spot_img
Beranda blog Halaman 45

Anggota DPR Irma Suryani: Makan Bergizi Gratis Bentuk Investasi untuk Generasi Kuat dan Cerdas

0

OKU SELATAN (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kali ini digelar di Kelurahan Pasar Muara Dua, Kecamatan Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan pada Rabu, (15/10). 

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama, BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Oku selatan M, Bastari serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. 

“Program ini adalah wujud perhatian pemerintah terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Melalui makan bergizi gratis, kita tidak hanya memberi makanan, tapi juga membangun masa depan yang lebih kuat dan cerdas,” ujar Irma.

Ia menambahkan bahwa di Kabupaten OKU Selatan, program ini akan memberi manfaat bagi ribuan siswa yang akan mendapatkan makan siang bergizi secara gratis. Menurutnya, ini merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. 

“Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari. Karena itu, kita harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang,” tambahnya.

Irma juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan program ini. Ia mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat serta Badan Gizi Nasional yang telah memberikan pendampingan dan arahan dalam penyusunan menu sesuai dengan standar gizi nasional. 

“Kami berharap para anggota DPRD juga turut berperan dalam memantau pelaksanaan program ini agar kualitas makanan tetap terjaga dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Irma mengajak masyarakat untuk menjadikan sosialisasi MBG sebagai momentum perubahan perilaku menuju pola makan sehat dan berimbang.

“Sosialisasi ini bukan hanya tentang program pemerintah, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat,” tutupnya.*

Dukung SDGs, UNDIP Resmikan Gerakan “Zero Waste” untuk Kampus Bebas Sampah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi mencanangkan gerakan “UNDIP Zero Waste” di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kampus Tembalang, Jumat (17/10).

Program ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-68 UNDIP, sekaligus langkah konkret menuju kampus bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Pencanangan gerakan ini sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, dan mendukung program nasional Diktisaintek Berdampak.

UNDIP juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse/Repair, Recycle, dan Rot) dalam seluruh kegiatan akademik, penelitian, dan pelayanan kampus.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengapresiasi peran seluruh tim TPST dan para peneliti yang terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih berkelanjutan.

“Terima kasih untuk semua support-nya. Mudah-mudahan kita bisa semakin bermartabat dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan Zero Waste menjadi bentuk nyata kepedulian UNDIP terhadap isu darurat sampah nasional, sekaligus menjawab tantangan Presiden RI agar perguruan tinggi aktif mencari solusi atas permasalahan lingkungan.

“UNDIP ditunjuk sebagai pusat pengelolaan sampah untuk wilayah Jawa Tengah dan akan menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain. Kami ingin membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat lahirnya solusi konkret berbasis sains dan teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan,” tegasnya.

Prof. Suharnomo menambahkan, hasil riset civitas academica mulai dari alat pirolisis hingga sistem pengelolaan terpadu yang akan dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai kontribusi nyata dalam mendukung kebijakan nasional pengelolaan sampah.

Program ini juga diperluas ke masyarakat melalui proyek pengelolaan sampah berbasis RT di Pemalang.

“Jika kedua model ini, kampus dan komunitas, berhasil, UNDIP akan menjadi contoh nyata pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya lagi.

Kepala UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) UNDIP, Dr. Bina Kurniawan, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa sejak 2022 TPST UNDIP telah dikembangkan sebagai pusat inovasi dan pembelajaran pengelolaan sampah berbasis sains.

“Dulu seluruh sampah kampus masih dibuang ke TPA Jatibarang. Kini, berkat dukungan riset lintas fakultas dan kebijakan rektorat, sebagian besar sampah sudah dapat dikelola secara mandiri,” jelasnya.

Ia menguraikan, sampah organik kini diolah menjadi kompos, limbah ranting diubah menjadi asap cair lewat teknologi pirolisis, dan sisa makanan dikelola menggunakan maggot untuk mendukung peternakan ayam di TPST.

Sementara itu, sampah anorganik ditangani melalui inovasi alat pirolisis plastik karya Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., yang mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar gasolin dan telah diuji pada mesin pemotong rumput.

