spot_img
Beranda blog Halaman 57

Kolaborasi Sido Muncul dan BKKBN Wujudkan Taman Asuh Sayang Anak di Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat melalui inisiatif sosial di bidang pengasuhan anak.

Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Sido Muncul meluncurkan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang resmi ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (20/9).

Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono yang mewakili Direktur Utama David Hidayat, menegaskan dukungan terhadap program ini, merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan karyawan.

Menurutnya, layanan daycare sangat relevan dengan tantangan pekerja modern yang dituntut produktif tanpa harus mengorbankan peran sebagai orang tua.

“Kami memahami betul bahwa kesejahteraan karyawan tidak hanya diukur dari sisi finansial, tetapi juga dari ketenangan batin saat mereka bekerja. Dengan adanya layanan pengasuhan anak yang terstandar, para orang tua bisa lebih fokus menjalankan tugas tanpa khawatir dengan kondisi anaknya,” ujarnya.

Dalam tahap awal, Sido Muncul bersama BKKBN akan memberikan pendampingan kepada dua Tempat Penitipan Anak (TPA) mitra binaan, yaitu TPA Khariztma Kids di Kecamatan Bawen dan PAUD As Syukur di Kecamatan Ungaran Timur.

Keduanya akan mendapatkan pembinaan intensif selama dua tahun, meliputi peningkatan kapasitas pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak, kelas parenting untuk orang tua, hingga perbaikan fasilitas bermain edukatif.

“Harapan kami, layanan ini dapat menjadi model pengasuhan anak yang berkualitas, sehingga orang tua merasa aman dan anak-anak pun tumbuh sesuai tahap perkembangannya,” imbuh Amri.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, mengapresiasi langkah Sido Muncul yang dinilai visioner dalam membangun fondasi kualitas sumber daya manusia.

“Investasi pada pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang, bahkan investasi peradaban. Ketika anak-anak mendapatkan pola asuh yang tepat sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi unggul yang akan menentukan masa depan bangsa,” jelas Nopian.

Ia menambahkan, keterlibatan dunia usaha seperti Sido Muncul membuktikan bahwa tanggung jawab membangun kualitas keluarga bukan hanya ada di pundak pemerintah. Dunia usaha memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem kerja yang ramah keluarga.

CSR yang Memberdayakan

Program TAMASYA menjadi bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sido Muncul yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup. Sebelumnya, perusahaan ini juga aktif dalam program kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Amri menegaskan, dukungan terhadap layanan pengasuhan anak ini bukan semata bentuk filantropi, melainkan investasi sosial yang berkelanjutan.

“Kami percaya, perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang tumbuh bersama karyawan dan masyarakatnya. Melalui program ini, Sido Muncul ingin menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh keluarga, sekaligus memperkuat loyalitas dan produktivitas karyawan,” tandasnya.

Dengan hadirnya kolaborasi ini, Sido Muncul berharap dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk menempatkan kesejahteraan keluarga pekerja sebagai prioritas. Sebab, karyawan yang sejahtera akan melahirkan generasi yang lebih baik, dan pada akhirnya berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi: Terobosan Pemerintah dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

0

BEKASI (Pertamanews.id) – DRR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi dan mengurangi stunting dimasyarakat.

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Kegiatan sosialisasi program MBG ini betempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur, Bekasi pada Jumat, (19/9). Sebanyak 300-an peserta yang merupakan warga Cikarang Timur antusiaas menyambut kedatangan tim sosialisasi program MBG.

Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Cellica Nurrachadiana, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan ini anggota Komisi IX DPR RI Cellica menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul.

“Dampak dari program ini bukan hanya menambah asupan gizi, tapi juga membantu masyarakat kurang mampu dalam akses makanan bergizi, serta memperkuat pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Cellica.

Ia juga menekankan peran Badan Gizi Nasional sebagai langkah strategis memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program gizi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Keterlibatan masyarakat sebagai pengawas program sangat penting agar pelaksanaannya berkesinambungan dan berhasil,” tambahnya.

Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto menyasar anak sekolah, ibu hamil, dan bayi. Selain meningkatkan kualitas gizi, program ini diyakini akan menciptakan efek ganda ekonomi, salah satunya membuka lapangan kerja baru di dapur umum, sektor distribusi bahan pokok, dan penyediaan makanan bergizi.
Sebagai penutup kegiatan, Cellica mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk merumuskan langkah-langkah konkret demi perbaikan gizi nasional. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat, program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.*

Kotta Hotel Semarang Hadirkan “Yoga with Cat” BersamaGirls on the Weekend dan Coach Felita

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang kembali menghadirkan acara kreatif dengan menggelar Yoga with Cat, berkolaborasi bersama komunitas Girls on the Weekend dan Coach Felita. Kegiatan yang berlangsung di Event Space Kotta Hotel ini menjadi pengalaman berbeda bagi para pecinta yoga, hewan, maupun komunitas kreatif di Kota Semarang (21/9).

Tidak hanya sekadar olahraga, peserta diajak merasakan suasana rileks dan hangat dengan kehadiran kucing-kucing lucu yang menemani sesi yoga. Kombinasi energi positif yoga dengan nuansa playful bersama hewan peliharaan membuat acara ini berlangsung penuh tawa, santai, sekaligus mindful.

Kotta Hotel Semarang selama ini dikenal tidak hanya sebagai penginapan nyaman, tetapi juga sebagai ruang kreatif yang kerap melahirkan beragam event, mulai dari kegiatan komunitas, acara seni dan musik, hingga pertemuan formal. Lokasinya yang strategis di kawasan Kota Lama Semarang menambah daya tarik hotel ini sebagai pusat aktivitas kreatif.

Pihak hotel juga menawarkan berbagai pilihan ruang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara, baik dengan nuansa santai dan artsy maupun formal dan elegan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan reservasi dapat diakses melalui laman resmi www.kottahotels.com atau akun Instagram @kottahotel.semarang. Pengunjung juga dapat melengkapi pengalaman mereka dengan menikmati sajian di kafe @cemildining dan @kobisbrew yang berada di area hotel.

PUtech Semarang Kukuhkan 191 Ahli Madya Teknik, Menteri PUPR Tekankan Pentingnya Upgrade Diri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-4 di Auditorium Soejono Sosrodarsono, Kampus 2 PUtech Semarang, Sabtu (20/9).

Sebanyak 191 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai Ahli Madya Teknik dari tiga program studi: Teknologi Konstruksi Bangunan Air, Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.

Acara wisuda turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, serta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PU Apri Artoto.

Menteri PUPR menekankan pentingnya lulusan vokasi bidang pekerjaan umum untuk terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI).

“AI hanya alat bantu, yang terpenting adalah manusianya. Lulusan harus terus belajar, membaca, dan meningkatkan keterampilan agar mampu bersinergi dengan teknologi,” ujar Dody.

Baca Juga:  Program MBG Disosialisasikan di Cilacap, DPR dan BGN Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat
Ia menegaskan, tantangan pembangunan infrastruktur akan semakin besar setiap tahunnya.

Karena itu, generasi muda di bidang PU dituntut memiliki semangat juang tinggi untuk membangun Indonesia, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di seluruh pelosok nusantara.

“Kuncinya adalah upgrade, upgrade, dan upgrade diri. Insyaallah lulusan ke depan semakin bagus karena kebutuhan pembangunan semakin kompleks dan mendesak, baik jalan, gedung, maupun infrastruktur lainnya,” tambahnya.

Dody juga mendorong PUtech agar terus berkembang sebagai World Class Vocational Education sekaligus living laboratory pembangunan infrastruktur Indonesia.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kementerian PU, Apri Artoto, menilai keunikan PUtech terletak pada program studi yang disusun sesuai kebutuhan di lapangan. Mahasiswa bahkan mendapat kesempatan magang di proyek-proyek strategis nasional sebelum lulus.

“Tujuannya agar lulusan siap pakai, tangguh, dan gesit, sehingga tidak terkejut saat bekerja di lapangan,” ujarnya.

Direktur PUtech, Brawijaya, menyampaikan rasa bangga sekaligus doa restu kepada para lulusan. Ia menjelaskan, mahasiswa telah dibekali kurikulum berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan KKNI level 5, serta berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi, mulai dari Supervisor K3 Konstruksi, Pelaksana Lapangan, Teknisi Survei, Tekla Structures, hingga TOEIC.

“Berdasarkan penelusuran tahun lalu, minimal 52 persen lulusan terserap dalam tiga bulan, dan rata-rata 90 persen sudah bekerja dalam enam bulan,” jelasnya.

Dalam momentum wisuda ini, PUtech juga menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan SDM dan kelembagaan dengan Sekolah Vokasi UGM, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi UNNES, Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI), serta Center for Young Scientist (CYS).

