spot_img
Beranda blog Halaman 44

Sosialisasi MBG Sasar Warga Desa Penyandingan OKU: Fondasi Generasi Sehat dan Produktif

0

OKU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) ke berbagai daerah, termasuk di Kabupaten OKU, untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Program MBG merupakan terobosan pemerintah sebagai fondasi utama dalam melahirkan generasi yang sehat dan cerdas dimasa depan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan sosialisasi yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Camat Sosoh Buay Rayap, Desa Penyandingan pada Sabtu, (18/10). Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menegaskan bahwa program MBG merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak yang tercukupi gizinya akan tumbuh menjadi lebih optimal dan siap bersaing menghadapi tantangan dimasa depan.

“Program makan bergizi gratis bukan sekadar pemberian makanan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, kita ingin anak-anak di OKU menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia generasi yang unggul dan berdaya saing,” tutur Irma Suryani.

Irma juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dan sekolah dalam memastikan keberlangsungan program ini.

“Pihak sekolah dan masyarakat harus ikut menjaga kualitas makanan, kebersihan, serta distribusinya agar program berjalan optimal dan berkelanjutan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Alwin Supriyadi, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, menyampaikan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi dari bagaimana masyarakat memahami tujuan besar di baliknya.

“Program ini hadir untuk memastikan anak-anak kita tumbuh tanpa kekurangan gizi. Karena gizi yang baik adalah pondasi bagi kecerdasan dan produktivitas bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Komaludin, anggota DPRD OKU, menegaskan pentingnya menjaga semangat bersama dalam menyukseskan program MBG.

“Jangan mudah terpengaruh berita hoaks di media sosial. Program ini murni untuk kepentingan anak-anak kita. Kita harus mendukung, bukan mencurigai,” jelas Komaludin.

Sosialisasi program MBG di OKU ini diakhiri dengan ajakan bersama agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penjaga keberlanjutan program. MBG diharapkan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi.**

DPR-BGN Gaungkan Program MBG untuk Perkuat Gizi Anak di Desa Tanjung Makmur OKU

0

OKU (Pertamanews id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Induk, Sumatra Selatan pada Jumat, (17/10). DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi ini di Desa Tanjung Makmur dengan dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, perwakilan dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bentuk perhatian serius pemerintah terhadap masa depan bangsa. Gizi yang baik adalah pondasi utama untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Irma dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk OKU Induk. Oleh sebab itu, pelaksanaan program MBG harus mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.

“Keberhasilan program ini bergantung pada gotong royong kita semua dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat. Tanpa sinergi, tujuan besar ini tidak akan tercapai,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irma juga memberikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional yang telah memberikan pendampingan teknis agar pelaksanaan MBG sesuai dengan standar gizi nasional. Ia turut mendorong Polres OKU untuk berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program, memastikan kualitas makanan yang diberikan aman dan bergizi.

Kemudian, Kepala Desa Tanjung Makmur, Marta Asdi, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah melalui program ini.

“Kami melihat langsung dampak positifnya di masyarakat. Anak-anak lebih semangat bersekolah, dan para orang tua merasa terbantu,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak dan masyarakat dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan program MBG demi menciptakan generasi masa depan yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten OKU Induk.*

MBG Hadir Sebagai Solusi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Warga

0

BOGOR (Pertamanews.id) – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didaerah-daerah. Sosialisasi ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk memahami secara utuh tujuan dan manfaat program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (18/10). Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, Ketua DPC Ciampea Mukhlis Widodo, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menekankan bahwa program MBG merupakan terobosan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi seimbang bagi masyarakat.

“Program MBG ini hadir sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah agar masyarakat dapat mencukupi kebutuhan gizi secara seimbang, respon positif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan MBG di lapangan,” ucap Achmad Ru’yat.

Selaras, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala menekankan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui partisipasi warga dalam mendirikan dapur MBG, kita bisa menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian masyarakat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks terkait program ini.

“Kritis terhadap informasi dan memahami kebenaran data adalah langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah,” tambahnya.

Menanggapi, Ketua DPC Ciampea Mukhlis Widodo, Mukhlis Widodo menjelaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari aspek gizi yang baik. Ia menyoroti pentingnya gizi dalam masa 1000 hari pertama kehidupan anak yang menentukan perkembangan otak dan kognitif mereka.