UNDIP juga menggandeng BSI menghadirkan vending machine plastik di UPT Perpustakaan, yang memungkinkan warga kampus menukar sampah dengan poin digital. Untuk limbah B3, universitas telah menerapkan sistem transportasi dan penyimpanan sesuai standar agar tidak lagi dibuang sembarangan.

“Harapan kami, ke depan tidak ada lagi sampah residu yang dibuang ke TPA. Semua bisa diolah menjadi sumber daya baru,” tutur Dr. Bina.

Ia menambahkan, TPST UNDIP kini menjadi rujukan nasional bagi sekolah, instansi, hingga pemerintah daerah, dan akan mewakili Jawa Tengah dalam penilaian nasional K3 Perkantoran oleh Kementerian Kesehatan.

Gerakan Zero Waste UNDIP turut diperkuat oleh para pakar daur ulang dari berbagai fakultas, di antaranya Prof. Ir. Didi Dwi Anggoro, M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. (pengolahan sampah plastik menjadi BBM), Prof. Widayat (pengolahan sampah daun menjadi kompos), Dr. Vivi Endar Herawati, S.Pi., M.Si. (pemanfaatan sampah basah untuk pakan ikan), Dr. Ir. Mulyono, M.Si. (penggunaan maggot sebagai pakan ayam), Prof. Dr. Ir. Fronthea Swastawati, M.Si. (olah ranting menjadi asap cair), dan Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S. (pengelolaan sampah di area waduk UNDIP).

Sebagai simbol komitmen bersama, acara ditutup dengan penandatanganan Deklarasi UNDIP Zero Waste oleh Rektor, Ketua Senat Akademik, Ketua Majelis Wali Amanat, dan para dekan.

Deklarasi tersebut berisi komitmen untuk menolak penggunaan barang sekali pakai, mengurangi limbah, mendorong penggunaan kembali peralatan dan dokumen digital, mendirikan repair corner untuk alat elektronik, serta melakukan pemilahan dan pengomposan di sumber.

Momentum pencanangan ini menjadi tonggak penting perjalanan UNDIP menuju kampus hijau berkelanjutan, sekaligus mendukung implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3), Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7), Kota dan Komunitas Berkelanjutan (SDG 11), serta Tindakan terhadap Perubahan Iklim (SDG 13).

Acara berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah di TPST UNDIP.

Gerakan “UNDIP Zero Waste” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk membangun budaya kampus hijau yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. ***

Penganugerahan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025 Teguhkan Semangat Kebangsaan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 19 tokoh dari berbagai daerah di Indonesia menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh BeritaKita Publisher bekerja sama dengan Suara Pembaruan News.

Malam penganugerahan yang digelar di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat (17/10) malam, berlangsung hangat dan penuh apresiasi.

Ajang ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan peran figur-figur teladan dari berbagai bidang mulai pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan yang telah memberikan inspirasi nyata bagi masyarakat Indonesia.

Chief Editor BeritaKita Publisher sekaligus Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan News, Stefy Thenu, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi para tokoh yang telah menyalakan semangat perubahan dan keteladanan di tengah masyarakat.

“Mereka bukan hanya sukses secara pribadi, tetapi juga menyalakan lentera inspirasi bagi masyarakat luas. Melalui acara ini, kami ingin menegaskan bahwa inspirasi adalah energi positif yang perlu diwariskan, dikisahkan, dan dijadikan teladan bagi generasi berikutnya,” ujar Stefy.

Dalam kesempatan yang sama, BeritaKita Publisher juga meluncurkan buku berjudul Tokoh Inspiratif Nusantara 2025. Buku setebal 128 halaman ini memuat profil dan kisah perjalanan hidup ke-19 penerima penghargaan, menjadi dokumentasi berharga sekaligus karya inspiratif yang merekam kontribusi para tokoh bangsa di bidangnya masing-masing.

“Penerbitan buku ini bukan sekadar bentuk penghormatan simbolik, tetapi juga upaya menanamkan nilai-nilai keteladanan bagi generasi muda Indonesia,” tambah Stefy.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penerima penghargaan ini.

