spot_img
Beranda blog Halaman 382

Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Mugas Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ditemukan mayat pria terkapar dan bersimbah darah di Jalan Mugas Dalam Raya Semarang, Senin (24/7/2023), sekira pukul 02.50 WIB.

Kapolsek Semarang Tengah Kompol Indra Romantika menjelaskan kronologi kejadian, awalnya salah satu saksi penghuni kos yang mendengar adanya suara di jalan. Saat melihat dari atas kosan lalu saksi mengajak temannya untuk memeriksa.

“Setelah mengajak temannya dan mendatangi kejadian dia sudah mendapati korban sudah terkapar dengan darah yang bersimbah darah. Lalu dia menghubungi Tim Elang dan jajaran saya beserta Tim Inafis mendatangi TKP,” ungkap Indra saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut Indra menuturkan bahwa korban tewas di lokasi dengan 4 luka tusukan.

“Tusukan ada di dada kanan. Dua dada kiri dan di leher,” tuturnya.

Indra juga menambahkan jika warga tidak ada yang mengenali korban. Kemudian dia juga membenarkan jika korban dibuang di lokasi dan tanpa identitas.

“Informasi dari warga juga diturunkan dari mobil. Ada kemungkinan dibuang atau dueksekusi di sana tingal dicek ke CCTV. Dari penyeledikian terbaru korban sudah diketahui merupakan warga Pedurungan. Data itu diketahui dari pemeriksaan sidik jari,” ungkapnya.

Sementara, pemilik warung di sekitar lokasi bernama Endar menyampaikan jika dia sempat mendapati ada banyak petugas sedang mengevakuasi korban.

“Tadi jam 3 an ada rame-rame waktu saya mau buka warung. Korbannya dah dimasukan ke kantung mayat,” katanya.

Kata Endar berdasarkan informasi yang didapat, korban diletakan di tengah-tengah jalan dan tidak ada yang mengetahui.

“Tidak ada yang kenal. Ada yang bilang dibuang dari mobil. Ada yang bilang dibunuh di situ,” pungkasnya.

Dalam pantauan di Jalan Mugas Dalam Raya Semarang pada pukul 08.00 WIB korban sudah dievakuasi dan terdapat bekas darah yang sudah dibersihkan.

Jokowi Puji Kondisi Jalan di Jateng

0

SRAGEN (Pertamanews.id) – Presiden Joko Widodo memuji kondisi jalan di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau kondisi ruas Jalan Solo-Gemolong- Purwodadi, di Sragen, Minggu (23/7/2023).

“Jawa Tengah saya lihat kemantapan jalannya, jalan provinsinya bagus. Kalau saya bandingkan kemarin di Sumatera rata-rata 60-an persen. Di Jateng, tadi saya dapat laporan dari Kementerian PU sudah 88 persen,” katanya.

Jalan yang ditinjau Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu sedang dalam proses peningkatan. Ditargetkan akhir tahun ini, peningkatan jalan dengan cara pengecoran itu bisa selesai.

Jokowi menuturkan tahun ini pemerintah telah menganggarkan Rp14 triliun yang dibagi dalam dua tahap. Anggaran itu digunakan untuk memperbaiki dan mempercepat penanganan jalan provinsi, kabupaten/kota di tanah air.

Jokowi mengatakan, saat ini masih ada beberapa titik yang perlu dilakukan perbaikan. Misalnya di ruas Jalan Solo-Gemolong-Purwodadi yang kondisinya sejak dulu memang kerap rusak.

“Untuk jalan ini, sejak saya kecil memang tiap hari saya lewat jalan ini nggak pernah beres. Sekarang kalau konstruksinya seperti ini memang dua kali lebih mahal, tapi saya kira pemakaian bisa lebih dari sepuluh tahun akan baik,” jelasnya.

Jokowi menjelaskan, pengerjaan jalan di ruas Jalan Solo-Purwodadi sedang dikebut. Kualitas jalan ditingkatkan, dari semula aspal menjadi cor.

