Prabowo dan Gibran juga harus mundur, Ganjar membenarkan.

“Iya, termasuk. Siapapun yang saya omongkan sejak awal, mereka yang punya potensi conflict of interest sebaiknya mundur seperti Pak Mahfud,” tegas Ganjar.

Ditanya kenapa Mahfud MD baru mengundurkan saat ini, Ganjar menegaskan bahwa sebenarnya rencana tersebut sudah lama dibicarakan. Namun, Mahfud menunggu waktu yang tepat.

“Tapi meski baru mundur sekarang, apakah yang lain ada yang mundur lebih dulu? Kan tidak. Maka Pak Mahfud lah yang selalu pertama,” pungkasnya.

STMIK Himsya Jalin Sinergi dengan KADIN Kota Semarang, Dukung Spirit of Entrepreneurship

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Himsya jalin sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, untuk mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi mahasiswa, tenaga pendidik, dan dunia industri.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Ketua KADIN Semarang, H.Arnaz Andrarasmara, SE, MM dan Ketua STMIK Himsya, Septia Lutfi,S.Kom M.Kom, yang berlangsung di Hotel Daffam, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1).

Kegiatan itu juga dihadiri dari KADIN Kota Semarang, Wakil Ketua Standarisasi Pendidikan & Sertifikasi Kompetens Esti Widsyandari, S.Psi, SH, CEC, Komtap Pengembangan UMKM Gabriel Gati Wardani, Spd, serta dari STMIK Himsya hadir juga Agus Purwanto, S.Kom, M.Kom, Catur Prabowo, M.Si dan Henri Pelupessy, ST, SH, MH, C.Med.

Arnaz menyampaikan kerja sama ini adalah memberikan kontribusi berupa pengalaman dari para pengusaha yang tergabung dalam Kadin Semarang serta memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, baik sebagai pegawai, dosen, atau pun pengusaha.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah membentuk semangat kewirausahaan atau jiwa berwirausaha di kalangan mahasiswa.

“Fokusnya adalah memberikan kontribusi pengalaman-pengalaman para teman-teman pengusaha yang ada di Kadin Semarang, sehingga itu bisa menjadi bekal buat teman-teman mahasiswa saat nanti mereka keluar dari kampus, nantinya agar mahasiswa memiliki spirit of entrepreneurship,” kata Arnaz.

Ucapan terima kasih dan rasa syukur juga disampaikan, Arnaz berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif terutama dalam memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa.

“Kami dari Kadin Kota Semarang tentunya menyambut baik kerja sama ini dengan STIMIK Himsya, berharap bahwa kerja sama ini bisa ditindaklanjuti, paling tidak kita bisa memberikan ruang untuk para mahasiswa untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman-pengalaman khususnya dari para teman-teman pengusaha” ungkap Arnaz.

Beri Peluang Bisnis Bagi Mahasiswa

Dalam kerja sama ini, para pengusaha akan menjadi bagian integral dari kurikulum di STMIK Himsya, seperti melibatkan para pengusaha sebagai dosen tamu atau pembicara yang akan berbagi pengalaman dengan mahasiswa, dengan harapan dapat memberikan wawasan lebih dalam terkait dunia bisnis dan kewirausahaan.

Disisi lain, Septia menyampaikan apresiasi kepada KADIN Kota Semarang atas partisipasi yang diberikan untuk kemajuan mahasiswa STMIK Himsya Semarang, sehingga mereka dapat mengetahui peluang bisnis dan sektor bisnis yang dapat diakses setelah lulus.

“Kami terimakasih sekali dari STIMIK Himsya sudah dikasih kesempatan dengan Kadin Kota untuk mengadakan MOU. MOU itu kami akan turunkan nanti ke mahasiswa, supaya mahasiswa itu bisa mengetahui ada tempat-tempat bisnis atau sektor-sektor bisnis yang bisa digunakan dari yang didapatkan. Insyaallah nanti kita kerjasama dengan Kadin, semakin kokoh. Karena bisnis itu bukan hanya sekedar IT, tapi juga ada strategi-strategi dan lihat peluang pasar, peluang pasar yang ada di masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Tengah,” ungkap Septia.

Dalam menjalankan kerja sama ini, STMIK Himsya berharap dapat menerima masukan ide-ide kreatif dari KADIN Kota Semarang untuk memajukan dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dalam menghadapi dunia bisnis yang dinamis.

