spot_img
Beranda blog Halaman 6

BULOG Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora melalui PT GMM Sesuai Harga Pemerintah

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG memastikan hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora pada musim giling 2026 akan terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Kepastian ini disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM), Jumat (3/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan respons langsung BULOG atas aspirasi petani tebu yang menginginkan kepastian penyerapan hasil panen tahun ini.

Dalam rangkaian kegiatannya, Direktur Utama BULOG juga telah bertemu dengan Bupati Blora beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selain itu, Ahmad Rizal juga berdialog dengan sejumlah tokoh dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) untuk menyerap langsung masukan dan harapan petani.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan PT GMM, dialog berjalan terbuka dan kondusif antara BULOG, tokoh masyarakat, dan para petani tebu. Sebelumnya, komunikasi intensif juga telah dilakukan sejak pagi hari dengan sejumlah tokoh masyarakat.

“Tadi pagi kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujar Direktur Utama BULOG.

BULOG memastikan panen tebu petani Blora yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei 2026 akan diserap melalui PT GMM dengan skema pembelian putus di pabrik gula (PG) dan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian harga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi pasar.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, BULOG akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Direktur SGN dan Direktur PTPN.

Setelah penyerapan, BULOG juga akan mengatur distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah guna menjaga kesinambungan rantai pasok serta stabilitas produksi gula nasional.

Di sisi internal, BULOG menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan manajemen PT GMM. Reorganisasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional, insyaallah mulai minggu depan,” tegas Ahmad Rizal.

Tak hanya fokus pada sektor gula, BULOG juga menyiapkan langkah strategis pengembangan energi alternatif.

PT GMM direncanakan menjadi pusat pengolahan bioetanol berbahan baku tebu dan jagung di kawasan pabrik gula tersebut. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Seluruh proses penyampaian aspirasi dalam pertemuan tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Para petani diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada manajemen BULOG.

Setelah mendapatkan kepastian terkait penyerapan hasil panen dan langkah pembenahan yang akan dilakukan, para petani yang hadir mengaku puas.

Mereka membubarkan diri dengan tertib dan damai, bahkan melepas spanduk serta atribut yang sebelumnya digunakan sebagai bentuk aspirasi.

Kepastian ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi petani tebu Blora serta memperkuat keberlanjutan produksi gula nasional di tengah tantangan sektor pangan dan energi.***

BULOG Jamin Pasar bagi Petani Jagung Blora

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan strategis ini dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, di antaranya Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, serta jajaran Forkopimda Blora dan para petani setempat.

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dukungan lintas sektor terhadap penguatan pertanian di wilayahnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Panglima Kopassus, Pak Dirut Bulog, dan Pak Dirjen yang berkenan hadir di Blora. Blora ini merupakan daerah basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi komoditas jagung untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Kami berharap ada hilirisasi, termasuk pembangunan pabrik pakan. Selama ini jagung dari Blora banyak dibawa keluar daerah. Jika hilirisasi terwujud, nilai ekonomi petani akan meningkat dan kesejahteraan semakin baik,” tambahnya.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG sebagai penyangga hasil panen petani.

“Kami melihat langsung semangat luar biasa para petani Blora. BULOG berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung yang ada di Blora, baik untuk pakan ternak maupun kebutuhan bioetanol,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peluang pasar jagung nasional masih terbuka lebar, khususnya untuk kebutuhan energi alternatif.

“Kebutuhan bioetanol nasional sangat besar, sehingga membutuhkan sekitar 3,2 juta ton jagung. Ini peluang besar bagi petani karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar 3 bulan,” ujar Dirut BULOG.

Sinergi Hulu-Hilir Diperkuat

Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan jagung di Blora yang diproyeksikan sebagai proyek percontohan nasional.

“Kami akan memastikan dari hilir hingga hulu berjalan dengan baik. Mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga off-taker, semuanya didukung oleh BULOG dan Kementerian Pertanian,” kata Djon Afriandi.

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Yudi Sastro menekankan besarnya kebutuhan jagung nasional.

“Kebutuhan jagung nasional untuk pakan mencapai 15 juta ton per tahun. Selain itu, kita juga diarahkan untuk mengembangkan 1 juta hektare jagung untuk bioetanol. Blora menjadi titik awal pengembangan tersebut,” ujar Yudi Sastro.