“Ini yang sedang kami kerjakan. Semoga dengan konstruksi yang kita lakukan ini, jalan Solo-Purwodadi akan baik selamanya karena ini konstruksinya tebalnya 10 cm, di atasnya ada lagi 25 cm. Ini jangka panjang. Kami berhitung jangka panjang. Mungkin dalam jangka pendek mahal tapi kalau dihitung jangka panjang lebih murah,” ucapnya.

Jokowi juga mengatakan semua pekerjaan jalan harus dikerjakan secara cepat. Presiden dua periode ini juga memuji pekerjaan di Jateng termasuk cepat, beberapa sudah kontrak dan beberapa sudah berjalan.

“Maka saya perlu cek ke lapangan minggu-minggu ini, diajak Pak Gub lihat lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono karena berhasil menuntaskan beberapa ruas jalan di Jateng dengan inpres.

Jateng menjadi provinsi yang mendapatkan jatah anggaran infrastruktur dari pemerintah pusat dan telah digunakan untuk perbaikan maupun peningkatan.

“Kami dapat kira-kira Rp600 miliar dan tahap kedua nanti kita akan dapat sekitar Rp600 miliar lagi, jadi totalnya Rp1,2 triliun. Itu membantu untuk bisa membereskan beberapa ruas jalan seperti yang ada di Gemolong ini yang sudah lama nggak selesai-selesai. Jadi yang kemarin tidak kami belanjakan pada saat pandemi, hari ini mendapatkan ganti dari Pak Jokowi dan Pak Basuki,” jelasnya.

Ganjar juga membenarkan bahwa jalan menjadi prioritasnya selama menjabat Gubernur Jateng sejak 2013 lalu. Hal itu membuahkan hasil dengan total jalan bagus di Jateng sudah mencapai 88 persen.

“Kami jalan bagusnya sudah 88 persen ya. Itulah dampak dari kami menaikkan anggaran infrastruktur dari sejak awal sampai dengan 300 persen ya. Sehingga ternyata hasilnya diukur cukup signifikan sampai hari ini,” pungkasnya.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Ucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2023

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, atau Mas Ferry -sapaan akrabnya- menyampaikan ucapan selamat Hari Anak Nasional, yang dirayakan setiap tanggal 23 Juli. Hari Anak Nasional 2023 bertema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

” Saya mengucapkan selamat Hari Anak Nasional. Anak-anak harus terlindungi dan terpenuhi hak-haknya, serta cerdas bermedia sosial. Semua elemen bergerak bersama, agar anak-anak terlindungi dan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dengan mendorong keluarga yang mengambil peran utama dalam memberikan perlindungan, ujar Mas Ferry di Kota Semarang, Minggu (23/7).

Hari Anak Nasional merupakan momentum yang penting untuk menggugah keramahan dan kepedulian terhadap anak, agar anak menjadi pewaris bangsa yang berkualitas serta tangguh menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Menurut legislator Partai Golkar dari Dapil Jateng-10, yang meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen ini, generasi terbaik bangsa lahir di era yang bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk tumbuh bebas, cerdas, dan ceria.

” Kita berharap peringatan Hari Anak ini, jangan hanya seremonial, tapi harus langsung bergerak melakukan sejumlah langkah, untuk melakukan perlindungan bagi seluruh anak – anak di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Sehingga memiliki dampak yang berarti bagi anak-anak,” ujar Ferry yang saat ini menduduki jabatan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jateng periode 2022 – 2027.

Sangat penting untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak, terlebih banyak kejadian atau kasus kekerasan yang menimpa anak. Kekerasan yang dialami anak, baik dilakukan keluarga, teman, maupun orang lain.

Alumni Universitas Diponegoo (Undip) ini, mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap permasalahan anak-anak.

” Dengan mempersiapkan anak-anak dengan baik, menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Maka secara tidak langsung sedang mempersiapkan masa depan bangsa dan negara yang lebih baik, ” ujar dia.

