spot_img
Beranda blog Halaman 432

Gelar Workshop Pengembangan Direktur Teknik Asprov, PSSI Yakin Timnas Indonesia Akan Berjaya

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PSSI menggelar workshop pengembangan Direktur Teknik untuk 34 Asosiasi Provinsi (Asprov) di Hotel Century, Jakarta pada tanggal 7 hingga 9 Februari 2023.

Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan FIFA. Pada Senin (6/2) ini acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan diikuti 34 Direktur Teknik Asprov PSSI hadir dalam acara ini.

“FIFA memandang Indonesia memiliki potensi besar di sepak bolanya. Kerjasama ini (dengan FIFA) sangat disambut baik. Mereka dan saya yakin bahwa 10 atau 15 tahun yang akan datang timnas kita akan berjaya di tingkat Asia. Saya yakin rekomendasi dari kawan-kawan Asprov yang memiliki kompetensi bagus dalam pemilihan pemain sepak bola muda. Masa depan sepak bola Indonesia ada di ruangan ini,” buka Yunus.

“Kami titip sepak bola Indonesia. Workshop ini bisa menjadi momentum kebangkitan sepak bola Indonesia di masa depan,” sambungnya.

Sementara itu, perwakilan FIFA, Jose Ariston Caslib Padre yang merupakan FIFA Technical Regional Consultant for South East Asia Area mengatakan, “Kegiatan ini sangat penting bagi sepak bola Indonesia. PSSI sangat beruntung bisa mendapatkannya, ini merupakan proyek jangka panjang,” sebutnya.

Dia melihat bahwa negara lain hanya fokus timnas, “Namun PSSI melihat masa depan. Dan dari 34 peserta ini, kalian harus benar-benar melihat tanggung jawab dan perannya. Jika ingin melihat generasi muda bermain piala dunia, kita harus jeli menemukan potensi pemain muda di tiap provinsi. Saya yakin masa depan sepak bola Indonesia akan cerah,” ungkapnya.

Adapun rangkaian acara selama tiga hari kedepan, diisi dengan berbagai macam presentasi dari tiap Direktur Teknik Asosiasi Provinsi PSSI, Direktur Teknik PSSI (Indra Sjafri), Regional Development PSSI (Barry Sidik), Presentasi dari FIFA yang dibawakan oleh Jose Ariston Caslib Padre dan Jamie Houchen, Coaching Education (Yeyen Tumena), Youth Development (Mundari Karya), Grassroot (Aldi Iqbal), Kompetisi (Albinus Laurent), Women Football (Papat Yunisal) dan Member Development

Belum Dapat DIPA APBN 2023, Badan Otorita IKN Harus Cari Cara Yakinkan Investor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas mendorong Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mencari cara dalam meyakinkan investor untuk mulai berinvestasi di kawasan calon ibu kota baru tersebut.

Hal ini disampaikannya mengingat belum adanya kucuran APBN yang diterima lantaran belum tibanya Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Tahun 2023 dari pemerintah pusat ke badan otorita.

“Saya kira kalau APBN tentunya melalui tahapan. Ada tahapan yang harus kita lalui sehingga anggaran itu bisa meluncur. Tapi kalau swasta, tidak ada APBN, tidak ada tahap yang harus dilalui. Kalau bosnya ok, bosnya yakin, itu bisa langsung meluncur kapan saja, tinggal bagaimana (cara) Bapak meyakinkan investor-investor ini untuk memulai dari investasi di IKN ini sendiri,” ujar Bertu dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI dengan Kepala Badan Otorita IKN di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/2).

Sebelumnya, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menyebutkan bahwa saat ini IKN masih dalam tahapan perencanaan. Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan metode manajemen empat langkah berkelanjutan yang kerap digunakan untuk memecahkan masalah bisnis.

“Kalau di manajemen itu ya pak, ada plan-do-action-check. Sampai sekarang yang saya lihat (pembangunan IKN) baru plan aja belum do karena sampai sekarang juga seperti yang Bapak sampaikan bahwa DIPA juga belum ada, uangnya juga belum ada. Nah, bagaimana Bapak bisa menyelesaikan (target) 559 hari lagi ini?” tanyanya.

