spot_img
Beranda blog Halaman 50

MBG Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Bengkulu Sehat, Cerdas, dan Tangguh

0

KEPAHIANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, kali ini menyapa masyarakat Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan gizi yang tepat.

Kegiatan sosialisasi program MBG ini bertempat di Gedung Serba Guna Kuto Aur, Desa Tebat Monok, Kepahiang pada Sabtu, (4/10). Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN) Anyelir Puspa Kemala.

Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Eko Kurnia Ningsih menegaskan pentingnya peran seluruh pihak dalam menyukseskan program MBG sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak anak untuk tumbuh sehat.

“Program ini hadir bukan sekadar memberi makan, tetapi memastikan generasi emas Indonesia tumbuh optimal dengan gizi seimbang. Anak-anak dan ibu hamil harus mendapatkan perhatian serius agar terhindar dari malnutrisi dan stunting,” ujar Eko.

Ia menambahkan bahwa penerapan program MBG dilakukan secara sistematis dengan membangun dapur higienis, melatih juru masak, dan memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

“Sinergi semua pihak sangat penting, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, agar MBG benar-benar membawa dampak positif bagi kualitas gizi masyarakat Bengkulu,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bengkulu Edwar Samsi menjelaskan bahwa MBG merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal.

“UMKM dan petani lokal dapat menjadi pemasok bahan pangan untuk dapur MBG. Ini berarti, program ini bukan hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa,” kata Edwar.

Dukungan serupa disampaikan oleh Anyelir Puspa Kemala dari BGN yang menilai MBG sebagai langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di Bengkulu.

“Kita ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Dengan keterlibatan sekolah, orang tua, dan UMKM lokal, kita bisa wujudkan Bengkulu yang sehat, cerdas, dan tangguh,” ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya asupan gizi seimbang serta berperan aktif mendukung keberlangsungan program MBG. Tujuannya jelas: menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.**

Sosialisasi PPM, BGN Dorong UMKM di Bandung Siap Suplai Program MBG

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Bandung untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi ini menyasar bagi pelaku usaha daerah, UMKM, serta masyarakat untuk mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Kegiatan sosialisasi PPM dari BGN ini berlangsung di Grand Tjokro Premiere Bandung pada 2-3 Oktober 2025. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan aman, bergizi, dan berkualitas, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dalam memenuhi standar penyelenggaraan MBG.

Perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam paparannya menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi utama keberhasilan MBG.

“Program MBG bukan hanya menyediakan makanan, tetapi memastikan bahwa pangan yang diterima masyarakat aman, bergizi, bermutu, dan memenuhi standar higienis nasional,” ujarnya dalam sesi pembukaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, dari sisi pemberdayaan usaha, narasumber Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM dalam rantai pasok pangan.

“UMKM adalah tulang punggung penyediaan produk pangan lokal. Melalui pelatihan dan fasilitasi legalitas, pembiayaan, serta standardisasi, kami ingin memastikan UMKM mampu menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan MBG,” jelasnya.

Dukungan serupa juga datang dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, yang menekankan bahwa program MBG memiliki dampak langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Integrasi program MBG dengan kebijakan pembangunan daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor pangan dan UMKM, sehingga manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat,” ungkap perwakilan Bappeda.

Adapun KPPG Bandung menjelaskan kesiapan implementasi di lapangan. “Kami memastikan mekanisme pelaksanaan di daerah berjalan efektif dengan melibatkan UMKM lokal dan memastikan rantai pasok pangan sesuai standar,” jelasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi panel yang mengidentifikasi tantangan UMKM, seperti kontinuitas pasokan, standardisasi produksi, dan kapasitas usaha, sekaligus merumuskan rekomendasi pembinaan berkelanjutan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh instansi menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi keberhasilan program MBG dan kemajuan ekonomi masyarakat Bandung.***

ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta Sambut Era Baru Bersama General Manager Reza Farhan

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menggelar acara Up Close & Personal: Lunch with the New General Manager pada Jumat (3/10) di Barley & Barrel. Di dalam agenda makan siang tersebut, para jurnalis diajak lebih dekat mengenal Reza Farhan, General Manager baru yang kini memimpin hotel bintang lima ini.

