spot_img
Beranda blog Halaman 45

Dies Natalis UNDIP ke-68: UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat di Mata Mereka

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Enam puluh delapan tahun perjalanan Universitas Diponegoro (UNDIP) menjadi tonggak transformasi perguruan tinggi negeri yang sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak.

Sejak kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., UNDIP menegaskan diri sebagai kampus riset yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik di tingkat internasional, tetapi juga berkomitmen memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui slogan “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat”, UNDIP memaknai Tri Dharma Perguruan Tinggi secara konkret—bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan arah nasional Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro mendapat apresiasi luas atas kiprahnya sebagai kampus inovatif dan berdampak. Berbagai pihak menilai UNDIP berhasil memadukan riset, pengabdian, dan kolaborasi untuk kemaslahatan publik.

Momentum ini menjadi refleksi atas konsistensi UNDIP menghadirkan ilmu yang bermartabat dan bermanfaat. Semangat tersebut kini meneguhkan posisi UNDIP sebagai inspirasi bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Redaksi Komunikasi Publik UNDIP merekam testimoni dari berbagai pihak yang secara khusus menyampaikan apresiasi untuk UNDIP dalam peringatan Dies Natalis ke-68. Mereka mengakui UNDIP berhasil menjalankan misinya sebagai agen pengembang ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Apresiasi dari Pemerintah dan Legislatif

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, memberikan apresiasi atas konsistensi UNDIP yang selaras dengan semangat Dikti Saintek Berdampak.

“Riset UNDIP telah memberi kontribusi penting mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, energi, pangan, hingga transformasi digital,” katanya.

Menteri berharap UNDIP terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan melahirkan generasi inovator berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam testimoninya menyebut UNDIP sebagai “kebanggaan Jawa Tengah dan Indonesia.”

Ia menilai inovasi desalinasi air laut dan hybrid seawall merupakan contoh konkret bagaimana ilmu pengetahuan hadir untuk menjawab persoalan masyarakat. “Inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Dukungan juga datang dari Ketua DPD RI, Sultan Bakhtiar Najamudin, yang memuji UNDIP sebagai pelopor perubahan dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. “Temanya sangat luar biasa: “Inovasi untuk Bangsa, When Innovation Meets Impact“. Atas nama DPD RI, saya memberikan apresiasi dan dukungan terhadap semangat Undip dalam memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat agar inovasi benar-benar memberi dampak nyata bagi bangsa, katanya.

“UNDIP terus menunjukkan peran strategisnya sebagai kampus unggulan yang melahirkan riset dan sumber daya manusia berdaya saing tinggi untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Perspektif Dunia Akademik

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyebut perjalanan UNDIP sebagai cerminan komitmen dalam melahirkan inovasi bermakna bagi bangsa. “Melalui tema Inovasi untuk Bangsa, When Innovation Meets Impact, UNDIP menunjukkan bahwa riset harus terhubung dengan kemaslahatan negeri,” ujarnya.

Senada, Rektor UNNES, Prof. S. Martono, menegaskan bahwa UNDIP telah menjadi pelopor riset berkelanjutan di Indonesia.

“Sebagai mitra strategis, kami siap terus bersinergi, membangun ruang kolaborasi, dan melahirkan inovasi berkelanjutan,” katanya.

Dari Lampung, Rektor Universitas Lampung, Prof. Lusmeilia Afriani, memberikan testimoni dengan gaya khas penuh semangat:

“UNDIP, kampus cemerlang, semoga maju dan terus berjaya. Mari kita dorong inovasi yang relevan dan berdampak bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari Rektor Universitas Sebelas Maret, Prof. Hartono, yang menekankan pentingnya semangat inovasi yang memberi manfaat nyata, serta Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, yang menyebut UNDIP sebagai “mercusuar ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberi terang bagi bangsa.”

Seperti disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita: “68 tahun pengabdian UNDIP adalah bukti bahwa inovasi bukan hanya gagasan, tetapi juga wujud cinta kepada bangsa.”