“Manusia yang berkualitas harus sehat secara fisik dan mental, berkarakter, serta adaptif terhadap perubahan zaman. Program Makan Bergizi Gratis adalah pondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas dan kuat,” paparnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para narasumber berharap agar masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan turut berperan aktif dalam menyukseskan program MBG. Dukungan publik yang kuat diyakini akan mempercepat terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi.*

Lewat PPM Medan, BGN Mantapkan Persiapan Rantai Pasok Program MBG

0

MEDAN (Pertamanews.id) – Kegiatan Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Medan menjadi ruang penting untuk membahas berbagai persoalan rantai pasok pangan yang berpengaruh langsung terhadap kesiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam forum yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, BGN menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk memastikan bahan pangan yang aman, bermutu, dan konsisten tersedia bagi masyarakat dan penyelenggara program. 

Badan Gizi Nasional menggelar kegiatan pelatihan di Kabupaten Asahan selama dua hari di Hotel Aryaduta Medan pada 16-17 Oktober 2025. Kegiatan pelatihan yang dilakukan BGN ini menjadi penting dalam mendukung kesuksesan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis

Pelatihan yang digelar BGN ini dihadiri langsung oleh Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat) Tengku Syahdana, Dinas Koperasi dan Umkm Provinsi Sumatera Utara, Mara Ongku Siregar, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Marino, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Harry Setiawan, Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara, Hijrah Syahputra, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara, Iskandar Zulkarnaen Tarigan.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyampaikan bahwa penguatan rantai pasok tidak dapat berdiri sendiri tanpa sinergi aktor daerah. “Kita melihat bahwa tantangan distribusi di beberapa wilayah, termasuk terkait keterbatasan pemasok resmi, dapat berdampak langsung pada stabilitas harga dan kualitas bahan pangan. Karena itu, kegiatan PPM ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah agar rantai pasok pangan bisa berjalan lebih transparan dan efisien,” ujarnya. 

Dalam diskusi, para peserta menyoroti perlunya memastikan bahwa penyedia bahan pangan bekerja melalui jalur yang telah memenuhi standar, termasuk penggunaan Rumah Potong Unggas (RPU) berizin dan mempertahankan sertifikasi halal maupun Nomor Kontrol Veteriner. Pemenuhan standar tersebut dianggap sebagai fondasi penting untuk menjamin keamanan produk yang digunakan dalam layanan pangan masyarakat. 

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa kondisi pasokan di beberapa daerah masih fluktuatif akibat faktor lingkungan dan distribusi regional. Ia menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas UMKM pangan lokal.

“UMKM kita harus memiliki kemampuan yang memadai, baik dari sisi pengolahan, higienitas, maupun legalitas usaha. Dengan begitu mereka dapat menjadi pemasok yang andal dan turut mendukung kelancaran program nasional,” kata perwakilan dinas tersebut. 

BGN juga menegaskan perlunya forum koordinasi terpadu antara yayasan, koperasi, dan pemerintah daerah untuk menyamakan kebijakan pengadaan. Forum semacam ini diharapkan dapat meminimalkan perbedaan kebijakan serta memastikan proses pengadaan berjalan akuntabel, terarah, dan mendukung prinsip keberlanjutan program. 

Melalui kegiatan PPM di Medan, BGN menegaskan komitmennya bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan, tetapi juga kesiapan rantai pasok yang kuat, adil, dan terstandarisasi. Dengan kolaborasi yang semakin solid, BGN meyakini bahwa berbagai tantangan dapat teratasi dan pelayanan pangan bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.***

Fiesta Fest 2025, Dukung Semangat Generasi Emas 2045 untuk Gizi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Suasana Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah,jalan Pahlawan Semarang berubah meriah pada Sabtu (18/10/2025), saat Fiesta Fest 2025 digelar dengan tema “Menu Sehat Bergizi”.

Lebih dari sekadar festival kuliner, acara ini menjadi ajang edukasi penting untuk mendorong pola makan sehat dan pengenalan pangan lokal, dalam rangka menyongsong Generasi Emas 2045.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno yang membuka Fiesta Fest 2025 mengatakan isu obesitas anak kini menjadi perhatian serius, sejajar dengan stunting. Ia menekankan pentingnya edukasi gizi sejak dini dan pelibatan semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan sektor swasta.

