spot_img
Beranda blog Halaman 59

Manfaatkan Teknologi dengan Baik dan Hemat Roll Kertas, Satu Juta Pelanggan KA di Daop4 Gunakan Fasilitas FR pada Januari hingga Agustus 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.945 pelanggan kereta api telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition (FR) di sejumlah stasiun wilayah Daop 4 sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan pemanfaatan teknologi ini terus meningkat dan menunjukkan kesadaran pelanggan semakin tinggi untuk menggunakan layanan FR yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

“Dengan adanya FR, pelanggan tidak perlu lagi mencetak boarding pass. Cukup melakukan validasi wajah di perangkat FR, pelanggan dapat langsung menuju peron atau naik kereta. Selain praktis, fasilitas ini juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan roll kertas,” ujar Franoto.

Franoto menambahkan, selama 8 bulan berarti KAI Daop 4 Semarang berhasil menghemat 2.630 rol kertas tiket dengan nilai efisiensi sekitar Rp38.829.920,-.

Fasilitas FR saat ini tersedia di empat stasiun Daop 4, seperti Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Tegal, dan Stasiun Pekalongan.

Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan penggunaan FR terbanyak yaitu 466.525 pelanggan, disusul Semarang Poncol 247.239 pelanggan, Tegal 171.712 pelanggan, dan Pekalongan 166.469 pelanggan.

Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, penerapan teknologi ini juga berkontribusi pada aspek lingkungan. Setiap rol kertas yang dihemat berarti ada pohon yang tetap lestari, tinta yang tidak perlu diproduksi, serta sampah yang tidak menumpuk.

“Penerapan teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tapi juga komitmen KAI terhadap keberlanjutan lingkungan. Kami belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, sehingga mempercepat digitalisasi layanan, termasuk menghadirkan e-boarding pass dan face recognition,” tambah Franoto.

Ke depan, KAI menargetkan pengembangan digitalisasi yang lebih terintegrasi. Melalui aplikasi Access by KAI, pelanggan akan dapat menikmati perjalanan antarmoda yang seamless dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir hanya dalam satu genggaman.

“Transformasi digital adalah pijakan penting KAI untuk menghadirkan layanan transportasi modern, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan pelanggan. Kami ingin memastikan setiap perjalanan dengan kereta api tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga semakin efisien dan berkelanjutan,” tutup Franoto.

Dari Simpang Lima hingga Kota Lama, XL Weekend Rush Ajak Pesepeda Nikmati Ikon Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – XL Weekend Rush Semarang siap digelar pada Minggu, 14 September 2025, menghadirkan kombinasi olahraga, hiburan, dan gaya hidup digital.

Adapun, dengan mengusung semangat “refresh, recharge, rediscover”, acara ini menjadi bentuk apresiasi XLSMART kepada sekitar 645.000 pelanggan di Kota Semarang, sekaligus momentum memperkenalkan kekuatan jaringan pasca-merger.

Salah satu agenda utama adalah fun bike sejauh 20 kilometer dengan target 500 peserta dari komunitas pesepeda, keluarga, hingga pelanggan setia.

Rute fun bike akan melintasi ikon Semarang seperti Simpang Lima, Kota Lama, Sam Poo Kong, hingga Banjir Kanal, lalu finis kembali di Plaza Simpang Lima.

Peserta akan mendapatkan race pack eksklusif berupa jersey, cycling cap, nomor BIB, medali, serta refreshment. Untuk kenyamanan, panitia menyiapkan water station, pos medis, marshal, hingga cheering squad di sepanjang jalur.

Hadiah khusus juga disediakan untuk kategori King of Mountain (KOM) berupa uang tunai, smartphone, produk spesial, hingga doorprize menarik.

Selain fun bike, masyarakat umum bisa menikmati Festival Weekend Rush secara gratis di Plaza Simpang Lima. Festival ini menghadirkan tenant kuliner khas Jawa Tengah, booth lifestyle, brand activation dari XLSMART, games interaktif, quiz berhadiah, photobooth, hingga merchandise eksklusif.