Dies Natalis ke-68 Universitas Diponegoro bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga perayaan kontribusi, kolaborasi, dan kebermanfaatan. Dari Semarang, semangat UNDIP terus menyala untuk Indonesia yang bermartabat dan bermanfaat.

Alumni dan Generasi Muda

Ketua Ikatan Alumni UNDIP (IKA UNDIP), Abdul Kadir Karding, menyebut tema Dies Natalis tahun ini sebagai pengingat agar inovasi tidak berhenti di kampus. “Karya akademik harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Alumni siap mendukung UNDIP dalam melahirkan generasi unggul, inovatif, dan berdampak,” tegasnya.

Jelita Hesti Rahayu, S.Sos, HR Supervisor PT Sailun Manufacturing Indonesia dan alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP 2001, menuturkan kebanggaannya terhadap kontribusi alumni di dunia profesional. “Saya sering mencari talenta terbaik untuk organisasi.

Ketika banyak kandidat terbaik berasal dari UNDIP, saya tahu mereka membawa nilai yang sama—integritas, kerja keras, dan semangat memberi manfaat. Ada kebanggaan tersendiri saat melihat sesama alumni tumbuh dan berkontribusi di dunia profesional. Dari UNDIP, untuk Indonesia,” katanya.

Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugraha, Alumni Ilmu Komunikasi UNDIP, yang saat ini menjabat sebagai Ketua IKA FISIP (2025 – 2030) mengatakan 68 tahun universitas Diponegoro membersamai perjalanan Indonesia adalah sejarah panjang komitmen dan keteguhan darma bakti UNDIP membangun negeri.

“Kemajuan Indonesia adalah kemajuan UNDIP. Semoga UNDIP semakin meluaskan area pengabdian kepada bangsa dan negara melalui karya nyata berdampak dan berpengaruh disertai penguatan nilai-nilai luhur ibu pertiwi. Inovatif, adaptif dan berdaya saing unggul terus diupayakan mengikuti gerak perubahan jaman. Dirgahayu Universitas Diponegoro, teruslah menapaki bumi dengan alas hati” tegasnya.

Bagi mahasiswa, Dies Natalis bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi. Ketua BEM UNDIP, Aufa Ataariq Auraki, menyebut kampus sebagai tempat penggemblengan insan akademis, pencipta, dan pengabdi.

“Harapannya, di umur ke-68, UNDIP bisa lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa agar masyarakat adil dan makmur dapat terwujud,” ujarnya penuh semangat.

Dari berbagai suara—pemerintah, akademisi, alumni, hingga mahasiswa—tergambar satu benang merah: UNDIP telah menjadi simbol bagaimana inovasi dan riset memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dalam usianya yang ke-68, UNDIP tidak hanya berdiri sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui kepemimpinan Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan seluruh sivitas akademika, UNDIP terus melaju membawa semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia.

UNDIP Mantapkan Langkah Menuju World Class University Lewat Kolaborasi dan Riset Unggulan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar Upacara Dies Natalis ke-68 dengan tema “Inovasi untuk Bangsa: When Innovation Meets Impact” di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Selain deklarasi UNDIP Zero Waste, pada kesempatan ini Rektor UNDIP juga memperkenalkan 30 inovasi Dosen UNDIP kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan UNDIP yang tidak hanya berorientasi pada reputasi akademik di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak nyata melalui riset dan inovasi unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Acara inti diisi dengan orasi ilmiah oleh Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan paparan bertajuk “Kolaborasi Inovasi untuk Keunggulan Kompetitif Industri Pertahanan Indonesia.”

Dalam orasinya, Prof. Joga menguraikan visi, misi, dan target PT LEN Industri untuk menjadi The Top 50 Global Defence Company.

Sebagai Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID), PT LEN Industri memiliki visi menjadi industri pertahanan yang maju, kuat, mandiri, berdaya saing, dan terkemuka di pasar global.

Misi yang dijalankan mencakup pembangunan kolaborasi inovasi nasional, penguatan kemandirian teknologi dan daya saing perusahaan, perluasan aliansi strategis global, serta peran aktif sebagai penggerak utama tumbuhnya ekosistem industri dalam negeri.

