spot_img
Beranda blog Halaman 413

Pak Rahman Kembali Digelar, Wali Kota Semarang Hevearita: Wujud Kepedulian Bantu Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan angka inflasi di Kota Semarang, Wali kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menggelar pasar murah dan memberikan bantuan sosial di 16 kecamatan.

Program ini menindaklanjuti arahan dari Kemendagri (Kementerian Dalam negeri) untuk membantu meringankan beban masyarakat khususnya di bulan Ramadan.

“Ini merupakan wujud kepedulian Pemkot Semarang untuk membantu meringankan beban masyarakat. Selain mengadakan pasar murah, tadi juga ada masyarakat yang membutuhkan kita berikan bantuan sembako. Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat dan menekan angka inflasi. Ini juga himbauan Bapak Mendagri untuk membantu masyarakat pada saat sekarang ini, support Pasar Murah ataupun Bansos,” terang wali kota yang akrab disapa mbak Ita di halaman Kantor Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (31/3).

Dirinya juga menyampaikan bahwa pasar murah ini terselenggara atas kerja sama dari berbagai pihak. Di mana salah satunya adalah BUMP (Badan Usaha Milik Petani). BUMP sendiri memiliki peran penting dalam upaya terlaksananya Pasar Murah, hal tersebut karena BUMP sudah lebih dulu melakukan kerja sama dengan gabungan kelompok tani di berbagai daerah.

“Salah satu cara menekan biaya ini adalah dengan menggandeng BUMP yang mereka notabebe sudah melakukan kerja sama gabungan kelompok tani di beberapa daerah seperti di Kendal bekerja sama melalui komoditas telur dan ayam, Kabupaten Semarang berupa sayur mayur, Grobogan dan Demak berupa beras dan bawang merah, dan kemudian juga Kebumen. Sehingga hal ini bisa memutus mata rantai distiribusi yang cukup mahal. Dan bisa dibuktikan harganya sekarang sangat murah sekali,” ujarnya.

Pasar Murah merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional), BUMP, dan pelaku-pelaku usaha lain untuk bisa saling melengkapi. Sehingga harapannya pasar murah ini benar-benar bisa terjangkau oleh masyarakat. Kegiatan ini sendiri nantinya juga akan dilaksanakan menyeluruh di seluruh kecamatan di Kota Semarang hingga menjelang hari raya Idul Fitri.

Destinasi Wisata di Jalur Mudik Lintas Selatan Jawa

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Lebaran selalu identik dengan cuti bersama yang lumayan panjang. Tak jarang, momen ini dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk mudik ke kampung halaman, sekaligus kumpul bersama keluarga besar saat Hari Raya Idulfitri.

Namun menariknya, selain bertemu dengan keluarga, momen mudik lebaran juga bisa Sobat Parekraf jadikan sarana wisata singkat. Apalagi bagi Sobat Parekraf yang mudik melintasi Jalur Lintas Selatan Jawa. Sepanjang Jalur Lintas Selatan Jawa terdapat banyak destinasi wisata yang menarik untuk disinggahi.

Ada enam provinsi yang dilintasi rute mudik Jalur Lintas Selatan Jawa, yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata di sepanjang jalur mudik di Jalur Lintas Selatan Jawa yang bisa Sobat Parekraf singgahi:

Pantai Tanjung Layar

Salah satu pantai yang tak boleh Sobat Parekraf lewatkan saat memulai perjalanan dari Banten adalah Pantai Tanjung Layar. Berlokasi di Desa Sawarna, Bayah, Lebak, Pantai Tanjung Layar memiliki ombak khas Laut Selatan yang bergelora. Saking tingginya, ombak pantai mampu menghempas dinding batu karang dengan sangat cantik.

Menjelang senja, Sobat Parekraf dapat menyaksikan semburat merah keemasan dengan latar belakang batu-batuan karang yang eksotis di Pantai Tanjung Layar. Sangat cocok bagi Sobat Parekraf yang ingin memanjakan diri sejenak saat baru tiba di Pulau Jawa dari Pulau Sumatera.