Selain itu, PUtech berhasil meraih sertifikasi ISO 21001:2018 tentang standar manajemen operasional pendidikan, melengkapi sertifikasi ISO 17025:2017 untuk laboratorium yang telah lebih dulu diperoleh.

Dengan capaian tersebut, PUtech menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi berbasis Smart and Green Campus yang unggul dalam tata kelola, mutu akademik, dan layanan pendidikan berstandar internasional.

ERHA Bangun Klinik 3 Lantai dengan Teknologi Canggih di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menandai 26 tahun kiprahnya sebagai pionir dermatologi medis di Indonesia, ERHA resmi membuka flagship clinic terbaru sekaligus terbesar di Jawa Tengah, ERHA Central Semarang, Jumat (19/9).

Berlokasi di Jl. Kapten P. Tendean No. 28, klinik ini menghadirkan layanan kulit dan rambut terlengkap dengan fasilitas modern, teknologi terkini, serta pelayanan personal yang eksklusif.

Managing Director ERHA Clinic Group, dr. Norita Sembada, menyebutkan kehadiran klinik ini merupakan bentuk komitmen ERHA dalam menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Semarang, terhadap perawatan kulit dan rambut yang berkualitas.

“Kami melihat potensi dan antusiasme masyarakat Semarang yang sangat tinggi. Karena itu, cabang lama kami di Jl. Mayjend Sutoyo kami upgrade menjadi flagship clinic dengan layanan premium dan bangunan baru yang lebih luas dan modern,” ujar dr. Norita dalam konferensi pers, Jumat (19/9).

ERHA Central Semarang berdiri di atas bangunan tiga lantai yang dirancang lebih luas, nyaman, dan modern. Klinik ini diperkuat oleh 9 dokter spesialis kulit berpengalaman, serta memanfaatkan teknologi digital untuk alur pelayanan yang lebih efisien.

Dengan konsep #UpgradeDiERHA, klinik ini diposisikan sebagai destinasi utama DermaBeauty di Jawa Tengah bagi masyarakat yang ingin mewujudkan #SkinGoals dan #HairGoals.

ERHA Central menghadirkan rangkaian solusi dermatologi berbasis teknologi terkini, mulai dari Anti-Aging, Skin Brightening, Anti Acne, Atopy & General Dermatology, Hair & Scalp (Thick & Black ERHA Hair Clinic), hingga ReviveDerm, sebuah rangkaian perawatan eksklusif untuk wajah, tubuh, dan rambut.

Sejumlah teknologi perawatan unggulan juga tersedia, antara lain:

  • Ultraformer MPT: teknologi lifting generasi terbaru untuk wajah dan tubuh tanpa operasi.
  • Collagen Stimulator: perawatan injeksi yang merangsang produksi kolagen alami.
  • Skin Booster: injeksi asam hialuronat untuk hidrasi dan revitalisasi kulit.
  • Picosure Laser dan VBeam Laser: teknologi laser canggih untuk kulit cerah dan sehat.
  • Thread Lift: perawatan tarik benang untuk mengatasi kulit kendur.

Sembilan dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika (SpDVE) siap melayani setiap hari, di antaranya dr. Lenna Christiana, SpDVE; dr. Sri Windayati, SpDVE, FINSDV, FAADV; hingga dr. Buwono Puruhito, SpDVE, M.Biomed, FINSDV, FAADV.

Selain menghadirkan layanan medis, ERHA Central Semarang juga memperkenalkan:

  • Thick & Black ERHA Hair Clinic: solusi perawatan rambut dan kulit kepala berbasis teknologi, termasuk layanan Hair Transplant yang segera hadir.
  • ReviveDerm Relaxing DermaBeauty: perawatan kulit dan rambut eksklusif dengan sentuhan relaksasi.

Dengan berbagai layanan unggulan tersebut, ERHA menegaskan posisinya sebagai pusat perawatan kulit dan rambut terdepan di Jawa Tengah, sekaligus destinasi kesehatan dan kecantikan modern di Kota Semarang.