Guru besar bidang Control System dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik UNDIP ini juga mengapresiasi kemajuan riset-riset UNDIP yang dinilai memiliki daya saing tinggi.

UNDIP telah menjadi mitra riset PT LEN Industri di berbagai bidang, antara lain artificial intelligence, satellite and sensing technologies, robotic and electronics for unmanned autonomous systems, serta cybersecurity.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan, Dies Natalis ke-68 menjadi pengingat penting akan peran UNDIP sebagai solusi atas berbagai tantangan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“UNDIP tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui riset dan inovasi, kami berupaya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan nasional,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, jumlah dosen UNDIP yang masuk daftar World’s Top 2% Scientists versi Stanford University meningkat dari tujuh peneliti pada 2024 menjadi delapan peneliti pada 2025.

Jumlah kerja sama internasional yang terus bertambah turut memperkuat posisi UNDIP menuju World Class University.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga memperkenalkan 30 inovasi dosen UNDIP, beberapa di antaranya telah diimplementasikan di masyarakat dan dunia industri seperti Hybrid Sea Wall, desalinasi air laut, dan D’Ozone.

Inovaasi yang menjadi unggulan lain diataranya Dipofuel, teknologi pengolahan limbah plastik menjadi sumber energi; mobil listrik, Nano Silica dengan metode Enhanced Oil Recovery, untuk meningkatkan produksi minyak nasional tanpa membuka sumur baru; Padi Salin, inovasi tanaman unggul untuk budidaya di kawasan pesisir; dan Terumbu Karang Buatan dengan limbah FABA (fly ash bottom ash) untuk pelestarian ekosistem laut dan mendukung ekonomi biru.

Sebelum orasi ilmiah, Dies Natalis diawali dengan pencanangan UNDIP Zero Waste oleh Rektor UNDIP di TPST Unit K3L UNDIP Tembalang. UNDIP memiliki sejumlah pakar daur ulang sampah di bawah koordinasi UPT K3L.

Kepala UPT K3L UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes mengatakan Program daur ulang sampah untuk UNDIP Zero Waste ini, tak lepas dari kontribusi pakar sampah UNDIP di antaranya:

  1. Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. – Pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
  2. Prof. Widayat – Pengolahan sampah organik (daun) menjadi kompos dan media tanam.
  3. Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si. – Pemanfaatan sampah basah untuk pakan maggot.
  4. Dr. Ir. Mulyono, M.Si. – Pemanfaatan maggot untuk pakan ayam dan pupuk organik.
  5. Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Si. – Pengolahan sampah ranting pohon menjadi asap cair pirolisis.
  6. Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S. – Pengelolaan sampah dan lingkungan di kawasan Waduk UNDIP.

Rektor menegaskan, “Teknik pengelolaan sampah ini ke depan diharapkan dapat diaplikasikan secara nyata oleh masyarakat luas, sebagaimana teknologi desalinasi air laut yang saat ini telah diterapkan dalam program penyediaan air bersih di berbagai daerah di Jawa Tengah.”

Acara puncak Dies Natalis ke-68 UNDIP ditutup dengan kunjungan ke stan pameran inovasi unggulan oleh Direktur Utama PT LEN Industri, Prof. Joga Dharma Setiawan, didampingi Rektor; Ketua Senat Akademik, Prof. Ir. Edy Rianto, M.Sc., Ph.D., IPU; serta Ketua Majelis Wali Amanat, Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Akt., Ph.D.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-68 ini, UNDIP menegaskan kembali semangatnya untuk menjadi universitas riset berdaya saing global — bermartabat dengan menjaga integritas, dan bermanfaat dengan riset-riset unggulan yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Program MBG Hadir di Kutai Kartanegara, Upaya Bersama Wujudkan Generasi Emas 2045

0

KUTAI KARTANEGARA (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional kembali menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertempat di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara pada Rabu, (15/10).

MBG merupakan program terobosan baru pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi yang seimbang.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis negara untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Menurutnya, banyak anak berangkat sekolah tanpa sarapan, sehingga berdampak pada konsentrasi dan asupan gizi harian mereka.