Pada kesempatan yang sama, Bertu juga memberikan masukan mengenai cara meyakinkan investor terhadap rencana IKN ini. Ia menyarankan agar Badan Otorita perlu berkoordinasi juga dengan Kementerian-PU karena menurutnya instansi tersebut juga memiliki anggaran yang ditujukan untuk pembangunan IKN.

“Ini sebagai masukan saja dari saya bahwa Bapak juga harus berkoordinasi dengan Kementerian-PU. Bahwa di situ juga ada anggaran untuk memulai (pembangunan IKN). Jadi sudah nampak dulu pemerintah ini serius baru para investor ini yakin untuk memulai dari proses pembangunan di ibu kota negara ini,” tutur Anggota Badan Anggaran DPR RI itu.

Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan bahwa saat ini DIPA untuk tahun 2023 belum juga tiba. Padahal, saat ini pihak Otorita telah memiliki bagian yang berwenang untuk mengurus anggaran. Otorita IKN telah mengajukan anggaran sebesar Rp650 miliar dan telah disetujui oleh Kemenkeu. Pada tahap pertama ini akan diterima sekitar Rp250 miliar untuk membiayai program dukungan manajemen dan program kawasan pengembangan strategis.

“Sebagai institusi baru, cukup yang penting bagi kami adalah jangan sampai terlalu lama organisasi ini tanpa DIPA, Pak. Anggaran mungkin ada tapi DIPA-nya belum ada ini,” ujar Kepala Otorita IKN.

Kasus BTS Kominfo, Kejagung Berhasil Amankan Satu Tersangka Baru

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastuktur pendukung 2,3,4 dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi ( BAKTI ) Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo ). Tersangka baru itu berinisial IH yang menjabat Komisaris PT Solitech Media Sinergy.

Sebelumnya, H ditetapkan tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) Tahun 2020 sampai dengan 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapuspenkum) Ketut Sumedana mengatakan, tersangka IH dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung sejak 6 Februari 2023 sampai dengan 25 Februari 2023.

Tersangka berinisial IH yang menjabat Komisaris PT Solitech Media Sinergy.

“Peran tersangka IH sebagai Komisaris PT Solitech Media Sinergy telah secara melawan hukum bersama-sama melakukan permufakatan jahat dengan Tersangka AAL untuk mengkondisikan pelaksanaan pengadaan BTS 4G pada BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika sedemikian rupa, sehingga mengarahkan ke penyedia tertentu yang menjadi pemenang dalam paket 1, 2, 3, 4 dan 5, ” ujar Ketut, Rabu (7/2).

Akibat perbuatannya, Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dalam perkara ini, telah ditetapkan 5 orang Tersangka yaitu Tersangka AAL, Tersangka GMS, Tersangka YS, Tersangka MA, dan Tersangka IH,” ungkap Ketut.

Turunkan Harga, Mendag Gandeng Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar Tradisional

0

SURABAYA (Pertamanews.id) – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menggandeng Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menggelontor beras di tiap pasar tradisional guna menekan kenaikan harga.

Usaha Mendag ini terpantau cukup efektif untuk menekan kenaikan harga beras. Ini terbukti, selama dua bulan terakhir, di Pasar Krampung Tambakrejo Surabaya harga beras curah terpantau paling murah Rp 11 ribu per kilogram, dari normalnya Rp 10 ribu.

“Memang beras belum waktunya panen. Kira-kira mulai panen bulan Maret. Sebelum panen harga naik,” kata Zulhas saat dikonfirmasi kenaikan harga beras di sela memantau harga bahan-bahan kebutuhan pokok di salah satu pasar tradisional wilayah Kota Surabaya, Senin (6/2/2023).

Untuk menekan kenaikan harga beras, Zulhas memastikan telah menyediakan beras Bulog di setiap pasar tradisional.

