spot_img
Beranda blog Halaman 42

Freeport Indonesia Tanamkan Cinta Sains dan Teknologi di Kalangan Pelajar Papua

0

JAYAPURA (Pertamanews.id) – PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung penuh penyelenggaraan Kompetisi MIPA dan Komputer (KOMIKOM) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih (UNCEN).

“Dengan pendidikan sains yang baik, generasi muda diharapkan mampu berpikir kritis, logis dan inovatif dimana keterampilan soft skill inilah yang sangat dibutuhkan didalam dunia kerja,” kata Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum.

Dalam kompetisi ini, PTFI memberikan dukungan peralatan laboratorium sains sebagai apresiasi kepada sekolah-sekolah peserta kompetisi.

Total peserta terdapat 28 tim dari 13 sekolah dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Jayawijaya. Babak final kompetisi berlangsung pada 21 Oktober 2025 di Aula FMIPA UNCEN, Jayapura.

Hasilnya, Tim 1 dari SMAN 1 Jayapura berhasil meraih Juara Pertama, diikuti oleh Tim 2 Madrasah Aliyah Darud Da’wah wal Irsyad Entrop sebagai Peringkat Kedua, dan Tim 2 Madrasah Aliyah Yayasan Pondok Karya Pembangunan (YPKP) Sentani sebagai Peringkat Ketiga.

“Selamat kepada para pemenang, prestasi ini menjadi bukti semangat dan potensi besar generasi muda Papua dalam bidang sains dan teknologi,” kata Nathan. Wakil Rektor I Universitas Cenderawasih Dr. Dirk Y. P Runtuboy S.Pd., M.Kes menyampaikan apresiasi atas dukungan PTFI terhadap penyelenggaraan kompetisi ini.

Kegiatan ini merupakan satu wadah yang sangat penting dan strategis untuk membangun karakter kompetisi, kreatifitas dan juga membangun rasa cinta para pelajar terhadap matematika, sains dan teknologi informasi.

“Dunia berkembang dengan sangat pesat, maka penguasaan terhadap sains dan teknologi memiliki peran penting untuk menghadapi tantangan global yang sangat kompleks,” katanya.

KOMIKOM tahun 2025 bertema
“Eksplorasi Ilmu, Wujudkan Prestasi”. Ajang tahunan ini menguji kemampuan siswa SMA di Tanah Papua dalam bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Komputer.

Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi pelajar terhadap ilmu pengetahuan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membangun semangat kolaborasi di kalangan generasi muda Papua.

Kompetisi berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2025 melalui dua tahap, yakni Babak Penyisihan berbasis Computer-Based Test (CBT) dan Babak Final dengan sistem gugur interaktif.

Dalam babak final, 16 tim terbaik saling berkompetisi melalui berbagai bentuk tantangan seperti science games, studi kasus, eksperimen sederhana, dan perhitungan matematis aplikatif yang menuntut logika, ketepatan, dan kerja sama tim.

Hotel Ciputra Semarang Hidangkan Kreasi Kuliner Unik dalam Pesta Halloween Penuh Gaya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut malam Halloween yang penuh misteri dan keseruan, Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang berlokasi strategis di kawasan Simpang Lima, akan menggelar acara Halloween Dinner pada Jumat, 31 Oktober 2025, pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, bertempat di Lobby Lounge Hotel Ciputra Semarang.

Dengan harga IDR 189.000 net per orang, para tamu dapat menikmati buffet all you can eat bertema Halloween, lengkap dengan dekorasi yang memukau serta atmosfer menyeramkan khas perayaan ini.

Menu spesial yang dihidangkan dalam acara Halloween Dinner antara lain Blood Shot Gazpacho, BBQ Bat Wings, Walking Dead Enchiladas, Captain Jack Sparrow’s Favourite, hingga Charcoal Crusted Fish yang menggugah selera.

Tak ketinggalan berbagai dessert unik seperti Graveyard Pudding, Frankenstein & Bloody Band Cookies, dan The Brain Strawberry Cake siap memanjakan para pecinta manis.

