spot_img
Beranda blog Halaman 36

Safari Sekolah Ramah Anak, Imigrasi Wonosobo Perkuat Literasi Keimigrasian Sejak Dini

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Sekolah Ramah Anak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kalierang, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Wonosobo.

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Imam Bahri, bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Bupati Wonosobo.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan kepada seluruh siswa untuk menjadi anak yang berani, peduli terhadap sesama, serta taat pada aturan sebagai bentuk karakter anak yang tangguh dan berakhlak.

Usai pelaksanaan upacara, Imam Bahri juga memberikan penjelasan singkat mengenai tugas dan fungsi keimigrasian, memperkenalkan peran Imigrasi dalam memberikan pelayanan publik, serta mengedukasi para siswa tentang pentingnya menjaga identitas diri sebagai warga negara.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat dari Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo kepada Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kalierang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Imigrasi Wonosobo menunjukkan komitmen untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam membangun generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya, sejalan dengan nilai-nilai pelayanan publik yang humanis dan berintegritas.

DPR Bersama BGN Intensifkan Sosialisasi MBG sebagai Fondasi Menuju Masa Depan Gemilang

0

BOGOR (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan, di Kota Bogor, Jawa Barat. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. 

Sosialisasi MBG kali ini bertempat di Hotel Salak, Bogor pada Sabtu (1/11). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, Anggota DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani, perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional, Ari Yulianto, serta masyarakat Bogor.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting.

“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal gizi, tetapi investasi sosial dan ekonomi. Melalui dapur SPPG, masyarakat sekitar bisa berdaya secara ekonomi, karena program ini wajib memberdayakan warga sekitar dalam proses produksi dan distribusi,” ujar Neng Eem. 

Ia juga menekankan pentingnya sistem pengawasan masyarakat. “Saya mengusulkan agar setiap SPPG memiliki Call Center pengaduan, sehingga masalah di lapangan dapat langsung ditangani tanpa menimbulkan keresahan publik,” tambahnya.

Kemudian, Anggota DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, dari 82 dapur SPPG yang telah disiapkan, sekitar separuh sudah beroperasi. 

“Kami di DPRD terus mengawal pembangunan dan SOP SPPG agar program ini berjalan sesuai tujuan. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersama-sama memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan warga lokal,” jelasnya. 

Ia juga mengimbau agar lebih banyak warga sekitar dapur yang dilibatkan dalam operasional, sehingga dampak ekonomi bisa langsung dirasakan masyarakat Bogor.

Dari sisi teknis pelaksanaan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Ari Yulianto, menjelaskan bahwa program MBG dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2024. “Program ini adalah inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mencapai generasi emas 2045. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan menyusui, MBG juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberdayakan produsen dan tenaga kerja di sekitar dapur SPPG,” jelasnya. 

Ari juga menambahkan bahwa pengawasan kualitas gizi dan kelayakan makanan akan terus diperkuat dengan dukungan masyarakat melalui portal pengaduan resmi.

Sosialisasi di Bogor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman publik tentang manfaat dan tata kelola MBG. Dengan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi pondasi kuat menuju Indonesia yang sehat dan mandiri secara ekonomi.***

KAI Daop 4 Semarang Perbaiki Struktur Rel Kaligawe, Lalu Lintas Jalan Dihimbau Tetap Tertib

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melintasi jalan di perlintasan kereta api Jalan Kaligawe Raya, Kota Semarang selama proses pengerjaan perbaikan geometri rel yang sudah dimulai pada Senin (3/11) malam.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi kecepatan saat melintasi perlintasan sebidang guna menghindari risiko tergelincir atau terjatuh. Selain itu kami juga menyarankan masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif lain melalui Jalan Arteri Utara Semarang untuk menghindari kemacetan yang mungkin terjadi karena pelambatan lalu lintas,” kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo.

