spot_img
Beranda blog Halaman 48

Imigrasi Wonosobo Tegaskan Peran Masyarakat Kunci Utama Tangkal Penyelundupan Manusia

0

TEMANGGUNG (Pertamanews.id) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyebaran Informasi Keimigrasian tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Kabupaten Temanggung. Acara digelar di Aliyana Hotel & Resorts, Jalan KH Agus Salim No. 7, Gendongan, Temanggung.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari instansi pemerintah daerah, tenaga kerja, serta masyarakat umum.

Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya serta modus tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi ancaman serius di wilayah kerja Imigrasi Wonosobo.

Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber, yaitu Suwandono, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Inteldakim) Kanim Wonosobo, Pujiono dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta Endang dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Temanggung.

Dalam paparannya, Suwandono menekankan pentingnya peran keimigrasian dalam pencegahan TPPO melalui pengawasan dokumen perjalanan dan izin tinggal orang asing.

“Imigrasi tidak hanya melayani penerbitan paspor, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap warga negara terlindungi dari tindak kejahatan perdagangan orang,” ujarnya.

Pujiono dari BP3MI menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai TPPO. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi calon pekerja migran agar memahami prosedur resmi keberangkatan.

Sementara itu, Endang dari Disnakertrans Temanggung menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperkuat perlindungan tenaga kerja lokal melalui peningkatan koordinasi lintas sektor dan edukasi kepada masyarakat desa.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Kantor Imigrasi Wonosobo, Disnakertrans Kabupaten Temanggung, dan BP3MI dalam melindungi masyarakat dari kejahatan perdagangan orang.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan martabat warga negara Indonesia

Cemil Dining & Kobi’s Brew Kolaborasi Hadirkan “Bites and Brews” di Kotta Hotel Semarang

0

SEMARANG (Pertamenews.id) – Pecinta kopi dan kuliner di kawasan Kota Lama Semarang kini punya alasan baru untuk nongkrong. Cemil Dining dan Kobi’s Brew, dua tenant populer di Kotta Hotel Semarang, berkolaborasi menghadirkan program terbaru bertajuk “Bites and Brews.”

Lewat kolaborasi ini, pengunjung diajak menikmati perpaduan makanan dan minuman favorit dalam suasana santai khas Kotta Hotel. Menu yang ditawarkan pun beragam — mulai dari Cemil Cheese Burger yang juicy, Chicken Wings renyah, Swedish Meatballs, hingga Cemil BBQ Beef Ribs yang menggugah selera.

Tak ketinggalan, Kobi’s Brew turut menghadirkan sederet minuman andalan seperti Butterbeer, Salted Caramel Latte, dan Amber Pie — racikan manis dan segar yang pas untuk menemani waktu santai di tengah hangatnya atmosfer Kota Lama.

“Konsep ini kami hadirkan agar orang bisa menikmati suasana santai sambil makan dan minum enak tanpa ribet. Mau nongkrong, kerja santai, atau sekadar me time, semuanya bisa di sini,” ujar tim Marketing Communication Kotta Hotel Semarang, lewat keterangan persnya, Kamis (9/10).

Program “Bites and Brews” sudah bisa dinikmati setiap hari di Cemil Dining & Kobi’s Brew, Kotta Hotel Semarang, Jalan Letjen Suprapto No. 26, Kota Lama, dengan harga mulai Rp30.000.

Untuk informasi dan reservasi, pengunjung dapat menghubungi 0818 661 116 atau mengunjungi akun Instagram @cemildining

Program MBG Jadi Langkah Nyata Wujudkan Bengkulu Sehat, Maju, dan Sejahtera

0

BENGKULU (Pertamanews.id) – Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sambutan meriah dari warga Desa Bumi Sari. MBG adalah program strategis nasional yang bertujuan untuk memberikan akses gizi kepada masyarakat demi terciptanya generasi yang sehat, dan cerdas dimasa mendatang.