Selain sajian kuliner yang penuh kreasi, acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan live music serta kompetisi kostum terbaik dengan hadiah menarik bagi para pemenangnya.

Suasana malam Halloween akan semakin semarak dengan dekorasi menyeramkan namun tetap elegan khas Hotel Ciputra Semarang, menjadikannya pilihan sempurna untuk berkumpul bersama teman, pasangan, maupun keluarga sambil menikmati pengalaman makan malam yang tak hanya lezat, tetapi juga berkesan dan penuh keseruan.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan “Acara Halloween Dinner ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh kreativitas dan hiburan. Kami ingin para tamu dapat menikmati suasana berbeda yang memadukan konsep kuliner tematik dengan keseruan perayaan khas Halloween. Harapannya, acara ini dapat menjadi momen spesial yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap tamu yang hadir”

MBG di Sumsel: Investasi Masa Depan Lewat Anak Sehat dan Bergizi

0

PRABUMULIH (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyapa masyarakat, dengan sosialisasi yang dilakukan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi ini menjadi wadah penting dalam memperkenalkan manfaat program MBG yang berfokus pada peningkatan asupan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil, sekaligus mendukung visi besar menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini digelar di Gedung Serbaguna Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Rabu (22/10).

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah menghadirkan program MBG yang dinilai sebagai bentuk nyata perhatian terhadap kesejahteraan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program ini bukan sekadar soal makanan, tetapi investasi masa depan. Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari,” ucap Irma Suryani.

Lebih lanjut, Irma menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat. Ia mengapresiasi peran tokoh masyarakat Prabumulih yang selama ini aktif memberikan edukasi gizi dan mendukung pola makan sehat di lingkungan masing-masing.

“Kami menyadari pentingnya keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat lokal. Gotong royong adalah kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional terus memastikan standar pelaksanaan MBG berjalan sesuai pedoman.

“Kami ingin setiap dapur SPPG (Sentra Penyedia Pangan Gizi) di Sumatera Selatan memenuhi standar gizi nasional agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, Irma juga menegaskan komitmennya untuk membantu Badan Gizi Nasional dalam pengawasan terhadap dapur-dapur SPPG yang belum memenuhi standar pendirian. Ia menambahkan bahwa peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan dapur SPPG terbuka luas bagi semua pihak.

“Kami mengundang siapa pun yang ingin ikut membangun generasi sehat dan berdaya di Sumatera Selatan untuk bersama berkontribusi,” pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi di Kecamatan Prabumulih Utara ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan peran bersama dalam menciptakan kebiasaan makan sehat sejak dini, guna mewujudkan masyarakat Sumatera Selatan yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya.***

Gelembung Ajaib dari Laboratorium UNDIP, Ubah Limbah Pabrik Jadi Air Higienis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (Undip) melalui Pusat Riset Plasma Fakultas Sains dan Matematika (FSM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset inovatif di bidang sains terapan.

Tim peneliti yang diketuai oleh Prof Dr Muhammad Nur DEA berhasil mengembangkan Teknologi Gelombang Nano-Mikro Plasma Ozon, sebuah inovasi yang dirancang untuk mengolah air limbah industri menjadi air higienis melalui proses oksidasi lanjut (Advanced Oxidation Process/AOP).

Riset tersebut merupakan bagian dari Program Riset Konsorsium Berdampak, hasil kolaborasi antara Universitas Diponegoro, Universitas Riau, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Dalam uji coba awal, tim menggunakan limbah pengolahan pasta cabai dengan komposisi satu meter kubik air limbah dicampur dua kilogram pasta cabai.

“Setelah menggunakan mesin plasma ini, sudah kami cek semuanya COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand), kepedasan, semua parameter air limbahnya. Dia menjadi air higienis yang bisa digunakan untuk lain-lain,” ujar Prof Muhammad Nur, Kamis (23/10).

Lebih lanjut, Prof Muhammad Nur menjelaskan bahwa sistem kerja teknologi ini memanfaatkan pompa berkapasitas enam meter kubik per jam yang menghasilkan gelembung oksidasi mikro.