“Secara teknis Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Langkah strategis negara untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dengan perut kosong. Dikarena pagi dini hari sudah berangat ke sekolah dan tidak sempat untuk sarapan, ini akan mempengaruhi konsentrasi dan gizi. Menyediakan makanan bergizi dan tentunya kita tidak ingin membiarkan anak-anak kita tadi dalam keadaan yang kurang gizi dan stunting,” papar Hetifah Sjaifudin.

Ia menambahkan bahwa program ini menyasar anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Sementara itu, Analis Madya Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Kolonel Cba R. Wira Manggala, menjelaskan latar belakang lahirnya program MBG, yakni tingginya angka stunting, anemia, ketimpangan akses pangan, hingga ketidakstabilan ekonomi. “MBG hadir sebagai upaya mendukung Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wira Manggala juga memaparkan empat prinsip pelaksanaan MBG yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan standar keamanan pangan. Lebih jauh, ia menyebut program ini juga memiliki dampak ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja, peluang bisnis baru, dan peningkatan produktivitas daerah.

Menanggapi hal tersebut, akademisi, Ince Raden, menilai MBG sebagai intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah.

“Khususnya di Kalimantan Timur, program ini sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Ia menyebut program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi pelajar TK hingga SMA/SMK, meningkatkan konsentrasi belajar, serta membangun kebiasaan makan sehat. Program ini juga dinilai memberi dampak positif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan ketahanan pangan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kutai, khususnya para orang tua dirumah dapat memahami pentingnya program MBG dan turut mendukung pelaksanaannya di daerah.***

DPR dan BGN Sosialisasikan MBG di Serang, Tekankan Pentingnya Gizi Anak Sejak Dini

0

SERANG (Pertamanews id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sebuah fondasi utama menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia dengan menyiapkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan produktif.

MBG adalah terobosan pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional dengan memberikan penguatan gizi melalui kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) yang digelar di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten pada Rabu, (15/10).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat dimasa depan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar kegiatan pemberian makanan bergizi, melainkan bentuk “senjata perang” pemerintah dalam membangun masa depan bangsa.

“Program MBG adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah kualitas manusia Indonesia di masa depan. Dengan gizi yang baik sejak usia dini, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan cerdas dalam berpikir,” tutur Tubagus Haerul.

Tubagus Haerul Jaman juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi masyarakat.

“Kepedulian keluarga terhadap asupan gizi anak adalah garda terdepan dalam perjuangan melawan stunting. Jika setiap rumah tangga memahami pentingnya makan bergizi, maka Indonesia sedang memenangkan perang menuju generasi emas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, turut menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan tentang pola makan seimbang bagi masyarakat.

“Program MBG tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membangun kesadaran. Edukasi seperti konsep Isi Piringku menjadi kunci agar masyarakat mampu memahami pentingnya keseimbangan gizi dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan MBG harus dimaknai sebagai perjuangan bersama, di mana edukasi, lingkungan bersih, dan pola asuh yang tepat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk melahirkan generasi tangguh.

Senada, Staf Ahli Administrasi DPR RI, Ahmad Sanukri, mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mengawal program ini.

“Kesadaran masyarakat adalah energi utama dalam program MBG. Makan bergizi bukan hanya urusan dapur, tapi juga urusan masa depan bangsa,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Serang diharapkan semakin memahami bahwa pemenuhan gizi seimbang bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan nasional menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing Indonesia yang siap menyongsong masa depan sebagai Generasi Emas 2045.***

DPR dan BGN Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di OKU Selatan

0

OKU SELATAN (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kali ini digelar di Kelurahan Pasar Muara Dua, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Rabu, (15/10).

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Oku selatan M, Bastari serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

“Program ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Melalui makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi makanan, tapi juga membangun masa depan yang lebih kuat dan cerdas,” ujar Irma.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten OKU Selatan, program ini akan memberi manfaat bagi ribuan siswa yang akan mendapatkan makan siang bergizi secara gratis. Menurutnya, ini merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari. Karena itu, kita harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” tambahnya.

