spot_img
Beranda blog Halaman 312

Dorong Optimalisasi Lingkungan Kerja, Kajati Jateng Made Lakukan Groundbreaking Pembangunan Rusunawa ASN

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih optimal dan meningkatkan kesejahteraan pegawai, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Bapak I Made Suarnawan, melaksanakan upacara peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pembangunan Rumah Susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Kegiatan berlangsung di kawasan strategis, di Jalan Mucharom, Kedungmundu, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (24/1) pagi.

Made mengucapkanterima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas peran serta dan dukungannya dalam pembangunan Rusunawa ASN Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

” Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah memberikan dan melaksanakan Pembangunan Rusunawa ini, Kejaksaan Agung sebagai Instansi Vertikal kami yang memberikan dukungan dan menjembatani proses pengajuan permohonan pembangunan Rusunawa ini,” ucap Made.

Diketahui, peletakan batu pertama rusunawa ini dilakukan langsung Kajati Jateng I Made Suarnawan, didampingi tim pengawasan Kejaksaan Agung ,Irmud IV mewakili Ir keuangan Kejaksaan Agung, Raharjo Budi Krisnanto, dan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Hadir juga Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III Kementerian PUPR, Syamsiar Nurhayadi.

Selanjutnya, Made menjelaskan bahwa pembangunan Rusunawa ASN bukan hanya sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga sebagai solusi untuk memfasilitasi ASN yang berada Jawa Tengah.

” Ini salah satunya dengan memfasilitasi tempat tinggal yang layak dalam hidup kesehariannya, juga memfasilitasi tim jaksa sidang kami yang berada diujung jawa tengah agar terlayani dan mengurangi beban pembiayaan jika harus menyewa hotel untuk proses sidang Tipikor di semarang,” kata Made.

Harapannya terkait pembangunan Rusunawa ASN yang sedang dilaksanakan, Made mengungkapkan bahwa pembangunan ini bukan hanya sekadar penyediaan tempat tinggal, tetapi diharapkan dapat membawa dampak positif dalam peningkatan kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, khususnya dalam penanganan perkara.

” Dari pembangunan Rusunawa ASN ini kami berharap dengan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah khususnya dalam penanganan perkara,” harap Made.

Pemprov Jateng Alokasikan Anggaran DAK FISIK 4,2 Triliun pada Tahun 2024

0

SEAMARANG (Harianterkini.id) – Provinsi Jawa Tengah diberikan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp4,2 triliun untuk Tahun Anggaran 2024. Pembagian tersebut melibatkan Rp3,81 triliun untuk 35 kabupaten/kota yang akan dikelola oleh masing-masing daerah, dan Rp484,5 miliar untuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dwianto Priyonugroho, Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa pemerintah kabupaten/kota dan provinsi harus segera melaksanakan kegiatan dengan cepat menggunakan DAK tersebut. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada lagi kontrak-kontrak yang tergesa-gesa.

“Kami berharap dana ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan kegiatan perlu dilakukan oleh Bapak/Ibu, sehingga dapat mendorong konsumsi masyarakat, meningkatkan produktivitas perekonomian, dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan DAK Fisik TA 2024, di Ruang Rapat BPKAD Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (23/1/2024).

Dwianto menekankan pentingnya pemanfaatan anggaran secara optimal oleh pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi. Kerjasama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota juga perlu ditingkatkan.

Endi Faiz Effendi, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa dana transfer dari Pemerintah Pusat akan digunakan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pelayanan kesehatan, mengatasi stunting, dan meningkatkan daya saing usaha.

“Jangan sampai kita menerima dana dari pemerintah pusat namun tidak maksimal dalam penyerapannya. Semua pihak diharapkan memiliki semangat untuk menggunakan anggaran yang diberikan pusat dengan baik, guna menurunkan tingkat kemiskinan,” katanya.

Farhan Fatnanto, Kepala Kantor KPPN Semarang I Kemenkeu RI, mengingatkan agar dana transfer yang diberikan benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan daerah dan prioritas masing-masing. Realisasi rencana kerja juga diharapkan dapat dilaksanakan segera.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita bertanggung jawab pada kebutuhan masyarakat. Ini merupakan amal ibadah kita. Harapannya, tujuan bukanlah bagaimana kita mendapatkan sesuatu, tetapi bagaimana masyarakat kita dapat memperoleh manfaat,” pungkasnya.