Selain perlindungan terhadap anak, Ferry juga berharap orang tua memiliki peran penting, agar anak cerdas menggunakan media sosial.

Penggunaan media sosial saat ini, sudah menyatu dalam kehidupan kita, terutama anak-anak. Perlu ada bimbingan kepada anak-anak, agar lebih bijak dalam menggunakan medsos, karena semuanya ada di medsos. Anak belum begitu paham konten mana yang baik dan kurang baik.

Semua pihak khususnya orang tua, memberikan pengarahan kepada untuk dapat menggunakan medsos dengan baik agar mereka bisa terus maju, kreatif, dan inovatif.

” Medsos memang tidak bisa kita hindari, tapi harus digunakan dengan benar, bijak, dan terkontrol, dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga anak dapat tumbuh, dengan cerdas, terampil, sehat, berakhlak, kreatif dan inovatif, serta berprestasilah sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki masing-masing, ” ujarnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), angka kekerasan pada anak masih tinggi.

Pada tahun 2020, rata-rata 33,91 anak menjadi korban setiap hari, sementara pada tahun 2021 dan 2022 rata-rata meningkat masing-masing menjadi 43,60 dan 48,33 anak per hari.

Sedangkan, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terdapat 4.683 aduan sepanjang tahun 2022. Dari jumlah itu, sebanyak 2.113 aduan terkait perlindungan khusus anak, sebanyak 1.960 aduan terkait lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, 429 aduan terkait sektor pendidikan dan budaya, 120 aduan terkait sektor kesehatan dan kesejahteraan, serta 41 aduan terkait pelanggaran hak kebebasan anak.

Diwarnai Kericuhan, Konser Don’t Stop Take Your Dream Gagal Digelar

0

KARANGANYAR (Pertamanews.id) – Konser musik Don’t Stop Take Your Dream yang menghadirkan deretan artis papan atas gagal di gelar, konser yang sedianya berlangsung di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (22/7).

Ribuan pengunjung yang sudah bersiap untuk menyaksikan konser tersebut diwarnai kericuhan.

Pasalnya, Kekacauan terjadi karena diduga panitia konser kabur karena belum membayar vendor sesuai dengan perjanjian dan tidak memberi kejelasan sehingga vendor tidak bisa memulai konser.

Keluhan juga datang dari dua penampil festival musik di Karanganyara ini, yaitu Stand Here Alone dan Rebellionrose. Kedua band ini membagikan kabar tentang festival yang kacau.

“Sampai detik ini kejelasan acara di Don’t Stop fest di De Tjolomadoe belum ada titik terang dari penyelenggara, dan kita juga kesusahan menghubungi pihak penyelenggara, dan pihak penyelenggara tidak ada memberi kabar ke kita dan acara belum dimulai sekarang,” ujar perwakilan band.

Sesusi jadwal, konser yang rencananya akan menampilkan Superman Is Dead (SID) dan Coil sebagai penutup tersebut seharusnya dimulai sekitarnya pukul 14.00 WIB.

Namun, setelah penonton menunggu lama hingga pukul 18.00 WIB, konser tak kunjung dimulai. Padahal mereka yang datang sudah membeli tiket sebesar Rp 120.000.

Tiket PSIS vs Borneo FC Sudah Bisa Dibeli

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Panitia pelaksana pertandingan PSIS Semarang mulai menjual tiket pertandingan menghadapi Borneo FC pada laga pekan kelima BRI Liga 1 2023/24 yang akan digelar di Stadion Jatidiri, Semarang pada Jumat (28/7) pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, tiket online pada tribun VIP, Barat, dan Timur mulai dijual secara online sejak Sabtu (22/7) kemarin.

Sementara tiket untuk tribun suporter seperti selatan dan utara dapat dikoordinasikan dan dibeli melalui organisasi suporter baik Panser Biru atau pun Snex.