Franoto mengatakan bahwa selama proses pekerjaan berlangsung, akses Jalan Kaligawe Raya diberlakukan sistem buka-tutup. Adapun jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah sebagai berikut:

  • Senin, 3 November hingga Selasa, 4 November 2025, pukul 22.00–05.00: tutup total
  • Selasa, 4 November 2025, pukul 05.01–21.59: dibuka
  • Selasa, 4 November hingga Rabu, 5 November 2025, pukul 22.00–05.00: tutup total
  • Rabu, 5 November 2025, pukul 05.01–21.59: dibuka
  • Rabu, 5 November 2025, pukul 22.00–23.59: tutup total

Masyarakat dihimbau memperhatikan jadwal penutupan dan mencari jalan alternatif selama masa pekerjaan, serta memperhatikan informasi-informasi yang diberikan,baik melalui berbagai platform media ataupun dipasang di dekat akses jalan Kaligawe Raya.

Pekerjaan perbaikan geometri jalan rel dilakukan untuk menjaga kondisi prasarana agar tetap prima, terutama di area yang kerap terdampak luapan air atau rob.
“Perbaikan geometri rel ini penting dilakukan untuk memastikan jalur tetap stabil, aman, dan nyaman dilalui kereta api, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan di perlintasan sebidang,” ujar Franoto

“Selama jam penutupan, kami bekerja sama dengan pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, dan pihak kewilayahan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar,” tambah Franoto.

Lingkup pekerjaan meliputi pembongkaran aspal lama di perlintasan, perataan, pemadatan dan penghalusan jalur rel, serta peninggian jalur hulu–hilir sekitar 30 cm secara bertahap dari kondisi sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konstruksi jalan rel dan meningkatkan daya tahan terhadap potensi genangan air di kawasan Kaligawe.

Franoto menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung. Namun, perbaikan ini sangat penting untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api dan keselamatan bersama,” tutup Franoto.

Hotel Grandhika Dorong UMKM Lokal Go Public Lewat Pameran Kolaboratif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 di Bulan Oktober, Hotel Grandhika Pemuda Semarang berkesempatan melalukan Kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang untuk mengadakan Workshop dan Sharing Session mengenai Batik sebagai warisan Indonesia dengan mengundang berbagai UMKM Batik dari Kota Semarang dan sekitarnya.

Kegiatan Workshop dan Sharing Session ini diadakan pada hari Jumat, 31 Oktober 2025 di Restoran Kapolagha, Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Kegiatan ini free tiket masuk dan murni memfasilitasi UMKM Batik untuk mengenalkan produknya khususnya pada dunia perhotelan.

Selain pameran UMKM Batik, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan hiburan music traditional seperti music keroncong dan angklung, membatik bersama di totebag dan kegiatan media gathering tak lupa juga ada kuis berhadiah bagi siapa saja yang beruntung.

Tentunya akan menambah kemeriahan pada kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini diadakan di Hotel Grandhika Pemuda Semarang, kegiatan ini menjadi gerbang bagi UMKM untuk mengenalkan produknya di industry Perhotelan” ujar Bapak R Mohamad Waluyo Sejati, S.H, M.M, selaku Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro.

Batik masih sangat relevan untuk dapat dikembangkan oleh berbagai gaya fashion di semua era.

Batik sebagai warisan budaya Indonesia saat ini sudah mengalami perkembangan pada dunia fashion yang sangat cepat dan hampir digunakan untuk koleksi pribadi maupun penunjang kegiatan formal, mode dan fashion yang sangat beragam akan sangat menentukan perkembangan penjualan batik di era sekarang.

Selain berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Samsul Bahri Siregar SH MM selaku sekretaris Disbudpar Kota Semarang yang turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pameran ini.

Hotel Grandhika Pemuda Semarang berusaha berkolaborasi dengan Dinas setempat untuk ikut berperan dalam kegiatan pemberdayaan Masyarakat khususnya melalui pameran UMKM ini, ujar Ibu Noviana Divananda selaku PR dari Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Untuk Informasi dan update kegiatan lainnya Anda bisa mengunjungi lama Instagram @grandhikapemudasemarang.

Senior PPM Dorong Gatyt Pimpin kembali Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Musyawarah Daerah (Musda) Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Jawa Tengah, Minggu (2/11/2025) di Hotel Pandanaran Semarang akhirnya memilih kembali Hj Gatyt Sari Chatijah SH MM sebagai Ketua untuk periode 2025-2030 secara aklamasi.

Pemilihan ini disaksikan langsung Ketua Umum PPM Patriani Paramita Mulia SH LLM dan pendiri serta mantan Ketum PPM Pertama Joesoef Faisal. Bahkan senior PPM Jawa Tengah seperti dr Sarwoko, Bimbong Yogatama, Bambang W dan Rusman Sayogo.