Tidak ada podium ataupun sesi formal, melainkan percakapan santai yang ditemani hidangan yang disajikan. Format sederhana ini membuat suasana terasa akrab, sehingga obrolan tentang perjalanan karier Reza mengalir ringan dari satu cerita ke cerita lainnya.

Lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini memulai langkah profesionalnya dengan pengalaman internasional di Belanda, Massachusetts, dan Dubai.

Perjalanan tersebut membentuk dasar pemahamannya tentang standar global dunia hospitality.

Sekembalinya ke Indonesia, ia melanjutkan karir di beberapa kota besar, mulai dari Bali, lalu Jakarta, sebelum akhirnya berlabuh di Bandung hingga menjadi General Manager de Braga by ARTOTEL. Kini, giliran ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menjadi rumah barunya.

Meski pengalaman panjang telah ia jalani, Reza menyampaikan visinya dengan nada sederhana.

Ia ingin membawa tiga fokus utama: menghadirkan kenyamanan dan ketenangan melalui wellness, memperkuat peran seni serta budaya Yogyakarta itu sendiri, dan memberikan pelayanan yang lebih personal bagi setiap tamu.

Tidak hanya itu, perhatian pada pengembangan sumber daya manusia juga menjadi fokus utama Reza. Baginya, tim yang solid dan bersemangat adalah kunci untuk menghadirkan pelayanan yang tulus dan konsisten.

Reza Farhan selaku General Manager ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta menjelaskan, “Saya percaya setiap kota punya ceritanya sendiri, dan Yogyakarta adalah tempat yang kaya akan cerita dan rasa. Saya berharap kehadiran saya bisa ikut menjaga keistimewaan itu sambil memberi sentuhan baru untuk tamu-tamu kami.”

“(Gedung) Hotel hanyalah raga, sementara para Artist (staff) adalah jiwa yang menghidupkannya. Saya ingin memastikan setiap anggota tim merasa dihargai, berkembang, dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta, sehingga energi positif itu bisa sampai kepada setiap tamu yang datang.” tutupnya.

Siang itu ditutup dengan tawa ringan, foto bersama, dan obrolan akrab antara Reza dan para jurnalis yang hadir. Perkenalan sederhana ini menjadi awal yang manis untuk perjalanan baru ARTOTEL Suites Bianti – Yogyakarta bersama General Manager yang baru.

Menteri PPN Rachmat Pambudy Apresiasi Inovasi UNDIP, Dorong Hilirisasi Riset untuk Negeri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Upaya mempercepat pembangunan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan perguruan tinggi.

Hal ini diwujudkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan Universitas Diponegoro (UNDIP) tentang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan tersebut berlangsung di kampus UNDIP Tembalang, disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., yang hadir bersama jajaran kementerian. Agenda ini juga dirangkaikan dengan seremoni pembangunan gedung kitchen Prof Diet 2 di area Gedung SA MWA.

Dalam kunjungannya, Rachmat Pambudy menyampaikan apresiasi atas inovasi dan capaian riset yang telah dihasilkan oleh UNDIP.

“UNDIP memiliki kapasitas riset yang kuat di bidang energi, lingkungan, maritim, dan kesehatan. Sinergi antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNDIP diharapkan mendorong percepatan hilirisasi hasil penelitian supaya dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan nasional,” ujarnya, Sabtu (4/10).

Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini tengah berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Trisula Pembangunan Nasional yang menjadi prioritas dalam RPJMN 2025–2029, yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“UNDIP memiliki potensi lingkungan, pendidikan berkualitas dan SDM yang unggul untuk meluluskan generasi yang bermartabat, bermanfaat, jaya dan juara,” tuturnya.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah konkret dalam menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“Kerja sama ini merupakan tonggak penting untuk menjembatani hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional. UNDIP siap berkontribusi melalui riset unggulan, pengembangan teknologi, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Rektor menegaskan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan UNDIP telah memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Sampai dengan saat ini UNDIP terus mengembangkan inovasi yang langsung bermanfaat bagi masyarakat, seperti mesin desalinasi yang sangat membantu masyarakat di daerah pesisir yang kesulitan air bersih, serta teknologi ozon untuk pengawetan buah dan sayur agar tetap bernilai ekonomis. Selain itu, UNDIP juga menciptakan kendaraan listrik yang digunakan untuk mobilitas mahasiswa di lingkungan kampus,” jelasnya.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, Menteri PPN/Kepala Bappenas bersama rombongan juga meninjau Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan dialog mengenai pengembangan rumah sakit sekaligus berinteraksi dengan pasien kelainan genetik.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, di mana Menteri meninjau Kitchen ProfDiet 1, unit usaha makanan sehat dan bakery yang dikembangkan UNDIP dengan merek ProfDiet.

