spot_img
Beranda blog Halaman 44

Imigrasi Wonosobo Tuntaskan Pembuatan Paspor bagi Calon Jemaah Haji 2026

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo berhasil menyelesaikan pelayanan permohonan paspor bagi calon jemaah haji tahun 2026. Layanan dilakukan secara hybrid di Kantor Imigrasi Wonosobo, UKK Magelang serta jemput bola yang dikenal sebagai “Eazy Paspor”.

Layanan permohonan paspor ini dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Imigrasi Wonosobo, meliputi lima kabupaten/kota, mulai tanggal 23 September hingga 24 Oktober 2025.

Pelayanan ini merupakan bentuk komitmen Imigrasi Wonosobo untuk mempermudah proses administrasi jemaah haji, sehingga mereka tidak perlu datang langsung ke kantor imigrasi. Berikut adalah rincian jumlah pemohon yang terlayani di masing-masing wilayah:
Temanggung : 373 pemohon
Kabupaten Magelang : 607 pemohon
Purworejo : 438 pemohon
Magelang Kota : 40 pemohon
Wonosobo : 501 pemohon
Total : 1.959 pemohon

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Imam Bahri menyatakan bahwa layanan paspor bagi Calon Jemaah Haji Tahun 2026 ini berjalan lancar berkat sinergi dan koordinasi yang baik dengan Kantor Kementerian Agama di setiap kabupaten/kota.

“Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan ramah bagi seluruh calon jemaah haji. Dengan selesainya proses penerbitan paspor ini, kami berharap para jemaah dapat lebih fokus dan siap menunaikan ibadah haji pada tahun 2026,” ujarnya.

Proses pelayanan Eazy Paspor meliputi verifikasi dokumen, pengambilan data biometrik (foto dan sidik jari), serta wawancara yang semuanya dilakukan di lokasi layanan di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kemenag setempat. Para jemaah menyambut baik layanan ini karena sangat membantu efisiensi waktu dan biaya perjalanan.

Program MBG Hadir di Banjarmasin, Komitmen Bersama Wujudkan Generasi Sehat dan Unggul

0

BANJARMASIN (Pertamanews.id) –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat Kalimantan Selatan. Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Kegiatan sosialisasi MBG kali ini digelar di Aula H. Abidin, Kecamatan Banjarmasin Selatan pada Selasa (28/10). Program ini menjadi ajang memperkuat komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, S.AB, menegaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata dari visi besar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan sumber daya manusia sejak usia dini. Ia menuturkan bahwa program ini tidak hanya sebatas memberikan makanan bergizi gratis, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Dapur MBG bukan hanya tempat memasak, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya peluang kerja dan penguatan ekonomi lokal. Dari dapur inilah, masyarakat sekitar turut merasakan manfaat ekonomi melalui keterlibatan sebagai penyedia bahan makanan, tenaga masak, hingga distribusi,” kata Mariana.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Banjarbaru, Maulidah, menekankan pentingnya edukasi gizi seimbang bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman tentang gizi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi kesadaran bersama yang perlu terus dibangun di tengah masyarakat.

“Kesehatan dimulai dari pola makan yang baik. Gizi seimbang sangat penting, terutama bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak, karena menjadi fondasi utama tumbuh kembang yang optimal,” jelasnya.

Dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, sebagai Analis Kebijakan Muda Bidang Kondisi Sosial Direktorat Sumdahan Ditjen Pothan Kemhan RI, menambahkan bahwa program MBG merupakan langkah fundamental menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan bahwa setiap warga, terutama generasi muda, mendapatkan asupan gizi yang cukup. Lebih jauh, MBG juga menggerakkan ekonomi daerah melalui pemanfaatan hasil tani, laut, dan peternakan lokal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi lintas sektor kembali ditekankan sebagai kunci keberlanjutan program. MBG di Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup sehat, mandiri, dan berdaya.*

Program MBG Disosialisasikan di Kabupaten Semarang, Dorong Generasi Sehat dan Cerdas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi (MBG) kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) untuk masyarakat Bandungan. Sosialisasi program MBG menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Pondok Pesantren Tahfiz Modern Assalam, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (25/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, serta Analis Pertahanan Negara Madya Set, Tati Herlia.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk ikut berperan aktif dalam mendukung gerakan ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Pelaksanaan program MBG ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa. Ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan di masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Tati Herlia, menjelaskan bahwa program MBG berlandaskan empat prinsip utama, yaitu pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Ia menambahkan bahwa pelaksanaan MBG juga terbuka terhadap masukan masyarakat untuk terus diperbaiki dan disempurnakan.

“Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan sesuai kebutuhan gizinya. Harapannya, dari program ini akan lahir generasi sehat, cerdas, dan unggul yang menjadi fondasi Generasi Emas Indonesia 2045,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menyoroti pentingnya intervensi gizi sejak usia dini.

“Program MBG adalah langkah strategis untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pada anak-anak usia sekolah. Selain memberi manfaat kesehatan, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM dan bahan pangan daerah,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk memperluas penerapan nilai-nilai MBG di berbagai lapisan masyarakat. Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan pemerintah, tetapi juga gerakan bersama menuju Indonesia yang sehat dan berdaya saing tinggi.***

Gas Bumi Lebih Hemat dan Aman, PGN Gencar Sosialisasi Jargas ke Warga Lumajang

0

LUMAJANG (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina terus memperluas sosialisasi terkait pemanfaatan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan dari penggunaan gas bumi sebagai energi yang praktis untuk sehari-hari.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan yang dilalui oleh jalur pipa Jargas.

Saat ini, pengelolaan pelanggan jargas di Lumajang mencapai 2.945 Sambungan Rumah (SR). Sosialisasi ini menjadi krusial sejalan dengan pengambangan jargas yang merupakan Proyek Strategis Nasional dan dilaksanakan atas penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) termasuk di wilayah Lumajang.

Melalui jargas, masyarakat dapat merasakan keunggulan utama yaitu lebih praktis krena pasokan gas mengalir terus menerus 24/7 melalui pipa, sehingga tidak perlu mengganti atau membeli tabung.

Selain itu, jargas lebih aman karena gas bumi (Metana) lebih ringan dari udara sehingga jika terjadi kebocoran akan langsung mengurasi ke atas dan meminimalkan risiko ledakan. Pembakaran gas bumi juga lebih sempurna, sehingga lebih ramah lingkungan.

“Sosialisasi tentang keamanan dalam pemanfaatan gas merupakan kegiatan rutin PGN di setiap wilayah yang terpasang pipa jargas, Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang gas bumi, sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga asset dan fasilitas jaringan gas milik pemerintah,” ujar Mochammad Arif selaku Area Head Pasuruan.

“Selain tata cara penggunaan jargas, sosialisasi ini juga mencakup edukasi aspek keamanan, termasuk cara mendeteksi kebocoran. Kami menyampaikan bagaimana mengenali kebocoran gas dan langkah tanggap darurat yang harus dilakukan, serta menyampaikan nomor layanan pengaduan PGN,” jelas Arif.

PGN juga menginformasikan perihal kemudahan catat meter mandiri yang dapat dilakukan oleh pelanggan melalui aplikasi PGN Mobile.

Aplikasi ini tersedia di Playstore ataupun Appstore, yang disiapkan oleh PGN untuk memudahkan pelanggan dalam monitoring pemakaian gas.

Dalam realisasinya, pencatatan meter oleh petugas tetap dijalankan dengan kunjungan pelanggan setiap 3 bulan sekali untuk memastikan akurasi catat meter mandiri yang dilakukan pelanggan. Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan catat meter mandiri melalui melalui WhatsApp resmi PGN di nomor 081511500645.

PGN berkomitmen, sosialisasi jargas terus dilakukan secara intensif untuk menjamin masyarakat Lumajang dapat memanfaatkan energi baik gas bumi dengan maksimal dan aman.

