spot_img
Beranda blog Halaman 374

Catat! Berikut Jadwal PSIS di Bulan Agustus 3

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Setelah menutup Bulan Juli dengan hasil dua menang, dua imbang serta satu kali kalah, PSIS Semarang akan melanjutkan kiprahnya di BRI Liga 1 2023/24 dengan menatap lima laga di Bulan Agustus 2023.

Bulan Agustus ini, Laskar Mahesa Jenar akan melakoni dua laga kandang melawan Arema FC pada Rabu (9/8) dan Persib Bandung pada Minggu (20/8) di Stadion Jatidiri, Semarang.

Untuk laga tandang, dijadwalkan PSIS akan menghadapi tiga laga tandang menghadapi Madura United (5/8), Dewa United (14/8), dan Persik Kediri pada (25/8).

Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS mengatakan bahwa tim butuh dukungan suporter untuk menjaga dan meningkatkan tren positif di kompetisi BRI Liga 1 2023/24.

“Alhamdulillah Bulan Juli sudah terlewati walaupun masih banyak hal yang harus dievaluasi. Di Bulan Agustus kami kembali butuh dukungan suporter untuk memenuhi stadion pada dua laga kandang menghadapi Arema FC dan Persib Bandung,” ungkap Yoyok, Senin (31/7).

Sementara pada tiga laga tandang, Yoyok Sukawi berharap suporter PSIS dapat mematuhi aturan terkait tidak diperbolehkannya suporter away oleh PSSI.

“Untuk tiga laga tandang, mohon doakan kami dari Semarang dan patuhi aturan yang masih ditetapkan PSSI. Bismillah semoga Bulan Agustus hasilnya lebih baik dari Bulan Juli kemarin,” pungkas Yoyok.

Antisipasi Kelangkaan LPG 3kg, DPR dan Pemerintah Apresiasi Langkah Pertamina

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kondisi pasokan LPG 3 kg di wilayah Jawa Tengah yang masih sangat aman diharapkan tidak memicu masyarakat untuk melakukan ‘panic buying’. Apalagi, Pertamina telah memastikan jika pasokan LPG 3 kg hingga kini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Anggota DPR RI Komisi 3 Daerah Pemilihan Jawa Tengah 10, Dede Indra Permana pun turut angkat bicara. Dari hasil pengamatannya, Politisi PDIP itu mengakui jika kondisi pasokan LPG 3kg di Jawa Tengah, khususnya di daerah pemilihannya masih relatif aman.

Dede pun mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan LPG 3kg. Kepedulian masyarakat akan penggunaan LPG 3kg sesuai peruntukannya akan turut membantu pertumbuhan perekonomian daerah.

“Saya mengajak segenap masyarakat untuk makin bijak lagi dalam menggunakan tabung LPG 3 kg, sehingga pertumbuhan ekonomi mikro dan UMKM di Jawa Tengah, khususnya wilayah Pemalang, Pekalongan, Batang dan sekitarnya akan terus tumbuh dan turut berperan membantu perekonomian,” himbaunya.

Dede juga mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjalankan proses pendataan di pangkalan. Melalui langkah tersebut, penyaluran distribusi LPG 3 kg diharapkan bisa tepat sasaran.

“Semakin baik mari kita bersama-sama mengawasi tabung LPG 3 kg subsidi agar tepat sasaran,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Walikota Semarang, Hevearita Rahayu Gunaryati. Wanita yang akrab disapa Mbak Ita ini bahkan telah memastikan ke lapangan jika pasokan LPG 3 kg untuk masyarakat di wilayahnya masih terpenuhi terpenuhi dengan baik.

“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat golongan mampu di Kota Semarang pada khususnya, untuk membeli LPG non subsidi, mengingat gas LPG tabung 3 kg sesuai ketentuannya hanya digunakan untuk masyarakat tidak mampu,” tukasnya.

