SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menggulirkan dorongan terhadap program peningkatan infrastruktur di desa-desa.Dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Ferry menekankan perhatian khusus pada peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni.Menurutnya, pembangunan infrastruktur perumahan yang berkualitas akan menjadi landasan penting bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.” Kami fokus untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni agar warga desa dapat menikmati lingkungan yang sehat dan layak huni,” ujar Ferry yang juga Caleg DPRD Jateng Dapil X meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.Selain itu, Ferry juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan informal di tingkat desa.Ia memandang bahwa melalui program ini, masyarakat desa akan lebih mampu mengakses pengetahuan dan keterampilan yang mendukung perkembangan mereka.”Apa yang sudah terealisasi semoga menambah kelancaran dan manfaat bagi masyarakat” harap Ferry.Upaya ini sejalan dengan komitmen DPRD Jateng dalam mendukung pembangunan merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Jawa Tengah.HUT ke-51 PDI Perjuangan, Tiga Ketum Parpol Pendukung Ganjar-Mahfud Hadir dan Berikan Dukungan
JAKARTA (Pertamanews.id) – Para Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengucapkan Hari Ulang Tahun yang ke-51 untuk PDI Perjuangan. Diketahui, tema HUT kali ini PDI Perjuangan yakni ‘Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang’.
Plt Ketum Mardiono pun hadir di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, didampingi Sekjennya Arwani Thomafi. Ketum Perindo, Hary Hary Tanoesoedibjo juga hadir. Sementara Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa OSO diwakili oleh oleh Sekjen Hanura Benny Rhamdani.
Pemberian ucapan oleh ketiga ketum itu disampaikanmelalui rekaman video yanh diputurkan di puncak HUT PDI Perjuangan.
Plt Ketum PPP Mardiono bersama Sekjennya Arwani Thomafi juga turut mengucapkan HUT PDI Perjuangan. Mardiono juga mengajak untuk menegakkan kebenaran sebagaimana tema HUT PDI Perjuangan hari ini.
“Selamat hari lahir PDI Perjuangan yang ke-51 Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang. Mari kita tegakkan kebenaran untuk kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Semoga PDI Perjuangan selalu mewarnai demokrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” tutur dia.
Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo selain megucapkan HUT juga mendoakan agar partai berlambang banteng bermoncong putih itu semakin dicintai rakyat Indonesia.
“Saya atas nama partai Perindo mengucapkan selamat ulang tahun ke 51 untuk PDI Perjuangan. Doa kami, PDI Perjuangan makin maju dan dicintai rakyat serta menjadi pondasi penting menuju Indonesia emas. Selamat juga kepada Ibu Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan yang hebat dan tangguh. Selamat juga kepada seluruh jajaran pimpinan dan kader PDI Perjuangan,” tutur pria yang akrab disapa Hary Tanoe itu.
Dia pun juga mengajak untuk bergandengan tangan memenangkan Pemilu 2024. Diketahui bersama PDI Perjuangan, PPP, dan Hanura berkoalisi mengusung Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai presiden dan wakil presiden 2024.
“Maju terus, mari kita bergandengan tangan memenangkan Pileg dan Pilpres 14 Februari 2024 untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkap Hary Tanoe.
Sementara, Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa OSO ini menuturkan, PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, membuat partai ini semakin dekat dengan wong cilik, hingga menjadi partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019.
“Saya Oesman Sapta Ketua Umum Hanura mengucapkan selamat ulang tahun PDI Perjuangan, setelah 51 tahun yang itu menjadi milik rakyat, terima kasih PDI Perjuangan, terutama kepada ketua umumnya Ibu Megawati tercinta,” kata OSO.
Rakernas Kejaksaan RI 2024, Jaksa Agung: Kejaksaan Dorong Hukum Menjadi Panglima di Negeri Ini
JAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam kegiatan Rakernas Kejaksaan RI 2024, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyiapkan Insan Adhyaksa yang mendorong hukum sebagai pilar utama di Indonesia. Dalam acara tersebut, beliau menyoroti urgensi dan kompleksitas tugas Kejaksaan, mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memperkuat lembaga tersebut agar dapat menjawab tantangan masa depan.