Komitmen ini juga sebagai wujud dukungan PGN terhadap upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas nasional untuk kesejahteraan masyarakat.

KAI Daop 4 Siagakan Petugas dan Lokomotif Diesel Hidrolik untuk Antisipasi Genangan Air di Jalur KA Semarang Tawang – Alastua

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat genangan air di jalur km 2+8/9 antara Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Alastua.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, genangan air mulai meningkat sejak pukul 10.12 WIB. Hingga pukul 14.00 WIB, ketinggian air di jalur hulu tercatat mencapai 8,5 cm di atas kepala rel dan di jalur hilir mencapai 12 cm.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa kondisi ini menjadi perhatian KAI Daop 4 karena lokasi tersebut termasuk titik rawan genangan pada saat intensitas hujan tinggi atau ROB di wilayah Kota Semarang.

“Oleh karenanya, untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan, KAI Daop 4 Semarang mengerahkan petugas untuk memantau secara intensif terhadap kondisi ketinggian air, stabilitas jalur, serta kondisi sistem drainase di sekitar rel serta mengoperasikan sarana lokomotif Diesel Hidrolik BB 304,” kata Franoto.

Franoto menjelaskan pemantauan petugas tersebut menjadi dasar bagi KAI Daop 4 dalam menentukan kecepatan operasi kereta api yang melintas di jalur tersebut serta penanganan-penanganan yang akan dilakukan.

Sementara itu, lokomotif Diesel Hidrolik BB 304 memiliki konstruksi mesin dan sistem transmisi yang memungkinkan untuk melintas pada jalur dengan genangan air hingga batas aman tertentu. Lokomotif tersebut dioperasikan untuk menggantikan lokomotif kereta api pada umumnya yang menggunakan tenaga penggerak Diesel Elektrik, dimana lokomotif Diesel Elektrik mempunyai batas toleransi melewati genangan air maksimal setinggi 7,5 cm dari kepala rel.

“Dalam kondisi saat ini, seluruh perjalanan kereta api yang melintas antara Semarang Tawang – Alastua tetap dapat beroperasi menggunakan Lokomotif Diesel Hidrolik BB 304, namun dengan pembatasan kecepatan maksimal 10 km/jam demi menjaga keselamatan perjalanan KA,” tambah Franoto.

Kereta api pertama yang ditarik menggunakan Lokomotif Diesel Hidrolik BB 304 adalah KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi

KAI mengimbau pelanggan untuk selalu memperbarui informasi perjalanan melalui Contact Center KAI 121 (telepon 021-121), WhatsApp KAI: 081-122-233-121, Email: cs@kai.id dan Media sosial resmi KAI 121 di Instagram, Twitter (X), dan Facebook dengan akun terverifikasi serta mengikuti arahan petugas di stasiun.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa langkah-langkah antisipatif ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan KA di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan secara real time dan menyiagakan petugas untuk memastikan perjalanan tetap aman. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat dari keterlambatan yang dirasakan pelanggan akibat adanya genangan air. Terima kasih atas kesabaran serta kepercayaannya untuk tetap menggunakan layanan KAI,” tutup Franoto.

Di Hari Sumpah Pemuda, Ferry Wawan Tekankan Pentingnya Nasionalisme di Era Globalisasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengajak generasi muda untuk terus menyalakan semangat persatuan dan gotong royong di momentum Hari Sumpah Pemuda 2025.

Menurutnya, semangat yang diwariskan para pemuda tahun 1928 harus menjadi energi kolektif dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di era digital yang sarat polarisasi.

“Pemuda hari ini harus menjadi perekat bangsa, bukan justru terpecah karena perbedaan pilihan, pandangan, atau informasi di media sosial,” ujar Ferry di Semarang, Senin (28/10).

Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda—yakni satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa—masih sangat relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ferry juga menilai, di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial, peran generasi muda semakin penting dalam menggerakkan inovasi dan pembangunan daerah.

“Jawa Tengah memiliki potensi besar jika anak mudanya bisa bersatu, kreatif, dan produktif. Kami di DPRD Jateng selalu mendorong kebijakan yang membuka ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan,” imbuhnya.