Cetak Mahasiswa Unggul, STMIK Himsya Semarang Siap Hadapi Tantangan Global

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam era serba digital saat ini, dampaknya melibatkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari individu hingga tingkat global.

Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci kesuksesan bagi individu, organisasi, dan negara dalam menghadapi tuntutan zaman.

Oleh sebab itu, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Himsya Semarang menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di dunia teknologi.

Dengan fokus pada pendidikan berkualitas dan pengembangan kompetensi, STMIK Himsya Semarang siap mempersiapkan generasi yang mampu bersaing dan berkontribusi di era digital.

Ketua STMIK Himsya Semarang, Septia Lutfi, M.Kom menegaskan komitmen untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan industri.

” STMIK Himsya Semarang memiliki visi untuk menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak SDM unggul di bidang teknologi informasi,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang diambil oleh STMIK Himsya Semarang adalah peningkatan fasilitas dan kurikulum.

Karena, pentingnya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi terkini, sehingga para mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kurikulum yang terkini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Ini memastikan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi terbaru yang diperlukan oleh perusahaan dan organisasi di berbagai sektor.

Ketua STMIK Himsya Semarang, Septia Lutfi, M.Kom

Mahasiswa yang terbiasa dengan teknologi terkini akan merasa lebih percaya diri dan berdaya dalam menghadapi perubahan.

STMIK Himsya Semarang Unggul dengan Pengajar Berpengalaman

STMIK Himsya Semarang menonjolkan keunggulan pendidikannya dengan didukung oleh pengajar yang berpengalaman di dunia teknologi. Hal ini merupakan salah satu faktor kunci yang membuat STMIK Himsya Semarang menjadi institusi pendidikan unggulan di bidang teknologi informasi.

Dengan didukung oleh para pengajar yang memiliki rekam jejak profesional yang kaya, STMIK Himsya Semarang memastikan bahwa mahasiswanya menerima pembelajaran yang relevan dan mendalam.

Para pengajar di STMIK Himsya Semarang tidak hanya membawa pengetahuan teoritis tetapi juga pengalaman praktis yang luas dari berbagai sektor industri.

Dengan latar belakang ini, mereka mampu menyajikan materi pembelajaran dengan pendekatan yang kontekstual dan memberikan wawasan tentang perkembangan terkini dalam dunia teknologi.

Tak hanya itu, Pengajar-pengajar di STMIK Himsya Semarang didatangkan dari berbagai latar belakang profesional, termasuk industri, riset, dan pengembangan perangkat lunak.

Mereka membawa pengalaman langsung dari dunia kerja ke dalam ruang kelas, memberikan wawasan mendalam tentang tren terkini, tantangan industri, dan praktik terbaik.

Pengajar-pengajar STMIK Himsya Semarang juga aktif terlibat dalam kegiatan riset dan pengembangan teknologi, menjadikan mereka tetap terhubung dengan perkembangan terbaru di bidang mereka.

Dengan kualitas pengajar yang unggul, STMIK Himsya Semarang terus berusaha mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam di bidang teknologi, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dengan sukses di dunia industri.

Diakui Kemendikbudristek dan Akreditas B

STMIK Himsya Semarang meneguhkan reputasinya sebagai lembaga pendidikan terpercaya dengan memperoleh pengakuan resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia dan telah meraih akreditasi B untuk memberikan jaminan kualitas pendidikan kepada para mahasiswa.

Pengakuan dan akreditasi dari Kemendikbudristek memberikan bukti bahwa STMIK Himsya Semarang memenuhi standar tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

Ini adalah hasil dari dedikasi dan komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada mahasiswa.

Akreditasi B yang diterima oleh STMIK Himsya Semarang menunjukkan bahwa lembaga ini telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi pemerintah.

Standar-standar tersebut mencakup aspek-aspek seperti kurikulum, fasilitas, tenaga pengajar, manajemen, dan dukungan terhadap pengembangan mahasiswa.

