spot_img
Beranda blog Halaman 43

XLSMART Luncurkan Gerakan #1JutaSisterDigital, Wujudkan Perempuan Mandiri dan Berdaya di Era Teknologi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Semangat pemberdayaan perempuan bergema di aula utama XLSMART Tower, Jakarta Selatan, saat PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi membuka Sisternet Festival 2025 pada 17–18 Oktober.

Dengan mengusung tema “Kreasi Tanpa Batas, Mandiri Berdaya”, festival ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran perempuan Indonesia di era digital sekaligus menandai lahirnya gerakan nasional terbaru: #1JutaSisterDigital.

Inisiatif ini merupakan babak baru dari perjalanan panjang Sisternet, program sosial besutan XLSMART yang telah menjangkau lebih dari 1,3 juta perempuan di seluruh Indonesia melalui edukasi dan literasi digital.

Kini, lewat gerakan #1JutaSisterDigital, XLSMART menegaskan komitmennya memperluas dampak sosial dan membantu perempuan agar semakin mandiri, berdaya, dan kompetitif di dunia digital.

Tahun ini, Sisternet Festival hadir berkat kolaborasi kuat antara XLSMART dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Motorola.

Motorola bahkan ikut menghadirkan inovasi produk terbarunya, Moto G06 Power, yang dibagikan di setiap kelas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat “perempuan tiada batas”.

Tak berhenti di situ, berbagai layanan unggulan seperti XL SATU, XL PRIORITAS, AXIS, dan Smartfren turut memperkuat penyelenggaraan festival ini.

Dukungan juga datang dari aplikasi Sidompul, yang memfasilitasi mitra penjualan produk XLSMART, serta UMKM binaan seperti OMG Beauty, Hakon Ethnic, Hadee.id, dan Waktu Luang yang ikut meramaikan sesi workshop kreatif.

Festival dua hari ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh nasional, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Choiri Fauzi, Staf Ahli KOMDIGI, Molly Prabawaty, serta jajaran direksi XLSMART, seperti Presiden Direktur & CEO Rajeev Sethi, dan Director & Chief Information Technology Officer Yessie D. Yosetya. Hadir pula Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura Kiehl, yang ikut berbagi inspirasi kepada ratusan perempuan peserta.

Menurut data BPS 2024, sebanyak 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Mereka menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, namun banyak di antaranya belum memiliki akses memadai terhadap teknologi dan pelatihan digital.

Hal inilah yang coba dijawab Sisternet. Dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, memberikan apresiasi atas konsistensi XLSMART dalam mengembangkan program Sisternet.

“Inisiatif seperti Sisternet membuktikan bahwa sektor swasta dapat menjadi agen perubahan sosial yang nyata. Melalui program ini, perempuan tidak hanya memperoleh akses terhadap literasi digital, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan daya saing di tengah transformasi teknologi yang begitu cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan agenda strategis nasional yang harus terus diperkuat di era digital.

“Potensi besar ini hanya bisa diwujudkan jika perempuan diberi akses yang setara terhadap teknologi, pelatihan, dan jaringan pasar yang inklusif. Ketika perempuan berdaya dan anak-anak terlindungi, Indonesia akan melangkah lebih pasti menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam agenda nasional Sembilan Juta Talenta Digital 2030.

“Perempuan harus menjadi bagian utama dari agenda ini karena teknologi membuka ruang tanpa batas bagi mereka untuk berkarya, berbisnis, dan berekspresi. Kolaborasi seperti yang dilakukan bersama XLSMART adalah contoh nyata sinergi pemerintah dan swasta dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif,” ujarnya.

Sisternet Festival 2025 menghadirkan lebih dari 500 peserta perempuan dari berbagai komunitas, lembaga, dan pelaku UMKM. Mereka mengikuti talkshow inspiratif bertema “Kreasi Tanpa Batas, Mandiri Berdaya” bersama Yessie D. Yosetya dan Cinta Laura, hingga berbagai workshop praktis seperti Personal Branding, Public Speaking, Digital Marketing, dan Desain Kreatif dengan Canva.