Peserta Musda dari 29 perwakilan Macab PPM Kota dan Kabupaten se-Jateng menerima laporan pertanggungjawaban Gatyt sebagai Ketua PPM Jawa Tengah periode 2020-2025 dan sepakat mengusulkan kembali memimpin PPM Jawa Tengah periode 2025-2030.

Patria Paramita Mulia SH LLM kembali menyerahkan tongkat komando kepada Hj Gatyt Sari Chatijah SH MM menandai terpilihnya kembali sebagai Ketua PPM Provinsi Jawa Tengah.

Di hadapan peserta Musda, Ketum PPM menegaskan bahwa PPM di bawah kepemimpinannya telah sah secara de jure maupun de facto. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk meragukan akibat klaim-klaim pihak yang mendirikan organisasi berkedok PPM yang menuding PPM dibawah kepemimpinannya tidak sah.

“PPM ini merupakan wadah berhimpunnya anak cucu Veteran RI atau LVRI. PPM menjadi sarana perjuangan pewarisan nilai-nilai kejuangan dan patriotisme dari para veteran untuk generasi bangsa. Oleh karena itu, PPM dengan LVRI memiliki hubungan emosional yang tak dapat dipisahkan,” ungkap Patriani.

Oleh karenanya, lanjut Patriani bahwa merujuk Kepres no 21 tahun 2023 tentang penetapan dan pengesahan AD/ART LVRI, dimana AD/ART PPM harus sejalan dengan AD/ART LVRI. Dan disahkan LVRI serta harus sejalan pula dengan AD/ART Piveri. Adapun pengesahannya oleh Ketua Umum LVRI sebagai Pembina.

Selain itu, PPM dibawah kepemimpinan Patria Paramita Mulia juga diakui sebagai salah satu organisasi Keluarga Besar TNI melalui Surat Telegram KSAD dan ini ditembuskan ke setiap Kodam di seluruh Indonesia dan seluruh Panglima termasuk Pangkostrad dan Panglima Kopassus.

Sebagai bukti nyatanya, PPM dilibatkan dalam pasukan pengiring Paskibraka pada Puncak Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Negara dan kepesertaan Parade Devile HUT TNI Ke-80 di Monas beberapa waktu lalu.

Secara de facto, PPM mendapat pengakuan secara eksklusif melalui Sekmilpres dan Kementrian Pertahanan RI. Bahkan oleh Kementrian Pertahanan RI, PPM mendapatkan porsi atau prioritas dalam rekruitmen Komponen Cadangan dan Pendidikan Bela Negara.

“Saya kita ini penting untuk diketahui anak cucu veteran yang ada di daerah-daerah, juga terutama para pemangku kebijakan, pemerintah setempat. Tujuannya agar paham dengan PPM mana bisa bekerjasama. PPM dibawah kepemimpinan Patriani Paramita Mulia saya tegaskan dibawah pembinaan dan memperoleh dukungan penuh LVRI. Karena ini satu-satunya organisasi yang benar-benar dilahirkan LVRI. Oleh karena itu setiap kegiatannya selalu ada pelibatan dan dukungan LVRI, sebagaimana Musda PPM di Jawa Tengah ini. Semua Korwil LVRI ikut serta sebagai peninjau dan berperan aktif mendampingi PPM,” tambah Sekjen PPM M Taufik SH yang mendampingi Ketum PPM Patriani Paramita Mulia SH LLM.

Taufik juga menegaskan bahwa aspek legak PPM dibawah kepemimpinan Patriani cukup kuat karena dibuat LVRI dengan Kepres. PPM sudah diakui pemerintah dengan keluarnya surat dari Kemenkumham.

Surat telegram KSAD yang menyatakan PPM kami dibawah KBT dan disosialisasikan ke seluruh jajaran TNI, Kodam hingga satuan-satuan cukup mendasari aspek de facto.

“Juga yang paling penting adalah nama PPM yang mengesahkan adalah LVRI. Maka dari itu kuatnya aspek legalitas ini menjadikan kita selalu dilibatkan dalam setiap momentum dan program pemerintah,” tambah Sekjen PPM.

Terkait Musda PPM Jawa Tengah, Patriani berharap dikepemimpinan Hj Gatyt Sari Chatijah SH MM selanjutnya, PPM makin solid dan optimal bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita perjuangan para founding father kita.

