spot_img
Beranda blog Halaman 6

Sido Muncul Lakukan Penyegaran Direksi, Bidik Kinerja Lebih Optimal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melakukan penyegaran jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4).

Dalam forum tersebut, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari kinerja tahun buku 2025.

Direktur Utama Irwan Hidayat menegaskan bahwa perubahan susunan direksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.

“Perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” ujarnya.

Ia kini memimpin jajaran direksi bersama David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Manajemen meyakini komposisi baru tersebut akan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan perusahaan.

“Dengan komposisi baru ini, kami optimistis kinerja perusahaan akan semakin baik dan adaptif terhadap perubahan,” katanya.

Dari sisi kinerja, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp4,08 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih mencapai Rp1,23 triliun dengan marjin operasi sebesar 38 persen dan marjin bersih 30 persen.

Manajemen menyebut capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan global, mulai dari pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif hingga fluktuasi nilai tukar.

Meski demikian, perusahaan mampu menjaga stabilitas usaha dan profitabilitas. Kinerja ekspor turut menjadi penopang, dengan pertumbuhan mencapai 31 persen dan kontribusi sebesar 9 persen terhadap total penjualan.

Produk Sido Muncul kini telah menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan sebagai bentuk kesinambungan pengawasan.

Posisi Komisaris Utama tetap dijabat Jonatha Sofjan Hidajat bersama Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati Wijono, Lindawati Gani, serta Mohammad Adib Khumaidi.

Manajemen berharap sinergi antara direksi dan komisaris terus terjaga guna memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.

Ke depan, prospek bisnis 2026 dinilai tetap konstruktif seiring membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan.***

UNDIP Gandeng Universitas Tiongkok, Luncurkan Program Double Degree Teknik Kimia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama akademik internasional dengan Beijing University of Chemical Technology (BUCT) melalui program double degree di bidang Teknik Kimia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Agreement on Double Degree Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNDIP dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kualitas pendidikan berbasis standar internasional.

Program double degree tersebut mengusung skema 2+2, di mana mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama di UNDIP dan melanjutkan dua tahun berikutnya di BUCT dengan kurikulum terintegrasi dari kedua institusi.

Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Untuk menjadi universitas berkelas dunia, kemitraan global menjadi kunci dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang luas untuk pengembangan riset bersama, pertukaran dosen, serta transfer teknologi.

“Melalui program double degree ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik lintas negara yang memperkaya wawasan global, meningkatkan daya saing, serta membentuk kompetensi lulusan yang adaptif,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President BUCT, Wang Feng, menyambut positif kesepakatan tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperdalam hubungan akademik kedua institusi.

“Penandatanganan program double degree ini menjadi pencapaian penting dalam memperdalam kerja sama antar universitas. Lebih dari sekadar kesepakatan akademik, ini adalah komitmen bersama untuk mencetak talenta unggul di bidang teknik kimia dengan perspektif internasional,” katanya.

Menurutnya, program ini tidak hanya menyelaraskan kurikulum, tetapi juga memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Ke depan, BUCT berharap kolaborasi dapat diperluas ke bidang riset, pertukaran dosen, serta integrasi antara dunia akademik dan industri.

Dalam implementasinya, kedua universitas sepakat untuk saling mengakui kredit akademik dan memberikan gelar sarjana dari masing-masing institusi bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh pimpinan kedua universitas dan perwakilan fakultas, dilanjutkan dengan sesi diskusi pengembangan program ke depan.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan serta delegasi dari kedua institusi. Dari pihak UNDIP, hadir Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto; Direktur Reputasi, Kemitraan dan Konektivitas Global Hadiyanto; serta Dekan Fakultas Teknik Jamari beserta jajaran.

Sementara dari BUCT, turut hadir sejumlah pimpinan fakultas dan pengelola program internasional.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung lintas negara, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknik kimia yang siap menghadapi tantangan global.***

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah navigasi Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau.

Ia menambahkan bahwa penganugerahan ini turut mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan.

Ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025.

Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.***

Menyalakan Lebih dari Sekadar Listrik: Rencana TJSL PLN UIP JBT 2026 untuk Kehidupan yang Lebih Baik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di banyak tempat, kehidupan masih berjalan dengan segala keterbatasannya. Air bersih belum selalu dekat, peluang ekonomi belum sepenuhnya terbuka, dan harapan sering kali harus diperjuangkan lebih keras setiap harinya. Situasi seperti ini bukan hal baru.

Namun bagi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), situasi tersebut bukan untuk dibiarkan melainkan untuk diubah.

Tahun 2026 menjadi langkah penting. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP JBT telah menyiapkan berbagai inisiatif yang akan dijalankan sepanjang tahun.

Bukan sekadar program bantuan, tetapi rangkaian upaya terencana untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat, khususnya di sekitar wilayah proyek PLN.