“Kami menggunakan pompa 6 meter kubik per jam, didorongkan lagi ke venturi di bawah, kemudian dia membuat bumbling. Gelembung-gelembung itulah yang kita sebut oxidation process,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan teknologi ini berpotensi membantu industri pangan dalam menekan biaya pengolahan air limbah yang selama ini relatif tinggi.

“Dengan teknologi ini, saya yakin bahwa tidak akan mahal, di ujung kita treatment dengan micro nano bubble, akan bisa bersih lebih cepat,” katanya.

Saat ini, teknologi masih difokuskan pada pengolahan limbah industri pangan dan belum diaplikasikan pada sektor yang menggunakan pewarna seperti tekstil.

Namun, Prof Muhammad Nur optimistis ke depan teknologi ini dapat dikembangkan lebih luas, termasuk untuk industri plastik.

“Ini akan mengubah pola-pola pengolahan air limbah industri. Di samping menghilangkan mikro organisme, senyawa-senyawa ini, juga bisa membunuh bakteri,” ungkapnya.

Mesin generator plasma ozon berkapasitas tinggi yang digunakan dalam riset ini merupakan inovasi hasil hilirisasi Undip.

Saat ini, mesin tersebut telah diproduksi secara mandiri dan digunakan di beberapa kawasan industri di Indonesia.

Dengan hadirnya teknologi ini, Undip menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi riset yang terus berkontribusi nyata terhadap solusi lingkungan dan efisiensi industri nasional. ***

Direktur RSA Klarifikasi Tuduhan YZ di Kasus Tipikor Cilacap

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengadilan Tipikor Semarang pertengahan Oktober ini mulai menyidangkan Kasus Korupsi Pembelian Lahan PT Rumpun Sari Antan (RSA) – Yardip di Cilacap.

Namun di tengah masih jalannya proses persidangan, diwarnai munculnya postingan-postingan konten di media sosial yang menampilkan salah satu saksi, YZ yang dinilai membangun narasi dengan dugaan fetakompli.

YZ yang dalam keterangannya di persidangan menerima aliran dana sebesar Rp 18 miliar ini sengaja membuat unggahan di media sosial dengan menyerang berbagai pihak diantaranya para perwira tinggi TNI AD, termasuk Panglima TNI.

Hal ini membuat Direktur PT RSA, bereaksi untuk meluruskan dengan mengungkap fakta sebenarnya.

YZ ini menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Lukas Alexander Sinuraya diperiksa sebagai saksi dugaan Tindak Pencucian Uang .

Kasusnya bermula dari pembelian tanah seluas 700 hektare oleh PT Cilacap Segara Arta (CSA), BUMD milik Pemkab Cilacap dari PT Rumpun Sari Antan.

Tanah ini dibayar lunas antara tahun 2023-2024, namun PT CSA tak dapat menguasai tanah tersebut. Atas kasus ini kejaksaan menetapkan mantan Direktur RSA berinisial ‘ANH’, mantan Pj Bupati Cilacap ‘AM’ dan Komisaris PT CSA ‘IZ’ sebagai tersangka dan masih memeriksa sejumlah saksi termasuk ‘YZ’ yang mengaku menerima aliran dana senilai Rp 18 miliar.

Isdianarto Aji Wibowo selaku Direktur PT RSA menampik tuduhan YZ yang diviralkan melalui medsos bahwa ada keterlibatan sejumlah nama perwira tinggi dalam kasus ini.

“Ini sudah ngawur, sebab selama saya menjabat sebagai Direktur karena direktur yang lama terlibat dalam kasus korupsi ini, tidak ada sedikit pun campur tangan dari Panglima TNI, Wakil Panglima bahan pejabat Kodam IV Diponegoro. Saya meyakini ini bentuk kepanikan dari saksi sebagai buntut terbukti menerima aliran dana yang diduga sebagai bentuk pencucian uang. Lalu mereka membangun narasi seolah ada keterlibatan dengan para jenderal. Ini semata-mata untuk mencari perhatian pada publik dan pembunuhan karakter,” ungkap Indinarto, Kamis (23/10/2025) dalam keterangan persnya di Pengadilan Tipikor Semarang.