Pada hari kedua, suasana semakin hidup dengan sembilan kelas kreatif interaktif, mulai dari AI untuk Media Sosial, Content Creator Naik Kelas, hingga Foto Produk Ciamik Cuma Pakai Smartphone.

Ada juga sesi Cooking Class, Art DIY, dan Bisnis Kreatif yang membuka peluang usaha baru bagi peserta.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan melalui Sisternet Festival 2025, kami kembali merayakan langkah besar dalam mendukung pemberdayaan 1 juta perempuan Indonesia.

“Teknologi dan inovasi dapat menjadi kekuatan pendorong untuk perubahan positif,” ungkapnya.

Rajeev juga menjelaskan bahwa #1JutaSisterDigital menjadi bagian dari pilar keberlanjutan perusahaan di bidang pengembangan talenta perempuan, sekaligus upaya memperluas jangkauan manfaat program hingga pelosok negeri.

“Program ini bukan hanya tentang menyediakan akses informasi dan edukasi, tetapi juga tentang membangun jaringan dan kesempatan yang dapat menginspirasi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka,” lanjutnya.

Dalam festival ini, Sisternet juga meluncurkan lima program baru yang dirancang untuk memperkuat literasi digital perempuan Indonesia:

  • Kompetisi Modal Pintar 2025 – ajang ide bisnis kreatif dengan total hadiah Rp100 juta.
  • Female Future Leader Batch 2 – mencetak pemimpin muda perempuan di bidang teknologi dan sosial.
  • Ruang Bersama Indonesia Bunda Pintar – wadah belajar digital dan kewirausahaan bagi para ibu.
  • She Inspire – pemberdayaan eks warga binaan Lapas Perempuan melalui pelatihan digital dan wirausaha.
  • Gerakan #1JutaSisterDigital – kolaborasi dengan KOMDIGI untuk melahirkan satu juta perempuan digital berikutnya di Indonesia.

Lebih dari sekadar festival, Sisternet kini telah menjelma menjadi gerakan sosial berskala nasional yang membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memasuki dunia digital dengan percaya diri.

Melalui pelatihan, modul pembelajaran, dan pendampingan jangka panjang, Sisternet membantu perempuan membangun keterampilan digital, memperkuat usaha online, hingga memperluas jaringan pasar produk lokal.

Dengan semangat “perempuan berdaya, bangsa berjaya,” Sisternet Festival 2025 menjadi simbol kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat—bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, setara, dan siap menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses www.sisternet.co.id.

Hari Santri 2025, Ferry Wawan Cahyono Serukan Santri Bangkit di Era Digital

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan kaum santri dalam memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu ia sampaikan dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diperingati setiap 22 Oktober.

Menurut Ferry, santri bukan hanya identik dengan kehidupan pesantren dan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi digital.

“Santri itu benteng moral dan penjaga nilai. Dalam sejarah, santri ikut berjuang mengusir penjajah. Kini, perjuangan itu berlanjut dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai luhur di tengah kemajuan zaman,” ujar Ferry, di Semarang, Selasa (22/10).

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan bahwa semangat santri sejalan dengan jati diri Partai Golkar yang menjunjung tinggi nilai pengabdian, gotong royong, dan pembangunan berkeadilan.

“Partai Golkar menilai peran santri dan pesantren sangat vital. Mereka tidak hanya mendidik generasi yang berilmu, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang beretika dan berakhlak mulia,” imbuhnya.

Ferry menambahkan, santri masa kini harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Kita ingin melihat santri yang adaptif dan produktif. Santri yang bisa memimpin di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, maupun pemerintahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferry juga mengapresiasi berbagai pesantren di Jawa Tengah yang terus berinovasi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga lingkungan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga pesantren dapat terus diperkuat.

“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, pesantren bisa menjadi motor kemajuan desa,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, yang merefleksikan semangat toleransi, kedamaian, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa. ***

DPR RI dan BGN Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Sukseskan Program MBG

0

JAKARTA TIMUR (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Program MBG menjadi harapan baru bagi jutaan anak-anak Indonesia, untuk itu kolaborasi bersama menjadi kunci utama dalam kelancaran program Makan Bergizi Gratis disemua wilayah termasuk Jakarta.