Irma juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Ia mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat serta Badan Gizi Nasional yang telah memberikan pendampingan dan arahan dalam penyusunan menu sesuai dengan standar gizi nasional.

“Kami berharap para anggota DPRD juga turut berperan dalam memantau pelaksanaan program ini agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma mengajak masyarakat untuk menjadikan sosialisasi MBG sebagai momentum perubahan perilaku menuju pola makan sehat dan berimbang.

“Sosialisasi ini bukan hanya tentang program pemerintah, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” tutupnya.*

Anggota DPR Irma Suryani: Makan Bergizi Gratis Bentuk Investasi untuk Generasi Kuat dan Cerdas

0

OKU SELATAN (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kali ini digelar di Kelurahan Pasar Muara Dua, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Rabu, (15/10). 

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Oku selatan M, Bastari serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. 

“Program ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Melalui makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi makanan, tapi juga membangun masa depan yang lebih kuat dan cerdas,” ujar Irma.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten OKU Selatan, program ini akan memberi manfaat bagi ribuan siswa yang akan mendapatkan makan siang bergizi secara gratis. Menurutnya, ini merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. 

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari. Karena itu, kita harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” tambahnya.

Irma juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Ia mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat serta Badan Gizi Nasional yang telah memberikan pendampingan dan arahan dalam penyusunan menu sesuai dengan standar gizi nasional. 

“Kami berharap para anggota DPRD juga turut berperan dalam memantau pelaksanaan program ini agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma mengajak masyarakat untuk menjadikan sosialisasi MBG sebagai momentum perubahan perilaku menuju pola makan sehat dan berimbang.

“Sosialisasi ini bukan hanya tentang program pemerintah, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” tutupnya.*

Dukung SDGs, UNDIP Resmikan Gerakan “Zero Waste” untuk Kampus Bebas Sampah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi mencanangkan gerakan “UNDIP Zero Waste” di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kampus Tembalang, Jumat (17/10).

Program ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-68 UNDIP, sekaligus langkah konkret menuju kampus bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Pencanangan gerakan ini sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, dan mendukung program nasional Diktisaintek Berdampak.

UNDIP juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse/Repair, Recycle, dan Rot) dalam seluruh kegiatan akademik, penelitian, dan pelayanan kampus.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengapresiasi peran seluruh tim TPST dan para peneliti yang terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan.

“Terima kasih untuk semua support-nya. Mudah-mudahan kita bisa semakin bermartabat dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan Zero Waste menjadi bentuk nyata kepedulian UNDIP terhadap isu darurat sampah nasional, sekaligus menjawab tantangan Presiden RI agar perguruan tinggi aktif mencari solusi atas permasalahan lingkungan.

“UNDIP ditunjuk sebagai pusat pengelolaan sampah untuk wilayah Jawa Tengah dan akan menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain. Kami ingin membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat lahirnya solusi konkret berbasis sains dan teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan,” tegasnya.

Prof. Suharnomo menambahkan, hasil riset civitas academica mulai dari alat pirolisis hingga sistem pengelolaan terpadu yang akan dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai kontribusi nyata dalam mendukung kebijakan nasional pengelolaan sampah.

Program ini juga diperluas ke masyarakat melalui proyek pengelolaan sampah berbasis RT di Pemalang.

“Jika kedua model ini, kampus dan komunitas, berhasil, UNDIP akan menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya lagi.

Kepala UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa sejak 2022 TPST UNDIP telah dikembangkan sebagai pusat inovasi dan pembelajaran pengelolaan sampah berbasis sains.

“Dulu seluruh sampah kampus masih dibuang ke TPA Jatibarang. Kini, berkat dukungan riset lintas fakultas dan kebijakan rektorat, sebagian besar sampah sudah dapat dikelola secara mandiri,” jelasnya.

Ia menguraikan, sampah organik kini diolah menjadi kompos, limbah ranting diubah menjadi asap cair lewat teknologi pirolisis, dan sisa makanan dikelola menggunakan maggot untuk mendukung peternakan ayam di TPST.