Gedung Sate

Memasuki Jawa Barat, Sobat Parekraf bisa mampir melihat bangunan bersejarah di Kota Bandung, Gedung Sate. Destinasi wisata ini berada di Jalan Diponegoro, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung. Gedung Sate dibangun pada 1924, dan masih berdiri kokoh hingga sekarang.

Selain menikmati keindahan arsitektur dari Gedung Sate, Sobat Parekraf bisa berkunjung ke dalam museum di dalamnya, serta melihat berbagai macam koleksi seni dan tahapan pembangunan Gedung Sate.

Di belakang Gedung Sate juga terdapat salah satu kuliner unik yang bisa Sobat Parekraf cicipi, yakni Sate Jando. Lokasinya hanya berjarak sekitar 260 meter dari Gedung Sate.

Benteng Van Der Wijck

Selepas berburu kuliner di Bandung, Sobat Parekraf bisa melanjutkan perjalanan Jalur Lintas Selatan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah. Melintasi Kabupaten Kebumen Sobat Parekraf bisa singgah sejenak melihat megahnya Benteng Van Der Wijck di Desa Sidayu, Gombong, Kebumen.

Benteng Van Der Wijck adalah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke 18 M. Berbeda dengan benteng peninggalan Belanda lainnya, benteng ini terbuat dari batu bata. Sehingga memberi kesan warna merah yang estetik.

Selain menikmati keindahan arsitektur benteng, bagi Sobat Parekraf yang mengajak buah hati juga bermain wahana perahu angsa, mobil-mobilan, kincir putar, hingga kereta mini. Jadi anak tidak bosan selama perjalanan mudik.

Candi Prambanan

Memasuki Yogyakarta, Sobat Parekraf akan melewati kawasan Candi Prambanan. Destinasi wisata populer di Yogyakarta satu ini merupakan kompleks candi Hindu terbesar di dunia, dan sudah ditetapkan sebagai sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) oleh UNESCO.

Di dalam kompleks candi, Sobat Parekraf bisa berjalan kaki untuk mengabadikan momen dengan latar belakang rerumputan dan kemegahan Candi Prambanan. Kalau bosan berjalan kaki, Sobat Parekraf bisa menaiki mobil wisata untuk berkeliling menikmati pemandangan candi.

Taman Nasional Alas Purwo

Mendekati ujung Jalur Lintas Selatan Jawa, Sobat Parekraf akan memasuki provinsi Jawa Timur. Di provinsi paling ujung Pulau Jawa ini, terdapat salah satu destinasi wisata yang menyajikan sabana luas, yakni Taman Nasional Alas Purwo. Destinasi wisata ini berada Tegaldlimo, Purwoharjo, Banyuwangi.

Taman Nasional Alas Purwo memiliki luas mencapai 43 ribu hektare, di sini Sobat Parekraf bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata yang masuk dalam kawasan Taman Nasional, yakni Sabana Sadengan, Pantai Pancur, Gua Istana, Pura Giri Selaka, hutan bambu, hingga hutan mangrove. Cocok banget dijadikan tempat istirahat sejenak sebelum meninggalkan Pulau Jawa.

Jadi, jangan lupa singgah sejenak untuk beristirahat sambil menikmati ragam pariwisata di Jalur Mudik Lintas Selatan Jawa

Hadapi Arus Mudik, Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) Siap Beroprasi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) Seksi 4 yang menghubungkan Tarumajaya-Cilincing sepanjang 7,4 Km telah tersambung dengan JORR dan jalan arteri Cilincing. Dengan demikian, keseluruhan jalan tol sepanjang 34,7 Km ini siap beroperasi fungsional untuk menunjang arus mudik dan barang menjelang dan sepanjang Lebaran tahun 2023.

“Proses Uji Laik Fungsi telah selesai dilaksanakan oleh Tim Kementerian PUPR, Perhubungan Darat, dan Korlantas Polri pada dua minggu lalu. Dan pada bulan April mendatang JTCC siap beroperasi secara fungsional sebagai bagian dari jaringan jalan yang mendukung akses transportasi terutama dalam menghadapi arus mudik Lebaran,” kata Direktur Utama PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL, Joko Noerhudha, di Jakarta, Rabu (30/3).