Kegiatan sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandor Hasan, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu, (18/10). Program MBG adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti hasil pelaksanaan program yang menunjukkan tren positif. Ia menilai MBG sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjamin gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“MBG bukan hanya program bantuan, tapi sebuah gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah dan DPR berkomitmen untuk terus mengawasi agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga. Dapur yang melanggar ketentuan akan dibenahi, sementara yang berprestasi akan diberi apresiasi,” tutur Zainul Munasichin.

Zainul juga menepis kritik yang menyebut program ini tidak efektif. Menurutnya, MBG justru lebih transparan dan berdampak nyata dibandingkan bantuan tunai, karena langsung memastikan anak-anak memperoleh gizi yang layak setiap hari.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi III, Hasbiallah Ilyas, juga menegaskan pentingnya sinergi antara program MBG dengan kebijakan pendidikan dan kesejahteraan daerah.

“Kami ingin anak-anak Indonesia mendapatkan manfaat gizi yang merata. Kolaborasi antara MBG dan program seperti Kartu Indonesia Pintar sangat diperlukan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Ia juga mengajak relawan dan yayasan pelaksana agar menjaga amanah dan bekerja dengan sepenuh hati.

“Program ini bukan sekadar bagi makanan, tetapi menanamkan cinta dan tanggung jawab untuk generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan sehat dan seimbang, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar dapur MBG.

“Program ini dirancang agar masyarakat ikut terlibat langsung. Minimal 30 persen tenaga kerja di setiap dapur MBG berasal dari warga sekitar. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program ini membawa kesejahteraan dan kemandirian di tingkat lokal,” ujar Ermia Sofiyessi.

Dengan semangat kolaboratif ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.*

Program MBG di Jakarta Timur Jadi Upaya Membangun SDM Sehat dan Berdaya Saing

0

JAKARTA TIMUR (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat, kali ini bertempat di Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu, (19/10).

Kegiatan sosialisasi program MBG ini digagas oleh Anggota Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, Analisis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sumbadan Ditjen Pothan Kemhan RI, Kepala SPPG Cipayung, Srikandi, dan ratusan peserta yang merupakan masyarakat sekitar.

Dalam paparannya melalui media daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan pemberian makanan bergizi, melainkan strategi besar dalam mencetak generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam memastikan program ini berjalan berkelanjutan,” ujar Arzeti.

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sub-badan Ditjen Pothan Kemhan RI, Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa MBG memiliki sasaran utama untuk memperkuat kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong ketahanan pangan berbasis lokal.

“Menu MBG disusun dengan mengakomodasi pangan lokal sebagai bentuk kearifan budaya. Kita ingin gizi terpenuhi tanpa meninggalkan identitas kuliner setempat. Inilah bentuk sinergi antara kebutuhan gizi dan kearifan lokal,” tegas Ade Tias.

Senada dengan itu, Srikandi Dwi Prameswari, Kepala SPPG Cipayung, menyampaikan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda. Ia menilai, keterlibatan mereka menjadi simbol kesiapan bangsa dalam menyambut era generasi emas.

“Generasi muda hari ini adalah fondasi dari Indonesia 2045. Partisipasi mereka dalam program MBG menunjukkan kepedulian terhadap masa depan bangsa yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Jakarta Timur semakin memahami esensi Program MBG sebagai langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.*

Stasiun Alastua, Pintu Gerbang Transportasi dan Investasi di Timur Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Stasiun Alastua kini menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan transportasi di wilayah timur Kota Semarang.

Berada di lintas utara Jawa yang historis dan strategis, stasiun ini kian menunjukkan potensinya sebagai pintu gerbang transportasi dan investasi baru di kawasan tersebut.