Bagi masyarakat yang mampu, lanjut Mbak Ita, silahkan menggunakan LPG 5,5 kg atau 12 kg, karena LPG 3kg hanya untuk masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan. Dengan begitu, peran masyarakat dalam bergotong royong sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa penyaluran LPG 3kg tepat sasaran.

“Kita ingin agar LPG 3 kg tetap tersedia untuk masyarakat kurang mampu di Semarang,” pungkasnya.

Gagasan Ganjar Tentang Pertahanan Negara Bikin Jenderal Purnawirawan TNI/Polri Terkesan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Bakal calon presiden 2024 PDIP diundang ratusan purnawirawan TNI/Polri di acara Ngopi Bareng di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Minggu (30/7/2023). Ganjar diajak diskusi dan bertukar pikiran terkait pertahanan dan keamanan negara ke depan.

Sebanyak 273 purnawirawan TNI Polri berkumpul dalam acara bertajuk Ngopi Bareng Ganjar itu. Hadir di antaranya mantan Kapolri yakni Jenderal Polisi (purn) Bimantoro, Jenderal Polisi (purn) Rusman Hadi dan Jenderal Polisi (purn) Da’i Bachtiar. Hadir pula mantan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Sejumlah perwira tinggi TNI juga hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Laksamana TNI (purn) Bernard Kent Sondakh, Marsekal TNI (purn) Agus Supriatna, Laksamana Madya TNI (purn) Agus Setiadji, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin dan ratusan jenderal TNI Polri lainnya.

Dalam acara itu, Ganjar menyampaikan pentingnya menjaga pertahanan Indonesia. Menurutnya, yang harus segera dilakukan adalah meningkatkan pendapatan negara agar pertahanan negara bisa diperkuat.

“Kalau pendapatan negara besar, maka pertahanan negara juga pasti kuat. Maka kita harus meningkatkan pendapatan itu bagaimanapun caranya. Banyak potensi pendapatan negara yang belum dioptimalkan,” kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga bicara terkait kemandirian industri alutsista. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri di sektor industri pertahanan.

“Negara kita harus kuat, maka alutsista dan kelengkapannya harus maksimal. Secara industri militer kita punya, itu kemandirian yang mesti kita kembangkan. Kita panggil anak-anak terbaik bangsa untuk menyelesaikan industri alutsista kita,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga menekankan pentingnya menyiapkan sistem pertahanan negara untuk menghadapi perang masa depan. Tidak hanya alutsista, ke depan harus disiapkan sistem pertahanan lain untuk melindungi negara dari perang modern.

“Kita harus siap dengan perang baru masa depan. Menurut saya tidak hanya alutsista, tapi juga proxy, pertahanan digital dan bio sains. Kita harus siapkan, perguruan tinggi, industri dan lembaga riset harus kita siapkan dan kita dorong untuk itu,” ujarnya.

Pernyataan Ganjar itu membuat para jenderal dan purnawirawan TNI/Polri itu terkesima. Mereka semakin optimis, bahwa Ganjar adalah pemimpin masa depan Indonesia.

“Mas Ganjar memang orang yang tepat untuk mencalonkan untuk menjadi presiden. Kita kan pendukung semua di sini,” kata Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hal senada disampaikan mantan Kapolri, Jenderal Polisi (purn) Da’i Bachtiar. Ia mengaku sangat terkesan dengan ide dan gagasan Ganjar terkait pertahanan serta keamanan negara.

“Ya surprise ya penjelasannya Pak Ganjar. Tadi saya komentar, Bapak sudah cerita bukan gubernur lagi, Bapak sudah presiden ceritanya. Jadi beliau sangat menguasai sekali ya bagaimana Republik Indonesia ini,” katanya.

Da’i Bachtiar menambahkan, Ganjar dengan detail memahami bagaimana kondisi Indonesia. Bagaimana pengaruh global, lingkungan strategis, yang akan mempengaruhi Indonesia ke depan.