Rakernas tersebut mengundang sejumlah narasumber kunci, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Wakil Menteri Keuangan, Juru Bicara BSSN, dan Ahli Hukum Luar Negeri Prof. Hikmanto Juwana, Ph.D. Mereka semua menyampaikan dukungan yang kokoh terhadap perkuatan Kejaksaan dari berbagai aspek, termasuk kelembagaan, sarana, prasarana, dan peningkatan kapasitas SDM.
Jaksa Agung menegaskan peran unggul Kejaksaan sebagai Dominus Litis, memastikan bahwa lembaga tersebut tidak hanya kokoh secara kelembagaan dan keuangan, tetapi juga memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang mumpuni. Mengingat perkembangan kejahatan internasional yang semakin kompleks, Kejaksaan dituntut untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum tetapi juga pada penguatan kapasitas SDM, khususnya dalam menghadapi tantangan dari dunia siber.
Dalam wawancara dengan beberapa narasumber, terlihat kesamaan pandangan terkait pentingnya mitigasi risiko terhadap kejahatan teknologi informasi yang terus berkembang. Kejaksaan diharapkan tidak hanya memahami aspek hukum, tetapi juga terampil dalam memahami dan mengatasi tantangan teknologi yang sedang berkembang pesat.
Jaksa Agung menyampaikan visinya terkait perencanaan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Beliau menekankan syarat-syarat utama, termasuk institusi yang handal dan adaptif, SDM yang profesional dan berintegritas, sarana dan prasarana yang memadai, serta akses informasi yang mudah dan transparan bagi masyarakat.
“Kita semua harus mampu ada di dalamnya dengan menyiapkan Insan Adhyaksa yang mendorong hukum sebagai panglima di negeri ini” ungkap Jaksa Agung
Penegakan Hukum Humanis
Dalam menghadapi era transformasi digital dan keberadaan kejahatan transnasional, Jaksa Agung merinci bahwa Indonesia harus mampu menjadi bagian dari komunitas hukum global. Kesepakatan bilateral dan multinasional dianggap penting untuk menangani perbedaan pandangan hukum dalam suatu tindak pidana, seperti contoh tindak pidana korupsi yang bisa memiliki penafsiran yang berbeda antara Indonesia dan negara-negara lain.
Jaksa Agung juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang humanis, dengan dasar nilai-nilai kemanusiaan. Beliau menginginkan adanya solusi-solusi penegakan hukum di luar pengadilan yang terus berkembang sesuai dengan eksistensi dan efektivitasnya. Dalam hal ini, kajian terhadap hukum di masa depan diharapkan lebih bersifat pragmatis daripada hanya bersifat yuridis formal.
Dalam pengarahannya, Jaksa Agung menitikberatkan pada program-program penyelamatan keuangan negara yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pendampingan, pengawalan, dan pengamanan. Optimalkan peran intelijen diakui sebagai kunci dalam mendukung penegakan hukum, memberikan informasi dini yang penting untuk pengambilan kebijakan.
Selanjutnya, peran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara diakui sebagai elemen yang memiliki dampak positif dalam melakukan negosiasi internasional dan pengambilan keputusan strategis. Mereka diharapkan dapat efektif mewakili negara dalam sidang-sidang arbitrase internasional serta terlibat dalam kebijakan strategis yang mempengaruhi hukum internasional.
Namun, Jaksa Agung menyinggung fakta bahwa tantangan penegakan hukum ke depan akan semakin berat dan kompleks. Dalam menghadapi tantangan tersebut, Jaksa Agung mengajak semua pihak untuk bersiap dan menyiapkan Insan Adhyaksa yang mampu menjadi pendorong hukum sebagai panglima di negeri ini. Visi ini menggambarkan bahwa Kejaksaan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan, menghadapi perubahan zaman, dan menegakkan hukum dengan penuh integritas serta dedikasi.