“Harapannya nanti kami supaya dapat masukan ide-ide kreatif dari Kadin Kota Semarang untuk mahasiswa kami,” kata Septia.

Kerjasama antara STMIK Himsya dan KADIN Kota Semarang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan jiwa kewirausahaan mereka. Dengan begitu, diharapkan mereka dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun masa depan Indonesia yang gemilang.

Ferry Wawan Cahyono : Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Lokal sebagai Fondasi Kesejahteraan di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan pemberdayaan ekonomi lokal sangat penting, sebagai pondasi utama keberlanjutan di Jawa Tengah. Hal itu karena pemberdayaan ekonomi lokal, memilki peran krusial dalam menghadapi tantangan masa kini dan mendatang.

Pemberdayaan ekonomi lokal, juga bukan hanya tentang mendukung produk-produk setempat, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“ Ketika kita mendukung produk lokal, kita secara langsug memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah, serta memastikan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat di sekitar,” kata Ferry di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1).

Legislator dari Partai Golkar Dapil Jateng-10 yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen ini mengungkapkan, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan konsumen untuk membangun ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

” Saat dimana masyarakat lokal aktif dalam mendukung produk-produk setempat, ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi daerah,” tambahnya.

Dalam merespon kebutuhan ekonomi lokal, pihaknya mengusulkan adanya kebijakan yang mendukung pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta insentif pajak untuk pelaku usaha lokal.

“Pemberian pelatihan keterampilan dan fasilitas akses ke pasar juga perlu ditingkatkan, sehingga pelaku usaha lokal dapat bersaing secara lebih efektif,” ujar dia.
Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengambilan keputusan ekonomi yang memengaruhi wilayah mereka.

Ferry yang juga Ketua Ormas MKGR Jateng ini menekankan, peran partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan ekonomi lokal.

“Semakin kita memotivasi masyarakat untuk menjadi agen perubahan, semakin kokoh pilar-pilar ekonomi lokal kita,” katanya.

Dengan pemberdayaan ekonomi lokal sebagai pusat perhatian, masyarakat Jawa Tengah diharapkan dapat membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, menghadapi tantangan masa kini dan mendatang dengan keyakinan dan daya saing yang tinggi.

Kenikmatan Kuliner Buntil Banjarnegara yang Menyapa Dunia

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Kota Banjarnegara tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga sebagai surganya kuliner. Dengan beragam hidangan lezat dan khas, Banjarnegara menjadi destinasi kuliner yang memanjakan lidah para pengunjung.

Salah satu ikon kuliner yang tak bisa dilewatkan di Banjarnegara adalah Buntil. Buntil terbuat dari daun singkong dan talas yang diisi dengan campuran kelapa parut, ikan teri, dan bumbu khas.

Proses pembuatannya memerlukan keahlian khusus, mulai dari memilih bahan-bahan yang segar hingga melipat daun singkong dengan presisi untuk membentuk paket kecil yang rapat.

Menurut Suparti, seorang penjual Buntil di Pasar Tradisional Banjarnegara, mengatakan resep Buntil ini telah diwariskan dari generasi ke generasi.

” Setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam menyajikan Buntil, membuatnya menjadi hidangan yang unik dan bervariasi,” kata Suparti, kepada wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Rasa gurih kelapa parut yang dipadu dengan kelezatan daun singkong dan aroma harum bawang menciptakan harmoni cita rasa yang sulit dilupakan.

Selain itu, kehadiran bahan-bahan alami membuat Buntil menjadi pilihan makanan yang sehat dan bergizi.

Buntil memang memiliki pengaruh dan kepopuleran yang cukup signifikan di wilayah sekitarnya, mencakup kota-kota seperti Purwokerto, Purbalingga, hingga Temanggung.

Penyebaran hidangan khas ini ke kota-kota tetangga menunjukkan bahwa Buntil telah menjadi bagian integral dari warisan kuliner Jawa Tengah yang dihargai oleh masyarakat luas.

Sejarah Buntil sebagai Kuliner Tradisonal

Buntil, umumnya berasal dari kearifan lokal dan diwariskan dari generasi ke generasi. Proses penciptaan hidangan ini sering kali terkait dengan ketersediaan bahan lokal dan kebiasaan masyarakat setempat.

Tidak hanya dikenal dengan isinya yang lezat, tetapi juga dengan keunikan dalam pembungkusannya yang dihasilkan melalui teknik “diuntil-until” dengan bambu, maka dari itu kata diuntil-until digunakan nama buntil maksudnya bungkusan yang diuntil-until.