Bank Mandiri Bukukan Kinerja Cemerlang Kuartal II 2025, Dorong UMKM dan Ekspor Tumbuh

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Bank Mandiri berhasil mencatatkan kinerja solid pada kuartal II 2025 dengan pertumbuhan berkelanjutan di berbagai lini bisnis. Pencapaian ini mencerminkan optimisme perseroan, sekaligus menegaskan komitmen untuk mengakselerasi transformasi, memperkuat ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor, serta memperluas dukungan pada sektor ritel dan UMKM.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, seluruh strategi tersebut sejalan dengan tema utama peringatan HUT ke-27 Bank Mandiri “Sinergi Majukan Negeri”, yang menjadi semangat perseroan untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional. Terbukti, Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan total aset senilai Rp 2.514,68 triliun, naik 11,4% year on year (yoy) pada kuartal II 2025.

Fungsi Intermediasi Bank Mandiri Lampaui Industri

Hal ini ditopang oleh penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri yang mencapai Rp 1.701 triliun, meningkat 11% yoy. Pertumbuhan ini, melampaui rata-rata industri perbankan sebesar 7,03% yoy pada periode Juni 2025 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Pertumbuhan kredit yang kami capai menunjukkan peran aktif Bank Mandiri dalam mendukung pembiayaan produktif di berbagai sektor strategis. Akselerasi kredit difokuskan untuk memperkuat kinerja ekonomi nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, kami akan terus menjaga pertumbuhan kredit Bank Mandiri di atas rata-rata industri,” ujar Novita di Jakarta, Jumat (19/9).

Novita menambahkan, pertumbuhan tersebut pun, merata di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran kredit Bank Mandiri menjangkau beberapa sektor prospektif antara lain, sektor konstruksi, infrastruktur, perdagangan, energi, makanan dan minuman, serta industri padat karya. Hal ini lanjut Novita menegaskan bahwa upaya Bank Mandiri dalam menghadirkan akses pembiayaan yang relevan sesuai potensi ekonomi daerah.

“Sinergi dengan pelaku usaha di berbagai sektor berhasil membawa pertumbuhan kredit berjalan lebih inklusif. Ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor memperkuat pembiayaan pada segmen bisnis industri dan menjadi landasan bagi UMKM serta ritel untuk terus berkembang,” jelas Novita.

Lewat optimalisasi sinergi tersebut, segmen UMKM turut mencatatkan peningkatan signifikan dengan pertumbuhan kredit mikro produktif sebesar 12,6% secara tahunan pada akhir Kuartal II 2025. Realisasi tersebut, memperkuat peran bank berkode emiten BMRI ini, dalam mengoptimalkan ekonomi kerakyatan serta mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“Kami menjaga agar pertumbuhan aset tetap berkualitas, dengan fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang memiliki potensi besar dalam mendukung produktivitas nasional dan penyerapan tenaga kerja,” tambah Novita.

Terbukti, kinerja keuangan Bank Mandiri tetap diiringi dengan prinsip kehati-hatian. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) Gross Bank Mandiri terjaga di level 1,08% secara bank only, lebih baik dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,22% bila merujuk data OJK di periode Juni 2025.

Selain itu, rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio Bank Mandiri mencapai 273%, mencerminkan ketahanan finansial yang solid dalam mengantisipasi risiko.

“Komitmen kami adalah memastikan pertumbuhan kredit yang sehat dengan manajemen risiko yang disiplin. Dengan cara ini, profitabilitas dapat terjaga secara konsisten,” tegas Novita.

Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang solid. Hingga akhir Juni 2025, total DPK konsolidasi mencapai Rp 1.828 triliun, meningkat 10,7% yoy dan berhasil tumbuh di atas rata-rata industri. Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai 78,4%, memperkuat likuiditas dan efisiensi biaya dana.

“Kami secara konsisten akan terus melanjutkan strategi pertumbuhan yang berbasis ekosistem dan digitalisasi. Fokus utama kami adalah meningkatkan CASA berbasis transaksional baik di segmen wholesale maupun retail untuk menjaga biaya dana tetap efisien. Strategi ini kami lakukan agar Bank Mandiri tetap menjadi main transactional bank bagi nasabah,” tambah Novita.

Ia melanjutkan optimalisasi CASA menjadi strategi penting agar Bank Mandiri dapat menyediakan pendanaan yang efisien. Hal ini juga memperkuat struktur likuiditas dalam mendukung ekspansi kredit secara berkelanjutan.

Performa Digital Platform Semakin Solid

Transformasi digital terus menjadi motor pertumbuhan bank berlogo pita emas ini. Hingga akhir Juni 2025, Super App Livin’ by Mandiri telah digunakan oleh 32,9 juta pengguna, tumbuh 27% yoy. Dari sisi performa, frekuensi transaksi Livin’ by Mandiri hingga pertengahan tahun 2025 tercatat mencapai 2,23 miliar transaksi atau tumbuh 26% yoy, dan nilai transaksi menembus Rp 2.097 triliun, naik 11% yoy.