Kejati Jateng Ikuti Munas PERSAJA 2024 Bahas Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA (Pertamanews.id) – Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin selaku Pelindung Organisasi (PO) Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) membuka dan memberikan arahan pada Musyawarah Nasional (Munas) Persaja Tahun 2024 dengan tema ‘Persaja Mendukung Kejaksaan dalam Melaksanakan Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas 2045’. Senin 08 Januari 2024 bertempat di Aston Sentul Resort & Conference Centre, Bogor.
Dalam acara Munas Persaja Tahun 2024, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah I Made Suwanarman, turut hadir untuk memberikan dukungan.
Jaksa Agung menyampaikan, pemilihan tema ini sejalan dengan pembahasan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI, yang memberikan gambaran yaitu Persaja sebagai satu-satunya organisasi yang menaungi Jaksa di seluruh penjuru Indonesia, menjadi supporting unit bagi Kejaksaan dalam mencapai dan mewujudkan semua program kerja strategis yang telah disusun untuk tahun 2024.
“Untuk itu, saya mengharapkan agar Persaja senantiasa dapat mendukung Kejaksaan dalam melaksanakan tugas dan fungsi penegakan hukum khususnya dalam menghadapi isu-isu strategis dan terbaru yang terkait dengan arah kebijakan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Jaksa Agung.
Tak hanya itu, Jaksa Agung juga berharap agar Persaja dapat terus mendukung tugas dan fungsi Kejaksaan khususnya dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT) di tengah perkembangan zaman yang kian kompleks, termasuk dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak para Jaksa dalam menjalankan profesi sebagai penegak hukum.
Persaja memiliki tugas salah satunya untuk memberikan advokasi terhadap permasalahan hukum yang melibatkan Jaksa dalam menjalankan tugasnya. Namun, Jaksa Agung menuturkan, hal itu harus dilaksanakan secara selektif yaitu lingkup tugas yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Jika memang oknum tersebut melanggar ketentuan pidana, tidak perlu diadvokasi. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance policy) yang kini kita galakkan demi memperbaiki Marwah dan citra Kejaksaan,” tegas Jaksa Agung.
Pada era digitalisasi seperti sekarang ini, sektor penegakan hukum beserta para penyelenggaranya tidak luput dari sorotan masyarakat. Jaksa Agung menjelaskan, pola hidup yang ditampilkan para penegak hukum dapat menjadi penilaian kredibilitas yang berpengaruh pada kepatuhan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Jaksa sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memperhatikan betul, seorang Jaksa merupakan bagian sentral dari penyelenggara penegakan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, Jaksa harus dapat memberikan teladan yang baik dengan menampilkan pola hidup yang sederhana di lingkungan masyarakat baik secara langsung maupun sarana digital,” ujar Jaksa Agung.
Selain itu yang tidak kalah penting, tahun ini kita menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024, Jaksa Agung menegaskan dan mengimbau agar para Jaksa selaku ASN harus dapat menjaga dan memelihara netralitas dengan tidak menampakkan dukungan atau keberpihakan pada kontestan Pemilu 2024.
Kemudian, Jaksa Agung kembali menekankan, Persaja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kejaksaan. Terwujudnya Persaja sebagai organisasi profesi Jaksa yang modern dan profesional dalam penegakan hukum dapat menjadi dorongan kuat bagi institusi Kejaksaan dalam melaksanakan transformasi penegakan hukum modern menuju Indonesia Emas 2045.
Sosok Dokter Dermawan, Lo Siaw Ging Meninggal Dunia
SURAKARTA (Pertamanews.id)- Berita duka datang dari Kota Solo, di mana Dokter Lo Siaw Ging, yang dikenal sebagai sosok dermawan dan akrab disapa Dokter Lo, telah meninggal dunia di RS Kasih Ibu pada Selasa (9/1).