“Gizi seimbang bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Kita harus ajarkan anak-anak makan sehat sejak dini, dan masakan lokal kita punya potensi besar untuk itu,” ujar Sumarno.

Ia juga mendorong produsen Fiesta, Charoen Pokphand Indonesia, agar mulai mengembangkan produk olahan ikan, demi mendukung nelayan dan memperluas pilihan pangan bergizi.

Acara diramaikan bazar UMKM, festival drumband pelajar dan
lomba memasak yang diikuti puluhan tim dari TP PKK, pelajar SMA/SMK, hingga pegawai OPD.

Sumarno dan istri, Ny. Indah Sumarno, turut turun dapur, memasak cap cay bergizi berbahan lokal.

Tak hanya itu, hadir pula Caca Frederika, Brand Ambassador Fiesta, yang mengajak masyarakat mencintai masakan Nusantara.

“Saya bangga dengan kuliner Indonesia. Dari pepes, rendang, sampai dabu-dabu—semua kaya rasa dan gizi. Kita harus ajarkan anak-anak kita bangga makan makanan Indonesia,” ungkap Caca.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi pangan yang memudahkan ibu-ibu masa kini menyajikan makanan sehat dan praktis.

Selain lomba, Fiesta Fest juga diramaikan bazar UMKM dan festival drumband pelajar, menampilkan kolaborasi apik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan, gizi keluarga, serta pelestarian budaya kuliner Nusantara. 

Dies Natalis UNDIP ke-68: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat di Mata Mereka

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Enam puluh delapan tahun perjalanan Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi tonggak transformasi perguruan tinggi negeri yang sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak.

Sejak kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., UNDIP menegaskan diri sebagai kampus riset yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik di tingkat internasional, tetapi juga berkomitmen memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui slogan “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”, UNDIP memaknai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret—bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan arah nasional Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro mendapat apresiasi luas atas kiprahnya sebagai kampus inovatif dan berdampak. Berbagai pihak menilai UNDIP berhasil memadukan riset, pengabdian, dan kolaborasi untuk kemaslahatan publik.

Momentum ini menjadi refleksi atas konsistensi UNDIP menghadirkan ilmu yang bermartabat dan bermanfaat. Semangat tersebut kini meneguhkan posisi UNDIP sebagai inspirasi bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Redaksi Komunikasi Publik UNDIP merekam testimoni dari berbagai pihak yang secara khusus menyampaikan apresiasi untuk UNDIP dalam peringatan Dies Natalis ke-68. Mereka mengakui UNDIP berhasil menjalankan misinya sebagai agen pengembang ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Apresiasi dari Pemerintah dan Legislatif

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, memberikan apresiasi atas konsistensi UNDIP yang selaras dengan semangat Dikti Saintek Berdampak.

“Riset UNDIP telah memberi kontribusi penting mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, energi, pangan, hingga transformasi digital,” katanya.

Menteri berharap UNDIP terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan melahirkan generasi inovator berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam testimoninya menyebut UNDIP sebagai “kebanggaan Jawa Tengah dan Indonesia.”

Ia menilai inovasi desalinasi air laut dan hybrid seawall merupakan contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan hadir untuk menjawab persoalan masyarakat. “Inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Dukungan juga datang dari Ketua DPD RI, Sultan Bakhtiar Najamudin, yang memuji UNDIP sebagai pelopor perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. “Temanya sangat luar biasa: “Inovasi untuk Bangsa, When Innovation Meets Impact“. Atas nama DPD RI, saya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap semangat Undip dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat agar inovasi benar-benar memberi dampak nyata bagi bangsa, katanya.

“UNDIP terus menunjukkan peran strategisnya sebagai kampus unggulan yang melahirkan riset dan sumber daya manusia berdaya saing tinggi untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Perspektif Dunia Akademik

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyebut perjalanan UNDIP sebagai cerminan komitmen dalam melahirkan inovasi bermakna bagi bangsa. “Melalui tema Inovasi untuk Bangsa, When Innovation Meets Impact, UNDIP menunjukkan bahwa riset harus terhubung dengan kemaslahatan negeri,” ujarnya.

Senada, Rektor UNNES, Prof. S. Martono, menegaskan bahwa UNDIP telah menjadi pelopor riset berkelanjutan di Indonesia.