“Dan beliau paham bagaimana berpikir masa depan Indonesia. Beliau sangat menguasai betul. Jadi saya tentu bersama teman-teman juga sependapat bahwa Mas Ganjar cocok dan pantas lah jadi presiden 2024 nanti. Ide gagasannya soal hankam mantap sekali,” pungkasnya.

PSSI Jatuhi Denda kepada PSIS Semarang Sebesar Rp 25 Juta

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PSIS Semarang kembali mendapatkan sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Setelah kemarin terkait pemain, kali ini terkait suporter yang away ke kandang PSS Sleman pada Jumat (21/7) silam.

Melalui surat yang diemail secara resmi pada Sabtu (29/7) disebutkan bahwa bahwa pada tanggal 21 Juli 2023 bertempat di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman telah berlangsung pertandingan BRI Liga 1 2023-2024 antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang, dimana Klub PSIS Semarang melanggar Regulasi BRI Liga 1 Tahun 2023-2024 dan Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena adanya suporter PSIS Semarang sebagai suporter klub tamu yang hadir dalam pertandingan.

Klub PSIS Semarang pun dikenakan sanksi denda sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) dan disebutkan bahwa pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.

Sama seperti sanksi yang kemarin, PSIS tidak dapat melakukan banding terkait hukuman tersebut

Manajemen PSIS melalui CEO klub, Yoyok Sukawi angkat bicara terkait sanksi kali ini.

“Pertama kami menyayangkan keputusan dari Komdis. Kemudian kenapa PSSI
mengedepankan atau menggunakan pendekatan sanksi untuk peraturan baru ini dan tidak melakukan pendekatan komunikasi, sosialisasi serta edukasi. Setahu kami tidak ada atribut PSIS sama sekali yang terlihat di stadion dan kami juga sudah menghimbau dan klub juga telah berusaha secara maksimal,” tutur Yoyok Sukawi pada Sabtu (29/7).

“Dan kami berharap semoga denda ini terakhir yang membebani klub karena kami sedang berjuang. Teman-teman dulur-dulur suporter ayo menahan diri jangan awaydays dulu selama masih ada larangan dari PSSI karena Komdis bisa mengambil bukti-bukti melalui foto-foto dan sosial media, laporan matchcom, laporan intel menjadi bukti yang disatukan untuk menghukum klub,” tutup Yoyok Sukawi.

Atase Kejaksaan di KBRI Bangkok Pulangkan 6 WNI Korban TPPO

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Atase Kejaksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok berhasil memberikan bantuan hukum kepada enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Adapun mereka yang menjadi korban merupakan Eric Febrian, Raindy Wijaya, Hendriant Tritrahadi, Chelsy Alviana, Andrian, dan Andrean Faust.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Ketut Sumadena mengatakan, Sebelumnya keenam WNI korban dari TPPO tersebut diamankan di Provinsi Chiang Rai, Thailand setelah diseberangkan secara ilegal dari Tachilek, Myanmar.

” Oleh karenanya, keenam korban dari TPPO tersebut dilakukan penahanan karena dianggap melarikan diri dan tidak menghadiri persidangan atas dakwaan illegal entry, penyebaran penyakit menular lain, dan pelanggaran protokol Covid-19 pada Juli 2022 lalu,” ungkap Ketut dalam keterangan persnya, Sabtu (29/7).

Akibatnya, keenam orang tersebut tidak dapat segera kembali ke Indonesia karena harus menjalani proses pidana di Thailand, serta adanya Perintah Penahanan oleh Pengadilan Chiang Rai, meskipun ditetapkan sebagai korban dari TPPO oleh Department Anti-Trafficking in Persons (DATIP) Thailand di Mae Sot pada November 2022.
Saat proses hukum berjalan, ada pihak yang mengajukan penjaminan bersyarat yang membuat keenam korban dari TPPO tersebut dapat dibebaskan dari tahanan.