Kegiatan sosialisasi program MBG ini bertempat di Kantor Desa Bumi Sari Jaya, Kecamatan Ujan Mas, Bengkulu pada Senin (6/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI.Eko Kurnia Ningsih, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya program MBG untuk meningkatkan kesehatan anak dan menekan angka stunting di Bengkulu.

“Harapan kita, program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan karena anak-anak dapat belajar dengan lebih baik ketika tubuh mereka sehat dan bergizi. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata menuju Bengkulu yang lebih sehat, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tutur Eko Kurnia Ningsih.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Bengkulu, Edwar Samsi menekankan peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program MBG, terutama dengan melibatkan UMKM lokal.

“Program ini berasal dari Perpres No. 83 Tahun 2024. Kita berharap masyarakat desa bisa berperan aktif, termasuk UMKM lokal, dalam penyediaan bahan pangan. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi anak, kita juga dapat menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala menegaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya pada pemberian makanan, tetapi juga pemerataan gizi yang tepat sasaran.

“Program MBG bukan sekadar membuat anak kenyang, tetapi menyediakan makanan bergizi yang dirancang secara ilmiah untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar,” ungkapnya.

Program MBG dirancang dengan empat standar pelaksanaan utama yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, higienitas, dan keamanan pangan. Sasaran utama program ini mencakup anak usia sekolah dari PAUD hingga SMA, santri pesantren, anak berkebutuhan khusus, serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Selain meningkatkan kesehatan generasi mendatang, MBG juga membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha lokal melalui penyediaan bahan pangan. Dengan sinergi pemerintah, sekolah, masyarakat, dan UMKM, program ini diharapkan mampu mewujudkan generasi Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Peduli terhadap Masyarakat Sekitar, KAI Daop 4 Salurkan Bantuan Program TJSL Senilai Rp94,8 Juta

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang kembali menunjukkan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan.

Terbaru bantuan senilai Rp94,8 juta disalurkan kepada delapan penerima dari berbagai wilayah di Jawa Tengah pada Rabu (8/10).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Tim TJSL KAI Daop 4 Semarang, bertempat di Kantor Daop 4 kepada para perwakilan penerima. Bantuan TJSL kali ini meliputi bidang pendidikan dan kemasyarakatan, mulai dari renovasi sekolah hingga renovasi rumah ibadah.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa bantuan tersebut menjadi wujud nyata komitmen KAI Daop 4 untuk tumbuh bersama masyarakat. Dari perbaikan lapangan olahraga di Kelurahan Wates Semarang, renovasi masjid di Kelurahan Petarukan Pemalang, hingga pembangunan pojok baca di SDN 01 Cibiyuk Pemalang yang kini menjadi tempat baru bagi anak-anak desa untuk belajar dan membaca bersama.

“Program TJSL ini bukan sekadar bantuan dana, tapi bentuk kepedulian kami agar masyarakat di sekitar wilayah operasional KAI dapat terus berkembang,” ujar Franoto.

Untuk pojok baca di SDN 01 Cibiyuk Pemalang, penyaluran dana TJSL ini lahir dari kepedulian terhadap peningkatan literasi anak-anak di daerah sekitar jalur kereta api. SDN 01 Cibiyuk hingga kini belum memiliki fasilitas perpustakaan atau ruang baca yang memadai.

“Kami berharap pojok baca ini bisa menjadi awal dari kebiasaan baru – anak-anak membaca bersama, berdiskusi, dan belajar dengan suasana yang menyenangkan. Program ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam memajukan masyarakat di sekitar lintasan kereta api.,” kata Franoto.

Franoto melanjutkan, KAI Daop 4 tidak hanya berorientasi pada pendapatan dari kegiatan usaha transportasi, tetapi juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Melalui kegiatan seperti ini, Daop 4 ingin terus memperkuat hubungan baik dengan masyarakat serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di sekitar jalur kereta api.

“Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, KAI Daop 4 Semarang percaya bahwa kemajuan perusahaan akan berjalan seiring dengan kemajuan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya,” tutupnya.