“Tiket mulai dijual secara online. Barat, Timur dan VIP bisa dibeli di aplikasi tiket dot com. Sementara selatan sama utara dapat dipesan melalui Panser Biru dan Snex. Semoga pertandingan besok animo masyarakat yang hadir di Stadion Jatidiri tetap tinggi sama seperti saat menghadapi Persebaya kemarin,” ujar ketua panpel PSIS, Agung Buwono pada Minggu (23/7).

Ada pun tata cara pembelian melalui aplikasi tiket dot com dapat dibeli melalui skema berikut:

  1. Cari event pertandingan PSIS VS Borneo FC di aplikasi wesite tiket dot com
  2. Satu Akun Dapat Membeli 4 Tiket
  3. Masukkan Data Dir yang diminta dan pastikan email dan nomor hp yang dimasukkan aktif
  4. Lakukan pembayaran sesuai dengan petunjuk pembayaran dan metode pembayaran yang dipilih
  5. E-ticket akan dikirim melalui email dan My Order di aplikasi.

Bangun Chemistery, DPD GMNI Jateng Sukses Gelar Kegiatan Jambore di Jepara

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Tengah (Jateng), menggelar Jambore di Kompi Air Kodam IV Diponegoro Kabupaten Jepara, Minggu (23/7/2023).

Dalam kegiatan ini, DPD GMNI Jateng menyediakan wadah kader untuk berkumpul, bertukar pengalaman, dan meningkatkan keharmonisan antar kade cabang se-Jateng.

Selain itu, Jambore DPD GMNI Jateng juga menjadi sarana bagi kader untuk berdiskusi, bertukar ide, dan berbagi pengalaman guna menyatukan persepsi diperlukan suatu forum.

“Berkumpulnya kawan-kawan di Jepara, tidak lain untuk menyatukan antar kader. Supaya persepsi dan gerakan ke depan semakin kuat. Chemistry inilah yang akan dibangun,” Sekretaris DPD GMNI Jateng, M. Yoga Bachtiar kepada wartawan, Minggu pagi.

Pihaknya pun membalut Jambore dikemas dengan menyenangkan yakni dengan konsep camping di Kompi Air Kodam IV Diponegoro, Jepara.

Di sepanjang pesisir pantai, jadi forum komunikasi antar kader agar saling terhubung secara persepsi maupun emosional.

“Sebagaimana tema kali ini, yang mengangkat ‘Menjaga Soliditas dan Solidaritas GMNI Jateng’. Pengurus Daerah hendak merajut chemistry antar kader. Supaya nantinya, arah gerak semakin lebih baik,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni (PA) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jepara, Andi Rohmat mengatakan, tetap ber-GMNI meski telah usai secara kepengurusan. Sebab, salah satu yang bisa diakses ke depannya adalah jaringan.

“Jaringan itu sangat penting. Karena usai berorganisasi, yang dapat support hajat atau tujuan lokal nasional ialah kawan seperjuangan. Oleh karena itu, Jambore dilaksanakan oleh GMNI Jateng, persatuan,” terang Andi.

Lebih lanjut, Andi Andong (sapaan akrabnya) menekankan, supaya kader GMNI berpegang teguh kepada ajaran Bung Karno. Berpihak pada orang termarjinalkan (pinggiran) serta masyarakat kecil.

“Berangkat dari marhaenisme (ajaran Bung Karno), berikan suatu landasan pergerakan dimana kader GMNI harus membela orang kecil. Mereka harus diperjuangkan, esok, kini dan nanti,” pungkasnya.

Nekat Curi Koper Penumpang Kereta Api di Semarang, Dua Pelaku Pencuri Berhasil di Amankan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Unit Reskrim Polsek Semarang Utara membekuk dua pemuda karena telah mencuri koper milik penumpang kereta api jurusan Indramayu, di Stasiun Tawang, Semarang, Sabtu (22/7/2023).