Usaha ini menjadi contoh nyata sinergi antara riset akademik dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Menariknya, selama kegiatan kunjungan, Menteri Rachmat Pambudy, Rektor UNDIP, dan tamu undangan turut menjajal kendaraan buggy listrik buatan Sekolah Vokasi UNDIP sebagai simbol nyata inovasi energi bersih dan efisiensi transportasi ramah lingkungan.

Kolaborasi antara Bappenas dan UNDIP ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17, yakni Partnership for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor untuk mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Langkah nyata UNDIP dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat menjadi bukti nyata dari semangat “Dikti Saintek Berdampak”, serta memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih maju. (***)

KIW 3,7K Fun Run Jadi Simbol Pertumbuhan dan Semangat Kebersamaan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), bagian dari Holding BUMN Danareksa, menandai usia ke-37 dengan perayaan yang sarat makna. Mengusung tema “Growing Stronger, Moving Faster”, KIW tak sekadar merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan peran sebagai motor penggerak ekonomi dan mitra masyarakat.

Puncak perayaan berlangsung meriah lewat KIW 3,7K Fun Run & Bazaar Festival 2025, Sabtu (4/10).

Sebanyak 370 peserta yang terdiri dari tenant, mitra, media, dan masyarakat umum mengikuti Fun Run sejauh 3,7 kilometer.

Rute dari Kantor KIW menuju kawasan baru KIW Edge menjadi simbol pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur investasi.

Direktur Utama PT KIW, Ahmad Fauzie Nur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum mempererat kolaborasi.

“KIW ingin hadir bukan hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai katalisator yang membawa manfaat bagi tenant, mitra, dan masyarakat. Perjalanan 37 tahun menjadi bukti komitmen kami untuk terus tumbuh bersama lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain olahraga, Bazaar Festival menghadirkan semangat pemberdayaan lokal.

Tujuh UMKM dari tujuh kelurahan di Kecamatan Tugu ikut serta, sementara tenant KIW berkontribusi lewat penjualan 690 paket sembako murah.

Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) juga digelar untuk mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Tak berhenti di situ, KIW menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan, seperti pembagian bibit tanaman dari DLHK Jateng, penjualan sayur murah oleh Dinas Pertanian Kota Semarang, donor darah PMI Kendal, hingga cek kesehatan gratis dari RS Primaya dan RS Siloam.

Beragam hiburan rakyat dan permainan interaktif turut menambah semarak suasana, menjadikan acara ini ruang rekreasi inklusif bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Kesuksesan gelaran ini tak lepas dari dukungan para sponsor, di antaranya PT Putra Wijayakusuma Sakti, TUV Rheinland Indonesia, Mekari, BTN, BSI, Bank Mandiri, PT Nindya Beton, dan PT Pola Dwipa.

Lewat perayaan HUT ke-37, KIW meneguhkan visinya sebagai kawasan industri hijau dan modern yang tak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keseimbangan sosial dan lingkungan.

Dengan semangat sinergi ini, KIW melangkah pasti menuju masa depan industri yang inklusif serta di mana tenant berkembang, mitra berjejaring, dan masyarakat ikut maju bersama.

Menapaki Tanah Harapan di Basidondo, Jejak Ekspedisi Patriot UNDIP Ungkap Realitas dan Asa Pembangunan

0

TOLITOLI (Pertamanews.id) – Tim I Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro memulai langkahnya di Kawasan Transmigrasi Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Program transmigrasi telah menjadi salah satu tonggak sejarah pembangunan Indonesia sejak awal kemerdekaan dengan tujuan memeratakan penduduk, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan membuka lahan-lahan baru sebagai pusat produksi.