Pengakuan dari Kemendikbudristek dan akreditasi B bukan hanya menjadi prestasi bagi STMIK Himsya Semarang, tetapi juga menunjukkan komitmen lembaga ini untuk terus memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Bagi calon mahasiswa yang mencari lembaga pendidikan yang terpercaya dan berkualitas di bidang teknologi informasi dan komputer, STMIK Himsya Semarang menjadi pilihan yang solid dengan jaminan kualitas yang diakui oleh pemerintah.

Fasilitas Kampus

Melalui investasi yang berkelanjutan, STMIK Himsya Semarang memastikan bahwa mahasiswa dapat merasakan lingkungan belajar yang kondusif dan dilengkapi dengan teknologi terkini.

Fasilitas kuliah yang memadai merupakan salah satu faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Kami berupaya untuk memberikan infrastruktur yang mendukung pengembangan kreativitas, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa kami.

  1. Laboratorium Komputer Terkini

STMIK Himsya Semarang dilengkapi dengan laboratorium komputer terkini yang dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat lunak terbaru. Ini memberikan mahasiswa akses langsung ke teknologi terkini dalam pengembangan perangkat lunak, analisis data, dan keamanan informasi.

  1. Ruang Kelas Interaktif

Ruang kelas dilengkapi dengan teknologi interaktif, termasuk proyektor pintar dan papan tulis digital. Hal ini menciptakan suasana belajar yang dinamis dan mendukung pengajaran interaktif antara dosen dan mahasiswa.

  1. Perpustakaan Digital dan Akses E-Journal

STMIK Himsya Semarang menyediakan perpustakaan digital yang kaya sumber daya, termasuk akses ke e-journal dan database terkemuka. Ini memberikan mahasiswa akses mudah ke literatur dan penelitian terbaru dalam bidang teknologi informasi.

  1. Fasilitas Wi-Fi dan Koneksi Internet Cepat

Untuk mendukung kebutuhan akses informasi yang cepat, seluruh kampus STMIK Himsya Semarang dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi berkualitas tinggi dan koneksi internet yang cepat.

Dengan fasilitas-fasilitas ini, STMIK Himsya Semarang menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. Dengan menggabungkan teknologi terkini dan fasilitas berkualitas, STMIK Himsya Semarang berkomitmen untuk menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia teknologi yang terus berkembang.

Peluang Kerja yang Lebih Besar

STMIK Himsya Semarang terus membuka pintu peluang bagi lulusannya dengan memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan tuntutan industri.

Melalui kurikulum yang terkini, fasilitas modern, dan dukungan dari pengajar berpengalaman, STMIK Himsya Semarang memberikan keyakinan kepada mahasiswa bahwa mereka memiliki peluang kerja yang lebih besar di dunia industri teknologi yang terus berkembang.

Tidak hanya memberikan pendidikan tinggi berkualitas, tetapi juga membuka pintu lebar bagi mahasiswa kami untuk memasuki dunia kerja.

Dengan mengintegrasikan teknologi terkini dan bekerja sama dengan industri, kami membantu mahasiswa mencapai potensi karir mereka.

Dengan kombinasi berbagai kelebihan ini, STMIK Himsya Semarang memberikan pengalaman pendidikan yang holistik, menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teknis yang mendalam tetapi juga keterampilan, nilai, dan kepercayaan diri untuk sukses dalam dunia kerja.

Cetak Lulusan Siap Kerja

Tantangan di dunia kerja tidak hanya terkait dengan perkembangan teknologi yang cepat, tetapi juga perubahan dalam dinamika bisnis, kebutuhan pasar yang berubah, dan tuntutan terhadap keterampilan lintas fungsi.

Kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja adalah fokus utama lembaga pendidikan STMIK Himsya Semarang. Tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang mendalam tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan oleh industri.

Menghadapi tantangan ini memerlukan pendekatan holistik dalam pendidikan, yang tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengembangkan keterampilan adaptasi, kepemimpinan, dan kolaborasi.

Salah satu keunggulan STMIK Himsya Semarang adalah melibatkan mahasiswa dalam proyek-proyek praktis yang memerlukan kerjasama tim, pemecahan masalah nyata, dan analisis situasional.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis tetapi juga mampu menghadapi situasi riil yang mungkin mereka temui di dunia kerja, mengingat teknologi memainkan peran sentral dalam hampir semua sektor industri.