Panggung utama akan dimeriahkan oleh penampilan RAN dan Barasuara, ditambah musisi lokal dan sesi zumba massal. Panitia memperkirakan lebih dari 5.000 pengunjung akan hadir sepanjang hari.

Group Head Network Operations XLSMART, Agus Rohmat, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat jaringan di Jawa Tengah, khususnya Semarang sebagai pasar strategis. Pasca-merger, XLSMART telah menambah lebih dari 2.100 BTS di Jawa Tengah, termasuk 430 BTS baru di Semarang.

Optimalisasi jaringan juga difokuskan di Simpang Lima, area utama acara, melalui peningkatan kapasitas bandwidth, multisector, hingga Massive MIMO.

Perusahaan juga melakukan upgrade transmisi untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama kegiatan.

“Langkah ini kami lakukan agar layanan komunikasi tetap stabil, baik untuk voice maupun data, sehingga peserta maupun masyarakat tetap nyaman beraktivitas selama acara berlangsung,” jelas Agus.

Kesuksesan penyelenggaraan di Semarang akan menjadi landasan bagi gelaran serupa di kota-kota besar lain di Indonesia.

XL Weekend Rush ditargetkan menjadi roadshow tahunan nasional, sehingga semakin banyak masyarakat bisa merasakan pengalaman digital sekaligus energi positif acara ini.

KAI Daop 4 Siapkan Griya Karya untuk Jaga Kebugaran dan Keselamatan Awak Kereta Api

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api dengan memastikan para awak kereta api selalu dalam kondisi prima.

Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah penyediaan Griya Karya sebagai tempat istirahat yang representatif bagi awak KA di seluruh Indonesia.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa di balik setiap perjalanan kereta api yang aman dan lancar terdapat peran krusial dari para awak KA, khususnya masinis, yang dituntut selalu bugar.

Oleh karena itu, keberadaan Griya Karya menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan operasional kereta api.

“Keselamatan perjalanan kereta api sangat ditentukan oleh kesehatan dan kebugaran awak, khususnya masinis. Dengan adanya Griya Karya, kami memastikan mereka dapat beristirahat dengan nyaman sehingga kembali bertugas dalam kondisi terbaik,” ujar Franoto.

Di Daop 4 Semarang sendiri terdapat 5 Griya Karya Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, dan Cepu.

Griya Karya tersebut berfungsi layaknya “hotel” khusus untuk masinis, kondektur, polsuska, maupun teknisi kereta api.

Sejak 2020 hingga 2025, secara global KAI telah berinvestasi dengan membangun 19 Griya Karya baru salah satunya Griya Karya Semarang Tawang yang saat ini telah beroperasi. Investasi tersebut bertujuan agar memenuhi standar kenyamanan yang lebih baik, sehingga para awak KA dapat memperoleh fasilitas istirahat yang optimal.

Untuk Griya Karya Semarang Tawang sendiri rata-rata perhari terdapat lebih dari 100 awak KA seperti masinis, kondektur, polsuska, maupun teknisi kereta api yang terbantu untuk beristirahat setelah menjalankan dinasan. Jumlah tersebut menegaskan pentingnya ketersediaan sarana istirahat yang layak dan representatif untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api.

“KAI menyadari bahwa kesehatan dan kebugaran awak akan berdampak langsung pada performa, motivasi, dan loyalitas mereka. Dengan demikian, KAI tidak hanya membangun infrastruktur transportasi yang handal, tetapi juga membangun tim kerja yang sehat, profesional, dan berdedikasi. Semua ini pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan oleh masyarakat,” tutup Franoto.

Wajah Baru Nusakambangan, Warga Binaan Makin Berdaya dengan FABA

0

NUSAKAMBANGAN (Pertamanews.id) – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru.

Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Adipala berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), warga binaan mampu menghasilkan produk konstruksi bernilai ekonomi. FABA yang sebelumnya dipandang sebagai limbah tanpa nilai kini berubah menjadi sumber penghidupan baru.

