spot_img
Beranda blog Halaman 42

Pemerintah Pastikan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis dalam Sosialisasi di Depok

0

DEPOK (Pertamanews.id) – Pemerintah menjamim keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan standar gizi yang sudah ditetapkan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif.

Kegiatan sosialisasi ini digelar di Gedung The Castle, Depok, Rabu (29/10). Acara sosialisasi ini dibuka langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, yang menegaskan bahwa program ini aman dan layak dikonsumsi, sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Nuroji menepis berbagai isu negatif yang beredar mengenai keamanan makanan dalam program MBG. 

“Banyak isu di media yang menakut-nakuti masyarakat tentang program MBG, termasuk isu keracunan. InsyaAllah program ini aman, karena setiap dapur dikelola oleh tenaga ahli gizi dan diawasi secara ketat oleh BPOM serta Dinas Kesehatan. Pemerintah secara rutin melakukan inspeksi ke dapur-dapur penyedia agar makanan yang diberikan tetap higienis dan layak konsumsi,” ucap Nuroji.

Lebih lanjut, Nuroji mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menanggapi insiden-insiden yang sempat terjadi.

“Permohonan maaf dari pemerintah atas kasus keracunan massal beberapa waktu lalu adalah bentuk tanggung jawab negara. Ini bukti keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan target zero incident dapat tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Imam Bachtiar Farianto, menjelaskan bahwa MBG lahir dari urgensi penanganan masalah stunting, anemia, dan ketimpangan akses pangan bergizi. 

“Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan asupan gizi anak sekolah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat. MBG mendukung bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan sebagai pilar menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, para peserta menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program MBG. Upaya ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.***

Puteri Komarudin: MBG Tidak Sekadar Makanan, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sosialisasi program MBG ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program nasional ini.

Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG hadir bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Acara yang berlangsung di Gedung Da’wah Purwakarta pada Rabu (29/10) ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, perwakilan dari Badan Gizi Nasional (BGN), FX Ndaru Kusumajati. Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG hadir bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Puteri Komarudin menekankan bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.

“Program MBG bukan sekadar memberi makanan, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG diharapkan mampu menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Puteri juga mengapresiasi dukungan Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah Purwakarta dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah, sekolah, pelaku usaha lokal, dan masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

“Kita semua memiliki peran penting dalam mengawal program ini. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, MBG dapat menjadi investasi besar untuk masa depan anak-anak Purwakarta dan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, FX Ndaru Kusumajati dari BGN menjelaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

“MBG adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.

FX Ndaru juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan pengawasan bersama, kita pastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak, memperkuat ekonomi rakyat, dan menjadi tonggak penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Purwakarta dan di seluruh Indonesia.***

Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

0

PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Pemahaman pola makan hidup sehat mejadi langkah awal untuk mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas dimasa depan.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di GOR Desa Sawit, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Kamis, (30/10). Sosialisasi Program MBG yang merupakan salah satu cara pemerintah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat.

Kegiatan ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, yang memberikan pemaparan terkait pentingnya memahami gizi sejak dini untuk memperkuat ketahanan gizi nasional. Turut hadir Kepala KPPG Bogor, Haidir, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi, serta Perwakilan BGN.

Dalam sambutannya secara daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap gizi anak sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Pemenuhan gizi sejak dini penting dilakukan untuk mencetak SDM berkualitas dimasa mendatang.

“Paham akan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak, kita berharap generasi penerus kita akan tumbuh secara produktif dan optimal,” kata Putih Sari. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut bekerja sama dengan pemerintah dalam menyukseskan program gizi nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Menambahkan, Kepala KPPG Bogor Haidir, menyebut bahwa program makan bergizi gratis merupakan langkah konkret menuju pemerataan gizi anak di seluruh Indonesia. “Dengan adanya program MBG ini, kita berharap setiap anak bisa mendapatkan asupan gizi yang sesuai untuk menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh Haidir.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan angka stunting dan memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Rifky Fauzi, kembali menegaskan bahwa pemahaman gizi yang baik harus menjadi gerakan bersama di tingkat lokal. “Dengan paham akan pemenuhan gizi yang optimal, kita bisa bersama-sama menekan angka stunting di Indonesia dan membangun generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa Program Makan Bergizi (MBG) bukan hanya sekadar penyediaan makanan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan seimbang, kebersihan, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi kunci menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas 2045.*

Sosialisasi di Bekasi, Putih Sari Tekankan MBG Dapat Buka Peluang Ekonomi Baru Masyarakat

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG).