Dalam upaya untuk memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri, STMIK Himsya Semarang secara aktif menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.

Program magang, seminar industri, dan kegiatan kolaboratif lainnya dirancang untuk memberikan mahasiswa pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan industri.

Dengan berbagai inisiatif ini, STMIK Himsya Semarang yakin dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki soft skills yang diperlukan di dunia kerja, seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, dan pemecahan masalah.

Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada kualitas, STMIK Himsya Semarang siap melahirkan generasi yang siap bersaing dan memberikan kontribusi positif dalam dunia industri teknologi.

9 Kecamatan di Cilacap Jadi Contoh Program Pengelolaan Sidat Berkelanjutan

0

CILACAP (Pertamanews.id) – Sembilan kecamatan telah dipilih sebagai program percontohan pengelolaan perikanan darat berkelanjutan, terutama untuk ikan sidat. Kedua belas kecamatan tersebut meliputi Kedungreja, Patimuan, Kampung Laut, Majenang, Bantarsari, Kroya, Adipala, Nusawungu, dan Sampang.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sujito mengungkapkan bahwa wilayahnya merupakan habitat sidat yang beragam, mulai dari glass eel, elver, hingga sidat yang dikonsumsi. Cilacap juga menjadi produsen utama sidat di Pulau Jawa, dengan luas lahan budi daya sidat mencapai 17,8 hektare. Pada tahun 2023, produksi sidat dari budi daya mencapai 27,36 ton.

Sejak tahun 2018, Cilacap telah ditetapkan sebagai lokasi pengelolaan sidat oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Global Environment Facility (GEF), dan Food and Agriculture Organization (FAO) melalui Proyek I-Fish. Proyek ini bertujuan untuk mengelola sumber daya, melakukan konservasi, dan meningkatkan pemanfaatan perikanan sidat secara berkelanjutan.

Sujito menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari KKP, GEF, dan FAO dalam pengembangan pengelolaan sidat berkelanjutan di Cilacap. Dia berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha sidat.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan KKP, GEF, dan FAO dalam pengembangan pengelolaan sidat berkelanjutan di Cilacap. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha sidat,” ujar Sujito, di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kedungreja, Senin (22/1/2024).

Pemerintah kabupaten juga memberikan dukungan terhadap program tersebut dengan meluncurkan Kampung Sidat di Desa Kaliwungu pada tahun 2018. Di bawah Koperasi Mina Sidat Bersatu, pengelolaan sidat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kami terus menggenjot produksi sidat, tetapi juga tetap memegang komitmen untuk konservasi. Kami melakukan restocking benih sekitar 2,5 persen di sungai-sungai, dan merilis sebagian indukan, supaya terus terjaga ketersediaan benih sidat,” tutur Ruddy.

Penggagas Koperasi Mina Sidat Bersatu, Ruddy Sutomo menyatakan bahwa pangsa pasar sidat masih besar, terutama untuk ekspor ke Jepang, Taiwan, dan Hong Kong. Mereka terus meningkatkan produksi sidat sambil tetap berkomitmen pada konservasi, termasuk melakukan restocking benih sekitar 2,5 persen di sungai-sungai dan merilis sebagian indukan untuk menjaga ketersediaan benih sidat.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung Cilacap dalam pengelolaan sidat berkelanjutan. Kami juga berharap kerja sama dengan FAO dapat terus berjalan dengan baik, memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian,” ucap Eko

Kepala GEF OFP, Eko Nugroho menilai bahwa pengelolaan sidat di Cilacap telah sesuai dengan rencana aksi nasional konservasi ikan sidat. Ia berharap Cilacap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan perikanan darat berkelanjutan.

Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Rajendra Aryal, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan Cilacap dalam mengembangkan budi daya sidat. FAO siap membantu Cilacap dalam peningkatan kapasitas, teknologi, dan pemasaran sidat, serta berharap konsep “satu kampung satu ikan” di Cilacap dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

“Kami sangat terkesan dengan konsep satu kampung satu ikan yang diterapkan di Cilacap. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Cilacap memiliki semangat dan kreativitas yang tinggi dalam mengelola sidat. Kami berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Rajendra.

