spot_img
Beranda blog Halaman 37

Pemerintah Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Capai Seluruh Masyarakat Indonesia

0

BOGOR (Pertamanews.id) – Program unggulan pemerintah “Makan Bergizi Gratis” (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan bersama mitra kerja di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (30/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Baihaqi Tabrani, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tati Herlia.

Dalam sambutan daringnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menegaskan bahwa program “Makan Bergizi Gratis” merupakan bagian dari visi Presiden RI Prabowo Subianto yang tercantum dalam Asta Cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Melalui MBG, kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat mulai dari siswa PAUD hingga ibu hamil dan balita mendapatkan asupan gizi seimbang,” ujar Achmad Ru’yat.

Ia menambahkan, DPR bersama BGN akan terus mengawasi pelaksanaan program agar berjalan aman dan berkualitas. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Irvan Baihaqi Tabrani menyoroti pentingnya dukungan masyarakat agar pelaksanaan program berjalan maksimal.

“Jangan menolak bantuan dari pemerintah. Bila ada menu yang tidak sesuai, mari komunikasikan dengan pihak penyelenggara. Kami juga terus memantau pembangunan dapur SPPG di wilayah Bojonggede agar manfaat program bisa dirasakan seluruh sekolah,” tuturnya.

Perwakilan BGN, Tati Herlia, menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif global yang diadopsi oleh lebih dari 120 negara, termasuk Indonesia. Program ini hadir untuk menjawab empat tantangan besar seperti stunting, anemia, ketimpangan akses pangan bergizi, dan ketidakstabilan ekonomi.

“MBG tidak hanya memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga mendorong ekonomi lokal lewat pengoperasian dapur-dapur SPPG,” jelasnya.

Tati Herlia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap SOP produksi dan distribusi makanan, termasuk batas waktu konsumsi maksimal lima jam setelah proses memasak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para narasumber berharap masyarakat semakin memahami dan mendukung pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari upaya bersama membangun generasi Indonesia yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.*

MBG Jadi Pilar Utama Pemerintah Siapkan Generasi Emas 2045

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. 

Kegiatan sosialisasi MBG ini digelar di Kantor Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (31/10). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), FX Ndaru Kusumajati, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Anetta Komarudin menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. 

“Program MBG bukan hanya soal makanan, tetapi investasi masa depan bangsa. Melalui penyediaan gizi yang cukup bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, kita menyiapkan fondasi kuat bagi kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Puteri juga menekankan bahwa program ini memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan. Ia mengapresiasi sinergi pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional yang telah membentuk Satgas Pengawasan MBG di Kabupaten Bekasi guna memastikan kualitas dan higienitas makanan yang disalurkan. 

“Dengan kerja sama pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kita pastikan MBG berjalan lancar, aman, dan berkualitas agar anak-anak Bekasi tumbuh sehat dan siap menjadi generasi emas Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, FX Ndaru Kusumajati dari BGN menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi, tetapi juga penguatan ekonomi daerah. 

“Melalui MBG, kita membangun generasi sehat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Program ini memanfaatkan potensi pangan lokal sehingga memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

FX Ndaru juga menyoroti pentingnya keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah sebagai pusat penyedia makanan bergizi sekaligus wadah edukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. Ia menegaskan komitmen BGN untuk menjaga tata kelola dan pengawasan program agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. 

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama menjaga keberlanjutan program ini. MBG bukan hanya tentang makan bergizi, tetapi tentang masa depan anak-anak Indonesia,” tutupnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi semakin memahami manfaat program MBG dan aktif berpartisipasi dalam pelaksanaannya. Pemerintah berkomitmen agar setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat menikmati makanan bergizi setiap hari sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.*

Sosialisasi Program MBG di Purwakarta, Dorong Gizi Anak Lebih Optimal

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Program ini menjadi bagian penting dari upaya nasional untuk mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di GOR Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Jumat, (31/10). Sosialisasi program MBG dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Kepala KPPG Bogor, Haidir, serta Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi.

Dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gizi seimbang bagi anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa. Tak hanya itu, ia juga memberikan pemaparan mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Paham akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak, kita berharap generasi penerus kita akan tumbuh secara produktif dan optimal,” ujar Putih Sari.