Lebih jauh, Livin’ by Mandiri pun telah menjadi pusat aktivitas perbankan nasabah, termasuk pembukaan rekening nasabah baru yang kini sebesar 91% dilakukan secara digital. Adopsi ini juga mendorong integrasi tabungan, di mana 87% saldo tabungan nasabah telah terhubung ke Livin’ by Mandiri.

Di sisi lain, Livin’ Merchant juga mencatat pertumbuhan yang kuat dengan jumlah pengguna mencapai 2,8 juta merchant, meningkat 35% yoy hingga Juni 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan peran Livin’ Merchant dalam mendorong digitalisasi pelaku usaha, khususnya UMKM, sehingga dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Untuk nasabah pebisnis dan industri, Kopra by Mandiri hadir sebagai digital super platform dengan nilai transaksi mencapai Rp 12.170 triliun atau naik 22% yoy dan frekuensi transaksi mencapai 706 juta tumbuh 14% yoy. Angka pertumbuhan ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, selaras dengan upaya Bank Mandiri dalam memperluas ekosistem sektor produktif yang berorientasikan ekspor secara digital.

“Dengan inovasi berkelanjutan di Livin’, Livin’ Merchant, dan Kopra, Bank Mandiri membangun ekosistem digital yang menyeluruh, sehingga layanan perbankan dapat diakses secara lebih relevan, mudah, dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah di seluruh segmen,” papar Novita.

Implementasi transformasi digital juga tercermin pada penguatan kinerja dari sisi pendapatan. Secara lebih rinci, Livin’ by Mandiri berhasil mencetak pertumbuhan fee-based income sekitar 17% yoy pada kuartal II 2025. Sementara itu, Kopra by Mandiri berhasil mencatatkan kontribusi fee-based income sebesar Rp 1,15 triliun di periode yang sama, selaras dengan pertumbuhan transaksi yang terus meningkat di segmen pebisnis dan industri.

Komitmen Pada Keberlanjutan, Pembiayaan Hijau Meningkat

Selain itu, Bank Mandiri juga konsisten memperkuat portofolio pembiayaan berkelanjutan sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Hingga kuartal II 2025, total portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp 304,5 triliun atau tumbuh 9,6% yoy. Dari jumlah tersebut, porsi pembiayaan hijau tercatat Rp 157,5 triliun tumbuh 13,3% yoy, sementara pembiayaan sosial mencapai Rp 147 triliun dengan pertumbuhan 5,9% secara tahunan.

Komitmen tersebut juga mendapat pengakuan internasional, salah satunya melalui penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang telah meningkatkan ESG Rating Bank Mandiri dari BBB pada 2024 menjadi AA pada 2025. Pencapaian ini menegaskan konsistensi Bank Mandiri dalam memperkuat praktik keberlanjutan sekaligus mendukung transisi ekonomi Indonesia menuju ekonomi hijau.

Pertegas Dukungan Program Strategis Nasional

Sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional, Bank Mandiri konsisten aktif berpartisipasi dalam berbagai inisiatif prioritas pemerintah. Antara lain, pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bank Mandiri menjadi mitra utama Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menyediakan solusi transaksi virtual account serta pembiayaan yang menjangkau sekitar 1.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Inisiatif ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pangan sehat dan bergizi.

Bank Mandiri juga mengambil peran pionir dalam penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pelatihan SDM dan penguatan kelembagaan. Hingga pertengahan 2025, Bank Mandiri telah mendukung pembekalan bagi sekitar 1.300 peserta dan 150 KDKMP yang menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Di sisi lain, kontribusi Bank Mandiri dalam program 3 Juta Rumah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Penyaluran KPR dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Bank Mandiri tercatat tumbuh signifikan hingga 78,8% yoy, mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung penyediaan hunian layak sekaligus memperluas lapangan kerja di sektor perumahan.

