spot_img
Beranda blog Halaman 4

Tolak Angin Masih Jadi Primadona, Penjualannya Stabil dan Terus Tumbuh

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ekspansi pasar dan inovasi produk menjadi fokus utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam menjaga pertumbuhan bisnis herbal nasional.

Di tengah tren gaya hidup sehat berbasis bahan alami yang terus meningkat, perusahaan optimistis produk herbal Indonesia masih memiliki peluang besar berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional.

Saat ini, produk unggulan Tolak Angin masih mendominasi pasar herbal nasional dengan penguasaan sekitar 72 persen market share.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk DR (HC) Irwan Hidayat mengatakan, keberhasilan perusahaan bertahan di tengah ketatnya persaingan tidak lepas dari pengalaman panjang dalam memahami perilaku pasar dan kebutuhan konsumen.

“Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan,” ujar Irwan, di Semarang, Jumat (8/5).

Menurutnya, kekuatan utama Sido Muncul terletak pada kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dijaga secara konsisten melalui riset dan uji klinis.

Hal tersebut membuat produk herbal perusahaan tetap memiliki permintaan tinggi di pasaran.

Irwan menilai kondisi pasar herbal sebenarnya sangat dipengaruhi stabilitas ekonomi dan sentimen publik.

Selama kondisi ekonomi berjalan baik dan tidak muncul isu negatif, permintaan masyarakat terhadap produk herbal akan tetap stabil.

“Kalau tidak ada berita negatif dan ekonomi tetap berjalan baik, demand biasanya tetap kuat,” katanya.

Selain memperkuat pasar nasional, Sido Muncul kini agresif memperluas ekspor ke sejumlah negara seperti China dan India.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pasar produk kesehatan berbasis herbal yang dinilai terus berkembang di tingkat global.

“Perusahaan menilai peluang produk herbal Indonesia di pasar internasional masih sangat besar, terutama untuk produk kesehatan berbasis bahan alami,” kata Irwan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perusahaan juga menyiapkan inovasi produk baru yang dijadwalkan meluncur pada Agustus mendatang.

Meski belum mengungkap detailnya, Irwan memastikan produk tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

“Kalau saya membuat sesuatu, saya harus yakin produk itu pasti laku,” katanya.

Kinerja positif Sido Muncul turut dirasakan para distributor dan pedagang grosir di berbagai daerah. Permintaan produk Tolak Angin disebut masih stabil bahkan terus meningkat, termasuk di pusat perdagangan besar seperti Pasar Beringharjo Yogyakarta.

“Penjualannya masih bagus dan permintaannya terus meningkat,” ujar Bintoro, pedagang grosir di Pasar Beringharjo.

Dengan dominasi pasar yang tetap kuat, ekspansi ekspor yang terus berjalan, serta inovasi produk baru yang segera diluncurkan, Sido Muncul optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia di pasar internasional.***

Donor Darah Bersama PMI, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Perkuat Komitmen CSR Kesehatan

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) — Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan donor darah bertema “Berbagi Darah, Berbagi Kehidupan” pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Gambuh Function Room hotel setempat.

Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan delapan kantong darah yang berasal dari karyawan serta jajaran manajemen hotel.

Meski jumlah pendonor masih terbatas, aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Denny Jatnika, mengatakan kegiatan donor darah ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan hotel maupun masyarakat sekitar.

“Ini adalah langkah awal kami. Satu kantong darah bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa. Artinya, hari ini kita telah membantu memberi harapan bagi banyak orang. Ke depan, kami akan mengajak lebih banyak staf, tamu, dan masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan donor darah berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Ririn, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak hotel dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Kulon Progo.

“Setiap kantong darah sangat berarti, terutama untuk golongan darah langka. Kami berterima kasih kepada Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta atas kepeduliannya melalui program ini dan siap mendukung agar kegiatan selanjutnya dapat menjangkau lebih banyak pendonor,” katanya.

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International. Hotel ini memiliki 166 kamar dengan berbagai fasilitas berstandar internasional, seperti restoran, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, hingga rooftop lounge dengan panorama hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.