Kebijakan ini adalah sebuah inisiatif nasional yang berfokus pada percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Sosialisasi Program MBG kali ini digelar di GOR Desa Jaya Sampurna, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, Badan Gizi Nasional (BGN), Mistiani, serta Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menyampaikan bahwa Program MBG bukan hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sosialisasi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya berpartisipasi dalam membangun kesadaran gizi bagi anak-anak, tetapi juga memiliki kesempatan memperbaiki ekonomi melalui dapur-dapur MBG. Kami berharap program ini menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan ekonomi lokal dan membangun generasi sehat,” jelasnya.

Kemudian, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, Badan Gizi Nasional, Mistiani, menekankan pentingnya membangun kesadaran gizi sejak dini. Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak.

“Untuk menuju Indonesia Emas 2045, generasi penerus harus tumbuh optimal dan produktif. Dengan mulai melek terhadap pentingnya asupan gizi bagi anak-anak, kita memperbaiki kualitas generasi yang akan datang. Dapur MBG ini juga diharapkan bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam turut mengajak masyarakat Bekasi untuk aktif mendukung keberhasilan program ini.

“Melalui program ini, anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang baik dan teratur, sementara masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat akan berdampak besar bagi generasi masa depan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pemangku kepentingan berharap masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, kebersihan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Sinergi antara DPR RI, BGN, dan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas Indonesia 2045.***

Program MBG Disosialisasikan di Bekasi, Warga Karang Reja Dapat Edukasi Gizi Seimbang

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG), sebuah inisiatif nasional yang berfokus pada percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Kegiatan sosialisasi program ini kembali digelar di GOR Rokib Hasbi, Desa Karang Reja, Kecamatan Pabayuran, Bekasi, pada Rabu (28/10). Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif mendukung kelancaran program ini sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia Sehat.

“Kita harus bersama-sama menekan angka stunting di Indonesia dengan mencukupi kebutuhan gizi bagi anak-anak. Dengan sama-sama memahami pentingnya gizi, kita bisa melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Mistiani, menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan program MBG.

“Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin paham akan pentingnya kebutuhan makanan bergizi bagi anak-anak kita. Dengan bersama-sama berperan aktif, kita bisa menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menambahkan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, juga menekankan manfaat ganda dari pelaksanaan program MBG.

“Dengan adanya program ini, anak-anak kita dapat memperoleh asupan gizi yang cukup dan teratur sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang produktif. Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang turut menopang perekonomian daerah,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya sinergi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.

Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi juga gerakan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga melalui pola makan seimbang, kebersihan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

Dengan semangat kolaborasi ini, Program Makan Bergizi diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Generasi Emas 2045.***

Wujud Tanggung Jawab kepada Pelanggan, KAI Daop 4 Layani Refund Tiket 4 Ribuan Pelanggan selama Gangguan Imbas Genangan Air di Jalur Semarang Tawang – Alastua

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak akibat genangan air di jalur kereta api lintas Semarang Tawang – Alastua, KAI Daop 4 Semarang telah melayani proses pengembalian bea tiket (refund) kepada 4.180 pelanggan dari Selasa (28/10) hingga Kamis (30/10) pukul 15.00 WIB.

Genangan air yang terjadi di kilometer 2+3 s.d. 3+0 petak Jalan Semarang Tawang – Alastua menyebabkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami gangguan operasional. Meskipun demikian, KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh layanan kepada pelanggan tetap diberikan secara optimal, termasuk pemberian opsi refund penuh bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanannya.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa refund dapat dilakukan oleh para pelanggan yang terdampak hingga H+7 dari jadwal keberangkatan di seluruh stasiun online KAI. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menjaga kepercayaan dan kepuasan pelanggan di tengah kondisi darurat.