Sementara itu, sampah anorganik ditangani melalui inovasi alat pirolisis plastik karya Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar gasolin dan telah diuji pada mesin pemotong rumput.

UNDIP juga menggandeng BSI menghadirkan vending machine plastik di UPT Perpustakaan, yang memungkinkan warga kampus menukar sampah dengan poin digital. Untuk limbah B3, universitas telah menerapkan sistem transportasi dan penyimpanan sesuai standar agar tidak lagi dibuang sembarangan.

“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi sampah residu yang dibuang ke TPA. Semua bisa diolah menjadi sumber daya baru,” tutur Dr. Bina.

Ia menambahkan, TPST UNDIP kini menjadi rujukan nasional bagi sekolah, instansi, hingga pemerintah daerah, dan akan mewakili Jawa Tengah dalam penilaian nasional K3 Perkantoran oleh Kementerian Kesehatan.

Gerakan Zero Waste UNDIP turut diperkuat oleh para pakar daur ulang dari berbagai fakultas, di antaranya Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. (pengolahan sampah plastik menjadi BBM), Prof. Widayat (pengolahan sampah daun menjadi kompos), Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si. (pemanfaatan sampah basah untuk pakan ikan), Dr. Ir. Mulyono, M.Si. (penggunaan maggot sebagai pakan ayam), Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Si. (olah ranting menjadi asap cair), dan Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S. (pengelolaan sampah di area waduk UNDIP).

Sebagai simbol komitmen bersama, acara ditutup dengan penandatanganan Deklarasi UNDIP Zero Waste oleh Rektor, Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, dan para dekan.

Deklarasi tersebut berisi komitmen untuk menolak penggunaan barang sekali pakai, mengurangi limbah, mendorong penggunaan kembali peralatan dan dokumen digital, mendirikan repair corner untuk alat elektronik, serta melakukan pemilahan dan pengomposan di sumber.

Momentum pencanangan ini menjadi tonggak penting perjalanan UNDIP menuju kampus hijau berkelanjutan, sekaligus mendukung implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Kota dan Komunitas Berkelanjutan (SDG 11), serta Tindakan terhadap Perubahan Iklim (SDG 13).

Acara berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah di TPST UNDIP.

Gerakan “UNDIP Zero Waste” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk membangun budaya kampus hijau yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. ***

Penganugerahan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025 Teguhkan Semangat Kebangsaan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 19 tokoh dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh BeritaKita Publisher bekerja sama dengan Suara Pembaruan News.

Malam penganugerahan yang digelar di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat (17/10) malam, berlangsung hangat dan penuh apresiasi.

Ajang ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran figur-figur teladan dari berbagai bidang mulai pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan yang telah memberikan inspirasi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Chief Editor BeritaKita Publisher sekaligus Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan News, Stefy Thenu, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh yang telah menyalakan semangat perubahan dan keteladanan di tengah masyarakat.

“Mereka bukan hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menyalakan lentera inspirasi bagi masyarakat luas. Melalui acara ini, kami ingin menegaskan bahwa inspirasi adalah energi positif yang perlu diwariskan, dikisahkan, dan dijadikan teladan bagi generasi berikutnya,” ujar Stefy.

Dalam kesempatan yang sama, BeritaKita Publisher juga meluncurkan buku berjudul Tokoh Inspiratif Nusantara 2025. Buku setebal 128 halaman ini memuat profil dan kisah perjalanan hidup ke-19 penerima penghargaan, menjadi dokumentasi berharga sekaligus karya inspiratif yang merekam kontribusi para tokoh bangsa di bidangnya masing-masing.

“Penerbitan buku ini bukan sekadar bentuk penghormatan simbolik, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan bagi generasi muda Indonesia,” tambah Stefy.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan ini.

“Para tokoh ini sangat luar biasa. Mereka menjadi penyemangat dan sumber optimisme menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” kata Luthfi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Diskominfo Jateng, Agung Hariyadi.

Salah satu penerima penghargaan, Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas penghargaan tersebut.