Lokasinya juga strategis karena hanya sekitar tujuh menit dari Yogyakarta International Airport.
Informasi terkait pemesanan kamar dan promo lainnya dapat diperoleh melalui akun Instagram @swissbelhotelairportjogja atau facebook Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dan situs resmi swiss-belhotel.com.***

Sahidin Tegaskan MBG Jadi Langkah Nyata Wujudkan Generasi Sehat Indonesia Emas

0

Kampar, Riau (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung terciptanya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan sosialisasi MBG bersama mitra kerja kali ini digelar di Gedung Serbaguna Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (7/5), dan dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat. 

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin, Lurah Lipat Kain Andi Sukma, serta Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP., MSi sebagai narasumber. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta manfaat Program MBG bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi yang layak. Ia menyebut masih tingginya angka stunting dan gizi buruk menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama.

“Program MBG hadir sebagai langkah nyata untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ir. H. Sahidin. 

Ia menjelaskan bahwa sasaran program meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/pesantren, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Menurutnya, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang besar karena melibatkan UMKM, petani, nelayan, dan penyedia bahan pangan lokal.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal di Riau menjadi kekuatan penting agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” lanjutnya. 

Ir. H. Sahidin juga menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. 

Program MBG bukan hanya tentang pemberian makanan, tetapi juga tentang membangun masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai langkah bersama menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.***

Di Hadapan Mahasiswa FK Unnes, Irwan Hidayat Tegaskan Jamu Siap Masuk Dunia Medis Modern

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) — Transformasi jamu Indonesia menuju panggung kesehatan modern menjadi sorotan dalam kunjungan industri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang membagikan perjalanan panjang industri herbal Indonesia, mulai dari akar tradisional hingga strategi digital untuk membawa jamu masuk ke ranah medis modern.

Di hadapan para calon dokter, Irwan menegaskan bahwa tren dunia kini mulai kembali melirik pengobatan berbasis alam atau back to nature setelah puluhan tahun didominasi obat sintetis.

Ia mengawali paparannya dengan mengulas sejarah farmasi dunia sejak 1897, saat ilmuwan Jerman Felix Hoffmann berhasil menciptakan Aspirin dari senyawa salisin pohon willow.

“Sebelum 1897, semua obat berasal dari alam. Aspirin menjadi sintesa obat pertama yang sukses dan sejak itu dunia perlahan meninggalkan obat alami karena obat kimia dianggap lebih cepat dan praktis,” ujar Irwan.

Namun menurutnya, perubahan tren global membuka peluang besar bagi kebangkitan jamu Indonesia, asalkan dibarengi pendekatan ilmiah yang kuat dan mampu diterima dunia medis.

Irwan mengungkapkan, tantangan terbesar industri herbal bukan lagi soal bahan baku, melainkan validasi ilmiah dan birokrasi regulasi internasional yang panjang serta mahal.

Karena itu, Sido Muncul memilih langkah percepatan melalui pengembangan Sido Herbalpedia, sebuah portal literatur berbasis riset yang dirancang menjadi pusat edukasi herbal bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jembatan antara pengetahuan tradisional dan pendekatan medis modern berbasis data.

“Kita tidak bisa hanya menunggu proses bertahun-tahun. Kalau semua harus menunggu lisensi formal dengan biaya besar, inovasi akan berjalan lambat. Maka kami melakukan uji pra-klinis mandiri untuk membuktikan manfaat herbal secara nyata,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah produk seperti Sambiroto dan Temulawak yang kini terus diuji melalui pendekatan riset cepat namun tetap akurat.

“Kalau hasilnya tidak signifikan, kami langsung evaluasi dan mencari formula baru. Jadi yang kami bangun bukan sekadar klaim, tetapi keyakinan ilmiah berbasis hasil,” tambahnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi, Irwan juga membagikan sisi personal perjalanan hidupnya yang jarang diketahui publik.

Ia mengaku masa kecilnya dipenuhi berbagai penyakit berat, mulai dari malaria yang tak terdeteksi selama berbulan-bulan, gangguan ginjal, hingga depresi dan fobia kesehatan.