Namun, bukannya dipulangkan ke Indonesia, keenam WNI tersebut justru dikirim ke Myawadee, Myanmar melalui Provinsi Mae Sot, Thailand. Selama di Myawadee, keenam WNI tersebut dipaksa harus bekerja sebagai scammer selama 3 bulan hingga akhirnya dipulangkan oleh pihak perusahaan ke Provinsi Mae Sot, Thailand.

Melihat hal tersebut, Virgaliano Nahan selaku Atase Kejaksaan KBRI di Bangkok segera melakukan komunikasi dengan pihak Kejaksaan Kerajaan Thailand (Office of Attorney General) terkait status korban dari TPPO terhadap keenam WNI tersebut, yang tidak dapat kembali ke Indonesia akibat adanya perintah penahanan dari Pengadilan Chiang Rai.

Meski telah melakukan komunikasi dengan pihak Kejaksaan Kerajaan Thailand, hukum pidana Thailand tidak dapat membebaskan keenam korban dari TPPO tersebut karena dianggap telah melakukan tindak pidana.

Oleh karenanya, Atase Kejaksaan KBRI di Bangkok menyusun argumen hukum (salah satunya berdasarkan Palermo Convention, korban dari TPPO tidak dapat dipidana atas perbuatan pidana yang terpaksa dilakukan, sehubungan dengan statusnya sebagai korban) dan memberikan bukti-bukti akurat agar pihak Kejaksaan Kerajaan Thailand dapat melakukan penghentian penuntutan di wilayah Pengadilan Chiang Rai terhadap keenam korban dari TPPO.

Terhitung enam bulan sejak permohonan penghentian penuntutan diajukan oleh Atase Kejaksaan KBRI di Bangkok, akhirnya pada 25 Juli 2023, Pengadilan Chiang Rai mengizinkan Kejaksaan Provinsi Chiang Rai untuk menghentikan penuntutan terhadap keenam korban dari TPPO tersebut. Oleh karenanya, keenam korban dari TPPO tersebut akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat sambil menunggu proses keimigrasian.

Penghentian penuntutan dengan alasan korban dari TPPO ini merupakan sejarah penghentian penuntutan pertama di Thailand. Oleh karenanya, harus melalui proses panjang dari Jaksa Agung Thailand di Bangkok dan Kejaksaan Provinsi Chiang Rai.

Sebagai informasi, masih banyaknya WNI yang terperangkap dan harus bekerja di negara-negara seperti Myanmar, Kamboja, Laos, dan Filipina. Oleh karenanya, Atase Kejaksaan KBRI di Bangkok mengharapkan bagi WNI yang bermaksud untuk mencari pekerjaan di kawasan-kawasan tersebut, harus selalu berhati-hati serta melaporkan keberadaannya kepada KBRI setempat.

Kejati Bengkulu dan Kejagung Tangkap 3 Buronan Kasus Korupsi Dana Kesehatan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bekerja sama dengan Tim Kejaksaan Tinggi Bengkulu berhasil mengamankan 3 buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Bengkulu pada Jumat, 28 Juli 2023, sekitar pukul 20:00 WIB.

Penangkapan berlangsung di Reddoors Blue Pacific, Jl. Sultan Hasanudin No.43 RT 02/RW 02, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Para buronan yang diamankan adalah BSS, RNS, dan AH, yang merupakan saksi dalam proses penyidikan Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (DOK) di Kabupaten Kaur, Sumatera Utara, pada Tahun Anggaran 2022.

BSS, RNS, dan AH ditangkap dalam kapasitasnya sebagai saksi yang akan diperiksa lebih lanjut dan ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menghalang-halangi penyidikan.

Kejaksaan Negeri Kaur telah memulai proses penyidikan terhadap tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan dan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (DOK) terhadap 16 Kepala Puskesmas di Kabupaten Kaur pada Tahun Anggaran 2022.