“Para tokoh ini sangat luar biasa. Mereka menjadi penyemangat dan sumber optimisme menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” kata Luthfi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Diskominfo Jateng, Agung Hariyadi.

Salah satu penerima penghargaan, Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas penghargaan tersebut.

“Kehidupan itu harus selalu meninggalkan legacy. Ukiran sejarah yang paling berharga adalah kemanfaatan bagi sesama. Saya hanya berharap bisa terus berbuat berguna bagi masyarakat,” ujar Sujarwanto yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai ASN pada 1 Januari 2026, setelah 33 tahun mengabdi.

Ia menambahkan, jika dirinya dianggap inspiratif, hal itu diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

“Saya hanya berusaha menjalani pengabdian dengan ikhlas dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua GNPK RI Jawa Tengah, Hono Sejati, yang juga menjadi salah satu penerima penghargaan, menilai kegiatan ini perlu terus dilanjutkan karena memiliki nilai motivasi dan inspirasi yang tinggi.

“Dengan adanya inspirasi, akan muncul inovasi dan kolaborasi. Harapannya, generasi muda dapat terus belajar dan meneladani semangat para seniornya,” ujarnya.

Daftar Penerima Penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025:

  1. Irwan Hidayat, Owner Industri Jamu Sido Muncul — dedikasinya dalam mengangkat industri herbal nasional dan memperjuangkan jamu Indonesia di kancah global.
  2. Dr. Supari, ST, MT, Rektor Universitas Semarang — kepemimpinannya dalam inovasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap era digital.
  3. Bambang H. Baharudin, Ketua DPC PDIP Banyumas & Anggota DPRD Jateng — kiprahnya memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang sosial dan ekonomi.
  4. Dr. Arsul Sani, Hakim Mahkamah Konstitusi RI — kontribusinya menjaga marwah konstitusi dan demokrasi Indonesia.
  5. Prof. Dr. Pulung Nurtanio Andono, Rektor Udinus — perannya mengembangkan kampus berbasis teknologi dan kewirausahaan.
  6. Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M, Rektor Universitas Pekalongan — kepemimpinannya yang visioner dalam membangun mutu pendidikan daerah.
  7. Umi Sarofah, S.Pd., M.Pd, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya — dedikasinya meningkatkan mutu pendidikan dasar berbasis karakter.
  8. Dr. Drs. Hono Sejati, SH., MH, Ketua GNPK RI Jateng — perjuangannya dalam pengawasan publik dan pemberantasan korupsi.
  9. Ir. Hj. Lindawati, ST., MT, Rektor Universitas Baturaja — kontribusinya dalam penguatan pendidikan tinggi di wilayah Sumatera.
  10. Dr. Haryono, SE., MM, Dirut Bank Daerah Karanganyar — kiprahnya dalam memperkuat ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM.
  11. dr. Ayu Widyaningrum, Owner Widya Aesthetic Clinic, Banjarmasin — inovasinya di bidang kesehatan dan kecantikan berbasis pemberdayaan perempuan.
  12. Prof. Dr. Subyantoro, M.Hum, Rektor Universitas Ngudi Waluyo — dedikasinya dalam membangun kampus berkarakter dan berdaya saing.
  13. Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., Rektor Universitas Bojonegoro — komitmennya dalam pemberdayaan perempuan dan pengembangan pendidikan tinggi daerah.
  14. Prof. Dr. Masrukhi, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang — kiprah akademis dan sosialnya dalam mencetak generasi muda berintegritas.
  15. Dr. A.P. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah — kontribusinya dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan tata kelola pemerintahan.
  16. H. Rohman Supriyadi, SE, Owner Diklat Sepak Bola Merden, Banjarnegara — dedikasinya membina generasi muda melalui olahraga sepak bola.
  17. Muryanti, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah ICP Sumberrejo Bojonegoro — inovasinya dalam pembelajaran berbasis karakter dan teknologi.
  18. Warham Syafaat, Pengusaha asal Banjarnegara — perannya dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan sosial di tingkat lokal.
  19. Dr. Lailil Qomariyah, Kepala MI Terpadu Arroihan Malang — komitmennya terhadap pendidikan madrasah berbasis inovasi dan religiusitas.***

Kunjungan Wisman Menggunakan Kereta Api di Wilayah Daop 4 Semarang Terus Menunjukkan Tren Positif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Moda transportasi kereta api di wilayah kerja KAI Daop 4 Semarang mencatat antusiasme yang cukup tinggi dari Warga Negara Asing (WNA).