Sementara itu, Kepala KPPG Bogor, Haidir, menjelaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Dengan adanya program makan bergizi ini, kita berharap setiap anak di Indonesia bisa mendapatkan asupan gizi yang sesuai untuk menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Senada, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, menambahkan bahwa kesadaran gizi di tingkat keluarga adalah langkah awal dalam menurunkan angka stunting. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

“Dengan memahami pentingnya gizi yang optimal, kita bisa bersama-sama menekan angka stunting dan membangun generasi penerus yang produktif serta berdaya saing,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Program MBG tidak sekadar menyediakan makanan bergizi, namun juga menanamkan kesadaran bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, kebersihan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

Sinergi antara DPR RI, BGN, serta masyarakat diberbagai daerah seperti Purwakarta menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya, menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.*

Bangun Kawasan Transmigrasi Modern, Menteri Transmigrasi Dorong Generasi Muda Harus Ambil Peran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Pemerintah mendorong lahirnya wajah baru transmigrasi di Indonesia. Tak lagi sebatas program pemindahan penduduk, transmigrasi kini diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul dan kewirausahaan muda.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kawasan transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Iftitah saat memberikan kuliah umum bertajuk “Transformasi Transmigrasi: Semangat Membangun Negeri Melalui Kemandirian dan Kewirausahaan” di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jumat (31/10).

“Kehadiran saya di sini untuk memastikan partisipasi generasi muda ikut membangun kawasan transmigrasi. Jadi kata kuncinya, tidak hanya memindahkan masalah, tetapi mendistribusikan SDM unggul,” ujar Iftitah.

Iftitah menegaskan, Kementerian Transmigrasi tengah menjalin sinergi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha untuk mempercepat industrialisasi kawasan transmigrasi.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“Kita ingin masyarakat lokal terserap oleh lapangan kerja, sekaligus memberdayakan mereka. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi bisa inklusif dan berkelanjutan,” ucapnya.

Tiga kawasan prioritas kini sedang digarap, yakni Barelang (Batam), Salor (Merauke), serta wilayah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Kawasan ini disiapkan sebagai model smart transmigration area yang memadukan distribusi SDM unggul, industrialisasi, dan kewirausahaan.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan meluncurkan Beasiswa Patriot tahun depan.

Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan terbaik universitas di Indonesia untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

“Insya-Allah tahun depan ada Beasiswa Patriot, di mana lulusan terbaik bisa membangun kawasan transmigrasi secara menyeluruh dan bermartabat,” kata Iftitah.

Selain itu, pemerintah juga menjalin kerja sama pendidikan internasional antara Universitas Diponegoro dan Technical University of Munich (TUM), Jerman. Melalui program double degree, mahasiswa Program Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Undip dapat meraih gelar ganda dari TUM.

“Saya sudah bertemu dengan Profesor Walter dari TUM, dan beliau sangat mendukung transformasi transmigrasi,” ujarnya.

Untuk memperkuat payung hukum, pemerintah tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Transmigrasi yang akan dimasukkan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) pada akhir tahun ini.

Iftitah juga menyebut, saat ini terdapat 50 investor yang telah menyatakan minat berinvestasi di kawasan transmigrasi, terutama di sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, perikanan, dan peternakan.

“Dengan dukungan akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin transformasi transmigrasi bisa menjadi lokomotif baru pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof Suharnomo, menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung langkah pemerintah tersebut.

Ia mengatakan Undip telah menyiapkan 14 program studi yang akan disinergikan dengan pelaksanaan Beasiswa Patriot dan kerja sama internasional dengan TUM.

“Profesor dari TUM juga sudah datang dan meninjau wilayah transmigrasi bersama Pak Menteri. Ini bukti nyata bahwa kami serius mendukung transformasi transmigrasi,” tandasnya.

Dengan arah kebijakan baru yang menitikberatkan pada inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan SDM, transmigrasi kini diproyeksikan menjadi strategi besar pemerataan pembangunan dan penciptaan pusat ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.***

Stunting dan TB Masih Jadi PR Besar, Pemerintah Perkuat Sinergi Lintas Sektor

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) menjadi tuan rumah Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XI dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XXI 2025, Jumat (31/10).

Kegiatan ini menghadirkan ratusan akademisi, tenaga kesehatan, dan pemangku kebijakan untuk membahas percepatan penanganan stunting dan tuberkulosis (TB) di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, yang membuka forum tersebut, menegaskan bahwa dua isu kesehatan itu masih menjadi pekerjaan besar bangsa.

“Prevalensi stunting di Indonesia saat ini mencapai 19,8 persen. Artinya, satu dari lima anak Indonesia lahir dengan kondisi stunting. Sementara TB, kita menjadi kontributor kasus kedua terbanyak di dunia setelah India,” ujar Pratikno di Auditorium FKM Undip.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi tegas kepada jajaran kabinet untuk mempercepat penurunan angka stunting dan TB.