Melalui workshop FABA yang memanfaatkan lahan tidur di Pulau Nusakambangan, warga binaan dibekali keterampilan mengolah limbah menjadi produk seperti batako, _paving block, roaster, hingga buis beton.

Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan PT PLN (Persero) tersebut menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pascapembinaan.

Salah seorang warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, Kevin Ruben Rafael, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya workshop pengelolaan FABA dari PLN.

“Ini sangat membantu kami sebagai warga binaan, karena menambah ilmu pengetahuan. Nanti, ketika kami keluar, ilmu ini bisa bermanfaat bagi kehidupan kami di masyarakat,” ujar Kevin.

Hal senada diungkapkan warga binaan Lapas Nirbaya Nusakambangan, Listianto, yang merasakan langsung manfaat program ini.

“Alhamdulillah, sekarang saya bisa mengikuti program ini. Saya ingin mandiri, saya ingin kembali ke masyarakat dengan menjadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PLN dalam program pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan warga binaan.

“Program ini merupakan model pelatihan kerja yang sedang kami galakkan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ujarnya saat meninjau Workshop Pengelolaan FABA di Lapas Nusakambangan, Selasa (9/9).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menciptakan peluang ekonomi sirkuler sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

“Kami bangga, warga binaan Lapas Nusakambangan berhasil memanfaatkan limbah menjadi komoditas produktif. Kegiatan ini juga menciptakan lapangan kerja, memberi dampak positif bagi masyarakat, serta menghasilkan produk berkualitas dengan harga kompetitif,” ujar Darmawan.

Saat ini, workshop FABA di Nusakambangan dilengkapi dua unit mesin yang mampu memproduksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako setiap tahun. Jika kapasitas ini berjalan optimal dan produk mulai dipasarkan, workshop berpotensi menghasilkan omzet hingga Rp5,4 miliar per tahun.

Darmawan menyampaikan bahwa sebanyak 30 warga binaan telah aktif dan terampil memproduksi olahan FABA. Ia optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pendampingan dan bimbingan yang berkelanjutan.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan warga binaan yang luar biasa, kedisiplinan, dan etos kerja mereka, sehingga produk yang dihasilkan memiliki kualitas premium dan memiliki potensi pangsa pasar di industri,” tutur Darmawan.

Keberhasilan program ini menunjukkan peran lapas sebagai ruang pembinaan yang produktif dan berdaya guna.

“Ke depan, Nusakambangan akan menjadi percontohan nasional bagaimana sebuah lapas dapat berkembang menjadi episentrum kegiatan ekonomi sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat,” pungkas Darmawan.

Dari Padat Karya ke Teknologi Modern, Sido Muncul Buat Gubernur Jateng Lutfi Bangga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa keberadaan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menjadi contoh ideal investasi yang berpadu antara teknologi modern dengan penyerapan tenaga kerja. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/9).

Menurutnya, Sido Muncul bukan hanya membawa nama Jawa Tengah di kancah nasional, tetapi juga internasional. Perusahaan jamu legendaris tersebut mampu menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi mutakhir dengan kebutuhan tenaga kerja manusia.

“Jawa Tengah punya sumber daya manusia yang kompetitif. Di Sido Muncul, kita melihat perpaduan padat karya dengan teknologi modern yang sangat baik. Tenaga manusia tetap dibutuhkan, sehingga berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja,” ujar dia.

Pentingnya mendorong investasi yang ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat.Investasi tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus menjamin keberlanjutan lingkungan.

” Sido Muncul sudah memulainya dengan energi terbarukan, pengelolaan air tanah, dan panel surya,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng berkomitmen menjaga iklim investasi agar sehat, ramah lingkungan, dan sesuai aturan hukum.

“Dinas tenaga kerja, lingkungan hidup, hingga pengawasan lainnya akan terus kami kawal. Kami ingin perusahaan berjalan tanpa komplain dan taat hukum. Semoga langkah Sido Muncul ini menjadi daya tarik bagi investor lain untuk menanamkan modal di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dalam kunjungan itu, Luthfi didampingi jajaran Pemprov Jateng seperti Asisten Pembangunan Sujarwanto, dan sejumlah kepala OPD. Hadir pula Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Aini, dan Dandim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes.