Dalam kesempatan terpisah, Bupati Blora optimistis produksi jagung di daerahnya akan terus meningkat.

“Kalau sekarang sekitar 83.000 hektare, ke depan bisa lebih dari 100.000 hektare. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis bisa menjadi nomor satu di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Pada panen raya kali ini, lahan seluas 15 hektare menghasilkan produktivitas hingga 7 ton per hektare. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat potensi pengembangan jagung di Blora ke depan.

“Ini kebanggaan bagi kita semua. BULOG akan terus hadir sebagai off-taker untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” kata Ahmad Rizal.

BULOG Perkuat Dukungan untuk Petani Tebu

Selain jagung, BULOG juga menyiapkan langkah strategis dalam mendukung sektor tebu dan industri gula di Blora melalui penguatan peran PT GMM.

“BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu petani ke pabrik-pabrik PTPN dan SGN di Jawa Tengah. Petani tidak perlu bimbang, kami pastikan hasil panen tetap terserap,” tegas Ahmad Rizal.

Tak hanya itu, BULOG juga tengah melakukan pembenahan internal untuk meningkatkan kapasitas serapan.

“Kami akan segera mereorganisasi manajemen dan melakukan perbaikan pabrik agar ke depan dapat menyerap tebu petani secara optimal. Kami juga akan melibatkan putra daerah dalam pengelolaannya,” tambahnya.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, dan BUMN, Blora diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan jagung nasional yang mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.***

Langkah Nyata Mahasiswa Magang UPGRIS Bangun Budaya Sadar Bencana di SMPN 7 Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan kegiatan edukasi dan simulasi Sekolah Aman Bencana di SMPN 7 Semarang, Kamis (2/4). Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan mengusung tema “Tanggap, Tangkas, Tangguh: Menghadapi Ancaman Gempa Bumi di Lingkungan Sekolah”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program magang kependidikan sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-47 SMPN 7 Semarang. Edukasi menghadirkan pemateri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.


Peserta terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka mendapatkan materi mengenai mitigasi bencana gempa bumi, prosedur penyelamatan diri, serta pengenalan jalur evakuasi. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi untuk melatih respons cepat saat terjadi bencana.

Program ini dilatarbelakangi kondisi geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap bencana gempa bumi sehingga kesiapsiagaan di lingkungan sekolah menjadi penting.

Sekolah dinilai sebagai lokasi dengan konsentrasi aktivitas tinggi. Peserta didik menghabiskan sekitar 30 hingga 35 persen waktu harian di sekolah. Kondisi ini menuntut kesiapan yang matang untuk meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

Selain risiko kerusakan fasilitas, bencana juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Oleh karena itu, simulasi dilakukan untuk membangun kesiapan tindakan melalui praktik langsung, termasuk gerakan perlindungan diri.

Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UPGRIS mendorong terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta menyebarkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat.*

Perkuat Ekosistem Pangan, BULOG Hubungkan Petani Tebu Blora dengan Industri

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora dengan memfasilitasi penyaluran hasil panen ke pabrik gula (PG) di wilayah Jawa Tengah.

Langkah konkret tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang memiliki sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi BULOG dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal oleh industri dalam negeri.

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan lembaganya untuk menjadi penghubung antara petani dan industri gula nasional.

“Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.

BULOG juga memandang langkah ini sebagai respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi dari sebagian petani tebu di Blora.

Aspirasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar lebih berpihak kepada petani.

Dalam pelaksanaannya, BULOG terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pihak PTPN dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Melalui langkah ini, BULOG berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang di masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu.***

Hotel Ciputra Semarang Rutin Gelar Simulasi Evakuasi Kebakaran, Perkuat Standar Keselamatan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan dengan menggelar simulasi evakuasi kebakaran secara rutin. Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat.

Simulasi diawali dengan pembunyian alarm kebakaran. Tim Engineering dan Security dengan sigap memandu proses evakuasi menuju titik aman, sementara tim pemadam internal melakukan penanganan api menggunakan hydrant dan selang pemadam.