“Ini perintah langsung dari Presiden. Penanganannya harus cepat dan terukur. Prevalensinya wajib turun,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Pratikno juga menyoroti pentingnya sinergi penanganan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Selain stunting dan TB, kita juga menghadapi ancaman penyakit zoonosis seperti rabies, flu, malaria, dan demam berdarah. Maka, kesehatan manusia harus dijaga dengan memperhatikan kesehatan hewan dan alam,” jelasnya.

Menurutnya, para ahli kesehatan masyarakat memiliki peran strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap hidup sehat dan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan perubahan gaya hidup.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyoroti kendala pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Dengan populasi mencapai 38 juta jiwa dan 8.753 desa, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.

“Sayangnya, tenaga kesehatan kita sering kali lebih sibuk membuat laporan di aplikasi ketimbang melayani masyarakat,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, Pemprov Jateng tengah berupaya memperkuat layanan di desa melalui pembentukan puskesmas pembantu berbasis desa.

Program ini diharapkan mampu memperluas akses pencegahan penyakit di wilayah terpencil.

“Kalau orang sakit ke dokter itu biasa, tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mencegah warga desa jatuh sakit,” katanya.
“Masalahnya, dokter masih enggan ditempatkan di desa-desa,” tambahnya.

Forum Ilmiah Tahunan XI dan Mukernas XXI FKM Undip menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi nasional lintas sektor dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang lebih komprehensif.

Melalui forum ini, kampus berperan bukan hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga motor penggerak kebijakan dan inovasi kesehatan yang berpihak pada masyarakat.

“Jika persoalan stunting dan TB tidak segera diatasi, maka cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 akan menjadi tantangan besar,” tutup Pratikno.***

Gratis dan Ramah Anak, CGM Playground di Boja Diresmikan untuk Umum

0

KENDAL (Pertamanews.id) — Warga Dusun Slamet RT 2 RW 8, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal kini memiliki ruang publik baru. Sebuah taman bermain bernama CGM Playground resmi dibuka dan dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Playground ini dibangun untuk menghadirkan keceriaan bagi anak-anak sekaligus menjadi ruang interaksi bagi keluarga dan warga sekitar.

Terdapat lebih dari 15 jenis permainan, mulai dari seluncuran, ayunan, hewan pegas, hingga berbagai permainan edukatif yang aman dan menarik.

Penggagas CGM Playground, Gus Muhammad Rikza Saputra, mengatakan taman bermain ini hadir dengan tujuan sosial dan edukatif.

“Harapan kami, playground ini bisa menjadi tempat tumbuhnya kebersamaan. Anak-anak bermain, orang tua berinteraksi, dan kampung kembali hidup dengan keceriaan,” ujarnya, Sabtu (1/11).

Selain menjadi sarana hiburan, kehadiran taman ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget, mendorong anak-anak untuk bersosialisasi, serta menghidupkan kembali suasana kampung yang hangat dan guyub.

CGM Playground terbuka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB, dan dapat diakses siapa pun tanpa biaya. Warga juga diajak turut menjaga kebersihan serta merawat fasilitas agar taman tetap nyaman digunakan bersama.

Menambah suasana santai, di area playground terdapat Kedai Nyonya Kis yang menyediakan berbagai minuman dan camilan ringan bagi pengunjung.

Kehadiran CGM Playground menjadi contoh nyata bagaimana ruang publik sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan luar biasa bagi masyarakat.***

Sukajadi Jadi Lokasi Sosialisasi MBG, Pemerintah Mantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyapa masyarakat untuk meperluas penerima manfaat disemua tempat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif.

Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Aula Majelis Tangkuban Perahu, Kecamatan Sukajadi, DKI Jakarta pada Rabu (29/10). Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Astrid Magdalena, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala serta ratusan warga Sukajadi.

Dalam paparannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, menegaskan bahwa Program MBG merupakan wujud nyata dari investasi masa depan bangsa yang diinisiasi Presiden Prabowo. Lewat MBG pemerintah berharap, generasi yang sehat dan cerdas akan menjawab segala tantangan dimasa depan.

“Melalui pemberian makan bergizi bagi anak-anak sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” kata Surya Utama.

Ia menambahkan bahwa dukungan masyarakat sekitar menjadi sangat penting ke Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG). Dukungan masyarakat dapat membatu penyebaran MBG tersebar merata dan memenuhi standar gizi serta higienitas yang ditetapkan.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Astrid Magdalena menilai bahwa MBG bukan hanya tentang makan gratis, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Program ini membantu perputaran ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru. Saya mengimbau masyarakat Sukajadi untuk mendukung pelaksanaannya demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.