“Saya minta Bulog agar tiap pasar rakyat diguyur beras. Jadi saya pastikan setiap pasar sekarang ada beras Bulog. Harga jualnya Rp 9.450 per kilogram,” ujar dia.

Khusus hari ini, Bulog menggelontor beras di Pasar Krampung dengan harga diskon, yaitu dari normalnya Rp 47.500 menjadi Rp 43 ribu per kemasan 5 kilogram.

“Diskon beras Bulog ini memang tidak setiap hari. Tapi saya pastikan setiap hari ada beras Bulog di setiap pasar rakyat,” kata Mendag.

Dia memastikan kualitas beras Bulog tidak kalah dengan merek lain. “Kadang lebih bagus dengan beras premium yang harganya Rp 11 ribu per kilogram,” kata dia.

Karena kualitasnya bersaing dengan jenis premium, Mendag menginstruksikan agar Satuan Tugas (Satgas) Pangan mengawasi penjualan beras Bulog di tiap pasar tradisional.

“Kalau tidak dijaga oleh Satgas Pangan, kadang dicampur oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jadinya nanti dijual kembali dengan harga mahal lagi. Maka jangan khawatir, ada Satgas Pangan yang mengawasi kalau ada oplos,” ujar dia.

Mendag meyakini dengan dibanjirinya beras Bulog di tiap pasar rakyat harganya sedikit demi sedikit nanti akan kembali stabil.

Keren, Semen Indonesia Terima Apresiasi ASEAN Corporate Governance Scorecard

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mendapat apresiasi untuk kategori Domestic Significantly Improved PLCs oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan lembaga pemeringkat tata kelola pada awal tahun ini.

Penghargaan itu diberikan setelah BEI dan PT RSM Indonesia Konsultan yang ditunjuk sebagai Domestic Ranking Body mewakili Indonesia, melakukan penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) untuk periode tahun 2021, Acara itu selenggarakan di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (31/1).

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan apresiasi ini membuktikan konsistensi SIG dalam penerapan praktik tata kelola yang baik dan komitmen keterbukaan informasinya. Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan, SIG berkomitmen untuk menerapkan praktik terbaik GCG di setiap tahapan kegiatan operasi untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan, memberikan manfaat serta meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi.

SIG secara konsisten melakukan pengukuran kualitas GCG melalui penilaian dan evaluasi tingkat pemenuhan kriteria GCG, dengan mengacu pada Peraturan Kementerian BUMN, ASEAN Corporate Governance Scorecard, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan peraturan terkait lainnya.

Menurutnya, praktik GCG oleh SIG tidak hanya untuk memenuhi peraturan yang berlaku, melainkan bagian penting untuk mewujudkan pertumbuhan usaha yang optimal dan berkelanjutan, serta meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian nasional.

“Apresiasi ini menjadi motivasi kami untuk memperkuat komitmen dalam praktik GCG dan mendorong pengelolaan Perusahaan secara profesional, efisien, dan efektif,” kata Vita Mahreyni.

ACGS diperkenalkan pada tahun 2011 untuk meningkatkan standar dan praktik GCG dari perusahaan publik di ASEAN, dan untuk memberikan visibilitas internasional yang lebih besar kepada perusahaan ASEAN yang dikelola dengan baik.

Inisiatif ini digagas oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF) dan didukung Asian Development Bank (ADB), untuk meningkatkan standar dan praktik GCG di wilayah ASEAN, memberikan visibilitas internasional yang lebih besar kepada perusahaan publik ASEAN yang dikelola dengan baik, menampilkannya sebagai perusahaan yang dapat diinvestasikan, serta untuk mempromosikan perusahaan publik ASEAN sebagai asset class.

Penilaian yang dilakukan selama periode 2021 – 2022 untuk tahun penilaian 2021, dilakukan terhadap 100 perusahaan publik dengan kapitalisasi pasar terbesar di setiap negara ASEAN yang mengikuti inisiatif ini, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Regulator di setiap negara menunjuk Domestic Ranking Body (DRB) dan Corporate Governance Expert (CG Expert) untuk melakukan penilaian dan hasil penilaian domestik di setiap negara, untuk kemudian dilakukan peer-review oleh negara lainnya.

