spot_img
Beranda blog Halaman 43

Sosialisasi MBG di Bekasi Tegaskan Komitmen Pemerintah Jaga Kualitas dan Keamanan Pangan

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggelar sosialisasi yang kali ini digelar di Gedung Graha Multiguna Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada Senin, (20/10). Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa, serta Koordinator Wilayah SPPG Kota Bekasi, Dessy Natalia serta dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu negatif yang beredar mengenai program MBG.

“Banyak isu yang beredar di media terkait keamanan makanan dalam program ini. InsyaAllah program MBG aman, karena setiap dapur memiliki ahli gizi dan pengawasan dari BPOM serta Dinas Kesehatan dilakukan secara rutin. Jadi, ibu-ibu dan bapak-bapak tidak perlu khawatir, makanan yang diberikan layak dan higienis,” ujar Nuroji.

Nuroji juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons berbagai isu yang muncul, termasuk penanganan kasus keracunan massal beberapa waktu lalu. Ia menilai, permohonan maaf dan evaluasi menyeluruh yang dilakukan menunjukkan tanggung jawab serta keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan publik.

“Langkah-langkah pembenahan seperti evaluasi dapur, peningkatan pengawasan, dan upaya mencapai target ‘zero incident’ adalah bukti komitmen nyata pemerintah tanpa harus menghentikan program yang manfaatnya begitu besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Menambahkan, Anyelir Puspa menjelaskan bahwa MBG memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada peningkatan gizi generasi muda dan kelompok rentan.

“Sasaran program ini meliputi anak-anak PAUD, TK, SMP, SMA/SMK, serta ibu hamil, menyusui, dan balita. Tujuan utamanya adalah meningkatkan asupan gizi, pengetahuan gizi, serta pola makan bergizi seimbang,” terang Anyelir.

Ia menambahkan, BGN membangun arsitektur digital untuk memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dengan prinsip empat standar utama: kecukupan kalori, komposisi higienis, standar keamanan, dan kelayakan konsumsi.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Bekasi, Ibu Dessy Natalia, menjelaskan kesiapan dapur umum dalam pelaksanaan MBG di wilayahnya.

“Kami memastikan setiap makanan melalui uji rasa sebelum didistribusikan. Prosesnya diawasi ketat mulai dari perancangan menu, penerimaan bahan, pengolahan, hingga pencucian alat makan menggunakan oven agar steril,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa MBG bukan hanya program bantuan pangan, melainkan gerakan nasional untuk membangun generasi sehat, kuat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.*

Bea Cukai Semarang Bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang Musnahkan Hampir 4 Juta Batang Rokok Ilegal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka pelaksanaan Program Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan (BHP) Lingkup Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Bea Cukai Semarang bersinergi dengan Satpol PP Kabupaten Semarang memusnahkan hampir 4 Juta batang rokok ilegal pada Rabu, 22 Oktober 2025. Pemusnahan ini merupakan bagian dari program pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di bidang penegakan hukum, dan juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bahaya dan dampak peredaran rokok ilegal.

Dasar pelaksanaan pemusnahan adalah Surat Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara a.n. Menteri Keuangan Republik Indonesia nomor S-201/MK/KN.4/2025 tanggal 10 September 2025 hal Persetujuan Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak, menjelaskan bahwa sejak Januari sampai dengan Oktober tahun 2025, pihaknya telah melakukan penindakan sebanyak 167 kali penindakan. Sebagai upaya untuk memberi efek jera bagi pelaku tindak pidana cukai, selama tahun 2025 sebanyak 10 kasus dinaikkan ke tahap penyidikan dengan jumlah tersangka 13 orang. Dari 10 kasus tersebut, sebanyak 7 berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (P-21). Dan telah diserahterimakan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Tahap 2).

Sebelum kegiatan hari ini, Bea Cukai Semarang juga telah bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang melakukan pemusnahan BKC ilegal pada tanggal 19 Agustus 2025. Barang Hasil Penindakan (BHP) yang dimusnahkan berasal dari penindakan tahun 2024-2025, lebih dari 7 juta batang rokok ilegal dengan berbagai jenis dan merek, 9 ribu liter MMEA, dan 225 gram TIS. Nilai barang ditaksir mencapai 11,3 Milyar dan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar 8,2 Milyar. Selanjutnya Bea Cukai Semarang juga akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Demak untuk melakukan pemusnahan serupa.