Isdianarto Aji Wibowo menyampaikan ini karena merasa perlu meluruskan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan yang ditayangkan di beberapa media sosial oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk membangun opini guna mengaburkan proses hukum persidangan tindak pidana korupsi yang kini sedang berproses di Pengadilan Tipikor Semarang.

Pihaknya tak ingin kasus yang tengah disidangkan ini dikacaukan oleh opini publik, meski dirinya yakin persidangan akan tetap berjalan seabagaimana mestinya.

“Masyarakat kami minta untuk tidak terprovokasi dan berasumsi dari narasi-narasi yang dibangun melalui unggahan media sosial. Para perwira tinggi di jajaran TNI AD ini justru mendorong proses hukum agar berjalan transparan tanpa campur tangan. Sebab dalam kasus ini telah menimbulkan kerugian negara yang sangat besar,” tambah Isdinarto.

“Kasus ini murni tindak pidana korupsi atas pembelian aset PT RSA oleh PT Cilacap Segara Arta (CSA). Tim Pidsus melakukan penyelidikan awal menemukan indikasi korupsi. Peristiwa pembelian aset oleh PT CSA ini menjadi atensi publik dan LSM Lokal Cilacap karena berbarengan dengan permohonan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) oleh masyarakat, dan obyek yang dibeli ini adalah obyek yang sama dengan yang diajukan TORA, sehingga menjadi viral di beberapa media.

Dalam kasus ini juga ada temuan pembelian dengan menggunakan APBD Kabupaten Cilacap. Bahkan dalam persidangan pertama, terbukti uang pembayaran dari PT CSA ke RSA mengalir kembali kepada pihak-pihak terkait,” ujar Dirut PT RSA.

Isdinarto juga mengungkakan pihak Pemkab Cilacap melakukan pencabutan gugatan perkara perdata dikarenakan gugatan tersebut diajukan oleh Pemkab Cilacap yang diinisiasi oleh oknum Pejabat Bupati yang terlibat dalam dugaan tipikor, dan dicabut oleh Pemkab Cilacap setelah Bupati Cilacap yang baru dilantik dengan alasan Pemkab Cilacap menghormati proses hukum pidana korupsi yang telah berjalan dan naik ke penyidikan waktu itu.

Direktur PT RSA, mengatakan bahwa saat ini proses hukum dan proses peradilan sudah berjalan. Proses persidangan terbuka untuk umum. Masyarakat dan media diperkenankan untuk hadir, menyaksikan bahkan meliput jalannya persidangan.

Dalam fakta-fakta persidangan, telah diungkap tindak pidana korupsinya beserta saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan.

Akan jauh lebih baik dan pasti, mengikuti proses hukum dan proses persidangan yang sedang berjalan. Bukan menebar isu-isu sesat, cenderung tendensius sarat dengan kepentingan tertentu.

“Sekali lagi saya meminta masyarakat kritis mengikuti persidangan dan pemberitaan media daripada komentar dan narasi yang besliweran di media sosial. Para tokoh masyarakat dan ulama juga bisa memberikan pandangannya secara konstruktif dengan memperhatikan fakta persidangan,” tutup Isdinarto.

Sosialisasi MBG di Bekasi Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar sosialisasi yang kali ini digelar di Gedung Graha Multiguna Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada Senin, (20/10). Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa, serta Koordinator Wilayah SPPG Kota Bekasi, Dessy Natalia serta dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu negatif yang beredar mengenai program MBG.

“Banyak isu yang beredar di media terkait keamanan makanan dalam program ini. InsyaAllah program MBG aman, karena setiap dapur memiliki ahli gizi dan pengawasan dari BPOM serta Dinas Kesehatan dilakukan secara rutin. Jadi, ibu-ibu dan bapak-bapak tidak perlu khawatir, makanan yang diberikan layak dan higienis,” ujar Nuroji.