Sumartono Hadinoto, sahabat Dokter Lo dan tokoh Tionghoa Solo, menyampaikan berita duka ini.
“Dr Lo baru saja meninggal di RS Kasih Ibu pukul 14.00 WIB dan akan disemayamkan di RD Thiong Ting, mohon doanya,” ucap Sumartono melalui pesan singkat di sejumlah grup WhatsApp.
Sumartono menjelaskan bahwa Dokter Lo, yang terkenal karena dedikasinya dalam bidang sosial dan kesehatan, telah dirawat di rumah sakit sejak 5 Januari. Meskipun berita tentang kematiannya telah tersebar beberapa hari sebelumnya, Sumartono membantahnya dan menyampaikan kondisi sebenarnya. Namun, pada hari ini, Dokter Lo benar-benar telah meninggal dunia.
“Beliau meninggalkan warisan luar biasa, meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya,” katanya.
Dokter Lo, yang lahir pada 16 Agustus 1934, meninggal di usia 89 tahun. Beliau dikenal sebagai dokter yang tidak pernah menetapkan tarif untuk perawatan pasien, bahkan banyak pasien tidak mampu yang tidak dikenai biaya pengobatan. Setiap hari, Dokter Lo membuka praktik di rumahnya di Jalan Yab Tjwan Bing (Jalan Jagalan).
Dokter Lo juga terkenal sebagai dokter yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan tanpa pamrih, tetapi juga membantu pasien tidak mampu dengan membayar biaya pembelian obat. Keahliannya dalam mendiagnosa penyakit dan dedikasinya sebagai dokter dermawan telah meninggalkan warisan yang luar biasa.
“Dr Lo sosok yang menginspirasi bagi banyak orang. Ia mengajarkan kita bahwa profesi dokter tidak hanya sekadar profesi untuk mencari nafkah, tetapi juga sebagai panggilan untuk melayani sesama,” ungkap Sumartono.
Lo Siauw Ging adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Surabaya. Berkat bimbingan Dokter Oen Boen Ing, dokter terkenal di Solo yang juga dermawan, Dokter Lo memulai kariernya di Rumah Sakit Panti Kosala, Solo, yang kemudian berganti nama menjadi Rumah Sakit Dr Oen.
Prestasinya yang luar biasa sebagai dokter yang tidak memungut biaya untuk pasien kurang mampu membuatnya mendapatkan penghargaan Mahakarya Kebudayaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 10 September 2020. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi terhadap rekornya dalam Mengutamakan Kemanusiaan dengan Tidak Memungut Biaya Pelayanan Kesehatan dari Kaum Miskin, dan diselenggarakan secara daring melalui zoom saat pandemi Covid-19.
Selama Tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Rembang Telah Berikan Beasiswa Perguruan Tinggi Kepada 350 Mahasiswa
REMBANG (Pertamanews.id) – Pendidikan dan kesehatan memiliki peran penting sebagai pendorong kemajuan suatu wilayah. Oleh karena itu, peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan perlu terus didorong, demikian diungkapkan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat meresmikan kantor baru Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) pada Senin (8/1/2024).
Dua ini (pendidikan dan kesehatan) menjadi motor untuk gerakan-gerakan kemajuan yang lain. Kalau pendidikan maju, kesehatan maju, maka yang lain ikut mengalir maju semua. Alhamdulillah, 2023 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita naik dari 71% mejadi 71,89 %,” terang bupati.
Bupati menyampaikan bahwa pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Rembang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp47,6 miliar lebih untuk merehabilitasi sejumlah gedung PAUD, TK, SD, dan SMP. Selain itu, pembangunan gedung baru kantor Dindikpora senilai Rp6,6 miliar lebih dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di bidang pendidikan.