Kegiatan pemusnahan kali ini akan dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yaitu pemusnahan secara simbolis di Alun-alun Bung Karno Ungaran, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dan dilanjutkan pemusnahan keseluruhan rokok ilegal di PT Global Enviro Nusa yang beralamat di Kawasan Industri Terboyo L/3A, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kode Pos 50118. BHP yang dimusnahkan kali ini berjumlah 3.969.730 (Tiga Juta Sembilan Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu Tujuh Ratus Tiga Puluh) batang rokok ilegal jenis SKM dengan berbagai merk. Nilai barang yang ditaksir mencapai Rp5.895.049.050,- (Lima Milyar Delapan Ratus Sembilan Puluh Lima Juta Empat Puluh Sembilan Ribu Lima Puluh Rupiah). Sedangkan kerugian negara mencapai Rp3.841.170.293,- (Tiga Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Satu Juta Seratus Tujuh Puluh Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh Tiga Rupiah) yang meliputi kerugian dari sektor cukai, PPN Hasil Tembakau, maupun pajak rokok. Seluruh barang ilegal ini telah ditetapkan sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan peruntukannya untuk dimusnahkan berdasarkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Nantinya, BKC ilegal akan dimusnahkan dengan proses insinerasi, yaitu proses pembakaran secara termal pada suhu tinggi sampai 1.200 derajat celcius. Pemusnahan ini merupakan bagian dari visi PT Global Enviro Nusa dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup sebagai dampak positif untuk kehidupan yang lebih baik. Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Bea Cukai Semarang periode Februari sampai dengan April tahun 2025. Total terdapat 42 SBP, hasil dari penindakan baik yang dilakukan secara mandiri maupun melalui operasi bersama dengan Pemerintah Daerah di wilayah kerja Bea Cukai Semarang.

Dari hasil penindakan, terdapat indikasi modus pelanggaran yang dilakukan oleh tersangka yaitu : 1. Menjual/menawarkan BKC Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukai; 2. Mengangkut BKC Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukai. Modus tersebut telah melanggar aturan pasal 54 dan pasal 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Pemusnahan sepenuhnya menggunakan DBHCHT Pemerintah Kabupaten Semarang sebagai bagian dari Program Kerja Pemanfaatan DBHCHT Kabupaten Semarang yang telah ditetapkan sebelumnya, bersama dengan Bea Cukai Semarang. Selain pemusnahan BKC ilegal, Bea Cukai Semarang dan Pemerintah Kabupaten Semarang juga melaksanakan sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada para perangkat desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya, melalui sosialisasi baik secara tatap muka, sosialisasi melalui media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, maupun menggandeng influencer lokal untuk menyebarkan ajakan Gempur Rokok Ilegal. Selain itu, dilaksanakan pula pengumpulan informasi peredaran rokok ilegal melalui aplikasi Siroleg dan operasi pemberantasan bersama, yang terdiri dari Bea Cukai, Satpol PP, APH penegak hukum lainnya seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya memberantas peredaran BKC ilegal. Dengan langkah ini, kami berharap dapat meningkatkan pertumbuhan industri rokok yang resmi, memberikan perlindungan masyarakat dari bahaya rokok ilegal, dan tentunya mendorong kesejahteraan masyarakat melalui DBHCHT yang diterima,”ujar Syuhadak, Kepala Kantor Bea Cukai Semarang.

Rangkaian Pemusnahan Serentak Bertahap Barang Hasil Penindakan ini menjadi bukti nyata semangat Bea Cukai dalam menjalankan amanat pengawasan dan pelayanan publik. Bea Cukai Semarang menegaskan komitmen untuk mengajak masyarakat terus berperan aktif dalam memberantas rokok ilegal dengan cara tidak mengonsumsi rokok ilegal, ikut berperan aktif memberikan pemahaman kepada teman, kerabat, tetangga terkait ciri-ciri rokok ilegal dan terakhir mari berpartisipasi aktif melaporkan adanya peredaran rokok ilegal di lingkungan sekitar ke kantor bea cukai terdekat.