Sementara itu, Direktur PT Sido Muncul, Dr. (H.C) Irwan Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kunjungan gubernur dan rombongan. Ia berharap pemerintah terus memberikan bimbingan agar perusahaan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami ingin ada pendampingan dari Pemprov, baik terkait lingkungan maupun perizinan. Kami berkomitmen untuk terus berbenah agar perusahaan tetap sehat dan taat aturan,” kata Irwan.

Pihaknya juga menitipkan perhatian Pemprov terhadap upaya penyelamatan Rawa Pening serta pengembangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani sebagai pintu masuk wisatawan ke Jawa Tengah.

Kunjungan ditutup dengan ramah tamah bersama jajaran direksi dan karyawan. Sido Muncul menyajikan hidangan khas yang telah bertahan lebih dari setengah abad, sekaligus menegaskan posisi jamu tradisional sebagai warisan budaya Jawa Tengah yang kini mendunia.

Bank Jakarta Pastikan Operasional Normal di Tengah Kasus Kredit Cabang Semarang

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Manajemen Bank Jakarta menegaskan operasional dan layanan tetap berjalan normal usai penetapan tersangka kasus pemberian fasilitas kredit di Bank Jakarta Cabang Semarang.

Manajemen Bank Jakarta mengatakan, penetapan dan penahanan tersangka merupakan tindak lanjut atas laporan dari pihaknya sebagai bagian dari penerapan tata kelola serta transparansi.

“Bank Jakarta menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum, serta berkomitmen memberikan kerja sama penuh dalam bentuk penyediaan data dan informasi relevan guna mendukung kelancaran proses penyidikan,” ujar Manajemen Bank Jakarta dalam keterangan tertulis, Rabu (10/9/2025).

Manajemen Bank Jakarta memastikan, kasus tersebut tidak memengaruhi kondisi operasional maupun layanan.

“Seluruh layanan perbankan tetap berjalan normal, dana nasabah aman, dan kami tetap berfokus melayani kebutuhan masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dengan profesional,” tambahnya.

Manajemen menegaskan Bank Jakarta selalu menjalankan bisnis berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), integritas, dan kepatuhan hukum. Upaya penguatan sistem pengendalian internal serta manajemen risiko juga terus dilakukan sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan.

Bank Jakarta berharap seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada otoritas berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Modus Kredit Fiktif, Kejati Jateng Tahan Tiga Tersangka Korupsi Bank DKI Semarang Rugikan Negara Rp2,7 Miliar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit di Bank DKI Cabang Semarang tahun 2023. Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Jateng Nomor: Prin 05/M.3/Fd.2/02/2025 tanggal 18 Februari 2025 jo Prin 17/M.3/Fd.2/09/2025 tanggal 09 September 2025 jo Prin 18/M.3/Fd.2/09/2025 tanggal 09 September 2025.

Tiga tersangka yang ditetapkan yakni TW (pengguna dana kredit atas nama enam debitur), EYK (Wakil Pimpinan Cabang Bank DKI Semarang/pemutus kredit mikro), dan DBF (Relationship Manager Kredit Retail).

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jateng, Arfan Triono, SH, dalam keterangan persnya menjelaskan, kasus ini bermula saat tersangka TW mengajukan kredit ritel senilai Rp4 miliar pada pertengahan 2023. Namun, permohonan itu tidak disetujui pihak bank.

“Selanjutnya, TW atas saran DBF mengajukan kredit mikro dengan menggunakan enam nama orang lain sebagai debitur, masing-masing sebesar Rp500 juta dengan total Rp3 miliar. Proses pencairan kredit tersebut disetujui oleh EYK selaku Wakil Pimpinan Cabang dan pemutus kredit mikro,” ujar Arfan, Selasa (9/9).