“Sebagai mitra strategis, kami siap terus bersinergi, membangun ruang kolaborasi, dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” katanya.

Dari Lampung, Rektor Universitas Lampung, Prof. Lusmeilia Afriani, memberikan testimoni dengan gaya khas penuh semangat:

“UNDIP, kampus cemerlang, semoga maju dan terus berjaya. Mari kita dorong inovasi yang relevan dan berdampak bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari Rektor Universitas Sebelas Maret, Prof. Hartono, yang menekankan pentingnya semangat inovasi yang memberi manfaat nyata, serta Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, yang menyebut UNDIP sebagai “mercusuar ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberi terang bagi bangsa.”

Seperti disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita: “68 tahun pengabdian UNDIP adalah bukti bahwa inovasi bukan hanya gagasan, tetapi juga wujud cinta kepada bangsa.”

Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga perayaan kontribusi, kolaborasi, dan kebermanfaatan. Dari Semarang, semangat UNDIP terus menyala untuk Indonesia yang bermartabat dan bermanfaat.

Alumni dan Generasi Muda

Ketua Ikatan Alumni UNDIP (IKA UNDIP), Abdul Kadir Karding, menyebut tema Dies Natalis tahun ini sebagai pengingat agar inovasi tidak berhenti di kampus. “Karya akademik harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Alumni siap mendukung UNDIP dalam melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berdampak,” tegasnya.

Jelita Hesti Rahayu, S.Sos, HR Supervisor PT Sailun Manufacturing Indonesia dan alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP 2001, menuturkan kebanggaannya terhadap kontribusi alumni di dunia profesional. “Saya sering mencari talenta terbaik untuk organisasi.

Ketika banyak kandidat terbaik berasal dari UNDIP, saya tahu mereka membawa nilai yang sama—integritas, kerja keras, dan semangat memberi manfaat. Ada kebanggaan tersendiri saat melihat sesama alumni tumbuh dan berkontribusi di dunia profesional. Dari UNDIP, untuk Indonesia,” katanya.

Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugraha, Alumni Ilmu Komunikasi UNDIP, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IKA FISIP (2025 – 2030) mengatakan 68 tahun universitas Diponegoro membersamai perjalanan Indonesia adalah sejarah panjang komitmen dan keteguhan darma bakti UNDIP membangun negeri.

“Kemajuan Indonesia adalah kemajuan UNDIP. Semoga UNDIP semakin meluaskan area pengabdian kepada bangsa dan negara melalui karya nyata berdampak dan berpengaruh disertai penguatan nilai-nilai luhur ibu pertiwi. Inovatif, adaptif dan berdaya saing unggul terus diupayakan mengikuti gerak perubahan jaman. Dirgahayu Universitas Diponegoro, teruslah menapaki bumi dengan alas hati” tegasnya.

Bagi mahasiswa, Dies Natalis bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi. Ketua BEM UNDIP, Aufa Ataariq Auraki, menyebut kampus sebagai tempat penggemblengan insan akademis, pencipta, dan pengabdi.

“Harapannya, di umur ke-68, UNDIP bisa lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa agar masyarakat adil dan makmur dapat terwujud,” ujarnya penuh semangat.

Dari berbagai suara—pemerintah, akademisi, alumni, hingga mahasiswa—tergambar satu benang merah: UNDIP telah menjadi simbol bagaimana inovasi dan riset memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam usianya yang ke-68, UNDIP tidak hanya berdiri sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui kepemimpinan Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan seluruh sivitas akademika, UNDIP terus melaju membawa semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia.

UNDIP Mantapkan Langkah Menuju World Class University Lewat Kolaborasi dan Riset Unggulan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Upacara Dies Natalis ke-68 dengan tema “Inovasi untuk Bangsa: When Innovation Meets Impact” di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Selain deklarasi UNDIP Zero Waste, pada kesempatan ini Rektor UNDIP juga memperkenalkan 30 inovasi Dosen UNDIP kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan UNDIP yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak nyata melalui riset dan inovasi unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Acara inti diisi dengan orasi ilmiah oleh Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan paparan bertajuk “Kolaborasi Inovasi untuk Keunggulan Kompetitif Industri Pertahanan Indonesia.”

Dalam orasinya, Prof. Joga menguraikan visi, misi, dan target PT LEN Industri untuk menjadi The Top 50 Global Defence Company.