Dua pelaku tersebut yakni bernama Febriyanto (35) warga Kebumen, dan Irwan Prasetyo (34) warga Gunung Kidul, yogyakarta.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, Iptu Kumaidi mengatakan kedua pelaku diamankan setelah anggota piket fungsi menerima laporan dari pihak Stasiun Tawang, terkait aksi pencurian.

“Jadi hari ini anggota piket fungsi dan unit reskrim mendapat informasi adanya dua orang yang diduga mencuri barang bawaan berupa koper milil penumpang kereta. Kemudian, pelaku kami bawa ke kantor untuk kita mintai keterangan,” ungkap Iptu Kumaidi saat dikonfirmasi.

Sementara, Manager Humas Daops IV Semarang, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan, pencurian terjadi di Masjid Stasiun Tawang, sekira pukul 06.00 WIB.

“Iya benar, saat pencurian, korban atau pemilik koper masih sholat subuh. Mengetahui barang bawaannya hilang, kemudian korban melapor ke Polsuska. Setelah dicek cctv, ternyata ada pencurian, dan kemudian kita laporkan ke Polsek Semarang Utara,” beber Ixfan.

Sedangkan, pelaku Febriyanto mengaku dirinya nekat mencuri setelah rekannya, Irwan, menunjukkan adanya koper di halaman masjid. Febri juga mengaku, dirinya terlantar di stasiun selama 4 hari dan kehabisan uang.

“Irwan yang bilang kalau ada koper tidak ada yang punya. Kemudian saya yang ambil. Sudah 4 hari di sini (stasiun). Iya, tidur di masjid stasiun,”ucapnya.

Setelah berhasil mencuri, lanjutnya, barang barang di dalam koper kemudian dibungkus plastik dan dijual.

“Kopernya kita buang di Kota Lama. Barang barangnya dibungkus plastik sama Irwan, terus kita jual 100 ribu. Uangnya buat makan,” ujar pelaku.

Ciptakan Lagu untuk Ganjar, Anang Hermansyah : Cerminan Sikap Politisi Mas Ganjar

0

BOGOR (Pertamanews.id) – Artis sekaligus pencipta lagu ternama tanah air, Anang Hermansyah, menciptakan lagu khusus untuk Ganjar Pranowo. Lagu itu berjudul Hitam Putih Garis Garis. Lagu yang terinspirasi dari kemeja motif garis hitam putih yang biasa dipakai Ganjar Pranowo itu telah rilis di channel YouTube miliknya.

Saat Ganjar blusukan ke Bogor, Sabtu (22/7), Anang dan istrinya, Ashanty juga mendampingi. Saat ditanya awak media terkait lagu barunya itu, Anang mengatakan bahwa lagu itu terinspirasi dari sikap dan gaya politik Ganjar Pranowo, yang tegas tidak abu-abu.

“Lagu ini menunjukkan semangat Mas Ganjar, bahwa kita harus tegak lurus melanjutkan dan menyelesaikan program Presiden Joko Widodo. Selain itu, lagu ini juga menunjukkan sikap politik Mas Ganjar yang tidak abu-abu. Sebuah ketegasan yang saya kira penting demi Indonesia ke depan,” ucapnya.

Dalam menciptakan lagu Hitam Putih Garis Garis itu, Anang mengatakan tak menemukan kesulitan. Hanya butuh waktu lima menit saja bagi suami Ashanty ini menyelesaikannya.

“Alhamdulillah nggak ada kesulitan, semua mengalir seperti air. Aku ketemu temen-temen, dengan Mas Jo dan dikatakan ini ada ide begini, ada tulisan ini. Aku cuma butuh waktu lima menit untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Sebagai musisi, Anang melihat ada harapan besar untuk industri musik dan industri kreatif Tanah Air di tangan Ganjar. Sebagai pemimpin, Ganjar sangat memahami kebutuhan para pelaku seni Tanah Air.

“Ia mau mendengarkan dan juga sudah melakukan praktik secara baik dalam mendukung para musisi di Jawa Tengah. Aku sering ngobrol dengan beliau dan kelihatan sekali beliau menguasai kebutuhan kami para musisi dan anak-anak muda kreatif Tanah Air,” jelasnya.