“Kehidupan itu harus selalu meninggalkan legacy. Ukiran sejarah yang paling berharga adalah kemanfaatan bagi sesama. Saya hanya berharap bisa terus berbuat berguna bagi masyarakat,” ujar Sujarwanto yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN pada 1 Januari 2026, setelah 33 tahun mengabdi.

Ia menambahkan, jika dirinya dianggap inspiratif, hal itu diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

“Saya hanya berusaha menjalani pengabdian dengan ikhlas dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua GNPK RI Jawa Tengah, Hono Sejati, yang juga menjadi salah satu penerima penghargaan, menilai kegiatan ini perlu terus dilanjutkan karena memiliki nilai motivasi dan inspirasi yang tinggi.

“Dengan adanya inspirasi, akan muncul inovasi dan kolaborasi. Harapannya, generasi muda dapat terus belajar dan meneladani semangat para seniornya,” ujarnya.

Daftar Penerima Penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025:

  1. Irwan Hidayat, Owner Industri Jamu Sido Muncul — dedikasinya dalam mengangkat industri herbal nasional dan memperjuangkan jamu Indonesia di kancah global.
  2. Dr. Supari, ST, MT, Rektor Universitas Semarang — kepemimpinannya dalam inovasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap era digital.
  3. Bambang H. Baharudin, Ketua DPC PDIP Banyumas & Anggota DPRD Jateng — kiprahnya memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang sosial dan ekonomi.
  4. Dr. Arsul Sani, Hakim Mahkamah Konstitusi RI — kontribusinya menjaga marwah konstitusi dan demokrasi Indonesia.
  5. Prof. Dr. Pulung Nurtanio Andono, Rektor Udinus — perannya mengembangkan kampus berbasis teknologi dan kewirausahaan.
  6. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M, Rektor Universitas Pekalongan — kepemimpinannya yang visioner dalam membangun mutu pendidikan daerah.
  7. Umi Sarofah, S.Pd., M.Pd, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya — dedikasinya meningkatkan mutu pendidikan dasar berbasis karakter.
  8. Dr. Drs. Hono Sejati, SH., MH, Ketua GNPK RI Jateng — perjuangannya dalam pengawasan publik dan pemberantasan korupsi.
  9. Ir. Hj. Lindawati, ST., MT, Rektor Universitas Baturaja — kontribusinya dalam penguatan pendidikan tinggi di wilayah Sumatera.
  10. Dr. Haryono, SE., MM, Dirut Bank Daerah Karanganyar — kiprahnya dalam memperkuat ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM.
  11. dr. Ayu Widyaningrum, Owner Widya Aesthetic Clinic, Banjarmasin — inovasinya di bidang kesehatan dan kecantikan berbasis pemberdayaan perempuan.
  12. Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum, Rektor Universitas Ngudi Waluyo — dedikasinya dalam membangun kampus berkarakter dan berdaya saing.
  13. Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., Rektor Universitas Bojonegoro — komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan pendidikan tinggi daerah.
  14. Prof. Dr. Masrukhi, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang — kiprah akademis dan sosialnya dalam mencetak generasi muda berintegritas.
  15. Dr. A.P. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah — kontribusinya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan.
  16. H. Rohman Supriyadi, SE, Owner Diklat Sepak Bola Merden, Banjarnegara — dedikasinya membina generasi muda melalui olahraga sepak bola.
  17. Muryanti, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah ICP Sumberrejo Bojonegoro — inovasinya dalam pembelajaran berbasis karakter dan teknologi.
  18. Warham Syafaat, Pengusaha asal Banjarnegara — perannya dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan sosial di tingkat lokal.
  19. Dr. Lailil Qomariyah, Kepala MI Terpadu Arroihan Malang — komitmennya terhadap pendidikan madrasah berbasis inovasi dan religiusitas.***

Kunjungan Wisman Menggunakan Kereta Api di Wilayah Daop 4 Semarang Terus Menunjukkan Tren Positif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Moda transportasi kereta api di wilayah kerja KAI Daop 4 Semarang mencatat antusiasme yang cukup tinggi dari Warga Negara Asing (WNA).