Berdasarkan data periode Januari hingga September 2025, tercatat sebanyak 34.918 WNA menggunakan layanan kereta api untuk bepergian dari dan ke wilayah Daop 4 Semarang.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 19,5% dari tahun 2024 yang mencatat jumlah penumpang KA WNA sebanyak 29.196 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan bahwa jumlah tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api masih menjadi pilihan utama WNA yang menjelajahi berbagai daerah di Jawa Tengah bagian utara dan tengah, seperti Semarang, Pekalongan, Grobogan, Tegal, Pemalang, hingga Blora.

“Selain nyaman dan tepat waktu, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman wisata tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan lanskap pedesaan, perkotaan, bahkan pesisir pantai di sepanjang jalur rel,” kata Franoto.

Franoto menyampaikan bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan bagi WNA yang berkunjung ke Indonesia.

“Selain menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda, layanan kereta api KAI memberikan jaminan kenyamanan, keamanan, dan akses langsung ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dari sejumlah wilayah di bawah Daop 4 Semarang, beberapa stasiun mencatat jumlah penumpang wisatawan mancanegara tertinggi, antara lain Semarang Tawang 17.941 penumpang WNA, Semarang Poncol 5.328 penumpang WNA, Tegal 3.725 penumpang WNA, Pekalongan 3.278 penumpang WNA, dan Weleri 1.645 penumpang WNA. Stasiun-stasiun tersebut menjadi titik naik-turun utama bagi pelancong asing.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Grobogan, Pekalongan, dan Blora juga mulai menunjukkan potensi pertumbuhan kunjungan wisatawan asing, terutama karena keberadaan situs-situs bersejarah dan jalur wisata yang terhubung dengan layanan kereta api.

KAI Daop 4 Semarang tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan layanan transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari sejarah perkeretaapian di Indonesia. Di wilayah inilah berdiri Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan, salah satu stasiun tertua di Indonesia, yang menjadi titik awal jalur kereta api pertama Tanggung–Semarang yang dibuka pada tahun 1867. Jalur ini menjadi tonggak sejarah awal perkembangan perkeretaapian nasional.

Franoto menambahkan bahwa KAI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata melalui peningkatan kualitas layanan, perawatan prasarana, serta keselamatan perjalanan.

“Kami memastikan seluruh fasilitas dan jalur lintas di wilayah Daop 4 berada dalam kondisi andal agar perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, selalu nyaman dan aman,” ujarnya.

KAI berharap tren positif ini dapat terus berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan asing terhadap konsep perjalanan berbasis pengalaman.

“Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata, kami yakin Daop 4 Semarang dapat menjadi salah satu gerbang utama bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat potensi Jawa Tengah melalui jalur kereta api,” tutup Franoto.

Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

0

MUSI BANYUASIN (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperluas pemerataan akses listrik PT PLN (Persero) di seluruh pelosok negeri.

Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.285 desa hingga akhir tahun 2025.

Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat meninjau progres Program Listrik Desa sekaligus penyalaan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (16/10) menegaskan, terang listrik merupakan hak setiap warga negara. Karena itu, Pemerintah bersama PLN berkomitmen memberikan akses listrik merata hingga tahun 2030.

“Target Bapak Presiden Prabowo yang kami terjemahkan dalam arah kebijakan adalah penyelesaian pemerataan listrik di seluruh Indonesia pada 2029–2030,” ujar Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan 5.758 desa dan 4.310 dusun di seluruh Indonesia dapat segera bebas dari kegelapan. Pemerintah memastikan program ini akan terus dikebut agar seluruh rakyat dapat menikmati terang yang sama dan memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurut Bahlil, pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil memang tidak selalu menguntungkan secara bisnis bagi PLN. Namun, ia menegaskan bahwa negara wajib hadir untuk memberikan akses setara bagi seluruh warga.