Joko Noerhudha menambahkan, JTCC Seksi 4 akan beroperasi secara fungsional tanpa dipungut tarif atau gratis yang merupakan salah satu bentuk dukungan Perusahaan terhadap kelancaran lalu lintas kendaraan pada saat arus mudik dan barang yang berpotensi meningkat menjelang maupun sepanjang lebaran tahun 2023 di jalan tol. Sehingga diharapkan pelaksanaan mudik dapat berjalan lancar, nyaman, dan berkeselamatan baik untuk masyarakat maupun mobilitas barang.

“JTCC yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional akan memperlancar akses logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju kawasan industri di Timur Jakarta dan sebaliknya, sehingga dapat saling terhubung secara lebih baik dengan hinterland dan kawasan industri di timur Jakarta. Hal ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh kendaraan angkutan, membantu menurunkan biaya logistik nasional, serta memberikan dampak multiplier effect berupa peningkatan daya saing Nasional, serta merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan value creation dan financial uplift,” ujar Joko Noerhudha.

Sebagai informasi, beroperasinya JTCC sepanjang 34,7 Km merupakan salah satu bagian dari pembangunan Jalan Tol di Indonesia yang saat ini telah mencapai 2.620,01 Km dengan 70 ruas Jalan Tol dan dikelola oleh 49 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Pengoperasian jalan tol ini mendukung akselerasi kemajuan ekonomi Indonesia, kelancaran mobilitas, pergerakan komuter, dan logistik.

Ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing dibangun dan dioperasikan oleh PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP), yang dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia dan PT Menara Maritim Indonesia. Kedua perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL).

JTCC Seksi 1 telah beroperasi sejak 31 Juli 2021, Seksi 2 dan Seksi 3 juga sudah beroperasi sejak jalan tol ini diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo pada bulan September 2022. Saat ini dari tiga seksi yang sudah beroperasi tercatat Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sekitar 23-25 ribu kendaraan perhari. Dan jika keempat Seksi JTCC telah beroperasi secara penuh, LHR diperkirakan dapat mencapai 30-35 ribu.

Banyaknya Penipuan Travel Umroh, Akibat Lemahnya Verifikasi Bacode

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Ibadah Haji Kementerian Agama, Mujib Roni mengakui kelonggaran verifikasi barcode pada calon jemaah yang akan berangkat umrah.

Kelonggoran tersebut menyebabkan PT Naila Safaah Widata Mandiri memiliki celah untuk melakukan penipuan.

“Kami tidak sepenuhnya bisa melalukan verifikasi kerena apa? Bandara-bandara keberangkatan itu cukup banyak, di Soekarno Hatta saja itu ada dua terminal yaitu 2F sama di terminal 3. Kemudian belum lagi nanti di Surabaya, di Makassar dan seterusnya sementara kami memiliki keterbatasan tenaga yang kami lakukan di bandara Soekarno Hatta saja yang lain-lain kami belum bisa lakukan,” ujar Mujib, di Jakarta, Jumat (31/3).

Mujib juga mengaku pihaknya tidak bisa mengecek satu persatu bercode jemaah yang akan berangkat umrah. Jika ditemukan palsu, Mujib mengatakan hanya sebagian saja yang dicek secara acak.

“Selama ini kami tidak bisa memastikan satu per satu keberangkatan jamaah sehingga kemudian kalo itu dipalsukan ya paling biasanya kami hanya menguji sampel saja dsri 50 jamaah yang berangkat paling kami hanya random itu antara 2-10 jamaah saja. Kebetulan kasus PT Naila memang lolos karena tidak semua itu dipalsukan bisa jadi ada yang 1 sampai 2 yang kebetulan karena random itu datanya benar,” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap pasangan suami istri (pasutri) Mahfudz Abdullah (52) dan Halijah Amin (48) atas dugaan penelantaran ratusan jemaah umrah di Arab Saudi. Pasutri tersebut ditangkap di salah satu kamar unit hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Adillah Syariah pada 27 Februari 2023.

Selain pasutri, pihaknya juga menangkap tersangka lain atas nama Hermansyah (59) yang merupakan Direktur Utama dari PT Naila Safah Wisata Mandiri, travel umrah milik pasutri Mahfudz-Halijah. Saat ini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 126 Juncto Pasal 119 A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah sebagaimana diubah dalam Pasal 126 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan PT Naila Syafaah Wisata Mandiri (NSWM) menggunakan barcode bekas untuk memberangkatkan jemaah umrah ke Arab. Namun setelahnya, para jemaah ditelantarkan hingga jadi perhatian dan akhirnya terbongkar modus penipuan jemaah travel umrah tersebut.

”Disuruh lah sama owner, karyawannya kan bilang, pak gimana kalau kita masukin (barcode) yang ini saja karena visanya belum keluar, sama ownernya oh yaudah atur saja, dimasukin sama karyawannya,” katanya Polda Metro Jaya AKBP Joko Dwi Harsono kepada wartawan, Kamis (30/3).

Berikut Kerugian Indonesia Akibat Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Penolakan dari berbagai pihak atas keikutsertaan Timnas Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia yang berujung batal menjadi tuan rumah Pmemunculkan sejumlah kerugian.

FIFA sudah memutuskan Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang seharusnya berlangsung di enam kota pada 20 Mei hingga 11 Juni mendatang.

FIFA juga memberikan informasi tuan rumah baru akan diumumkan secepatnya dengan tanggal penyelenggaraan yang tidak berubah.

Memang tidak dijelaskan secara spesifik yang dimaksud FIFA tentang keadaan saat ini. Namun, Exco PSSI Arya Sinulingga sempat menyebutkanpembatalan itu lantaran FIFA menyoroti keamanan pelaksanaan Piala Dunia U-20, seiring maraknya penolakan kehadiran Timnas Israel ke Indonesia.

Setelah pembatalan tersebut, tentu Indonesia mendapatkan beragam kerugian. Dari dana triliunan rupiah untuk persiapan stadion hingga sanksi yang berpotensi membuat Indonesia tidak bisa eksis di pentas internasional.

Lima kerugian ini bakal dirasakan Indonesia usai batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Pertama, timnas Indonesia U-20 gagal bermain. Dua generasi Timnas U-20 dipastikan gagal bermain di Piala Dunia U-20. Pertama generasi Bagus Kahfi dan kawan-kawan yang disiapkan untuk tampil di Piala Dunia U-20 2021 yang batal karena pandemi.

Setelah itu generasi Muhammad Ferarri dan kawan-kawan yang disiapkan untuk tampil di edisi 2023. Kedua tim itu sama-sama ditangani pelatih asal Korea Selatan Shin Tae Yong.

Piala Dunia U-20 2023 seharusnya menjadi kali kedua Indonesia tampil di salah satu turnamen bergengsi FIFA itu. Kali pertama Indonesia bermain di Piala Dunia U-20 terjadi pada 1979 di Jepang.

Kekecewaan diungkapkan para pemain dan ofisial pelatih Timnas Indonesia U-20 usai FIFA mencoret Indonesia sebagai tuan rumah. Mereka tidak mampu menahan tangis di hotel tim usai mendengar keputusan FIFA.

Kedua, terancam sanksi FIFA. Tidak hanya kehilangan posisi sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, Indonesia juga terancam sanksi FIFA. Dalam pernyataan resminya, FIFA mengatakan sanksi untuk Indonesia akan dibahas lebih lanjut.

“Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen saat ini tetap tidak berubah. Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya,” bunyi pernyataan resmi FIFA.

Sanksi FIFA merupakan mimpi buruk bagi Indonesia, yang pernah merasakan bencana itu pada 2015.

Ketiga, persiapan sia-sia. Bukan hanya para pemain dan ofisial tim yang kerja keras mempersiapkan diri dalam empat tahun terakhir untuk bisa tampil di Piala Dunia U-20 2023, berbagai pihak di enam kota penyelenggara juga sudah bekerja keras.

Pemerintah daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Solo, Surabaya, dan Palembang sudah mengeluarkan uang dan tenaga untuk bisa menjadi tuan rumah sesuai standar FIFA.

Pada Juli 2020, pemerintah mengeluarkan dana Rp400 miliar untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023. Kementerian PUPR juga mengeluarkan Rp489 miliar untuk merenovasi stadion.

Kemenpora, pada Juni 2022, kemudian mengalokasikan dana Rp500 miliar untuk persiapan Piala Dunia U-20 2023. Dengan demikian total kerugian penyelenggaran Piala Dunia U-20 2023 bisa mencapai Rp1,4 triliun.

Keempat dikucilkan. Kerugian ini yang sangat berpengaruh untuk wajah Indonesia di pentas olahraga internasional. Kegagalan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 bisa menghambat ambisi Indonesia menggelar ajang olahraga kelas dunia lainnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan pemerintah berambisi menjadi tuan rumah Olimpiade 2036 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu Indonesia juga berencana menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama sejumlah negara ASEAN lainnya.

Seluruh rencana itu hampir pasti gagal terwujud karena Indonesia tidak bisa menjamin kehadiran Israel sebagai peserta. Indonesia pun bisa dikucilkan dari pentas olahraga internasional dan mentok hanya bisa menjadi tuan rumah hanya di level Asia.

Kelima, Pariwisata, UMKM. Sektor pariwisata di enam kota penyelenggara Piala Dunia U-20 2023 juga dipastikan rugi atas pembatalan menjadi tuan rumah. Belum lagi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang sudah mempersiapkan diri menyambut turnamen ini.

“Ini bukan masalah sepak bola saja tetapi juga perputaran roda ekonomi di Kota Solo. Jika ada Piala Dunia dan kami mendapat kesempatan menjadi tuan rumah untuk babak final, maka akan luar biasa,” kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebelum Piala Dunia U-20 dibatalkan.

Resmikan KEK Lido, Presiden Jokowi Harap Warga Tak Lagi Liburan ke Luar Negeri

0

BOGOR (Pertamanews.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido yang berlokasi di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/03).

Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan kegembiraannya karena infrastruktur yang telah dibangun pemerintah, baik jalan tol, pelabuhan, hingga bandar udara, dapat dimanfaatkan oleh sektor swasta untuk mendapatkan nilai-nilai keekonomian. Salah satunya adalah KEK Lido, yang memanfaatkan konektivitas Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) dan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi).

“Kalau kita lihat sekarang ini Tol Jagorawi, kemudian sambung dengan Tol Bocimi, dimanfaatkan betul oleh Pak Hary Tanoe untuk Kawasan Ekonomi Khusus Lido. Artinya, jalan tol ini juga secara ekonomi itu bermanfaat,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan, sejumlah ruas jalan tol yang telah dibangun pemerintah baik di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi dapat memperlancar konektivitas ke berbagai sentra perekonomian seperti kawasan industri, pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.

“Sambungkan dengan kawasan industri, sambungkan dengan kawasan pertanian, sambungkan dengan kawasan perkebunan, sehingga memberikan nilai manfaat yang maksimal sesuai yang kita inginkan, dan sambungkan juga dengan kawasan-kawasan pariwisata,” imbuhnya.

Presiden menyampaikan, di KEK Lido akan dibangun fasilitas dan wahana yang sangat lengkap serta dikelilingi oleh pemandangan yang indah.

“Ini kawasannya dari Jakarta hanya satu jam atau 50 menit. Kemudian, kalau kita lihat tadi tengok ke sana ada Gunung Pangrango, tengok ke sana ada Gunung Gede, ada Gunung Salak. Sulit mencari lokasi seperti di Lido ini, dan saya melihat Pak Hary Tanoe tajam banget,” ujarnya.

Presiden berharap wahana tersebut akan menambah minat masyarakat untuk berwisata di dalam negeri saja.

“Masyarakat kita yang liburan ke luar itu ada 11 juta. Kalau kita rem separuh saja, itu devisanya sangat besar sekali yang tidak terbuang untuk masuk ke negara yang lain. Hal seperti inilah yang diharapkan oleh pemerintah, agar pembangunan infrastruktur yang telah kita kerjakan itu betul-betul secara ekonomis dimanfaatkan oleh sektor swasta,” tandasnya.

KEK Lido memiliki luas 1.040 hektare dengan total tanah seluas 3.000 hektare. Di kawasan ini juga dibangun sejumlah fasilitas, di antaranya theme park, technopark and data center, movieland, lido music & art center, retail, dining, and entertainment, lido world garden, lido hotel and resort extension, golf club, golf course, serta sarana dan prasarana lainnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, antara lain Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabarekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hadi Tjahjanto.

Selain itu, hadir juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan, dan Wali Kota Bogor Arya Bima.

Pemudik Disiapkan Parkir Tambahan, Ciptakan Rest Area yang Nyaman

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Menjelang arus mudik Lebaran, mutu pelayanan tempat istirahat (rest area) di sepanjang jalan tol lebih ditingkatkan.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono menyampaikan, nantinya semua kendaraan diarahkan untuk parkir di tempat yang sudah ditentukan. Setelah itu, penumpang baru bisa menuju ke tempat penyedia layanan yang diinginkan.

Dengan begitu, lanjutnya, tidak akan terjadi antrean kendaraan yang mengular sampai ke badan jalan tol. Menurutnya, selama ini antreannya membuat arus lalu lintas di jalan tol menjadi tersendat, bahkan macet.

Triono menjelaskan, pihaknya juga meningkatkan pelayanan transaksi di gerbang tol, pengaturan lalu lintas, dan peningkatan pelayanan konstruksi. Sedikitnya, ada enam kilometer jalan tol di Jawa Tengah yang difungsionalkan, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

“Kepadatan arus lalu lintas di ruas tol di wilayah Jateng menunjukkan tren meningkat yang harus diantisipasi,” ujarnya, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Rest Area Pendapa, Kecamatan Pabelan, Kamis (30/3/2023) siang.

Ditambahkan, pihaknya juga akan menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di beberapa rest area.

Anggota Komisi V DPR RI Fadholi, menyoroti rencana pembangunan exit tol di Jalan Pattimura Salatiga, yang berimpitan dengan Desa Pabelan, Kabupaten Semarang.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk pimpinan Kabupaten Semarang, yang telah memberikan respon baik. Ini kerja sama yang bagus antara Pemkab Semarang, Kota Salatiga, dan BPJT,” katanya.

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Menjelang arus mudik Lebaran, mutu pelayanan tempat istirahat (rest area) di sepanjang jalan tol lebih ditingkatkan.

Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Triono Junoasmono menyampaikan, nantinya semua kendaraan diarahkan untuk parkir di tempat yang sudah ditentukan. Setelah itu, penumpang baru bisa menuju ke tempat penyedia layanan yang diinginkan.

Dengan begitu, lanjutnya, tidak akan terjadi antrean kendaraan yang mengular sampai ke badan jalan tol. Menurutnya, selama ini antreannya membuat arus lalu lintas di jalan tol menjadi tersendat, bahkan macet.

Triono menjelaskan, pihaknya juga meningkatkan pelayanan transaksi di gerbang tol, pengaturan lalu lintas, dan peningkatan pelayanan konstruksi. Sedikitnya, ada enam kilometer jalan tol di Jawa Tengah yang difungsionalkan, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

“Kepadatan arus lalu lintas di ruas tol di wilayah Jateng menunjukkan tren meningkat yang harus diantisipasi,” ujarnya, saat mendampingi kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Rest Area Pendapa, Kecamatan Pabelan, Kamis (30/3/2023) siang.

Ditambahkan, pihaknya juga akan menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di beberapa rest area.

Anggota Komisi V DPR RI Fadholi, menyoroti rencana pembangunan exit tol di Jalan Pattimura Salatiga, yang berimpitan dengan Desa Pabelan, Kabupaten Semarang.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk pimpinan Kabupaten Semarang, yang telah memberikan respon baik. Ini kerja sama yang bagus antara Pemkab Semarang, Kota Salatiga, dan BPJT,” katanya.

Persiapan Mudik Lebaran 2023, Pastikan Seluruh Jalan di Jateng Aman

0

 

JEPARA (Pertamanews.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengecek perbaikan jalan Jepara-Keling, tepatnya di daerah Mulyoharjo, Jepara, Kamis (30/3).

Pengecekan itu merupakan bagian dari persiapan arus mudik Lebaran tahun 2023.

“Iya. (Perbaikan) jalan ini kami cek terus, sekaligus persiapan mudik nanti,” kata Ganjar di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Jepara.

Ganjar menyampaikan, untuk persiapan arus mudik akan dirapatkan lebih lanjut dalam waktu dekat dengan Forkompimda. Ia ingin memastikan arus mudik lancar, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

“Besok kami mau rapat persiapan mudik agar masyarakat nyaman,” ujarnya.

Ruas Jalan Jepara-Keling yang diperbaiki sepanjang 2 kilometer, dibangun menggunakan anggaran sebanyak Rp2,6 miliar. Perbaikan itu termasuk dalam kegiatan rehabilitasi jalan tahun 2023 di Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Pati.

Saat pengecekan tersebut, Ganjar sempat berdialog dengan para pekerja. Mereka tampak sangat bahagia karena bisa bertemu langsung dengan Ganjar. Bahkan sejumlah pengendara yang melintas juga tampak antusias, mereka berteriak menyapa Ganjar.

Adapun dalam kunjungan kerja dan silaturahim di Ponpes Raudlatul Mubtadiin atau Ponpes Balekambang, Gemiring, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Ganjar juga mendapat aduan dari masyarakat tentang jalan rusak. Terkait aduan itu, Ganjar meminta agar melaporkannya melalui aplikasi “Jalan Cantik”, dan melengkapi laporan tersebut dengan foto dan ruas jalan yang rusak.

“Anda download aplikasi “Jalan Cantik”, laporkan lewat situ disertai foto. Nanti langsung saya cek,” katanya menanggapi aduan masyarakat setempat.

Diduga Masalah Ekonomi, Driver Ojol Bakar Diri di Kawasan Hutan Undip Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Seorang pria berprofesi driver ojek online berinisial EP (35), warga Denpasar tewas usai membakar dirinya sendiri di dekat sungai hutan kawasan Undip, Kecamatan Tembalang Kota Semarang Rabu (29/3) siang.

Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah menuturkan peristiwa terjadi setelah warga melapor adanya orang yang terbakar di sekitaran Undip kemarin siang.

Setelah menerima informasi itu, kemudian pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan korban dan dibawa ke RSND Semarang.

“Pada saat di lokasi masih hidup, waktu dievakuasi atau dibawa ke rumah sakit pun masih hidup. Dan pukul 7 malam saya dapat informasi kalau korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar cukup parah yang dialaminya,” ujar Wahdah saat dikonfirmasi, Kamis (30/3).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter rumah sakit dan Tim Inafis Polrestabes Semarang, korban mengalami luka bakar mencapai 90 persen.

“Sekujur tubuh korban terbakar dan hanya kakinya yang tidak terlalu parah. Di bagian telapak kaki itu yang tersisa,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh kepolisian, motif korban sengaja membakar dirinya diduga karena ada masalah ekonomi. Hal itu terungkap dari barang bukti yang ditemukan pada korban.

“Hasil pendalaman anggota itu, kemungkinan besar dugaan sementara itu karena ekonomi. Karena dilihat dari barang bukti handphone, di situ ada percataan tentang keuangan. Sepertinya dugaan sementara itu,” tuturnya.

Korban sendiri menurut informasi belum mempunyai istri. Saat ini pihaknya sudah menghubungi keluarga di Bali untuk proses pemulangan jenazah korban.

“Kemudian rencananya itu keluarga itu tadi malam itu mau ke Semarang. Tapi karena sesuatu hal, sepertinya tidak jadi. Tapi mengirimkan ambulance untuk menjemput jenazahnya,” pungkas Wahdah.

MAKUKU Raih Rekor 2 MURI, Popok Tertipis di Indonesia

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – MAKUKU pecahkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun kedua di Indonesia.

Saat ini, MAKUKU memecahkan rekor sebagai “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” dan “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi)”.

Melalui acara MAKUKU MURI Record, MAKUKU juga memperkenalkan slogan #MAKUKUAntiGumpal dan #MAKUKUSuperTipisSuperNyerap pada Selasa, 28 Maret 2023 di Ballroom Pullman Hotel Central Park.

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Widyawati, MKM., dokter spesialis anak Siloam Hospital ASRI, dr.kemala prianggardini,SpA, Bidan Siloam Hospital Tb Simatupang, Bidan Titin Susanti,Amd,Keb, Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Andre Puwandono, Brand Director MAKUKU Indonesia, Lucky Zheng, dan Mom influencer, Asmirandah.