Ketua PPM Jateng terpilih menyampaikan terima kasih kepada 200 undangan yang menghadiri Musda.

“PPM ini solid karena kita sebagai anak cucu pejuang memiliki metal pejuang yang tidak mudah dibelok-belokkan karena kepentingan. PPM Jawa Tengah sangat menjunjung potensi yang ada di daerah, seperti Macab Kota dan Kabupaten. Hubungan yang sinergis dengan pemerintah setempat menjadi langkah perjuangan kita membantu masyarakat lebih optimal,” ungkap Gatyt.

Selama kepemimpinannya, PPM tak pernah absen dalam kegiatan social kemasyarakatan. Bahkan bersama Ketum PPM Patriani Paramita Mulia pernah membantu korban Covid 19, banjir, gempa dan letusan gunung berapi dengan membagikan ribuan sembako kepada masyarakat.

“Kami sadar, bahwa para ayahanda kami dulu berjuang tanpa pamrih banyak dibantu rakyat, maka sekarang ini giliran kami berjuang membantu rakyat yang sedang dalam kesusahan,” ujar Gatyt.

Taufik dan Gatyt sepakat menyatukan para anak cucu veteran yang kini banyak tersebar dan belum bergabung dalam wadah PPM yang dibawah komando Ketum Patriani Paramita Mulia.

“Ya silahkan, kami merangkul semua. Termasuk di Jawa Tengah, bagi mereka yang masih gamang. Semua komponen anak veteran pejuang adalah saudara-saudara kami. Mari kita berjuang bersama dengan landasan cita-cita para ayahanda veteran pejuang. Kita bangun eksistensi dengan landasan hukum yang kuat dengan dukungan penuh pimpinan LVRI,” ajak Gatyt Sari Chatidjah.

Ketua Mada LVRI Jawa Tengah, Kol Purn Zainal Chairul SH dalam sambutan mendukung penuh Ketua PPM Jateng Hj Gatyt Sari Chatijah.

Dalam kepemimpinannya selama periode 2020-2025 menurutnya memiliki peran aktif dan mampu bersinergi dengan seluruh potensi yang ada baik di lingkungan pemerintah, institusi TNI/Polri juga kemasyarakatan.

Zainal berharap ke depan PPM harus mampu menjadi leadernya LVRI dan Piveri dalam bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.

Oleh karena itu menurut Zainal jangan ada keraguan untuk bekerjasama dengan PPM yang di bawah naungan LVRI. Bagi yang ragu, Zainal mempersilahkan untuk bisa membuka komunikasi dengan PD LVRI Jawa Tengah atau Macab LVRI di Kota maupun Kabupaten.

Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Capai Seluruh Masyarakat Indonesia

0

BOGOR (Pertamanews.id) – Program unggulan pemerintah “Makan Bergizi Gratis” (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan bersama mitra kerja di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Baihaqi Tabrani, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tati Herlia.

Dalam sambutan daringnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menegaskan bahwa program “Makan Bergizi Gratis” merupakan bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto yang tercantum dalam Asta Cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Melalui MBG, kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat mulai dari siswa PAUD hingga ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi seimbang,” ujar Achmad Ru’yat.

Ia menambahkan, DPR bersama BGN akan terus mengawasi pelaksanaan program agar berjalan aman dan berkualitas. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Baihaqi Tabrani menyoroti pentingnya dukungan masyarakat agar pelaksanaan program berjalan maksimal.

“Jangan menolak bantuan dari pemerintah. Bila ada menu yang tidak sesuai, mari komunikasikan dengan pihak penyelenggara. Kami juga terus memantau pembangunan dapur SPPG di wilayah Bojonggede agar manfaat program bisa dirasakan seluruh sekolah,” tuturnya.

Perwakilan BGN, Tati Herlia, menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif global yang diadopsi oleh lebih dari 120 negara, termasuk Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab empat tantangan besar seperti stunting, anemia, ketimpangan akses pangan bergizi, dan ketidakstabilan ekonomi.

“MBG tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga mendorong ekonomi lokal lewat pengoperasian dapur-dapur SPPG,” jelasnya.