Menurut Arfan, seluruh proses pencairan dikendalikan oleh TW, mulai dari membawa enam debitur ke bank, menandatangani akad kredit, hingga mengambil buku tabungan, ATM, dan slip pencairan. Uang hasil pencairan seluruhnya dikuasai oleh TW.

“Dalam proses pengajuan kredit, syarat usaha dan jaminan agunan yang digunakan tidak benar. Bahkan, nilai appraisal jaminan tanah dan bangunan dinaikkan agar sesuai plafon kredit. Semua persyaratan ini difasilitasi oleh TW bersama DBF dan bagian kredit mikro,” jelasnya.

Akibat kredit macet, Bank DKI Cabang Semarang mengalami kerugian sekitar Rp2,71 miliar. Atas perbuatan tersebut, ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung ditahan untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari, terhitung mulai 9 September 2025 hingga 28 September 2025.

“TW ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang, sedangkan EYK dan DBF ditahan di Lapas Kelas I Semarang,” pungkasnya.

Lonjakan Penumpang KA Daop 1 Jakarta Capai 325 Ribu di Libur Maulid Nabi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat, sepanjang periode Rabu (3/9) hingga Minggu (7/9) 2025, tercatat lebih dari 325 ribu pelanggan dilayani.

Data KAI menunjukkan, jumlah tersebut terdiri dari 163.094 penumpang berangkat, 138.264 penumpang tiba, serta 24.142 pengguna KA Lokal (Pangrango dan Siliwangi).

Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah karena proses penjualan tiket berlangsung hingga waktu keberangkatan.

“Lonjakan tertinggi keberangkatan terjadi pada Kamis (4/9) dengan lebih dari 39 ribu penumpang. Sementara arus kedatangan mencapai puncak pada Minggu (7/9), tercatat lebih dari 41 ribu penumpang turun di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, kemarin.

Pada puncak arus balik, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 87 perjalanan kereta, terdiri dari 76 KA jarak jauh (41 dari Stasiun Gambir, 35 dari Stasiun Pasar Senen) dan 11 KA Lokal (8 Pangrango dan 3 Siliwangi).

“Hal ini kami lakukan agar kebutuhan transportasi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” tambahnya..

Tingginya mobilitas terlihat dari kota tujuan favorit, yakni Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Semarang. Rute tersebut selalu menjadi primadona setiap libur panjang.

Selain itu, layanan KA Lokal tetap mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya rute Sukabumi–Bogor dan Sukabumi–Cipatat, dengan lebih dari 24 ribu pelanggan selama lima hari libur.

Pihaknya terus memastikan layanan berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu. “Kesiapan sarana, prasarana, hingga pelayanan di stasiun dan di atas kereta menjadi prioritas kami, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan tenang,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, libur panjang Maulid Nabi tidak hanya memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi andalan yang aman, nyaman, dan tetap diminati.

Penghormatan untuk Romo Mangun, Pemkot Semarang Abadikan Nama Jalan di TPA Jatibarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi mengabadikan nama tokoh humanis dan pejuang kemanusiaan Romo YB Mangunwijaya menjadi nama jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang.

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Senin (8/9), sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas semangat Romo Mangun yang selalu berpihak pada kaum kecil dan termarjinalkan.

Agustina menegaskan, penamaan jalan ini tidak hanya sebagai penghormatan formal, tetapi juga simbol moral agar spirit Romo Mangun hidup di kawasan yang kerap dipandang sebelah mata.

“Jalan ini menjadi pengingat bahwa Romo Mangun selalu hadir di tengah masyarakat kecil. Jika beliau masih hidup, pasti memilih berdiri di kawasan yang dianggap kumuh, seperti di sini, untuk menyalakan harapan,” ujarnya.

Ia berharap penamaan jalan tersebut dapat mendorong pengelolaan TPA Jatibarang menjadi lebih berkelanjutan. Saat ini, Pemkot tengah menyiapkan tender internasional pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), selain penerapan sanitary landfill dan ekonomi sirkular.