“Refund ini merupakan wujud nyata tanggung jawab kami kepada pelanggan. KAI berupaya memastikan setiap hak pelanggan tetap terpenuhi, baik bagi yang membatalkan perjalanan maupun yang tetap melanjutkan perjalanan dengan pengaturan khusus,” jelas Franoto.

Franoto menambahkan selain memberikan layanan pengembalian bea tiket, pada periode tersebut KAI Daop 4 Semarang juga melakukan upaya overstapen. Dengan overstapen ini penumpang dipindahkan dari satu kereta api ke kereta api lainnya menggunakan angkutan bus, atau penumpang KA di alihkan perjalanannya menggunakan angkutan bus menuju ke stasiun tujuannya. Hingga saat ini, total 3.041 penumpang telah difasilitasi melalui mekanisme overstapen tersebut.

Tidak hanya itu, selama gangguan imbas genangan ini, KAI juga telah menyalurkan service recovery kepada total 23.367 penumpang yang terdampak. Service recovery diberikan sesuai ketentuan pelayanan minimum yang ditetapkan oleh regulator.

“Kami memahami kondisi ini tidak nyaman bagi pelanggan. Oleh karena itu, selain menjaga keselamatan perjalanan sebagai prioritas utama, kami juga memastikan aspek layanan dan hak-hak pelanggan tetap menjadi perhatian,” tutup Franoto.

DPR dan BGN Ajak Warga Ciawi Perkuat Kesadaran Gizi Lewat Program MBG

0

KABUPATEN BOGOR (Pertamanews.id) – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggalakkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan kesehatan keluarga. 

Kegiatan sosialisasi yang disambut antusiasme warga Ciawi ini berlangsung pada Rabu, (29/10). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, perwakilan Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Tati Herlia, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi unggul. Pemeritnah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan ini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga investasi jangka panjang Indonesia.

“Kebutuhan gizi bukan hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga bagi ibu hamil. Kondisi kesehatan mental dan fisik ibu akan sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Program MBG ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga yang matang,” ujar Achmad Ru’yat.

Program Makan Bergizi Gratis ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap dapat menurunkan angka stunting dimasyarakat dan semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang.

Kemudian, Tati Herlia dari Badan Gizi Nasional, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap empat permasalahan utama yakni tingginya angka stunting, meningkatnya anemia dan obesitas anak, ketimpangan akses pangan bergizi, serta ketidakstabilan ekonomi.

“MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam rantai ekonomi, mulai dari petani, pelaku usaha pangan, hingga pengelola dapur umum,” paparnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan semangat kebersamaan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor dan seluruh Indonesia.***

Kajati Jateng Siswanto: Pejabat Baru Harus Berani Berinovasi dan Menjadi Penggerak Perubahan di Daerah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Siswanto, SH, MH menegaskan pentingnya profesionalisme, sinergi lintas bidang, dan komitmen untuk mendukung program prioritas pemerintah, terutama dalam penegakan hukum dan pembangunan nasional.

Pesan ini disampaikan dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Asisten, Koordinator, serta 23 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di lingkungan Kejati Jawa Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/10).

Dalam sambutannya, Kajati menegaskan bahwa seluruh pejabat yang baru dilantik harus bekerja sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Para Kajari harus melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai kewenangan, tugas, dan fungsinya masing-masing, sebagaimana diatur dalam undang-undang. Semua harus berorientasi untuk mendukung Asta Cita Presiden,” ujar dia.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Edy Winarko, SH, MH, yang kini menjabat Asisten Intelijen Kejati Jawa Tengah.

Sebelumnya, ia menjabat Kasubdit Pengamanan Pembangunan Infrastruktur, Pengairan, Pertanian, dan Kelautan pada Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Selain itu, Muklis, SH, MH juga resmi dilantik sebagai Asisten Bidang Pemulihan Aset Kejati Jawa Tengah, bidang baru yang diharapkan menjadi penggerak optimalisasi pengelolaan dan pengembalian aset negara secara transparan dan akuntabel.