Adapun rincian penerima bantuan TJSL KAI Daop 4 pada Rabu (8/10) sebagai berikut:

  1. Ketua Panitia Perbaikan Fasilitas Olahraga Lapangan Voli, beralamat di Suler RT 05 RW 02, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang menerima bantuan senilai Rp 6.130.000,- berupa dana perbaikan fasilitas lapangan voli.
  2. Yayasan Pendidikan Umum Bangunsari (YPUB) SD Bangunsari, beralamat di Jalan Lodan IIIA RT 01 RW 03 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang menerima bantuan senilai Rp 4.000.000,- berupa dana peninggian teras sekolah SD Bangunsari.
  3. SD Negeri Kemijen 03, beralamat di Jalan Cilosari Barat RT 03 RW 08, kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, menerima bantuan senilai Rp 3.000.000,- berupa dana pengadaan sarana kebersihan SD Negeri Kemijen 03.
  4. SD Muhammadiyah 10, beralamat di Jalan Brotojoyo II/25 Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, menerima bantuan senilai Rp 3.500.000,- berupa dana sarana prasarana SD Muhammadiyah 10.
  5. SD Muhammadiyah 05, beralamat di Jalan Cumi-Cumi Raya, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, menerima bantuan senilai Rp 5.000.000,- berupa dana perbaikan prasarana SD Muhammadiyah 05.
  6. Komite Sekolah SD Negeri 01 Cibiyuk, beralamat di Jalan Raya Desa Cibiyuk RT 04 RW 01 Desa Cibiyuk, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, menerima bantuan senilai Rp 48.250.000,- berupa dana pembangunan pojok baca SDN 01 Cibiyuk.
  7. Panitia Renovasi Musholla At-Taqwa, beralamat di Jalan Kartini Gg. Garuda RT 10 RW 12 Keboijo Kelurahan Petarukan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, menerima bantuan senilai Rp 10.000.000,- berupa dana renovasi Musholla At-Taqwa.
  8. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sambong, beralamat di Jalan Nasional Blora-Cepu, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, menerima bantuan senilai Rp 15.000.000,- berupa dana pembangunan Masjid Jami’ Ummul Mu’minin Aisyah.

Lewat Program Gizi Anak, Sido Muncul Bantu 120 Balita dan Percepat Penurunan Stunting di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Upaya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia kembali menunjukkan hasil nyata. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Sido Muncul berkontribusi menurunkan angka stunting di Kabupaten Semarang hingga tinggal 3,1 persen, menjadikannya terendah kedua di Jawa Tengah.

Program bertajuk “Sido Muncul Peduli Gizi Anak” ini menyalurkan bantuan senilai Rp360 juta untuk 120 balita gizi kurang di tiga kecamatan: Ambarawa, Jambu, dan Banyubiru. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, kepada Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, di kawasan Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Klepu, Rabu (8/10/2025).

Setiap balita penerima akan memperoleh Rp500 ribu per bulan selama enam bulan, mulai Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dana disalurkan langsung kepada orang tua untuk memastikan penggunaannya lebih tepat sasaran dan mudah dipantau perkembangannya.

“Kami ingin bantuan ini benar-benar memberi hasil. Karena itu, setiap bulan kami minta laporan perkembangan berat badan anak-anak penerima,” ujar Irwan Hidayat.

Irwan menuturkan, inisiatif ini bukan semata kegiatan sosial, melainkan bagian dari panggilan pribadi. Ia mengaku pernah mengalami masa kecil yang sulit akibat kekurangan gizi dan gangguan kesehatan.

“Saya lahir dalam kondisi lemah, bahkan pernah mengalami gejala stunting. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa hidup sehat dan bermanfaat adalah anugerah yang harus dibagikan,” tuturnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi komitmen Sido Muncul yang terus menunjukkan kepedulian terhadap isu kesehatan anak. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting di daerah.

“Bantuan ini sangat berarti. Saat ini anak stunting di Kabupaten Semarang tinggal 1.835 anak, turun hampir separuh dari dua tahun lalu yang masih sekitar 3.600 anak,” kata Ngesti.