Meskipun berstatus sebagai stasiun kecil, Stasiun Alastua memiliki aset yang tergolong luas, yakni mencapai 90.250 meter persegi. Dengan lahan seluas itu, stasiun ini menyimpan peluang besar untuk dikembangkan, baik untuk perluasan layanan perkeretaapian maupun pemanfaatan aset secara produktif dalam mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Berada di ketinggian +6 meter di atas permukaan laut, Stasiun Alastua melayani masyarakat di kawasan timur Semarang yang menjadi akses terdekat menuju Kabupaten Demak, Kudus, Pati, dan Jepara.

Posisi strategis ini menjadikan Stasiun Alastua berpotensi sebagai simpul transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan logistik antara Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Setelah sebelumnya dilayani oleh KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol – Ngrombo, kini masyarakat juga dapat menikmati layanan KA Banyubiru yang memungkinkan perjalanan langsung hingga ke Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kehadiran layanan tersebut menandai semakin luasnya jangkauan dan peran Stasiun Alastua dalam melayani mobilitas masyarakat.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa sejak September 2024, KAI Daop 4 telah menambah layanan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang – Solo Balapan pp.

Dalam satu tahun pengoperasiannya, volume naik turun penumpang KA Banyubiru di Stasiun Alastua telah mencapai 10.534 penumpang, angka yang menunjukkan bahwa penambahan KA yang dilakukan Daop 4 tersebut berhasil meningkatkan konektivitas dan memberikan alternatif transportasi yang semakin diminati masyarakat Semarang bagian timur.

“Stasiun Alastua memiliki peran strategis bagi pengembangan jaringan transportasi perkotaan dan kawasan industri. Dengan luas aset yang signifikan dan lokasi yang dekat dengan kawasan industri Genuk serta akses ke berbagai kabupaten di pantura timur, Stasiun Alastua sangat potensial dikembangkan sebagai simpul transportasi dan kawasan investasi baru,” kata Franoto.

Franoto menambahkan, selain memiliki potensi ekonomi, Stasiun Alastua juga menyimpan nilai sejarah yang penting. Stasiun ini merupakan bagian dari jalur pertama kereta api di Indonesia, yakni lintas Semarang Tawang – Tanggung yang diresmikan pada tahun 1867 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

“Dengan kombinasi antara nilai heritage, posisi strategis, dan luas aset yang memadai, KAI Daop 4 Semarang melihat Stasiun Alastua sebagai stasiun potensial untuk dikembangkan baik dari sisi layanan maupun pemanfaatan lahan. Peluang kerja sama dengan pihak eksternal, terutama sektor swasta dan pemerintah daerah, dapat menjadi langkah konkret dalam menjadikan kawasan ini sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru,” imbuh Franoto.

KAI sendiri terus mendorong pemanfaatan aset secara produktif dan berkelanjutan. Melalui strategi optimalisasi aset, perusahaan berupaya menghadirkan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasional.

“Ke depan, kami berharap Stasiun Alastua tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tetapi juga menjadi kawasan yang hidup dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Semarang bagian timur,” tutup Franoto.

Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di Desa Marta Jaya OKU

0

OKU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani. Program MBG merupakan program baru pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi yang saat ini dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan didukung oleh Komisi IX DPR RI.

Sosialisasi program MBG kali ini digelar di Gedung PSHT, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu, (18/10). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan DPRD OKU, pejabat pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di banyak daerah, termasuk di OKU. Melalui program MBG, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang layak untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” tutur Irma Suryani.

Irma juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah menjadi langkah strategis untuk membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam memastikan kualitas makanan yang disajikan.

“Kami mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Jika ada masalah di lapangan, segera laporkan kepada kepala desa atau pihak berwenang, bukan ke media sosial. Pengawasan masyarakat sangat penting agar program ini berjalan sesuai standar gizi nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama, Alwin Supriyadi, menambahkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat.

“Dengan MBG, kita tidak hanya memberikan makanan, tapi juga menanamkan nilai hidup sehat sejak dini,” katanya.

Program MBG diharapkan menjadi gerakan bersama yang memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan tercukupinya kebutuhan gizi anak-anak, diharapkan mereka dapat belajar dengan lebih fokus dan berprestasi di sekolah.