Adapun susunan Tim 1 Ekspedisi Patriot di Kawasan Basidondo: Dzul Fahmi Afriyanto S.KM, M.K.M., Muhammad Zulfikar., Dasdo Wahyu Saragih S.PWK., Wahyu Amara mahfidarani S.P., Dheta Nafisah Hapsari (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Tim Ekspedisi Patriot)

Di Sulawesi Tengah, program ini melahirkan Kawasan Transmigrasi Basidondo yang menaungi tiga kecamatan, yakni Basidondo, Lampasio, dan Ogodeide.

Dari hamparan lahan yang dahulu asing, masyarakat transmigran menumbuhkan kampung baru, membangun kehidupan, serta merawat harapan di tanah perantauan.

Namun, pembangunan di kawasan ini masih menyisakan banyak tantangan, khususnya pada aspek infrastruktur dasar, ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Kawasan Transmigrasi Basidondo dihuni oleh beragam latar belakang etnis. Sebagian besar transmigran berasal dari suku Jawa, Bali, Sunda, dan Nusa Tenggara, dengan dominasi warga Jawa dan Bali.

Mereka kemudian hidup berdampingan dengan masyarakat lokal yang berasal dari suku Bugis, Mandar, Dondo, Tolitoli, Kaili, Mori, Buol, dan Bajo.

Dari perjumpaan itu lahirlah kehidupan sosial yang semakin erat, di mana masyarakat saling bergandengan tangan dalam membangun kampung dan mengelola lahan untuk pengembangan perekonomian yang stabil dan berkelanjutan. Kini, perbedaan asal-usul bukan lagi sekat, melainkan kekuatan yang menyatukan satu sama lain, sejalan dengan jargon Kabupaten Tolitoli: “Salam Gotong Royong.”

Observasi infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi masyarakat

Dalam misi pengabdian dan penelitian, Tim I Ekspedisi Patriot UNDIP turun langsung melakukan wawancara dan observasi infrastruktur serta kondisi sosial-ekonomi di Kawasan Transmigrasi Basidondo.

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami denyut nadi kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi jalan dan jembatan, akses air bersih, hingga pola mata pencaharian yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari.

Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana masyarakat menjalani keseharian mereka dalam keterbatasan, baik dari aspek sosial budaya, kesehatan lingkungan, pendidikan, maupun potensi ekonomi yang masih terpendam.

Dalam kegiatan turun langsung ke lapangan, Tim I menggandeng pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan serta potensi kawasan.

Aspirasi masyarakat ditampung sebagai acuan partisipatif, bukan hanya sekadar mendengar keluhan, tetapi juga menindaklanjutinya secara konkret.

Hasil penelusuran tim menunjukkan masih banyak infrastruktur yang berada dalam kondisi sangat tidak layak.

Mulai dari akses jalan yang rusak, jembatan gantung yang menjadi akses menuju permukiman dan kantong produksi pertanian kini sudah lapuk dan hampir roboh, hingga kebutuhan akan sarana prasarana masyarakat di kawasan transmigrasi yang belum tercukupi.

Meski berbahaya, masyarakat tetap harus melaluinya karena tidak ada jalan lain.

Jembatan lain yang menghubungkan dua desa sekaligus pusat administrasi bahkan sudah putus, sehingga warga terpaksa memutar jalan dengan waktu tempuh hingga satu jam.

Selain itu, akses air bersih dan listrik juga belum merata. Masih ada dusun di Kecamatan Basidondo yang belum tersentuh fasilitas dasar ini, sehingga menambah beban hidup masyarakat.

Seorang warga dengan nada getir menuturkan, “Bagaimana ekonomi masyarakat bisa maju kalau akses jalannya saja untuk dilewati tidak bisa. Andaikan jembatan itu sudah terhubung, pasti para petani bisa dengan mudah membawa hasil panennya untuk dijual.”

Di sisi lain, data lapangan memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan dengan komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, cengkeh, jeruk, kopi, jagung, dan kelapa sawit. Namun, karena keterbatasan infrastruktur distribusi, hasil panen ini belum dapat memberikan nilai tambah maksimal.

Rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot

Melihat kondisi ini, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP kemudian merumuskan sejumlah rekomendasi.