Nuroji juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons berbagai isu yang muncul, termasuk penanganan kasus keracunan massal beberapa waktu lalu. Ia menilai, permohonan maaf dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan menunjukkan tanggung jawab serta keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan publik.

“Langkah-langkah pembenahan seperti evaluasi dapur, peningkatan pengawasan, dan upaya mencapai target ‘zero incident’ adalah bukti komitmen nyata pemerintah tanpa harus menghentikan program yang manfaatnya begitu besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Menambahkan, Anyelir Puspa menjelaskan bahwa MBG memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada peningkatan gizi generasi muda dan kelompok rentan.

“Sasaran program ini meliputi anak-anak PAUD, TK, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil, menyusui, dan balita. Tujuan utamanya adalah meningkatkan asupan gizi, pengetahuan gizi, serta pola makan bergizi seimbang,” terang Anyelir.

Ia menambahkan, BGN membangun arsitektur digital untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dengan prinsip empat standar utama: kecukupan kalori, komposisi higienis, standar keamanan, dan kelayakan konsumsi.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Bekasi, Ibu Dessy Natalia, menjelaskan kesiapan dapur umum dalam pelaksanaan MBG di wilayahnya.

“Kami memastikan setiap makanan melalui uji rasa sebelum didistribusikan. Prosesnya diawasi ketat mulai dari perancangan menu, penerimaan bahan, pengolahan, hingga pencucian alat makan menggunakan oven agar steril,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa MBG bukan hanya program bantuan pangan, melainkan gerakan nasional untuk membangun generasi sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.*

Bea Cukai Semarang Bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang Musnahkan Hampir 4 Juta Batang Rokok Ilegal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka pelaksanaan Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) Lingkup Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Bea Cukai Semarang bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang memusnahkan hampir 4 Juta batang rokok ilegal pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pemusnahan ini merupakan bagian dari program pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di bidang penegakan hukum, dan juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bahaya dan dampak peredaran rokok ilegal.

Dasar pelaksanaan pemusnahan adalah Surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara a.n. Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor S-201/MK/KN.4/2025 tanggal 10 September 2025 hal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak, menjelaskan bahwa sejak Januari sampai dengan Oktober tahun 2025, pihaknya telah melakukan penindakan sebanyak 167 kali penindakan. Sebagai upaya untuk memberi efek jera bagi pelaku tindak pidana cukai, selama tahun 2025 sebanyak 10 kasus dinaikkan ke tahap penyidikan dengan jumlah tersangka 13 orang. Dari 10 kasus tersebut, sebanyak 7 berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (P-21). Dan telah diserahterimakan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Tahap 2).

Sebelum kegiatan hari ini, Bea Cukai Semarang juga telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang melakukan pemusnahan BKC ilegal pada tanggal 19 Agustus 2025. Barang Hasil Penindakan (BHP) yang dimusnahkan berasal dari penindakan tahun 2024-2025, lebih dari 7 juta batang rokok ilegal dengan berbagai jenis dan merek, 9 ribu liter MMEA, dan 225 gram TIS. Nilai barang ditaksir mencapai 11,3 Milyar dan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar 8,2 Milyar. Selanjutnya Bea Cukai Semarang juga akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Demak untuk melakukan pemusnahan serupa.