Kondisi tersebut bahkan membuat berat badannya sempat turun drastis hingga 32 kilogram.
Pengalaman panjang melawan sakit itulah yang kemudian membentuk pandangannya tentang pentingnya hidup sehat, pengendalian pola makan, hingga praktik autophagy atau puasa intermiten.

“Dulu saya sering sakit-sakitan. Tapi saya belajar, selain menjaga tubuh, kontribusi kepada orang lain juga menjadi obat terbaik. Karena itu Sido Muncul harus bisa memberi manfaat dan inspirasi bagi masyarakat,” kenangnya.

Cerita tersebut membuat suasana diskusi terasa lebih emosional. Para mahasiswa tidak hanya mendapat wawasan tentang industri herbal, tetapi juga pelajaran tentang ketekunan, inovasi, dan semangat hidup dari salah satu tokoh besar industri jamu nasional.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FK Unnes kepada Irwan Hidayat, dilanjutkan sesi foto bersama di kawasan pabrik Sido Muncul yang dikenal mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan.

Melalui kunjungan ini, FK Unnes berharap kolaborasi antara dunia akademik dan industri herbal nasional semakin erat, sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia sebagai bagian penting dari kedaulatan kesehatan nasional.***

DPR RI Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

0

Rokan Hilir (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak.

Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Maharani, M.M, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.

“Mari kita bersama-sama mendukung dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar dr. Maharani saat sosialisasikan program MBG di Kecamatan Tanjung Puih Tanjung Melawan Selasa, (5/5).

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif. Oleh karena itu, Program MBG hadir sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Lebih lanjut, dr. Maharani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta keluarga dalam menyukseskan program ini. Tanpa kolaborasi yang kuat, implementasi program dinilai tidak akan berjalan optimal.

Selain itu, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Keterlibatan petani lokal, pelaku usaha kecil, serta tenaga kerja dalam rantai pelaksanaan program menjadi faktor penting dalam mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan Indonesia.***

JNE Borong Dua Penghargaan Bergengsi 2026, Bukti Dominasi di Era Digital dan Ketangguhan Merek

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — Kinerja konsisten dan inovasi berkelanjutan kembali mengantarkan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) ke panggung prestasi nasional.

Perusahaan logistik terkemuka ini sukses meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Golden Brand of The Year 2026 dengan predikat Excellent serta Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 untuk kategori jasa pengiriman.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang apresiasi yang diinisiasi oleh Infobrand.id bersama Tras N Co Indonesia dan IMFocus Digimarketing Consultant, yang digelar di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta, pada 28 April 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh CEO Tras N Co Indonesia Tri Raharjo dan CEO Media Infobrand Group Susilowati Ningsih, serta diterima oleh Media Communication Department Head JNE, Kurnia Nugraha.

Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi energi baru bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperkuat layanan kepada pelanggan.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus berkembang. JNE akan terus berkomitmen menghadirkan inovasi serta memperkuat peran dalam menghubungkan kebahagiaan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2026 diberikan kepada merek-merek yang berhasil membangun popularitas dan kepercayaan publik melalui platform digital.

Penilaian dilakukan berdasarkan riset Indonesia Digital Popular Brand Index periode November 2025 hingga Januari 2026, dengan tiga indikator utama: performa mesin pencari, aktivitas media sosial, serta kekuatan website resmi.

Keberhasilan JNE meraih penghargaan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu brand paling dipercaya oleh masyarakat di era digital, khususnya dalam layanan pengiriman.

Tak hanya unggul secara digital, JNE juga dinilai mampu menjaga eksistensi merek dalam jangka panjang. Penghargaan Golden Brand of The Year 2026 diberikan atas konsistensi perusahaan selama lebih dari 25 tahun dalam menghadapi dinamika bisnis.

Penilaian dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni keberadaan merek (brand existence), dampak merek (brand impact), serta inovasi bisnis (business innovation).