Amphitheater Kotta Hotel, Ruang Seru untuk Gigs hingga Yoga di Tengah Kota Lama

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di tengah suasana klasik Kota Lama, Kotta Hotel Semarang hadir bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang ekspresi yang hidup dan penuh warna. Mengusung konsep art hotel dengan sentuhan seni serta nuansa pop yang segar, Kotta menjadi destinasi unik bagi para tamu dan komunitas kreatif.

Salah satu daya tarik utamanya adalah amphitheater Kotta Hotel — area terbuka multifungsi yang menjadi wadah berbagai kegiatan seru. Mulai dari acara musik dan mini gigs, sesi yoga atau pilates, hingga intimate wedding dengan suasana hangat dan berkesan, semua bisa diwujudkan di tempat ini.

“Dari awal, Kotta memang ingin menjadi tempat yang hidup — bukan hanya tempat menginap, tapi tempat bertemu ide dan energi baru,” ujar tim Marketing Communication Kotta Hotel Semarang.

Selain amphitheater, Kotta juga menyediakan event space dan private room untuk berbagai kegiatan seperti workshop, gathering, maupun perayaan pribadi. Dengan latar estetik khas Kota Lama dan atmosfer yang santai, Kotta menawarkan perpaduan sempurna antara kenyamanan dan kreativitas.

Kotta Hotel terus membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, brand, hingga individu yang ingin mengadakan aktivitas kreatif, pertunjukan musik, atau acara personal dengan nuansa berbeda. Di Kotta, setiap sudut dirancang untuk menjadi bagian dari cerita dan ekspresi.

Kotta Hotel Semarang — Stay, Create, Celebrate.

📍 Alamat: Jl. Taman Srigunting No.14, Kota Lama, Semarang
📞 Kontak: Louisa – ‪+62 813-8682-8588‬
📸 Instagram: @kottalama.semarang

Anak Sehat Masa Depan Cerah, Desa Tanjung Bunut Muara Enim Sambut Sosialisasi Program MBG

0

MUARA ENIM (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kepada masyarakat, kali ini di Desa Tanjung Bunut, Belida Darat, Muara Enim, pada Selasa (21/10).

Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Muara Enim, Lusi Suryadi, Kepala Desa Tanjung Bunut, Marsuan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Menurutnya, upaya penyediaan makanan bergizi gratis ini bukan hanya langkah bantuan sosial, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, program ini harus kita dukung bersama, agar benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan kualitas generasi mendatang,” ujar Irma Suryani.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam memastikan keberhasilan program ini.

“Keberhasilan MBG tidak akan tercapai tanpa dukungan masyarakat. Kita perlu menumbuhkan kesadaran bersama tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama keberlanjutan program MBG. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Muara Enim yang dinilai cukup tinggi dalam menyambut program ini.

Kepala Desa Tanjung Bunut, Marsuan, turut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Kami berharap program MBG ini dapat terus berlanjut dan memberi dampak positif bagi anak-anak di desa kami, terutama dalam membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma Suryani menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG, termasuk memastikan dapur-dapur penyedia makan bergizi memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Muara Enim semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.*

Bimbingan Anak Kini Lebih Personal, Bapas Kelas I Semarang Libatkan Peran Orang Tua dan Wali

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya mengoptimalkan proses pembimbingan dan pemulihan sosial bagi Klien Anak, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang menggelar kegiatan pembimbingan khusus dengan melibatkan orang tua atau wali Anak sebagai bagian dari proses pendampingan, Senin (20/10)

Kegiatan pembimbingan yang dilaksanakan bekerjasama dengan Persatuan Keluarga Berencana Indonesai (PKBI) Daerah Jawa Tengah, merupakan bagian dari pendekatan restoratif dan rehabilitatif yang menjadi fokus Balai Pemasyarakatan dalam menangani Klien Anak. Melalui keterlibatan keluarga, Bapas berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perkembangan anak sekaligus mencegah kemungkinan pengulangan tindak pidana.