Dalam skenario yang dirancang menyerupai kondisi nyata, kegiatan ini juga mencakup proses penyelamatan korban yang digambarkan terjebak di lantai tiga gedung hotel. Simulasi terselenggara melalui kerja sama dengan Dinas Kebakaran Kota Semarang yang memberikan arahan teknis serta evaluasi menyeluruh agar pelaksanaannya sesuai standar keselamatan nasional maupun internasional.

Selain melatih respons karyawan, simulasi ini juga menjadi momentum untuk menguji keandalan sistem alarm kebakaran, jalur evakuasi, serta efektivitas peralatan pemadam yang dimiliki hotel.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam menciptakan lingkungan kerja dan layanan yang aman.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan optimal demi memberikan perlindungan maksimal bagi karyawan maupun tamu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh karyawan dalam menghadapi kondisi darurat melalui pelatihan rutin, termasuk edukasi penggunaan berbagai peralatan keselamatan seperti APAR, fire blanket, hingga sistem hydrant.***

Nikmati Sensasi Kuliner Eksklusif di Hotel GranDhika Pemuda Semarang dengan Menu Spesial yang Modern dan Trendy

0

SEMARANG (Harianterkini.id) – Tidak terasa waktu liburan telah usai, saatnya menyambut hari baru dengan penuh sukacita. Dengan ini, Hotel GranDhika Pemuda Semarang kembali menghadirkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan melalui rangkaian promo menu spesial yang dirancang untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner dengan mengusung konsep yang lebih Modern dan Trendy dengan sentuhan cita rasa internasional dan local.

Hotel GranDhika Pemuda Semarang menawarkan menu spesial Beef Bulgogi dengan kualitas daging sapi premium yang dimarinasi dengan bumbu khas Korea yang kaya akan rasa manis, gurih, dan smoky. Dengan Herby D’orange sebagai pendamping sempurna yang memiliki rasa yang segar dengan sentuhan herbal yang memberikan sensasi refreshing sekaligus menenangkan. Dengan keseimbangan rasa manis dan asam yang pas, Herby D’orange tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menjadi pelengkap yang sempurna untuk Beef Bulgogi dengan memberikan pengalaman minum yang berbeda. Tidak hanya itu, Hotel GranDhika Pemuda Semarang juga menawarkan Shirataki Poke Bowl dan Nangka Brulee sebagai alternatif menu ringan dengan kombinasi bahan segar dan rendah kalori. Serta Kopi Kolak Pisang yang memberikan pengalaman berbeda dengan perpaduan kopi dan cita rasa tradisional Indonesia yang hangat dan autentik.

Seluruh menu ini dapat Anda nikmati dengan harga terjangkau, mulai dari Rp40.000 hingga Rp85.000 saja, dengan kualitas hidangan ala hotel berbintang yang disajikan oleh chef profesional. Didukung dengan suasana restaurant yang nyaman, modern, serta pelayanan terbaik, menjadikan setiap kunjungan Anda semakin berkesan. Tersedia juga ruang meeting dengan konsep yang lebih private untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman.

Nikmati pengalaman bersantap yang berbeda di Hotel GranDhika Pemuda Semarang, baik untuk makan siang santai, dinner romantis, meeting formal, hingga hangout bersama orang terdekat. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi menu spesial ini dan rasakan sendiri perpaduan rasa yang unik dan menggugah selera.Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor reservasi WhatsApp official di 62 811-2850-1712 atau Telp. (024) 2920 – 7788 dan jangan lupa follow Instagram @grandhikapemudasemarang untuk mengetahui update promo lainnya.

April 2026, Kota Semarang Disulap Jadi Arena Event Olahraga Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bulan April 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Semarang sebagai pusat aktivitas olah raga nasional.

Beragam event dari berbagai cabang olah raga berskala nasional akan digelar sepanjang bulan ini dengan menghadirkan atlet, komunitas, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian agenda tersebut menjadi penanda meningkatnya kepercayaan berbagai organisasi dan komunitas olah raga untuk menjadikan Kota Semarang sebagai lokasi penyelenggaraan event. Pemerintah Kota Semarang pun memastikan kesiapan kota dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan, mulai dari penyediaan venue, perizinan, hingga dukungan teknis lainnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kehadiran berbagai event olah raga ini menjadi peluang strategis bagi Kota Semarang, baik dari sisi penguatan citra kota maupun dampak langsungnya bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepercayaan yang harus kita jaga bersama. Kota Semarang harus mampu menjadi tuan rumah yang baik, yang siap dari sisi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta yang datang dari luar daerah,” ujar Agustina.