JNE dinilai berhasil mempertahankan relevansi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Eri menambahkan, selama 35 tahun perjalanan, JNE terus bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Komitmen kami tidak hanya pada pelayanan terbaik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Kami ingin terus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Dalam setiap operasionalnya, JNE konsisten mengusung semangat “Connecting Happiness” yang berlandaskan nilai berbagi, memberi, dan menyantuni. Filosofi ini diwujudkan melalui berbagai program sosial, olahraga, budaya, hingga edukasi komunitas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi karyawan dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan torehan dua penghargaan ini, JNE semakin menegaskan perannya sebagai perusahaan logistik yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga relevan, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di era digital.***

PGN Dukung Pengembangan CNG, Tekankan Kesiapan dan Kajian Menyeluruh

0

MAKASSAR (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (“PGN”) menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi nasional, termasuk pengembangan pemanfaatan Compressed Natural Gas (“CNG”).

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber energi domestik, di tengah dinamika harga energi global yang fluktuatif.

Area Head PGN Kawasan Timur Indonesia, Fuad Hamzah, menjelaskan bahwa wacana pemanfaatan CNG untuk berbagai segmen, termasuk rumah tangga, masih dalam tahap pembahasan dan kajian bersama pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, berbagai aspek teknis dan operasional masih perlu dimatangkan, mulai dari skema distribusi, kesiapan infrastruktur, hingga model pemanfaatan yang paling sesuai bagi masyarakat.

“PGN pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi gas bumi. Namun, implementasinya memerlukan kajian menyeluruh agar dapat berjalan secara efektif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Fuad, Selasa (5/5/2026).

PGN menegaskan bahwa pengembangan CNG bukan semata sebagai pengganti energi tertentu, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik.

Sebagai perusahaan dengan pengalaman dalam pengelolaan gas bumi, PGN telah memiliki kapabilitas distribusi baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG dan LNG.

Saat ini, PGN didukung oleh infrastruktur CNG berupa 14 SPBG/Mother Station dan 4 Mobile Refueling Unit (“MRU”), serta telah melayani berbagai segmen pelanggan mulai dari transportasi, komersial, hingga industri di berbagai wilayah.

Di sisi lain, pemerintah terus mengkaji potensi pemanfaatan CNG sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan penguatan kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa pemanfaatan CNG telah mulai diterapkan di beberapa sektor dan tengah dikembangkan lebih lanjut untuk berbagai kebutuhan energi.

PGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna mendukung kebijakan energi nasional sesuai dengan kapasitas dan kesiapan yang dimiliki.***

Irma Suryani Pastikan Program MBG Berjalan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

0

OKI (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan Komisi IX bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sosialisasi kali ini dilaksanakan di Desa Suka Mulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Sabtu, (2/4).  

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani yang hadir sebagai pembicara utama menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

“Program ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat. Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Irma.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam implementasi program agar berjalan sesuai ketentuan.

“Saya menekankan pentingnya pengawasan yang baik. Jika terdapat pelaksana yang tidak menjalankan tugas dengan baik, tentu akan ada evaluasi dan tindakan tegas, karena program ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irma mendorong agar program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari masyarakat setempat.

“Program ini harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dengan melibatkan potensi lokal. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi, kita juga membantu menggerakkan perekonomian desa,” tambahnya.

Program MBG memiliki tujuan yang luas, mulai dari peningkatan gizi, pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan tokoh masyarakat, untuk berperan aktif dalam menyukseskan program MBG agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Irma Suryani mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan program ini. “Mari kita jaga bersama pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik,” pungkasnya.***

Anggota DPR Irma Suryani Minta Program MBG Berjalan Transparan dan Berkualitas

0

OKI, Sumatera Selatan (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung Kesenian Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Minggu (3/5).

Acara ini dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IX, Irma Suryani, bersama Anggota DPRD OKI, M. Reki, Koordinator Wilayah Anggreini Hasanah, serta tokoh masyarakat dan peserta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Irma Suryani menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Sebagai Anggota DPR RI Komisi IX yang membidangi kesehatan, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu program prioritas saat ini adalah Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Irma.

Ia juga menekankan bahwa kualitas makanan dalam program ini telah melalui pengawasan ketat dari para ahli gizi sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap manfaatnya.