“Kami meyakini bahwa keluarga, terutama orang tua atau wali, memiliki peran sentral dalam proses perubahan perilaku anak. Oleh karena itu, keterlibatan mereka dalam proses pembimbingan sangat kami dorong,” ujar Kepala Bapas Kelas I Semarang Totok Budiyanto

Dalam kegiatan tersebut, para Orang Tua atau Wali Anak diberikan sosialisasi terkait pengasuhan dalam keluarga dalam mendampingi Anak pasca pembinaan, yang disampaikan oleh Tim Psikolog dari PKBI. Turut hadir pula Petugas Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Semarang yang memberikan pendampingan intensif tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada orang tua atau wali. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan emosional, pengawasan, serta peran aktif keluarga dalam pembentukan karakter anak pasca menjalani proses hukum.

Orang tua klien yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini. Salah satu wali anak mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan pendekatan humanis yang diberikan oleh pihak Bapas.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bapas Kelas I Semarang dalam menjalankan tugas pembimbingan dan pengawasan yang tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga sosial dan psikologis klien. Ke depan, Bapas Semarang berencana untuk terus memperluas keterlibatan keluarga serta menjalin sinergi dengan instansi terkait, termasuk sekolah dan lembaga sosial, guna menciptakan sistem pendampingan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

XLSMART Luncurkan Gerakan #1JutaSisterDigital, Wujudkan Perempuan Mandiri dan Berdaya di Era Teknologi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Semangat pemberdayaan perempuan bergema di aula utama XLSMART Tower, Jakarta Selatan, saat PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi membuka Sisternet Festival 2025 pada 17–18 Oktober.

Dengan mengusung tema “Kreasi Tanpa Batas, Mandiri Berdaya”, festival ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran perempuan Indonesia di era digital sekaligus menandai lahirnya gerakan nasional terbaru: #1JutaSisterDigital.

Inisiatif ini merupakan babak baru dari perjalanan panjang Sisternet, program sosial besutan XLSMART yang telah menjangkau lebih dari 1,3 juta perempuan di seluruh Indonesia melalui edukasi dan literasi digital.

Kini, lewat gerakan #1JutaSisterDigital, XLSMART menegaskan komitmennya memperluas dampak sosial dan membantu perempuan agar semakin mandiri, berdaya, dan kompetitif di dunia digital.

Tahun ini, Sisternet Festival hadir berkat kolaborasi kuat antara XLSMART dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Motorola.

Motorola bahkan ikut menghadirkan inovasi produk terbarunya, Moto G06 Power, yang dibagikan di setiap kelas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap semangat “perempuan tiada batas”.

Tak berhenti di situ, berbagai layanan unggulan seperti XL SATU, XL PRIORITAS, AXIS, dan Smartfren turut memperkuat penyelenggaraan festival ini.

Dukungan juga datang dari aplikasi Sidompul, yang memfasilitasi mitra penjualan produk XLSMART, serta UMKM binaan seperti OMG Beauty, Hakon Ethnic, Hadee.id, dan Waktu Luang yang ikut meramaikan sesi workshop kreatif.

Festival dua hari ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh nasional, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Choiri Fauzi, Staf Ahli KOMDIGI, Molly Prabawaty, serta jajaran direksi XLSMART, seperti Presiden Direktur & CEO Rajeev Sethi, dan Director & Chief Information Technology Officer Yessie D. Yosetya. Hadir pula Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura Kiehl, yang ikut berbagi inspirasi kepada ratusan perempuan peserta.

Menurut data BPS 2024, sebanyak 64,5% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Mereka menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, namun banyak di antaranya belum memiliki akses memadai terhadap teknologi dan pelatihan digital.

Hal inilah yang coba dijawab Sisternet. Dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Arifah Choiri Fauzi, memberikan apresiasi atas konsistensi XLSMART dalam mengembangkan program Sisternet.

“Inisiatif seperti Sisternet membuktikan bahwa sektor swasta dapat menjadi agen perubahan sosial yang nyata. Melalui program ini, perempuan tidak hanya memperoleh akses terhadap literasi digital, tetapi juga dukungan untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, dan daya saing di tengah transformasi teknologi yang begitu cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan agenda strategis nasional yang harus terus diperkuat di era digital.