Pertama, perlunya pendanaan infrastruktur prioritas berupa perbaikan dan pengaspalan jalan, renovasi jembatan gantung utama, pembangunan kembali jembatan yang putus, serta percepatan distribusi fasilitas air bersih dan listrik ke dusun-dusun yang belum terjangkau.

Kedua, pemetaan dan penguatan komoditas unggulan melalui pendataan yang lebih detail dan peningkatan akses pasar, disertai pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan daya saing.

Ketiga, dokumentasi menyeluruh terkait profesi utama masyarakat serta diversifikasi ekonomi dengan pelatihan keterampilan tambahan agar masyarakat memiliki peluang usaha baru di luar sektor pertanian.

Seorang pejabat Kecamatan Basidondo menyampaikan, “Kabupaten Tolitoli ini, khususnya Kawasan Transmigrasi Basidondo, berada pada wilayah strategis untuk pengembangan dan pembangunan ekonomi daerah karena dekat dengan IKN, sehingga dapat menopang dan menjual hasil perkebunan dan pertanian.”

Ekspedisi ini menjadi bukti bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa hanya dipandang sebagai program pemerataan penduduk semata, melainkan sebagai tanggung jawab berkelanjutan yang harus ditopang dengan infrastruktur memadai, dukungan pada komoditas unggulan, serta diversifikasi mata pencaharian.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya pengentasan kemiskinan (SDG 1), peningkatan ketahanan pangan (SDG 2), pemenuhan akses air bersih dan energi (SDG 6 dan 7), pertumbuhan ekonomi dan perbaikan infrastruktur (SDG 8 dan 9), pembangunan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penguatan kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi (SDG 17). Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pusat.

Dengan langkah konkret, Kawasan Transmigrasi Basidondo bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi contoh keberhasilan pembangunan yang maju, berdampak, dan membanggakan Sulawesi Tengah.

Rayakan 80 Tahun TNI, Ferry Wawan Cahyono Dorong Semangat Gotong Royong Bangsa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat dukungan dan kedekatan dengan TNI.

Menurut Ferry, usia ke-80 bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa TNI telah delapan dekade menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan, kedaulatan, dan persatuan bangsa.

“Kekuatan TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Prinsip inilah yang meneguhkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional,” ujarnya, Sabtu (5/10).

Ferry menilai, tema HUT ke-80 TNI tahun ini — “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” — sangat relevan dengan semangat zaman.

Tema itu menunjukkan komitmen TNI untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang modern dan profesional tanpa meninggalkan akar kedekatan dengan rakyat.

“Sinergi antara TNI dan rakyat adalah cita-cita besar yang akan mempercepat terwujudnya Indonesia yang berdaulat, aman, dan makmur. Karena itu, masyarakat harus terus mendukung TNI dalam setiap langkah pengabdiannya,” tegas Ferry.

Ia juga mengapresiasi kiprah TNI yang tidak hanya bertugas di medan pertahanan, tetapi juga aktif membantu masyarakat dalam penanganan bencana, pembangunan daerah, hingga program sosial kemasyarakatan.

“TNI bukan hanya penjaga kedaulatan, tapi juga penjaga harapan rakyat. Di usia ke-80 ini, semoga TNI semakin kuat, semakin dekat dengan rakyat, dan terus menjadi kebanggaan bangsa,” tambahnya.

Ferry berharap, semangat pengabdian TNI yang tak pernah padam menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja sama menjaga Indonesia agar tetap aman dan sejahtera.

“Mari kita jadikan HUT TNI ke-80 ini sebagai momentum memperkokoh persatuan dan meneguhkan semangat gotong royong antara rakyat dan TNI demi Indonesia maju,” pungkasnya.

DPR dan BGN Sosialisasi MBG di Riau, Dorong Gizi Seimbang dan Ekonomi Lokal

0

PEKANBARU – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini digelar di Kota Pekanbaru, Riau pada Kamis (2/10). MBG menjadi salah satu agenda strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan berbasis lokal.

Program MBG menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan penyediaan menu bergizi sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Tak hanya berfokus pada aspek kesehatan, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro sebagai pemasok bahan baku pangan.

Anggota Komisi IX DPR RI Maharani, yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh pihak agar program berjalan berkelanjutan.

“Program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat, baik penerima gizi maupun penyedia pangan lokal. Saya berharap kita semua mendukung program ini agar dapat berjalan berkesinambungan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujar Maharani.