Dalam perkara tersebut, BSS, RNS, dan AH mengaku-ngaku sebagai pejabat Kejaksaan yang dapat membantu menyelesaikan penanganan perkara 16 Kepala Puskesmas, dengan meminta sejumlah uang yang nilainya terkumpul sekitar Rp600.000.000. Lalu, ketika dipanggil secara patut oleh penyidik Kejaksaan Kaur, ketiganya tidak mengindahkan panggilan tersebut.

Proses penangkapan berlangsung lancar, karena BSS, RNS, dan AH bersikap kooperatif saat diamankan. Selanjutnya, para terpidana dibawa menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Kaur.

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, demi menjalankan eksekusi guna menegakkan kepastian hukum.

Jaksa Agung juga mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Republik Indonesia untuk segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab atas perbuatan mereka, karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman.

Menteri Teten: Lindungi Produk UMKM Lewat Larangan Penjualan Online Lintas Negara

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, larangan penjualan ritel online lewat cross border commerce atau lintas negara, merupakan satu dari tiga hal yang perlu diatur pemerintah agar produk UMKM bisa juara di pasar digital Indonesia.

“Ritel dari luar negeri tidak boleh lagi menjual produknya langsung ke konsumen. Mereka harus masuk lewat mekanisme impor biasa terlebih dahulu, setelah itu baru boleh menjual barangnya di pasar digital Indonesia,” ujar Menteri Teten di Jakarta, Jumat (28/7/23).

Menurut Menteri Teten, Jika ritel dari luar negeri langsung menjual produknya ke konsumen, maka UMKM Indonesia pasti tidak bisa bersaing karena UMKM kita harus mengurus izin edar, SNI, sertifikasi halal dan lain sebagainya.

Upaya kedua yang harus diatur pemerintah untuk melindungi UMKM adalah melarang platform digital untuk menjual produk sendiri atau produk yang berasal dari afiliasinya. Dengan begitu, pemilik platform digital tidak akan mempermainkan algoritma yang dimilikinya.

“Kalau mereka jualan produk sendiri atau produk dari afiliasi bisnisnya, algoritmanya akan diarahkan ke barang-barang mereka sehingga konsumen di pasar digital hanya akan membeli dagangan mereka saja. Percuma saja walau UMKM sudah on boarding,” terang Menteri Teten.

Ketiga adalah larangan impor untuk produk yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar tidak lagi mengimpor barang-barang yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

Pemerintah juga perlu mengatur tentang harga barang yang bisa diimpor ke Indonesia. Menurut dia, hanya barang yang harganya berada di atas US$100 yang nantinya diperkenankan masuk ke Indonesia.

Adapun ketiga aturan tersebut telah dibahas dengan Kementerian Perdagangan. Hanya saja, hingga saat ini aturan tersebut belum juga terbit.

“Aturan ini sudah dibahas dengan Kemendag, sejak zaman Luthfi. Seharusnya sekarang sudah harmonisasi aturan, bahkan harusnya sudah terbit,” tutur Menteri Teten.

Pemerintah pun telah membahas pembentukan Satgas Digital Ekonomi untuk mengantisipasi belum terbitnya Revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50/2020 tentang Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Elektronik (PSME).

Namun, Menteri Teten menilai aturan ekonomi digital Indonesia perlu segera diperbaiki karena ekonomi digital berkembang begitu cepat.

“Kita perlu belajar dari India, Inggris, dan negara-negara lainnya. Kalau kita terlambat membuat regulasi maka pasar digital Indonesia akan dikuasai produk dari luar, terutama dari China yang bisa memproduksi barang dengan begitu murah, yang harganya tidak masuk akal,” tegas Menteri Teten.

Polisi Amankan Pelaku Pencurian Handphone di Stasiun Poncol Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Polsek Semarang Utara menangkap Eko Beni karena melakukan pencurian handphone di Stasiun Poncol Kota Semarang, Kamis (27/7/2023), sekitar pukul 10.30 WIB.