Ia menambahkan, penurunan signifikan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan dukungan CSR berbagai pihak. Kabupaten Semarang kini juga memperluas program makanan bergizi gratis dan edukasi gizi keluarga di tingkat kelurahan.

Dampak bantuan Sido Muncul mulai dirasakan masyarakat. Inneke, warga Kelurahan Jambu, mengaku bantuan tersebut membantu memperbaiki kondisi gizi anak keduanya, Calista (2), yang kini mulai menunjukkan peningkatan berat badan setelah rutin mendapat asupan tambahan.

“Dulu Calista hanya minum ASI, belum banyak makan. Sekarang sudah mau belajar makan, dan bantuan ini sangat membantu kami memenuhi gizinya,” ujarnya.

Hingga kini, Sido Muncul telah membantu 864 anak di berbagai daerah, dari Jakarta hingga Gianyar. Bagi perusahaan jamu legendaris itu, membantu memperbaiki gizi anak bukan sekadar aksi sosial, melainkan investasi bagi masa depan bangsa.

“Menolong anak-anak agar tumbuh sehat bukan amal sesaat, tapi bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk masa depan Indonesia,” pungkas Irwan.

KAI Daop 4 Semarang Catat Kinerja Volume Angkutan Barang Sebesar 28 Ribu Ton pada September 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mencatat kinerja volume angkutan barang yang cukup baik pada September 2025 dengan capaian volume angkutan barang mencapai 28.359 ton.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa capaian pada September tahun 2025 meningkat 51% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mengangkut sebanyak 18.788 ton.

“Pertumbuhan ini merupakan hasil dari optimalisasi layanan, peningkatan kerja sama dengan mitra logistik, serta keandalan moda angkutan kereta api dalam menjawab kebutuhan distribusi barang yang efisien dan tepat waktu,” ungkap Franoto.

Adapun rincian angkutan barang KAI Daop 4 Semarang pada September tahun 2025 adalah sebagai berikut:

  • Angkutan Petikemas: 18.259 ton
  • Angkutan Retail (BHP): 185 ton
  • Angkutan Retail (Parcel)/ General Cargo: 491 ton
  • Angkutan Barang Lainnya: 9.424 ton

Total pengangkutan barang tersebut didukung oleh infrastruktur dan sistem logistik yang terus ditingkatkan KAI untuk menghadirkan layanan pengiriman yang tepat waktu dan efisien.

Adapun KAI Daop 4 mencatat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) angkutan barang pada September 2025 sebesar 98,60% untuk keberangkatan dan 96,19% untuk kedatangan.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen menjadi mitra logistik strategis bagi pelaku usaha dan masyarakat. Moda angkutan kereta api memiliki sejumlah keunggulan, seperti:

  • Daya angkut besar untuk pengiriman dalam jumlah besar sekaligus
  • Keamanan terjamin dengan sistem pengawasan berlapis
  • Ketepatan waktu tinggi karena bebas hambatan jalan raya
  • Biaya kompetitif dan transparan, tanpa pungutan liar
  • Ramah lingkungan, dengan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan jalan

“Infrastruktur dan sarana yang dimiliki KAI mendukung kelancaran pengiriman barang skala besar. Kami juga didukung oleh teknologi pemantauan modern, gudang penyimpanan representatif, serta peralatan bongkar muat yang mendukung,” tambah Franoto.

Kinerja unggul KAI Daop 4 Semarang juga ditopang oleh lokasi operasional yang strategis, mencakup berbagai kawasan industri penting di Jawa Tengah seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

KAI membuka secara luas bagi masyarakat maupun perusahaan yang ingin melakukan kerja sama angkutan barang. Untuk informasi lebih lanjut terkait kerjasama angkutan barang KAI, dapat menghubungi Unit Angkutan Barang Daop 4 Semarang di Jl. MH Thamrin Nomor 3 Semarang, atau dapat melalui website cargo.kai.id

Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Kolaka, Dorong Generasi Sehat dan Cerdas

0

KOLAKA (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi hadir di Kelurahan Sakuli, Kolaka untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus gencar melakukan sosialisasi program MBG untuk memberikan penguatan gizi untuk jutaan penerima manfaat.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini digelar di Kelurhan Sakuli, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara pada Senin, (6/10).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, Staff Promosi dan Edukasi Gizi BGN Kholiddin, Lurah Watuliandu Muh. Adiyanto serta tokoh masyarakat setempat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, menegaskan bahwa isu gizi merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Untuk itu gizi yang baik akan sangat membantu dalam upaya melahirkan generasi bangsa yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing global.