Kegiatan pemusnahan kali ini akan dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yaitu pemusnahan secara simbolis di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dan dilanjutkan pemusnahan keseluruhan rokok ilegal di PT Global Enviro Nusa yang beralamat di Kawasan Industri Terboyo L/3A, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kode Pos 50118. BHP yang dimusnahkan kali ini berjumlah 3.969.730 (Tiga Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh) batang rokok ilegal jenis SKM dengan berbagai merk. Nilai barang yang ditaksir mencapai Rp5.895.049.050,- (Lima Milyar Delapan Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Empat Puluh Sembilan Ribu Lima Puluh Rupiah). Sedangkan kerugian negara mencapai Rp3.841.170.293,- (Tiga Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Tiga Rupiah) yang meliputi kerugian dari sektor cukai, PPN Hasil Tembakau, maupun pajak rokok. Seluruh barang ilegal ini telah ditetapkan sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan peruntukannya untuk dimusnahkan berdasarkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Nantinya, BKC ilegal akan dimusnahkan dengan proses insinerasi, yaitu proses pembakaran secara termal pada suhu tinggi sampai 1.200 derajat celcius. Pemusnahan ini merupakan bagian dari visi PT Global Enviro Nusa dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup sebagai dampak positif untuk kehidupan yang lebih baik. Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Bea Cukai Semarang periode Februari sampai dengan April tahun 2025. Total terdapat 42 SBP, hasil dari penindakan baik yang dilakukan secara mandiri maupun melalui operasi bersama dengan Pemerintah Daerah di wilayah kerja Bea Cukai Semarang.

Dari hasil penindakan, terdapat indikasi modus pelanggaran yang dilakukan oleh tersangka yaitu : 1. Menjual/menawarkan BKC Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukai; 2. Mengangkut BKC Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukai. Modus tersebut telah melanggar aturan pasal 54 dan pasal 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Pemusnahan sepenuhnya menggunakan DBHCHT Pemerintah Kabupaten Semarang sebagai bagian dari Program Kerja Pemanfaatan DBHCHT Kabupaten Semarang yang telah ditetapkan sebelumnya, bersama dengan Bea Cukai Semarang. Selain pemusnahan BKC ilegal, Bea Cukai Semarang dan Pemerintah Kabupaten Semarang juga melaksanakan sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada para perangkat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya, melalui sosialisasi baik secara tatap muka, sosialisasi melalui media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, maupun menggandeng influencer lokal untuk menyebarkan ajakan Gempur Rokok Ilegal. Selain itu, dilaksanakan pula pengumpulan informasi peredaran rokok ilegal melalui aplikasi Siroleg dan operasi pemberantasan bersama, yang terdiri dari Bea Cukai, Satpol PP, APH penegak hukum lainnya seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya memberantas peredaran BKC ilegal. Dengan langkah ini, kami berharap dapat meningkatkan pertumbuhan industri rokok yang resmi, memberikan perlindungan masyarakat dari bahaya rokok ilegal, dan tentunya mendorong kesejahteraan masyarakat melalui DBHCHT yang diterima,”ujar Syuhadak, Kepala Kantor Bea Cukai Semarang.

Rangkaian Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan ini menjadi bukti nyata semangat Bea Cukai dalam menjalankan amanat pengawasan dan pelayanan publik. Bea Cukai Semarang menegaskan komitmen untuk mengajak masyarakat terus berperan aktif dalam memberantas rokok ilegal dengan cara tidak mengonsumsi rokok ilegal, ikut berperan aktif memberikan pemahaman kepada teman, kerabat, tetangga terkait ciri-ciri rokok ilegal dan terakhir mari berpartisipasi aktif melaporkan adanya peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar ke kantor bea cukai terdekat.

Amphitheater Kotta Hotel, Ruang Seru untuk Gigs hingga Yoga di Tengah Kota Lama

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di tengah suasana klasik Kota Lama, Kotta Hotel Semarang hadir bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang ekspresi yang hidup dan penuh warna. Mengusung konsep art hotel dengan sentuhan seni serta nuansa pop yang segar, Kotta menjadi destinasi unik bagi para tamu dan komunitas kreatif.

Salah satu daya tarik utamanya adalah amphitheater Kotta Hotel — area terbuka multifungsi yang menjadi wadah berbagai kegiatan seru. Mulai dari acara musik dan mini gigs, sesi yoga atau pilates, hingga intimate wedding dengan suasana hangat dan berkesan, semua bisa diwujudkan di tempat ini.

“Dari awal, Kotta memang ingin menjadi tempat yang hidup — bukan hanya tempat menginap, tapi tempat bertemu ide dan energi baru,” ujar tim Marketing Communication Kotta Hotel Semarang.