Kegiatan sosialisasi di OKU ini menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Sumatra Selatan. Melalui kerja sama lintas sektor dan peran aktif masyarakat, MBG diyakini akan membawa perubahan positif bagi peningkatan kualitas hidup generasi muda di daerah.***

61 Tahun Golkar, Ferry Wawancahyono Ajak Kader Teguhkan Semangat Pengabdian dan Persatuan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawancahyono, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang diperingati pada 20 Oktober 2025.

Dalam momentum bersejarah ini, Ferry mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk terus menjaga soliditas, memperkuat semangat kebersamaan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Selamat ulang tahun ke-61 untuk Partai Golkar. Ini adalah momentum untuk mempertegas kembali jati diri kita sebagai partai karya yang selalu hadir memberi solusi bagi rakyat,” ujar Ferry di Semarang, Senin (20/10/2025).

Ferry menegaskan, usia 61 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dinamika bagi Partai Golkar.

Meski menghadapi berbagai tantangan zaman, Golkar tetap mampu menjadi salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia.

“Golkar lahir dari semangat pengabdian dan karya nyata. Ke depan, kita harus semakin kuat, semakin solid, dan konsisten menjaga nilai-nilai demokrasi serta persatuan bangsa,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader di Jawa Tengah yang terus bekerja di akar rumput, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap partai.

“Golkar tidak boleh berhenti berkarya. Kita harus terus turun ke masyarakat, mendengarkan suara mereka, dan menjadi bagian dari solusi. Itulah makna sejati dari partai karya,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-61 Partai Golkar tahun ini, mencerminkan tekad partai berlambang pohon beringin untuk terus berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan semangat kebersamaan dan pengabdian.

BGN Fokus Pemerataan Layanan MBG Lewat Percepatan PPM di Pelosok Nusantara

0

MEDAN (Pertamanews.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat upaya percepatan layanan ke masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari percepatan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi wilayah dengan akses geografis menantang. BGN menegaskan bahwa pemerataan layanan merupakan komitmen utama untuk memastikan peserta didik di daerah terpencil tetap mendapat hak yang sama atas pangan aman, bergizi, dan layak.

Badan Gizi Nasional mengadakan kegiatan pelatihan bersama masyarakat selama dua hari di Hotel Aiho Medan pada 17-18 Oktober 2025. Langkah ini menjadi terobosan BGN dalam mendukung kelancaran program MBG dengan melibatkan para pelaku usaha atau UMKM di daerah.

Kegiatan PPM ini berfokus pada validasi percepatan pelayanan, termasuk memastikan kesiapan penyedia pangan lokal, proses distribusi, serta kelancaran verifikasi keamanan produk. Dengan medan yang tidak selalu mudah, kehadiran mekanisme percepatan dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan tetap terstandar.

Kepala Subdivisi PPM BGN, Indri, menyampaikan bahwa percepatan layanan SPPG merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memastikan keberlanjutan program MBG di semua wilayah Indonesia. “Pemerataan layanan adalah ruh dari Program Makan Bergizi Gratis. Kami memastikan bahwa daerah dengan akses terbatas tetap mendapatkan dukungan penuh melalui validasi percepatan ini. Prinsipnya, tidak boleh ada wilayah yang tertinggal, terutama dalam penyediaan pangan aman dan bergizi bagi peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi tantangan distribusi, terutama ketika harus berhadapan dengan kondisi lapangan yang tidak selalu ideal. “Kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyedia pangan lokal, hingga lembaga pendukung lainnya terus diperkuat. Kami ingin memastikan setiap rantai proses, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga keamanan produk, berjalan secara akuntabel dan responsif terhadap realita lapangan,” tambahnya.

