spot_img
Beranda blog Halaman 34

Pemerintah Tegaskan Misi Besar di Balik Program Makan Bergizi Gratis

0

TANGERANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Markas Dakwah Al Fuqron, Banten pada Jumat, (07/11). Sosialisasi program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap urgensi pemenuhan gizi untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Jakarta Yusda Aripin Salman, Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa, H. Ahmad Subadri serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menegaskan bahwa peningkatan potensi pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan titik kritis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. 

“Program MBG ini bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Misi Badan Gizi Nasional (BGN) adalah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses gizi yang berkualitas, edukasi yang memadai, serta dukungan yang berkelanjutan,” tutur Neng Eem Marhamah.

Sementara itu, Yusda Aripin Salman menjelaskan latar belakang peluncuran MBG sebagai respons terhadap masih tingginya angka stunting, masalah anemia, dan ketimpangan akses pangan bergizi. 

“Urgensi MBG sangat jelas mendukung Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan masyarakat. Sasaran program ini mencakup peserta didik dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Semua makanan yang disalurkan telah memenuhi empat standar pelaksanaan, yaitu kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan keamanan,” paparnya.

Menanggapi, Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa, H. Ahmad Subadri menambahkan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi bagi pembangunan manusia yang unggul.

“Visi Badan Gizi Nasional adalah terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas. Gizi yang baik sejak dini berperan penting dalam membentuk kemampuan belajar, kesehatan, dan produktivitas generasi mendatang,” ungkapnya.

Program MBG juga menekankan penggunaan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah dan pemberdayaan ekonomi desa. Dengan kemitraan antara BUMDes, koperasi, dan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus pemerataan ekonomi masyarakat.

Melalui sosialisasi di Banten ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan langkah strategis membangun fondasi bangsa yang sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi.*

MBG di Palembang: Upaya Nyata Pemerintah untuk Generasi Sehat dan Sejahtera

0

PALEMBANG (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperluas langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG yang digelar di Ballroom Airish Hotel, Kota Palembang, pada Jumat, (7/11).

Anggota Komisi XIII DPR RI, H. SN Prana Putra Sohe, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.

Ia menilai bahwa program ini bukan hanya sekadar upaya pemenuhan gizi, tetapi juga strategi untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup rakyatnya. Kita tidak hanya bicara soal makanan, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih sehat dan berdaya. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia perlu mendapat perhatian khusus karena mereka merupakan fondasi masa depan bangsa,” ujar Prana Putra Sohe.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya program MBG agar pelaksanaannya sesuai dengan standar dan prinsip transparansi.

Menurutnya, pengawasan dari masyarakat akan menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan secara merata.
Selain itu, narasumber dari Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, Rieska Fajarmawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG turut menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari wilayah sekitar Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG).

“Dengan melibatkan masyarakat setempat, kita tidak hanya memastikan bahan makanan yang segar dan berkualitas, tetapi juga membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa gizi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari pembangunan nasional. Melalui MBG, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan mandiri secara pangan.***

Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Program MBG di Depok, Tegaskan Komitmen Perbaikan Gizi Nasional

0

DEPOK (Pertamanews.id) – Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan pemerintah ke masyarakat untuk memperluas penerima manfaat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang yang maskimal.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Depok, Jawa Barat pada Jumat, (7/11). Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, H. Achmad Ru’yat, Ketua Umum MPDI, KH. Ayi Abdul Rosyid, Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel Cba R. Wira Manggala, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menjelaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata janji kampanye Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus komitmen negara dalam menyiapkan generasi unggul sejak masa kehamilan hingga usia 18 tahun. Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia yang sangat beragam hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan bersatu. 

“Program ini lahir karena perhatian besar Presiden terhadap kesehatan dan perkembangan anak sejak 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Achmad Ru’yat.

Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional Kolonel Wira Manggala memaparkan bahwa MBG dirancang untuk menjawab tingginya angka anak dengan masalah gizi, termasuk stunting. Ia menekankan bahwa persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, melainkan juga pola makan dan minimnya edukasi gizi.

“Program ini memastikan manfaat gizi diterima langsung oleh anak, bukan hanya berupa bantuan tunai yang belum tentu efektif,” jelasnya. 

Sementara itu, KH. Ayi Abdul Rosyid menyatakan bahwa pesantren merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan MBG karena telah terbiasa mengelola konsumsi ribuan santri setiap hari. Ia menegaskan kesiapan pesantren untuk berkolaborasi dan berharap peningkatan gizi anak khususnya santri dapat tercapai melalui program ini. 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.*

Pemerintah Pastikan Makanan MBG Sesuai Standar Gizi dan Higienis

0

JAKARTA SELATAN (Pertamanews.id) – Pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan empat prinsip utama, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, standar higienis, dan keamanan pangan. Pemerintah akan menjamin makanan yang diberikan kepada penerima manfaat sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Gedung IKSG, Ulujami Kec. Pesanggrahan Kota Jakarta Selatan Kamis, (6/11).