Kata Anang, Ganjar juga selalu mendengar dan tak risih dikritik. Terlebih, Anang menegaskan, ia yakin Ganjar bersama musisi siap untuk memajukan industri kreatif tanah air.

“Itu yang kita tunggu, beliau siap bareng-bareng untuk memajukan industri musik dan industri kreatif Tanah Air. Saat ini saja pendapatan industri ini sudah Rp1.151 triliun. Jadi ini memang harus digarap serius,” pungkasnya.

Di lain sisi, Ganjar Pranowo menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Anang. Ia juga menyampaikan terima kasih karena Anang telah menciptakan lagu khusus untuknya.

“Iya hari ini saya didampingi Mas Gibran, Mas Bima Arya, Mas Anang, Mbak Ashanty hingga Mas Thariq Halilintar. Ini spesial ya, apalagi kemarin Mas Anang bahkan sudah buatkan lagu untuk saya. Makasih Mas Anang dan Mbak Ashyanti sudah ikut mendampingi hari ini,” katanya.

Hari Bhakti Adyaksa ke-63, Kejati Jateng Paparkan Pencapaian Kinerja Sepanjang 7 Bulan Terakhir

0

SEMARANG (Pertamanews.id) -Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) menggelar rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa ke-63 dengan bertemakan ” Penegakan Hukum yang tegas dan Humanis Mengawal Pembangunan Nasional”, Sabtu (22/7/2023).

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, I Made Suarnawan menyampaikan, Kajati telah melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan, yang sebelumnya telah dilaksanakan.

“Sebelumnya Kejati Jateng telah melaksanakan rangkaian kegiatan, seperti bakti sosial ke Panti Asuhan, kemudian melakukan kunjungan, selain itu kami juga penggelar pekan olahraga dengan Kejati Kota Semarang,” pungkasnya di Kantor Kajati Semarang.

Lanjutnya, dirinya memaparkan kinerja Kejati Jateng kurun waktu Januari 2023 hingga 22 Juli 2023, bahwa kejaksaan Jateng memiliki bentuk organisasi yang berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2021, Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan RI yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Kejaksaan PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia.

“Kejati adalah ibu kota provinsi dengan wilayah hukumnya, terdiri dari 36 Kejaksaan Tinggi dengan satu cabang Kejaksaan Tinggi, yang terbagi menjadi 6 wilayah koridor, yaitu Semarang, Pati, Pekalongan, Magelang, Purwokerto dan Surakarta,” paparnya.

Dalam kurun waktu tersebut, capaian kinerja Kajati Jateng secara garis besar meliputi, Bidang Pembinaan, Bidang Intelejen, Bidang Tindak Tidana Umum, Bidang Tindak Pidana Khusus, Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Bidang Pengawasan, Bidang Pidana Militer.

Dirinya memaparkan, pada Bidang Pidana Khusus pihaknya telah melakukan penyelamatan keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan TPPU dan penyelamatan keuangan negara perkara tindak pidana perpanajakan, kepabeanan, cukai dan TPPU.

“Kajati Jateng telah penyelamatan keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan TPPU berjumlah Rp.21.150.950.109,- dan untuk penyelamatan keuangan negara perkara tindak pidana perpajakan, kepabeanan, cukai dan TPPU berjumlah Rp.5.425.184.211,-, sehingga total penyelamatan Bidang Pidsus mencapai Rp.26.576.134.319,-,” bebernya.

Selain itu, pada Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kajati Jateng lakukan pemulihan keuangan negara periode Januari hingga Juli 2023 sebesar Rp.16.630.464.728,- dan utuk penyelamatan keuangan negara sebesar Rp.94.891.012.420,-.

Disisi lain, disinggung soal Pemilu mendatang pada tahun 2024, I Made Suarnawan menyampaikan, pihaknya memastikan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mampu memosisikan diri dalam tahun politik ini.