Selama tahun 2026 Program TJSL PLN UIP JBT akan menyasar berbagai kebutuhan mendasar hingga pemberdayaan ekonomi.

Penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu fokus utama menjawab kebutuhan yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak masyarakat di Cianjur, Sukabumi, Bandung, hingga wilayah lainnya.

Namun, cerita TJSL tidak berhenti pada air di balik setiap program, ada proses panjang yang memastikan bahwa setiap langkah tepat sasaran.

Dimulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat, analisis isu strategis nasional, hingga penyelarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Dari sinilah arah program ditentukan mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value). Berbagai rencana pun mulai disusun, masing-masing membawa harapan baru.

Di sektor ekonomi, PLN UIP JBT akan mendorong pengembangan UMKM dan pemberdayaan kelompok rentan agar mampu berdiri lebih mandiri. Di sektor lingkungan, program seperti pengelolaan sampah, konservasi, hingga penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan.

Sementara di bidang sosial, hadir program pendidikan, sanitasi sehat, hingga kesiapsiagaan bencana yang memperkuat ketahanan masyarakat.

Bahkan di wilayah pesisir, inovasi tambak berbasis listrik dirancang untuk mendukung ketahanan pangan. Di sisi lain, potensi desa juga diangkat melalui pengembangan desa wisata yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru.

Dari edukasi melalui Srikandi Movement Goes to School, penerangan desa lewat Desa Terang, hingga penguatan peran perempuan melalui Women Support Women.

Setiap program dirancang untuk menjawab kebutuhan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro menegaskan bahwa kehadiran PLN harus dirasakan lebih luas dari sekadar listrik.

“PLN tidak hanya hadir untuk menghadirkan listrik, tetapi juga untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui program TJSL 2026, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang kami lakukan juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh program telah dirancang dengan pendekatan berkelanjutan.

“Kami menyelaraskan seluruh program dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga untuk masa depan. Ini adalah komitmen kami untuk menciptakan nilai bersama antara PLN dan masyarakat,” tambah Kishartanto.

Pada akhirnya, TJSL bukan hanya tentang apa yang akan dibangun, tetapi tentang perubahan yang akan terjadi. Tentang air yang nantinya mengalir lebih dekat ke rumah warga.

Tentang usaha kecil yang perlahan berkembang. Tentang desa yang menjadi lebih mandiri dan berdaya.

Dan di setiap perubahan itu, ada satu benang merah yang sama bahwa kehadiran PLN bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.***

Andalkan Ilmu dari UNDIP, dr. Audrianto Pimpin Layanan Medis di Zona Konflik Lebanon

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kiprah alumni Universitas Diponegoro kembali menembus panggung global. dr. Audrianto, Sp.Rad., lulusan Program Studi Spesialis Radiologi Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP, dipercaya memimpin tim medis dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Dalam penugasan sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Hospital XXIX-P pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) periode 2025–2026, dr. Audrianto menghadapi tantangan kompleks: keterbatasan fasilitas medis hingga situasi keamanan yang dinamis di wilayah konflik.

Ia menegaskan, fondasi pendidikan yang diperolehnya di FK UNDIP menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas di lapangan. Kurikulum yang menyeimbangkan teori dan praktik, serta paparan literatur internasional, dinilai membentuk pola pikir adaptif sekaligus standar klinis berkelas global.

“Pendidikan di FK UNDIP sangat suportif dalam membentuk kepercayaan diri kami di kancah internasional. Selain aspek medis teknis, kemampuan komunikasi global dan publikasi ilmiah menjadi modal utama saat berkoordinasi dengan tenaga medis lintas negara di misi PBB,” ujar dr. Audrianto, Selasa (31/3/2026).

Di tengah keterbatasan fasilitas medis di Lebanon, peran radiologi menjadi krusial sebagai penunjang diagnosis. Namun, menurutnya, kecanggihan alat bukanlah faktor utama dalam menentukan ketepatan diagnosis.

“Radiologi adalah unsur penunjang yang vital, namun sebagai spesialis, kita tetap harus mengutamakan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hampir 70 persen diagnosis dapat ditegakkan dari dua proses awal tersebut,” tegasnya.

Kondisi di lapangan kerap hanya menyediakan alat dasar seperti X-Ray dan ultrasonografi (USG). Dengan ketajaman analisis klinis, dr. Audrianto mampu mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk penanganan pasien, sebelum menentukan langkah lanjutan seperti CT-Scan atau MRI sesuai urgensi.

Tak hanya berperan sebagai dokter spesialis, ia juga memikul tanggung jawab sebagai komandan yang harus menjamin keselamatan personel di tengah ancaman serangan di sekitar wilayah penugasan. Dalam situasi tertentu, pelayanan medis bahkan dilakukan dari dalam bunker.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi ujian nyata profesionalisme dan dedikasi tenaga medis di medan kemanusiaan.