Sosialisasi yang dimulai pada pukul 12.30 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat. Acara sosialisasi program MBG di Jakarta ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, Anggota DPRD Prov DKI, Astrid Margareta, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala.

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, menyampaikan program MBG sebagai bagian dari bentuk kepedulian negara pada warganya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan bahwa Makan bergizi Gratis (MBG) adalah Program Strategis nasional. Keputusan ini ditaja oleh Presiden, bukan sebuah semula jadi, tapi memang melalui proses persiapan serta perencanaan yang matang.

“Badan Gizi Nasional adalah lembaga baru yang dibentuk akhir tahun lalu untuk dipercaya mengemban tugas tersebut untuk ‘menggawangi’ serta memastikan program berjalan sebagaimana yang dicita-citakan. Melalui program ini, anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan akses terhadap makanan bergizi seimbang yang aman dan higienis,” tutur Surya Utama.

Surya Utama juga memastikan bahwa kualitas gizi memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan dan masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis sudah dirancang terutama anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui sebagai subyek penerima manfaat, masyarakat mendapat perhatian secara khusus oleh negara melalui program MBG ini,” tambahnya.

Menambahkan, Anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Margareta yang juga hadir pada kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh pemerintah.

“MBG dibentuk sebagai langkah visioner dan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” jelas Astrid Margareta.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan pekerjaan besar ini membutuhkan kolaborasi bersama, tidak hanya pemerintah, masyarakat pun diharapkan turut serta berperan aktif untuk bersama mewujudkan cita-cita besar ini.

“Program ini bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun SDM unggul dan produktif,” ujar Puspa, perwakilan BGN dalam Sosialisasi Program MBG di Jakarta Selatan.

Puspa menjelaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima program seperti siswa, ibu hamil, dan masyarakat prasejahtera, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah.

“Makan Bergizi Gratis identik dengan produk lokal, karena kami ingin memastikan bahan pangan berasal dari masyarakat setempat. Dengan begitu, kita tidak hanya menyehatkan anak bangsa, tapi juga memperkuat ekonomi daerah,” tutupnya.

“Kami ingin setiap SPPG tidak hanya menjadi tempat makan bergizi, tapi juga pusat penggerak ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.**

Program MBG Disosialisasikan di Kebayoran: Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045

0

JAKARTA SELATAN (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibentuk dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat terutama peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok sasaran ini menjadi harapan baru bangsa karena akan mencapai masa produktivitas menuju generasi emas Indonesia ditahun 20245.

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini berlangsung di Aula Masjid Daarul Muqorrobien, Kebayoran Baru, Sabtu (8/11). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Astrid Margareta, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala.

Dalam kesempatan tersebut, Surya Utama menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing.

“Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari hal sederhana yaitu mengubah perilaku hidup sehat. Dengan pola gizi yang baik dan asupan makanan bergizi, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Surya menambahkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Astrid Margareta menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Saya berharap pelaksanaannya bisa merata di seluruh Indonesia, sehingga anak-anak mendapatkan asupan bergizi dan tumbuh menjadi generasi pintar serta berakhlak baik,” jelasnya.

Astrid juga mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh program ini dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. “Mari kita bergandengan tangan demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala memaparkan bahwa program MBG hadir sebagai solusi terhadap berbagai persoalan gizi nasional, seperti stunting, anemia, dan ketimpangan akses pangan.

“Program ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan, kemiskinan, dan ekonomi. MBG membantu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memastikan setiap anak mendapat makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dengan sosialisasi yang terus dilakukan di berbagai daerah, diharapkan program MBG mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.***

Pentingnya MBG untuk Tumbuh Kembang Anak, Ditekankan dalam Sosialisasi di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama para pemangku kebijakan terus memperkuat upaya mewujudkan generasi sehat dan produktif melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi MBG yang diselenggarakan di Aula Musdalifah Asrama Haji Bekasi, Rabu (5/11).

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan yang turut hadir secara daring menegaskan bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi anak pada usia sekolah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kemampuan belajar sekaligus menekan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.

“Sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan program. Ia juga mendorong pembentukan jejaring kerja di tingkat sekolah untuk mempercepat realisasi program MBG di berbagai wilayah,” tutur Sukur H. Nababan.

Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Letkol Cba. Bagja Mulia, menekankan manfaat program MBG bukan hanya dari sisi kesehatan anak, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui program ini, kita tidak hanya menyiapkan generasi yang sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus mendorong suasana belajar yang lebih kondusif. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah, pemerintah, dan orang tua.

“Program MBG merupakan langkah positif dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan semangat belajar di sekolah, kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif,” jelas Siti Aisyah.

Sosialisasi program MBG ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.*

Program MBG Dorong Kesehatan dan Pendidikan Berkualitas Anak di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Musdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi, pada Rabu, (5/11).

Pada kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yang memberikan pemaparan mendalam terkait urgensi penerapan program MBG di lingkungan pendidikan, yaitu Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah, dan Analis Kebijakan Ahli Muda dari Badan Gizi Nasional, Bagja Mulia.