Politisi partai golkar itu juga mengapresiasi berbagai kegiatan kepemudaan yang digelar di berbagai daerah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ia berharap momentum ini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, melainkan benar-benar menginspirasi lahirnya gerakan konkret dari pemuda untuk daerah dan bangsa.

“Semangat Sumpah Pemuda bukan sekadar diucapkan, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Mulai dari hal kecil di lingkungan masing-masing, hingga kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia,” tegas Ferry.

Sebagai penutup, Ferry mengingatkan bahwa tongkat estafet kepemimpinan bangsa berada di tangan generasi muda.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen pemuda di Jawa Tengah untuk terus mengasah kompetensi, menanamkan nilai nasionalisme, dan menjaga karakter kebangsaan agar mampu menjadi agen perubahan yang positif bagi negeri.***

104 SPPG Terbentuk, MBG Perkuat Akses Gizi di Daerah Terpencil Sulteng

0

LUWUK (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) yang kali ini bertempat di Hotel Swiss-Bell, Luwuk, Kabupaten Banggai, pada Sabtu, (25/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, Anggota DPRD Kabupaten Banggai Rahmawati, serta Koordinator SPPI Wilayah Banggai Laut, Ariyanto L. Ramimu.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan wujud nyata keadilan sosial dan investasi masa depan bangsa.

“Program ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang masa depan Indonesia. Tidak akan lahir generasi unggul dari perut yang lapar. Melalui MBG, pemerintah memastikan setiap anak mendapat asupan gizi seimbang, melibatkan ibu-ibu dan masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan, serta membuka lapangan kerja baru,” tutur Nihayatul Wafiroh.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi seluruh pihak pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat, program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Mari kita jadikan MBG sebagai gerakan moral dan kebangsaan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena ukuran suksesnya adalah senyum anak-anak yang kini bisa belajar tanpa lapar,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Rahmawati M, menyoroti pentingnya program ini bagi ketahanan gizi masyarakat di Banggai. 

“Masih banyak anak sekolah yang mengalami masalah gizi. Melalui MBG, kami berkomitmen menjaga transparansi dan keberlanjutan program. Anak sehat, bangsa kuat, masa depan hebat,” tegasnya.

Adapun Ariyanto L. Ramimu, Koordinator SPPI Wilayah Banggai Laut, menjelaskan implementasi teknis program MBG di wilayah terpencil Sulawesi Tengah.

“Program ini menjangkau tidak hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, menyusui, dan balita. Kami sudah membentuk 104 SPPG di Sulteng, termasuk untuk daerah-daerah dengan akses terbatas. MBG juga menggerakkan ekonomi lokal dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan memberdayakan petani serta pelaku UMKM,” jelasnya.

Sosialisasi di Sulawesi Tengah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.**

Sosialisasi di Bengkulu, Anggota DPR Tekankan Pentingnya MBG untuk Anak Cerdas dan Sehat

0

BENGKULU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Bengkulu. Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) digelar di Aula Desa Sumber Bening, Kecamatan Selubung Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat (24/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih, Kepala Desa Sumber Bening Ruswanto, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi, S.E.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya program MBG sebagai langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. 

“Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup akan memiliki konsentrasi dan semangat belajar yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Lebih lanjut, Eko mengajak seluruh elemen masyarakat Bengkulu untuk aktif mendukung pelaksanaan MBG. “Mari kita jadikan program ini sebagai gerakan bersama menuju Bengkulu yang lebih sehat, maju, dan sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Bening, Ruswanto, menyampaikan apresiasi kepada DPR RI dan BGN yang telah memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena desa kami menjadi bagian dari upaya besar meningkatkan gizi anak-anak bangsa. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan program MBG agar berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari pihak BGN, Teguh Suparngadi menjelaskan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan upaya menyeluruh untuk menata sistem pemenuhan gizi nasional.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Program ini juga dirancang agar melibatkan UMKM lokal, petani, dan pelaku usaha kecil dalam penyediaan bahan pangan bergizi,” jelasnya.

Selain menekan angka stunting, MBG juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui pengelolaan dapur MBG dan pelatihan tenaga masak yang higienis. Dengan empat standar utama kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan keamanan pangan MBG diharapkan menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Program MBG di Bengkulu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk masalah gizi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat desa.***

Program MBG Hadir di Kalimantan Selatan, Dorong Ketahanan Gizi dan Ekonomi Lokal

0

SUNGAI UTARA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif. Sosialisasi program MBG menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Ballroom Minosa Resort Hotel, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, pada Senin, (27/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, Analis Pertahanan Negara Ahli Madya F.X. Ndaru Kusumajati, Anggota DPRD Provinsi Kalsel Apt. Aulia Azizah, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. 

“Program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap akses pangan bergizi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. MBG tidak hanya memperkuat ketahanan gizi nasional, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mendorong kemandirian pangan,” tutur Nihayatul Wafiroh.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG dikoordinasikan langsung oleh Badan Ketahanan Gizi Nasional (BGN) agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan bahan pangan diperoleh dari Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar, sehingga masyarakat setempat ikut merasakan dampak ekonomi positif. 

“Program ini menghidupkan ekonomi lokal karena bahan pangan dipasok dari daerah sekitar dan tenaga dapur direkrut dari warga setempat,” tambahnya.

Sementara itu, Analis Pertahanan Negara Ahli Madya, F.X. Ndaru Kusumajati menyampaikan bahwa program MBG sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui gizi masyarakat yang sehat. “Ketahanan gizi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Masyarakat yang sehat akan membentuk bangsa yang kuat,” ujarnya.

Acara sosialisasi MBG di Kalimantan Selatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat.*

Lewat Program MBG, Pemerintah Ingin Tak Ada Lagi Anak Kekurangan Gizi di Bengkulu

0

BENGKULU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Aula Desa Sumberejo TransAD, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Sabtu (25/10).

Kegiatan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas gizi anak bangsa dan menurunkan angka stunting. Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai peran Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengatasi persoalan gizi di Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Program Makan Bergizi Gratis ini diberikan untuk anak-anak sekolah dan ibu hamil di Posyandu agar generasi emas tumbuh sehat. Masih tingginya angka malnutrisi dan stunting, termasuk di Bengkulu, menjadi tantangan kita bersama. Program MBG diharapkan tidak hanya menurunkan stunting, tapi juga meningkatkan kualitas pendidikan karena anak-anak yang sehat akan belajar lebih baik,” tutur Eko Kurnia Ningsih.

Ia menegaskan, pelaksanaan MBG akan dilakukan dengan survei lokasi dapur gizi, pelatihan juru masak, serta memastikan kualitas dan higienitas makanan. “Mari kita bersinergi agar program ini menjadi bentuk nyata kepedulian kita dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo TransAD, Suwandi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran program tersebut di wilayahnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

“Kami berterima kasih kepada Eko Kurnia Ningsih yang telah memilih desa kami sebagai lokasi sosialisasi. Ini menjadi semangat baru bagi masyarakat desa untuk mendukung program yang bermanfaat bagi anak-anak dan keluarga kami,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi BGN, Teguh Suparngadi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam keberhasilan MBG.

“Program ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi upaya strategis menurunkan angka stunting. Kita ingin memastikan tidak ada anak di Bengkulu yang belajar dalam keadaan lapar. Semua pihak harus terlibat sekolah, orang tua, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM lokal,” jelas Teguh.

Program MBG juga membuka peluang ekonomi baru melalui kemitraan dengan petani dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan bergizi. “Selain menyehatkan generasi bangsa, MBG ikut menggerakkan ekonomi desa,” tambahnya.

Dengan prinsip empat standar pelaksanaan kecukupan kalori, komposisi gizi, higienitas, dan keamanan MBG diharapkan menjadi pondasi menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan di Bengkulu ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat melahirkan perubahan nyata menuju generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.*