Makna di balik kata “diuntil-until” pada Buntil sendiri merujuk pada proses penggunaan bambu untuk mengikat-ikat pembungkusnya. Bambu yang dipilih haruslah tipis dan lentur agar dapat membentuk ikatan dengan presisi, menciptakan tampilan yang apik dan menyatu dengan nilai tradisional.

Meskipun sejarah Buntil mungkin tidak terdokumentasi secara rinci, namun hidangan ini terus memegang peranan penting dalam melestarikan tradisi dan kekayaan kuliner lokal.

Seiring waktu, Buntil tidak hanya menjadi warisan kuliner, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas budaya di daerah Banjarnegara.

Buntil sebagai Hidangan Tradisi Lokal

Tidak hanya enak, Buntil juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi lokal. Di beberapa daerah, makanan ini sering dihidangkan pada acara-acara spesial seperti pernikahan, khitanan, atau acara keagamaan lainnya.

Keberadaannya menjadi bagian integral dari identitas kuliner Banjarnegara.

” Ketika orang berbicara tentang Banjarnegara, Buntil pasti akan disebutkan. Ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga,” tambah Suparti.

Hidangan ini menjadi bagian integral dari acara pernikahan, khitanan, dan berbagai upacara adat, memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan dalam masyarakat.

Dengan popularitasnya yang terus meningkat, Buntil tidak hanya menjadi santapan lokal tetapi juga menarik perhatian para wisatawan kuliner yang mencari pengalaman kuliner autentik di Jawa Tengah.

Kehadirannya memberikan kontribusi positif dalam mempromosikan kekayaan budaya dan kuliner Kabupaten Banjarnegara.

JAM-Intelijen Dorong Kolaborasi Lintas Batas untuk Menanggulangi Kejahatan Transnasional

0

SEMARANG (Jatengreport.com) – Diskusi yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Prof. Dr. Reda Manthovani pada tanggal 29 Januari 2024 di Ballroom The Ritz Carlton, Jakarta, membahas tentang “Penguatan Sinergi, Koordinasi, dan Kolaborasi antara Kejaksaan dan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam Penegakan Hukum Keimigrasian di Indonesia”.

Dalam acara tersebut, JAM-Intelijen menjelaskan bahwa penegakan hukum keimigrasian memerlukan batasan dan kategorisasi untuk menentukan klasifikasi, guna membedakan antara kejahatan dan pelanggaran dalam tindak pidana keimigrasian. Hal ini diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara, sistem keamanan, pencapaian kesejahteraan masyarakat, dan hubungan internasional, serta untuk memerangi kejahatan terorganisir.

Pemaparan JAM-Intelijen menekankan sinergitas penegakan hukum keimigrasian, terutama dalam menghadapi kejahatan transnasional seperti narkotika, terorisme, perdagangan orang, penyelundupan manusia, pencucian uang, perdagangan senjata, dan tindak pidana lainnya. Beliau menekankan pentingnya penguatan kerja sama melalui kolaborasi dan sinergi lintas batas untuk menjaga kedaulatan negara.

”Penguatan jaringan kerja sama melalui peningkatan semangat kolaboratif dan sinergi untuk menjaga kedaulatan negara dimulai dari lintas batas. Selain itu, penegakan hukum juga diperlukan untuk menjaga kedaulatan negara, ” ujar JAM-Intelijen.

JAM-Intelijen juga menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum, termasuk substansi hukum, aparat penegak hukum, sarana dan prasarana, serta masyarakat dan kebudayaan. Menurutnya, masalah pokok penegakan hukum terletak pada faktor-faktor tersebut, yang memiliki dampak positif atau negatif tergantung pada keberadaan dan pengaruhnya.

”Masalah pokok penegakan hukum sebenarnya terletak pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut mempunyai arti yang netral sehingga dampak positif atau negatifnya bergantung pada faktor-faktor tersebut,” ujar JAM-Intelijen.

Salah satu isu utama yang diangkat adalah fenomena Free Movement atau peningkatan mobilitas penduduk global, yang berdampak pada keamanan, kedaulatan negara, kedaulatan wilayah, dan pertumbuhan ekonomi nasional. JAM-Intelijen menunjukkan bahwa maraknya Free Movement dapat membahayakan keamanan dan ketertiban negara, sebagaimana terjadi dalam penanganan kasus penyelundupan manusia terhadap Etnis Rohingya.