“Di medan tugas, tidak ada zona nyaman. Pendidikan yang kuat di FK UNDIP adalah modal, namun dedikasi setulus hati adalah yang membuat kita mampu bertahan dan memberi manfaat bagi kemanusiaan,” pungkasnya.***

Tak Ada Celah, Kejari Kota Semarang Hancurkan Sabu hingga Puluhan Ribu Pil Ilegal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), dalam kegiatan yang digelar di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Semarang, Selasa (6/4/2026).

Pemusnahan tersebut mencakup barang bukti dari 97 perkara tindak pidana umum serta 3 perkara tindak pidana khusus. Dari jumlah itu, kasus narkotika dan zat adiktif lainnya mendominasi dengan 62 perkara, sementara 35 perkara lainnya merupakan tindak pidana umum.

Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto, mengatakan pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen penegak hukum dalam menuntaskan perkara sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti.

“Seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah memiliki kekuatan hukum tetap dan dirampas untuk dimusnahkan sesuai putusan pengadilan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, aparat memusnahkan berbagai jenis barang bukti, di antaranya narkotika jenis sabu seberat 859,2 gram, tembakau sintetis, serta ratusan ribu butir obat-obatan terlarang. Di antaranya terdapat lebih dari 109 ribu butir pil DMP, 64 ribu pil berlogo Y, dan 38 ribu pil Yarindo.

Selain itu, turut dimusnahkan berbagai obat keras seperti alprazolam dalam berbagai merek dan jenis, serta sejumlah tablet lain yang kerap disalahgunakan. Tidak hanya itu, aparat juga menghancurkan 18 unit telepon genggam, 10 senjata tajam, serta puluhan ribu bungkus rokok ilegal tanpa pita cukai.

Proses pemusnahan dilakukan dengan metode berbeda sesuai jenis barang. Rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara perangkat elektronik seperti telepon genggam dihancurkan hingga tidak dapat digunakan kembali.

Untuk narkotika dan obat-obatan, pemusnahan dilakukan dengan cara diblender, sedangkan senjata tajam dimusnahkan menggunakan alat gerinda.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Pengadilan Negeri Semarang, serta Bea dan Cukai.

Kejari Semarang menegaskan, pemusnahan barang bukti ini tidak hanya sebagai bentuk eksekusi putusan pengadilan, tetapi juga menjadi pesan tegas kepada masyarakat bahwa negara tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika dan barang ilegal lainnya.***

Kotta Hotel Semarang Sukses Gelar “Kotta Lama Market” Bersama Pasar Wangi

0

Semarang (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang bekerja sama dengan Pasar Wangi sukses menyelenggarakan event “Kotta Lama Market” pada 3–4 April 2026 lalu di kawasan Kota Lama Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung industri kreatif sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat.

Kotta Lama Market menghadirkan 17 tenant yang terdiri dari pelaku usaha food and beverage, fashion, serta produk kreatif lokal. Produk yang ditampilkan mengedepankan nilai keberlanjutan dan konsep mindful living.

Tidak hanya berfokus pada transaksi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat mengikuti workshop kreatif, sesi yoga, hingga sound healing yang dirancang sebagai ruang relaksasi dan refleksi.

Suasana acara semakin hidup dengan alunan musik vinyl yang dikurasi secara khusus. Konsep ini memperkuat karakter kawasan Kota Lama sebagai ruang kreatif yang dinamis dan berdaya tarik.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara sektor hospitality dan komunitas kreatif.

Perwakilan manajemen Kotta Hotel Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan gaya hidup saat ini.

“KOTTA LAMA MARKET merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan gaya hidup saat ini, khususnya yang mengedepankan aspek eco culture dan kolaborasi komunitas lokal,” ujarnya.

CEO Kotta Hospitality Management, Jessica Adi Rasanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku lokal untuk berkembang sekaligus menghidupkan kawasan Kota Lama.

“Kehadiran event seperti ini tidak hanya memberikan ruang bagi brand dan kreator lokal untuk berkembang, tetapi juga membawa energi baru yang membuat kawasan Kota Lama Semarang semakin hidup dan relevan sebagai destinasi gaya hidup,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kotta Hotel Semarang menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi yang mendorong kreativitas dan pertumbuhan komunitas. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman yang berdampak bagi masyarakat dan kota.

BULOG Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora melalui PT GMM Sesuai Harga Pemerintah

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG memastikan hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora pada musim giling 2026 akan terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Kepastian ini disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM), Jumat (3/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan respons langsung BULOG atas aspirasi petani tebu yang menginginkan kepastian penyerapan hasil panen tahun ini.