“Dari 2021 sampai 2023, alokasi anggaran untuk sarana prasarana pendidikan di atas Rp50 miliar. Itu untuk SD, SMP, baik fisik, nonfisik, terakhir ini Rp57 miliar,” ungkapnya.
Menurut Bupati, langkah tersebut diambil untuk memberikan kenyamanan kepada anak didik dalam proses belajar. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kondisi ruang sekolah agar setiap ruang kelas layak digunakan oleh anak didik.
“Kita benahi terus. Jangan sampai ada ruang pendidikan, ruang kelas yang tidak layak digunakan anak didik kita,” tegasnya.
Dalam hal nonfisik, Bupati menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program-program seperti Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 tahun (Gaspol 12 tahun) dan beasiswa perguruan tinggi bagi anak berprestasi dari keluarga tidak mampu telah diimplementasikan.
Bupati menambahkan bahwa dari tahun 2017 hingga 2023, telah diberikan beasiswa perguruan tinggi kepada 350 mahasiswa dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp15 miliar. Program Gaspol 12 yang dimulai sejak 2021 berhasil mengembalikan 447 Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk bersekolah dari total 1.462 anak.
Terkait kantor baru Dindikpora, Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang, Sutrisno, menyampaikan bahwa meskipun bagian lantai dasar gedung belum dicat dan lingkungan masih perlu penataan, kantor baru ini telah dapat memberikan pelayanan sejak tanggal 2 Januari 2024.
“Sejak tanggal 2 Januari, kita sudah berkantor di di sini (kantor baru). Selama proses pembangunan, kami berkantor di SMA Santa Maria,” tandasnya.
Sutrisno juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, program Gaspol 12 telah mencakup semua kecamatan dan siap bekerja sama dengan sekolah formal maupun nonformal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Ferry Wawan Cahyono: Harapan di Tahun 2024, Rakyat Kita Lebih Secara Ekonomi dan Lebih Sejahtera
SEMARANG (Pertamanews.id) – Tahun baru 2024 menjadi kunci perubahan, berbagai harapan dan doa dipanjatkan menyambut tahun pesta demokrasi.
Dalam menyambut awal musim baru, Ferry Wawan Cahyono, seorang pribadi yang penuh semangat dan inspiratif, bersiap untuk memulai perjalanan baru dengan tekad tinggi untuk menggulung harapan yang selama ini tertunda.
Sebagai Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang berarti kepada masyarakat dan memberikan inspirasi bagi banyak orang di tahun 2024 ini.
“Harapan tentunya di Tahun 2024 ini lebih baik secara ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat kita,” kata Ferry.
Dengan latar belakang yang kaya pengalaman dan keberhasilan dalam berbagai bidang, termasuk kepemimpinannya di tubuh DPRD Jateng, Ferry percaya bahwa inilah saat yang tepat untuk membawa terobosan baru.
Ia memiliki visi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan memberikan solusi bagi permasalahan yang selama ini dihadapi oleh banyak orang.
“Bersama, kita dapat menciptakan perubahan yang positif dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Jateng,” tandas Ferry yang juga Caleg DPRD Jateng Dapil X meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.
Melalui berbagai inisiatif dan program, Ferry berencana untuk merangkul harapan-harapan yang selama ini terabaikan, memberikan dorongan kepada individu untuk mewujudkan potensi terbaik mereka.
Dengan strategi yang matang dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat, ia berharap dapat membentuk fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah.
Selain itu, Ferry tidak hanya melihat musim baru sebagai awal yang segar, tetapi juga sebagai momentum untuk bersama-sama merajut kisah sukses baru.
Ia mengajak semua pihak untuk bergabung dalam upaya bersama menciptakan perubahan yang positif dan memberikan inspirasi kepada generasi mendatang.
“Perubahan akan tahun baru 2024 harus menjadi perosalan utama dan bersama, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” harap Ferry.
Dengan optimisme dan semangat kebersamaan, Ia siap menghadapi tantangan yang ada dan menjadikan setiap harapan yang tertunda sebagai langkah menuju pencapaian yang lebih besar.