“Potensi besar ini hanya bisa diwujudkan jika perempuan diberi akses yang setara terhadap teknologi, pelatihan, dan jaringan pasar yang inklusif. Ketika perempuan berdaya dan anak-anak terlindungi, Indonesia akan melangkah lebih pasti menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam agenda nasional Sembilan Juta Talenta Digital 2030.

“Perempuan harus menjadi bagian utama dari agenda ini karena teknologi membuka ruang tanpa batas bagi mereka untuk berkarya, berbisnis, dan berekspresi. Kolaborasi seperti yang dilakukan bersama XLSMART adalah contoh nyata sinergi pemerintah dan swasta dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif,” ujarnya.

Sisternet Festival 2025 menghadirkan lebih dari 500 peserta perempuan dari berbagai komunitas, lembaga, dan pelaku UMKM. Mereka mengikuti talkshow inspiratif bertema “Kreasi Tanpa Batas, Mandiri Berdaya” bersama Yessie D. Yosetya dan Cinta Laura, hingga berbagai workshop praktis seperti Personal Branding, Public Speaking, Digital Marketing, dan Desain Kreatif dengan Canva.

Pada hari kedua, suasana semakin hidup dengan sembilan kelas kreatif interaktif, mulai dari AI untuk Media Sosial, Content Creator Naik Kelas, hingga Foto Produk Ciamik Cuma Pakai Smartphone.

Ada juga sesi Cooking Class, Art DIY, dan Bisnis Kreatif yang membuka peluang usaha baru bagi peserta.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan melalui Sisternet Festival 2025, kami kembali merayakan langkah besar dalam mendukung pemberdayaan 1 juta perempuan Indonesia.

“Teknologi dan inovasi dapat menjadi kekuatan pendorong untuk perubahan positif,” ungkapnya.

Rajeev juga menjelaskan bahwa #1JutaSisterDigital menjadi bagian dari pilar keberlanjutan perusahaan di bidang pengembangan talenta perempuan, sekaligus upaya memperluas jangkauan manfaat program hingga pelosok negeri.

“Program ini bukan hanya tentang menyediakan akses informasi dan edukasi, tetapi juga tentang membangun jaringan dan kesempatan yang dapat menginspirasi perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka,” lanjutnya.

Dalam festival ini, Sisternet juga meluncurkan lima program baru yang dirancang untuk memperkuat literasi digital perempuan Indonesia:

  • Kompetisi Modal Pintar 2025 – ajang ide bisnis kreatif dengan total hadiah Rp100 juta.
  • Female Future Leader Batch 2 – mencetak pemimpin muda perempuan di bidang teknologi dan sosial.
  • Ruang Bersama Indonesia Bunda Pintar – wadah belajar digital dan kewirausahaan bagi para ibu.
  • She Inspire – pemberdayaan eks warga binaan Lapas Perempuan melalui pelatihan digital dan wirausaha.
  • Gerakan #1JutaSisterDigital – kolaborasi dengan KOMDIGI untuk melahirkan satu juta perempuan digital berikutnya di Indonesia.

Lebih dari sekadar festival, Sisternet kini telah menjelma menjadi gerakan sosial berskala nasional yang membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memasuki dunia digital dengan percaya diri.

Melalui pelatihan, modul pembelajaran, dan pendampingan jangka panjang, Sisternet membantu perempuan membangun keterampilan digital, memperkuat usaha online, hingga memperluas jaringan pasar produk lokal.

Dengan semangat “perempuan berdaya, bangsa berjaya,” Sisternet Festival 2025 menjadi simbol kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat—bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, setara, dan siap menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses www.sisternet.co.id.

Hari Santri 2025, Ferry Wawan Cahyono Serukan Santri Bangkit di Era Digital

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani semangat perjuangan kaum santri dalam memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

Hal itu ia sampaikan dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diperingati setiap 22 Oktober.

Menurut Ferry, santri bukan hanya identik dengan kehidupan pesantren dan ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi digital.

“Santri itu benteng moral dan penjaga nilai. Dalam sejarah, santri ikut berjuang mengusir penjajah. Kini, perjuangan itu berlanjut dalam menjaga keutuhan bangsa dan nilai-nilai luhur di tengah kemajuan zaman,” ujar Ferry, di Semarang, Selasa (22/10).