Dalam rangkaian kegiatannya, Direktur Utama BULOG juga telah bertemu dengan Bupati Blora beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, Ahmad Rizal juga berdialog dengan sejumlah tokoh dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) untuk menyerap langsung masukan dan harapan petani.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan PT GMM, dialog berjalan terbuka dan kondusif antara BULOG, tokoh masyarakat, dan para petani tebu. Sebelumnya, komunikasi intensif juga telah dilakukan sejak pagi hari dengan sejumlah tokoh masyarakat.

“Tadi pagi kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujar Direktur Utama BULOG.

BULOG memastikan panen tebu petani Blora yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026 akan diserap melalui PT GMM dengan skema pembelian putus di pabrik gula (PG) dan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian harga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi pasar.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, BULOG akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Direktur SGN dan Direktur PTPN.

Setelah penyerapan, BULOG juga akan mengatur distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah guna menjaga kesinambungan rantai pasok serta stabilitas produksi gula nasional.

Di sisi internal, BULOG menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan manajemen PT GMM. Reorganisasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional, insyaallah mulai minggu depan,” tegas Ahmad Rizal.

Tak hanya fokus pada sektor gula, BULOG juga menyiapkan langkah strategis pengembangan energi alternatif.

PT GMM direncanakan menjadi pusat pengolahan bioetanol berbahan baku tebu dan jagung di kawasan pabrik gula tersebut. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Seluruh proses penyampaian aspirasi dalam pertemuan tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Para petani diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada manajemen BULOG.

Setelah mendapatkan kepastian terkait penyerapan hasil panen dan langkah pembenahan yang akan dilakukan, para petani yang hadir mengaku puas.

Mereka membubarkan diri dengan tertib dan damai, bahkan melepas spanduk serta atribut yang sebelumnya digunakan sebagai bentuk aspirasi.

Kepastian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi petani tebu Blora serta memperkuat keberlanjutan produksi gula nasional di tengah tantangan sektor pangan dan energi.***

BULOG Jamin Pasar bagi Petani Jagung Blora

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan strategis ini dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran Forkopimda Blora dan para petani setempat.

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dukungan lintas sektor terhadap penguatan pertanian di wilayahnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Kopassus, Pak Dirut Bulog, dan Pak Dirjen yang berkenan hadir di Blora. Blora ini merupakan daerah basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas jagung untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Kami berharap ada hilirisasi, termasuk pembangunan pabrik pakan. Selama ini jagung dari Blora banyak dibawa keluar daerah. Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” tambahnya.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG sebagai penyangga hasil panen petani.

“Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peluang pasar jagung nasional masih terbuka lebar, khususnya untuk kebutuhan energi alternatif.

“Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan,” ujar Dirut BULOG.

Sinergi Hulu-Hilir Diperkuat

Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan jagung di Blora yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian,” kata Djon Afriandi.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Yudi Sastro menekankan besarnya kebutuhan jagung nasional.

“Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut,” ujar Yudi Sastro.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Blora optimistis produksi jagung di daerahnya akan terus meningkat.

“Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Pada panen raya kali ini, lahan seluas 15 hektare menghasilkan produktivitas hingga 7 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat potensi pengembangan jagung di Blora ke depan.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. BULOG akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” kata Ahmad Rizal.

BULOG Perkuat Dukungan untuk Petani Tebu

Selain jagung, BULOG juga menyiapkan langkah strategis dalam mendukung sektor tebu dan industri gula di Blora melalui penguatan peran PT GMM.

“BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap,” tegas Ahmad Rizal.

Tak hanya itu, BULOG juga tengah melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan kapasitas serapan.

“Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya,” tambahnya.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, dan BUMN, Blora diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan jagung nasional yang mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.***

Langkah Nyata Mahasiswa Magang UPGRIS Bangun Budaya Sadar Bencana di SMPN 7 Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan simulasi Sekolah Aman Bencana di SMPN 7 Semarang, Kamis (2/4). Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan mengusung tema “Tanggap, Tangkas, Tangguh: Menghadapi Ancaman Gempa Bumi di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program magang kependidikan sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-47 SMPN 7 Semarang. Edukasi menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.


Peserta terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana gempa bumi, prosedur penyelamatan diri, serta pengenalan jalur evakuasi. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi untuk melatih respons cepat saat terjadi bencana.

Program ini dilatarbelakangi kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi sehingga kesiapsiagaan di lingkungan sekolah menjadi penting.

Sekolah dinilai sebagai lokasi dengan konsentrasi aktivitas tinggi. Peserta didik menghabiskan sekitar 30 hingga 35 persen waktu harian di sekolah. Kondisi ini menuntut kesiapan yang matang untuk meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

Selain risiko kerusakan fasilitas, bencana juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, simulasi dilakukan untuk membangun kesiapan tindakan melalui praktik langsung, termasuk gerakan perlindungan diri.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta menyebarkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat.*