Rekor pertama yaitu “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” yang mengakui keunggulan MAKUKU SAP Diapers Slim sebagai popok paling tipis diantara popok sejenis, yaitu dengan ketebalan hanya 1,6 mm. Selain itu, bagian inti penyerap pada MAKUKU SAP Diapers Slim Care dibuat dengan teknologi SAP sehingga memiliki daya serap yang maksimal.

Saat diuji dengan air keran dan air garam (0,9% b/v), kemampuan pembengkakan pada inti penyerap MAKUKU SAP Diapers Slim masing-masing berada di angka 77,07% dan 58,83%.

Sementara itu, popok lainnya masing-masing berada di angka 72-76% dan 44-57%. Pada rekor kedua yaitu “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi)” mengakui keunggulan teknologi MAKUKU yang tidak dimiliki oleh popok lain yaitu tidak memiliki pulp atau fluff pada bahan penyerapnya sehingga tidak menggumpal.

Andre Puwandono, Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menjelaskan, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengapresiasi pemecahan kedua rekor dari MAKUKU. Saat ini, MAKUKU telah menjadi salah satu dari 9.000 rekoris lainnya yang mencatat sejarah di Indonesia.

“Tidak mudah bagi MAKUKU untuk memecahkan rekor ini, karena harus melalui proses verifikasi yang bertahap dari MURI. Sebagai “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” serta “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi), kami berharap MAKUKU dapat terus berinovasi dan dapat memecahkan rekor lain di bidangnya,” katanya.

drg. Widyawati, MKM., Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan, menjaga kesehatan kulit merupakan bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.

Bagi anak, penting untuk memberikan perawatan ekstra karena kulitnya relatif lebih mudah melakukan absorsi serta pH kulit relatif lebih asam sehingga mudah mengalami infeksi.

“Salah satu kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah diaper rash atau ruam popok. Prevalensi ruam popok secara global diperkirakan antara 16-65%. Insidensi dilaporkan paling tinggi pada usia 9-12 bulan. Oleh karena itu, penting untuk menjalankan PHBS yang baik, seperti rutin membersihkan kulit dan mengganti popok secara rutin. Saya berharap dunia usaha juga turut serta menggerakkan masyarakat akan pentingnya upaya promotif preventif mengenai penggunaan popok bayi yang aman dengan tetap memperhatikan higienitas untuk kesehatan Si Kecil,” terangnya.

Lucky Zheng, Brand Director MAKUKU Indonesia, berbagi pengalamannya. Sebanyak 50% bayi dengan usia di bawah 12 bulan mengalami dermatitis popok. Oleh karena itu, semua Ibu membutuhkan solusi yang tepat untuk membantu mengatasi ruam popok yang sering dialami Si Kecil.

“Teknologi popok MAKUKU dengan inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer) diciptakan sebagai jawaban dari masalah ruam popok Si Kecil. Teknologi ini mememiliki penyerapan maksimal dan merata dibandingkan dengan bahan pulp atau fluff sehingga tidak menjadikan popok menggumpal. Pencapaian MAKUKU melalui kedua rekor ini merupakan bentuk komitmen MAKUKU dalam menciptakan produk berkualitas serta berteknologi tinggi yang dibutuhkan oleh Ibu dan Si Kecil,” ujarnya.

Asmirandah, public figure dan ibu 1 anak, berbagi pengalamannya. Semua Ibu berharap supaya Si Kecil beraktivitas dengan nyaman dan bebas walaupun menggunakan popok seharian, tanpa drama gatal ataupun ruam popok.

“Sebagai Ibu yang sudah menggunakan MAKUKU, saya mengakui bahwa daya serap MAKUKU SAP Diaper Slim Care lebih tinggi dibandingkan dengan popok lainnya. Kelihatannya memang ketebalan popoknya sangat tipis, tapi sangat membantu untuk menciptakan kenyamanan dikala anak beraktivitas dan tidur. Apalagi, dengan penyerapan yang merata sehingga tidak menyebabkan gumpalan,” ujarnya.