“Jadi itu (melistriki desa) biayanya cukup tinggi, tapi negara harus hadir untuk memastikan itu (penerangan). Bapak Presiden sangat konsen untuk bagaimana bisa memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” paparnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri ESDM, PLN berkomitmen menuntaskan agenda pemerataan listrik hingga ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melalui listrik, perubahan besar dapat terjadi bagi masyarakat, mulai dari peningkatan taraf hidup, pertumbuhan ekonomi desa, hingga pembukaan lapangan kerja baru. PLN siap menjalankan amanat pemerintah untuk menerangi seluruh negeri tanpa terkecuali,” tegas Darmawan.

Darmawan menambahkan, untuk melistriki 1.285 desa di tahun ini, pihaknya akan membangun infrastruktur jaringan tegangan menengah sepanjang 4.770 kilometer sirkuit (kms), 3.265 kms jaringan tegangan rendah, dan 94.040 kilovolt ampere (kVA) gardu distribusi. Melalui upaya tersebut, diharapkan lebih dari 77 ribu keluarga bisa menikmati listrik.

“Ini bukan sekadar angka, tapi kehidupan yang berubah. Anak-anak bisa belajar malam hari, usaha kecil bisa tumbuh, dan desa jadi lebih sejahtera,” ujarnya.

Di Sumatera Selatan sendiri, terdapat 11 desa yang merupakan bagian dari total 1.285 lokasi Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025. Dari sebelas desa tersebut, 7 desa di antaranya berada di wilayah Musi Banyuasin, yakni Desa Bandar Jaya, Desa Epil Barat, Desa Kepayang, Desa Mangsang, Desa Muara Merang, Desa Pangkalan Bulian, dan Desa Sako Suban.

Rosidin, Kepala Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Banyuasin, menyampaikan rasa syukur karena penantian panjangnya kini membuahkan hasil. Dusun 4 Sungai Putih akan segera dilistriki lewat Program Lisdes ABT 2025.

“Hampir sekitar 10 tahun warga menunggu. Alhamdulillah, dalam waktu yang dekat ini, jaringan listrik dan sarana penerangan khususnya untuk masyarakat bakal terealisasi. Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri ESDM atas kerja kerasnya menghadirkan program ini. Listrik ini sangat membantu perekonomian warga dan mendukung anak-anak kami belajar dengan lebih baik,” ucapnya haru.

Hal senada diungkapkan Rohiya, warga Dusun 4 Sungai Putih, yang selama ini harus bergantung pada genset untuk penerangan malam hari dengan biaya hingga Rp25 ribu per malam. Dirinya juga berharap agar seluruh proses yang dikerjakan untuk melistriki desanya dapat segera rampung.

“Biasanya kami nyalakan genset dari jam enam sampai jam sembilan malam, biaya Rp25 ribu semalam. Kalau sedang tak punya uang, ya gelap-gelapan. Semoga semuanya diberi keselamatan dan kelancaran dalam memasang listrik sampai ke desa kami,” ujarnya.

Program MBG Akan Mendorong Kesadaran Gizi Masyarakat Menuju Generasi Emas 2045

0

SERANG (Pertamanews.id) – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat langkah nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Gizi yang tepat merupakan fondasi kuat untuk melahirkan generasi berkualitas dimasa mendatang.

Sosialisasi program MBG ini digelar di Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten pada Senin, (13/10). Sosialisasi MBG merupakan bagian dari upaya mendorong kesadaran pentingnya gizi seimbang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas 2045.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, menegaskan bahwa MBG merupakan strategi nasional untuk membangun fondasi generasi bangsa yang sehat dan berdaya saing.

“Program Makan Bergizi tidak sekadar memberikan makanan, melainkan menanamkan kesadaran bahwa gizi merupakan investasi masa depan bangsa. Ketika anak-anak tumbuh dengan nutrisi yang baik, mereka tumbuh menjadi generasi cerdas dan tangguh yang siap membawa Indonesia maju,” ujar Tubagus Haerul.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan sehat. Para orang tua juga harus memperhatikan konsumsi makanan anak dan keluarganya agar dapat tumbuh menjadi lebih optimal.