”Menurut data yang ada, penanganan perkara yang melibatkan Warga Negara Asing selalu meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2021 sebanyak 55 perkara, 2022 sebanyak 58 perkara dan 2023 sebanyak 96 perkara,” imbuh JAM-Intelijen

Untuk mengatasi permasalahan ini, JAM-Intelijen mengusulkan penguatan Tim Pengawasan Orang Asing sebagai wadah untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar lembaga terkait pengawasan orang asing. Selain itu, beliau menjelaskan kewenangan Kejaksaan dalam melakukan Cegah Tangkal sesuai dengan Undang-Undang Kejaksaan dan Undang-Undang Keimigrasian, serta mendorong koordinasi dan pertukaran data melalui digitalisasi satu data dengan Direktorat Jenderal Imigrasi.

”Deklarasi Masyarakat ASEAN (MEA) berdampak terhadap peningkatan mobilitas penduduk dunia. Berkenaan dengan hal itu, Presiden RI pun telah menerbitkan Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan di Wilayah ASEAN,” pungkas JAM-Intelijen.

Pada akhir paparannya, JAM-Intelijen menyampaikan pesan dari Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mewujudkan penegakan hukum yang tegas dan humanis sebagai pengawal pembangunan nasional.

Adinda, Wisudawan Undip 173: Masa Muda Adalah Waktu yang Penuh dengan Peluang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Masa depan ada di tanganmu! Sebagai generasi muda, kita perlu menyadari bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. Masa muda adalah waktu yang penuh dengan peluang, oleh karena itu, jangan sia-siakan dengan belajar banyak hal baru dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru.

“Jangan pernah takut mencoba dan bermimpilah! Karena mimpi itu adalah tujuan. Dengan kedisiplinan, ketekunan dan kemauan yang besar pasti semua itu kelak akan tercapai”, ujar Adinda Karina Raihanadya Murtriandari, wisudawan periode 173 dari Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip).

Adinda Karina berhasil lolos ujian masuk Undip melalui jalur SBUB (Seleksi Bibit Unggul Berprestasi) yang bertujuan untuk membawa prestasi dan nama baik kampus ke tingkat nasional. Menurutnya, pengalaman paling berkesan selama kuliah adalah pada masa awal, yang dikenal sebagai pengenalan kampus, di mana dia belajar tentang kekeluargaan dan kesolidaritas. Pengalaman luar kampus yang tak terlupakan adalah ketika mendapat kesempatan membela almamater di acara nasional, seperti mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) selama dua tahun terakhir kuliahnya (tahun 2022 & 2023). Ia merasa sangat haru dan bangga saat dapat mengibarkan bendera almamater Undip di podium.

Adapun deretan capaian prestasi ditorehkan Adinda sebagai atlet di cabang olahraga (cabor) tolak peluru jebolan tingkat nasional diantaranya: Medali Emas Tolak Peluru Putri PORWIL Sumatera XI (Kualifikasi PON), Riau Tahun 2023; ⁠Medali Perak Tolak Peluru Putri Jateng Open 2023; Medali Perunggu Tolak Peluru Putri⁠ Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), Kalimantan Selatan Tahun 2023; Medali Perak Tolak Peluru Putri⁠ Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), Sumatera Barat Tahun 2022⁠; ⁠Medali Perunggu Tolak Peluru Putri⁠ Kejuaran Nasional Senior, Semarang Tahun 2022; ⁠Medali Perunggu Tolak Peluru Putri Pekan Olahraga Nasional XX, Papua Tahun 2021; ⁠Medali Emas Tolak Peluru Putri PORWIL Sumatera XI (Kualifikasi PON), Bengkulu Tahun 2019; ⁠dan Medali Emas Tolak Peluru Putri⁠ Kejuaran Nasional U-20, Cibinong Tahun 2019.

Selama kuliah, Adinda aktif dalam berbagai organisasi, seperti BPH IMGI (Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia) sebagai Bendahara Umum (2022-2023), Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi sebagai Ketua Divisi Olahraga Bidang Minat dan Bakat (2022), dan Mapala SHERPA Teknik Geodesi Undip sebagai Kepala Bidang Internal (2022-2023).

Jika tertarik menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Undip, dapatkan informasi lebih lanjut tentang fakultas tersebut dengan mengunjungi: https://ft.undip.ac.id/.