Di Indonesia, penilaian ini dilakukan oleh PT RSM Indonesia Konsultan sebagai DRB dan Ibu Angela Indirawati Simatupang selaku CG Expert yang ditunjuk oleh BEI. 100 perusahaan tercatat yang dinilai di Indonesia sudah mewakili 81,86% dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia per 31 Mei 2021 dan 13% dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia.

Waspada Obat Mematikan, Pemerintah Pastikan Sistem Pengawasan Keamanan Obat Sudah Efektif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengawasan keamanan dan peredaran obat harus konsisten dilakukan dengan cermat agar tidak terulang penyimpangan yang dapat menimbulkan korban jiwa, hal tersebut membuat Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat agkat suara.

“Konsisten dan cermat dalam pengawasan obat sangat penting dilakukan, karena dampaknya bila terjadi pelanggaran bisa menyebabkan kematian,” kata Lestari, Senin (6/2).

Hal ini mengingat adanya kasus seorang anak di bilangan Jakarta yang dikabarkan meninggal dunia, Rabu (1/2) lalu, diduga akibat minum obat sirup yang mengandung etilen/dietilen glikol.

Lestari mengungkapkan keprihatinan dan turut berbelasungkawa atas peristiwa itu. Dia mendorong agar kasus tersebut ditindaklanjuti dengan cermat dan segera agar dampaknya tidak meluas.

Mekanisme pengawasan obat yang beredar di masyarakat, tambah Rerie sapaan akrab Lestari, harus dipastikan efektivitasnya untuk memberi keamanan bagi setiap warga negara.

Apalagi, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, peristiwa serupa akhir tahun lalu sempat merebak dan menelan korban ratusan anak-anak di tanah air.

Evaluasi terhadap sistem pengawasan obat yang beredar di masyarakat, ujar Rerie, harus dilakukan secara berkala dan cermat agar mampu menekan sejumlah celah pengawasan yang ada.

Rerie sangat berharap sistem keamanan peredaran obat-obatan di tanah air dapat diwujudkan, agar hak setiap warga negara dalam mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman dapat direalisasikan dalam keseharian.

Resmikan Bank Sampah, Sekda Kota Yogyakarta: Sekaligus Jadi Media Srawung Masyarakat

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya meresmikan bank sampah di kawasan khusus perumahan Gedung Agung, Kelurahan Bener Kemantren Tegalrejo pada Minggu (5/2).

Bank Sampah yang berada di RW 06 yang mencakup RT 21 dan RT 22 diberi nama Bank Sampah GABANA yang memiliki arti Gedung Agung Bebas Sampah Anorganik.

Ketua Bank Sampah GABANA, Febby Cahyati menyampaikan tujuan dari pembentukan bank sampah ini guna mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan agar tercipta lingkungan yang sehat dan bersih. Selain itu juga sebagai upaya menyelesaikan permasalahan sampah melalui potensi serta kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat disekitar.

“Bank Sampah GABANA menjadi wadah masyarakat sekitar untuk mengelola sampah dikonversi dalam bentuk benda daur ulang maupun tabungan uang. Pengumpulannya akan dilakukan sebulan sekali di Minggu pertama, pagi jam 8 sampai jam 12,” jelasnya.

Sampah anorganik yang sudah banyak ini, harapannya tidak hanya sekadar memilah dan menjual ke pengepul membuat inovasi yang memiliki nilai jual dari sampah yang terkumpul.

“Kepada teman-teman lainnya, semangat dan jangan jijik, kotor dan menganggap bank sampah itu sepele karena dengan bank sampah kita bisa menyelamatkan bumi,” tegas Febby.

Aman Yuriadijaya menyampaikan selamat dan rasa terima kasih kepada para pemuda di lingkungan perumahan Gedung Agung telah sadar akan pentingnya memilah dan mengelola sampah.