“Keluarga adalah titik awal pendidikan gizi. Jika di rumah sudah terbiasa dengan pola makan seimbang, maka masyarakat secara keseluruhan akan tumbuh lebih kuat dan mandiri,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Pakar Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, menjelaskan bahwa penanganan masalah gizi dan stunting harus dilakukan secara menyeluruh.

“Stunting bukan hanya karena kekurangan makan, tapi juga berkaitan dengan pola asuh, kebersihan, dan akses layanan kesehatan. Program MBG hadir untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat dengan mengedukasi sekaligus membangun kebiasaan makan yang baik,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa edukasi gizi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan utama kita bukan sekadar memberi makan, tetapi menumbuhkan kesadaran bahwa gizi adalah kunci masa depan yang sehat dan produktif,” tegasnya.

Menanggapi, Staff Administrasi Anggota DPR Ahmad Sanukri, mengigatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam program MBG. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam kelancaran program MBG disetiap daerah.

“Kesuksesan program MBG bergantung pada keterlibatan semua pihak. Makan bergizi bukan berarti makan banyak, melainkan makan dengan komposisi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Itulah yang akan melahirkan generasi yang kuat dan produktif,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, legislatif, tenaga ahli, dan masyarakat dalam menanamkan nilai gizi seimbang sejak dini. Melalui MBG, diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa membangun generasi sehat adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya menuju Generasi Emas 2045.*

Sosialisasi MBG Hadir di Desa Kemu, Wujudkan Generasi Sehat dan Kuat di OKU Selatan

0

OKU SELATAN (Pertamanews.id) – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggencarkan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya memperkuat ketahanan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Desa Kemu Ulu, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, pada Selasa (14/10).

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Kabupaten OKU Selatan Nopenson, Kepala Desa Kemu Ulu Syapiin, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan gizi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.

“Program ini alhamdulillah akan memberi manfaat untuk 42 ribu siswa di OKU Selatan. Ini merupakan bagian dari upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makan siang bergizi gratis bagi anak-anak usia sekolah,” ujarnya.

Irma menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa dicapai tanpa dukungan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi peran para tokoh masyarakat yang menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada warga. Begitu juga dengan dukungan Badan Gizi Nasional yang memastikan standar gizi terpenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten OKU Selatan, Nopenson menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh kecamatan.

“Kami akan memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan gizi siswa. Pengawasan ini penting agar program benar-benar berdampak pada peningkatan kesehatan anak-anak di daerah ini,” ungkapnya.

Menanggapi, Kepala Desa Kemu Ulu, Syapiin, juga menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi tersebut.

“Kami menyambut baik program ini karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Semoga dengan adanya MBG, anak-anak kami tumbuh lebih sehat dan semangat belajar meningkat,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat OKU Selatan semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mendukung pelaksanaan program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus bangsa.*

JNE Kembali Raih Penghargaan Courier of The Year di Indonesia Logistics Awards 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – JNE kembali dianugerahkan prestasi gemilang dalam ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025 dengan meraih penghargaan kategori Courier of The Year.

Ajang ini merupakan apresiasi nasional bidang logistik diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI) yang diberikan langsung kepada M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE di Hotel JS Luwansa Jakarta (9/10).

Kategori ini diberikan berdasarkan hasil penelitian menyeluruh yang dilakukan oleh tim Riset SCI dan dewan juri ILA yang mengukur performa dan kontribusi perusahaan.

Penghargaan Courier of The Year ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kinerja unggul seluruh Ksatria dan Srikandi JNE yang dinilai berhasil membangun performa operasional yang kuat serta menerapkan strategi bisnis yang adaptif dan efektif di tengah tantangan industri.

Komitmen JNE terhadap kualitas layanan, inovasi digital, dan kepercayaan pelanggan merupakan kunci utama. Komitmen ini terus menjadi fondasi bagi JNE untuk terus menjadi partner logistik terpercaya yang turut memajukan UMKM di Indonesia.