Pada kesempatannya, Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah menegaskan bahwa kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental peserta didik. Ia menilai, program MBG membawa dampak positif yang signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan yang berkualitas.

“Program makan bergizi gratis ini sangat membantu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi cerdas dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Siti Aisah.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, sekolah, serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Badan Gizi Nasional, Bagja Mulia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi peserta didik, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

“Program ini mendorong perputaran ekonomi lokal, mulai dari petani, pelaku usaha kecil, hingga penyedia bahan pangan,” jelas Bagja.

Bagja juga turut menyoroti pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengelolaan dapur penyedia makanan MBG.

“Setiap dapur penyedia MBG wajib memenuhi standar higienitas. Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan, termasuk pencabutan izin operasional,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing melalui penyediaan makanan bergizi yang merata bagi seluruh peserta didik.***

Bangun Generasi Sehat dan Cerdas, Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi pada Minggu, (10/11). Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sajak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis Presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak dilakukan secara merata. Ia menyebut program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

“Kualitas sumber daya manusia ditentukan dari bagaimana kita memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik sejak dini. Program MBG adalah langkah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sukur H. Nababan.

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat. 

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester,  menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik. 

“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. 

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.*

DPR RI dan BGN Sosialisasi MBG di Bekasi untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kota Bekasi bertempat di Aula Musdalifah, Asrama Haji Bekasi, pada Jumat, (7/11). Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja DPR RI Komisi IX dalam memastikan masyarakat mendapat pemahaman menyeluruh mengenai manfaat serta arah kebijakan program MBG.

Sosialisasi ini merupakan agenda, Anggota DPR RI Komisi IX Sukur H. Nababan, yang turut hadir secara online. Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber kunci, di antaranya Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurjamil, perwakilan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam paparannya, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana menegaskan bahwa Program MBG merupakan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa seluruh pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mendukung penuh keberlangsungan program ini.

“Program ini masih tergolong baru, sehingga diperlukan masukan, kritik, dan saran dari berbagai lapisan masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurjamil, menekankan pentingnya Program MBG dalam mempersiapkan Indonesia menyambut bonus demografi. Menurutnya, peningkatan kualitas gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga turut menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Melalui program ini, kita dapat menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif demi masa depan bangsa,” tuturnya. 

Program MBG sendiri dirancang untuk menurunkan angka stunting, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Dengan terus diperkuat oleh sosialisasi dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan sumber daya manusia Indonesia.

Acara sosialisasi di Bekasi berlangsung interaktif, di mana para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta diskusi terkait pelaksanaan MBG ke depan. Dengan antusiasme masyarakat dan sinergi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan optimal dan menyentuh seluruh kelompok yang membutuhkan.***

Hadirkan Kehangatan di November, Hotel Ciputra Semarang Luncurkan Paket Roasted Chicken Elegan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyambut musim liburan akhir tahun di bulan November 2025, Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang berlokasi strategis di kawasan Simpang Lima, kembali menghadirkan berbagai promo spesial untuk para tamu dan masyarakat Semarang.

Mulai dari Thanksgiving Buffet Dinner, Hantaran Roasted Chicken, hingga rangkaian menu spesial bertajuk Holiday Seasons: Flavors of Joy, seluruh promo ini dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang hangat, penuh cita rasa, dan berkesan di penghujung tahun.

Untuk momen kebersamaan yang penuh makna, Thanksgiving Buffet Dinner akan digelar pada Kamis, 27 November 2025 di The Gallery Restaurant dengan harga IDR 189.000 net per orang.

Para tamu dapat menikmati hidangan buffet lengkap bertema Thanksgiving, mulai dari roasted turkey hingga berbagai dessert manis yang menggugah selera. Tersedia juga promo Early Bird Buy 4 Get 5 hingga 15 November 2025.

Bagi yang ingin berbagi kehangatan di rumah, Hotel Ciputra Semarang juga menawarkan Hantaran Roasted Chicken seharga IDR 250.000 net per paket, sudah termasuk Cranberry and Mushroom Sauce, serta Roasted Potato and Vegetable. Hidangan ini dikemas elegan, cocok untuk hantaran keluarga, rekan kerja, maupun bingkisan spesial di musim perayaan.

Tak hanya itu, The Gallery Restaurant juga mempersembahkan menu eksklusif Holiday Seasons Flavors of Joy, menampilkan beragam pilihan hidangan internasional dan lokal seperti Beef Wellington, Carbonara Chicken Brule, Beef Taliwang, Ayam Lodho, serta minuman hangat seperti Wedang Bandrek dan Es Cincau Sirup Ambon.

Harga menu mulai dari IDR 55.000++, tersedia sepanjang bulan November hingga Desember 2025.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan, “Akhir tahun selalu identik dengan kebersamaan dan rasa syukur. Melalui rangkaian promo kuliner ini, kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh kehangatan dan keceriaan. Hotel Ciputra Semarang berkomitmen untuk selalu memberikan inovasi dalam sajian kuliner, baik untuk dinikmati langsung di restoran maupun dibawa pulang sebagai hantaran spesial.”