Dukung LPG Tepat Sasaran, Dewan Muhammad Ngainirrichardhl : Subsidi Hanya untuk yang Berhak
SEMARANG (Pertamanews.id) – Penerapan pembelian LPG 3 kg menggunakan KTP dan KK per 1 Januari 2024 mendapat apresiasi dari DPRD Jawa Tengah. Langkah tersebut dinilai sangat tepat untuk mengatur distribusi LPG subsidi agar lebih tepat sasaran.
Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, Muhammad Ngainirrichardhl mengatakan, melalui pendataan tersebut, maka subsidi yang diberikan lebih menyasar kepada personal, sehingga lebih tepat sasaran. Apalafi, sesuai aturan, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, usaha mikro, nelayan sasaran, serta petani sasaran.
“Saya sangat setuju dengan penerapan KTP fan KK sebagai syarat pembelian LPG 3 kg, karena memang pemerintah memberikan subsidi kan untuk masyarakat yang kurang beruntung,” katanya.
Meski begitu, Ngainirrichardhl juga mengingatkan tetap adanya pengawasan di tingkat pangkalan, agar tidak terjadi penyimpangan. Selain itu juga harus ada kepastian kuota di setiap pangkalan, jangan sampai berlebihan dan dijual lagi ke masyarakat yang tidak berhak.
“Jadi, di setiap pangkalan harus ada kepastian berapa kuota disana. Misalnya 100 tabung seminggu, ya diberikan seperti itu. Kalau lebih nanti berpotensi dijual ke mereka yang tidak berhak,” ujarnya.
Ngainirrichardhl juga mendorong masyarakat, khususnya golongan menengah ke atas, untuk menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan oleh Pertamina. Hal ini agar subsidi yang telah disiapkan oleh pemerintah benar – benar bisa membantu masyarakat miskin.
“Kita harus punya kesadaran, bahwa subsidi hanya untuk yang berhak. Jadi, dengan membeli LPG non subsidi itu sama saja membantu saudara kita yang kurang beruntung,” tegasnya.
Terpisah, Ketua DPC Hiswana Migas Semarang, Triyanto Cahyo Legowo, mengajak masyarakat menyukseskan program penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran. Ia pun menjamin bahwa dokumen berupa KTP dan KK yang digunakan untuk mendaftar tidak akan disalahgunakan oleh pangkalan.
“Masyarakat kan membeli LPG 3 kg di pangkalan terdekat. Jadi sudah saling kenal, karena kan tetangga sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini 4.500 pangkalan yang ada terus melakukan pendataan dan sosialisasi terkait program ini. Terkait program tersebut, Hiswana Migas juga bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, hingga ke tingkat kelurahan.
“Kita terus lakukan sosialisasi ke masyarakat bersama Pemkot. Sampai sekarang masih terus dibuka pendaftaran untuk masyarakat, belum ada batas waktu dari Pertamina,” ungkapnya.
Ditambahkan, pihaknya juga siap dengan adanya peningkatan permintaan LPG non subsidi dengan adanya program transformasi penyaluran LPG 3 kg.
“LPG non subsidi inikan tidak dibatasi dengan kuota, jadi permintaan masyarakat pasti akan dipenuhi,” pungkasnya.
Sampaikan Pidato di Korps Diplomatik, Paus Fransiskus Ungkap Enam Jalan untuk Ciptakan & Pelihara Perdamaian
VATIKAN (Pertamanews.id) – Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma di seluruh dunia, menyatakan keprihatinan mendalam tentang eskalasi konflik, perpecahan, dan penyebaran “kultur kematian” yang semakin meluas. Beliau menggambarkan situasi saat ini sebagai “Perang Dunia Ketiga yang terjadi sedikit demi sedikit.”
Pernyataan tersebut dilontarkan Paus dalam pidatonya kepada Korps Diplomatik yang terakreditasi di Aula Benedict, Kota Vatikan, pada Senin (08/01/2024). Duta Besar Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina, turut hadir dalam acara tersebut.