“Sebagai wakil rakyat, saya memandang gizi yang baik adalah pondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, mari kita pahami bersama apa itu Program Makan Bergizi Gratis, bagaimana penyalurannya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat. Saya berharap sosialisasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik tolak untuk perubahan nyata,” tutur Ahmad Safei.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Sementara itu, Staff Promosi dan Edukasi Gizi BGN Kholiddin menyampaikan bahwa MBG dirancang bukan sekadar program bantuan, melainkan sebuah investasi masa depan.

“Makan itu penting, tetapi harus bergizi. Karena itulah MBG hadir, untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan yang tepat sejak dini. Program ini melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari relawan dapur hingga penyedia bahan pangan, sehingga manfaatnya juga dirasakan dalam peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Dukungan dari pemerintah daerah turut disuarakan oleh Lurah Watuliandu, Muh. Adiyanto yang menyampaikan apresiasinya.

“Kami menyambut program ini dengan penuh antusias. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan besar, tetapi dengan kerja bersama, kita bisa memastikan anak-anak Kolaka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” ucap Adiyanto.

Sosialisasi MBG di Kolaka menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan gizi sekaligus memberdayakan potensi lokal, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat tercapai melalui generasi yang sehat dan berkualitas.*

Gencarkan Sosialisasi MBG, Pemerintah Targetkan Bengkulu Jadi Contoh Daerah Sehat

0

KEPAHIANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, kali ini menyapa masyarakat Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi.

Kegiatan sosialisasi program MBG ini bertempat di Gedung Serba Guna Desa Bandung Jaya, Kecamatan Kabawetan, Kepahiang pada Minggu (5/10). Sosialisasi kali ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi sejak dini.

“Program ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bagian dari upaya membangun generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita ingin anak-anak Bengkulu tumbuh dengan gizi seimbang agar memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Eko Kurnia Ningsih.

Ia menambahkan, pelaksanaan program MBG juga harus disertai edukasi tentang pentingnya pola makan sehat di sekolah maupun di rumah.

“Kita harus memastikan bahwa masyarakat memahami makna gizi yang baik, bukan hanya kenyang tetapi juga bergizi. Dengan begitu, kita dapat menurunkan risiko masalah gizi di daerah ini,” imbuhnya.

Senada, perwakilan BGN, Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan bahwa BGN berkomitmen mengawal program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami memastikan setiap menu yang disajikan disusun oleh ahli gizi dan sesuai kebutuhan anak. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bengkulu, Edwar Samsi, menyampaikan dukungannya terhadap penerapan program MBG yang juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.

“Program ini memberikan manfaat ganda. Selain menyehatkan anak-anak, juga menggerakkan ekonomi masyarakat karena UMKM lokal dapat berperan dalam penyediaan bahan pangan bergizi,” tuturnya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Bengkulu diharapkan semakin memahami bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat, Bengkulu diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mencetak generasi sehat dan berdaya saing tinggi.

MBG dibentuk dengan tujuan memberikan akses makan bergizi kepada anak usia sekolah, ibu hamil & menyusui juga balita, menekan angka stunting dan gizi buruk, meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar, serta dirancang untuk memberdayakan pelaku usaha lokal (UMKM pangan, petani, dll).*

Program MBG Disosialisasikan di Pekanbaru: Dorong Generasi Sehat, Cerdas dan Berdaya Saing

0

PEKANBARU (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Kota Pekanbaru untuk memperluas penerima manfaat. Sosialisasi program MBG menjadi langkah awal dalam upaya melahirkan generasi sehat dan cerdas dengan memberikan penguatan gizi yang tepat. 