Melalui PPM ini, BGN berharap seluruh pihak dapat memahami pentingnya percepatan validasi dalam menjaga keberlanjutan program. Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang evaluasi agar layanan SPPG semakin adaptif dan mampu menjawab kebutuhan daerah-daerah terpencil. Komitmen ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan manfaat Program MBG hingga ke pelosok negeri.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan peserta didik sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Percepatan pelayanan SPPG di wilayah terpencil diharapkan dapat mempercepat pemerataan manfaat program ini ke seluruh pelosok Nusantara.*

Program MBG Disosialisasikan di Kolaka untuk Tekan Stunting dan Perbaiki Gizi

0

KOLAKA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Kecamatan Latambaga, Kabupaten Kolaka, pada Jumat (17/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, Auditor Ahli Pertama Badan Gizi Nasional (BGN) Siswantoro, Lurah Latambaga, Syahrul Sultan, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei menegaskan bahwa program MBG adalah langkah nyata pemerintah untuk mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan masyarakat agar memahami program ini secara langsung dari sumbernya, bukan dari informasi yang menyesatkan di media sosial.

“Program ini insyaallah akan mempersiapkan gizi anak menuju Indonesia Emas 2045. Kami hadir di sini untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan. Jika ada dinamika di lapangan, sampaikan saja, agar semua bisa diperbaiki,” ujar Ahmad Safei.

Ia menambahkan, anak-anak adalah masa depan bangsa yang tidak akan tumbuh optimal tanpa gizi yang cukup. “Program MBG ini adalah strategi membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Saya mendukung penuh pelaksanaannya, terutama di daerah seperti Kolaka yang punya semangat kuat untuk maju,” jelasnya.

Kemudian, Siswantoro dari BGN menjelaskan bahwa MBG merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah gizi kronis dan stunting di Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak, dari pemerintah pusat hingga masyarakat desa.

“Keberhasilan MBG sangat bergantung pada dukungan daerah dan keterlibatan masyarakat. Kami berharap Latambaga bisa menjadi contoh sukses pelaksanaan program ini di Sulawesi Tenggara,” jelas Siswantoro.

Menambahkan, Lurah Latambaga, Syahrul Sultan, turut menegaskan bahwa manfaat MBG tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga bagi ibu hamil dan menyusui agar mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari.

“Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tapi bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Kolaka diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mendukung pelaksanaan MBG agar manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan.***

DPR RI dan BGN Sosialisasikan Program MBG di Riau untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat

0

PEKANBARU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi awal yang pemerintah rencanakan untuk memberikan peningkatan akses gizi ke masyarakat.

Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

DPR RI brsama mitra kejra Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG ini di Graha Gus Dur DPW Riau, Pekanbaru, pada Jumat, (17/10). Acara yang diikuti oleh ratusan peserta itu dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan legislatif hingga mitra pelaksana program.

Anggota DPR RI, Iyeth Bustami, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program MBG yang diinisiasi oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Agar program MBG dapat berjalan maksimal dan optimal maka wajib diperlukan kerjasama lintas sektor untuk medukung program ini.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah nyata dalam memperbaiki status gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kami akan terus mengawal agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iyeth juga menambahkan bahwa menu dalam program ini disusun berdasarkan standar gizi nasional, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak-anak Indonesia.
Senada, Anggota DPRD Provinsi Riau, Siti Aisyah, menyoroti pentingnya sinergi antara peningkatan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Selain memperbaiki gizi anak-anak, program ini juga harus menjadi penggerak ekonomi daerah. UMKM lokal perlu dilibatkan dalam penyediaan bahan pangan agar manfaatnya terasa lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Siti Aisyah juga menekankan bahwa anak-anak sebagai aset bangsa harus mendapatkan asupan bergizi sejak dini agar tumbuh menjadi generasi produktif dan berdaya saing.

Smeentara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Rieska Fajarmawati menjelaskan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan demi menjamin kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program ini.

“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan. Prinsip utama kami adalah keselamatan anak, sehingga seluruh proses produksi dan distribusi makanan diawasi bersama pemerintah daerah dan mitra pelaksana,” ujarnya.

Melalui sosialisasi di Riau ini, program MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul. Dukungan masyarakat, sekolah, serta pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan agar tak ada lagi anak yang belajar dalam keadaan lapar. Dengan semangat kebersamaan, program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.**