Dirinya juga menyatakan kesiapan kejaksaan dalam menjaga provinsi tetap kondusif pada tahun politik.

“Kejaksaan harus memosisikan sebagai PNS yang netral, tidak memihak,” imbuhnya.

Lewat Co-Firing, 40 PLTU PLN Grup Mampu Turunkan Emisi Hingga 429 Ribu Ton CO2

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) sukses meningkatkan penggunaan biomassa sebagai substitusi batu bara di 40 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau co-firing. Melalui teknologi co-firing PLN Grup telah mampu menurunkan emisi karbon hingga 429 ribu ton CO2 sepanjang semester 1 tahun 2023.

Dalam masa transisi energi, PLN menggunakan teknologi co-firing di PLTU sebagai upaya menekan penggunaan batu bara. Co-firing adalah substitusi batu bara pada rasio tertentu dengan bahan biomassa seperti pellet kayu, sampah, cangkang sawit dan sawdust (serbuk gergaji).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa co-firing ini dilakukan tak sekedar mengurangi emisi, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan membangun ekonomi kerakyatan. PLN mengajak masyarakat untuk terlibat aktif membuat bahan baku co-firing, mulai dari penanaman tanaman biomassa hingga pengelolaan sampah rumah tangga wilayahnya untuk dijadikan pellet.

“Kehadiran program ekonomi kerakyatan co-firing ini juga merupakan langkah nyata PLN menjawab persoalan global. Mewujudkan Indonesia yang bersih dan mandiri energi. Meningkatkan kapasitas nasional dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG),” ucapnya.

Secara kumulatif, pada Semester 1 tahun 2023, penggunaan biomassa mencapai angka 0,4 juta ton dan akhir tahun ditargetkan mencapai 1 juta ton, lebih tinggi dari pada tahun 2022 yakni 0,58 juta ton. Begitu pula jika dilirik dari tahun 2021 yang hanya 0,29 juta ton. Penggunaan biomassa ini akan terus bertumbuh hingga 10 juta ton pada tahun pada 2025.

Darmawan merinci, penerapan co-firing di wilayah Sumatera dan Kalimantan (Sumkal) sebanyak 38.547 ton, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana) 12.445 ton, dan Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sebanyak 353.575 ton biomassa.

“Ke depan PLN akan lebih trengginas lagi, dari 40 PLTU yang sudah terealisasi, hingga akhir tahun ini kami akan menambah dua PLTU, dan bertahap mencapai 52 PLTU di 2025 nanti. Sehingga, co-firing biomassa dapat menyumbang 12% dari total bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2025,” lanjut Darmawan.

Darmawan memaparkan, hingga tahun 2025 mendatang, PLN telah merancang peta jalan nasional program co-firing. Untuk itu, pihaknya terus berupaya agar target dekarbonisasi sebesar 954 ribu ton CO2 pada tahun 2023 bisa tercapai.

“PLN terus berkomitmen mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia salah satunya dengan penerapan co-firing biomassa. Per semester 1 2023, PLN berhasil menurunkan sebanyak 429.470 ton emisi CO2, dan ini akan terus kita lanjutkan guna mencapai target jangka panjang pada 2060 Indonesia bebas emisi atau lebih cepat,” ujar Darmawan.

Selain itu, PLN juga tengah menerapkan berbagai terobosan anyar guna memastikan rantai pasok sumber biomassa ke pembangkit berjalan baik. Seperti pengiriman dilakukan dengan jalur laut memanfaatkan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, serta bekerja sama dengan pemerintah dan juga stakeholder dalam penyediaan biomassa.

“Jadi PLN bukan semata-mata menerapkan teknologi ini untuk mengurangi emisi saja. PLN sadar ada unsur ekonomi sirkular yang bisa membentuk ekosistem energi kerakyatan, di mana listrik ini dihasilkan dari kontribusi rakyat dan dinikmati kembali oleh rakyat,” pungkas Darmawan.