KPAI Imbau Orang Tua Tak Bawa Anak saat Kampanye Pemilu 2024

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau orang tua agar tidak membawa anak-anak saat kampanye Pemilihan umum (Pemilu) 2024, baik pemilihan presiden dan wakil presiden, maupun legislatif.

“Selama bentuk dan praktik demokrasi masyarakat kita dalam konteks konflik elektoral belum cukup mampu melindungi anak-anak, maka KPAI menegaskan dan menyarankan agar anak-anak tidak dibawa dalam kampanye atau pertemuan-pertemuan yang melibatkan massa yang cukup besar, karena ada risiko terhadap kesehatan, keamanan, kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa anak,” ujar Anggota KPAI klaster Hak Sipil dan Kebebasan Sylvana Maria, Senin (22/1).

Ia menjelaskan, KPAI telah melakukan pengawasan hak partisipasi anak dalam konteks Pemilu sejak 2014. Selama hampir 10 tahun pengawasan, KPAI mengidentifikasi ada 15 bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan anak selama pemilu.

“Yang paling banyak itu anak dibawa dalam keramaian publik selama masa kampanye. Ini memang fenomena yang cukup sulit untuk dicegah dan ditangani di lapangan, tetapi memang kita harus melakukan pencegahan agar orang tua tidak selalu membawa anak-anak dalam event kampanye,” jelas Anggota Sylvana.

Ia juga mengemukakan, persoalan sebenarnya ada pada sulitnya orang-orang dewasa memastikan perlindungan dan pemenuhan hak anak selama mengikuti kegiatan-kegiatan kampanye.

“Tadi pagi dalam dialog KPAI dan Kabareskrim Polri, kami memang menegaskan lagi, kerumunan kita itu kadang-kadang tidak bisa diprediksi, bisa ribuan orang kalau dalam rapat-rapat umum, itu situasi yang berisiko untuk anak, dan bisa macam-macam akibatnya, untuk kesehatan, keamanan, dan kenyamanan anak,” jelas Anggota Sylvana.

Anggota Sylvana menjelaskan, aduan lain yang cukup banyak dilaporkan ke KPAI selama masa kampanye Pemilu 2024 yakni anak-anak yang digunakan sebagai juru bicara calon-calon tertentu.

“Pengaduannya ada hampir 10 kasus, dilakukan baik oleh caleg, maupun kelompok tim capres dan cawapres. Selain itu, anak-anak juga dijadikan target antara kampanye, jadi kampanyenya ditargetkan kepada orang tua, tetapi anak-anak yang menjadi target dengan memberikan barang-barang yang bukan alat kampanye,” ujar Anggota Sylvana.

Kemudian, aduan paling banyak lainnya ke KPAI yakni anak-anak yang dijadikan objek politik uang, dibayar oleh pala calon legislatif untuk melakukan kampanye.

Selain itu, KPAI juga menerima informasi tentang tayangan viral anak-anak yang menyampaikan pendapat mengenai calon-calon tertentu.

“KPAI beranggapan bahwa partisipasi anak harus dihormati dan dilindungi, tetapi KPAI mendorong agar partisipasi anak tetap mengacu kepada nilai-nilai etis, supaya anak-anak tetap punya ruang kebebasan berbicara, tetapi tidak bebas berbicara apa saja. Untuk itu kami mendorong agar orang-orang dewasa mendampingi anak-anak, bagaimana harus menyampaikan pendapatnya di ruang publik,” jelas Anggota Sylvana.

KPAI juga mendorong agar pendidikan politik disampaikan kepada anak-anak pemilih pemula, utamanya yang sudah memiliki hak pilih 17 tahun, sedangkan pada usia di bawah pemilih pemula, KPAI menyarankan adanya penguatan pendidikan kewarganegaraan.

“Kami yakin bahwa kurikulum pendidikan nasional kita sudah cukup membekali anak-anak tentang pendidikan kewarganegaraan, bagaimana menjadi warga negara yang baik, misalnya menghormati teman, menghargai orang yang berbeda, dan seterusnya,” tutup Anggota Sylvana.