Sebagai Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID), PT LEN Industri memiliki visi menjadi industri pertahanan yang maju, kuat, mandiri, berdaya saing, dan terkemuka di pasar global.

Misi yang dijalankan mencakup pembangunan kolaborasi inovasi nasional, penguatan kemandirian teknologi dan daya saing perusahaan, perluasan aliansi strategis global, serta peran aktif sebagai penggerak utama tumbuhnya ekosistem industri dalam negeri.

Guru besar bidang Control System dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ini juga mengapresiasi kemajuan riset-riset UNDIP yang dinilai memiliki daya saing tinggi.

UNDIP telah menjadi mitra riset PT LEN Industri di berbagai bidang, antara lain artificial intelligence, satellite and sensing technologies, robotic and electronics for unmanned autonomous systems, serta cybersecurity.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan, Dies Natalis ke-68 menjadi pengingat penting akan peran UNDIP sebagai solusi atas berbagai tantangan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“UNDIP tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui riset dan inovasi, kami berupaya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan nasional,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, jumlah dosen UNDIP yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists versi Stanford University meningkat dari tujuh peneliti pada 2024 menjadi delapan peneliti pada 2025.

Jumlah kerja sama internasional yang terus bertambah turut memperkuat posisi UNDIP menuju World Class University.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga memperkenalkan 30 inovasi dosen UNDIP, beberapa di antaranya telah diimplementasikan di masyarakat dan dunia industri seperti Hybrid Sea Wall, desalinasi air laut, dan D’Ozone.

Inovaasi yang menjadi unggulan lain diataranya Dipofuel, teknologi pengolahan limbah plastik menjadi sumber energi; mobil listrik, Nano Silica dengan metode Enhanced Oil Recovery, untuk meningkatkan produksi minyak nasional tanpa membuka sumur baru; Padi Salin, inovasi tanaman unggul untuk budidaya di kawasan pesisir; dan Terumbu Karang Buatan dengan limbah FABA (fly ash bottom ash) untuk pelestarian ekosistem laut dan mendukung ekonomi biru.

Sebelum orasi ilmiah, Dies Natalis diawali dengan pencanangan UNDIP Zero Waste oleh Rektor UNDIP di TPST Unit K3L UNDIP Tembalang. UNDIP memiliki sejumlah pakar daur ulang sampah di bawah koordinasi UPT K3L.

Kepala UPT K3L UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes mengatakan Program daur ulang sampah untuk UNDIP Zero Waste ini, tak lepas dari kontribusi pakar sampah UNDIP di antaranya:

  1. Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. – Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
  2. Prof. Widayat – Pengolahan sampah organik (daun) menjadi kompos dan media tanam.
  3. Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si. – Pemanfaatan sampah basah untuk pakan maggot.
  4. Dr. Ir. Mulyono, M.Si. – Pemanfaatan maggot untuk pakan ayam dan pupuk organik.
  5. Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Si. – Pengolahan sampah ranting pohon menjadi asap cair pirolisis.
  6. Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S. – Pengelolaan sampah dan lingkungan di kawasan Waduk UNDIP.

Rektor menegaskan, “Teknik pengelolaan sampah ini ke depan diharapkan dapat diaplikasikan secara nyata oleh masyarakat luas, sebagaimana teknologi desalinasi air laut yang saat ini telah diterapkan dalam program penyediaan air bersih di berbagai daerah di Jawa Tengah.”

Acara puncak Dies Natalis ke-68 UNDIP ditutup dengan kunjungan ke stan pameran inovasi unggulan oleh Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, didampingi Rektor; Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU; serta Ketua Majelis Wali Amanat, Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-68 ini, UNDIP menegaskan kembali semangatnya untuk menjadi universitas riset berdaya saing global — bermartabat dengan menjaga integritas, dan bermanfaat dengan riset-riset unggulan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Program MBG Hadir di Kutai Kartanegara, Upaya Bersama Wujudkan Generasi Emas 2045

0

KUTAI KARTANEGARA (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional kembali menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertempat di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara pada Rabu, (15/10).

MBG merupakan program terobosan baru pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi yang seimbang.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis negara untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Menurutnya, banyak anak berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga berdampak pada konsentrasi dan asupan gizi harian mereka.