Sementara itu, Kolonel Inf. Erin Adriyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya BGN, menekankan bahwa MBG merupakan momentum penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, program ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

“Secara umum, Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan akses terhadap makanan bergizi semakin mudah didapatkan,” ungkapnya.

Dengan konsep “Menu Dibuat Lokal”, bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan berasal dari potensi daerah, sehingga membuka peluang tumbuhnya pasar baru di sektor pangan. Hal ini sejalan dengan semangat MBG yang menekankan empat standar utama yakni kecukupan kalori, kandungan gizi seimbang, standar higienis, dan keamanan pangan.

Melalui pelaksanaan sosialisasi di Riau, Program MBG diharapkan mampu menjadi tonggak penguatan kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan bersama, MBG dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.*

Program MBG di Kota Serang Jadi Langkah Strategis Wujudkan Anak Cerdas dan Sehat

0

SERANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, termasuk di Kota Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di SMKN 2 Kota Serang pada selasa, (30/9). Sosialisasi program MBG ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat.

Kegiatan sosialisasi dengan mengankat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliyasari, serta Staf Administrasi DPR RI Ahmad Sanukri.

Dalam sambutannya, anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Program ini tidak hanya sekadar menjawab isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Kami di Komisi IX DPR RI akan terus mengawal implementasinya, termasuk di Kota Serang, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas,” ujar Tubagus Haerul Jaman.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Rahma Dewi Auliyasari menyampaikan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional dengan sasaran yang luas, mulai dari anak-anak usia dini hingga remaja sekolah, serta kelompok masyarakat lain seperti ibu hamil dan menyusui.

“Program ini tidak hanya fokus pada kecukupan gizi, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Dengan melibatkan pelaku usaha pangan dan penyedia layanan dapur sehat, program MBG bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Serang,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ahmad Sanukri menekankan bahwa makan bergizi bukan sekadar persoalan kenyang, melainkan kualitas asupan yang dikonsumsi.

“Konsep makan bergizi adalah memberikan makanan yang sehat, seimbang, dan berkualitas agar anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Keberhasilan program ini tentu memerlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Serang diharapkan semakin memahami pentingnya pola makan bergizi dan mendukung pelaksanaan Program MBG. Sinergi berbagai pihak menjadi kunci untuk mewujudkan generasi sehat yang mampu membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.*

Sosialisasi MBG di Cianjur Tekankan Gizi Sebagai Pondasi Masa Depan Bangsa

0

CIANJUR (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Cianjur dengan disambut antusiasme masyarakat. DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program MBG untuk memberikan memberikan akses gizi ke masyarakat.

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Nusantara Room, Pondok Lembah Sukanagalih Cianjur pada Selasa (30/9). Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh ratusan peserta.

Sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Ande Citra Restiawan, Dinas Kesehatan Bid.Gizi Kab. Cianjur Lepi Ali Firmansyah.

Dalam pemaparannya, Neng Eem menegaskan bahwa program MBG bukan hanya sebatas pemenuhan nutrisi masyarakat, tetapi merupakan investasi jangka panjang bangsa.

“Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah strategis untuk memastikan generasi kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Ini bukan sekadar konsumsi harian, tetapi sebuah investasi untuk masa depan Indonesia,” tutur Neng Eem Marhamah.

Ia juga menambahkan bahwa program ini membawa dampak luas, tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga perekonomian daerah.

“Program ini memiliki efek domino. Ketika dapur-dapur penyedia makanan bergizi tumbuh, maka perputaran ekonomi lokal ikut bergerak. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan secara inklusif oleh masyarakat,” lanjut Neng Eem.

Sementara itu, Ande Citra Restiawan selaku Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi mengajak warga untuk mendukung penuh pelaksanaan MBG.

“Program ini tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan sektor usaha lokal. Inilah kesempatan kita untuk bersama-sama membangun bangsa dari aspek gizi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Kesehatan Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, menegaskan pentingnya sosialisasi yang berkesinambungan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa gizi adalah pondasi kesehatan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata,” ucapnya.

Sosialisasi di Cianjur ini menunjukkan bahwa MBG disambut positif oleh masyarakat. Melalui keterlibatan aktif warga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.*