M. Feriadi Soeprapto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Supply Chain Indonesia atas penghargaan yang diberikan.

“Selama menjalankan operasional perusahaan, JNE selalu mengusung semangat “Connecting Happiness”.

Filosofi ini diwujudkan melalui pelayanan terbaik dan berbagai program perusahaan yang berlandaskan prinsip Berbagi, Memberi dan Menyatuni. Hal ini menjadikan semangat JNE untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Prinsip ini diwujudkan dengan program kolaborasi yang diselenggarakan untuk masyarakat luas sebagai dukungan nyata di bidang sosial, olahraga, budaya, sampai dengan program acara edukatif untuk pemberdayaan komunitas maupun UMKM,” ujarnya.

Penghargaan ini sejalan dengan semangat HUT JNE ke-35 tahun dengan tema ‘Bergerak Bersama’ mencerminkan semangat kolektif yang menjadi kunci keberhasilan JNE untuk melintasi generasi, menghadirkan inovasi, dan terus beradaptasi di era transformasi digital yang dinamis.

JNE tidak hanya diakui sebagai penyedia jasa ekspres dan logistik di Indonesia, tetapi jugapembangunan perekonomian.

JNE akan terus berkontribusi secara nyata selama lebih dari 35 tahun dan memastikan bahwa JNE selalu menghuhubngkan kebahagaiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kunjungan Edukatif ke Batang, Siswa SMP Nasima Belajar Jadi Generasi Maritim Muda

0

BATANG (Pertamanews.id) – SMP Nasima Semarang terus mengembangkan pembelajaran mendalam atau Deep Learning sebagaimana digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Melalui kegiatan Pengenalan dan Eksplorasi Lingkungan Jelajah Nusantara (PEL-JN) serta Eksplorasi, Live in, Ekspose, dan Jelajah Nusantara (ELE-JN), sekolah ini mengajak peserta didik belajar dengan prinsip mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan).

SMP Nasima melaksanakan kegiatan PEL-JN dengan mengunjungi industri galangan kapal kayu dan pabrik teh di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Pada Rabu (15/10).

Kegiatan ini diikuti 136 siswa kelas VII bersama 7 guru pendamping. Di galangan kapal milik CV Berkah Mandiri yang berlokasi di Karangsari, Karangasem Utara, Batang, para siswa belajar proses pembuatan kapal kayu berbagai ukuran, mulai dari 29 Gross Tonnage (GT) hingga 200 GT.

Mereka menyaksikan tahapan produksi, mulai dari penyiapan bahan baku berupa kayu meranti asal Kalimantan dan Papua, pembuatan konstruksi kapal, pelapisan bahan anti biota laut (laminasi), pemasangan mesin, pengecatan, hingga kapal siap diluncurkan ke laut.

Menurut Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, M.Pd., kegiatan PEL-JN dan ELE-JN yang digelar serentak sepanjang Oktober bertujuan mengenalkan peserta didik pada keunikan budaya, profesi, dan potensi berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Dengan kegiatan PEL-JN untuk kelas VII dan IX, serta ELE-JN untuk kelas VIII, peserta didik diharapkan akan memeroleh pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman bernilai tentang keragaman wilayah, profesi, dan budaya yang akan memperkaya wawasan dan pemahaman mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMP Nasima, Karni Dwi Irmaningsih, M.Pd., yang turut mendampingi kunjungan, mengatakan bahwa pemilihan lokasi ini selain relevan dengan materi pembelajaran, juga untuk menanamkan karakter kebangsaan.

“Sebagai bangsa maritim, peserta didik sudah sepatutnya diperkenalkan dengan tradisi bahari yang salah satunya melekat pada masyarakat Kabupaten Batang berupa keterampilan membuat kapal kayu berbagai ukuran,” kata Irma.

“Dengan melihat langsung proses produksi dan menimba informasi dari pengusaha serta pengrajin kapal kayu, peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan secara nyata dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa maritim,” imbuhnya.