Kajati Siswanto menekankan bahwa dukungan Kejaksaan terhadap Asta Cita dapat diwujudkan melalui program-program konkret yang langsung menyentuh masyarakat.

“Kita akan mengoptimalkan program Jaga Desa, Restorative Justice, serta mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan hukum terhadap kegiatan pertanian dan koperasi. Pendampingan ini penting agar kegiatan ekonomi masyarakat berjalan sesuai aturan,” ungkapnya.

Dalam hal pengembangan sumber daya manusia (SDM), Kajati juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Pembinaan SDM sudah ada standarnya. Kita dorong teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan atau mengikuti diklat agar semakin profesional,” jelasnya.

Kepada para Kajari yang baru dilantik, Kajati berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan membangun koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

“Segera sesuaikan diri dengan situasi dan kondisi setempat. Bina koordinasi dengan komunitas lokal agar hubungan di daerah menjadi harmonis dan tidak menimbulkan permasalahan,” pesannya.

Kajati juga meminta para asisten dan koordinator di Kejati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan guna menjamin kinerja yang profesional dan terukur.

“Lakukan review terhadap kinerja masing-masing bidang, identifikasi kekuatan dan kelemahan, lalu rumuskan strategi kerja yang selaras dengan kebijakan pimpinan,” tegasnya.

Secara khusus, Siswanto menyoroti peran Bidang Pemulihan Aset yang baru dibentuk agar menjadi ujung tombak dalam pengelolaan aset negara.

“Saya minta proses pemulihan aset dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terstruktur. Ini bagian dari komitmen Kejaksaan untuk membangun kepercayaan publik,” tandasnya.

Menutup arahannya, Kajati menegaskan pentingnya konsolidasi dan kerja kolektif di seluruh jajaran.

“Kita harus ‘belanja masalah’ agar arah kerja ke depan lebih terarah dan berdampak. Reformasi birokrasi di Kejaksaan harus nyata, bukan hanya administratif,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut menandai penyegaran organisasi Kejati Jawa Tengah dalam rangka memperkuat efektivitas penegakan hukum, memperkuat koordinasi lintas bidang, serta memastikan Kejaksaan hadir sebagai institusi yang profesional, modern, dan berintegritas.

Dukung Kebijakan Gubernur, Agustina Siapkan Pembangunan Embung Baru Tahun 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendorong percepatan penanganan banjir dengan menekankan pentingnya penambahan kapasitas pompa dan pengerukan kolam retensi.

Hal tersebut ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Penanganan Banjir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Dwi Purwantoro di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (29/10).

Agustina melaporkan kondisi terkini di lapangan, termasuk banyaknya warga terdampak dan keterbatasan daya pompa dalam menguras genangan air di wilayah timur Semarang.

“Kami berharap pompa diperbesar kapasitasnya, karena debit air terus naik dan hujan memang sudah diintervensi cuacanya, tetapi sepertinya tidak kuat menahan dan akhirnya hujan turun,” terang wali kota.

Ia menjelaskan, sebanyak 63.450 jiwa warga Kota Semarang terdampak banjir, dengan 32 orang di antaranya harus mengungsi.

Menurutnya, sebagian besar pengungsi memilih tinggal di rumah kerabat, sementara sisanya ditampung di beberapa titik pengungsian.

Agustina juga menyoroti kondisi pompa dan kolam retensi yang menjadi perhatian masyarakat.

“Pompa ini juga tidak maksimal memompa. Warga mengirimkan gambar, turunnya air hanya sekitar 3 cm di daerah Sawah Besar. Padahal wilayah Sawah Besar dan Muktiharjo Kidul ini terdampak paling parah,” katanya.

Agustina menambahkan, dari 119 pompa yang dimiliki Kota Semarang, sebagian besar berada di wilayah barat dan utara yang kini relatif terkendali. Namun, wilayah timur seperti Genuk dan Muktiharjo masih membutuhkan intervensi tambahan.

“Kami mendukung langkah Gubernur untuk menambah pompa dan melakukan pengerukan kolam retensi agar daya tampung air meningkat,” tegas Agustina.

Selain itu, Pemkot Semarang berencana membangun embung tambahan di lahan milik pemerintah kota pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aliran air menuju kawasan rendah.

“Pemerintah Kota akan terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembuatan embung-embung baru di wilayah timur,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp442 juta yang diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan pengungsi.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan penting dari Gubernur Ahmad Luthfi yang telah disetujui Kementerian PU, yakni penambahan lima unit pompa dengan total kapasitas 2.000 liter per detik, pengerukan Kolam Retensi Terboyo, dan normalisasi sungai-sungai pengalir air dari Semarang hingga Demak.

Dengan kolaborasi lintas instansi ini, Wali Kota Agustina optimistis penanganan banjir di Kota Semarang dapat berjalan lebih efektif.

“Saya kira kita tidak bisa berdiam. Harus ada upaya yang tampak dan terukur untuk mengurangi genangan air, demi keselamatan dan kenyamanan warga,” pungkasnya. ***

Pemuda Bergerak, Indonesia Bersatu: Kajati Jateng Siswanto Dorong Adhyaksa Muda Wujudkan Hukum Berintegritas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Siswanto, bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di lapangan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (28/10).

Dalam suasana yang khidmat, Kajati Siswanto membacakan amanat Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat persatuan dan menjadi penggerak pembangunan bangsa.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, menurutnya, bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan yang pernah dinyalakan oleh para pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928.

Semangat yang lahir dari ikrar “Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia” inilah yang kemudian mengantarkan bangsa menuju kemerdekaan.

Tema peringatan tahun ini, “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, mencerminkan tekad agar kejayaan Indonesia di masa depan terwujud melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Pemerintah menempatkan pemuda sebagai subjek utama pembangunan manusia unggul dan berkarakter, sebagaimana arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dan Asta Cita Presiden.

Kajati Siswanto menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam membawa perubahan, terutama di tengah tantangan era digital dan globalisasi yang kian kompleks.

Dunia hukum, katanya, kini dihadapkan pada berbagai tantangan baru seperti kejahatan siber, korupsi lintas negara, dan pencucian uang internasional, yang menuntut insan Adhyaksa agar semakin tangguh, profesional, dan berintegritas.

“Kalian harus berani berkata benar di tengah tekanan, tetap jujur meski digoda jabatan dan materi, serta bijak dalam setiap tindakan. Kehormatan seorang jaksa bukan diukur dari pangkatnya, tetapi dari keteguhannya memegang prinsip,” pesan Siswanto, mengutip amanat Jaksa Agung.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, melainkan harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan moral generasi muda.

Pemuda, termasuk para insan Adhyaksa muda, diharapkan menjadi bagian dari fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam pesannya kepada para pegawai muda Kejaksaan, Siswanto mengajak untuk terus belajar, berinovasi, menjaga integritas, dan bekerja dengan hati.

Dunia hukum, katanya, menuntut adaptasi terhadap perubahan zaman dan keberanian membawa gagasan baru demi kemajuan institusi.

“Sejarah membuktikan bahwa pemuda selalu menjadi penggerak perubahan. Saatnya pemuda Indonesia, termasuk insan Adhyaksa, menunjukkan kiprah nyata melalui karya, prestasi, dan integritas,” ujarnya.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda ke-97 ini diikuti oleh Wakajati Jateng, para Asisten, Koordinator, dan Kepala Bagian Tata Usaha.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebangsaan, disertai tekad memperkuat komitmen bersama menuju Kejaksaan yang modern, berintegritas, dan dipercaya publik.

Mengakhiri amanatnya, Siswanto mengajak seluruh jajaran Kejaksaan untuk menjadikan peringatan ini sebagai refleksi dan motivasi dalam memperkuat semangat gotong royong, menjaga integritas, serta terus berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Bersatu, berintegritas, dan berkeadilan untuk Indonesia Maju,” tutupnya penuh keyakinan.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 Tahun 2025 ini diikuti oleh Wakajati Jateng, para Asisten, Kordinator dan Kabag TU.