Selain ketiga program tersebut, Bank Mandiri juga terus memperluas dukungan pada sektor produktif lain yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah. Melalui pembiayaan pada proyek infrastruktur strategis, perseroan berupaya menyediakan akses permodalan yang mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya ini mempertegas peran Bank Mandiri dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri juga aktif mendukung agenda hilirisasi mineral yang menjadi fokus strategis pemerintah. Hingga Juni 2025, penyaluran kredit ke sektor hilirisasi mineral mencapai Rp35,75 triliun, tumbuh 15,65% yoy, yang diarahkan untuk pengembangan smelter nikel, tembaga, aluminium, serta refinery emas.

Akselerasi pembiayaan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional, memperkuat daya saing industri domestik, sekaligus membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.

“Dengan akselerasi kolaborasi bersama pemerintah dan mitra strategis, Bank Mandiri optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Dukungan yang kami hadirkan berfokus pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah terhadap masyarakat,” tutup Novita.

Menuju WBBM, Imigrasi Wonosobo Dorong Budaya Anti-Gratifikasi dan Pelayanan Prima

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo menerima kunjungan tim verifikasi lapangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dalam rangka penilaian Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kegiatan ini menjadi tahap krusial untuk memastikan kesiapan dan konsistensi Kanim Wonosobo dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima.

Dalam verifikasi lapangan tersebut, masing-masing pokja memaparkan capaian dan inovasi pembangunan Zona Integritas yang telah dijalankan.

Aspek yang diverifikasi meliputi peningkatan kualitas pelayanan, penerapan sistem pengawasan, penguatan integritas, pemanfaatan teknologi informasi, hingga strategi menjaga kedisiplinan pegawai.

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Imam Bahri, menegaskan bahwa verifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama seluruh jajaran.

“Predikat WBBM bukan sekadar penghargaan, tetapi cermin nyata integritas kita. Setiap inovasi, setiap pelayanan, dan setiap senyum ramah kepada masyarakat adalah investasi untuk membangun kepercayaan publik. Komitmen kita adalah menjadikan Imigrasi Wonosobo sebagai rumah layanan yang bersih, transparan, dan selalu humanis,” tegas Imam Bahri.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan interaktif, dimana tim penilai Kemenpan RB memberikan masukan yang ditindaklanjuti secara langsung oleh jajaran Kanim Wonosobo.

Hal ini menunjukkan kesiapan penuh serta tekad kuat seluruh tim untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.

Melalui verifikasi lapangan ini, diharapkan Kantor Imigrasi Wonosobo semakin mantap dalam menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat sinergi lintas instansi demi tercapainya predikat WBBM.

PGN Bangun IPAL di Sentra Tahu Jombang, Solusi Tekan 77% Polusi Organik

0

JOMBANG (Pertamanews.id) – PT Pertamina Persero sebagai Holding Migas melalui Subholding Gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemda Kabupatan Jombang menjalin sinergi melalui program Tanggung Jawab Sosial (CSR) untuk melaksanakan program Community Development Kampung Pangan BERSINAR (Berwawasan Lingkungan, Higienis dan Tenar).

Program ini ditujukan untuk mendorong Kabupaten Jombang sebagai pusat industri tahu yang ramah lingkungan. Lebih lanjut, Kampung Pangan BERSINAR juga digagas untuk membantu meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Inisatif Kampung Pangan BERSINAR bermula dari persoalan limbah pabrik tahu di Kabupaten Jombang yang telah menjadi isu lingkungan serius selama bertahun-tahun.

Terdapat 88 industri tahu yang belum memiliki sistem pengelolaan limbah, sehingga berdampak negatif pada kualitas air sungai, lahan pertanian dan kesehatan masyarakat sekitar.

Kegiatan program Kampung Pangan Bersinar akan dilakukan di berbagai titik. Pada aspek lingkungan bertajuk “Tangguh Jombang”, akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal untuk mengolah air limbah tahu dan dapat menampung kurang lebih dari 88 usaha tahu rumahan.

Dari 88 pabrik tahu yang beroperasi di Kecamatan Jogoroto setiap harinya membutuhkan pasokan kedelai mencapai 84 ton per hari. Dari proses produksi tersebut, dihasilkan limbah cair dengan volume sekitar 1.260 m³ atau setara 1.260.000 liter per hari, dengan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 4.200 kilogram per hari. Melalui pengolahan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, kadar BOD berhasil ditekan secara signifikan menjadi hanya 960 kilogram per hari, sehingga kualitas limbah yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Sentra tahu jombang dipilih oleh KLH untuk dibantu, karena laporan dari DLH Jombang untuk mencari solusi pengelolaan limbah dan memperbaiki kualitas air Sungai Brantas. Hal ini juga untuk mengurangi gesekan horizontal dan pengelolaan konservasi air tanah,” ujar Tulus Laksono selaku Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air.