“Makanan yang diberikan telah dirancang sesuai kebutuhan gizi tubuh. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu ragu terhadap program ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irma mengingatkan pentingnya pelaksanaan program yang transparan dan tepat sasaran. “Pelaksanaan program ini harus berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Tidak boleh ada penyimpangan dalam distribusi maupun kualitas makanan. Jika ada pelanggaran, tentu akan ada evaluasi bahkan tindakan tegas,” tegasnya.

Ia berharap program MBG di wilayah Kayu Agung dapat segera berjalan optimal dan menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. “Saya akan terus mendorong dan mengawal program ini di tingkat pusat agar pelaksanaannya merata, termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan sejahtera.***

Libur Panjang Hari Buruh, KAI Daop 4 Semarang Layani 126 Ribu Lebih Pelanggan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Buruh Nasional yang bertepatan dengan akhir pekan, yakni pada 1 hingga 3 Mei 2026.

Selama periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang telah melayani sebanyak 126.239 pelanggan, dengan rincian 62.037 pelanggan berangkat dan 64.202 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 4 Semarang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang.

“Puncak keberangkatan penumpang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 dengan jumlah mencapai 23.506 pelanggan. Sementara itu, puncak kedatangan terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026 dengan total 27.918 pelanggan tiba di wilayah Daop 4 Semarang,” ujar Luqman.

Ia menambahkan bahwa angka tersebut masih berpotensi mengalami perubahan seiring proses finalisasi data setelah seluruh perjalanan kereta api selesai.

Stasiun Utama Masih Jadi Titik Pergerakan Penumpang

Selama periode libur panjang ini, beberapa stasiun besar di wilayah Daop 4 Semarang masih menjadi simpul utama pergerakan penumpang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Adapun stasiun dengan volume penumpang tertinggi antara lain:

  • Stasiun Semarang Tawang: 19.309 penumpang naik, 20.791 penumpang turun
  • Stasiun Semarang Poncol: 15.162 penumpang naik, 15.721 penumpang turun
  • Stasiun Tegal: 7.407 penumpang naik, 7.676 penumpang turun
  • Stasiun Pekalongan: 5.506 penumpang naik, 5.318 penumpang turun
  • Stasiun Pemalang: 3.090 penumpang naik, 3.113 penumpang turun

Dukungan Kapasitas Angkutan Selama Libur Panjang

Untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Daop 4 Semarang setiap harinya mengoperasikan rata-rata 34 perjalanan kereta api jarak jauh, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan mencapai 21.128 tempat duduk per hari.

Kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam memastikan ketersediaan layanan transportasi yang memadai, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang nasional.

Kereta Ekonomi Dukung Akses Wisata Antar Kota

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, layanan kereta api kelas ekonomi masih menjadi pilihan utama pelanggan, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan pendek antar kota.

Sejumlah kereta api ekonomi yang menjadi favorit pelanggan di antaranya:

• KALIGUNG
• AMBARAWA EKSPRES
• AIRLANGGA
• KAMANDAKA
• JOGLOSEMARKERTO
• KEDUNG SEPUR
• MENOREH
• BANYUBIRU
• BLORA JAYA

Ketersediaan layanan tersebut turut mendukung konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, seperti kawasan heritage Kota Lama Semarang, pesisir utara Jawa, hingga destinasi budaya di wilayah Solo dan Yogyakarta.

Peran Kereta Api dalam Mendorong Pariwisata

KAI Daop 4 Semarang melihat momentum libur panjang tidak hanya sebagai peningkatan mobilitas masyarakat, namun juga sebagai peluang dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Kemudahan akses transportasi yang ditawarkan kereta api menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata, baik ke destinasi unggulan maupun daerah penyangga.

“KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah,” tambah Luqman.

Komitmen Layanan dan Imbauan kepada Pelanggan

Selama masa libur panjang ini, KAI Daop 4 Semarang tetap mengoperasikan perjalanan kereta api sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk:

  • Datang lebih awal ke stasiun
  • Memastikan jadwal perjalanan sesuai dengan tiket
  • Mematuhi seluruh ketentuan perjalanan yang berlaku