“Dengan adanya bank sampah, tidak hanya sekedar mengelola sampah anorganik. Melalui bank sampah ini bisa menjadi media srawung yang dapat meningkatkan ketahanan sosial di masyarakat dan menjadi modal penting untuk pembangunan daerah yang semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya bank sampah yang dikelola oleh para pemuda ini akan menjadi kontributor pengelolaan sampah dan semakin menurunkan angka pembuangan sampah ke TPST Piyungan.

“Dalam sebulan ini telah tercapai pengurangan sampah di TPST Piyungan setidaknya 28 ton. Oleh karena itu, kami berharap dengan adanya bank sampah ini angka tersebut semakin besar,” tambahnya.

Taman Terakota, Ruang Publik Edukasi Pertama di Kota Bandung

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Taman tersebut merupakan taman tematik edukasi pertama di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan taman itu bisa digunakan masyarakat, khususnya para pelajar untuk belajar di ruang terbuka.

“Taman Edukasi Terakota sebagai tempat ruang publik yang digunakan untuk siswa siswi melakukan kegiatan di luar kelas,” kata Yana.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya memberikan ruang terbuka untuk masyarakat. Kali ini khususnya sebagai wahana edukasi.

“Terpenting dipelihara dengan baik, termasuk oleh warga. Sehingga ruang ini selain ruang edukasi juga ruang resapan air yang bisa berdampak peningkatan debit air,” tuturnya.

Pembiayaan kawasan seluas 435 meter persegi menggunakan dana APBD Kota Bandung dan dukungan berbagai pihak.

“Ini juga hasil dukungan berbagi pihak. Mudah-mudahan warga berpartisipasi sehingga bisa termanfaatkan,” ujarnya.

Yana menuturkan, meskipun ini taman tematik edukasi pertama tetapi ruang publik lainya juga bisa dimanfaatkan seperti Taman Terakota.

“Sebetulnya seperti taman Lansia juga bisa dibuat edukasi, itu bisa saja. Taman yang tematiknya khusus edukasi baru di sini,” katanya.

Yana berharap, hadirnya ruang publik mampu meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Kota Bandung.

“Tentunya ruang publik ini selain memperbaiki ekosistem serapan air, juga termanfaatkan oleh warga untuk bisa beraktivitas meningkatkan indeks kebahagiaan, yang berdampak langsung imunitas,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Didi Ruswandi menerangkan, kawasan tersebut merupakan hutan lindung yang dimanfaatkan sebagai ruang edukasi.

“Secara keseluruhan ini hutan yang harus dilindungi. Kita berkeinginan, warga sadar. Ini sebuah objek strategis bagi kehidupan warga Bandung,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, luas kawasan tersebut 435 meter persegi dengan biaya kontraktual berjumlah Rp189 juta dengan lama pengerjaan sekitar 3 bulan.

“Harapannya proses belajar tidak hanya di ruang kelas, tapi ruang terbuka juga bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Presiden RI Dorong OJK Tingkatkan Pengawasan Asuransi dan Pinjol

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Presiden Joko Widodo menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2023 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (6/2).

Presiden Jokowi antara lain meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan pengawasan berbagai produk jasa keuangan agar masyarakat makin terlindungi.

“Saya melihat masyarakat memerlukan perlindungan yang pasti terhadap produk jasa keuangan, baik itu yang namanya asuransi, yang namanya pinjaman online, yang namanya investasi, yang namanya tur haji dan umrah, betul-betul pengawasannya harus detail,” ujar Presiden.

Dalam hal pengawasan tersebut, Kepala Negara juga meminta agar jajarannya bekerja tidak hanya secara makro, tetapi juga detail. Presiden memberikan contoh sebuah perusahaan di India yang mengalami kerugian akibat harga sahamnya melorot tajam yang kemudian berdampak pada perekonomian India secara keseluruhan.

“Hati-hati ada peristiwa besar minggu kemarin, Adani di India. Makronya negara bagus, mikronya ada masalah. Mikro, hanya satu perusahaan, Adani. Kehilangan 120 billion USD, hilang, langsung. Dirupiahkan Rp1.800 triliun. Hati-hati mengenai ini, pengawasan, pengawasan, pengawasan,” jelasnya.

“Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng-gorengan Rp1.800 triliun. Itu seperempatnya PDB India hilang. Yang terjadi apa? Capital outflow, semua keluar, yang terjadi apa? Rupee jatuh. Hati-hati mengenai ini, padahal kondisi makronya bagus,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta agar pengawasan terhadap asuransi, pinjaman online, hingga investasi dilakukan secara mendetail dan lebih intensif. Presiden tidak ingin berbagai kejadian kejahatan keuangan seperti kasus Asabri, Jiwasraya, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, hingga Wanaartha terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian-kejadian yang sudah-sudah, Asabri, Jiwasraya, Rp17 triliun, Rp23 triliun, ada lagi Indosurya, ada lagi Wanaartha, sampai hafal saya ini karena baca. Unit link, ini harus mikro satu-satu diikuti karena rakyat, yang nangis itu rakyat,” ucapnya.

“Rakyat itu hanya minta satu sebetulnya, duit saya balik, uang saya balik karena saya waktu ke Tanah Abang ada yang nangis-nangis, ceritanya juga kena itu. Waktu di Imlek juga sama, nangis-nangis itu juga, di Surabaya nangis-nangis itu juga. Hati-hati semuanya yang namanya pengawasan harus lebih diintensifkan,” tegasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Ini Cara Marimas Ajak Masyarakat Untuk Bersama Lestarikan Lingkungan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Marimas Ecobricks kembali mengajak masyarakat untuk berperan dalam penyelamatan bumi melalui Pelatihan Marimas Ecobricks yang rutin dilakukan setiap Bulan di sepanjang Tahun 2023.

Humas Marimas dan Trainer Ecobricks, Lantip Waspodo mengatakan, kegiatan ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2018 dan merupakan salah satu cara Marimas untuk turut menjaga lingkungan dengan mengelola plastik-plastik tidak terpakai menjadi ecobricks.

“Edukasi mengenai pemanfaatan kembali plastik-plastik tidak terpakai perlu terus disampaikan. Salah satu cara paling sederhana dan mudah adalah dengan dijadikan ecobricks. Plastik yang sudah bersih dan kering dipotong-potong kemudian dimasukkan dalam botol dan dipadatkan dengan kayu. Kalau sudah terkumpul banyak bisa jadi kursi meja bahkan bisa jadi bangunan juga” kata Lantip, Senin (6/2).

Bulan Januari 2023, lanjut Lantip, Marimas Ecobricks bersama dengan komunitas dan akademisi antara lain dari SMK Pelita Nusantara 1, SMK Pelita Nusantara 2, UNDIP, UNNES, UNIKA.

Kemudian Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al Amin, Bank Sampah Dadi Barakah Gunungpati, Bank Sampah Mawar Merah Tugurejo, Kerta PWRI Gajahmungkur.

“Edukasi mengenai pemanfaatan kembali plastik-plastik tidak terpakai perlu terus disampaikan. Salah satu cara paling sederhana dan mudah adalah dengan dijadikan ecobricks. Plastik yang sudah bersih dan kering dipotong-potong kemudian dimasukkan dalam botol dan dipadatkan dengan kayu. Kalau sudah terkumpul banyak bisa jadi kursi meja bahkan bisa jadi bangunan juga” kata Lantip.

Dionisius Yudhit salah satu peserta pelatihan dari Universitas Diponegoro menuturkan bahwa Pelatihan Marimas Ecobricks ini memberikan wawasan baru untuk mengelola plastik tidak terpakai.

“Pelatihan Ecobricks ini sangat seru dan pengalaman pertama saya, jadi menambah wawasan baru bagaimana memanfaatkan kembali plastik tidak terpakai supaya lingkungan lebih bersih dan sehat” ucap Dion saat mengikuti Pelatihan Marimas Ecobricks.

“Hari ini kita telah mengelola sekitar 12 kilogram plastik tidak terpakai dari 50 peserta ecobricks” pungkas Lantip