Selain amphitheater, Kotta juga menyediakan event space dan private room untuk berbagai kegiatan seperti workshop, gathering, maupun perayaan pribadi. Dengan latar estetik khas Kota Lama dan atmosfer yang santai, Kotta menawarkan perpaduan sempurna antara kenyamanan dan kreativitas.

Kotta Hotel terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, brand, hingga individu yang ingin mengadakan aktivitas kreatif, pertunjukan musik, atau acara personal dengan nuansa berbeda. Di Kotta, setiap sudut dirancang untuk menjadi bagian dari cerita dan ekspresi.

Kotta Hotel Semarang — Stay, Create, Celebrate.

📍 Alamat: Jl. Taman Srigunting No.14, Kota Lama, Semarang
📞 Kontak: Louisa – ‪+62 813-8682-8588‬
📸 Instagram: @kottalama.semarang

Anak Sehat Masa Depan Cerah, Desa Tanjung Bunut Muara Enim Sambut Sosialisasi Program MBG

0

MUARA ENIM (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kepada masyarakat, kali ini di Desa Tanjung Bunut, Belida Darat, Muara Enim, pada Selasa (21/10).

Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Muara Enim, Lusi Suryadi, Kepala Desa Tanjung Bunut, Marsuan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Menurutnya, upaya penyediaan makanan bergizi gratis ini bukan hanya langkah bantuan sosial, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, program ini harus kita dukung bersama, agar benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan kualitas generasi mendatang,” ujar Irma Suryani.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam memastikan keberhasilan program ini.

“Keberhasilan MBG tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Kita perlu menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama keberlanjutan program MBG. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Muara Enim yang dinilai cukup tinggi dalam menyambut program ini.

Kepala Desa Tanjung Bunut, Marsuan, turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Kami berharap program MBG ini dapat terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi anak-anak di desa kami, terutama dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma Suryani menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG, termasuk memastikan dapur-dapur penyedia makan bergizi memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Muara Enim semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.*

Bimbingan Anak Kini Lebih Personal, Bapas Kelas I Semarang Libatkan Peran Orang Tua dan Wali

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya mengoptimalkan proses pembimbingan dan pemulihan sosial bagi Klien Anak, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang menggelar kegiatan pembimbingan khusus dengan melibatkan orang tua atau wali Anak sebagai bagian dari proses pendampingan, Senin (20/10)

Kegiatan pembimbingan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Persatuan Keluarga Berencana Indonesai (PKBI) Daerah Jawa Tengah, merupakan bagian dari pendekatan restoratif dan rehabilitatif yang menjadi fokus Balai Pemasyarakatan dalam menangani Klien Anak. Melalui keterlibatan keluarga, Bapas berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan anak sekaligus mencegah kemungkinan pengulangan tindak pidana.

“Kami meyakini bahwa keluarga, terutama orang tua atau wali, memiliki peran sentral dalam proses perubahan perilaku anak. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam proses pembimbingan sangat kami dorong,” ujar Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto

Dalam kegiatan tersebut, para Orang Tua atau Wali Anak diberikan sosialisasi terkait pengasuhan dalam keluarga dalam mendampingi Anak pasca pembinaan, yang disampaikan oleh Tim Psikolog dari PKBI. Turut hadir pula Petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Semarang yang memberikan pendampingan intensif tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada orang tua atau wali. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan emosional, pengawasan, serta peran aktif keluarga dalam pembentukan karakter anak pasca menjalani proses hukum.

Orang tua klien yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini. Salah satu wali anak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan pendekatan humanis yang diberikan oleh pihak Bapas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bapas Kelas I Semarang dalam menjalankan tugas pembimbingan dan pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga sosial dan psikologis klien. Ke depan, Bapas Semarang berencana untuk terus memperluas keterlibatan keluarga serta menjalin sinergi dengan instansi terkait, termasuk sekolah dan lembaga sosial, guna menciptakan sistem pendampingan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.