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan bahwa semangat santri sejalan dengan jati diri Partai Golkar yang menjunjung tinggi nilai pengabdian, gotong royong, dan pembangunan berkeadilan.

“Partai Golkar menilai peran santri dan pesantren sangat vital. Mereka tidak hanya mendidik generasi yang berilmu, tetapi juga membentuk karakter bangsa yang beretika dan berakhlak mulia,” imbuhnya.

Ferry menambahkan, santri masa kini harus mampu menjawab tantangan zaman dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Kita ingin melihat santri yang adaptif dan produktif. Santri yang bisa memimpin di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, maupun pemerintahan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferry juga mengapresiasi berbagai pesantren di Jawa Tengah yang terus berinovasi dalam bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga lingkungan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan lembaga pesantren dapat terus diperkuat.

“Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, pesantren bisa menjadi motor kemajuan desa,” tutupnya.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, yang merefleksikan semangat toleransi, kedamaian, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa. ***

DPR RI dan BGN Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Sukseskan Program MBG

0

JAKARTA TIMUR (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Program MBG menjadi harapan baru bagi jutaan anak-anak Indonesia, untuk itu kolaborasi bersama menjadi kunci utama dalam kelancaran program Makan Bergizi Gratis disemua wilayah termasuk Jakarta.

Kegiatan sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandor Hasan, Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu, (18/10). Program MBG adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa.

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyoroti hasil pelaksanaan program yang menunjukkan tren positif. Ia menilai MBG sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjamin gizi anak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“MBG bukan hanya program bantuan, tapi sebuah gerakan sosial yang melibatkan banyak pihak. Pemerintah dan DPR berkomitmen untuk terus mengawasi agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga. Dapur yang melanggar ketentuan akan dibenahi, sementara yang berprestasi akan diberi apresiasi,” tutur Zainul Munasichin.

Zainul juga menepis kritik yang menyebut program ini tidak efektif. Menurutnya, MBG justru lebih transparan dan berdampak nyata dibandingkan bantuan tunai, karena langsung memastikan anak-anak memperoleh gizi yang layak setiap hari.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI Komisi III, Hasbiallah Ilyas, juga menegaskan pentingnya sinergi antara program MBG dengan kebijakan pendidikan dan kesejahteraan daerah.

“Kami ingin anak-anak Indonesia mendapatkan manfaat gizi yang merata. Kolaborasi antara MBG dan program seperti Kartu Indonesia Pintar sangat diperlukan agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Ia juga mengajak relawan dan yayasan pelaksana agar menjaga amanah dan bekerja dengan sepenuh hati.

“Program ini bukan sekadar bagi makanan, tetapi menanamkan cinta dan tanggung jawab untuk generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, menjelaskan bahwa program MBG merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemberian makanan sehat dan seimbang, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang luas melalui pemberdayaan masyarakat di sekitar dapur MBG.

“Program ini dirancang agar masyarakat ikut terlibat langsung. Minimal 30 persen tenaga kerja di setiap dapur MBG berasal dari warga sekitar. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program ini membawa kesejahteraan dan kemandirian di tingkat lokal,” ujar Ermia Sofiyessi.

Dengan semangat kolaboratif ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.*

Program MBG di Jakarta Timur Jadi Upaya Membangun SDM Sehat dan Berdaya Saing

0

JAKARTA TIMUR (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat, kali ini bertempat di Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu, (19/10).

Kegiatan sosialisasi program MBG ini digagas oleh Anggota Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN).

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dibuka oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, Analisis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sumbadan Ditjen Pothan Kemhan RI, Kepala SPPG Cipayung, Srikandi, dan ratusan peserta yang merupakan masyarakat sekitar.

Dalam paparannya melalui media daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.

Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan pemberian makanan bergizi, melainkan strategi besar dalam mencetak generasi tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam memastikan program ini berjalan berkelanjutan,” ujar Arzeti.

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sub-badan Ditjen Pothan Kemhan RI, Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa MBG memiliki sasaran utama untuk memperkuat kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong ketahanan pangan berbasis lokal.

“Menu MBG disusun dengan mengakomodasi pangan lokal sebagai bentuk kearifan budaya. Kita ingin gizi terpenuhi tanpa meninggalkan identitas kuliner setempat. Inilah bentuk sinergi antara kebutuhan gizi dan kearifan lokal,” tegas Ade Tias.