Menurutnya, penyelenggaraan event olah raga dalam waktu yang berdekatan juga memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Aktivitas peserta dan pendukung yang datang akan berdampak pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

“Setiap event yang hadir membawa pergerakan. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut merasakan dampaknya. Karena itu, kami ingin memastikan manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sepanjang April 2026, sejumlah agenda olah raga yang akan digelar di Kota Semarang antara lain,
18–19 April 2026 berupa Seri I Java Race (oleh IMI Pusat) di Sirkuit Mijen
18–19 April 2026 ada event Jateng Series Gate Ball di Lapangan Tri Lomba Juang,
23–26 April 2026 ada event Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel di Main, Connection, dan Mesa Padel
25 April 2026 akan diadakan Launching Football Academy Aruna di Balaikota Semarang
26 April 2026 Jambore CB Nasional di Sirkuit Mijen dan pada 27 April 2026 akan diadakan Coaching Clinic Football Academy di Lapangan Sidodadi

Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan berlanjut pada awal Mei, di antaranya kompetisi sepak bola kelompok usia (KU) 13 yang dijadwalkan pada tanggal 2–3 Mei 2026 di kawasan Citarum.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga Kota Semarang, Fravarta Sadman menjelaskan bahwa sebagian besar event tersebut merupakan kegiatan dari organisasi maupun komunitas olah raga tingkat nasional yang memilih Kota Semarang sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Peran kami lebih pada memfasilitasi, baik dari sisi penggunaan lokasi, rekomendasi, maupun koordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar,” terang Fravarta.

Ia menambahkan, kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah menjadi perhatian utama, terutama dalam memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait terus memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai aktivitas olah raga sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Momentum ini juga menjadi ruang guna memperkenalkan Kota Semarang sebagai kota yang terbuka bagi berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.

Dengan rangkaian agenda yang padat sepanjang bulan April, Kota Semarang diharapkan semakin menguat sebagai kota tujuan kegiatan olah raga sekaligus ruang pertemuan berbagai komunitas dari seluruh Indonesia. (Adv)

WFA Masih Dikaji, Pemkot Semarang Tegaskan Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan rencana penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dilakukan secara selektif dan tetap mengutamakan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan hal tersebut usai kegiatan Apel Pagi Terpusat dan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3).

Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan WFA, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik pekerjaan ASN di daerah yang sebagian besar membutuhkan kehadiran fisik.

“Kami ikuti nanti yang diputuskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Karena kami menginduknya di Kementerian Dalam Negeri. Tapi yang jelas di Pemerintah Daerah itu kita adalah pelayan masyarakat garda terdepan. Yang jenis-jenis pekerjaannya, jenis-jenis layanannya itu menuntut kehadiran fisik,” ujar Joko.

Menurutnya, tidak semua jenis pekerjaan dapat dilaksanakan dari jarak jauh atau secara WFA.

Oleh karena itu, Pemkot Semarang akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Yang jelas untuk jenis-jenis pekerjaan yang membutuhkan kehadiran secara fisik, tetap kita akan hadir secara fisik,” tegas Joko.

Pihaknya menambahkan, selama masa libur Lebaran, ASN di Kota Semarang telah diberikan kesempatan untuk menerapkan skema WFA secara terbatas. Namun demikian, mayoritas ASN tetap masuk kerja karena tuntutan pelayanan publik yang tidak bisa ditinggalkan.

Dirinya menyebutkan bahwa per 30 Maret 2026, seluruh ASN telah diwajibkan kembali bekerja secara fisik di kantor dan kehadirannya dipantau secara ketat.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memastikan bahwa disiplin ASN tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan kehadiran dilakukan secara langsung, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak), guna menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Lebih lanjut, Joko kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rencana penerapan WFA.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menjaga kualitas layanan, khususnya pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (Adv)

Disinformasi Produk, Irwan Hidayat Pilih Dialog dan Edukasi

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memilih pendekatan edukatif dalam merespons berbagai serangan terhadap produk di media sosial. Ia menilai, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan menempuh jalur hukum.