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Sosialisasi program MBG kali ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Maharani, Analis Kebijakan Badan Gizi Nasional Kolonel Inf Erin Andriyanto, serta tokoh masyarakat setempat. Kebijakan baru ni menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat Riau memahami dan mendukung penuh pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. Maharani, menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul Indonesia. 

“Untuk menciptakan negara yang berdaya saing, kita harus memastikan anak-anak kita lahir dengan sehat dan cerdas. Oleh karena itu pemerintah menghadirkan program Makan Bergizi Gratis agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Kita harus bersama-sama mendukung program ini tanpa kecuali agar dapat terus berlanjut,” tutur Maharani Kamis, (3/10).

Maharani juga menambahkan bahwa manfaat program MBG tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga meluas hingga masyarakat sekitar. Para petani dapat menyalurkan hasil panen mereka melalui Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG), sementara ibu-ibu rumah tangga dapat turut berperan sekaligus memperoleh tambahan penghasilan. 

“Ini adalah bentuk sinergi antara kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” lanjutnya.

Sementara itu, Kolonel Inf Erin Andriyanto menekankan bahwa MBG adalah salah satu program strategis nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

“Secara umum, program MBG adalah bagaimana dapat meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta memudahkan akses gizi makanan bagi masyarakat. Dengan begitu, program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar SPPG,” tegasnya.

Ia menambahkan, program ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengatasi permasalahan gizi, stunting, dan anemia yang masih menjadi tantangan besar. Melalui pendekatan gizi seimbang, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh kuat, sehat, dan siap menghadapi persaingan global.

Sosialisasi MBG di Pekanbaru ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemahaman dan dukungan masyarakat terhadap program pemerintah. Dengan kolaborasi semua pihak, program MBG diyakini mampu membawa dampak positif yang luas, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat.*

Kejari Kota Semarang Tegas! 19 Ribu Botol Miras, 216 Gram Sabu, dan 30 Ribu Pil Terlarang Dimusnahkan Sekaligus

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan ribuan barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

Barang bukti yang dimusnahkan mencakup berbagai jenis kejahatan, mulai dari narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, senjata tajam, minuman keras, hingga rokok tanpa cukai.

Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Kejari Kota Semarang, Selasa (7/10), dan disaksikan oleh perwakilan Pengadilan Negeri Semarang, Polrestabes Semarang, Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Semarang, serta BNN Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Kejari Kota Semarang Candra Saptaji, SH, MH. mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab penegakan hukum sekaligus pengingat bagi masyarakat agar menjauhi segala bentuk tindak pidana.

“Kami melaksanakan pemusnahan terhadap perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap. Barang bukti yang dimusnahkan antara lain narkotika jenis sabu, psikotropika seperti aprazolam, priclona, klonazepam, atarax, serta obat-obatan terlarang seperti pil logoy, tablet DMP, Tilyarindo, Merlopam, Lorazepam, dan MDMA,” ujar Candra.

Selain narkotika dan obat-obatan terlarang, Kejari juga memusnahkan 19.000 botol minuman keras, 216 gram sabu-sabu, serta lebih dari 30.000 butir pil terlarang berbagai jenis.

Tak hanya itu, barang bukti lain seperti 73 poli dan 86 karton rokok ilegal, serta berbagai senjata tajam dan alat komunikasi turut dimusnahkan.

“Total ada 97 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap dalam lima bulan terakhir. Alhamdulillah, proses pemusnahan berjalan lancar. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kejahatan harus dimusnahkan di muka bumi,” tegasnya.

Pemusnahan dilakukan dengan berbagai cara — miras dihancurkan dengan alat berat, narkotika dan obat-obatan diblender, rokok tanpa cukai dibakar, sementara senjata tajam dimusnahkan dengan digerinda.

Langkah tegas Kejari Semarang ini diharapkan mampu memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan sekaligus memperkuat pesan moral kepada masyarakat untuk menjauhi perbuatan melawan hukum.