Usai ditangkap dan dilakukan pengembangan tersangka merupakan DPO dugaan kasus penggelapan motor di Polsek Lasem, Polres Rembang.

Kanitreskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Kumaidi mengatakan tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Polsek Semarang Utara.

Dari hasil pengembangan, lanjutnya, tersangka ternyata dilaporkan karena membawa kabur motor temannya.

“Pengembangan sementara, kami dihubungi Polsek Lasem, ternyata dia tersangka penggelapan di Polsek Lasem,” ujar Kumaidi saat dikonfirmasi Sabtu (28/7/2023).

Dirinya menjelaskan pencurian handphone yang dilakuka tersangka awalnya korban menitipkan handphonenya yang dicharger di fasilitas Stasiun kepada pelaku karena akan ke kamar mandi.

“Setelah selesai, korban keluar dan mendapati handphone dan orang yang dimintai tolong tidak ada di lokasi. Karena merasa dirugikan, kemudian korban meminta Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Stasiun Poncol untuk mengecek CCTV yang menyorot lokasi,” ujarnya.

Saat diperiksa, ternyata pelaku sengaja membawa kabur handphone milik korban.

“Kronologi dari awal korban dan pelaku ada komunikasi di ruang tunggu stasiun Poncol. Kemudian korban titipkan handphone posisi dicharge. Pamit ke kamar mandi, pas balik handphone nggak ada,” bebernya.

Mengetahui kejadian ini, selanjutnya petugas melakukan penanganan dan berhasil menangkap pelaku. Petugas mengamankan pelaku saat hendak menjual barang bukti hasil kejahatannya.

“Ditangkap saat hampir ada kesepakatan jual handphone di Pusponjolo,” tuturnya.

Sementara, Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Ixfan Hendri Wintoko meminta agar penumpang menjaga barang bawaanya.

Dirinya juga mewanti-wanti agar tidak melakukan kejahatan di Stasiun. Sebab, banyak CCTV yang terpasang dan selalu siaga menyorot aktivitas penumpang.

“Kejahatan bisa terjadi dimana saja, awasi barang-barang. Jangan coba-coba melakukan kejahatan di Stasiun karena sudah ada CCTV dan petugas yang siaga di sana,” pungkasnya.

Semester I Tahun 2023, Program TJSL PLN Bawa 5.425 UMK Naik Kelas

0

JAKARTA (Pertamanewd.id) – PT PLN (Persero) berhasil mendorong 5.425 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) naik kelas sepanjang semester I 2023 dan berdampak kepada 27.088 orang penerima manfaat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, keberhasilan ini berkat akselerasi delapan program prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam mendorong ekonomi masyarakat Indonesia lebih baik.

“Kami mempunyai delapan program prioritas TJSL dalam mendorong perekonomian masyarakat. Tak hanya sekedar memberikan bantuan, kami terjun langsung di tengah masyarakat melakukan pendampingan, dan mengawalnya hingga berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat,” kata Darmawan.

Darmawan merinci, dari kedelapan program tersebut, program Rumah BUMN, Desa Berdaya, dan Pemberdayaan Kawasan Wisata, merupakan elemen dominan penyerap program. Pada Rumah BUMN misalnya, program ini berhasil diserap oleh 4.952 pelaku UMK dan sukses mengantarkan mereka menjadi UMK yang terus berkembang ke tahap Go Digital, Go Modern, Go Online, bahkan Go Global.

“PLN tak hanya bertugas memberikan pasokan listrik yang andal saja. Lebih dari itu, kami juga berperan sebagai katalisator perekonomian masyarakat, sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) yang kami jalankan,” ujar Darmawan.