“Semoga semangat Romo Mangun juga menginspirasi pengelolaan TPA Jatibarang, agar kawasan ini bisa menjadi ruang hidup yang bermakna dan menumbuhkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang, Romo FX Sugiyana, Pr, yang hadir mewakili Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko. Menurutnya, penempatan nama Romo Mangun di akses menuju TPA Jatibarang justru sangat tepat.

“Kalau namanya ditempatkan di kawasan elit, mungkin Romo Mangun malah tidak betah. Tapi di sini, di kawasan TPA, justru sesuai dengan spirit beliau yang selalu berpihak pada yang kecil dan terpinggirkan,” kata Sugiyana.

Ia menambahkan, yang terpenting bukan hanya nama jalan yang dikenang, tetapi juga semangat perjuangan Romo Mangun yang terus menginspirasi warga Semarang.

Sebagai catatan, Romo YB Mangunwijaya adalah rohaniawan, arsitek, sastrawan, sekaligus pejuang kemanusiaan kelahiran Ambarawa. Karya monumentalnya menata Kampung Kali Code Yogyakarta menjadikannya penerima SEA Write Award (1986) dan Aga Khan Award for Architecture (1992).

Ia juga dikenal vokal membela masyarakat kecil, termasuk saat kontroversi pembangunan Waduk Kedungombo di tahun 1980-an.

Dengan diresmikannya Jalan YB Mangunwijaya, spirit keberpihakan kepada kaum kecil dan kepedulian pada lingkungan diharapkan terus menyala di Kota Semarang.

Wali Kota Agustina Tekankan Peran Koperasi Perkuat Ekonomi Warga di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang untuk berperan sebagai mitra strategis bagi kios-kios kecil di pemukiman warga. Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan sehari-hari, bukan justru menjadi pesaing usaha masyarakat.

Hal itu disampaikan Agustina saat mendampingi kunjungan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Ambar Pertiwiningrum, di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Minggu (7/9).

“Saya pesankan, koperasi ini jangan sampai dianggap pesaing. Justru harus menjadi pusat kulakan bagi kios-kios kecil di gang-gang pemukiman. Dengan begitu, semua bisa tumbuh bersama,” tegasnya.

Ia menilai, kegiatan usaha yang dikelola KKMP Gedawang sudah berjalan baik, mulai dari sembako, gas LPG, hingga produk makanan beku. Hanya saja, menurutnya diperlukan dorongan promosi agar koperasi semakin dikenal masyarakat.

“Sudah bagus, tinggal promosi saja diperkuat. Kalau promosi jalan, saya yakin barang-barangnya akan cepat habis terjual,” ujarnya.

Sementara itu, Ambar Pertiwiningrum menyampaikan apresiasi atas kreativitas pengurus koperasi yang baru berjalan sekitar 1,5 bulan namun sudah menunjukkan kemandirian.

Menurutnya, KKMP Gedawang bisa menjadi contoh bahwa koperasi di tingkat kelurahan tetap bisa berkembang tanpa harus bergantung pada pembiayaan bank.

“Ini menunjukkan tidak ada yang mustahil. Dengan pengurus yang kreatif, koperasi bisa berjalan mandiri. Apalagi di kelurahan yang tidak punya dana desa, keberadaan koperasi jadi sangat penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Ambar.

Ambar juga menyoroti layanan pengantaran yang sudah dijalankan koperasi. “Ternyata ada layanan delivery. Ini sangat menarik karena masyarakat otomatis akan terdorong untuk bergabung menjadi anggota. Nanti bisa jadi pusat titipan barang kebutuhan, sayuran, atau produk lainnya,” tambahnya.

Saat ini, KKMP Gedawang mengelola beragam usaha, mulai dari gerai sembako, kedai es teh jumbo, hingga layanan Laku Pandai bersama Bank Jateng.

Koperasi juga menargetkan 500 anggota guna memperkuat permodalan dan memperluas manfaat bagi warga.

Dengan dukungan pemerintah kota, kehadiran KKMP Gedawang diharapkan menjadi model koperasi kelurahan yang tidak hanya menyejahterakan anggota, tetapi juga menjaga keberlangsungan kios-kios kecil di lingkungan masyarakat.