Irwan mengungkapkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber serta motif di balik konten tersebut.

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujarnya saat Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Senin (30/3).

Ia menyebut, mayoritas pelaku bukan pihak berkepentingan, melainkan netizen yang sekadar mencari perhatian. Bahkan, tidak sedikit di antaranya merupakan pengguna produk Sido Muncul sendiri.

“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya,” katanya.

Irwan menegaskan, pihaknya tidak gegabah membawa persoalan ke ranah hukum. Ia lebih memilih berdialog langsung guna memberikan pemahaman kepada pihak terkait.

“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya saat menyebarkan informasi. Menurutnya, verifikasi menjadi hal penting sebelum membagikan konten ke publik.

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.

Pendekatan edukatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga citra perusahaan. Selain mampu meredam potensi konflik, cara tersebut juga mendorong peningkatan literasi digital di masyarakat. ***

Sido Muncul Gaspol Ekspansi dan Digitalisasi Jelang Pergantian Kepemimpinan

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mulai mematangkan proses regenerasi kepemimpinan. Direktur perusahaan, Irwan Hidayat, memastikan transisi ke generasi penerus dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan transparan, dengan target rampung pada 2027.

Irwan mengungkapkan, rencana pergantian pengurus telah dipublikasikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Maret 2026. Ia kembali dipercaya memimpin sementara, terutama karena faktor pengalaman dan posisinya sebagai yang paling senior di antara anggota keluarga.

“Kenapa saya dipilih, karena saya paling tua. Tapi tugas saya hanya mengantar ke generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Irwan, proses regenerasi kali ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Jika generasi pendiri hanya terdiri dari lima bersaudara, kini terdapat 13 anggota keluarga dari lima cabang keluarga yang akan terlibat dalam kepemimpinan.

“Kalau dulu kami berlima cukup saling tahu, cukup telepon. Sekarang sudah 13 orang dari lima keluarga, jadi harus ada aturan yang transparan,” jelasnya.

Dalam satu tahun ke depan, manajemen akan fokus menyempurnakan seluruh aspek perusahaan sebelum estafet kepemimpinan diserahkan.

Pembenahan dilakukan mulai dari regulasi internal, sistem produksi, keuangan, hingga aspek lingkungan agar memenuhi standar maksimal.

“Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam kondisi sempurna, patuh 100 persen terhadap aturan. Jangan sampai ada celah saat diserahkan ke generasi berikutnya,” tegas Irwan.

Di sisi bisnis, perusahaan juga menyiapkan strategi penguatan kinerja melalui peningkatan penjualan dan ekspansi pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas pemasaran produk suplemen serta membuka kantor pemasaran di luar negeri.

“Kami dorong penjualan, terutama suplemen dan ekspor. Tahun ini kami fokus membangun kantor marketing di luar negeri,” katanya.

Untuk mendukung tata kelola perusahaan yang lebih modern, Sido Muncul juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis monitoring real-time. Sistem ini memungkinkan seluruh aktivitas bisnis terpantau secara langsung tanpa menunggu laporan berkala.

“Kami buat sistem monitoring real time, jadi semua proses bisa langsung dikontrol, tidak menunggu laporan setelah kejadian,” imbuhnya.

Meski transisi kepemimpinan akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, Irwan menegaskan para pendiri tidak akan serta-merta melepas perusahaan.

Pendampingan terhadap generasi penerus akan tetap dilakukan selama dua hingga tiga tahun setelah transisi.

“Kami tidak akan meninggalkan begitu saja. Tetap kami dampingi agar transisi berjalan baik,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan, Irwan menilai posisi CEO idealnya tetap dipegang oleh keluarga selama memiliki kompetensi yang memadai. Menurutnya, pemilik perusahaan memiliki tingkat tanggung jawab dan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan profesional eksternal.

“Kalau dari keluarga mampu, lebih baik dari keluarga. Tidak ada yang lebih total daripada pemilik,” tandasnya.

Ia memastikan seluruh calon penerus telah dibekali pendidikan dan pengalaman yang cukup, bahkan sebagian memiliki rekam jejak kerja antara 15 hingga 25 tahun.

“Semua berpendidikan baik dan punya pengalaman panjang, jadi tidak diragukan,” pungkasnya.***