Kemudian, pada program Desa Berdaya, sebanyak 168 UMK berhasil dilibatkan atau dibentuk. Dari program ini, diharapkan tercipta desa yang bisa menjadi role model optimasi potensi Desa berbasis SDG’s di Indonesia.

“Dalam hal ini PLN membangun desa binaan dengan konsep empowering yang mengintegrasikan 3 pilar yaitu Pendidikan, Lingkungan dan Pengembangan UMK,” jelas Darmawan.

Darmawan melanjutkan, program ketiga yang berkontribusi dalam pengembangan UMK ialah Pemberdayaan Kawasan Wisata. Sebanyak 127 UMK terlibat maupun terbentuk dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan basis potensi wisata desa.

“Program pemberdayaan kawasan wisata memanfaatkan swadaya komunitas lokal sebagai lokomotifnya. Dengan demikian, akan membentuk desa mandiri secara ekonomi dengan memperhatikan aspek lingkungan,” ungkap Darmawan.

Selain ketiga program yang telah disebutkan, PLN secara khusus juga melakukan pembinaan UMK pada kelima program lainnya, yaitu pemberdayaan perempuan, pemberdayaan kelompok disabilitas, pengembangan kelompok adat, pemberdayaan pesantren, dan electrifying agriculture. program-program ini melibatkan sebanyak 178 UMK.

Darmawan menambahkan dalam menjalankan program-program TJSL ini, PLN mengedepankan prinsip Creating Shared Value (CSV) di mana tidak hanya penerima bantuan yang mendapatkan manfaat tetapi perusahaan juga menerima manfaat.

“Penerapan program dari TJSL PLN ini, akan terus kita jalankan. Karena, selain menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang bekelanjutan, program ini juga mendukung proses bisnis yang PLN lakukan,” tutup Darmawan.

PSIS Imbang Melawan Borneo FC, Pelatih Gilbert Kecewa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pelatih PSIS, Gilbert Agius mengatakan kecewa atas hasil imbang lawan Borneo FC dengan skor 0-0 dalam laga kandang pekan kelima BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jum’at (28/7), sore.

Namun, meski harus berbagi poin, Ia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang bekerja keras sampai menit akhir pertandingan ini.

“Memang hasil tidak sesuai yang diinginkan, para pemain sudah berjuang sangat keras dan itu patut diapresiasi,” kata Agius usai pertandingan.

Ia mengaku jika timnya mampu tampil lepas di awal babak pertama. Terbukti beberapa peluang tercipta meski tidak sampai menghasilkan gol.

Memasuki babak kedua, lanjutnya, Borneo mampu membaca taktik yang diterapkan.

Bahkan tim berjulukan Pesut Etam itu mampu menciptakan beberapa peluang meski tak membuahkan hasil.

“Kita tahu Borneo tim bagus, tapi kita bagus terutama babak pertama di 20 menit sampai beberpaa menit tapi tidak bisa bikin gol. Kita tahu babak kedua Borneo melakukan perubahan beberapa pemain diganti untuk mengubah permainan,” tuturnya.

Agius menambahkan meski beberapa pemain andalannya cedera tak membuat permainan PSIS berubah. Menurutnya beberapa pemain yang absen tak berdampak pada pola permainan PSIS sore hari ini.

“Kita tahu ada lima pemain absen tapi apa yang dimainkan pemain luar biasa meski hasil belum bisa menang. Yang penting kita akan evaluasi pertandingan lagi, kita ambil sisi positifnya,” tandasnya.

Sementara, salah satu pemain PSIS, Gian Zola menerangkan jika hasil imbang di kandang sendiri merupakan hasil yanh kurang baik. Akan tetapi, dirinya tidak akan membuat ini menjadi masalah yang besar dan akan terus untuk berbenah di pertandingan selanjutnya.

“Tentu dengan hasil ini tidak senang karena taget belum terpenuhi. Kami akan bermain lebih keras untuk meraih hasil bagus pada laga selanjutnya,” pungkasnya.