Senada dengan itu, Srikandi Dwi Prameswari, Kepala SPPG Cipayung, menyampaikan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda. Ia menilai, keterlibatan mereka menjadi simbol kesiapan bangsa dalam menyambut era generasi emas.

“Generasi muda hari ini adalah fondasi dari Indonesia 2045. Partisipasi mereka dalam program MBG menunjukkan kepedulian terhadap masa depan bangsa yang sehat dan kuat,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Jakarta Timur semakin memahami esensi Program MBG sebagai langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.*

Stasiun Alastua, Pintu Gerbang Transportasi dan Investasi di Timur Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Stasiun Alastua kini menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan transportasi di wilayah timur Kota Semarang.

Berada di lintas utara Jawa yang historis dan strategis, stasiun ini kian menunjukkan potensinya sebagai pintu gerbang transportasi dan investasi baru di kawasan tersebut.

Meskipun berstatus sebagai stasiun kecil, Stasiun Alastua memiliki aset yang tergolong luas, yakni mencapai 90.250 meter persegi. Dengan lahan seluas itu, stasiun ini menyimpan peluang besar untuk dikembangkan, baik untuk perluasan layanan perkeretaapian maupun pemanfaatan aset secara produktif dalam mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Berada di ketinggian +6 meter di atas permukaan laut, Stasiun Alastua melayani masyarakat di kawasan timur Semarang yang menjadi akses terdekat menuju Kabupaten Demak, Kudus, Pati, dan Jepara.

Posisi strategis ini menjadikan Stasiun Alastua berpotensi sebagai simpul transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan logistik antara Kota Semarang dan wilayah sekitarnya. Setelah sebelumnya dilayani oleh KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol – Ngrombo, kini masyarakat juga dapat menikmati layanan KA Banyubiru yang memungkinkan perjalanan langsung hingga ke Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kehadiran layanan tersebut menandai semakin luasnya jangkauan dan peran Stasiun Alastua dalam melayani mobilitas masyarakat.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa sejak September 2024, KAI Daop 4 telah menambah layanan KA Banyubiru relasi Semarang Tawang – Solo Balapan pp.

Dalam satu tahun pengoperasiannya, volume naik turun penumpang KA Banyubiru di Stasiun Alastua telah mencapai 10.534 penumpang, angka yang menunjukkan bahwa penambahan KA yang dilakukan Daop 4 tersebut berhasil meningkatkan konektivitas dan memberikan alternatif transportasi yang semakin diminati masyarakat Semarang bagian timur.

“Stasiun Alastua memiliki peran strategis bagi pengembangan jaringan transportasi perkotaan dan kawasan industri. Dengan luas aset yang signifikan dan lokasi yang dekat dengan kawasan industri Genuk serta akses ke berbagai kabupaten di pantura timur, Stasiun Alastua sangat potensial dikembangkan sebagai simpul transportasi dan kawasan investasi baru,” kata Franoto.

Franoto menambahkan, selain memiliki potensi ekonomi, Stasiun Alastua juga menyimpan nilai sejarah yang penting. Stasiun ini merupakan bagian dari jalur pertama kereta api di Indonesia, yakni lintas Semarang Tawang – Tanggung yang diresmikan pada tahun 1867 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

“Dengan kombinasi antara nilai heritage, posisi strategis, dan luas aset yang memadai, KAI Daop 4 Semarang melihat Stasiun Alastua sebagai stasiun potensial untuk dikembangkan baik dari sisi layanan maupun pemanfaatan lahan. Peluang kerja sama dengan pihak eksternal, terutama sektor swasta dan pemerintah daerah, dapat menjadi langkah konkret dalam menjadikan kawasan ini sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru,” imbuh Franoto.

KAI sendiri terus mendorong pemanfaatan aset secara produktif dan berkelanjutan. Melalui strategi optimalisasi aset, perusahaan berupaya menghadirkan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasional.

“Ke depan, kami berharap Stasiun Alastua tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tetapi juga menjadi kawasan yang hidup dan bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Semarang bagian timur,” tutup Franoto.