“Pabrik tahu di Jogoroto Jombang yang menyerap ribuan tenaga kerja dengan penghasilan diatas UMR, membawa tantangan besar dalam pengelolaan limbah produksi tahu yang mencemari sungai. Kami sangat berterimakasih atas kerjasama pembangunan IPAL Komunal antara KLH dan DLH Jombang dengan dukungan penuh dari Pertamina Grup melalui PGN,” ucap Bupati Jombang Warsubi.

“Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkolaborasi dengan KLH dan Pemda Jombang untuk merumuskan solusi yang terpadu untuk mengatasi isu lingkungan yang ada. Usaha berbasis tahu merupakan produk unggulan masyarakat Jombang, dengan dukungan penguatan pada sisi lingkungan, sosial maupun ekonomi, diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi kualitas tahu khas daerah ini,” jelas Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama.

Kegiatan berwawasan lingkungan lainnya adalah pembangunan kolam fitoremediasi yang memanfaatkan air hasil olahan limbah tahu sebagai irigasi pertanian. Kegiatan berbasis wawasan lingkungan lainnya meliputi pengolahan eceng gondok menjadi pupuk, energy shifting dari kayu bakar menjadi menggunakan gas bumi dan pengumpulan minyak jelantah.

Kemudian pada aspek sosial bertema “Pesona Jombang”, kegiatan akan berfokus pada pembentukan Koperasi, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesadaran akan keselamatan serta sanitasi.

Sedangkan dari pada aspek ekonomi “Tangkas Jombang”, kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pengembangan UMKM, pelatihan branding dan kemasan produk, fasilias sertifikat halal, PIRT dan izin usaha. “Kami juga ingin membantu perekonomian warga melalui literasi finansial, pelatihan UMKM dam pusat literasi lingkungan,” ujar Rachmat.

Peletakan batu pertama yang dilakukan pada Selasa (16/9/2025) menandai dimulainya program Kampung Pangan BERSINAR dan IPAL Komunal. Pendekatan yang dilakukan adalah Life Cycle Assessment (LCA), yaitu metode yang sistematis untuk mengevaluasi dampak lingkungan yang ada dan mengidentifikasi proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil optimal bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, program Kampung Pangan BERSINAR bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, masyarakat semakin berdaya dan ekonomi lokal yang lebih tangguh. Tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah secara teknis, tetapi memberikan manfaat yang menyeluruh bagi masyarakat.

“Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi langkah kongkrit untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan mengembangkan potensi lokal. Tak kalah penting, program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan yang harmonis antara PGN selaku Subholding Gas Pertamina dengan masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah,” tutup Rachmat.

SMP Nasima Gelar English Camp di Pare, Bekali Siswa TOEFL hingga Karakter

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Nasima kembali mengadakan program unggulan Nasima-Pare English Camp (NPEC) untuk tahun ajaran 2025/2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi ajang penguatan keterampilan bahasa Inggris sekaligus pembentukan karakter bagi siswa SD, SMP, dan SMA Nasima.

Pelaksanaan NPEC tahun ini dibagi dalam dua gelombang.

Batch I khusus untuk kelas IX SMP dan XII SMA pada 24 Agustus–5 September 2025, sementara Batch II untuk kelas VII SMP berlangsung pada 7–19 September 2025 dengan diikuti 134 peserta.

Kepala SMP Nasima, Yudina Tri Heryanti, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa NPEC merupakan program wajib yang dirancang sesuai karakteristik tiap jenjang.

“Untuk kelas VII, orientasi kegiatan adalah General English dengan fokus pada lima keterampilan utama: listening, speaking, reading, writing, dan communication. Sedangkan untuk kelas IX, peserta dipersiapkan menghadapi TOEFL agar memperoleh sertifikat resmi yang bisa digunakan untuk kuliah, beasiswa, maupun dunia kerja internasional,” terangnya.

Selama 13 hari, siswa mengikuti pembelajaran intensif mencakup speaking, vocabulary, grammar, hingga pronunciation.

Selain itu, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Dr. Indarti, M.Pd., menambahkan, NPEC pertama kali digelar pada 2019, sempat terhenti dua tahun akibat pandemi, lalu kembali rutin sejak 2022.