Wow! 1.360 Petani dari 5 Kabupaten di Jateng Terima BLT Gagal Panen

0

GROBOGAN (Pertamanews.id) – Penjabat Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Nana Sudjana mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan bantuan dana stimulan kepada petani yang mengalami gagal panen (puso) akibat bencana banjir tahun 2023.

Penyerahan bantuan langsung tunai sawah puso dilaksanakan di GOR Bung Karno Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa, (23/1/2024).

Sebanyak 1.360 petani penerima bantuan tersebut berasal dari Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kudus, dan Pati.

Jokowi menjelaskan, luas lahan terdampak bencana alam banjir di Jateng mencapai 16.321 hektare dengan jumlah petani terdampak 6.439 orang. Bantuan yang diberikan kepada petani terdampak masing-masing Rp8 juta per hektare.

“Semoga dalam waktu yang sangat dekat realisasi uangnya bisa segera diterima oleh para petani dan langsung dipakai untuk tandur, tanam, tandur, tanam dan segera panen,” pintanya.

Jokowi mengatakan, gagal panen padi akibat bencana alam kekeringan dan banjir tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga melanda berbagai negara di belahan dunia. Bahkan, tidak sedikit negara pengekspor beras yang kini mengalami penurunan produktivitas.

“Kekeringan panjang dan hujan yang terus menerus mengakibatkan banyak daerah gagal panen. Dahulu 22 negara kalau dibeli berasnya sangat mudah, tetapi sekarang 22 negara itu menghentikan ekspor beras,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, peran petani sangat penting dalam penyediaan bahan pangan untuk penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa. Sehingga ketika bencana alam menerjang sawah dan mengakibatkan gagal panen, maka pemerintah harus membantu petani agar segera dapat menanam kembali.

Salah seorang petani penerima bantuan, Muhammad Anis mengatakan, program bantuan stimulan sawah gagal panen sangat membantu masyarakat, khususnya petani yang mengalami gagal panen akibat banjir yang terjadi pada 2023. Terlebih saat kondisi cuaca tidak mendukung untuk pertanian, maka BLT puso dapat membantu meringankan beban petani.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat, karena kemarin panennya gagal dan musimnya kurang bagus. Sehingga bantuan ini bisa meringankan petani,” katanya.

Petani asal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus itu berharap, pemerintah semakin perhatian terhadap petani.

Dalam berbagai kesempatan, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengatakan, meskipun di beberapa daerah di Jateng pada 2023 mengalami puso, ketersediaan beras di Jawa Tengah beserta bahan pokok lainnya dipastikan tercukupi dan aman. “Stok di Jawa Tengah masih aman,” ujar dia.

Tegas! Kejati Jateng Tekankan Pentingnya Netralitas Kepala Desa & Perades dalam Pemilu 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah I Made Suanarwan, melalui Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, Sunarwan menekankan pentingnya netralitas kepala desa (Kades), perangkat desa (Perades), dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sunarwan menegaskan bahwa netralitas ini menjadi kunci agar pelayanan publik tetap lancar dan efektif selama proses Pemilu.

Kepala desa, dan perangkat desa merupakan unsur krusial dalam menjamin proses Pemilu yang bersih dan adil. ASN sebagai pelayan masyarakat harus mengedepankan
kenetralan. Apabila seorang ASN tidak netral nantinya dalam proses pelayanan akan ada keberpihakan,” ujar Sunarwan

Sunarwan mengatakan bahwa kepala desa dan perangkat desa memiliki peran krusial dalam memastikan Pemilu yang bersih dan adil. Sebagai pelayan masyarakat, ASN juga diingatkan untuk tetap netral, karena ketidaknetralan dapat mengakibatkan keberpihakan dalam pelayanan.

“Sejak awal kita sudah kami tegaskan bahwa semua ASN harus netral. ASN di lingkungan Kejati Jawa Tengah semua netral,” tandasnya.

Sunarwan menjamin bahwa seluruh ASN di lingkungan Kejati Jawa Tengah harus tetap netral, dan telah melakukan monitoring terkait surat suara, daftar pemilih, dan partai politik. Dalam kampanye terbuka, partai politik peserta Pemilu 2024 diimbau untuk mematuhi aturan demi menjaga kondusifitas keamanan.

“Kita selalu lakukan monitoring terkait surat suara, apakah sudah lengkap apa belum, begitupun kotak suara, daftar pemilih, dan juga partai politik (parpol), dimana semua
pendataan yang ada di kami itu online,” sebutnya.

Ketua Umum Forwaka Provinsi Jawa Tengah, Henry Pelupessy, bersama Sekjend Forwaka Jateng, Dr (Hc). Joko Susanto, mendukung langkah-langkah pencegahan terhadap ASN yang tidak netral. Mereka menekankan pentingnya peran pimpinan dalam menjaga netralitas bawahannya dengan pengawasan dan penegakan disiplin yang lebih ketat.

“Peran atasan langsung dalam penerapan sanksi pelanggaran netralitas juga perlu diperkuat, tidak hanya ancaman pemberian hukuman disiplin jika tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada bawahannya yang melanggar, namun peran preventif dan pengawasan penerapan netralitas terhadap bawahannya,” terangnya

Pelupessy juga mengingatkan bahwa UU Nomor 5 Tahun 2014 dan UU 7 Tahun 2017 telah secara jelas mengatur asas netralitas bagi ASN. Pimpinan lembaga, termasuk Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi, serta kepala desa dan perangkat desa, dilarang terlibat dalam kegiatan kampanye sesuai sanksi yang diatur dalam Pasal 494 UU 7 Tahun 2017.

“Sanksinya tertuang dalam Pasal 494 UU 7 tahun 2017 yang menyebutkan, setiap ASN, anggota TNI dan Polri, kepala desa, perangkat desa, atau anggota badan permusyawaratan desa yang terlibat sebagai pelaksana atau tim kampanye sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (3 ) dapat dikenakan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12juta,” ungkapnya.

Kejati Jateng Sebut 1 Kasus Pelanggaran Pemilu Sampai ke Gakkumdu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memantau jalannya pemilu melalui 37 posko yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota di provinsi ini. Dengan adanya posko tersebut, seluruh kegiatan terkait pemilu di wilayah tersebut dapat dimonitor.

Asisten Intelijen Kejati, Sunarwan, menyatakan dari hasil pemantauan, terdeteksi satu kasus pelanggaran pemilu yang dilaporkan ke sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Kasus tersebut terkait dengan video kampanye seorang calon legislatif (caleg) di Purworejo yang melibatkan seorang anak di bawah umur.

“Sampai sekarang ada satu, dengan terdakwa muhamad Abdullah. Setelah dilakukan register atas temuan tersebut pada hari Selasa tanggal 12 Desember 2023, maka dilakukan Rapat pembahasan Sentra Gakkumdu pada hari Rabu, 13 Desember 2023 pukul 13.30 WIB di Kantor Bawaslu Kabupaten Purworejo,” ujarnya, Senin (23/1/2024).

Selain itu, melalui posko Kejati, distribusi logistik pemilu juga terpantau dengan baik. Distribusi tersebut sudah lengkap, termasuk penggantian logistik truk pengangkut kertas suara yang tergelincir di Semarang.

“Untuk logistik surat suara? Ada beberapa yang belum semua, secara umum sudah termasuk ada insiden tergelincir itu sudah diganti,” tandasnya.

Dari pantauan terhadap kampanye, Sunarwan menyatakan hingga saat ini, situasi di Jateng masih kondusif dan tidak ada keributan yang signifikan. “Sampai saat ini, kondisinya masih kondusif dan tidak ada gejolak berarti hingga terjadi keributan. Jadi, kegiatan kampanye berjalan dengan baik meskipun mungkin ada beberapa insiden di luar normatif yang belum terverifikasi sebagai pelanggaran,” tambahnya.

Kejati Jateng Tegaskan ASN Harus Netral dalam Pemilu 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah meminta kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa, Lurah dan Perangkat Kelurahan, serta ASN  agar tetap netral dan menjaga integritas, transparansi, serta keadilan dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

I Made Suanarwan, Kajati Jateng, menyampaikan hal tersebut melalui Sunarwan, Asintel Kejati, dalam acara Ngobrol Santai bersama media yang merupakan anggota Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Provinsi Jawa Tengah, di RM Selasih, Semarang, pada Senin (22/1/2024).

“Kepala desa, dan perangkat desa merupakan unsur krusial dalam menjamin proses Pemilu yang bersih dan adil. ASN sebagai pelayan masyarakat harus mengedepankan kenetralan. Apabila seorang ASN tidak netral nantinya dalam proses pelayanan akan ada keberpihakan,” ucap Sunarwan, didampingi Para Kasi di Intelijen Kejati Jateng.

Suanarwan menegaskan bahwa Kejati Jawa Tengah sejak awal sudah menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tetap netral dalam pelaksanaan Pemilu.

Sunarwan juga menjelaskan bahwa Kejati Jawa Tengah selalu melakukan pemantauan terkait Posko Pemilu, termasuk memastikan kelengkapan surat suara, kotak suara, daftar pemilih, dan informasi partai politik secara daring.

“Kita selalu lakukan monitoring terkait surat suara, apakah sudah lengkap apa belum, begitupun kotak suara, daftar pemilih, dan juga partai politik, dimana semua pendataan yang ada di kami itu online,” sebutnya.

Dalam masa kampanye terbuka saat ini, Sunarwan juga mengimbau partai politik agar selalu mematuhi aturan yang berlaku.

“Jika semua aturan dipatuhi kondusifitas keamanan akan selalu terjaga,” ujarnya.

Komunitas Otomotif Low Cost Green Car Semarang Rayakan Ulang Tahun ke-3

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komunitas otomotif di Semarang mengalami pertumbuhan yang signifikan sejalan dengan kemunculan berbagai produk otomotif. Antusiasme para pengguna mobil untuk berbagi pengalaman dan informasi mengemudi mereka menciptakan kebutuhan akan platform komunitas.

Salah satu contoh komunitas otomotif yang aktif di Semarang adalah Low Cost Green Car (LCGC), didirikan pada 9 Januari 2021.

Dengan mengusung konsep kekeluargaan dan semangat seduluran selawase, LCGC berkomitmen untuk memperkuat hubungan antaranggota. Komunitas ini secara berkala mengadakan pertemuan informal, seperti kopi darat (kopdar), dan kegiatan bakti sosial. Selain menjadi forum berbagi informasi seputar mobil, acara-acara tersebut juga bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial antaranggota, dan aktif dipublikasikan melalui media sosial komunitas.

Dalam upaya menarik perhatian masyarakat, komunitas ini memanfaatkan potensi media sosial. Publikasi kegiatan, termasuk kopdar dan bakti sosial, diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi calon anggota baru. Melalui postingan yang menarik, LCGC berhasil menarik perhatian individu yang berminat untuk bergabung.

Saat ini, LCGC memiliki sekitar 50 anggota yang berasal dari berbagai kota, termasuk Semarang, Sidoarjo, dan Bekasi. Mereka terhubung melalui grup WhatsApp (WA), mempermudah komunikasi dan menjaga silaturahmi. Grup ini berfungsi sebagai platform efektif untuk berbagi informasi, merencanakan acara, dan memperkuat hubungan antaranggota.

Dukungan eksternal, terutama dari NEXA sebagai mitra resmi, menjadi aspek krusial dalam keberlanjutan kegiatan komunitas otomotif ini. NEXA tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menciptakan sinergi positif antara komunitas otomotif dan sektor industri. Berkat dukungan dari NEXA, LCGC dapat meningkatkan kualitas acara, menambahkan hadiah menarik, dan menyediakan fasilitas yang mendukung kegiatan komunitas. Kemitraan ini juga memberikan kesempatan bagi NEXA untuk lebih mendekatkan diri dengan komunitas otomotif dan memperluas jangkauan merek mereka.

Dalam konteks perkembangan teknologi dan tren otomotif, komunitas otomotif seperti LCGC memiliki peran kunci dalam membentuk ekosistem yang positif. Mereka bukan hanya tempat berbagi informasi seputar mobil, tetapi juga wadah untuk membangun persaudaraan dan solidaritas. Dengan dukungan dari mitra seperti NEXA, diharapkan komunitas ini terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi dunia otomotif di Semarang dan sekitarnya.