“Secara teknis Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Langkah strategis negara untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dengan perut kosong. Dikarena pagi dini hari sudah berangat ke sekolah dan tidak sempat untuk sarapan, ini akan mempengaruhi konsentrasi dan gizi. Menyediakan makanan bergizi dan tentunya kita tidak ingin membiarkan anak-anak kita tadi dalam keadaan yang kurang gizi dan stunting,” papar Hetifah Sjaifudin.

Ia menambahkan bahwa program ini menyasar anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Sementara itu, Analis Madya Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Kolonel Cba R. Wira Manggala, menjelaskan latar belakang lahirnya program MBG, yakni tingginya angka stunting, anemia, ketimpangan akses pangan, hingga ketidakstabilan ekonomi. “MBG hadir sebagai upaya mendukung Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wira Manggala juga memaparkan empat prinsip pelaksanaan MBG yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan standar keamanan pangan. Lebih jauh, ia menyebut program ini juga memiliki dampak ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja, peluang bisnis baru, dan peningkatan produktivitas daerah.

Menanggapi hal tersebut, akademisi, Ince Raden, menilai MBG sebagai intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah.

“Khususnya di Kalimantan Timur, program ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia menyebut program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi pelajar TK hingga SMA/SMK, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan makan sehat. Program ini juga dinilai memberi dampak positif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kutai, khususnya para orang tua dirumah dapat memahami pentingnya program MBG dan turut mendukung pelaksanaannya di daerah.***

DPR dan BGN Sosialisasikan MBG di Serang, Tekankan Pentingnya Gizi Anak Sejak Dini

0

SERANG (Pertamanews id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sebuah fondasi utama menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia dengan menyiapkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan produktif.

MBG adalah terobosan pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional dengan memberikan penguatan gizi melalui kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) yang digelar di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu, (15/10).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat dimasa depan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar kegiatan pemberian makanan bergizi, melainkan bentuk “senjata perang” pemerintah dalam membangun masa depan bangsa.

“Program MBG adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kualitas manusia Indonesia di masa depan. Dengan gizi yang baik sejak usia dini, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan cerdas dalam berpikir,” tutur Tubagus Haerul.

Tubagus Haerul Jaman juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi masyarakat.

“Kepedulian keluarga terhadap asupan gizi anak adalah garda terdepan dalam perjuangan melawan stunting. Jika setiap rumah tangga memahami pentingnya makan bergizi, maka Indonesia sedang memenangkan perang menuju generasi emas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, turut menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan tentang pola makan seimbang bagi masyarakat.

“Program MBG tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membangun kesadaran. Edukasi seperti konsep Isi Piringku menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami pentingnya keseimbangan gizi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan MBG harus dimaknai sebagai perjuangan bersama, di mana edukasi, lingkungan bersih, dan pola asuh yang tepat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk melahirkan generasi tangguh.

Senada, Staf Ahli Administrasi DPR RI, Ahmad Sanukri, mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mengawal program ini.

“Kesadaran masyarakat adalah energi utama dalam program MBG. Makan bergizi bukan hanya urusan dapur, tapi juga urusan masa depan bangsa,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Serang diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi seimbang bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan nasional menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing Indonesia yang siap menyongsong masa depan sebagai Generasi Emas 2045.***

DPR dan BGN Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di OKU Selatan

0

OKU SELATAN (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kali ini digelar di Kelurahan Pasar Muara Dua, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Rabu, (15/10).

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Oku selatan M, Bastari serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Melalui makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi makanan, tapi juga membangun masa depan yang lebih kuat dan cerdas,” ujar Irma.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten OKU Selatan, program ini akan memberi manfaat bagi ribuan siswa yang akan mendapatkan makan siang bergizi secara gratis. Menurutnya, ini merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari. Karena itu, kita harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” tambahnya.

Irma juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Ia mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat serta Badan Gizi Nasional yang telah memberikan pendampingan dan arahan dalam penyusunan menu sesuai dengan standar gizi nasional.

“Kami berharap para anggota DPRD juga turut berperan dalam memantau pelaksanaan program ini agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma mengajak masyarakat untuk menjadikan sosialisasi MBG sebagai momentum perubahan perilaku menuju pola makan sehat dan berimbang.

“Sosialisasi ini bukan hanya tentang program pemerintah, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” tutupnya.*