“Tahun ajaran 2025/2026, NPEC menjadi program wajib bagi SD kelas V, SMP kelas VII dan IX, serta SMA kelas X dan XII. Biayanya sudah termasuk dalam anggaran sekolah. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, program ini juga menanamkan kemandirian, religiusitas, dan kekompakan. Untuk kelas akhir, fokus diarahkan pada persiapan TOEFL ITP,” jelasnya saat upacara pemberangkatan di halaman SMA Nasima, Jalan Yos Sudarso, Semarang.

Upacara pemberangkatan dihadiri para peserta, orang tua, guru pendamping, serta jajaran pengurus yayasan.

Untuk menghindari kejenuhan, sekolah menata jadwal kegiatan secara seimbang antara belajar, ibadah, olahraga, dan waktu bersantai.

Hari peserta dimulai pukul 04.00 dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan kelas Scripted Communication pagi. Sesi belajar berlanjut dengan Speaking & Pronunciation, Study Club dengan format debat, hingga kelas malam Integrated Speaking.

“Awalnya saya takut dan gugup karena tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris. Tapi ternyata seru, kami belajar dalam kelompok kecil, berolahraga, ibadah tepat waktu, bahkan bisa berkabar dengan orang tua di waktu khusus,” ungkap Danish Maulana Ghossan, siswa kelas VII yang akrab disapa Lana.

Seluruh kegiatan NPEC dipusatkan di Kyarra Dormitory, Pare, Kediri, Jawa Timur sebuah asrama modern yang berada di jantung Kampung Inggris.

Lingkungan hijau dengan pepohonan, taman bunga, dan kolam ikan menambah suasana belajar semakin kondusif.

“Kyarra Dormitory dilengkapi ruang pembelajaran berbasis IT, aula serbaguna, fasilitas olahraga, tempat ibadah, hingga area rekreasi. Asrama ini menjadi pusat pembelajaran yang nyaman sekaligus mendukung karakter holistik-integratif siswa,” tutur Indarti.

Dengan konsep pembelajaran intensif, dukungan fasilitas lengkap, serta penanaman nilai karakter, NPEC 2025 diyakini bukan sekadar kursus bahasa Inggris, melainkan pengalaman hidup berharga bagi peserta didik Sekolah Nasima.

Sujarwanto Dwiatmoko Siap Pimpin KONI Jateng, Angkat Sinergi Birokrasi dan Prestasi Atlet

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah periode 2025–2029 mulai menghangat.

Salah satu tokoh yang dipastikan maju adalah Dr. A.P. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si, birokrat senior sekaligus pembina olahraga yang telah menorehkan banyak prestasi.

Langkah awal ditandai dengan pengambilan formulir pendaftaran oleh tim pendukung di Kantor KONI Jateng, Kompleks GOR Jatidiri Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/9).

Tugas itu diemban Budi Santoso, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng, yang hadir bersama sekitar 26 orang pendukung. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua KONI Jateng.

“Pak Sujarwanto memiliki kapasitas, kapabilitas, dan rekam jejak panjang baik di birokrasi maupun olahraga. Beliau sosok visioner, tegas, dan mampu membangun harmoni dengan semua pihak,” kata Budi Santoso, juru bicara tim Sujawanto.

Budi menambahkan, dukungan ini bukan tanpa alasan. Di tangan Sujarwanto, kepemimpinan tidak hanya soal manajemen organisasi, melainkan juga komitmen membina generasi muda melalui olahraga.

“Kami akan menindaklanjuti proses ini sesuai aturan. Insya Allah semua persyaratan akan kami penuhi,” tegasnya.

Sujarwanto yang kini menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah dikenal luas sebagai figur dengan pengalaman panjang di berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bappeda, Kepala Dinas ESDM, dan Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jateng. Ia juga pernah dipercaya menjadi penjabat bupati di tiga daerah, yakni Semarang, Klaten, dan Pati.

Di ranah olahraga, kiprahnya sebagai Ketua Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jateng sejak 2018 membuahkan banyak prestasi.

Panahan Jateng menjadi juara umum Kejurnas Junior Panahan empat tahun berturut-turut (2022–2025), bahkan sukses meraih 3 emas, 5 perak, dan 4 perunggu pada PON XXI Aceh–Sumut 2024.

Dengan bekal pengalaman birokrasi yang mumpuni dan keberhasilan nyata di bidang olahraga, Sujarwanto diyakini siap membawa KONI Jateng lebih profesional, berprestasi, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah.