spot_img
Beranda blog Halaman 414

Persiapan Mudik Lebaran 2023, Pastikan Seluruh Jalan di Jateng Aman

0

 

JEPARA (Pertamanews.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengecek perbaikan jalan Jepara-Keling, tepatnya di daerah Mulyoharjo, Jepara, Kamis (30/3).

Pengecekan itu merupakan bagian dari persiapan arus mudik Lebaran tahun 2023.

“Iya. (Perbaikan) jalan ini kami cek terus, sekaligus persiapan mudik nanti,” kata Ganjar di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Jepara.

Ganjar menyampaikan, untuk persiapan arus mudik akan dirapatkan lebih lanjut dalam waktu dekat dengan Forkompimda. Ia ingin memastikan arus mudik lancar, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

“Besok kami mau rapat persiapan mudik agar masyarakat nyaman,” ujarnya.

Ruas Jalan Jepara-Keling yang diperbaiki sepanjang 2 kilometer, dibangun menggunakan anggaran sebanyak Rp2,6 miliar. Perbaikan itu termasuk dalam kegiatan rehabilitasi jalan tahun 2023 di Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Pati.

Saat pengecekan tersebut, Ganjar sempat berdialog dengan para pekerja. Mereka tampak sangat bahagia karena bisa bertemu langsung dengan Ganjar. Bahkan sejumlah pengendara yang melintas juga tampak antusias, mereka berteriak menyapa Ganjar.

Adapun dalam kunjungan kerja dan silaturahim di Ponpes Raudlatul Mubtadiin atau Ponpes Balekambang, Gemiring, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Ganjar juga mendapat aduan dari masyarakat tentang jalan rusak. Terkait aduan itu, Ganjar meminta agar melaporkannya melalui aplikasi “Jalan Cantik”, dan melengkapi laporan tersebut dengan foto dan ruas jalan yang rusak.

“Anda download aplikasi “Jalan Cantik”, laporkan lewat situ disertai foto. Nanti langsung saya cek,” katanya menanggapi aduan masyarakat setempat.

Diduga Masalah Ekonomi, Driver Ojol Bakar Diri di Kawasan Hutan Undip Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Seorang pria berprofesi driver ojek online berinisial EP (35), warga Denpasar tewas usai membakar dirinya sendiri di dekat sungai hutan kawasan Undip, Kecamatan Tembalang Kota Semarang Rabu (29/3) siang.

Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah menuturkan peristiwa terjadi setelah warga melapor adanya orang yang terbakar di sekitaran Undip kemarin siang.

Setelah menerima informasi itu, kemudian pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan korban dan dibawa ke RSND Semarang.

“Pada saat di lokasi masih hidup, waktu dievakuasi atau dibawa ke rumah sakit pun masih hidup. Dan pukul 7 malam saya dapat informasi kalau korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar cukup parah yang dialaminya,” ujar Wahdah saat dikonfirmasi, Kamis (30/3).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter rumah sakit dan Tim Inafis Polrestabes Semarang, korban mengalami luka bakar mencapai 90 persen.

“Sekujur tubuh korban terbakar dan hanya kakinya yang tidak terlalu parah. Di bagian telapak kaki itu yang tersisa,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh kepolisian, motif korban sengaja membakar dirinya diduga karena ada masalah ekonomi. Hal itu terungkap dari barang bukti yang ditemukan pada korban.

“Hasil pendalaman anggota itu, kemungkinan besar dugaan sementara itu karena ekonomi. Karena dilihat dari barang bukti handphone, di situ ada percataan tentang keuangan. Sepertinya dugaan sementara itu,” tuturnya.

Korban sendiri menurut informasi belum mempunyai istri. Saat ini pihaknya sudah menghubungi keluarga di Bali untuk proses pemulangan jenazah korban.

“Kemudian rencananya itu keluarga itu tadi malam itu mau ke Semarang. Tapi karena sesuatu hal, sepertinya tidak jadi. Tapi mengirimkan ambulance untuk menjemput jenazahnya,” pungkas Wahdah.

MAKUKU Raih Rekor 2 MURI, Popok Tertipis di Indonesia

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – MAKUKU pecahkan dua rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada tahun kedua di Indonesia.

Saat ini, MAKUKU memecahkan rekor sebagai “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” dan “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi)”.

Melalui acara MAKUKU MURI Record, MAKUKU juga memperkenalkan slogan #MAKUKUAntiGumpal dan #MAKUKUSuperTipisSuperNyerap pada Selasa, 28 Maret 2023 di Ballroom Pullman Hotel Central Park.

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, drg. Widyawati, MKM., dokter spesialis anak Siloam Hospital ASRI, dr.kemala prianggardini,SpA, Bidan Siloam Hospital Tb Simatupang, Bidan Titin Susanti,Amd,Keb, Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Andre Puwandono, Brand Director MAKUKU Indonesia, Lucky Zheng, dan Mom influencer, Asmirandah.

Rekor pertama yaitu “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” yang mengakui keunggulan MAKUKU SAP Diapers Slim sebagai popok paling tipis diantara popok sejenis, yaitu dengan ketebalan hanya 1,6 mm. Selain itu, bagian inti penyerap pada MAKUKU SAP Diapers Slim Care dibuat dengan teknologi SAP sehingga memiliki daya serap yang maksimal.

Saat diuji dengan air keran dan air garam (0,9% b/v), kemampuan pembengkakan pada inti penyerap MAKUKU SAP Diapers Slim masing-masing berada di angka 77,07% dan 58,83%.

Sementara itu, popok lainnya masing-masing berada di angka 72-76% dan 44-57%. Pada rekor kedua yaitu “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi)” mengakui keunggulan teknologi MAKUKU yang tidak dimiliki oleh popok lain yaitu tidak memiliki pulp atau fluff pada bahan penyerapnya sehingga tidak menggumpal.

Andre Puwandono, Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menjelaskan, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengapresiasi pemecahan kedua rekor dari MAKUKU. Saat ini, MAKUKU telah menjadi salah satu dari 9.000 rekoris lainnya yang mencatat sejarah di Indonesia.

“Tidak mudah bagi MAKUKU untuk memecahkan rekor ini, karena harus melalui proses verifikasi yang bertahap dari MURI. Sebagai “Popok Bayi Sekali Pakai Tertipis” serta “Popok Bayi dengan Fasilitas Anti Gumpal Pertama di Indonesia (SAP Teknologi), kami berharap MAKUKU dapat terus berinovasi dan dapat memecahkan rekor lain di bidangnya,” katanya.

drg. Widyawati, MKM., Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan, menjaga kesehatan kulit merupakan bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.

Bagi anak, penting untuk memberikan perawatan ekstra karena kulitnya relatif lebih mudah melakukan absorsi serta pH kulit relatif lebih asam sehingga mudah mengalami infeksi.

“Salah satu kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi adalah diaper rash atau ruam popok. Prevalensi ruam popok secara global diperkirakan antara 16-65%. Insidensi dilaporkan paling tinggi pada usia 9-12 bulan. Oleh karena itu, penting untuk menjalankan PHBS yang baik, seperti rutin membersihkan kulit dan mengganti popok secara rutin. Saya berharap dunia usaha juga turut serta menggerakkan masyarakat akan pentingnya upaya promotif preventif mengenai penggunaan popok bayi yang aman dengan tetap memperhatikan higienitas untuk kesehatan Si Kecil,” terangnya.

Lucky Zheng, Brand Director MAKUKU Indonesia, berbagi pengalamannya. Sebanyak 50% bayi dengan usia di bawah 12 bulan mengalami dermatitis popok. Oleh karena itu, semua Ibu membutuhkan solusi yang tepat untuk membantu mengatasi ruam popok yang sering dialami Si Kecil.

“Teknologi popok MAKUKU dengan inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer) diciptakan sebagai jawaban dari masalah ruam popok Si Kecil. Teknologi ini mememiliki penyerapan maksimal dan merata dibandingkan dengan bahan pulp atau fluff sehingga tidak menjadikan popok menggumpal. Pencapaian MAKUKU melalui kedua rekor ini merupakan bentuk komitmen MAKUKU dalam menciptakan produk berkualitas serta berteknologi tinggi yang dibutuhkan oleh Ibu dan Si Kecil,” ujarnya.

Asmirandah, public figure dan ibu 1 anak, berbagi pengalamannya. Semua Ibu berharap supaya Si Kecil beraktivitas dengan nyaman dan bebas walaupun menggunakan popok seharian, tanpa drama gatal ataupun ruam popok.

“Sebagai Ibu yang sudah menggunakan MAKUKU, saya mengakui bahwa daya serap MAKUKU SAP Diaper Slim Care lebih tinggi dibandingkan dengan popok lainnya. Kelihatannya memang ketebalan popoknya sangat tipis, tapi sangat membantu untuk menciptakan kenyamanan dikala anak beraktivitas dan tidur. Apalagi, dengan penyerapan yang merata sehingga tidak menyebabkan gumpalan,” ujarnya.

Cair! Menteri Sri Mulyani Pastikan Pemberian THR dapat Dorong Ekonomi Masyarakat

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 tahun 2023 bagi aparatur negara, termasuk pensiunan. Pemberian THR dan gaji ke-13 yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2023 tersebut diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengenai pemberian THR dan Gaji ke-13 tahun 2023, Rabu (29/03), secara daring.

“Ini tentu diharapkan dengan pembayaran tunjangan hari raya juga bisa ikut mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan belanja menjelang atau selama Ramadan dan menjelang hari raya Idulfitri,” kata Sri Mulyani.

Menkeu menekankan, pemberian THR bagi aparatur negara dan pensiunan dilakukan dengan tetap menjaga berbagai aspek keseimbangan, program, dan kemampuan keuangan negara.

“Tahun ini 2023, seiring kembali dengan adanya penanganan COVID yang masih tetap terkendali, namun di sisi lain pemulihan ekonomi menghadapi tantangan global yang sangat tidak pasti, terutama dalam bentuk perlambatan ekonomi global, kondisi geopolitik yang mempengaruhi kondisi ekonomi, dan tren kebijakan moneter untuk menangani inflasi yang cenderung ketat, maka kebijakan pemberian THR dan gaji ke-13 disesuaikan dengan tantangan dan kondisi saat ini,” ujarnya.

Menkeu menyampaikan, THR pada tahun 2023 akan terdiri dari gaji pokok atau pensiunan pokok ditambah dengan tunjangan yang melekat pada gaji atau pensiunan pokok. Tunjangan yang melekat itu terdiri dari tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan struktural, fungsional, atau tunjangan umum lainnya.

THR tahun ini juga ditambahkan komponen 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.

“Seperti tahun 2022, maka THR tahun ini juga ditambahkan komponen 50 persen tunjangan kinerja per bulan bagi yang memang mendapatkan tunjangan kinerja,” kata Sri Mulyani.

THR yang tadi terdiri dari gaji dan pensiunan pokok, tunjangan melekat, dan 50 persen tunjangan kinerja juga diberikan bagi aparatur negara di daerah.

“Bagi instansi pemerintah daerah paling banyak 50 persen tambahan penghasilan dengan memperhatikan kemampuan dari fiskal daerah dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujar Menkeu.

Pencairan THR direncanakan dimulai pada periode 10 hari sebelum hari raya Idulfitri. Namun, jika THR belum dapat dibayarkan pada periode tersebut karena masalah teknis, maka THR tetap dapat dibayarkan setelah Idulfitri.

“Namun, kami akan terus mengimbau bekerja sama dan bekerja bersama seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah agar diupayakan THR bisa diterima sebelum hari raya Idulfitri,” ujarnya.

Sri Mulyani menambahkan, di dalam PP juga diatur mengenai pemberian gaji ke-13 yang dibayarkan dengan komponen yang sama dengan THR tahun 2023.

“Gaji ke-13 akan dibayarkan mulai bulan Juni 2023 di mana gaji ke-13 komponennya sama dengan THR tahun ini,” ujarnya.

Tahun ini, pemerintah juga memberikan THR dan gaji ke-13 tahun kepada guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan.

“Mereka akan diberikan 50 persen tunjangan profesi guru serta 50 persen tunjangan profesi dosen,” kata Menkeu.

Menkeu menyampaikan, pemberian THR dan gaji ke-13 merupakan wujud penghargaan dan kontribusi pengabdian para aparatur negara termasuk TNI-Polri dan juga pensiunan di dalam melaksanakan tugas dan melayani masyarakat.

“Dengan kebijakan pembayaran THR dan gaji ke-13 ini, tentu diharapkan perekonomian akan terus momentumnya berjalan, masyarakat bisa merayakan hari raya, dan tentu kita tetap menjaga protokol kesehatan, serta kita berharap keseluruhan kondisi masyarakat akan terus membaik,” tandas Sri Mulyani.

Berikan Rasa Nyaman Saat Mudik, Pemerintah Dukung Kesiapan Operasional Jalan Tol Nasional

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dukungan operasional dan kemantapan jalan tol dan jalan nasional untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2023.

“Dukungan kondisi operasional dan kemantapan jalan serta tempat istirahat dan pelayanan (TIP/rest area), kemudian dukungan operasional manajemen lalu lintas, serta dukungan untuk kenyamanan pengguna jalan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, dilansir laman Kementerian PUPR, Selasa (28/03/2023).

Hedy mengatakan, Kementerian PUPR terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), serta kementerian/lembaga (K/L) terkait lainnya demi kesiapan dan kenyamanan pelayanan jalan nasional maupun jalan tol serta mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna jalan menjelang Lebaran 2023.

“Kementerian PUPR akan terus melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait untuk penyempurnaan dan untuk perbaikan layanan, khususnya transportasi jalan dalam menghadapi persiapan lebaran di tahun ini,” ujarnya.

Hedy mengungkapkan, saat ini kondisi jalan nasional di Pulau Jawa sepanjang 4.821 kilometer terbagi atas Lintas Utara Jawa 1.192 kilometer dengan kondisi mantap 92 persen, dan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa 1.543 kilometer dengan kondisi mantap 93 persen. Untuk Jalan Tol di Pulau Jawa yang operasional sepanjang 1.716 kilometer dengan TIP sebanyak 90 TIP (56 TIP A, 34 TIP B, dan 0 TIP C).

“Untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2023, upaya yang dilakukan di antaranya dengan penambahan ruas tol operasi di Pulau Jawa seperti Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Seksi 2A Jaka Sampurna – Kayuringin – Ujung, 4,88 kilometer), Semarang Demak (Seksi 2 Sayung – Demak, 16,01 kilometer) dan Ramp 2,4,5, dan 8 Junction Wringinanom-Krian-Legundi-Bunder-Manyar,” ucapnya.

Kemudian, potensi jalan tol fungsional lebaran di Pulau Jawa meliputi Cinere-Jagorawi, Seksi 3B: Krukut-Limo (2,2 kilometer), Serpong-Cinere, Seksi 2: Pamulang-Cinere (3,6 kilometer), Cibitung-Cilincing, Seksi 4: Taruma Jaya-Cilincing (7,3 kilometer), Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Seksi Cimalaka-Dawuan, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan 11,40 kilometer, Seksi 2 Pamulihan-Sumedang 17,05 kilometer, dan Seksi 3 Sumedang-Cimalaka 4,05 kilometer (total 32,5 kilometer), Ciawi-Sukabumi, Seksi 2: Cigombong-Cibadak (11,9 kilometer), Cimanggis-Cibitung, Seksi 2A: Jatikarya-Cikeas (3,5 kilometer), Pasuruan-Probolinggo, Seksi 4A: ProbolinggoTimur – IC Gending (8,6 kilometer), Serpong-Balaraja, Seksi IB: CBD-Legok (5,4 kilometer), dan Jakarta Cikampek II Selatan, Paket 3: Kutanegara-Sadang (8,5 kilometer).

“Untuk Jalan Tol Bali-Mandara operasional sepanjang 10,07 kilometer dan ruas lintas jalan nasional yang siap digunakan di Pulau Bali sepanjang 363,3 kilometer terdiri dari Jalan Lintas Selatan dan Jalan Lintas Utara dengan kondisi Mantap 98,3 persen,” tambah Hedy.

Kemudian di Pulau Sumatra, Jalan Nasional Trans Sumatera sepanjang 7.918 kilometer yaitu Jalan Lintas Barat 2.562 kilometer dalam kondisi mantap 97 persen, Jalan Lintas Timur 3.019 kilometer dalam kondisi mantap 95 persen, dan Jalan Lintas Tengah 2.338 kilometer dengan kondisi mantap 93 persen. Sedangkan, Jalan Tol Trans Sumatra yang operasional sepanjang 738 kilometer dengan TIP sejumlah 27 TIP (20 TIP A dan 7 TIP B) dengan Ruas Jalan Tol Fungsional meliputi Sigli – Banda Aceh (Seksi 5 dan 6 Blang Bintang – Kutobaro – SS Baitussalam, 12,4 kilometer), dan Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Seksi Kuala Tanjung-Pematang Siantar 96,5 kilometer).

Untuk Pulau Kalimantan, ruas jalan nasional yang digunakan sepanjang 6.556 kilometer terdiri dari Lintas Utara Mantap 95,32 persen, Lintas Tengah Mantap 80,17 persen dan Lintas Selatan dengan kondisi mantap 90,96 persen dengan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda yang operasional sepanjang 99 kilometer. Sementara, di Pulau Sulawesi, ruas lintas jalan nasional yang digunakan sepanjang 5.400 kilometer dengan jalan tol yang operasional sepanjang 61,5 kilometer, terdiri dari Tol Ujung Pandang/Makassar Seksi 1 – 3 sepanjang 10,1 kilometer, Tol Makassar Seksi 4 sepanjang 11,6 kilometer dan Tol Manado – Bitung sepanjang 39,8 kilometer.

Lebih lanjut, Hendy menyampaikan bahwa Kementerian PUPR juga melakukan dukungan operasional manajemen lalu lintas melalui koordinasi dengan Kemenhub, Korlantas Polri, dan BUJT dalam pelaksanaan kebijakan dukungan kelancaran lalu lintas, layanan transaksi tol, layanan konstruksi, serta penyediaan aplikasi “Tol Kita” untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai kondisi lalu lintas, prakiraan cuaca, call center, peta jalan tol, dan info TIP.

“Dilakukan pula peningkatan kualitas dan estetika jalan tol dengan beautifikasi dan landscaping dengan kegiatan pengecatan marka jalan, pemeliharaan guard rail, jembatan/jembatan penyeberangan orang (JPO)/overpass, pembatas beton, dan penanaman serta perawatan pohon,” tandas Hedy.

Masyarakat Senang, Kereta Api Makassar-Parepare Sudah Bisa Digunakan

0

MAKASSAR (Pertamanews.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalur kereta api (KA) Makassar-Parepare Antar Maros-Barru, Rabu (29/03).

Acara tersebut berlangsung di Depo Kereta Api Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang juga turut diresmikan Presiden.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini saya resmikan pengoperasian jalur kereta api Makassar-Parepare Antar Maros-Barru dan Depo Kereta Api Maros,” ujar Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya pembangunan transportasi massal yang dapat menghubungkan antarprovinsi, kabupaten, dan kota di tanah air.

Keterlambatan pembangunan transportasi massal yang terjadi di hampir semua kota besar, lanjut Presiden, memicu masyarakat untuk menggunakan transportasi pribadi yang berpotensi memicu kemacetan.

“Seperti yang sekarang kita lihat karena keterlambatan membangun transportasi massal, baik untuk penumpang maupun untuk barang, semua berbondong-bondong menggunakan kendaraan pribadi akhirnya macet di semua kota sekarang ini, tidak hanya di Jakarta. Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, di Makassar sudah macet semuanya, karena kita terlambat membangun transportasi publik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden mendorong dan mengapresiasi pembangunan jalur KA Makassar-Parepare yang merupakan bagian dari pembangunan KA Trans Sulawesi. Presiden berharap proyek KA Trans Sulawesi ini nantinya akan menyambungkan wilayah-wilayah yang ada di pulau tersebut.

“Saya sangat senang dan menghargai apa yang sudah kita mulai ini, jalur kereta api Trans Sulawesi, yang nantinya insyaallah akan sambung menyambung dari Makassar sampai ke utara di Sulawesi Utara di Manado,” ucapnya.

Presiden pun berharap jalur kereta api ini tidak hanya menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat tetapi juga dapat menekan biaya logistik yang sekaligus dapat meningkatkan daya saing Sulawesi Selatan dan juga Indonesia.

“Ini kalau nanti betul-betul sudah keretanya banyak, ada untuk penumpang, ada untuk wisata, ada untuk barang, ini akan memberikan daya saing, competitiveness negara kita akan semakin baik karena barang diangkut dengan alat transportasi yang murah,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden, antara lain, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Resahkan Warga! Warung Berkedok Toko Kelontong Ternyata Jual Miras

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggerebek dua lokasi penjual minuman keras (miras) di Kota Semarang, Selasa (28/3).

Adapun sebanyak 194 botol minuman beralkohol yang dijual tanpa izin (ilegal) berhasil disita. Warung miras tersebut ditemukan berkedok toko kelontong yang berdampingan dengan perumahan warga.

Dua lokasi itu, antara lain di Jalan Lebdosari dan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Di lokasi Lebdosari, petugas mengamankan sebanyak 44 botol miras. Sedangkan lokasi kedua, petugas juga menyita 150 botol.

Penyitaan ini bermula ketika adanya laporan dari masyarakat soal penjualan minuman keras yang masih beroperasi di tengah bulan puasa. Ratusan botol yang berhasil disita tersebut berbagai jenis miras antara lain seperti anggur merah, kawa-kawa, dan lain sebagainya.

Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Stevanus Da Costa, mengatakan operasi yang dilakukan pihaknya ini berdasarkan Perda Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2009.

“Selain itu juga razia miras dilakukan karena ada laporan masyarakat soal penjualan miras di sekitar perumahan,” ujar Marthen.

Setelah ditindaklanjuti, pihaknya mengaku terkejut lantaran penjual miras di Kalibanteng Kulon lokasinya berdekatan dengan perumahan. Di lokasi itu, pihaknya pun berhasil menyita 150 miras dengan berbagai jenis.

“Ada berbagai jenis miras yang kita sita, seperti bir, vodka, kawa-kawa, soju dan lain-lain,” ungkapnya.

Tidak hanya menyita saja, Satpol PP juga melakukan tindakan tegas berupa penyegelan terhadap dua lokasi yang berkedok dua warung kelontong.

Hal itu bertujuan agar para penjual tidak mengulangi perbuatannya. Di tambah, kedua toko tersebut tidak memiliki perizinan lengkap penjualan miras.

“Nanti pemilik akan ke Satpol PP untuk menyatakan tidak mengulangi perbuatan. Tapi barang bukti tetap kita tahan untuk diserahkan ke Polrestabes Semarang guna pemusnahan,” tegas Marthen.

Saat media meminta wawancara terhadap toko yang berlokasi di Kalibanteng Kulon, pemilik enggan berkomentar terkait operasi ini.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Pelabuhan Merak, Polisi Bakal Lakukan Delaying System

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan akan memberlakukan kebijakan penundaan perjalanan atau delaying system di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan menjelang Lebaran 2023 nanti.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan akan ada 2.694 pos yang didirikan dalam pelaksanaan pengamanan di jalur mudik Lebaran 2023. Pos tersebut terdiri dari, pengamanan, pelayanan, dan terpadu.

“Total pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu 2.694. Terdiri dari pos pengamanan 1.559, pos pelayanan 745, dan pos terpadu 390,” ujar Kasubdit Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen. Pol. Aan Suhanan dalam diskusi yang diselenggarakan Divisi Humas Polri, Selasa (28/3).

Terkait dengan strategi menghadapi peningkatan jumlah kendaraan, ia menerangkan, tetap akan dilakukan contra flow dan one way.

“Karena ada pelebaran jalur, di Tol Jakarta-Cikampek tidak akan kita lakukan one way, tapi contra flow,” jelasnya.

Sementara, untuk rekayasa lalu lintas menuju pelabuhan, akan dilakukan delaying system di Rest Area KM 43, KM 68, dan KM 97 Tol Tangerang-Merak. Sebab, berdasarkan tahun lalu, penumpukan terjadi di mulut pelabuhan, sehingga membuthkan delaying system masuknya kendaraan.

Nadiem Kesal Calistung Jadi Syarat Masuk SD

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikburistek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan agar jangan menjadikan tes membaca, menulis, dan menghitung (calistung), sebagai kriteria atau syarat anak dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SD/MI.

“Kemampuan calistung yang sering dibangun secara instan masih dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar, bahkan tes calistung masih diterapkan sebagai syarat penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD/ MI/ sederajat,” ujar Mendikbudristek saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24, di Jakarta, Selasa (28/3).

Untuk mengakhiri miskonsepsi tersebut, Mendikbudristek menyampaikan empat fokus yang perlu dilakukan dalam pembelajaran.

Pertama, transisi PAUD ke SD perlu berjalan dengan mulus. Proses belajar mengajar di PAUD dan SD/ MI/ sederajat kelas awal harus selaras dan berkesinambungan.

Kedua, setiap anak memiliki hak untuk dibina agar kemampuan yang diperoleh tidak hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan fondasi yang holistik.

Merdeka Belajar Episode 24 Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan

“Bukan hanya kognitif, anak-anak juga berhak mendapatkan kemampuan holistik seperti kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya,” imbuh Mendikbudristek.

Berikutnya, dikatakan Mendikbudristek, fokus ketiga adalah terkait kemampuan dasar literasi dan numerasi harus dibangun mulai dari PAUD secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan.

Keempat, “siap sekolah” merupakan proses yang perlu dihargai oleh satuan pendidikan dan orang tua yang bijak. Setiap anak memiliki kemampuan, karakter, dan kesiapan masing-masing saat memasuki jenjang SD, sehingga tidak dapat disamaratakan dengan standar atau label-label tertentu.

“Siap sekolah adalah proses, bukan hasil. Bukan sekadar pemberian label antara anak yang sudah siap atau belum siap sekolah,” jelas Mendikbudristek.

Mudik Gratis 2023, Sebanyak 3 Bus Disiapkan Pemkab Kudus untuk Masyarakatnya

0

KUDUS (Pertamanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus fasilitasi masyarakat mudik gratis untuk pulang ke kampung halaman menggunakan bus, hal ini memakan anggaran sebanyak Rp 40 juta.

Kali ini, Pemkab Kudus menyediakan sebanyak 3 bus gratis yang mengantar masyarakat pulang ke kampung halaman.

“Pemerintah mengizinkan warga mudik, maka tahun ini Pemkab Kudus menganggarkan untuk menyediakan bus untuk menjemput warga Kudus yang berada di Jakarta agar bisa pulang ke kampung halamannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto di Kudus, Selasa (28/3).

Salah satu dari tiga bus yang disiapkan, kata Catur, dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kudus. Ketiga bus itu, disewa dari Jakarta dengan total kuota menampung 144 orang.

Saat ini, kuota bus telah terisi penuh. Sedangkan untuk pemberangkatan mudik, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, Catur mempelajari desain berkoordinasi dengan paguyuban warga Kudus yang ada di Jakarta untuk pendaftaran peserta mudik.

“Kami juga tetap melakukan verifikasi terhadap nama-nama yang disetorkan untuk memastikan bahwa mereka memang warga Kudus,” jelasnya.

Dia juga turut menyampaikan harapan agar kegiatan mudik gratis tahun ini bisa terlaksana dengan lancar. Pasalnya kegiatan ini pernah disetop selama hampir tiga tahun.

Sesuai rencana, pemberangkatan rombongan dari tiga bus itu akan diawali dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sementara Cuti dan Libur bersama pada Lebaran 2023 berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 19, 20, 21, 22, 23, 24, dan 25 April 2023.