Tati Herlia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap SOP produksi dan distribusi makanan, termasuk batas waktu konsumsi maksimal lima jam setelah proses memasak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para narasumber berharap masyarakat semakin memahami dan mendukung pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Indonesia yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.*

MBG Jadi Pilar Utama Pemerintah Siapkan Generasi Emas 2045

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. 

Kegiatan sosialisasi MBG ini digelar di Kantor Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (31/10). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), FX Ndaru Kusumajati, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. 

“Program MBG bukan hanya soal makanan, tetapi investasi masa depan bangsa. Melalui penyediaan gizi yang cukup bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, kita menyiapkan fondasi kuat bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Puteri juga menekankan bahwa program ini memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan. Ia mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional yang telah membentuk Satgas Pengawasan MBG di Kabupaten Bekasi guna memastikan kualitas dan higienitas makanan yang disalurkan. 

“Dengan kerja sama pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kita pastikan MBG berjalan lancar, aman, dan berkualitas agar anak-anak Bekasi tumbuh sehat dan siap menjadi generasi emas Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, FX Ndaru Kusumajati dari BGN menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi, tetapi juga penguatan ekonomi daerah. 

“Melalui MBG, kita membangun generasi sehat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Program ini memanfaatkan potensi pangan lokal sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

FX Ndaru juga menyoroti pentingnya keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah sebagai pusat penyedia makanan bergizi sekaligus wadah edukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Ia menegaskan komitmen BGN untuk menjaga tata kelola dan pengawasan program agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. 

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama menjaga keberlanjutan program ini. MBG bukan hanya tentang makan bergizi, tetapi tentang masa depan anak-anak Indonesia,” tutupnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi semakin memahami manfaat program MBG dan aktif berpartisipasi dalam pelaksanaannya. Pemerintah berkomitmen agar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat menikmati makanan bergizi setiap hari sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.*

Sosialisasi Program MBG di Purwakarta, Dorong Gizi Anak Lebih Optimal

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Program ini menjadi bagian penting dari upaya nasional untuk mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di GOR Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jumat, (31/10). Sosialisasi program MBG dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Kepala KPPG Bogor, Haidir, serta Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gizi seimbang bagi anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa. Tak hanya itu, ia juga memberikan pemaparan mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Paham akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak, kita berharap generasi penerus kita akan tumbuh secara produktif dan optimal,” ujar Putih Sari.

Sementara itu, Kepala KPPG Bogor, Haidir, menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Dengan adanya program makan bergizi ini, kita berharap setiap anak di Indonesia bisa mendapatkan asupan gizi yang sesuai untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Senada, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, menambahkan bahwa kesadaran gizi di tingkat keluarga adalah langkah awal dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

“Dengan memahami pentingnya gizi yang optimal, kita bisa bersama-sama menekan angka stunting dan membangun generasi penerus yang produktif serta berdaya saing,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Program MBG tidak sekadar menyediakan makanan bergizi, namun juga menanamkan kesadaran bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, kebersihan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

Sinergi antara DPR RI, BGN, serta masyarakat diberbagai daerah seperti Purwakarta menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya, menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.*

Bangun Kawasan Transmigrasi Modern, Menteri Transmigrasi Dorong Generasi Muda Harus Ambil Peran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Pemerintah mendorong lahirnya wajah baru transmigrasi di Indonesia. Tak lagi sebatas program pemindahan penduduk, transmigrasi kini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul dan kewirausahaan muda.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kawasan transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Iftitah saat memberikan kuliah umum bertajuk “Transformasi Transmigrasi: Semangat Membangun Negeri Melalui Kemandirian dan Kewirausahaan” di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jumat (31/10).

“Kehadiran saya di sini untuk memastikan partisipasi generasi muda ikut membangun kawasan transmigrasi. Jadi kata kuncinya, tidak hanya memindahkan masalah, tetapi mendistribusikan SDM unggul,” ujar Iftitah.

Iftitah menegaskan, Kementerian Transmigrasi tengah menjalin sinergi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mempercepat industrialisasi kawasan transmigrasi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“Kita ingin masyarakat lokal terserap oleh lapangan kerja, sekaligus memberdayakan mereka. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi bisa inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

Tiga kawasan prioritas kini sedang digarap, yakni Barelang (Batam), Salor (Merauke), serta wilayah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Kawasan ini disiapkan sebagai model smart transmigration area yang memadukan distribusi SDM unggul, industrialisasi, dan kewirausahaan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan meluncurkan Beasiswa Patriot tahun depan.

Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan terbaik universitas di Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

“Insya-Allah tahun depan ada Beasiswa Patriot, di mana lulusan terbaik bisa membangun kawasan transmigrasi secara menyeluruh dan bermartabat,” kata Iftitah.

Selain itu, pemerintah juga menjalin kerja sama pendidikan internasional antara Universitas Diponegoro dan Technical University of Munich (TUM), Jerman. Melalui program double degree, mahasiswa Program Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Undip dapat meraih gelar ganda dari TUM.

“Saya sudah bertemu dengan Profesor Walter dari TUM, dan beliau sangat mendukung transformasi transmigrasi,” ujarnya.

Untuk memperkuat payung hukum, pemerintah tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Transmigrasi yang akan dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada akhir tahun ini.

Iftitah juga menyebut, saat ini terdapat 50 investor yang telah menyatakan minat berinvestasi di kawasan transmigrasi, terutama di sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, perikanan, dan peternakan.

“Dengan dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin transformasi transmigrasi bisa menjadi lokomotif baru pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof Suharnomo, menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung langkah pemerintah tersebut.

Ia mengatakan Undip telah menyiapkan 14 program studi yang akan disinergikan dengan pelaksanaan Beasiswa Patriot dan kerja sama internasional dengan TUM.

“Profesor dari TUM juga sudah datang dan meninjau wilayah transmigrasi bersama Pak Menteri. Ini bukti nyata bahwa kami serius mendukung transformasi transmigrasi,” tandasnya.

Dengan arah kebijakan baru yang menitikberatkan pada inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan SDM, transmigrasi kini diproyeksikan menjadi strategi besar pemerataan pembangunan dan penciptaan pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.***

Stunting dan TB Masih Jadi PR Besar, Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) menjadi tuan rumah Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XI dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XXI 2025, Jumat (31/10).

Kegiatan ini menghadirkan ratusan akademisi, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan untuk membahas percepatan penanganan stunting dan tuberkulosis (TB) di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang membuka forum tersebut, menegaskan bahwa dua isu kesehatan itu masih menjadi pekerjaan besar bangsa.

“Prevalensi stunting di Indonesia saat ini mencapai 19,8 persen. Artinya, satu dari lima anak Indonesia lahir dengan kondisi stunting. Sementara TB, kita menjadi kontributor kasus kedua terbanyak di dunia setelah India,” ujar Pratikno di Auditorium FKM Undip.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran kabinet untuk mempercepat penurunan angka stunting dan TB.

“Ini perintah langsung dari Presiden. Penanganannya harus cepat dan terukur. Prevalensinya wajib turun,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Pratikno juga menyoroti pentingnya sinergi penanganan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Selain stunting dan TB, kita juga menghadapi ancaman penyakit zoonosis seperti rabies, flu, malaria, dan demam berdarah. Maka, kesehatan manusia harus dijaga dengan memperhatikan kesehatan hewan dan alam,” jelasnya.

Menurutnya, para ahli kesehatan masyarakat memiliki peran strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap hidup sehat dan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan perubahan gaya hidup.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti kendala pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Dengan populasi mencapai 38 juta jiwa dan 8.753 desa, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.

“Sayangnya, tenaga kesehatan kita sering kali lebih sibuk membuat laporan di aplikasi ketimbang melayani masyarakat,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, Pemprov Jateng tengah berupaya memperkuat layanan di desa melalui pembentukan puskesmas pembantu berbasis desa.

Program ini diharapkan mampu memperluas akses pencegahan penyakit di wilayah terpencil.

“Kalau orang sakit ke dokter itu biasa, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mencegah warga desa jatuh sakit,” katanya.
“Masalahnya, dokter masih enggan ditempatkan di desa-desa,” tambahnya.

Forum Ilmiah Tahunan XI dan Mukernas XXI FKM Undip menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi nasional lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang lebih komprehensif.

Melalui forum ini, kampus berperan bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga motor penggerak kebijakan dan inovasi kesehatan yang berpihak pada masyarakat.

“Jika persoalan stunting dan TB tidak segera diatasi, maka cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 akan menjadi tantangan besar,” tutup Pratikno.***