Berdasarkan data periode Januari hingga September 2025, tercatat sebanyak 34.918 WNA menggunakan layanan kereta api untuk bepergian dari dan ke wilayah Daop 4 Semarang.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 19,5% dari tahun 2024 yang mencatat jumlah penumpang KA WNA sebanyak 29.196 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan bahwa jumlah tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api masih menjadi pilihan utama WNA yang menjelajahi berbagai daerah di Jawa Tengah bagian utara dan tengah, seperti Semarang, Pekalongan, Grobogan, Tegal, Pemalang, hingga Blora.

“Selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman wisata tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan lanskap pedesaan, perkotaan, bahkan pesisir pantai di sepanjang jalur rel,” kata Franoto.

Franoto menyampaikan bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan bagi WNA yang berkunjung ke Indonesia.

“Selain menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, layanan kereta api KAI memberikan jaminan kenyamanan, keamanan, dan akses langsung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dari sejumlah wilayah di bawah Daop 4 Semarang, beberapa stasiun mencatat jumlah penumpang wisatawan mancanegara tertinggi, antara lain Semarang Tawang 17.941 penumpang WNA, Semarang Poncol 5.328 penumpang WNA, Tegal 3.725 penumpang WNA, Pekalongan 3.278 penumpang WNA, dan Weleri 1.645 penumpang WNA. Stasiun-stasiun tersebut menjadi titik naik-turun utama bagi pelancong asing.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Grobogan, Pekalongan, dan Blora juga mulai menunjukkan potensi pertumbuhan kunjungan wisatawan asing, terutama karena keberadaan situs-situs bersejarah dan jalur wisata yang terhubung dengan layanan kereta api.

KAI Daop 4 Semarang tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan layanan transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian di Indonesia. Di wilayah inilah berdiri Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan, salah satu stasiun tertua di Indonesia, yang menjadi titik awal jalur kereta api pertama Tanggung–Semarang yang dibuka pada tahun 1867. Jalur ini menjadi tonggak sejarah awal perkembangan perkeretaapian nasional.

Franoto menambahkan bahwa KAI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas layanan, perawatan prasarana, serta keselamatan perjalanan.

“Kami memastikan seluruh fasilitas dan jalur lintas di wilayah Daop 4 berada dalam kondisi andal agar perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selalu nyaman dan aman,” ujarnya.

KAI berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan asing terhadap konsep perjalanan berbasis pengalaman.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, kami yakin Daop 4 Semarang dapat menjadi salah satu gerbang utama bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat potensi Jawa Tengah melalui jalur kereta api,” tutup Franoto.

Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

0

MUSI BANYUASIN (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik PT PLN (Persero) di seluruh pelosok negeri.

Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025.

Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10) menegaskan, terang listrik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Pemerintah bersama PLN berkomitmen memberikan akses listrik merata hingga tahun 2030.

“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dikebut agar seluruh rakyat dapat menikmati terang yang sama dan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses setara bagi seluruh warga.

“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan). Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, PLN berkomitmen menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, untuk melistriki 1.285 desa di tahun ini, pihaknya akan membangun infrastruktur jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui upaya tersebut, diharapkan lebih dari 77 ribu keluarga bisa menikmati listrik.

“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Di Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang merupakan bagian dari total 1.285 lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Dari sebelas desa tersebut, 7 desa di antaranya berada di wilayah Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.

Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Banyuasin, menyampaikan rasa syukur karena penantian panjangnya kini membuahkan hasil. Dusun 4 Sungai Putih akan segera dilistriki lewat Program Lisdes ABT 2025.

“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan khususnya untuk masyarakat bakal terealisasi. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM atas kerja kerasnya menghadirkan program ini. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ucapnya haru.

Hal senada diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini harus bergantung pada genset untuk penerangan malam hari dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam. Dirinya juga berharap agar seluruh proses yang dikerjakan untuk melistriki desanya dapat segera rampung.

“Biasanya kami nyalakan genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” ujarnya.