Selain mengunjungi galangan kapal, siswa kelas VII juga berkesempatan belajar di perkebunan dan pabrik teh PT Pagilaran di Desa Keteleng, Blado, Batang.

Di sana, mereka mengikuti kegiatan Welcome Tea — tradisi minum teh khas Pagilaran — sebelum menjelajah area perkebunan.
Para siswa mempelajari berbagai tahapan produksi teh, mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, pemangkasan (peremajaan), centering untuk merangsang tunas baru dan memperluas bidang petik, pemetikan daun teh, hingga pengolahan menjadi produk siap pasar.

Sementara itu, kelas IX melaksanakan kegiatan PEL-JN di Kabupaten Magelang, dengan objek belajar di Pos Pengamatan Gunung Merapi Ketep Pass dan kebun stroberi.

Melalui kunjungan ini, siswa diajak mengenal karakteristik geografis, mata pencaharian masyarakat, potensi wisata, serta mitigasi bencana di kawasan Merapi yang dikenal aktif.

Adapun kelas VIII mengikuti kegiatan ELE-JN di Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan keunikan budaya serta kehidupan masyarakat pedesaan agar siswa memperoleh pengalaman nyata tentang keragaman sosial dan budaya di Indonesia.

Wujud Nyata Green Industry, KIW Hijaukan Pesisir Utara Semarang Lewat Penanaman 4.500 Pohon

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan industri berkelanjutan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa melaksanakan kegiatan Penanaman Mangrove dan Cemara Laut di kawasan KIW Edge dan bantaran sungai sisi utara KIW hari ini (15/10).

Sebanyak 3.700 bibit pohon mangrove dan 851 bibit cemara laut ditanam di area hijau sepanjang 675 meter di sisi timur dan barat KIW Edge, serta bantaran sungai di sisi utara KIW sepanjang 550 meter.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program “Mageri Segoro – Aksi Nyata Cinta Bumi”, yaitu gerakan lingkungan yang diinisiasi sejak tahun 2021 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memulihkan dan melestarikan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove secara masif dan berkelanjutan.

Adapun kegiatan di KIW menjadi salah satu titik penting dalam gerakan tersebut, mengingat posisi strategis kawasan industri ini yang berdekatan dengan wilayah pesisir utara Semarang.

Direktur Utama KIW, Ahmad Fauzie Nur, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen KIW dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan industri yang berorientasi pada keberlanjutan harus diiringi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, KIW menegaskan posisinya sebagai pionir dalam penerapan prinsip green industry di Jawa Tengah di manakawasan industri bisa menjadi ruang hijau yang berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Fauzie.

Lebih lanjut, Ahmad Fauzie menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia industri, akademisi, dan masyarakat — sejalan dengan visi KIW untuk menjadi kawasan industri yang ramah lingkungan, tangguh, dan berkelanjutan.

Sejumlah tenant dan mitra KIW melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan turut berkontribusi dalam kegiatan ini, di antaranya PT Sido Muncul, PT APTIV Components Indonesia, Phapros, PT MAS Arya Indonesia, PT Putra Wijayakusuma Sakti, PT Kubota, PT Prym Intimates Indonesia, PT Semeru Karya Buana, PT MAS Siluetta Indonesia, PT AST Indonesia, PT Sandang Asia Maju Abadi, PT Dwijaya Kosmedika, PT Nippo Indosari Corpindo Tbk, PT Pandowo Utomo Food, PT Golden Way Forestindo, PT TPIINC Jakarta, Koperasi Kusuma Mulya, serta diikuti oleh Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Semarang dan SMA N 8 Semarang yang turut ambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

Kegiatan penanaman mangrove dan cemara laut di sisi utara KIW membawa manfaat besar, antara lain, mencegah abrasi dan menjaga stabilitas bantaran sungai, meningkatkan keanekaragaman hayati pesisir, meningkatkan kualitas udara dan fungsi ekosistem alami, serta memberi edukasi dan kesadaran lingkungan kepada masyarakat dan tenant kawasan industri.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi kawasan industri lainnya di Indonesia untuk turut bergerak bersama menjaga bumi untuk generasi berikutnya,” tutup Ahmad Fauzie.