Menambahkan, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan bahwa MBG dirancang dengan empat standar utama: kecukupan kalori, komposisi gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Menurutnya, seluruh menu disusun oleh ahli gizi lokal agar sesuai dengan selera serta ketersediaan bahan baku daerah.

“Program ini adalah bentuk investasi masa depan. Melalui asupan bergizi yang tepat, kita sedang menyiapkan generasi kuat, cerdas, dan mandiri,” tegasnya.

Selain memberi manfaat gizi, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil. Dengan sistem pasokan berbasis lokal, MBG turut memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.**

Pemerintah Pastikan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis dalam Sosialisasi di Depok

0

DEPOK (Pertamanews.id) – Pemerintah menjamim keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan standar gizi yang sudah ditetapkan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif.

Kegiatan sosialisasi ini digelar di Gedung The Castle, Depok, Rabu (29/10). Acara sosialisasi ini dibuka langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, yang menegaskan bahwa program ini aman dan layak dikonsumsi, sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Nuroji menepis berbagai isu negatif yang beredar mengenai keamanan makanan dalam program MBG. 

“Banyak isu di media yang menakut-nakuti masyarakat tentang program MBG, termasuk isu keracunan. InsyaAllah program ini aman, karena setiap dapur dikelola oleh tenaga ahli gizi dan diawasi secara ketat oleh BPOM serta Dinas Kesehatan. Pemerintah secara rutin melakukan inspeksi ke dapur-dapur penyedia agar makanan yang diberikan tetap higienis dan layak konsumsi,” ucap Nuroji.

Lebih lanjut, Nuroji mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menanggapi insiden-insiden yang sempat terjadi.

“Permohonan maaf dari pemerintah atas kasus keracunan massal beberapa waktu lalu adalah bentuk tanggung jawab negara. Ini bukti keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan target zero incident dapat tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, menjelaskan bahwa MBG lahir dari urgensi penanganan masalah stunting, anemia, dan ketimpangan akses pangan bergizi. 

“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan asupan gizi anak sekolah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. MBG mendukung bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, para peserta menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program MBG. Upaya ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.***

Puteri Komarudin: MBG Tidak Sekadar Makanan, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sosialisasi program MBG ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program nasional ini.

Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG hadir bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Acara yang berlangsung di Gedung Da’wah Purwakarta pada Rabu (29/10) ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), FX Ndaru Kusumajati. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG hadir bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Komarudin menekankan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

“Program MBG bukan sekadar memberi makanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG diharapkan mampu menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Puteri juga mengapresiasi dukungan Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah Purwakarta dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

“Kita semua memiliki peran penting dalam mengawal program ini. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, MBG dapat menjadi investasi besar untuk masa depan anak-anak Purwakarta dan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, FX Ndaru Kusumajati dari BGN menjelaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

FX Ndaru juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan pengawasan bersama, kita pastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak, memperkuat ekonomi rakyat, dan menjadi tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Purwakarta dan di seluruh Indonesia.***

Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Pemahaman pola makan hidup sehat mejadi langkah awal untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas dimasa depan.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di GOR Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Kamis, (30/10). Sosialisasi Program MBG yang merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat.

Kegiatan ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, yang memberikan pemaparan terkait pentingnya memahami gizi sejak dini untuk memperkuat ketahanan gizi nasional. Turut hadir Kepala KPPG Bogor, Haidir, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi, serta Perwakilan BGN.

Dalam sambutannya secara daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gizi anak sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Pemenuhan gizi sejak dini penting dilakukan untuk mencetak SDM berkualitas dimasa mendatang.

“Paham akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak, kita berharap generasi penerus kita akan tumbuh secara produktif dan optimal,” kata Putih Sari. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut bekerja sama dengan pemerintah dalam menyukseskan program gizi nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Menambahkan, Kepala KPPG Bogor Haidir, menyebut bahwa program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret menuju pemerataan gizi anak di seluruh Indonesia. “Dengan adanya program MBG ini, kita berharap setiap anak bisa mendapatkan asupan gizi yang sesuai untuk menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Haidir.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka stunting dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi, kembali menegaskan bahwa pemahaman gizi yang baik harus menjadi gerakan bersama di tingkat lokal. “Dengan paham akan pemenuhan gizi yang optimal, kita bisa bersama-sama menekan angka stunting di Indonesia dan membangun generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa Program Makan Bergizi (MBG) bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan seimbang, kebersihan, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas 2045.*