Menurut Paus, adalah tanggung jawab individu dan negara untuk merawat dan berupaya menciptakan perdamaian, yang menjadi tema sentral pidatonya tahun ini.
Beliau menekankan bahwa perdamaian pada dasarnya merupakan anugerah dari Tuhan, dan oleh karena itu, manusia memiliki kewajiban untuk memelihara dan memupuk perdamaian.
Paus menguraikan enam langkah untuk menciptakan dan memelihara perdamaian. Pertama, menghormati kehidupan. Kedua, menghormati hak asasi manusia. Ketiga, mendorong dialog dalam komunitas internasional.
Keempat, melalui dialog politik dan sosial, karena dialog menjadi dasar bagi hidup berdampingan secara damai dalam komunitas politik modern saat ini.
Kelima, jalan menuju perdamaian juga harus melibatkan dialog antaragama, dimulai dengan perlindungan terhadap kebebasan beragama dan penghormatan terhadap kelompok minoritas.
Langkah terakhir atau keenam adalah melalui pendidikan, yang menjadi sarana utama untuk berinvestasi pada masa depan dan generasi muda.
“KULTUR KEMATIAN”
Di bagian awal pidatonya, Paus membahas berbagai konflik di seluruh dunia, dengan menyoroti konflik di Gaza dan Ukraina. Beliau mengutuk metode yang digunakan oleh Hamas dan Israel, menyatakan bahwa ekstremisme dan terorisme bukanlah solusi untuk perselisihan masyarakat, melainkan hanya memperburuk dan menyebabkan penderitaan bagi semua pihak yang terlibat.
Oleh karena itu, Paus mendesak adanya gencatan senjata, pembebasan tawanan, dan akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.
Beliau juga mengulangi dukungannya untuk “solusi dua negara” dan “status khusus untuk Kota Yerusalem yang dijamin secara internasional demi terciptanya perdamaian dan keamanan yang abadi.”
Situasi di Myanmar, Suriah, Lebanon, Sudan, dan beberapa negara Afrika, serta ketegangan di Amerika Latin, juga menjadi sorotan. Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim juga diangkat.
Menurut Paus, penderitaan yang dialami oleh rakyat Rohingya harus dihentikan, dan beliau berharap agar “setiap upaya dilakukan untuk memberikan harapan bagi tanah tersebut dan masa depan yang bermartabat bagi generasi mudanya, tanpa mengabaikan keadaan darurat kemanusiaan yang terus dihadapi oleh rakyat Rohingya.”
Paus Fransiskus dengan tegas mengutuk pelanggaran hukum humaniter internasional, menyatakan bahwa pelanggaran serius bukan hanya kejahatan perang yang memerlukan identifikasi, tetapi juga pencegahan.
Beliau menyesalkan bahwa peperangan modern tidak lagi hanya terjadi di medan perang yang jelas, dengan perbedaan antara sasaran militer dan sipil tidak lagi dihormati, yang mengakibatkan serangan terhadap warga sipil tanpa pandang bulu. Peristiwa di Ukraina dan Gaza menjadi bukti nyata akan hal ini.
PEMUSNAHAN SENJATA
Isu lain yang diangkat oleh Paus adalah pemusnahan senjata. Beliau menekankan perlunya pemusnahan senjata, dengan menyatakan bahwa senjata bukanlah nilai jera melainkan mendorong penggunaannya.
Paus menyatakan bahwa umat manusia harus berupaya mengatasi akar penyebab konflik.
Tantangan-tantangan di zaman ini melampaui batas negara, seperti krisis pangan, masalah lingkungan, tantangan ekonomi, dan layanan kesehatan.
Oleh karena itu, Paus mengulangi usulannya agar dibentuk dana global untuk menghilangkan kelaparan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh planet ini.











